Powerless (Chapter 6)

Title : Powerless

Author : Azumi Aozora

Main Cast : Kim Mi Rae (OC), Zelo (B.A.P), Lee Hong Bin (VIXX), Kai (EXO)

Support Cast : VIXX, B.A.P, EXO, f(x), Ahn Jae Hyun, Lee Soo Hyuk, Lee Jong Suk, Kim Woo Bin, and some model-actors as cameo

Genre : fantasy, romance, friendship, AU, school life, adventure

Rating : PG+15

Length : Series

Summary : ROVIX Senior High School bukanlah sekolah biasa, melainkan sekolah special untuk orang-orang yang memiliki kekuatan super. Terletak di Planet Mato yang berjarak jutaan tahun cahaya dari bumi, ROVIX School memiliki banyak sekali murid dari berbagai planet di seluruh jagad raya. Apa yang akan terjadi jika suatu hari, Kim Mi Rae, gadis bumi biasa, manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan super apapun, tiba-tiba saja mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di ROVIX School? Sanggupkah ia bertahan? Apa yang akan ia lakukan di saat semua murid membencinya dan melakukan berbagai cara agar ia dikeluarkan dari sekolah? Rahasia masa lalu apa yang membawanya ke tengah pertempuran dan peperangan antar planet?

Disclaimer : Cerita ini hanya fan-fiksi. Tokoh-tokohnya K-Pop, karakternya ada yang sesuai asli ada juga yang tidak. Ide dan alur cerita milik author, dilarang copas / plagiat! Ingat, karma itu berlaku. Just enjoy the story as fans. ^_^.

poster powerless

Pengenalan ROVIX School || || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5

~~~ Chapter 6 ~~~

============ Kim Mi Rae PoV =============

Aku berlari dengan cepat menuju kelas seni. Hongbin sialan! Kenapa dia tidak membangunkanku?! Dasar roommate egois! Memang sih tadi malam aku merasa kepalaku agak pusing, tapi kan aku tetap harus pergi sekolah.

Untung saja bel masuk belum berbunyi. Aku tiba di kelasku dengan nafas terengah-engah. “Zelo, tadi malam aku mimpi kita berdua pergi ke..….” perkataanku tiba-tiba terhenti. Aku baru sadar Zelo tidak ada.

Bahuku terkulai dengan lemas. Aku pun berjalan menuju tempat dudukku dengan gontai. Sepertinya aku memang sudah terlalu terbiasa melihat Zelo setiap pagi bersamaku.

Sudah hampir 4 hari Zelo menghilang. Empat hari yang terasa menyiksa bagiku. Terkadang, seperti barusan, aku lupa kalau Zelo sudah tidak ada di sini lagi. Ke mana Zelo pergi? Apakah dia baik-baik saja?

Semua orang mengira ia “kabur”, tapi entah kenapa aku merasa tidak yakin. Selama tiga hari kebelakang ini aku berusaha mencari petunjuk apapun itu yang ditinggalkan oleh Zelo, berusaha mengingat-ingat, mungkin dia pernah mengatakan sesuatu secara “tersirat” padaku, tapi aku tidak bisa mengingatnya. Aku bahkan sampai mendatangi kamar Zelo, tentu saja ditemani oleh Jinki, teman satu kamarnya, untuk mencari petunjuk. Tapi sama saja, hasilnya nihil.

Aku berusaha menemui Youngjae, tapi ia selalu tidak ada di manapun. Aku bahkan rela “nongkrong” sepulang sekolah sampai malam hari di ruangan Prof.Hakyeon hanya karena berharap Youngjae akan datang ke sana, tapi Youngjae tidak pernah muncul sekalipun. Aku memang pernah menduga bahwa Youngjae memalsukan tulisan tangan Zelo, tapi sekarang aku jadi tidak yakin. Untuk apa Youngjae memalsukan surat Zelo? Apakah dia punya alasan yang kuat? Apakah itu berarti Youngjae lah yang membawa Zelo pergi? Ke mana?

Terlalu banyak pertanyaan di dalam kepalaku, membuatku pusing saja! Belum lagi sikap sepupuku, Ahn Jae Hyun, yang jadi berubah. Aku tahu dia berusaha menghindariku. Tapi di saat-saat tertentu, aku terkadang memergokinya sedang mengawasiku, seolah menjagaku secara diam-diam. Tapi untuk apa?

Sepupuku itu sudah pindah ke kelas special. Ketika aku berusaha menemui sepupuku di saat jam istirahat atau di malam hari, dia selalu saja memiliki ribuan alasan untuk menghindar. Dia bahkan lebih memilih berada ditengah-tengah fans-fans fanatiknya. Aneh. Padahal biasanya dia tidak terlalu suka lama-lama berada di tengah para fans. Aku juga sering melihatnya berduaan saja dengan teman sekelasku, Krystal. Sepertinya mereka terlihat cukup dekat.

Sepupumu menyuruhku menjauhimu.”

Aku jadi ingat apa yang dikatakan Zelo malam hari sebelum ia menghilang. Apakah sepupuku menyembunyikan Zelo? Tapi kenapa?

Semakin aku memikirkan semua ini, semakin rumit jadinya. Aku tidak tahu harus meminta tolong pada siapa lagi. Hongbin sudah berjanji akan membantuku, Prof.Hakyeon juga. Tapi sampai saat ini tidak ada kemajuan.

Hari ini adalah hari ke-4 Zelo menghilang. Bagaimana kalau dia diculik oleh penguasa Crowns? Bagaimana kalau dia disakiti oleh mereka, seperti mereka menyakiti Kai waktu itu di lembah R.O.D?

Selama pelajaran seni, pikiranku tidak bisa fokus pada pelajaran. Prof.Leo berkali-kali menatapku dengan tajam ketika aku sedang melamun, padahal dia sedang menjelaskan pelajaran. Tapi Prof.Leo tidak mengatakan apapun untuk menegurku. Dia hanya menatapku dengan tatapan tajam dan tanpa emosi nya yang khas, yang justru malah membuatku lebih takut dibanding ditegur dengan menggunakan kata-kata pedas seperti yang pernah dilakukan oleh Prof.Yong Guk.

Bel jam istirahat berbunyi, anak-anak di kelasku langsung berhamburan keluar kelas sambil berceloteh ria. Sepertinya perut mereka sudah sangat kelaparan. Aku juga merasa lapar, apalagi tadi pagi aku tidak sempat sarapan. Tapi aku merasa malas sekali untuk bangkit dari tempat dudukku, maka aku pun hanya terus duduk di kursiku sambil menelungkupkan kedua lenganku di atas meja dan membenamkan wajahku diantaranya.

Aku mendengar suara langkah kaki mendekat. “Apakah kau sakit, Mirae?” tanya suara pelan dan lembut Prof.Leo.

Aku mengangkat wajahku, menatap guru seni ku itu, lalu menggeleng sambil tersenyum tipis. “Tidak, Professor. Maafkan aku, selama pelajaran Anda tadi, aku tidak bisa fokus….”

Prof.Leo mengangguk. Tanpa kuduga, dia duduk di kursi di depanku, kursi tempat duduk Luna. “Apakah kau memikirkan Zelo?” tebaknya.

Aku hanya terdiam dan terus menatap matanya yang berubah lembut. Prof.Leo kembali bicara. “Tenang saja, Zelo baik-baik saja.”

Aku membelalakkan mataku. “Bagaimana…., Anda tahu?”

Prof.Leo tersenyum hangat. “Sebenarnya…, hari itu, sebelum matahari terbit, aku berpapasan dengan Zelo di lorong. Dia terlihat terburu-buru, tapi aku tidak mencurigainya. Anak-anak asrama utara terkadang memang bagun pagi-pagi sekali untuk berolahraga bersama kepala asrama mereka, Prof.Yong Guk. Tapi saat itu, Zelo baik-baik saja, dan ia akan akan baik-baik saja.”

