Powerless (Chapter 4)

 poster powerless

Title                 : Powerless

Author                        : Azumi Aozora

Main Cast       : Kim Mi Rae (OC), Lee Hong Bin (VIXX), Zelo (B.A.P), Kai (EXO)

Support Cast  : VIXX, B.A.P, EXO, SNSD, f(x), Ahn Jae Hyun, Lee Soo Hyuk, Lee Jong Suk, Kim Woo Bin, and some model-actors as cameo

Genre              : fantasy, romance, friendship, AU, school life

Rating             : PG+15

Length                        : Series

Summary        : ROVIX Senior High School bukanlah sekolah biasa, melainkan sekolah special untuk orang-orang yang memiliki kekuatan super. Terletak di Planet Mato yang berjarak jutaan tahun cahaya dari bumi, ROVIX School memiliki banyak sekali murid dari berbagai planet di seluruh jagad raya. Apa yang terjadi jika suatu hari, Kim Mi Rae, gadis bumi biasa, manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan super apapun, tiba-tiba saja mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di ROVIX School? Sanggupkah ia bertahan? Apa yang akan ia lakukan di saat semua murid membencinya dan melakukan berbagai cara agar ia dikeluarkan dari sekolah?

Disclaimer       : Cerita ini hanya fan-fiksi. Tokoh-tokohnya K-Pop, karakternya ada yang sesuai asli ada juga yang tidak. Ide dan alur cerita milik author, dilarang copas / plagiat! Ingat, karma itu berlaku. Just enjoy the story as fans. ^_^.

 

Pengenalan ROVIX School || || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3

 

~~~ Chapter 4 ~~~

======= Kim Mi Rae PoV =========

Meskipun umur sepupuku 2 tahun lebih tua dariku, tapi karena dia baru masuk ROVIX School, maka dia disebut kelas 1. Kelas di ROVIX memang ditentukan berdasarkan sudah berapa lama seorang murid tinggal di sekolah. Murid yang sudah lebih dari 3 tahun tinggal di sekolah tetap disebut kelas 3.  Maksimal tinggal di sekolah adalah 6 tahun. Bila sudah lebih dari 6 tahun seorang murid belum lulus juga, maka ia akan dikeluarkan dari sekolah. Seorang murid kelas 1 yang memiliki kemampuan diatas rata-rata bisa mengikuti pelajaran bersama para senior setelah 1 minggu berada di kelas 1, meskipun “statusnya” tetap saja disebut anak baru alias kelas 1. Aku yakin Ahn Jae Hyun Oppa akan segera naik tingkat 1 minggu kemudian karena kemampuannya diatas rata-rata kami (kelas 1).

Aku mendadak jadi populer dikalangan anak perempuan. Sebenarnya bukan aku yang populer, tapi sepupuku. Anak-anak perempuan itu hanya mendekatiku karena sepupuku. Sepertinya gossip memang menyebar dengan sangat cepat di sekolah ini. Dasar alien tukang gossip!

“KYAAAAAAA! Ahn Jae Hyun Oppa, kau sangat tampan!”

“Ya Tuhaaaannn! Kau sangat keren!”

“Dia tersenyum padaku! KYAAAAAAAAAAA rasanya aku mau pingsan!”

“Ahn Jae Hyun Oppaaaaaa! Huwaaaaaa!”

“KYAAAAAAAAAAAA!”

Aku hanya mendengus sambil memutar kedua bola mataku begitu mendengar teriakan heboh para fangirls sepupuku di sepanjang jalan ketika kami berjalan menuju kelas kami hari ini : kelas ilmu bertarung.

Kemarin, saat kelas pengendalian kekuatan, semua anak di kelasku terkagum-kagum pada kekuatan Jae Hyun Oppa dan bagaimana dengan mudahnya dia bisa mengendalikan kekuatannya. Professor Suho bahkan memberikannya nilai A+.

“Minggu depan kau akan belajar bersama senior. Oh, mungkin saja kau akan belajar di kelas special, Oppa. Aku tidak tahu ternyata kau sangat hebat.” Kataku.

Jae Hyun Oppa tersenyum. Dia mendekatkan wajahnya ke telingaku lalu berbisik. “Aku sering berlatih saat berada di sel.”

Aku bergidik ngeri membayangkan sepupuku dikurung di dalam sel penjara selama bertahun-tahun karena tidak mau mengikuti keinginan para penguasa planet Crowns.

Teriakan para fangirls masih terdengar nyaring, membuat kupingku sakit. Beberapa anak memang terlihat membenci Jae Hyun Oppa. Mereka tahu Jae Hyun Oppa sepupuku, sehingga mereka menduga Jae Hyun Oppa pun memiliki kekuatan seperti kaum Esther sepertiku meskipun dia belum pernah menunjukkan kekuatannya yang satu itu.

Planet Anemone, Kim Mi Rae! Aku mengingatkan diriku sendiri. Itu yang dikatakan Jae Hyun Oppa. Kami berasal dari planet Anemone, planet yang kini telah mati. Kaum Esther hanyalah sebutan bagi orang-orang planet kami yang bekerja secara terpaksa bagi Penguasa Crowns ratusan tahun yang lalu.

Aku menduga beberapa anggota geng SNSD berasal dari planet Army. Itulah sebabnya mereka sangat membenciku. Jauh lebih membenciku dibanding sebelumnya. Mereka juga terlihat membenci Jae Hyun Oppa, meskipun mereka tidak begitu pandai menyembunyikan rasa tertarik mereka pada sepupuku itu. Aku mendengus lagi. Licik! Tidak ada yang membully sepupuku karena dia memiliki wajah yang sangat tampan! Bukan berarti aku ingin sepupuku dibully, tapi rasanya tidak adil saja bagaimana murid-murid memperlakukanku dulu, dan sekarang setelah mereka mengetahui kekuatan “langka”-ku.

“Kenapa kau bersikap jutek pada teman-teman perempuanmu, Mirae~ya?” tanya Jae Hyun.

Aku mendengus. “Oh, please! Sejak dulu tidak ada anak perempuan yang mau berteman denganku di sekolah ini. Bahkan semua murid tidak ingin berteman denganku.  Mereka semua membenciku. Yah, kecuali Zelo, Chanyeol, Lay, Tao, hmmm mungkin Hongbin. Sekarang anak-anak perempuan hanya pura-pura baik padaku karena mereka tahu kau adalah sepupuku.” Aku terus menggerutu dengan kesal.

