The Real You (Chapter 2)

Title                     : The Real You

Author                 : Azumi Aozora

Main Cast            : Jung Soo Jung / Krystal f(x), Lee Min Hyuk (Monsta X)

Support Cast       : Monsta X members

Genre                   : fantasy, romance, friendship, family, AU

Rating                  : PG+13

Length                 : Series

The Real You_poster

Sudah hampir 5 hari penuh aku menjadi guardian angel Min Hyuk. Pria berambut pirang terang itu masih menolak untuk mempercayai apa yang kukatakan. Ia masih menganggap aku hanyalah bagian dari halusinasi nya. Dia tidak pernah berbicara lagi padaku semenjak bertanya siapa namaku, tapi tidak kujawab. Seringkali aku memergokinya menatap langsung ke mataku, ekspresinya penuh tanda tanya, tapi ia tetap mengunci mulutnya.

Oh, tentu saja pria bermata cokelat muda bening ini beranggapan bahwa “mengobrol” langsung denganku berarti mengakui kalau aku memang nyata. Ia tahu, aku nyata. Tapi di sisi lain, ia menganggap bahwa mengakui eksistensiku berarti mengakui pendapat psikiater nya tentang keadaan psikologis nya. Di saat ia “menolak” keberadaanku, di saat itulah – menurut psikiater nya – ia akan segera sembuh. Tapi ia memang selalu menolak keberadaan Ki Hyun sejak dulu, ia tidak perlu sembuh karena ia sama sekali tidak sakit! Oh, seandainya aku bisa memberitahu psikiater nya! Tapi hal itu mustahil. Aku memang bisa merubah wujudku menjadi manusia untuk beberapa saat, tapi apa gunanya? Psikiater pribadi Min Hyuk tidak dapat melihat wujud angel ku!

Kau berusaha terlalu keras, sister.

Diam dan enyahlah dari pikiranku, Chae Hyung Won!

Aku langsung memblokir pikiranku, sehingga kakakku tidak dapat mengirimiku telepati lagi. Menyebalkan! Apakah dia tidak punya kerjaan lain selain mengawasiku setiap detik?!

Hari Sabtu pagi, Min Hyuk tetap bekerja, meskipun ia mengerjakan pekerjaan kantornya di rumah. Aku duduk di anak tangga terbawah, mengamatinya yang tengah sibuk mengetik di laptopnya. Aku selalu merasakan emosi canggung yang Min Hyuk pancarkan setiap kali aku berada terlalu dekat dengannya, karena itulah aku mulai menjaga jarak pengawasanku.

Seandainya Min Hyuk tidak bisa melihatku, maka pastilah saat ini aku sudah berbaring di sofa empuk di belakang Min Hyuk itu! Setiap malam, aku juga hanya bisa berdiri agak jauh dari tempat tidur Min Hyuk, karena jelas sekali Min Hyuk merasa tidak senang bila aku berbaring di sampingnya.

Aku mendecakkan lidahku. Bagaimana Ki Hyun bisa tahan selama ini menjadi guardian angel nya? Ah, benar, Ki Hyun tidak pernah memberitahu Min Hyuk tentang identitasnya, jadi pastilah Min Hyuk menganggap Ki Hyun hanya halusinasi. Lagipula Ki Hyun pria, sepertinya Min Hyuk tidak merasa se-canggung ini dengannya.

Aku ingin perempuan bersayap itu menghilang dariku! Aku ingin melenyapkannya!

Aku terkekeh begitu mendengar apa yang Min Hyuk ucapkan dalam hatinya. Min Hyuk mengatakan kalimat itu dengan penuh dendam. Seandainya orang yang Min Hyuk maksudkan bukanlah aku, seorang guardian angel, melainkan manusia, maka sekarang pastilah devil sudah muncul dan membisikinya 1001 cara untuk melenyapkanku.

Min Hyuk menatapku dari sebrang ruangan. Sorot matanya benar-benar dingin. Aku mengangkat kedua bahuku. Dia tidak tahu, guardian angel dapat mengetahui isi hatinya.

Min Hyuk tidak sempurna, aku tahu. Sama seperti manusia lainnya, Min Hyuk pun memiliki keinginan dalam hal kekuasaan. Tapi itulah menariknya manusia. Mereka memiliki insting hidup dan insting mati. Mereka memiliki sisi positif dan sisi negatif. Aku hanya kagum pada Min Hyuk karena ia tidak berusaha berpura-pura menutupi sisi negatif nya, kelemahannya. Tapi ia memang hampir selalu memilih pilihan yang tepat. Min Hyuk bukan orang suci, dia pun pernah melakukan banyak kesalahan, dan hatinya juga terkadang dipenuhi perasaan buruk, contohnya saja tadi ia ingin melenyapkanku, hatinya dipenuhi dendam terhadapku.