Aku mengerutkan keningku, tidak mengerti. “Apakah Zelo mengatakannya pada Anda?”

Prof.Leo menggeleng. Aku semakin bingung, “Lalu…, bagaimana Anda bisa tahu?”

Aku bisa membaca pikiran.”

Benarkah? Aaaah, sekarang aku mengerti mengapa Anda sangat pendiam. Dunia Anda pasti berisik sekali kan? Pasti rasanya menyebalkan bisa mendengar banyak suara secara bersamaan. Kepalaku saja terkadang terasa pusing kalau berada di tempat yang penuh orang yang sedang mengobrol dengan keras, apalagi Anda?”

Tidak semua pikiran, Mirae. Hanya pikiran orang-orang yang sedang melamun, atau bila orang itu memang sengaja membiarkanku membaca pikirannya. Jadi.., duniaku tidak sepenuhnya berisik seperti yang kau duga.” Prof.Leo tersenyum. Prof.Leo hampir tidak pernah tersenyum, jadi melihatnya tersenyum seperti sekarang ini terasa aneh bagiku.

Aku mengangguk, mengerti. “Jadi, saat itu Zelo sedang melamun?”

Prof.Leo menggeleng. “Tidak. Zelo melihatku, dan meskipun dia tidak mengatakan apapun dengan mulutnya, ia mengatakan dengan pikirannya padaku. Ia membuka pikirannya untukku. Dia berkata dia baik-baik saja dan akan baik-baik saja.”

Entah untuk alasan apa, dadaku terasa hangat mengetahuinya, tapi sekaligus terasa sesak. Bagaimana kalau sekarang ternyata Zelo tidak baik-baik saja seperti yang ia duga sebelumnya?

Dia…, tidak mengatakan pada Anda ke mana dia akan pergi, Professor?” tanyaku penuh harap. Prof.Leo menggeleng, membuatku kecewa.

Prof.Leo mengulurkan tangannya padaku dan menepuk-nepuk puncak kepalaku dengan pelan. “Percayalah, Zelo akan baik-baik saja. Dia…murid yang hebat.”

Meskipun enggan, aku tetap mengangguk. Aku tidak bisa menghilangkan pikiran buruk sepenuhnya dari dalam otakku!

Beberapa detik kemudian, Hongbin tiba dengan raut wajah kesal. “Kenapa kau masuk sekolah?” sentak Hongbin.

Aku membalas tatapannya dengan sengit. “Kenapa kau tidak membangunkanku? Dasar egois!”

Hongbin memejamkan matanya, menghela nafas panjang, lalu membuka kembali matanya dan menatapku seolah ia merasa lelah. “Aku mengkhawatirkanmu, Pabo! Semalam kau bilang kepalamu sakit sekali. Kau tidak mau pergi ke klinik, karena itulah aku membiarkanmu tidur sampai siang. Kau seharusnya tidak masuk sekolah!”

Aku tersentak kaget karena sikap Hongbin. Selama beberapa saat kami hanya saling tatap dengan canggung. Hongbin mengusap-usap tengkuk nya. “Ini. Kau makan di sini saja.” Hongbin menyerahkan satu kotak makan siang untukku.

Aku membelalakkan mataku. “Kau sengaja meminta koki Kyung Soo dan koki Jong Up untuk membuatkan bento ini?”

Hongbin mengangguk. “Aku pergi.” Ia pun langsung pergi begitu saja dengan kekuatan speed-nya, sehingga hanya dalam waktu satu detik ia sudah tidak terlihat lagi.

Tanpa kuduga, Prof.Leo tertawa. Aku mengerutkan keningku, tidak merasa ada yang lucu.

Maaf, aku hanya geli melihat sikap adikku.” Kata Prof.Leo di sela-sela tawanya. “Makanlah, Mirae.” Prof.Leo berusaha menahan tawa, membuat wajahnya jadi merah padam.

Aku menyipitkan mataku. “Professor, jangan-jangan…., Anda barusan membaca pikiran Hongbin?”

Tawa Prof.Leo semakin keras. Ia mengusap air mata di sudut-sudut matanya. “Aku tidak bisa memberitahumu, Mirae. Tapi aku akan memberitahumu satu hal. Bento itu…, buatan Hongbin.”

Mulutku menganga lebar. “Benarkah? Bagaimana bisa? Oh, tentu saja! Aku hampir lupa kalau si Tuan Perfect punya kekuatan speed. Dia jadi bisa memasak dengan sangat cepat.”

Prof.Leo mengangguk. “Makan yang banyak, Mirae.”

Setelah mengatakan itu, Prof.Leo pun keluar dari kelas. Aku mengangkat kedua bahuku, lalu mulai makan. Rasanya enak. Atau mungkin saja karena saat ini aku sedang sangat kelaparan, maka makanan apapun jadi terasa enak di mulutku.

Setelah menghabiskan semua makanan yang diberikan Hongbin, aku merasa haus. “Kenapa Hongbin tidak memberiku minum juga?”

Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari kelas dan minum di kantin. Tepat pada saat itulah, aku melihat Kai berjalan tak jauh dari kelasku.

Kai!” panggilku.

Kai berhenti berjalan, lalu menolehkan kepalanya, menatapku sambil menyeringai dengan seringaiannya yang khas.

Bukannya Prof.Daehyun bilang kau baru boleh keluar dari klinik lusa?!” Aku berlari menghampirinya.

Kai mengerang. “Aku bosan diam di sana terus! Tidak ada cewek cantik.”

Aku berdecak sambil geleng-geleng kepala. Kai sepertinya memang sudah sembuh total, hanya saja wajahnya masih terlihat sedikit pucat. “Tapi kan harusnya kau jangan berkeliaran dulu seperti ini! Bagaimana kalau kau pingsan?”

Oke…Oke.., asisten dokter.” Kai berkata dengan nada mengejek. “Dokter Daehyun sedang tidak ada, makanya aku kabur. Hehehe…”

Prof.Daehyun pergi ke mana?”

Kai mengangkat bahu. “Mana kutahu.” Jawabnya tak peduli. “Klinik tutup, dan aku bosan terjebak sendirian di sana. Aduh…aduh….” Kai memegang kepalanya, dan tubuhnya sedikit oleng, untung saja aku berhasil menahan tubuhnya sebelum terjatuh.

Sudah kubilang kan kalau kau masih harus istirahat!” aku menatap Kai dengan galak.

Kai meringis. “Aku lapar, asisten.”

Aku mengangguk. “Kau tunggu di klinik saja. Aku akan membawakanmu makanan. Tsk! Masa Prof.Daehyun tega tidak meninggalkan makanan untukmu di klinik?!” Aku terus menggerutu sepanjang jalan, sambil memapah Kai. Kai hanya menyeringai.

Sesampainya di klinik, aku terkejut karena ternyata banyak sekali makanan di tempat tidur Kai. Buah-buahan, biskuit, bubur, dan sup. Aku pun langsung menatap Kai dengan sengit. Kai hanya tertawa. “Sudah kubilang kan kalau aku bosan. Lagipula, siapa yang bilang Dokter Daehyun tidak meninggalkan makanan untukku? Aku hanya bilang kalau aku lapar. Aku sangat ingin makan daging. Asisten, aku sudah boleh makan daging kan?”

Aku mendelik kesal pada Kai sambil menyilangkan kedua lenganku di depan dada. “Tidak boleh! Berhenti memasang tampang seperti puppy, Kai! Aegyo mu sangat buruk. Tidak mempan untukku.” Aku menyeringai dengan puas.

Kai cemberut, lalu mulai berbaring lagi di ranjang nya. “Kalau begitu temani aku main uno block.”

Haaaah? Uno block? Kau pikir kau anak SD ya?”

Kai mengangkat bahu. “Games yang ada di klinik ini hanya games-games seperti itu. Tidak seru! Aku sudah menggeledah ruangan Dokter Daehyun, tapi tidak menemukan majalah dewasa, atau games dan DVD 19+.”

