It Was Always You

Title           : It Was Always You

Author       : Azumi Aozora

Main Cast  : Irene (Red Velvet), Sehun (EXO)

Genre         : romance, friendship

Rating        : PG+13

Length        : ficlet (shorter than oneshot)

 

It Was Always You

 

Aku adalah segalanya bagi Oh Sehun, kecuali kekasih. – Irene –

Aku adalah segalanya bagi Joo Hyeon noona, kecuali kekasih. – Sehun

 

 

❤❤❤

 

===== Irene PoV ======

Menjadi idol benar-benar melelahkan. Tapi inilah yang kuinginkan, inilah impianku. Bisa bernyanyi dan menari, menikmati kedua hal yang paling kusukai. Satu-satunya hal yang membuatku merasa “normal” adalah ketika menghabiskan waktuku bersama Sehun. Bukan Sehun sebagai Sehun EXO, dan bukan Irene sebagai Irene Red Velvet, hanya ada Oh Sehun dan Bae Joo Hyeon, duo sahabat yang sudah tidak ingat lagi sejak kapan saling mengenal dan mengandalkan satu sama lain. Rasanya aku sudah mengenalnya bahkan sebelum ia lahir!

Sehun 3 tahun lebih muda dariku. Keluarga kami sangat dekat. Ibuku bahkan memberitahuku, saat ibunya Sehun melahirkan Sehun – aku ada di sampingnya, menemaninya. Jadi, memang benar, aku sudah mengenal Sehun sejak ia masih dalam kandungan ibunya.

Seandainya kisahku adalah kisah novel ataupun film romantis, maka aku akan berakhir bahagia dengan Sehun. Sayangnya tidak demikian. Dunia nyata tidaklah seindah dunia khayalan.

Aku dan Sehun tidak mungkin menjadi sepasang kekasih. Benar-benar tidak mungkin. Sejak dulu… aku selalu bertepuk sebelah tangan. Dan sebagai orang yang paling memahami Sehun, aku tahu… Sehun tidak pernah mencintaiku sebagaimana aku mencintainya. Aku tahu bagaimana perasaannya padaku. Aku adalah segalanya bagi Oh Sehun, kecuali kekasih.

Terkadang aku bertanya-tanya, Sehun – sebagai orang yang paling memahamiku – apakah ia juga tahu bagaimana perasaanku padanya? Sepertinya ia tahu. Tidak, ia PASTI tahu! Tapi mungkin inilah yang terbaik bagi kami, tidak pernah membicarakan secara langsung bagaimana perasaan kami yang sesungguhnya, karena persahabatan kami jauh lebih berharga. Aku belum siap, dan tidak akan pernah siap kehilangan Sehun.

❤❤❤

 

“Noona, Seok Jin hyung dari grup BTS ingin berkenalan denganmu.”

Senyumku langsung lenyap begitu Sehun mengatakan kalimat itu. Aku mendecakkan lidahku. “Kenapa kau selalu berusaha menjodohkanku, Oh Sehun?” Aku membelalakkan mataku yang besar padanya.

Sehun terkekeh. “Aku tidak pernah menjodohkanmu. Aku hanya menyampaikan pesan. Kalau kau tidak mau, tinggal bilang saja tidak mau.”

“Dan membuatku terkesan seperti seorang bad girl?” Aku mendelik tajam pada Sehun.

You are bad girl.” Sehun menyeringai.

Aku berjinjit dan menjewer telinga Sehun. “A bad boy shouldn’t call a bad girl bad.”

Sehun tertawa. “Hahaha, arraseo. Noona, jadi… harus kuberikan jangan nomor ponselmu pada Jin hyung? Oh, benar, aku lupa! Kemarin lusa… Mino hyung WINNER, dan Hyung Won hyung Monsta X juga memintaku untuk mengenalkan mereka padamu. So?”

Aku menghela napas panjang, lalu mengangguk. “Oke.”