Selama 5 hari mengawasi Min Hyuk, aku hanya bertemu devil sebanyak 2 kali, yang pertama adalah ketika Min Hyuk tanpa sengaja mencuri dengar percakapan direktur-direktur perusahaannya yang sedang menjelek-jelekkannya. Saat itu Min Hyuk berpikir untuk menghajar mereka, mencekik mereka, dan banyak lagi pikiran buruk lain yang melintas di hatinya, ditambah lagi dengan dukungan bisikan dari devil. Saat itu aku hanya berkata pada Min Hyuk bahwa ia harus berpikiran panjang. Apa yang akan terjadi padanya dan keluarganya bila ia bertindak bodoh seperti itu. Devil menghilang tepat ketika Min Hyuk memutuskan untuk mengabaikan orang-orang penggunjing yang kurang kerjaan sampai-sampai hanya bisa membicarakan kejelekan orang lain itu.

Devil muncul ke-2 kalinya di samping Min Hyuk ketika ada rekan bisnis nya, seorang kepala kontraktor, yang berusaha menyuapnya dengan setumpuk emas. Devil yang muncul kali ini berbeda dari sebelumnya. Ia sepertinya lebih handal dari rekannya. Selama beberapa saat, aku membiarkan devil itu merayu Min Hyuk untuk menerima uang suap tersebut. Saat itu, aku hanya mengatakan dua kalimat pada Min Hyuk. “Lee Min Hyuk, apa yang akan adikmu pikirkan tentangmu bila ia mengetahui apa yang kau lakukan? Bukankah kau adalah role model baginya?”

Aku tidak pernah mengatakan kalimat-kalimat rayuan yang baik, mengajak Min Hyuk pada kebaikan, aku hanya mengkonfrontasinya. Aku membuatnya berpikir. Aku berani bertaruh, tidak ada satupun guardian angel yang bekerja seperti caraku ini. Mereka terlalu tunduk pada peraturan, tata cara menjaga dan mengawasi manusia. Menurutku tidak ada salahnya mengkonfrontasi manusia. Biarkan mereka berpikir, bukan hanya menuruti nasihat kebaikan dari guardian angel nya.

Ponsel Min Hyuk berdering. Wajahnya yang kaku berubah cerah seketika. “Hallo, Min Hee~ya?” Sapanya dengan nada lembut dan riang. “Apa? Sekarang? Baiklah.., tunggu aku. Oke…” Min Hyuk langsung melompat berdiri dan berlari ke kamarnya, berjalan melewatiku. Senyuman lebar masih terukir di wajah tampannya.

“Kau harus lebih sering tersenyum, Lee Min Hyuk!” Tukasku.

Beberapa menit kemudian, Min Hyuk turun. Ia sudah mengganti pakaiannya menjadi polo shirt biru dan celana jins. Ia menyambar sneakers merah dari atas rak sepatu, kemudian memakai sepatunya sambil bersiul. Mood nya sepertinya sedang benar-benar bagus karena adiknya menelepon dan mengajaknya bertemu.

Aku melayang di sampingnya. Min Hyuk keluar dari apartemennya. Aku pun ikut keluar, menembus pintu. Selama beberapa saat, Min Hyuk menatapku. Sorot matanya seolah berkata, “Aku tidak ingin kau ikut!”

Aku memutar kedua bola mataku. “Oh, ayolaaah.., kau tahu guardian angel pasti selalu mengikutimu ke manapun kau pergi. Aku bahkan berada di dekatmu ketika kau tidur!”

Min Hyuk mendengus. “Kau terlalu banyak bicara!” Tukasnya dengan kasar. Raut wajahnya yang riang kini berubah menjadi dingin kembali.

Aku tertawa terbahak-bahak. “Aku? Banyak bicara? Pasti kau-lah yang aneh karena membuatku – yang biasanya sangat jarang berbicara ini – menjadi banyak bicara.”

Min Hyuk menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kau aneh.” Kemudian pergi ke lift, turun menuju basement. Aku melayang di belakangnya.

“Kenapa kau tiba-tiba memutuskan untuk berbicara lagi padaku?” tanyaku ketika kami berada di dalam mobilnya. Aku duduk di kursi belakang, karena aku tahu Min Hyuk pasti akan lebih kesal bila aku duduk di sampingnya.