Aku berdecak dengan kesal. “Oke! Kita main uno block! Dasar byuntae! Kau sudah sembuh total, Kim Jong In! Kalau kau sudah berpikiran kotor seperti itu, berarti kau sudah sembuh total. Aku akan memberitahu Prof.Daehyun, agar membiarkanmu keluar dari sini besok.”

Thank youuuuuu, Mirae! Anyway, tadi aku tidak berpikiran kotor.” Kai menggeleng sambil menatapku seperti anak kecil.

Aku mendengus. “Tentu saja tidak. Setiap detik pikiranmu kan memang byuntae.”

************

Keesokan harinya…….

Ketika aku berada di ruangan Prof.Hakyeon untuk mengikuti kelas pengembangan bakat bersama anak-anak kelas special (Chan Yeol, Hongbin, Lay, dan sepupuku), tiba-tiba saja suasana sekolah menjadi kacau.

Prof.Daehyun berlari menerobos ke ruangan Prof.Hakyeon. Wajahnya terlihat kusut dan kotor.

Prof.Daehyun, ada apa?” tanya Prof.Hakyeon dengan bingung.

Air mata Prof.Daehyun menetes. Ia terisak pelan sebelum akhirnya berkata, “Kakakku barusan meneleponku. Dia bilang…, rumah sakitnya baru saja mengidentifikasi sesosok mayat. Dan mayat itu adalah…., mayat Zelo.”

MWOOOO?” Pekik Prof.Hakyeon.

Zelo meninggal karena…..”

Aku tidak bisa lagi mendengar dengan jelas. Telingaku seolah tuli. Duniaku terasa hampa. Aku tidak bisa merasakan apapun. Semua ini terasa tidak nyata.

Tapi kemudian aku merasakan sesak yang hebat di dadaku. Kepalaku mulai berdenyut sakit. Duniaku berputar dengan sangat cepat. Pandangan mataku buram karena air mata yang entah kapan mulai membanjiri wajahku. Aku berharap semua ini hanyalah mimpi buruk. Tapi aku tahu semua ini adalah kenyataan. Sakitnya terlalu nyata untuk hanya jadi sebuah mimpi.

Bagaimana mungkin Zelo meninggalkanku begitu cepat?! Kenapa dia tega pergi lebih dulu dariku?

AAAAARRRRRRGGGGGHHHHH!” Aku menjerit dengan keras, ambruk dan terduduk di lantai sambil menangis meraung-raung. “AAAAARRRRGGGGHHHHH!”

Mirae~ya….” Hongbin merangkul pundakku tapi aku mendorongnya menjauh.

AAAAARRRRGGGGGHHHH!” Aku hanya terus menjerit sambil menangis, berharap rasa sakit ini hilang dariku seiring dengan jeritan suaraku. Tapi rasa sakit ini terus menggerogotiku.

Aku menepuk-nepuk dadaku dengan keras. Hatiku sudah membusuk, berdarah, dan penuh nanah. Bisakah aku mengganti hatiku dengan hati yang baru agar rasa sakit ini menghilang dariku selamanya?

========= End of Mirae PoV ========

***************

========== Author PoV ===========

Deburan ombak, mentari senja yang bersinar jingga memesona, dan angin semilir yang membawa aroma musim semi tidak bisa membuat Zelo menikmati sore ke-4 nya di pulau Berlian, pulau kecil yang terletak di tengah-tengah samudera. Matanya menerawang menembus cakrawala yang membentang luas di hadapannya. Kakinya yang telanjang terasa panas saat menapaki pasir putih.

Zelo, daging panggang nya sudah siap!” Yoo Young Jae berteriak dari depan sebuah villa vintage sambil melambai-lambaikan tangannya dengan bersemangat, sangat berkebalikan dari Zelo yang terlihat tidak punya semangat hidup. Ia bosan dan merasa terkurung, meskipun Young Jae membiarkannya pergi keluar dan berjalan-jalan seperti ini. Ia hanya ingin segera pulang ke ROVIX School. Ia merindukan Mirae.

Dengan langkah berat, Zelo pun mendekati satu-satunya rumah yang berada di dekat pantai itu. Bila keadaannya lain, ia pasti akan menganggap pulau yang terletak di tengah-tengah lautan ini sangatlah indah dan menakjubkan. Seandainya ia datang kemari dalam kondisi lain, mungkin ia akan dengan senang hati menikmati pesona alam pulau eksotis ini.

Makanlah.” Young Jae menyerahkan satu piring penuh daging panggang pada Zelo. Bahkan, sekarang Zelo sama sekali tidak bernafsu makan, padahal yang ada di hadapannya saat ini adalah daging panggang kesukaannya.

Zelo menghela nafas panjang, sebelum akhirnya menyuapkan daging lezat yang anehnya terasa hambar di mulutnya. Dalam sekejap, piringnya kosong. Ia sama sekali tidak menikmati makanan itu. Ia hanya sekedar bersikap adil pada tubuhnya yang memerlukan asupan nutrisi.

Berapa lama lagi aku harus berada di sini, Professor?” tanya Zelo pada Young Jae yang masih memanggang daging. Rupanya Young Jae sama sekali tidak merasakan aura bad mood yang Zelo pancarkan. Young Jae bersenandung riang sambil memanggang, menikmati barbeque party di halaman villa nya itu seorang diri.

Professor?” panggil Zelo lagi, mulai kehabisan kesabaran.

Young Jae menoleh sambil tersenyum. “Tunggulah sebentar lagi, Zelo.”

Zelo mengerang. Ia masih belum mengerti sepenuhnya mengapa Young Jae harus membawanya kemari. Empat hari yang lalu, menjelang fajar, tiba-tiba saja Young Jae muncul di dalam kamar asrama Zelo dan berkata agar ia ikut dengan Young Jae demi keselamatan Mirae.

Zelo teringat apa yang diakatan Ahn Jae Hyun, bahwa ia harus menjauhi Mirae. Apakah itu maksudnya? Mirae berada dalam bahaya karena dirinya? Zelo tidak bertanya banyak hal pada Young Jae. Saat itu yang ia pikirkan hanyalah keselamatan Mirae.

Maka, dengan terburu-buru, ia pun mematuhi apa kata-kata Young Jae, menyiapkan pakaian dan barang-barang yang ia butuhkan sehari-hari karena mereka akan pergi cukup jauh dan cukup lama. Ia bahkan tidak sempat memberitahu siapapun kalau ia harus pergi mendadak! Saat itu Jinki tertidur pulas. Mungkin sebaiknya ia memang tidak memberitahu siapapun. Tapi saat itu feeling nya terasa tidak enak. Maka, ketika tanpa sengaja ia berpapasan dengan Prof.Leo di koridor, ia sengaja membuka pikirannya pada Prof.Leo dan berkata dengan pikirannya bahwa ia akan baik-baik saja.

Selama 4 hari, Young Jae tidak memberikan banyak informasi padanya. Ia hanya tahu, bahwa ia harus bersembunyi demi Mirae. Ia hanya tahu bahwa saat ini seseorang sedang mengincar dirinya. Dan ia juga tahu bahwa ada “seseorang” yang akan memanfaatkannya untuk mendapatkan Mirae.

Awalnya Zelo percaya pada Young Jae, dan ia yakin inilah hal terbaik yang bisa ia lakukan untuk Mirae. Tapi kemudian, lama-lama ia merasa aneh dengan semua ini. Bila yang menjadi target utama adalah Mirae, kenapa Prof.Young Jae tidak menyembunyikan Mirae saja? Kenapa Prof.Young Jae berada di sini bersamanya? Lalu siapa yang akan melindungi Mirae saat ini?