Kami tiba di kelas kami. Aku segera berjalan menuju meja paling belakang dan duduk di samping Zelo yang kini menatap sepupuku dengan tajam.

Anak-anak perempuan mulai mengerubungi sepupuku, berceloteh banyak hal, berusaha menarik perhatian sepupuku.

“Jangan marah Mirae, tapi aku benci sepupumu.” Kata Zelo tiba-tiba sambil menyilangkan kedua lengannya di depan dada sambil tetap menatap sepupuku dari kejauhan dengan dingin.

Aku mengangkat kedua bahuku. “Terserah. Aku tidak peduli.” Lalu aku menatap Zelo lekat-lekat. “Tapi kenapa memangnya? Aaah, aku tahu! Kau takut tersaingi oleh sepupuku kan? Karena dia lebih tampan darimu?” Aku menyeringai jahil.

Zelo berdecak lalu menatapku dengan sinis. “Oh, please! Apakah kau buta, Mirae? Aku jauh lebih tampan darinya!”

“Hahahaha…hahaha… terserah apa katamu!” Aku terbahak-bahak melihat wajah Zelo.

“Aku benci sepupumu karena dia hebat.”

“Mwo?” Aku kaget dengan kata-kata Zelo yang tidak bisa kutebak itu.

“Dia baru masuk kemari tapi sudah sangat hebat seperti itu. Dia bahkan memiliki kekuatan sepertiku, bisa merubah warna benda apapun. Lalu kekuatan lainnya yang sangat annoying, seperti mengendalikan benda menggunakan pikiran, dan speed, dan power. Oh, apakah dia juga punya kekuatan sepertimu?” Zelo mendengus. “Kenapa dia harus sekolah? Dia sudah sangat hebat.”

Aku menepuk-nepuk punggung Zelo sambil tersenyum. “Kau hanya iri. Hahaha. Kau juga hebat, Zelo.”

Dalam hati aku berkata : sepupuku sekolah di sini karena dia tidak punya tempat lain untuk berlindung. Penguasa Crowns sedang mencarinya. Dia berkata…sekolah ini aman. Dia berkata Prof.Young Jae bisa melindunginya. Tapi…..benarkah?

Prof.Kris datang, semua anak perempuan kembali ke kursi mereka masing-masing. Sepupuku yang duduk di bangku paling depan membalikkan badannya padaku sekilas dan tersenyum. Aku balas tersenyum.

Aku melirik Zelo yang masih memasang tampang bad mood. Aku belum memberitahu Zelo bahwa aku dan sepupuku sebenarnya berasal dari planet Anemone. Zelo tidak percaya gossip yang anak-anak lain percayai, bahwa aku adalah keturunan kaum Esther. Zelo yakin aku adalah makhluk bumi, dan ini memang kekuatan alamiku.

Aku menghela nafas panjang. Nanti…., ya mungkin nanti aku akan memberitahunya. Untuk sekarang ini…biar sajalah dia menganggapku makhluk bumi. Aku bisa membayangkan bagaimana reaksi Zelo bila dia tahu bahwa sekarang para penguasa planet Crowns sedang mencari penduduk planet Anemone yang tersisa, termasuk aku dan sepupuku.

Kalau Zelo tahu, dia pasti akan panik, heboh, berlebihan. Mungkin dia akan mengawasiku 24 jam! Aku tersenyum. Aku tahu Zelo adalah sahabat yang baik dan solider, tapi terkadang dia terlalu berlebihan.

***********

 

Saat makan siang, aku masih belum terbiasa dengan teriakan para fangirls sepupuku. Zelo juga sepertinya merasa terganggu. Dia menyuapkan makanan ke mulutnya dengan cepat sambil terus menatap sepupuku dengan kesal.

Aku terbiasa makan bersama Zelo, dan kini bersama sepupuku juga. Aku tahu Zelo tidak menyukai sepupuku, tapi aku tidak mungkin menyuruh sepupuku pergi dari meja kami.

“Kenapa kau tidak makan bersama para fangirls-mu? Aku yakin mereka akan menyambutmu dengan senang hati.” Kata Zelo dengan sinis.

Jae Hyun Oppa hanya tersenyum lebar dan menjawab dengan ramah seolah tidak terpengaruh dengan kata-kata sinis Zelo. “Aku ingin makan bersama Mirae.”

Zelo menyuapkan makanan dengan kesal dan tidak bicara apapun lagi selama sisa jam makan siang.

“Mirae~ya, professor Hakyeon memberitahuku kalau kau memiliki kekuatan anti-kekuatan. Apakah kau sudah melatih kekuatanmu itu?”

Aku membelalakkan mataku lebar-lebar pada Jae Hyun. “Oppa, kau harus hati-hati dengan Prof.Hakyeon. Bisa-bisa dia menjadikanmu kelinci percobaannya! Kau bercerita apa saja padanya? Kekuatan suaranya membuatmu tidak bisa berhenti bicara tentang semua hal bahkan rahasia-rahasia yang tidak ingin kau beritahukan, benar kan?” Aku menatap Zelo untuk mendapat dukungan.

Zelo mengangguk. “Si kakek tua itu sangat mengesalkan! Sok ingin tahu! Dia meneliti sayap-ku dengan pandangan aneh-nya, seolah-olah ia ingin menjadikan sayapku sebagai koleksi pribadinya. Tapi aku akan mendukungnya kalau dia menjadikanmu kelinci percobannya.” Zelo berkata dengan sinis lagi pada Jae Hyun. Aku melotot pada Zelo. Zelo hanya mengangkat kedua bahunya seolah berkata : Apa salahku?

Jae Hyun tersenyum. “Tenang saja, Mirae~ya. Dia…, berada di pihak kita.”

Zelo tampaknya tidak mengerti dan tidak peduli dengan apa yang sepupuku katakan. Aku memberi kode pada sepupuku lewat tatapan mataku agar tidak membicarakan tentang hal ini di hadapan Zelo.

“Apa lagi kekuatanmu yang lain, Mirae?” tanya Jae Hyun Oppa pelan.

Aku menggeleng. “Tidak ada.”