Min Hyuk mengangkat bahu. “Terserahlah orang lain mengatakan aku gila atau aneh, tapi kau berbeda dengan pria bersayap putih itu.”

“Ki Hyun. Namanya Ki Hyun. Dia sepupuku.”

“Aku tidak tertarik mendengar kisah keluargamu, nona bersayap!” Ujar Min Hyuk ketus.

Aku tersenyum. “Sudah kubilang, aku guardian angel –mu. Oh ya, kapan pertama kali kau bisa melihat Ki Hyun? Dia sudah menemanimu semenjak kau dilahirkan.”

Min Hyuk menggeleng. “Tidak. Saat masih kecil, aku tidak melihatnya. Aku baru melihatnya ketika masuk kuliah.”

Aku mengerutkan keningku. Aneh sekali. Apa yang memicu Min Hyuk sehingga ia bisa melihat Ki Hyun? Kurasa aku harus membaca ulang jurnal-jurnal yang Ki Hyun tulis.

“Kau akan menemui adikmu?”

Min Hyuk mengangguk. “Ya, dan aku tidak akan berbicara padamu. Jadi, tolong diamlah dan jangan mengatakan apapun!”

“Termasuk ketika ada devil di sekitarmu?”

Min Hyuk menatapku lewat kaca spion. “Devil?

Aku mengangguk. “Hmm, sudah kuduga, kau tidak bisa melihat devil.”

Min Hyuk menghela napas berat. “Dengar, aku tidak percaya padamu. Hentikan omong kosongmu tentang angel dan devil!”

Aku menyeringai. “Oooh, kau akan percaya padaku.” Ujarku dengan nada menantang. Tiba-tiba saja aku ingat, manusia yang Ki Hyun cintai adalah… Lee Min Hee, adiknya Min Hyuk. Tapi apakah Ki Hyun sudah mengenal Min Hee? Maksudku…sebagai manusia? Apakah mereka sudah bertemu sekarang?

“Kau akan segera bertemu dengan pria bersayap itu lagi, Yoo Ki Hyun, tapi sebagai manusia.”

“Ha-ha, lucu sekali!” Min Hyuk tersenyum sinis.

Aku mengangkat bahuku. “Terserah kalau kau tidak percaya. Jangan pingsan nanti ketika kau melihatnya.”

❤❤❤

 

“KAU?!” Min Hyuk berteriak keras sambil menunjuk wajah Ki Hyun. Kami baru saja tiba di sebuah restoran italia. Min Hee ternyata datang bersama Ki Hyun. Aku masih belum tahu identitas Ki Hyun sebagai manusia seperti apa, dan bagaimana ia bisa bertemu dengan Min Hee sebagai manusia. Oh, tentu saja Ki Hyun sudah sangat mengenal Min Hee, tapi Min Hee kan baru kali ini bertemu dengannya.

Ki Hyun tersenyum hangat pada Min Hyuk. “Hallo, namaku Yoo Ki Hyun.”

“Kau bisa melihatnya?” Min Hyuk mengabaikan Ki Hyun, dan sebagai gantinya malah bertanya pada adiknya.

“Hah? Oppa! Kau kenapa? Tentu saja aku bisa melihat Ki Hyun! Geeezzz, hentikan sikap sok protektif mu itu, Oppa! Ki Hyun ini temanku di kampus. Dia baru pindah dari California.” Min Hee tersenyum manis pada Ki Hyun sebelum akhirnya menatap kakaknya lagi dengan kesal.

Aku tertawa, tapi tentu saja hanya Ki Hyun dan Min Hyuk yang bisa mendengar tawaku. Ki Hyun menatapku, lalu nyengir lebar. Aku mengangkat kedua ibu jariku, “Good idea, Ki Hyun.”

Min Hyuk menatapku dan Ki Hyun bergantian, lalu kedua matanya yang tajam terfokus sepenuhnya padaku. “Tolong jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi.”

“Oppa, kau bicara pada siapa?” Tanya Min Hee.

Min Hyuk menggeleng dan tersenyum. “Aaah, tidak. Ayo kita pesan makanan.”

“Aku akan memberitahumu nanti, Min Hyuk. Sudah kubilang kan. Kau akan mempercayaiku.”

Min Hyuk mengangguk tanpa menatapku. Selama makan siang, mata Min Hyuk tak pernah lepas dari Ki Hyun.

 

❤❤❤

 

“Jadi, pria bersayap yang selalu kulihat itu… jatuh cinta pada adikku dan berubah menjadi manusia? Hah! Yang benar saja!” Min Hyuk menggeleng-gelengkan kepalanya. Kami berada di mobil, di jalan menuju apartemen Min Hyuk.