Pikiran-pikiran itu terus mengganggunya, membuatnya merasa frustasi. Siapa orang yang menginginkan Mirae, dan siapa yang berencana mencelakai Zelo? Sampai saat ini Zelo belum mendapatkan jawabannya. Young Jae tidak pernah mau memberitahu siapa orang-orang itu.

Aku membawamu pergi bukan hanya demi Mirae ataupun dirimu sendiri, Zelo. Tapi juga demi orang yang ditugaskan untuk menyakitimu. Aku tidak ingin ia menyesal nantinya.”

Zelo teringat apa yang dikatakan oleh Young Jae 4 hari lalu. Karena kalimat yang Young Jae katakan itulah Zelo jadi tahu bahwa orang yang akan menyakiti dirinya dengan orang yang menginginkan Mirae adalah orang yang berbeda. Zelo hanya perantara, tawanan, agar orang itu bisa mendapatkan Mirae. Tapi kenapa harus dirinya? Kenapa orang itu harus mengincar dirinya? Ia lebih suka berhadapan langsung dengan orang itu dan melawannya secara gentle dibanding bersembunyi di sini seperti seperti seorang pengecut!

Professor, tidak bisakah aku melawan kedua orang itu?” tanya Zelo.

Young Jae duduk di hadapannya sambil makan. Selama sesaat ia terdiam, lalu mulai berkata, “Untuk saat ini tidak. Mereka terlalu kuat bagimu.”

Anda masih tidak akan memberitahuku siapa mereka, bukan?”

Young Jae hanya menjawab pertanyaan Zelo dengan seulas senyuman. Zelo mendesah, memalingkan wajahnya, menatap lautan dengan tatapan kosong. “Aku merindukan Mirae….” Bisiknya.

Rupanya Young Jae mendengarnya. Ia tersenyum lebar pada Zelo meskipun Zelo tidak melihat ke arahnya. “Percayalah padaku, Zelo. Ini yang terbaik bagi kalian.”

Zelo menatap Young Jae lekat-lekat, seolah berusaha mencari jawaban lewat tatapan jenaka Young Jae. Entah kenapa saat itu ia tidak bisa mempercayainya.

********

Insting Zelo ternyata ada benarnya. Ketika matahari terbenam, Dokter Daehyun datang ke Villa dengan raut wajah bingung dan marah.

APAKAH KAU SUDAH GILA, YOO YOUNG JAE?!” Teriak Daehyun tepat di depan wajah sang kepala sekolah. “AKU TIDAK INGIN KAU CELAKA!”

Young Jae hanya nyengir lebar dengan cengiran khas nya sambil mengangkat bahu. “Aku sudah gila dari dulu, Kawan. Kau tahu itu. Jadi, apakah kau membawa pesananku?”

Surat itu…. kau yang menulisnya, bukan?” Alih-alih menjawab pertanyaan Young Jae, Daehyun malah balas mengajukan pertanyaan. Young Jae mengangguk. Daehyun mendengus. “Bagus! Jenius!” Katanya dengan nada penuh sindiran.

Kau mungkin memang berencana agar Ahn Jae Hyun membaca surat itu dan mendapatkan petunjuk darimu, tapi kau lupa kalau ingatan Mirae juga sama kuatnya dengan Jae Hyun. Dia juga sempat berpikir bahwa surat itu kau yang tulis. Dia mengenali tulisanmu, meski sebaik apapun kau meniru tulisan tangan Zelo.”

Zelo segera berlari keluar dari dalam kamarnya. “Surat apa? Ahn Jae Hyun? Apa maksud Anda, Dok?” tanya Zelo pada Daehyun.

Daehyun menatap Young Jae dengan pandangan mencela. “Kau berhutang penjelasan pada Zelo, Young Jae. Aku tidak akan membantumu kalau kau tidak memberitahu apapun padanya mengenai rencanamu.”

Hhhhhh, baiklah.” Young Jae menghela nafas, lalu menatap Zelo dengan serius. “Kita tidak punya banyak waktu. Dengar….”

Kita punya banyak waktu selama 4 hari ini! Harusnya Anda memberitahuku sejak awal!” potong Zelo dengan nada kesal. Saat ini ia tak peduli bila ia bersikap tidak sopan pada kepala sekolahnya itu.

Young Jae mengangkat kedua tangannya. “Oke..oke, maafkan aku. Aku memang tidak terbiasa memberitahu apa rencanaku pada siapapun. Aku terbiasa melakukan segala hal sendirian, dan terkadang aku lupa bahwa orang lain tidak akan mengerti bila aku tidak memberitahu mereka….”

Selfish bastard!” umpat Daehyun pelan.

Young Jae menatap Daehyun dengan tajam. “Mengumpat di depan murid tidaklah baik, Professor.”

Perhatian Young Jae kembali pada Zelo. “Intinya, Pangeran termuda planet Crowns menginginkan Mirae dan Jaehyun berada di pihaknya. Ia ingin memiliki mereka berdua sebagai senjata nya. Ia memanfaatkanmu untuk mendapatkan Mirae, dan ia memanfaatkan kelemahan Ahn Jae Hyun untuk melaksanakan rencananya.”

Aku harus segera membawamu pergi sebelum Jae Hyun melakukan hal yang buruk padamu. Meskipun ia tahu kau adalah sahabat Mirae, orang yang paling penting bagi Mirae, ia tidak akan segan-segan membunuhmu.”

Zelo tersentak. “Membunuhku?”

Young Jae mengangguk. “Pikirkanlah, Zelo. Bila kau dihadapkan pada situasi dimana kau harus memilih antara dua pilihan, kau hanya bisa memilih untuk membunuh sahabat adikmu agar adikmu selamat, atau membiarkan sahabat adikmu hidup tapi adikmu mati. Mana yang akan kau pilih?”

Selama beberapa saat Zelo hanya terdiam, terlalu syok dengan pertanyaan barusan. Inikah yang tengah mereka hadapi? Ia memang sudah sering mendengar cerita peperangan di masa lalu, pembantaian, dan pembunuhan keji yang dilakukan oleh orang-orang yang tak terduga, para pengkhianat. Tapi tidak pernah sekalipun terlintas di otaknya bahwa semua itu akan menimpa dirinya. Ia terlalu carefree. Ia menikmati hidup ini dengan bebas dan santai. Ia tidak pernah memikirkan hal-hal yang serius seperti peperangan.

Aku…., aku tidak mau membunuh siapapun. Aku akan mencari cara agar adikku dan sahabat adikku selamat.”

Young Jae menjentikkan jarinya. “Jawaban yang bagus. Tapi sayangnya tidak semua orang memiliki pemikiran sepertimu, Zelo. Tidak semua orang hidup nyaman dan bahagia sepertimu. Bagi seseorang yang sudah pernah merasakan kekejaman para penguasa Crowns, dan sudah terlalu sering melihat pembantaian keji tepat di depan mata kepalanya sendiri, membunuhmu terasa terlalu mudah, Zelo. Apalagi hal itu dia lakukan demi Kim Mi Rae, orang yang paling berharga baginya, satu-satunya orang di jagad raya ini yang memiliki hubungan darah dengannya.”

Zelo tidak mengatakan apapun. Ia tak habis pikir ternyata Ahn Jae Hyun memiliki masa lalu yang mengerikan.

Karena itulah aku membawamu pergi kemari, Zelo. Pulau-ku. Kurasa tempat ini aman bagimu. Kau tahu? Pulau ini tidak bisa dilihat oleh sembarang orang. Pulau ini hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang aku kehendaki untuk melihatnya. Pulau ini penuh perlindungan.” Young Jae tersenyum tipis.

Kalau begitu, kenapa Anda tidak membawa Mirae kemari? Ia akan aman di sini.”

Young Jae masih tersenyum. “Lalu apa yang akan terjadi pada Ahn Jae Hyun? Pada murid-muridku yang lain? Tentunya kau masih ingat apa yang terjadi pada Kai?”