Jae Hyun tersenyum lagi. “Tidak mungkin. Pasti kau punya kekuatan lain. Ayah Prof.Young Jae merekayasa genetik kita dan bayi-bayi penduduk planet kita yang selamat ratusan tahun lalu, kau ingat?” bisik Jae Hyun Oppa. Matanya berkilat-kilat senang. Aku tertegun. Selama sekian detik aku merasa…… tidak mengenal sepupuku. Dia terlihat berbeda.

“Lee Soo Hyuk, orang yang datang padaku 5 tahun lalu, yang memberitahuku tentang masa lalu kita, yang memberitahuku tentang siapa aku yang sebenarnya….membawaku pergi ke planetnya, Planet Crowns. Aku.., benar-benar menyesal, Mirae~ya. Aku menyesal telah mempercayainya dan tertipu olehnya. Aku menyesal karena keserakahanku akan kekuatan dan kekuasaan membuatku gelap mata, membuatku meninggalkan kau dan keluargaku……”

Entah kenapa aku tiba-tiba teringat apa yang Jae Hyun Oppa katakan padaku 2 hari yang lalu.

‘Kekuatan dan kekuasaan membuatku gelap mata……’

Selama sekian detik tadi, sorot mata sepupuku memancarkan sesuatu yang lain. Seolah-olah ia haus akan kekuatan dan kekuasaan.

Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat, mengusir pikiran konyolku itu. Aku pasti kurang tidur! Demi Tuhan, Kim Mi Rae! Dia adalah sepupumu! Dia Ahn Jae Hyun yang sama seperti yang kau kenal dulu di bumi! Aku berkata pada diriku sendiri dengan tegas.

Tapi dulu dia meninggalkanku…..

Dulu dia terpedaya karena seseorang mengiming-iminginya kekuatan dan kekuasaan…..

Aku menggelengkan kepalaku lagi. Orang bisa berubah. Dan aku yakin sepupuku sudah berubah. Ia sudah berubah menjadi Ahn Jae Hyun yang dulu lagi, sebelum kami tahu siapa kami yang sebenarnya.

“Kau kenapa Mirae? Pusing?” tanya Zelo sambil menatapku dengan cemas. Sahabatku itu memang sangat peka dengan perubahan raut wajahku.

Aku nyengir lebar. “Tidak. Hehehe. Aku hanya ngantuk.” Jawabku, tidak sepenuhnya berbohong.

“Aku akan beli kopi.” Zelo langsung berdiri dan berjalan pergi.

“Thanks, Zelo!” seruku senang.

Jae Hyun Oppa sudah menghabiskan makan siangnya. Kini dia memperhatikanku makan. “Mirae~ya, kau harus melatih kekuatanmu lagi.”

Aku mengangguk dengan cuek dan terus saja makan. Jae Hyun Oppa menyentuh tangan kiriku dan seketika di kelima jariku muncul lingkaran seperti cincin berwarna pink. Aku terperanjat kaget. “Oppa! Aku benci pink!”

Jae Hyun terkekeh. “Aku tahu. Kalau kau ingin melenyapkan warna pink di jari-jari tanganmu ini, berusahalah Kim Mi Rae. Ini salah satu cara melatih anti-kekuatanmu.” Jae Hyun menepuk-nepuk punggungku. Aku mengerang dengan kesal.

Aku menatap kelima jariku. Berkonsentrasi. Lenyaplah warna pink! Lenyaplah!

Aku mengedip-ngedipkan mataku. Lingkaran pink di kelima jari tangan kiriku tidak berubah sedikitpun. “OPPA!”

Jae Hyun hanya tertawa, lalu bangkit berdiri. “Aku mau ke perpustakaan.”

Aku membelalakkan mataku. “Oppa! YAH! OPPA! Jangan pergi! Rubah tanganku dulu!”

Jae Hyun Oppa melambaikan tangannya padaku lalu pergi diikuti oleh fangirls-nya. Aku menghela nafas panjang.

Zelo datang sambil membawa dua gelas kopi. Mataku berbinar-binar senang. “Zelo! Rubah warna tanganku!”

Zelo mengerutkan dahinya sambil menatap tangan kiriku. Dia menggeleng. “Tidak bisa.”

“Kenapa?”

“Karena bukan aku yang membuat warna pink di tanganmu itu.” Zelo menyeringai lalu menghirup kopinya.

“Jangan bohong! Kau kan juga punya kekuatan merubah warna!”

Zelo mengangguk. “Memang.” Jawabnya dengan santai. “Tapi aku hanya bisa merubah warna benda / makhluk hidup ke warna asalnya hanya bila aku yang sebelumnya membuat benda itu berwarna.”

Aku mengerutkan keningku tak mengerti. Zelo menyentil keningku dengan keras. “Kim Mi Rae pabo, karena sepupumu tersayang itu yang membuat lingkaran pink di jari tanganmu ini, maka hanya dia yang bisa merubah warna tanganmu jadi kembali seperti semula. Aku tidak bisa. Kau ubah sendiri saja, kau kan punya anti-kekuatan.” Zelo berkata seolah-olah itu adalah hal yang simple.

Aku mengerang lagi. “Aku tidak bisa. Mungkin aku memang harus melatih kekuatanku.”

Zelo mengangguk setuju. “Kau memang harus segera melatih kekuatanmu yang satu itu dengan bimbingan dari Dokter Daehyun. Tapi sekarang sebaiknya kau minta bantuan dokter Daehyun dulu saja. Memangnya kau mau jari-jari tanganmu berwarna seperti itu terus?! Mau ke klinik-nya sekarang? Aku ingin ikut tiduran di sana. Kita bisa izin tidak ikut pelajaran Prof.Kris yang selanjutnya. Hehehe.” Zelo terkekeh. Aku hanya berdecak melihat tingkah Zelo. Dasar murid nakal! Memanfaatkanku hanya demi bolos kelas!

**************

 

 

Aku berharap bisa satu kamar dengan sepupuku. Tapi sialnya hal itu tidak mungkin terjadi. Sekali seorang siswa ditetapkan masuk ke asrama mana, maka dia tidak akan bisa pindah. Jadi, tidak ada gunanya aku berharap Hongbin pindah kamar bersama Kai, sehingga aku bisa bersama sepupuku.