Makan siang tadi sebenarnya menyenangkan, seandainya saja Min Hyuk tidak terus menerus menatap Ki Hyun dengan curiga. Min Hee menganggap Min Hyuk bersikap demikian karena terlalu over protektif. Aku memang tidak bisa membaca isi hati Min Hee karena ia bukanlah manusia yang harus kuawasi, tapi dari bahasa tubuhnya, aku tahu… Min Hee pun tertarik pada Ki Hyun. Ah, syukurlah. Sepertinya kisah cinta sepupuku yang penuh kontroversi itu akan berakhir bahagia.

“Kau terlalu mempercayai logikamu, Min Hyuk. Terserah kau sajalah akan percaya atau tidak. Tapi satu hal yang pasti, pertemuanmu dengan Ki Hyun tadi membuktikan bahwa kau tidak gila.”

Min Hyuk hanya terdiam. Kedua matanya terfokus ke jalan. Ia menyetir dengan lambat. Ia tahu apa yang kukatakan barusan benar. Otaknya dipenuhi berbagai pertanyaan.

“Tapi kenapa aku bisa melihatmu? Dan juga… Ki Hyun? Kenapa orang lain tidak bisa? Dan bila guardian angel itu memang benar-benar ada, itu berarti Min Hee pun memiliki guardian angel, tapi kenapa aku tidak bisa melihatnya? Kenapa aku hanya bisa melihat guardian angel ku?” Tanya Min Hyuk pada akhirnya. Sebelum ia mengatakannya pun, sebenarnya aku sudah tahu apa pertanyaannya, tapi aku tidak mengatakannya. Aku tidak ingin ia tahu kalau aku bisa membaca hati dan pikirannya.

Aku terus menatap Min Hyuk. “Aku tidak tahu.” Gumamku. “Itulah yang ingin kucari tahu.”

Dan karena hal inilah, aku harus menanggung akibat, hukuman… karena telah melanggar banyak aturan guardian angel. Entah hukuman apa yang menantiku. Hmm, agak aneh juga karena sampai saat ini petinggi angel membiarkan tindakanku. Memberitahu manusia siapa kami, mengobrol dengan manusia, memberitahu identitas angel lain – meskipun sekarang angel itu sudah berubah menjadi manusia. Ya ampun, banyak sekali peraturan yang telah kulanggar!

Sisa perjalanan kami diliputi keheningan. Mungkin hening bagi Min Hyuk, tapi tidak bagiku, karena aku bisa mendengar apa yang Min Hyuk pikirkan dengan sangat jelas. Min Hyuk masih merasa bingung. Ia percaya padaku, tapi ia bingung. Ia mempertanyakan dunia gaib, makhluk mistis, makhluk legenda, dll.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Manusia memiliki imajinasi yang terlalu luas. Bagaimana mungkin saat ini Lee Min Hyuk menduga bahwa aku adalah vampire yang menyamar sebagai malaikat hanya agar bisa menghisap darahnya sampai kering?! Dasar manusia dan cerita-cerita anehnya tentang makhluk khayalan bernama vampire / drakula! Beberapa dari mereka percaya vampire itu nyata, tapi tidak percaya dengan keberadaan angel? Mungkin harus ada manusia yang menulis cerita romantis tentang angel & manusia seperti bagaimana Stephenie Meyer menulis tentang vampire & manusia… barulah mungkin manusia akan percaya. Harus ada yang menulis Edward & Bella versi angel & manusia! Oh, tentu aku tahu tentang kisah itu. Aku tetap mengamati umat manusia dalam tidur panjangku, ingat? Kalau dipikir lagi, sekarang aku terlihat seperti guardian angel biasa dan bukannya putri. Putri guardian angel seharusnya bertugas untuk mengawasi dinamika manusia, angel, dan mengevaluasi cara kerja pasukan guardian angel, bukannya terjebak bersama dengan satu manusia saja dan merasa pusing karenanya. Aku baru sadar, ternyata tugas pasukanku tidaklah mudah. Rasanya melelahkan harus mendengar isi kepala dan isi hati manusia yang kujaga setiap detik.

“Apa?” Tukas Min Hyuk dengan galak, karena merasa diperhatikan terus olehku sejak tadi.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku sambil berdecak dan mendelik tajam padanya. “Vampire itu tidak nyata. Jangan konyol!”

Min Hyuk terkejut. “Bagaimana….? Kenapa….?”