Zelo mengangguk. Young Jae kembali berbicara, “Itu hanya peringatan kecil darinya. Kau target selanjutnya, tapi jelas bukan yang terakhir. Aku punya rencana. Ini adalah salah satu bagian dari rencanaku. Dengarkan aku Zelo, mulai besok…..kau sudah mati, atau itulah setidaknya yang dipikirkan oleh orang-orang.”

Mulut Zelo menganga lebar, tak ada suara yang bisa keluar saking syok nya. Young Jae terus bicara, “Karena kita berhadapan dengan seseorang yang bermental seperti anak kecil, yang senang bermain-main, maka kita pun harus ikut ke dalam permainannya, berpura-pura menjadi teman bermainnya, lalu kemudian menghancurkannya di saat ia merasa permainan itu telah dimenangkan olehnya.”

Ahn Jae Hyun akan mengerti, aku telah membantunya. Sama seperti Mirae, ingatannya akan bentuk tulisan sangatlah kuat. Melalui surat-mu, yang sebenarnya kutulis, Jae Hyun akan tahu bahwa kau berada bersamaku. Saat ia mendengar kabar kau telah mati, ia akan tahu bahwa dengan begitulah ia akan mendapatkan kepercayaan Lee Jong Suk. Ada dua kemungkinan, ia akan percaya aku telah membunuhmu, atau ia akan percaya aku menyembunyikanmu. Tapi setidaknya ia akan berpura-pura kalau dirinya telah membunuhmu di hadapan Jong Suk, seperti yang sudah Jong Suk perintahkan padanya. Bermain-main denganmu. Aku tidak peduli apa yang Jae Hyun percayai, karena yang paling penting adalah : aku telah mengangkat beban tugas itu dari pundaknya.” Young Jae menyeringai.

Nah, Daehyun, aku sudah menjelaskan panjang lebar pada Zelo, sekarang lakukan tugasmu.”

Daehyun mengangguk. “Aku memerlukan darahmu dan beberapa sel kulitmu, Zelo.”

Zelo mundur perlahan saat Daehyun mendekatinya. “Lalu bagaimana dengan Mirae? Ia akan menganggapku benar-benar mati!”

Young Jae menatap Zelo dengan pandangan menantang. “Lalu, apakah kau lebih suka tetap hidup dan melihat Mirae terluka?”

Zelo mengepalkan kedua tangannya. “Tentu saja tidak!”

Young Jae mengangguk. “Tenang saja, Zelo. Ini hanya sementara. Kau akan bisa menemui Mirae, keluargamu, dan teman-temanmu lagi nanti, bila waktunya tepat. Sekarang yang harus kau lakukan adalah bersembunyi, demi Mirae.”

Zelo mengangguk lemah. “Baiklah, Professor.” Ujarnya dengan berat hati. Berapa lama ia harus pura-pura mati? Apakah Mirae akan merasa sedih? Apakah Mirae akan merindukannya? Apakah Mirae akan melupakannya? Lupa. Itulah yang paling Zelo takutkan. Bagaimana kalau Mirae melupakannya?!

Young Jae menatap Zelo dengan sungguh-sungguh. “Zelo, maafkan aku. Maaf karena rencanaku ini akan membuat keluargamu sedih. Tunggulah, 4 bulan? 6 bulan? Atau kuharap lebih cepat dari itu. Aku akan membawakaan kepadamu kehidupanmu yang normal seperti semula.”

Zelo mengangguk. “Bagaimana…., caraku mati?” bisiknya pelan.

Kali ini giliran Daehyun yang menjawab pertanyaannya. “Kecelakaan mobil terencana. Mobilmu dan tubuhmu akan hangus terbakar. Aku sudah mengambil mobilmu, dan mengotak-atik mobilmu. Aku sudah menyiapkan tubuh seseorang tanpa identitas yang meninggal di rumah sakit kakakku. Tubuh orang itu akan hangus dan tidak bisa diidentifikasi, tapi aku membutuhkan sebagian darah mu dan sel-sel tubuhmu untuk melengkapi bukti, kalau-kalau orang Crowns suruhan Jong Suk datang untuk menyelidiki secara langsung. Sebagian darahmu pasti akan tercecer di jalanan. Itu akan menguatkan bukti. Kau tenang saja. Aku pasti membuatnya terlihat sempurna, seolah-olah tubuh itu memang tubuhmu.”

Pandangan mata Zelo menerawang. “Ayah dan ibuku…..”

Daehyun menepuk-nepuk pundak Zelo brotherly. “Ayah dan ibumu masih berada di planet EXO. Mereka pasti akan sangat terkejut dan langsung pulang ke Mato. Maaf Zelo, tapi bahkan mereka pun sebaiknya tidak tahu kalau kau masih hidup, setidaknya untuk saat ini.”

Zelo mengangguk sambil mengusap air matanya. Entah kenapa ia tiba-tiba merasa sedih saat memikirkan bagaimana reaksi ayah dan ibunya nanti. Ia anak tunggal, dan mobil itu adalah hadiah ulang tahun mereka untuk Zelo tahun lalu. Meskipun Zelo bukanlah anak baik dan penurut, tapi entah kenapa di saat ia memikirkan bahwa ayah dan ibunya akan menderita karenanya, ia jadi merasa sangat bersalah.

Zelo membiarkan Daehyun mengambil sebagaian darahnya. Zelo memejamkan matanya, meyakinkan dirinya sendiri bahwa inilah yang terbaik bagi semua orang. Ia harus berkorban demi semua orang, terutama demi Mirae.

Daehyun meremas bahu Zelo, menguatkannya. Zelo membuka matanya, lalu mengangguk berterimakasih.

Aku berhutang banyak padamu, Kawan.” Kata Young Jae.

Pandangan mata Daehyun mengeras. “Berjanjilah kau akan kembali dengan selamat, Yoo Young Jae!”

Young Jae mengangguk dengan gaya slengean nya yang biasa. “Tentu tentu.”

Selfish bastard!” umpat Daehyun lagi.

Young Jae tertawa, lalu merangkul pundak Daehyun dengan sebelah lengannya. “Percayalah padaku. Aku tidak mungkin mati di sana. Kalaupun aku harus mati, aku akan mati di tanah kelahiranku sendiri.”

Young Jae~yah….”

Young Jae hanya nyengir. Daehyun menghela nafas panjang.

Professor, Anda….akan pergi ke mana?” tanya Zelo.

Crowns.” Jawab Young Jae dengan simple, seolah Crowns hanyalah nama sebuah tempat di Mato, dan bukannya nama planet adidaya dan adikuasa yang sejak dulu haus kekuasaan dan peperangan.

Tapi….” Zelo tidak mengerti mengapa kepala sekolahnya itu mau pergi ke planet yang berbahaya seperti Crowns. “Apakah Anda akan baik-baik saja di sana?”

Tentu. Ingat apa yang kukatakan tadi, Zelo? Aku akan menjadi teman bermain si anak kecil. Aku tidak ingin dia memberi perintah mengerikan lagi pada Ahn Jae Hyun. Setidaknya aku tahu, sekarang Ahn Jae Hyun akan dia lupakan untuk sesaat karena telah berhasil menjalankan tugas. Aku ingin mengendalikan anak kecil ini.

Anak kecil yang Anda maksud…. Lee Jong Suk? Pangeran termuda planet Crowns? Apakah dia sungguh masih anak-anak?”

Young Jae tertawa terbahak-bahak, tapi matanya terlihat sedih. “Itu hanya kiasan, Zelo. Dia sudah tua, jauh lebih tua darimu. Tapi dia memiliki masa lalu yang mengerikan, yang membuatnya memiliki mental layaknya seorang anak kecil psikopat.” Young Jae berkata dengan muram, seolah-olah ia bersimpati dengan Lee Jong Suk, dan seolah-olah dia bertanggung jawab atasnya.

Yoo Young Jae, kau harus ingat, semua itu bukan salahmu.” Ujar Daehyun. Zelo menatapnya tak mengerti.