Tidak ada yang berubah dengan Hongbin. Dia masih jarang bicara dan dingin seperti sebelumnya. Kupikir hubungan kami jadi membaik sejak kami satu team di tournament antar asrama, tapi ternyata tidak. Dan sekarang aku tidak merasa se-nyaman sebelumnya saat kami berada di kamar kami. Sebelumnya aku mengira dia gay, dan kemudian sekarang aku tahu dia bukan gay, Prof.Hakyeon membohongiku, jadi tentu saja hal itu berpengaruh besar. Meskipun aku tahu Hongbin tidak akan melakukan apapun padaku, tetap saja rasanya tidak nyaman berada satu kamar dengan pria “normal”.

Ngomong-ngomong soal Kai, sikapnya jadi berubah. Aku senang dia tidak menggodaku lagi dengan sikap playboy-nya yang mengesalkan, tapi sikapnya sekarang jadi jauh lebih aneh. Setiap kali kami bertemu di kelas “Pengendalian Kekuatan”, di kantin, atau di manapun, Kai selalu menatapku dengan tatapan aneh yang tak kumengerti. Seolah ia selalu berdebat dengan dirinya sendiri apakah ia harus mengatakan kalimat apapun itu yang ada di otaknya padaku, atau tidak.

Sorot matanya juga jadi aneh. Tidak ada lagi sorot angkuh, sok berkuasa, sok hebat, dan sok tampan seperti sebelumnya. Setiap kali tanpa sengaja kami bertatapan, sorot mata Kai terlihat berubah-ubah sedih, takut, marah, bingung. Sering juga pandangannya terlihat kosong, seolah jiwanya entah berada di mana.

Aku mulai melatih kekuatan anti-kekuatan yang kumiliki bersama Prof.Daehyun, dokter sekolah kami, satu-satunya orang di sekolah ini yang memiliki kekuatan anti-kekuatan. Prof.Leo mengizinkanku tidak mengikuti kelasnya agar aku bisa berlatih bersama Prof.Daehyun. Padahal aku sangat menyukai seni! Yah, tapi apa yang bisa kulakukan di kelas itu selain bermain biola? Aku bahkan tidak bisa membuat kekuatanku bernilai seni karena kekuatanku belum muncul sepenuhnya.

Jadi, di sinilah aku sekarang, di klinik / rumah sakit ROVIX School. Klinik sepi. Tapi aku tahu saat jam istirahat nanti klinik ini akan penuh oleh murid perempuan yang ingin bertemu dengan Prof.Daehyun, sampai berpura-pura sakit hanya agar bisa bertemu dengannya. Aku tidak merasa heran, karena ternyata Prof.Daehyun memang sangat ramah, baik, dan tentu saja sangat tampan. Pantas saja anak-anak perempuan sangat betah berada di klinik.

Prof.Daehyun juga menyediakan aneka makanan ringan, membuatku merasa seperti tidak sedang belajar tapi hanya sekedar nongkrong. Aku memakan banyak kue-kue lezat yang disajikan sambil mendengarkan penjelasan Prof.Daehyun.

“Apakah kau mengerti?” Prof.Daehyun tersenyum ramah padaku setelah memberikan penjelasan tentang bagaimana menggunakan kekuatanku.

Aku mengangguk. “Menggunakan kekuatan anti-kekuatan adalah….. menarik. Bukan mendorong.”

Prof.Daehyun mengangguk dengan puas. “Hmmm. Berbeda dengan kekuatan lainnya, untuk memunculkan kekuatan anti-kekuatan, kita perlu menarik dan menetralkan kekuatan apapun, dan bukannya mendorong kekuatan kita agar muncul. Kau mungkin merasa bingung, tapi dengan sering berlatih…..kau akan mengerti.”

Aku mengangguk lagi. Tanpa terasa satu toples kue telah kuhabiskan. Prof.Daehyun tertawa. “Kim Mi Rae, aku tahu kau akan menangkap pelajaranku dengan lebih mudah bila kau sedang makan.”

Aku berhenti mengunyah, lalu menatap Prof.Daehyun dengan takjub. “Bagaimana Anda tahu? Woaaahh, daebak! Harusnya semua guru seperti Anda! Hhhhh, bahkan saat di bumi pun….tak ada satupun guru yang memperbolehkan muridnya makan di dalam kelas. Padahal otakku baru berfungsi bila aku ngemil.”

Prof.Daehyun masih tertawa. “Tentu saja aku tahu. Aku seorang dokter. Aku pengamat yang baik.” Prof.Daehyun mengedipkan sebelah matanya.

“Dokter…, maksudku professor…., bisakah Anda meyakinkan guru-guru di sini agar memperbolehkan murid-muridnya makan saat di kelas?”

Prof.Daehyun menggeleng. “Tidak semua murid bisa berkonsentrasi belajar saat makan, atau saat mendengar suara orang mengunyah, atau saat melihat kelas kotor, atau saat mendengarkan lagu. Setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk belajar. Aku mengizinkanmu makan sambil belajar di sini karena saat ini hanya kau muridku. Tapi bila sekarang aku mengajar 2 orang atau lebih, aku tidak mungkin menerapkan kebiasaan belajar mereka di sini, karena siapa tahu ada murid lain yang merasa terganggu. Aku senang belajar sambil mendengarkan musik, tapi kau tidak kan Mirae?”

Aku menggeleng. Prof.Daehyun tersenyum dan kembali bicara. “Karena itulah suasana kelas dibuat normal. Itulah sebabnya gurumu tidak mengizinkanmu makan di kelas, karena siapa tahu ada murid lain yang akan merasa terganggu karenanya.”

“Aaah, aku mengerti. Ngomong-ngomong, kuenya sangat enak, Professor! Hehehe.”

Tiba-tiba saja kami mendengar bunyi lonceng kecil, tanda ada orang yang membuka pintu klinik. “Sebentar ya Mirae, mungkin ada murid yang sakit atau terluka.” Prof.Daehyun keluar dari dalam ruangannya dan berjalan menuju tempat pengobatan. Aku kembali makan kue yang tersisa.

Terdengar suara orang-orang berbicara, tapi tidak cukup jelas apa yang mereka katakan. Bulu kudukku merinding saat mendengar jeritan memilukan. Apa ada murid yang tulangnya patah?

Karena penasaran, aku pun mengintip dari balik pintu ruangan Prof.Daehyun. beberapa orang murid berdiri mengelilingi sebuah ranjang. Jeritan kesakitan itu kembali terdengar.