Min Hyuk sepertinya tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya, terlalu syok dengan kata-kataku barusan. Aku menyeringai puas. “Berhati-hatilah Lee Min Hyuk, karena aku bisa membaca hati dan pikiranmu.”

Mata Min Hyuk membelalak super lebar. Mulutnya terbuka. Ia menatapku dengan horror.

Aku mendesah. Satu peraturan lagi yang telah kulanggar.

Aku ingin tahu, berapa lama lagi sisa waktuku di bumi sebelum petinggi angel memanggilku dan menghukumku? Oh, aku tidak akan lenyap dari jagad raya ini, tapi sepertinya hukumannya mengerikan.

Aku memutuskan, untuk saat ini hukumanku tidaklah penting. Rasa penasaranku terhadap Lee Min Hyuk terlalu besar untuk diabaikan.

❤❤❤❤❤

 

Senin siang, aku membaca jurnal-jurnal Ki Hyun tentang kehidupan Min Hyuk. Aku ingin tahu mengapa Min Hyuk baru bisa melihat Ki Hyun ketika kuliah. Sambil membaca, tentu saja aku tetap mengawasi Min Hyuk, dan menulis jurnal harian. Tolong jangan bayangkan menulis dengan menggunakan pena apalagi pena bulu! Guardian angel menulis dengan pikirannya. Tapi buku kehidupan yang berisi kumpulan jurnal harian memang berbentuk layaknya buku di dunia manusia, hanya saja meskipun terlihat tipis, isinya sebenarnya sangatlah tebal, memuat kisah hidup manusia yang guardian angel tersebut jaga dari semenjak manusia itu dilahirkan hingga meninggal dunia. Setiap manusia memiliki satu buku kehidupan.

Siang ini, Min Hyuk menghadiri lunch meeting bersama rekan bisnis nya di salah satu restoran Thailand. Aku mengamati ekspresi wajah Min Hyuk yang terlihat serius. Sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu padanya. Tapi aku tahu, bila aku bicara padanya sekarang… maka aku akan membuat Min Hyuk terlihat “aneh” di mata manusia lain seandainya saja ternyata dia menjawabku! Karena itulah… aku memutuskan untuk melanggar satu peraturan lagi.

Sebagai putri angel, aku bisa merubah wujudku menjadi manusia. Tentu saja tidak selamanya. Tapi kurasa 24 jam sudah cukup. Lagipula aku hanya perlu bertanya pada Min Hyuk sebentar saja.

Aku menghilang selama beberapa detik dari samping Min Hyuk, lalu kembali dengan wujud manusia-ku. Wajah dan tubuhku masih tetap sama. Bedanya…. aku tidak punya sayap, dan aku memakai pakaian manusia, bukan gaun putih panjang.

Aku berjalan dari luar menuju ke dalam restoran. Sudah lama sekali aku tidak pernah merubah wujudku menjadi manusia, jadi bisa berjalan seperti ini terasa agak aneh bagiku. Aku terbiasa terbang tinggi, atau melayang-layang rendah.

Aku bisa merasakan semua mata menatapku. Bukan hanya manusia, tapi juga guardian angel yang menjaga para manusia itu. Inilah kelebihan putri dan pangeran angel. Kami bisa berubah. Para guardian angel yang ada di restoran itu menatapku dengan penasaran, tapi masih tetap menundukkan pandangan mereka sambil membungkuk hormat. Aku harus menggiring Min Hyuk keluar dari restoran ini dan bicara dengannya berdua saja tanpa ada  manusia dan angel yang menatapku dengan penasaran!

“Min Hyuk!” Panggilku ketika aku berdiri tepat di sampingnya. Min Hyuk menoleh sekilas padaku, tapi kemudian mengabaikanku.

Rekan bisnis Min Hyuk menatapku dari ujung kaki sampai ujung rambut. “Wah…wah…presdir, siapakah wanita cantik ini? Kekasih Anda?”

Min Hyuk tersedak. Matanya membelalak lebar. “Anda bisa melihatnya?”

Pria di hadapan Min Hyuk tertawa, “Apakah seharusnya aku tidak bisa melihatnya?”

Min Hyuk menatapku. Aku membungkukkan badanku dan berbisik. “Aku bisa merubah wujudku menjadi manusia selama 24 jam. Ayo keluar sebentar. Ada yang harus kutanyakan sekarang juga.” Tanpa menunggu jawaban Min Hyuk, aku pun langsung meraih tangannya dan menariknya keluar. Tenagaku tentu saja jauh lebih besar darinya. Aku menuntun Min Hyuk berjalan dengan sangat mudah.