Young Jae menghela nafas. “Yah, aku tahu. Tapi terkadang aku menyesal, seandainya dulu aku datang lebih cepat…..”

Suasana hening. Zelo ingin bertanya, tapi merasa takut. Seolah bisa membaca pikiran Zelo, Young Jae pun menatapnya sambil tersenyum hangat. “Saat masih kecil, aku tinggal di Crowns. Ceritaku terlalu panjang, Zelo. Nanti, aku pasti akan menceritakannya padamu nanti. Aku berjanji. Nah, Zelo, baik-baiklah kau di sini. Tempat ini aman untukmu. Maafkan aku karena harus membuatmu seperti ini.” Young Jae menepuk-nepuk pundak Zelo. Zelo mengangguk.

Daehyun, terima kasih. Sampaikan juga terima kasihku pada kakakmu.

Daehyun mendengus. “Jangan berbicara seolah-olah ini pertemuan terakhir kita, bodoh!” kata-kata yang ia ucapkan pedas, tapi sorot matanya terlihat sedih dan ketakutan.

Young Jae terbahak-bahak. “Tenang saja. Aku tahu apa yang harus kulakukan. Aku percaya padamu dan Hakyeon. Jaga sekolah selama aku pergi. Jangan lupa apa pesanku waktu itu, kawan.”

Daehyun mengangguk. “Aku akan mengingatnya.”

Tidak lama lagi semua orang akan membenciku.” Young Jae berkata dengan riang, tapi sorot matanya berkata sebaliknya.

Pasti.” Kata Daehyun.

Aku tidak akan menyerah sebelum berhasil menghentikannya.”

Ingatlah, semua itu bukan salahmu.”

Mungkin.” Young Jae mengangkat kedua bahunya.

Berjanjilah kau akan kembali pada kami dengan selamat. Semua orang akan berterima kasih padamu bila mereka tahu. Dan…, terimakasih karena sudah mempercayaiku.” Daehyun memeluk Young Jae brotherly.

Young Jae tertawa dan balas memeluknya dengan erat. “Ingatlah untuk tetap merahasiakan semua rencana ini, Jung Dae Hyun. Bimbinglah Hakyeon. Dia pasti akan merasa sangat terluka nanti, tapi aku percaya dia adalah orang yang paling tepat untuk menggantikanku.”

Daehyun mengangguk. “Tentu.”

Satu lagi…, tentang mata-mata yang kucurigai, teruslah menyelidikinya. Aku tidak ingin dia menjadi batu sandungan bagi kita.”

Oke.”

Zelo sama sekali tidak mengerti dengan percakapan kedua professor itu. Tapi satu hal yang pasti, ia tahu bahwa apa yang akan mereka hadapi tidaklah main-main. Ia tahu mereka semua berada dalam bahaya. Ia tahu apa yang akan dilakukan oleh Prof.Young Jae adalah sesuatu hal yang berbahaya, mengerikan, penuh risiko, tapi sekaligus penuh keberanian dan pengorbanan. Tapi ia bisa menebak, tak lama lagi semua orang di planet Mato, terutama di Rovix School akan membenci Young Jae. Karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka tidak tahu kebenarannya. Dan meskipun ia sendiri tidak tahu apa tepatnya yang akan Young Jae lakukan di Crowns, ia tahu bahwa itu adalah pengorbanan yang Young Jae lakukan demi semua orang, demi murid-muridnya.

Prof.Young Jae, hati-hati. Jaga dirimu, Professor.” Akhirnya Zelo bisa mengatakannya juga. Ia tidak terbiasa menunjukkan perasaannya secara blak-blakkan.

Young Jae nyengir. “Kau juga berhati-hatilah Zelo. Kalau begitu, sampai nanti….” Young Jae mengulurkan sebelah tangannya pada Zelo. Zelo menjabat tangannya dengan erat. Entah kapan mereka akan bisa bertemu lagi. Semoga hari yang membahagiakan itu segera tiba.

Untuk saat ini, Zelo hanya bisa memendam kerinduannya pada Mirae, orangtuanya, dan teman-temannya, entah untuk berapa lama.

***************

@Planet Crowns, pukul 2 dini hari……..

AAAARRRRGGGGHHHH!” Lee Jong Suk terbangun dari mimpi buruknya dengan nafas terengah-engah. Peluh membasahi kening dan sekujur tubuhnya. Ia meraba matanya. Basah.

Sudah tak terhitung lagi betapa seringnya ia memimpikan kejadian-kejadian itu. Masa lalu mengerikan yang ingin ia lupakan, tapi tak pernah bisa.

Masa lalu yang menjadi racun baginya, tapi sekaligus madu yang membuatnya tetap bertahan hidup, memiliki tujuan, dan memotivasi nya untuk menghancurkan orang-orang itu. Orang-orang yang telah menyakiti ibunya dengan sangat keji dan biadab.

Sejak berumur 12 tahun, Jong Suk sudah bersumpah bahwa ia akan membalas semua tindakan ibu-ibu tirinya itu. Ia bersumpah akan melakukan hal yang jauh lebih keji daripada yang telah mereka lakukan pada ibunya.

Apakah ia berhasil? Tentu saja. Meskipun keberhasilan itu baru bisa ia raih 10 tahun kemudian. Dan ia merasa puas karenanya. Ia juga bangga pada dirinya sendiri, karena tak ada seorangpun yang tahu bahwa pembunuhan-pembunuhan keji yang menimpa ratu dan istri ke-2 raja adalah ulahnya.

Mereka pantas mendapatkannya. Itulah yang Jong Suk pikirkan. Bahkan ia merasa hutang mereka padanya masihlah belum lunas. Karena itulah Jong Suk “bermain-main” dengan keluarga mereka, dimulai dari keluarga terjauh mereka, sampai kemudian kini tiba saatnya untuk ia bermain-main dan menghancurkan anak-anak mereka, kedua kakak satu ayahnya, Lee Soo Hyuk dan Lee Hyun Jae.

Tapi ia tidak suka permainan yang biasa saja. Permainannya harus menarik dan menyenangkan baginya. Bisa saja ia membunuh kedua kakak yang sangat dibencinya itu dengan mudah, tapi lalu apa? Hal itu terlalu mudah dan jadi tidak mengasyikan baginya.

Karena itulah ia membutuhkan “mainan”, mainan yang akan membuat kedua kakaknya semakin menderita. Untuk menghancurkan kedua kakaknya, Jong Suk tahu bahwa Ahn Jae Hyun dan Kim Mi Rae akan memicu keserakahan mereka akan kekuasaan dan kekayaan. Karena kedua orang itu memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh orang-orang planet anemone lainnya. Karena kedua orang itu mampu membuat tentara Crowns jauh lebih kuat dengan kekuatan mereka.

Jong Suk sudah memikirkan banyak rencana. Ia akan bermain-main dengan Lee Soo Hyuk dan Lee Hyun Jae dengan menggunakan kedua orang itu. Tapi untuk mendapatkan kedua orang itu tidaklah mudah. Ia membutuhkan permainan lain. Tidak masalah baginya, karena ia suka “bermain-main”.

Meski permainan itu akan melukai mantan sahabatnya, Yoo Young Jae, Jong Suk tidak peduli. Young Jae telah meninggalkannya terlalu lama. Ia tidak peduli bila Young Jae menderita, meskipun harus ia akui dulu Young Jae lah satu-satunya tempat ia bersandar dan berpegangan erat dari kejamnya dunia ini.