Tanpa sadar, aku berjalan mendekati kerumunan itu. Semuanya pria, dan aku tidak mengenali wajah-wajah mereka. Sepertinya mereka senior. Entah kelas 2 atau kelas 3. Tapi ketika aku melihat siapa yang terbaring di ranjang, mataku membelalak lebar. Kai!

Kondisi Kai benar-benar mengerikan. Seragamnya robek di sana sini, wajah dan seluruh tubunya dipenuhi darah, luka bakar, dan terdapat luka seperti luka cakaran di sekujur tubuhnya, salah satu tulang kakinya patah dan tulangnya mencuat merobek dan menembus kulitnya. Lalu dadanya…… terdapat potongan kaca yang menancap di dadanya. Darah segar membanjiri tubuhnya yang terlihat lemah. Nafasnya pendek-pendek, seolah ada yang mencekik lehernya.

Rasanya aku ingin muntah. Bukan karena jijik, tapi aku tidak kuat melihat darah. Aku memejamkan mataku. Teriakan memilukan Kai terdengar lagi ketika dokter Daehyun mengobatinya. Rasanya pasti sangat menyakitkan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Terdengar derap langkah kaki mendekat. Prof Suho tiba dengan nafas terengah-engah. Keringat membanjiri wajahnya. “Bagaimana keadaannya?” tanya Prof.Suho dengan raut wajah cemas. Belum pernah sebelumnya aku melihat Prof.Suho yang biasanya terlihat tenang dan penuh senyum itu kini terlihat sangat kacau. Sorot matanya penuh rasa takut dan khawatir.

Beberapa saat kemudian, Prof.Yong Guk tiba. Wajahnya tetap keras dan tegas, tapi sorot matanya terlihat berbeda dari biasanya. Mereka berdua menatap Prof.Daehyun yang masih berkonsentrasi mengobati Kai. Mata Kai menutup, nafasnya mulai teratur. Tulang kakinya sudah kembali normal, meskipun noda darah masih tersisa di seluruh tubuh dan pakaiannya.

“Dia baik-baik saja….” Prof Daehyun akhirnya berbicara. “Apa yang terjadi?”

Prof.Yong Guk menatap kelima orang murid yang berkerumun di sekeliling ranjang Kai. “Kalian kembalilah ke kelas. Teman-teman kalian yang lain juga sama cemasnya dengan kalian. Kai sudah melewati tahap kritis.”

Kelima murid pria itu pun pergi dari klinik. Aku masih berdiri agak jauh dari mereka. Apa yang terjadi pada Kai?

Prof Suho terhuyung lemas, tapi sebelum ia terjatuh, Prof.Yong Guk menahan tubuhnya. Ia membantu Prof.Suho duduk.

“Daehyun, tidak ada luka-luka dalam yang serius kan? Jong In akan baik-baik saja kan?” tanya Prof.Suho. Sepertinya Prof.Suho benar-benar khawatir pada Kai. Apakah karena ia kepala asrama Barat, asrama Kai? Atau mungkin saja mereka memang dekat?

Prof.Daehyun mengangguk. “Hmmm. Dia beruntung karena pecahan kaca itu tidak mengenai jantungnya. Sedetik saja mereka terlambat membawa Kai kemari, racun cakar naga itu akan menyebar ke organ vitalnya. Apa yang terjadi? Bagaimana dia bisa mendapat luka-luka itu? Kau mengizinkan muridmu bertarung dengan naga?” Prof.Daehyun menatap Prof.Yong Guk dengan tatapan mencela.

Prof.Yong Guk menghela nafas berat. “Semua ini salahku. Aku tidak hati-hati. Seharusnya aku memeriksa tempat itu terlebih dahulu sebelum membawa murid-muridku ke sana.”

“Ke mana, Yong Guk?” tanya Prof.Daehyun, nadanya terdengar tak sabar dan jelas pandangan matanya masih mencela Prof.Yong Guk, seolah apa yang Prof.Yong Guk lakukan sangatlah tak terpuji.

“Lembah R.O.D. Aku membawa mereka ke sana untuk melatih kekuatan berlari dan memanjat mereka. Kai kuat dan pintar, kita semua tahu itu, dia menyelesaikan tugas yang kuberikan dengan cepat, maka aku mengizinkannya istirahat untuk berkeliling lembah sambil menunggu teman-temannya selesai. Aku tidak tahu apa tepatnya yang terjadi, tapi saat aku mendengar jeritan dan raungan, aku tahu sesuatu yang buruk telah terjadi. Kami mendekati sumber suara, agak jauh dari tempat kami latihan, dan Kai sudah dalam kondisi seperti ini. Aku melihat jejak kaki naga, dan saat aku melihat ke langit…….aku berani bersumpah aku melihat naga itu terbang menjauhi kami.”

“Naga!” Prof.Daehyun mendengus. “Demi Tuhan, Bang Yong Guk! Bagaimana mungkin ada naga di lembah R.O.D?!”

Prof. Suho mendesah. “Aku tahu ini tidak masuk akal. Lembah R.O.D sejak dulu terkenal sebagai tempat rekreasi dan olahraga. Lembah itu aman, aku yakin. Aku tidak menyalahkanmu, Yong Guk. Yang tidak aku mengerti adalah…., bagaimana bisa seekor naga tiba-tiba muncul di sana? Naga tidak akan mungkin bermigrasi tanpa suatu alasan. Dia pasti datang ke sana karena mengincar sesuatu yang ada di sana, atau ada seseorang yang sengaja membawanya ke sana.”

Prof. Yong Guk mengerutkan keningnya dalam-dalam. “Tidak akan ada yang menarik perhatian naga di lembah itu. Naga memang berbahaya, tapi mereka juga takut pada kita, sebisa mungkin mereka akan menghindari manusia. Lembah R.O.D bisa dibilang….membosankan untuk naga. Bunga-bunga, tebing, rerumputan, lapangan yang luas, sinar matahari yang terang, jelas bukan tempat hidup naga. Aku yakin naga itu tidak mengincar sesuatu. Tapi siapa yang membawanya ke sana?”

Tatapan mata Prof.Daehyun mengeras. “Kaca di dada Kai…, yang hampir menembus jantungnya…., kaca itu bukan berasal dari Mato.”