“Kunci mobil.” Aku menegadahkan tanganku. Min Hyuk menurutiku, memberikan kunci mobilnya padaku tanpa banyak tanya.

Aku duduk di kursi penumpang. Min Hyuk – dengan tatapan bingungnya – mengikutiku masuk ke dalam. “Pergilah ke tempat di mana tidak ada manusia.”

“Hah? Kenapa?”

“Sudahlah, lakukan saja.” Tukasku dengan nada memerintah yang tidak bisa dibantah. Ajaibnya, kali ini Min Hyuk menurut. Tidak biasanya. Aku tersenyum puas.

Mobil berhenti di taman yang sepi. Min Hyuk mematikan mesin, lalu menatapku. “Kenapa kau bisa berubah menjadi manusia sesukamu, meskipun hanya beberapa saat?” Ia mengangkat sebelah alis matanya.

“Karena aku putri.”

“Mwo?”

“Aku putri guardian angel.”

Tanpa kuduga, Min Hyuk tertawa terbahak-bahak. “Mana mungkin! Hahahaha….Hahahaha….”

Aku menyilangkan kedua lenganku di depan dada sambil menatapnya dengan dingin. Min Hyuk pun akhirnya berhenti tertawa. Ia terbatuk pelan, merasa canggung dan bodoh.

“Terima kasih.” Kataku. Nada bicaraku datar.

“Hah?”

“Kau baru saja menyebutku cantik.” Aku menyeringai lebar.

Min Hyuk memukul-mukul kepalanya pelan. “Ugh! Aku benci kau! Bisakah kau berhenti membaca pikiranku, Krystal?!”

Aku hanya mengangkat kedua bahuku. “Nah, Min Hyuk, aku ingin bertanya padamu. Ini penting, karena menurutku… hal ini bisa jadi merupakan pemicu mengapa kau dapat melihatku dan Ki Hyun.”

Min Hyuk menatapku dengan serius, lalu mengangguk. Min Hyuk pun sepertinya sama penasarannya denganku mengenai penyebab mengapa ia bisa melihat guardian angel nya.

“Saat kemping mahasiswa baru, kau menghilang dari pengawasan Ki Hyun selama beberapa menit. Hal ini menurutku sangat aneh. Tidak pernah ada satupun manusia yang dapat menghindari pengawasan guardian angel nya.”

“Aku belum melihat Ki Hyun saat itu.”

Aku mengangguk. “Hmm. Tapi kau bisa melihatnya sesudah itu kan? Satu hari setelah kemping selesai?”

Min Hyuk mengangguk. “Ya. Dan mulai saat itu keluarga dan teman-temanku menganggapku gila!” Min Hyuk mendelik kesal padaku.

Aku mengabaikan kekesalannya padaku, dan terus bertanya. “Ki Hyun yakin sekali saat itu kau tidur di tenda. Tapi kau menghilang begitu saja. Menghilang! Bagaimana bisa? Ke mana kau pergi? Atau… siapa yang membawamu pergi?”

Min Hyuk menggeleng. “Aku tidak pergi ke manapun. Seingatku…semalaman itu aku memang hanya tidur di tenda.”

Aku menatap Min Hyuk tak yakin. “Benarkah? Lalu kenapa Ki Hyun menuliskan dalam jurnal bahwa kau menghilang dari pengawasannya selama 5 menit? Dia pikir malaikat pencabut nyawa mengambil nyawamu. Tapi malaikat itu tidak akan datang dan pergi begitu saja tanpa sepengetahuan guardian angel!”

Min Hyuk mengangkat bahunya lagi. “Aku benar-benar hanya tidur.”

“Hhhhh, ya, Ki Hyun pun pada akhirnya melihat kau tertidur lagi di tenda, setelah ia pergi ke sana kemari mencarimu tapi tidak menemukanmu.”

“Tanya saja pada Ki Hyun. Mungkin dia salah lihat. Ayo kita kembali ke restoran. Awas saja kalau rekan bisnis ku tadi sampai tidak jadi bekerja sama denganku lagi… maka semua ini adalah salahmu, Krystal!”

Aku mengabaikan ancaman Min Hyuk. Benakku dipenuhi berbagai pertanyaan. Kenapa Ki Hyun bisa sampai kehilangan Min Hyuk? Ke mana Min Hyuk pergi sebenarnya? Apakah dia memang hanya tertidur di tenda, tapi entah untuk alasan apa Ki Hyun tidak bisa melihatnya selama beberapa menit? Atau… adakah yang membawa Min Hyuk pergi dari dunia manusia… menuju entah ke mana?