Sejujurnya, banyak idol wanita yang memintaku untuk mengenalkan mereka pada Sehun, tapi aku tidak pernah melakukannya, tanpa kukenalkan pada idol-idol wanita itu pun, Sehun dapat dengan mudah berganti pacar. Inilah perbedaan kami. Aku terlalu mencintai Sehun, sementara Sehun tidak. Tentu, dia pun menyayangiku, tapi kasih sayang kami berbeda. Aku adalah segalanya bagi Sehun kecuali kekasih.

===== End of Irene PoV =====

 

❤❤❤❤❤❤❤

 

 

==== Sehun PoV ====

Sejak dulu selalu Joo Hyeon noona. Dengannya, rasanya berbeda. Tidak pernah ada satupun wanita yang bisa menggantikannya.

Berapa banyak mantan pacarku? Aku juga sudah tidak ingat. Aku gonta-ganti pacar se-sering Joo Hyeon noona shopping pakaian.

Aku selalu mencari sosok Joo Hyeon noona pada setiap wanita yang kukencani. Tidak ada satupun dari mereka yang sanggup menyerupai Joo Hyeon noona.

Bersama Joo Hyeon noona… aku merasa normal, merasa terlindungi, merasa disayangi, merasa dihargai, dan aku bisa menjadi diriku yang seutuhnya tanpa perlu berpura-pura. Sebagai idola papan atas, aku terbiasa menampilkan persona yang memikat sebagai Oh Sehun EXO. Tapi orang itu bukanlah aku. Aku hanya ingin menjadi… aku. Oh Sehun yang sesungguhnya, bukan Oh Sehun sang idola yang dipuja-puja banyak orang.

Seandainya kisahku adalah kisah novel ataupun film romantis, maka aku akan berakhir bahagia dengan Joo Hyeon noona. Sayangnya tidak demikian. Dunia nyata tidaklah seindah dunia khayalan.

Aku dan Joo Hyeon noona tidak mungkin menjadi sepasang kekasih. Benar-benar tidak mungkin. Sejak dulu… aku selalu bertepuk sebelah tangan. Dan sebagai orang yang paling memahami Joo Hyeon noona, aku tahu… ia tidak pernah mencintaiku sebagaimana aku mencintainya. Aku tahu bagaimana perasaannya padaku. Aku adalah segalanya bagi Joo Hyeon noona, kecuali kekasih.

Terkadang aku bertanya-tanya, Joo Hyeon noona – sebagai orang yang paling memahamiku – apakah ia juga tahu bagaimana perasaanku padanya? Sepertinya ia tahu. Tidak, ia PASTI tahu! Tapi mungkin inilah yang terbaik bagi kami, tidak pernah membicarakan secara langsung bagaimana perasaan kami yang sesungguhnya, karena persahabatan kami jauh lebih berharga. Aku belum siap, dan tidak akan pernah siap kehilangan Joo Hyeon noona.

❤❤❤

 

Suatu siang, aku dan Kai dipanggil ke ruangan bos kami, menemui editor in chief salah satu majalah terkenal.

“Oh Sehun ssi akan berpasangan dengan Yoona SNSD, dan Kim Jong In ssi akan berpasangan dengan Irene Red Velvet untuk pemotretan ini.”

Hanya kalimat itulah yang kutangkap dari obrolan panjang lebar kami. Aku langsung menegakkan punggungku dan menatap sang editor in chief dengan seulas senyum lebar, berusaha memenangkan hatinya. Wanita 40-tahunan itu tersipu. “Apakah Anda sudah memberitahu Irene dan Yoona noona? Apakah Anda keberatan mengganti partner kami? Kurasa aku akan lebih nyaman bersama Irene noona. Aku juga berjanji akan menampilkan chemistry yang kuat di antara kami. Kami… bersahabat baik sejak kami kecil.” Aku mengakhiri kalimat permohonanku dengan seulas senyuman manis.

Sang editor in chief tertawa renyah, “Tentu, aku bisa melakukannya.” Ia pun mengedipkan sebelah matanya. Aku membungkukkan badanku, berterima kasih.