Prof.Suho dan Prof.Yong Guk terkejut dan menatap Prof.Daehyun dalam-dalam. Prof.Daehyun meraih potongan kaca dari meja dan memperlihatkannya pada kedua professor itu.

“Kaca ini potongan cermin kecil. Dan sebagai seorang dokter yang pernah menjelajah semua planet di galaksi kembar ini, aku tahu pasti kaca ini berasal dari mana. Strukturnya…, ketebalannya.., bahkan serpihan mutiara ini….” Prof.Daehyun mengusap ujung kaca penuh darah itu. Sesuatu yang berkilauan kini menempel di jarinya. “Kaca ini milik penduduk planet Crowns.”

Prof.Suho dan Prof.Yong Guk bertatapan penuh arti. Untuk pertama kalinya, wajah tegas dan keras Prof.Yong Guk diliputi kekhawatiran yang mendalam, seolah-olah ia tahu sesuatu yang buruk akan terjadi.

************

 

Prof.Daehyun tidak mengizinkan siapapun (selain para guru) untuk menjenguk Kai. Sepertinya dia tidak ingin para murid khawatir dan berpikir bahwa mereka berada dalam bahaya. Mengingat kecepatan mulut murid-murid Rovix dalam menyebarkan gossip, aku berani bertaruh pasti sekarang ini seantero sekolah sudah tahu apa yang terjadi pada Kai. Tentu saja mereka pasti tahu Kai diserang oleh naga. Tapi mereka tidak tahu tentang penduduk Planet Crowns yang kemungkinan adalah penyebab mengapa naga itu bisa berada di lembah R.O.D.

Aku duduk di samping ranjang Kai. Mata Kai masih menutup. Prof.Daehyun bilang….itu adalah efek obat yang dia berikan. Kai akan terus tertidur selama kira-kira 5 atau 7 jam ke depan.

Aku sudah berjanji tidak akan memberitahu siapapun tentang pembicaraan Prof.Daehyun dengan Prof.Yong Guk dan Prof.Suho. Aku juga masih tetap berada di klinik ini karena secara teknis sekarang masih jam pelajaranku dengan Prof.Daehyun. Tapi baik Prof.Daehyun maupun aku tampaknya sudah sepakat untuk menunda pelajaran kami tanpa perlu mengatakannya.

Berkali-kali Prof.Daehyun mengecek kondisi Kai. Dia tidak hanya mengobati dengan kekuatannya, tapi juga dengan obatan-obatan lain, obat cair yang terlihat seperti cairan infuse yang ada di bumi.

Aku menatap Kai dengan sedih. Meskipun dia menyebalkan, rasanya aku juga tidak tega melihatnya dalam kondisi seperti ini. Syukurlah nyawanya masih bisa diselamatkan. Aku menatap Prof.Daehyun dengan kagum. Dia begitu tenang, cekatan, dan professional saat mengobati Kai.

“Professor, Anda….pernah mengunjungi semua planet yang ada di galaksi kembar ini?” tanyaku.

Prof.Daehyun yang duduk di sebrangku mengangguk. “Hmmm. Semenjak masih kuliah, aku aktif di organisasi kemanusiaan. Setelah lulus pun aku menjelajah berbagai planet untuk mempelajari berbagai teknik pengobatan lain, sebelum akhirnya aku menetap di sekolah ini. Dan…, Mirae, aku tidak mengunjungi semua planet. Planet Army sudah mati sejak ratusan tahun lalu.”

Aku mengangguk. Lalu kembali bertanya, “Apakah…tidak ada manusia planet Crowns di sini?”

Prof.Daehyun menggeleng. “Tidak. Sejak 100 tahun lalu mereka memutuskan untuk hidup terpisah dari kami semua. Tidak ada lagi penduduk Crowns yang tinggal di planet lain, tidak ada anak-anak Crowns yang bersekolah di planet lain. Tidak ada yang peduli sebenarnya, malah mungkin semua orang merasa lega. Tapi sebagai gantinya, mereka juga tidak mengizinkan penduduk planet lain untuk datang ke planet mereka. Aku pergi ke planet Crowns sebelum mereka menetapkan larangan dan peraturan itu, saat masih zaman perang.”

Prof.Daehyun berhenti bicara sejenak untuk menarik nafas panjang, lalu kembali bicara. “Aku tahu kehidupan para penduduk galaksi kembar kini menjadi aman, tidak ada lagi peperangan. Tapi aku selalu merasa aneh dengan semuanya. Penguasa Crowns terlalu…. Baik. Maksudku…., mereka sepertinya menyembunyikan sesuatu dibalik sikap baik-nya mereka.”

Aku tertegun. Mereka mencari dan menyembunyikan penduduk planet Anemone yang tersisa dari seluruh jagad raya ini, bukan hanya dari galaksi kembar, tapi dari seluruh galaksi, dari milyaran planet yang ada di alam semesta ini. Mereka menyiapkan peperangan…….

Prof.Daehyun menatapku lekat-lekat. “Mirae~ya…, aku tahu aku tidak berhak mengatakan hal ini, tapi….kuharap kau akan selalu berada bersama kami. Bersama Prof.Yong Jae.”

Aku balas menatap Prof.Daehyun. Sepertinya dia tahu siapa aku….

Lonceng pintu klinik berdenting, Yong Jae berjalan masuk. Dia melambaikan tangannya dengan riang padaku sambil tersenyum lebar. Sikapnya masih sama konyol dan aneh seperti biasanya, bahkan dalam situasi seperti ini.

“Cokelat untukmu.” Young Jae membuka bungkus dark chocolate yang dipegangnya lalu mendekatkannya ke wajahku. Aku melirik Prof.Daehyun sekilas. Prof.Daehyun mengangguk, memberiku izin untuk makan di sini, di samping pasien.

Prof.Daehyun membungkukkan badan dengan sopan pada Young Jae, lalu pergi meninggalkan kami untuk meracik obat di laboratorium. Aku mulai memakan cokelat yang diberikan Young Jae. Rasanya aku menjadi sedikit rileks. Cokelat memang bisa membuatku rileks.

Young Jae duduk di sebrangku, menatap Kai dengan tatapan yang tak bisa kuartikan. Senyuman konyol yang biasa menghiasi bibirnya kini telah lenyap. Young Jae mengulurkan sebelah lengannya dan mengelus-elus kepala Kai dengan lembut. Aku tertegun melihat sorot matanya yang kini terlihat teduh dan menenangkan. Seperti seorang kakak…., seperti seorang ayah….