AAAARRRRRGGGGHHHH!” Jong Suk berteriak keras sambil menjambak-jambak rambutnya dengan kesal. Ia memang tidak mengakuinya, tapi jauh di dalam lubuk hatinya, Jong Suk ingin Young Jae kembali padanya dan mendukungnya seperti dulu. Seperti saat Young Jae belum tahu bagaimana Jong Suk yang sebenarnya. Seperti saat Young Jae hanya mengira Jong Suk adalah orang yang menyenangkan, hidup, penuh selera humor, pemberani, penyayang, dan sahabat terbaiknya di seluruh jagad raya ini. Bukan Jong Suk yang keji, berdarah dingin, dan tidak memiliki perasaan yang sanggup menghabisi siapapun yang menghalangi langkahnya.

Pangeran….” Kim Woo Bin mengetuk pintu kamarnya dengan pelan. “Pangeran, apakah kau baik-baik saja? Aku membawa kabar baik.”

Jong Suk memejamkan matanya, mengatur nafas, lalu berkata, “Masuklah, Woobin.”

Woobin membungkukkan badannya. “Zelo telah mati. Ahn Jae Hyun telah merencanakan semuanya dengan sempurna. Aku sudah menyelidikinya, dan memang benar, Ahn Jae Hyun lah yang telah mengatur semua itu, dan mayat itu adalah mayat Zelo.”

Jong Suk menyeringai, lalu tertawa terbahak-bahak. “Anak bodoh!”

Woobin menatap sang Pangeran dengan bingung.

Dia mengira aku ingin bermain-main dengan Zelo seperti ini? Dengan membunuhnya? Dasar bodoh! Tapi bagus. Biarkan dia beristirahat sejenak, kita jangan mengganggunya dulu untuk sementara ini. Dia sudah berhasil mendapatkan sedikit simpati dan kepercayaan dariku, hanya sedikit. Tapi dia membuat permainanku membosankan. Menyiksa Zelo…, bermain-main dengan Kim Mi Rae.., akan lebih mengasyikan dibanding melihat Zelo mati dan Kim Mi Rae yang mungkin juga ikut mati, secara psikis.”

Jong Suk mengangguk-anggukkan kepalanya. “Tapi mungkin jadi lebih mudah untuk membujuk Mirae bergabung denganku di saat kondisinya kacau seperti sekarang ini. HAHAAHA….. HAHAHAHA…., menarik.”

Woobin mengangguk. “Satu lagi, Pangeran. Hamba melihat Yoo Young Jae tidur di ruang tengah. Apakah Pangeran membiarkannya tinggal di sini? Untuk apa?”

Jong Suk menyipitkan matanya. “Young Jae? Mau apa ular berbisa itu datang kemari?!”

Jong Suk pun cepat-cepat bangkit dari tempat tidurnya dan berlari menuju ruang tengah rumahnya. Jong Suk jarang tidur dan tinggal di istana. Ia lebih suka tinggal di rumah pribadinya, di pinggir hutan.

YAH! Siapa yang mengizinkanmu tidur di rumahku?!” Jong Suk menendang Young Jae sampai Young Jae jatuh terguling dari sofa.

Young Jae mengerang, perlahan membuka matanya sambil nyengir lebar. “Good morning.”

Ini tengah malam! Mau apa kau datang kemari?” Jong Suk yang biasanya bisa bersikap tenang, kini membiarkan emosi nya meluap.

Young Jae menguap lebar, lalu berkata, “Untuk meminta bantuanmu. Sepertinya aku memang tidak bisa mendapatkan Mato dengan mudah.”

Jong Suk menyeringai. “Idiot!”

Young Jae mengangkat bahu dengan cuek. “Kurasa aku memang idiot. Aku terlalu terikat pada makhluk-makhluk planet itu, hanya karena ayahku berasal dari sana. Tapi aku merasa…, aku sudah menghabiskan waktu cukup lama. Aku ingin kau membantuku.”

Jong Suk menyeringai. “Aku tidak pernah memberikan bantuan secara cuma-cuma. Kecuali pada sahabatku yang bernama Yoo Young Jae. Tapi karena Yoo Young Jae bukan sahabatku lagi, maka aku harus meminta timbal balik dari nya.”

Young Jae mengangguk. “Aku tahu. Aku akan membantumu.”

Jong Suk memicingkan matanya dan menatap Young Jae lekat-lekat. “Sungguh?”

Young Jae menatap Jong Suk dalam-dalam, lalu mengangguk. “Hmm.” Raut wajah Young Jae berubah serius. “Maafkan aku, Jong Suk~ah. Maaf karena aku meninggalkanmu 200 tahun yang lalu. Kurasa sekarang aku bisa mengerti mengapa kau melakukan semua itu. Seharusnya aku tetap berada di sisimu seperti dulu. Maaf karena aku tidak membuatmu mempercayaiku untuk menceritakan hal-hal gelap itu……”

Jong Suk memejamkan matanya sambil mengerutkan kening dalam-dalam, seolah berusaha mengusir ingatan masa lalu. “Justru aku tidak ingin kau mengetahuinya, Young Jae. Aku merasa…..”

Young Jae berdiri, lalu menepuk-nepuk pundak Jong Suk dengan hangat. “Aku mengerti. Aku mengerti.”

Aku…..” Air mata Jong Suk bercucuran.

Young Jae mengusap-usap punggung Jong Suk. “Aku ada di sini. Aku akan selalu ada di sampingmu, Jong Suk.” Young Jae tersenyum lebar. Senyumnya bermakna ganda.

========== TBC =========

Catatan Author :

Hai…..hai…, sorry yaaaa update-nya lamaaaa. >_<.

Btw, idul fitri bentar lagi nih. Mohon maaf lahir dan bathin yaa. ^_^.

Please love this blog more. Kkkkkkkkk……., caranya? Dengan memberikan komentar pada setiap tulisan yang kalian baca di blog ini.❤

14 Oktober nanti, bentar lagi, nggak kerasa blog ini akan berusia 2 tahun. Yippie! Gw rencana ngadain giveaway lagi. Klo tahun lalu poster original EXO, mungkin tahun ini album original EXO? Kkkkkk…, let’s see. Semoga ada rezekinya. Aamiin.🙂

Yang pasti sih, pertanyaan giveaway gw gak akan jauh-jauh dari FF yang pernah gw bikin dan gw post di blog ini.😀

Terakhir, thanks for always waiting and loving “Powerless”.❤❤❤

-Azumi Aozora-

34 thoughts on “Powerless (Chapter 6)

  1. Eonni… Bogoshipeo~ kayanya blkngan ini ff tuh lama ditungguinnya… Tpi, selalu deg deg an deh klo baca ff eonni yah walaupun kadang suka gk komen😦 yah gara2 jaringan lemot.. Sedih pas denger zelo meninggal eh ternyata bo’ongan trs pas ternyata mobilnya tuh pemberian ortunya trs ortunya lgi pergi pasri sedih bgt T.T kasian pas baca bagian mirae jerit2an denger zelo meninggal, tpi terharu jga ternyat hongbin… Hayoloh hongbin… Ada apa y????…??? Ternyatah, hongbin punya perasaan sma mirae, ahn jae hyun itu klo mnrt aku mukanya tuh alim tpi disini main jdi antagonis yah semoga dia cuma terpaksa kaya gitu, dan dia bner2 tulus sayang sma org disekitarnya, kayanya tebakan young jae bner, pangerannya itu kaya anak kcl jdi dipengaruhin kaya gitu.. Tpi yah gitu deh hanya eonni y tau kelanjutannya wookok, btw eonni mudik gk nih? Klo mudik yah hrs nunggu lgi nih nungguin Ff Fantasy yg cetar membahana… Yg bkin deg2an😄
    *okeh mian ya eon udh nyampah di komen malah ngetiknya buanyak bgt lgi plus lebay *kumat wew kayanya tuh udh 1 kertas hvs ni komen okeh finish bye eonni… #gotoexoplanet

  2. Jadi zelo gk mati? Dan daehyun bawa kabar bohong?
    Miraenya kasian dong eon di tinggal zelo T.T
    Apa disini bakal ada cintaa trapesium (Mirae, zelo, hongbin, kai)/?