Selalu seperti ini, sejak dulu. Diam-diam, tanpa sepengetahuan Joo Hyeon noona, aku selalu membuat kami “berdekatan” di setiap acara apapun. Entah itu di acara musik mingguan, di mana ia menjadi MC dan aku sebagai performer yang ia wawancarai, aku pasti selalu memilih untuk berdiri di posisi yang paling dekat dengannya. Atau entah itu di pesta SM Town ataupun pesta-pesta lainnya di mana kami berdua di undang, aku pasti selalu mengajaknya untuk shopping pakaian, hanya agar aku bisa tahu warna gaun apa yang akan ia kenakan, sehingga aku bisa memakai jas yang senada dengannya, meskipun seringkali Joo Hyeon noona merasa kaget bagaimana bisa aku dan ia selalu memakai pakaian yang serasi. Dasar pelupa!

Tapi sejak dulu, Joo Hyeon noona tidak pernah berusaha untuk “dekat” denganku di hadapan publik. Ia sering berjalan menjauhiku begitu saja di acara pesta. Ia juga selalu sengaja menghindariku saat encore konser SM Town, ataupun konser akhir tahun, padahal aku ingin menggenggam tangannya yang mungil saat kami membungkukkan badan kami kepada penonton.

Joo Hyeon noona tidak pernah tahu, sebenarnya tidak pernah ada kata “kebetulan” di antara kami berdua. Aku lah yang selalu berusaha agar selalu berada di dekatnya. Bahkan dulu, saat sekolah dasar, ketika kami harus pindah kota, akulah yang merengek pada kedua orangtuaku agar menitipkanku pada nenekku saja, hanya agar aku bisa terus bersama dengan Joo Hyeon noona. Akulah yang berusaha mati-matian agar bisa bersekolah di sekolah yang sama dengan Joo Hyeon noona. Aku bahkan ikut kelas akselerasi, hanya agar bisa menjadi junior saat Joo Hyeon noona menjadi senior di sekolah yang sama.

“Wow, kita pemotretan bersama lagi?” Joo Hyeon noona tersenyum. “Kenapa aku selalu berpasangan denganmu? Aneh sekali! Aaah.., padahal aku ingin berpasangan dengan Kai! Dia terlihat sangat fotogenic, tidak seperti seseorang…” Joo Hyeon noona nyengir lebar sambil menatapku dengan sorot mata jahil. Aku hanya membalas candaannya dengan seulas tawa ringan.

Inilah perbedaan kami. Aku terlalu mencintai Joo Hyeon noona, sementara Joo Hyeon noona tidak. Tentu, dia pun menyayangiku, tapi kasih sayang kami berbeda. Aku adalah segalanya bagi Joo Hyeon noona kecuali kekasih.

 

~~~~ The End ~~~~

 

A/N : Terjebak dalam friendzoned itu nggak enak. Beranilah untuk mengungkapkan perasaan kalian, karena kalian tidak akan pernah tahu bagaimana perasaan orang yang kalian sukai sebenarnya pada kalian bila kalian tidak pernah bertanya langsung padanya. Cara pandang perempuan dan laki-laki itu berbeda, “kode” nya pun seringkali berbeda. Satu-satunya cara yang to the point adalah… mengatakan dengan langsung apa yang kalian rasakan.❤

Tapi semua itu tergantung pada kalian masing-masing. Mana yang lebih penting bagi kalian? Pikirkan baik-baik, karena hidup hanya satu kali. Tapi juga jangan terlalu banyak berpikir sampai-sampai kesempatan itu hilang begitu saja dan akhirnya hanya ada penyesalan.

 

xoxo,

Azumi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “It Was Always You

  1. Friendzoned emang sulit
    Mau ngungkapin cinta takut kalau jadi canggung, gak diungkapin lama-lama makan ati T.T
    Gemes banget baca ini ff, udah kaya dengerin curhatan temen” aku eonn, suka banget liat mereka berdua di pemotretan ini.
    Love banget sama ini ff, sering-sering post ff ya eonn
    SEMANGAT🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s