“Aku tidak akan membiarkan ada muridku yang lain, yang akan mengalami kejadian seperti ini, atau yang lebih buruk dari ini.” gumam Young Jae, tapi nada suaranya terdengar tegas.

“Aku tahu kau akan baik-baik saja, Kai. Kau salah satu muridku yang paling kuat.” Young Jae masih membelai kepala Kai dengan lembut.

Aku tidak pernah mengira ternyata Young Jae juga memiliki “sisi” seperti ini dalam dirinya. Young Jae kini menatapku sambil tersenyum lebar. “Kau melewatkan makan siang, Kim Mi Rae. Jangan sampai kau jadi sakit juga.” Young Jae mengedipkan sebelah matanya padaku, tapi kemudian sorot matanya berubah menjadi penuh tekad, seolah ia akan menghadapi sebuah pertempuran dan ia rela mati dalam pertempuran itu demi keselamatan semua orang.

Ia bangkit berdiri. “Aku pergi dulu. Banyak yang harus kuselidiki dan kuselesaikan. Oh ya Mirae~ besok pagi jangan lupa, kau langsung ke ruangan Prof.Hakyeon untuk mengikuti kelas special, tidak perlu izin Baekhyun dan yang lain, mereka sudah tahu.”

Aku menatap punggung Young Jae yang menjauh. Untuk pertama kalinya, aku mengakui Young Jae sebagai kepala sekolah ROVIX.

========== End of Mirae PoV ==============

 

 

========= Author PoV =============

Dalam dua hari ini istana Crowns diliputi ketegangan. Bagaimana tidak, raja mereka, Lee Soo Hyuk, selalu berteriak dan memaki siapapun tanpa henti. Berjalan mondar-mandir, berteriak, memerintah, mengumpat, membuat semua pengawal, petugas istana dan dayang-dayang istana ketakutan.

“BERANI-BERANINYA KAU KEMBALI TANPA MENGHASILKAN APAPUN?! TIDAK ADAKAH ANAK BUAHKU YANG BECUS?! APAKAH HARUS AKU LAGI YANG BERTINDAK LANGSUNG KE LAPANGAN?”

Teriakan menggelegar Lee Soo Hyuk terdengar menggema sampai ke seluruh penjuru istana. Semua orang memilih untuk terdiam dan menundukkan kepala, tidak berani menatap mata sang raja yang tengah murka.

Lagi-lagi prajurit kepercayaannya mengecewakannya. Dan yang lebih memalukan adalah, prajurit yang kini sedang dimaki olehnya bukan hanya prajurit biasa melainkan pimpinan prajurit Crowns, panglima perang Crowns, orang yang seharusnya merupakan orang terkuat dan tercerdas diantara prajurit-prajurit lainnya.

“Katakan padaku Kim Young Kwang, apakah sesulit itu untuk menemukan satu orang kaum esther yang kabur?” Pandangan mata tajam dan dingin Lee Soo Hyuk membuat siapapun yang melihatnya merasa lemah, tapi tidak halnya dengan Kim Young Kwang.

Panglima itu menjawab dengan tenang. “Maafkan hamba, Yang Mulia. Tapi dengan tak adanya satupun jejak Ahn Jae Hyun, kami tidak bisa melacak kemana dia melarikan diri.”

“AKU TIDAK MAU TAHU! CARI! CARI KE SELURUH JAGAD RAYA INI! JANGAN BERANI-BERANI KEMBALI KEMARI SEBELUM KAU MENEMUKANNYA!”

Kim Young Kwang membungkukkan badannya dengan sopan. “Baik, Yang Mulia.” Dia dan anak buahnya pun pergi.

Lee Soo Hyuk menghempaskan tubuhnya ke singgasananya yang megah. Dia memejamkan matanya sambil mengerutkan kening dalam-dalam.

“Yang Mulia, kalau aku jadi kau, aku tidak akan membiarkan prajurit terbaikku meninggalkan istana ini meskipun hanya sebentar. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi.” Seorang pria tinggi dan berambut gondrong berkata dengan tenang. Wajahnya sekilas mirip Lee Soo Hyuk, hanya saja terlihat lebih lembut, lebih muda, dan lebih tampan. Kecantikan mendiang ibunya sepertinya diwariskan padanya.

Lee Soo Hyuk membuka matanya dan menatap adik satu ayahnya itu dengan tajam. “Aku tahu apa yang kulakukan, Pangeran Lee Hyun Jae. Terima kasih atas nasehatmu.” Jawab Soo Hyuk dengan sinis.

Lee Hyun Jae tidak menanggapi kata-kata sinis kakaknya, sebaliknya, dia terus berbicara dengan berani dan masih dengan nadanya yang tenang. “Aku tidak mengerti mengapa kau mau repot-repot melakukan banyak hal hanya demi Ahn Jae Hyun. Lima tahun lalu kau bahkan pergi mencarinya secara langsung. Aku tahu dia berbakat dan jauh lebih hebat dibanding kaum Esther yang lain, tapi apa gunanya semua itu bila dia tidak pernah dan tidak mau berpihak padamu? Kau sudah tahu dengan pasti bagaimana kekuatan yang mengikat kita dengan kaum esther.”

“AKU BERUSAHA MENDAPATKAN KEPERCAYAANNYA! AKU MEMPERCAYAINYA! DAN DIA MENGKHIANATIKU! DIA KABUR DARIKU!” Lee Soo Hyuk kembali berteriak. Hong Jong Hyun yang merupakan tangan kanan Lee Soo Hyuk, memberikan Lee Soo Hyuk segelas air. Lee Soo Hyuk meraih dan meminumnya dalam sekali teguk. Dia mencoba mengatur nafasnya. Menenangkan diri.

Lee Hyun Jae masih tetap bersikap tenang dan menatap kakaknya dengan penuh perhatian, seolah ia sedang mengamati “pasien” yang harus ia observasi. Di singgasana yang lain, agak jauh dari Lee Soo Hyuk, Lee Jong Suk duduk sambil melukis, tampak tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi. Pangeran termuda planet Crowns itu memang terkenal dengan sikapnya yang cuek. Bisa hadir dalam istana dan duduk satu ruangan dengan kedua kakaknya seperti ini saja sudah merupakan suatu keajaiban. Biasanya dia lebih senang berkeliaran, bermain, bersenang-senang, tidak pernah sekalipun memikirkan istana. Atau begitulah setidaknya yang orang-orang pikirkan tentangnya.