Ah, semua ini terlalu membingungkan! Belum lagi ditambah dengan fakta bahwa hal aneh ini sama sekali tidak pernah dibahas oleh kakakku, Pangeran Hyung Won, maupun adikku, Pangeran Chang Kyun. Bagaimana bisa hal tidak wajar seperti ini lepas dari pengamatan para pangeran guardian angel? Atau apakah mereka memang sengaja tidak pernah mengawasi Ki Hyun karena terlalu percaya padanya? Kenapa Ki Hyun tidak melaporkannya kalau begitu? Atau… apakah ada campur tangan para petinggi angel tanpa sepengetahuanku dan kakak serta adikku, sehingga keganjilan ini lepas begitu saja dari pengawasan kami?

Aneh. Semuanya terlalu aneh.

❤❤❤❤❤

 

Betapa terkejutnya aku, ketika kami tiba kembali di restoran, seorang pria tinggi, kurus, berambut cokelat gelap mengetuk-ngetuk kaca mobil. “Hyung Won?” Kenapa Hyung Won berubah menjadi manusia dan menemuiku?

Cepat-cepat aku keluar dari dalam mobil dan berdiri berhadapan dengan kakakku itu. Hyung Won menyeringai senang. “Kau harus berterima kasih padaku karena aku menutupi semua pelanggaran yang telah kau lakukan, Krystal. Sepertinya kau tidak takut hukuman?”

“Siapa kau?” Aku tidak sadar kini Min Hyuk sudah berdiri di sampingku dan menatap Hyung Won dengan dingin.

Hyung Won terkekeh, lalu mengangkat sebelah tangannya. “Annyeong, Lee Min Hyuk.”

Min Hyuk menatap Hyung Won lekat-lekat. “Kau mengenalku?”

Hyung Won menyeringai. “Oh, tentu saja aku sangat mengenalmu.”

“Kenapa kau datang kemari, Hyung Won? Kau membiarkan Chang Kyun sendirian di istana?”

Hyung Won mengerang. “Ugh! Dia bukan bayi lagi, Krystal!”

Aku memutar kedua bola mataku. Bagiku, adik kami, Chang Kyun, atau yang biasa dipanggil I.M, meskipun umurnya telah ribuan tahun, bagiku ia tetaplah seperti bayi. Ia akan selamanya menjadi adik kecil kami.

“Pulanglah, Hyung Won!”

“Ow, kembali kasih.”

Aku mendengus. “Lucu sekali. Tapi…, kenapa kau menutupi kesalahanku?”

Hyung Won mengangkat kedua bahunya. “Karena sepertinya akan jadi asyik.”

Aku mendelik kesal padanya. “Kau mengawasiku terus!”

Hyung Won tertawa. “Tentu saja. Kau memblokir pikiranmu dari telepatiku, tapi bukan berarti aku tidak bisa mengawasimu.”

“Kau pangeran guardian angel? Siapa kau? Kekasih Krystal?” Tanya Min Hyuk tiba-tiba. Untuk sesaat, aku bahkan melupakan kehadirannya.

Hyung Won tertawa terbahak-bahak. Orang-orang menatap kami, termasuk para guardian angel. Bedanya, para guardian angel membungkuk hormat pada kami. Aku menendang kaki Hyung Won dengan keras lalu berbisik. “Tidakkah kau malu dilihat oleh bawahanmu? Bersikaplah layaknya seorang pangeran! Dan sekarang para guardian angel pasti bertanya-tanya siapa Min Hyuk karena kita menunjukkan wujud manusia kita padanya.”

Hyung Won hanya mengangkat bahu dengan cuek. “Biar saja. Aku penasaran…, apakah ada mata-mata di antara bawahanku.”

“Apa maksudmu?”

“Sepertinya petinggi angel terlalu ikut campur urusan kaum kita. Ki Hyun berkata… ada salah satu angel – ia tidak ingat siapa – yang berkata bahwa ia yang akan melaporkan keganjilan di malam itu padaku. Tentang menghilangnya Min Hyuk secara misterius selama beberapa saat.”

Aku menatap kakakku lekat-lekat. Perasaanku campur aduk. Kenapa? Untuk apa? Mengapa? Selama ini para petinggi tidak pernah mencampuri urusan kami. Mengapa mereka memata-matai kami? Mengapa mereka menipu kami?

Hyung Won berdiri di antara aku dan Min Hyuk, lalu merangkul bahu kami. “Ayo! Aku ingin mencoba makan makanan manusia.”