    Tapi kok aku rasa part ini gk terlalu panjang dari part yang lain, tapi gpp deh yg penting di lanjutt
    Next chapternya jangan lama-lama ya eon, fighthing ^^

  3. makasih miiiiii……dah ksih tau heeee^^…..
    Aaaahhhh….q td udah hmpir prcya aj low zelo mati ㅋㅋㅋㅋㅋ……tp untung deh low cman bo’ongan…..
    Kasihan mirae psti bkal sedih bgt….
    Eeeehhhh…..tp nih ff psti bkal pnjang bgt ya mi chapter’y…..love line’y loem keliatan mirae bkal ma sapa aaaaarrfghhhhhh…..jd penasaran^^
    aaawwww….leo kebagian part ㅋㅋㅋ alay dah…^^
    itu rencana young jae apa ya pnsaran bgt q tp masa jong suk gmpang bgt ya prcya low zelo mati tp ya sudahlah gpp mlah bagus ㅋㅋㅋㅋ…..
    semoga nnti’y jongsuk sadar dan berubah jd baik oke vixx…..^^
    giveaway??????waaaooowww mau donk album exo’y miiiiiiii………..

    • Sama2 nenk…hehehe
      Sepanjang panjangnya FF aku gak bakal sampai lebih dari 14 chapter.😀
      Tp kayaknya nih FF sampai chapter 11 an lah. Hohoho
      Giveaway? Liat entar yaa…, semoga ada rezekinya.😉

  4. akhir’a di publish jg , aku ud nunggu sampe jamuran loh😀
    aku bener” syok pas bca klo zelo meninggal -,- #huhu
    tpi trnyata pura-pura toh , huh syukur deh ,
    pnasaran apa lg y rencana prof young jae
    kasian mirae psti dy sedih bnget

    next chap jngn lama” ya😀
    keep writing & fighting🙂

  5. sumpah aku gak ngerti jalan pikirannya si youngjae, ngapain coba pake acara ngarang cerita kalo zelo meninggal-.-
    tapi hongbin-mirae momentnya kurang chingu.-.
    next chapnya ditunggu terus loh, jangan lama-lama updatenya:3
    hoya(?) next chapnya yg puanjang ya, biar puas bacanya:3#bacot
    keep writing!

  6. Aish, sebenarnya kasihan Zelo nya :’ apalagi Mirae nya. Tapi y mau gimana lagi. Aku kira Youngjae maau terpengaruh sma Jongsuk. Ternyta itu cumn rencananya aj.
    Tapi kak chapter ini kurang greget :< ato mungkin karena aku bacanya kurang menghayati ya? /? Wkwkw btw, perhatiannya Hongbin sudah mulai keliatan nih😄 asikasik
    Chapter selanjutnya di tunggu y kak.. Fightingg ^^

  7. Konflik semakin memuncak…
    Seneng bgt di chapter ini banyak bagian young jae.
    Ga tau kenapa suka sma karakter dia dr awal chapter ^_^
    Mohon maaf lahir batin juga,
    Di tunggu update semua ff nya ^_~

  8. eonniiiii~ aku kangen comment di FF eonni.. huaaa
    mian aku baru bisa comment lagi, laptop aku baru bener nih /akhirnya/

    kaget banget lah aku waktu tau Zelo mati.. kirain beneran, ternyata enggak -_-” kasian Miraenya eonni.. Mirae sangat sangat sangat terpuruk /naon atuh chik/

    jangan jangan mulai ada benih benih cinta di hati Mirae – Zelo, Zelo-Mirae, HongBin-Mirae, Kai-Mirae… wah.. macam belah ketupat ini *berhubung lebaran..

    ciee.. Hongbin masak buat Mirae.. haha^^ cute ya dia, perhatian tapi malu malu harimau/? gimanaa gitu…melting bayanginnya *aww
    eonni jahat sama Kai.. di tiap FF pasti aja imagenya Yadong /emang bener sih/ muka dia cocok jadi bad boy.. mendukung banget.. -_- kasian dia di tiap FF yang aku baca imagenya gitu mulu..

    mauuu dong giveawaynya.. semoga ada rezekinya nih /amiiin/
    ohiya.. Minal aidzin wal faidzin.. maaf kalo comment aku banyak typo dan menyakiti hati eonni /yaelah/ maaf juga kalo comment kali ini panjang banget.. ini gantiin aku banyak ngutang comment sama eonni ^^v

    akhir kata.. keep writing eon.. semoga readernya makin banyak dan inspirasinya nggak pernah ilang .. aku nungguin HF niih.. ngebet pengen baca lanjutannya..

    wassalam..

    • Chikaaaaa…., iya aku juga kangen baca comment kamu yang panjang2…. >_<…
      akhirnya yaaa laptop kamu bener jg.🙂

      wajah Kai emang mendukung banget! Hahaha.😀

      iyaa sama2 chik, maaf lahir bathin jg yaa….🙂
      HF? Belum mood nih. wkwkwk……

      • aku kemarin ngetik tanpa sadar, waktu liat ternyata comment aku panjang sendiri -_- parah nih…
        iya alhamdulillah aku nekat ke BEC sama adik bela belain cuma buat benerin ni laptop menyebalkan..

        kapan dong moodnya eon?? ditunggu aja deh.. yang ini juga aku tunggu lanjutannya~ hehe^^ selamat berjuang deh eon..

  9. Adventure nya mulai kerasa ni >_,<. Semua nya makin misterius aja. Jongsuk juga rencana nya gak tau apaan, males nebak, hehe. Ahn Jae Hyun ngomong2 dimana nih? Di chap ini part nya gak ada. kangeennn (?)
    Sebelum nya, Selamat Idul Fitri Mi ^_^ Mohon maaf lahir batin ya. BIarpun telat semoga di terima ^^ Sayang gak ada kue lebaran (?)
    Oyyyaa, luppaa. Mimi mau ngadain giveaway ya? AAAAA, mau ikut! Semoga aja menang dan Azumi nya ada rezeki, amiinn… Kesan nya agak modus ya?hehe *dijitak
    Fighting for nulis FF nya , terutama yang Fantasy❤ Juga bareng Hotaru❤ HF ditunggu lho😄

    • Hehehe… Ahn Jae Hyun lagi sibuk syuting movie jadi gak bisa lamaw muncul di FF ini. Wkwkwk.😀
      Kue lebaran? Minta ke Zelo aja yaaa. Hihihi

      Wah…kepotong terus ya comment nya?
      Siip. HF ditunggu aja…..hehehe😉

  10. OK, aku comment 2 cerita sekaligus ya eonni soalnya aku lagi di warnet jadi ngak bisa lama-lama dan tablet aku lagi rusak. aku blm sempet baca tapi udah aku copy ke komputerku ceritanya yang chapter 5&6. tapi, aku yakin ini tuh KEREN BANGET!!! PASTI!!!~ semoga sukses selalu eonni~

  11. halooooooo kak>_ nntinya dngn siapaa?? hongbin? kai?._. zelooo ottaee??! /? sudahlah,, sedih inget mirae /gagaga. kasian diaa, frustasi karena zelo kan ya… wkwkw

    uhm.. apakah komen ini kepanjangan? semga ga kepotong sperti biasanya/? heheh :”D lanjutannya ditunggu ya eoooooonn>,< tidak menuntut untuk dilanjut scepetcepetnya kok.. kak azumi kan kalo nuils panjang2, jadi yaokelah kalo lnjutnya ga cpet2 bngt wkwkw.. tapi yg namanya ga sabar nunggu kelanjutan ff yg kita suka itu emng pasti ada sih/? tapi yg paling baik emng hanya sabarr hohoho :'D menulis memang butuh mood juga bukan kak? cukup2, ntar makin sotoyy saya–' heheh.. Fighting y kaaaakk!!^o^)9

    -exoxofi^^ ㅋㅋㅋ

  12. Pingback: Powerless (Chapter 7) | wiantinaazmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s