“Dasar aneh! Kau tahu makanan manusia tidak akan memiliki rasa apapun di lidahmu! Oh, bahkan kita tidak perlu makan!”

Hyung Won terbahak-bahak. “Oooohhh, ternyata kau juga sudah pernah mencobanya? Kupikir hanya aku saja yang pernah mencobanya.” Hyung Won menatapku dengan jahil, tapi aku mengabaikannya.

“Min Hyuk, aku akan tinggal bersamamu hari ini. Krystal, kau pergilah temui Ki Hyun dan gali informasi sebanyak mungkin.”

Aku menghela napas panjang. “Oke-oke.”

“Anyway, kau tidak pernah membiarkan Krystal berbaring di tempat tidurmu ya Min Hyuk? Kami memang tidak pernah tidur, tapi kami juga bisa merasa lelah, tahu! Aku akan tidur denganmu. Jangan usir aku!”

“Geeezzzz, Hyung Won, kata-katamu barusan terdengar memiliki makna ganda di telinga manusia! Tenang saja, Min Hyuk, kakakku normal.” Aku menepuk-nepuk pundak Min Hyuk. Ekspresinya yang asalnya terlihat ketakutan… kini kembali rileks. Hyung Won hanya tertawa terpingkal-pingkal. Aku pun membalikkan badanku, pergi ke tempat sepi untuk merubah wujudku, kemudian terbang ke tempat Ki Hyun berada.

 

~TBC~

 

A/N : Hari ini double update! Wkwkwk😀

Ayo, yang udah baca, tulis komentar yaaa…❤

 

Xoxo,

Azumi.

 

Chae Hyung Won :

upload hyungwon 2

upload hyungwon 3

upload hyungwon 1

 

 

Im Chang Kyun / I.M :

upload IM.jpg

 

Lee Min Hyuk :

tumblr_ntou69oc4a1u8xnxao1_500

8 thoughts on “The Real You (Chapter 2)

  1. Huaaaaa IM adekk akuu *ngaku2
    Hmmmm mencurigakan, kok bisa minhyuk hilang dr pengawasan kihyun, ada yg ga beress.

    Kebayang jd minhyuk, stress bisa liat guardian angelnya, apalagi skrg hyungwon yg smntara ngawasin dia? Lol pasti tambah awkward. Aku kbayang Hyungwon sama Minhyuk perannya dituker, kkkkk … hyungwon kan lebih kalem, trus klo yg ‘jaga’ minhyuk, pasti hebohh krna direcokkin minhyuk yg ga bisa diem

    Yg jelas, seru

    Lanjuttt miii

    • Wkwkwk…. Hyungwon sebenernya heboh sih cuma dia pemalu..😀😀😀 inget di deokspatch pas bagian happy together unrevealed video… dia banyak nge bodor sama ketawa2..😀😀 Tapi minhyuk emang hyper banget sih…. wkwkwk….
      Thank u N….❤

  2. ya ampun hyungwon ricuh lol
    personality twist(?)😄
    hyungwon yang aslinya rada kalem jadi absurd, minhyuk yang absurd jadi kalem..ngakak sumvah😄
    tapi entah kenapa tetep bagus, dan aku malah ngerasa ikut hanyut dalam ceritanya..nice fic lah intinya😄
    ditunggu next chapnya, jangan lama-lama yaa😄
    keep writing!!

  3. Telat baca. wkwkwkw. Baru buka email ada notification dari blog Mimi (yg agak tenggelam) langusng baca malem2 gini. Judulnya menarik walaupun belu kenal sama Monsta X, cuma tau Wonho aja karena dia mirip Park Min Woo (menurutku),😄 (dan dia tidak exist di ff ini) Hehehe ….
    Hahaha, jadi ngebayangin kalo jadi Minhyuk yang di buntutin terus kemana-mana ama makhluk asing (?). Pasti agak menyebalkan, ㅋㅋㅋㅋ
    Pemecahan misterinya, AAAAAA, selalu menjadi bagian yang bikin penasaran, huhuhu… Walau telat baca pun, belum di rilis chap 3-nya?😦 *sedih. Yaah, sudah sekian lama lumutan nunggu ff nya kelar, terutama ff Powerless yang sampai sdah lupa jalan ceritanya dan satu ff lagi, HF (Hidden Fates)nya =.= Hehehe, maaf protesnya tidak spadan dgn tindakannya
    AAA, smoga chap selanjutya bisa cepet di publish, (dan jg ff lainnya). Semangat terus Mimi Eonni, Keep writting!😄 ^O^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s