“Lebih baik kau memanfaatkan kaum esther yang kini telah berada bersama kita, Yang Mulia.” Nada suara Lee Hyun Jae yang tenang dan menghanyutkan itu justru membuat amarah Lee Soo Hyuk tersulut kembali. Mereka saling tatap dengan tajam. Lee Hyun Jae tersenyum. Dia tahu dirinya benar.

Lee Soo Hyuk mengangguk dengan tak sabar. “Aku tahu. Aku tahu, adikku. Tapi tetap saja…, Ahn Jae Hyun sangat penting. Bagaimanapun caranya, aku harus menemukannya!”

“Termasuk dengan mencarinya secara langsung dengan kedua kakimu sendiri?” Lee Hyun Jae mengangkat sebelah alis matanya, tetap tersenyum, tapi kali ini senyumnya terkesan berbahaya.

Lee Soo Hyuk mengangguk. “Ya. Bahkan bila aku terpaksa harus mencarinya sendiri!”

“Hahahaha….hahahaha…hahaha…” Tawa Lee Hyun Jae meledak. Wajahnya yang tampan jadi terlihat semakin tampan, berbeda dengan kakaknya yang terlihat bengis.

Diam-diam Lee Jong Suk tersenyum. Sekilas dia menatap kedua kakaknya itu. Lee Soo Hyuk hyung memang kuat, tapi aku lebih kuat. Lee Hyun Jae hyung memang cerdas, tapi aku jauh lebih cerdas. Lee Jong Suk berkata pada dirinya sendiri di dalam hati.

Kim Woo Bin, tangan kanan Lee Jong Suk, yang kini berdiri di sampingnya, ikut tersenyum lebar dan licik sambil menatap Raja dan pangeran kedua. Sejak dulu ia tak pernah suka dengan kedua kakak Jong Suk itu. Mata Woo Bin kembali fokus kepada Jong Suk dan menangkap apa yang sedang Jong Suk lukis di buku sketsanya. Keningnya berkerut.

Naga? Kenapa Jong Suk menggambar naga? Kim Woo Bin masih mengamati lukisan Jong Suk sampai kemudian Jong Suk menoleh dan tersenyum lebar padanya. “Mau jalan-jalan, Woobin?”

Woo Bin mengangguk. Sepertinya dia bisa menebak apa yang ada dalam pikiran sang pangeran muda.

***********

 

Malam harinya, Jong Suk sudah memakai “pakaian biasa”, melepaskan pakaian pangerannya. Dia dan Woobin sudah siap untuk “berpetualang”.

Saat berjalan di koridor utama istana, tanpa mereka duga, mereka berpapasan dengan Yoo Min Kyu, tangan kanan Lee Hyun Jae. Woobin memasang poker face-nya yang biasa. Sorot mata Woobin yang tajam dan mengintimidasi tak pernah lepas dari Yoo Min Kyu.

Sudah bukan rahasia umum lagi bila Kim Woo Bin membenci hampir semua orang yang ada di istana ini. Hanya Lee Jong Suk yang bisa ia percaya sejak kecil. Hanya Lee Jong Suk yang sejak dulu mempertahankannya di istana. Membantunya dan membelanya saat semua orang membencinya karena ia hanyalah seorang budak rendah. Seorang budak rendahan yang kini bisa menjadi tangan kanan sang pangeran termuda, tentu saja hal ini membuat semua orang membencinya, mempertanyakan kredibilitasnya. Tapi sejauh apapun Woobin telah membuktikan dirinya, semua orang hanya terus mencap-nya sebagai “budak rendahan”, yang seharusnya bekerja selayaknya kasta paling rendah Crowns dan bukannya menjadi tangan kanan, orang kepercayaan sang pangeran termuda.

Karena itulah Woobin rela melakukan apapun demi JongSuk. Termasuk mati demi dirinya.

“Pangeran…” Yoo Min Kyu membungkukkan badannya dengan sopan pada Lee Jong Suk, lalu menatap Kim Woo Bin dengan sinis.

“Aaah, Min Kyu! Kalau kakakku bertanya…, bilang saja aku jalan-jalan seperti biasa. Istana bukanlah gayaku.” Jong Suk berkata dengan cuek.

Yoo Min Kyu mengangguk. “Baik, Pangeran.”

“Sampai nanti, Min Kyu~ya.” Jong Suk berkata dengan riang sambil menepuk-nepuk pundak Min Kyu, lalu pergi diikuti oleh Woobin.

Setelah berada jauh dari Yoo Min Kyu, Jong Suk berkata pada Woo Bin, “Tidak usah menatapnya seperti itu lagi, Woobin~ah. Dia termasuk ke dalam daftar orang-orang yang akan pertama kali kuhancurkan.”

Woobin tersenyum. “Apa rencanamu kali ini, Pangeran?”

Jong Suk tersenyum lebar sambil menatap Woobin dengan tatapan menantang. “Kau yakin? Kau yakin bahwa kau tidak tahu?”

“Hahahaha…” Woobin terbahak-bahak. “Aku hanya pura-pura, Pangeran. Tenang saja, menaklukan naga hanyalah satu dari keahlianku.” Woobin memicingkan matanya. “Tapi kenapa, Pangeran? Bukankah naga terlalu mencolok?”

Jong Suk mengangguk. Lalu ia menyeringai. “Aku terlalu menyepelekan Yoo Young Jae. Kupikir dia hanyalah serangga yang mengganggu. Siapa yang mengira, ternyata dia adalah ular berbisa yang menghalangi langkahku. Jujur saja awalnya aku tidak peduli dengan Ahn Jae Hyun, atau siapapun itu yang berusaha disembunyikan Young Jae. Kau tahu kan sejak dulu tujuanku hanya satu.”

Woobin mengangguk. Dia menatap sang pangeran lekat-lekat. Tentu saja dia tahu. Tentu saja Woobin mengerti apa yang Jong Suk rasakan. Terlahir sebagai anak dari istri ketiga mendiang raja sebelumnya. Terlahir sebagai “bukan siapa-siapa” bila dibandingkan dengan kedua kakaknya yang hebat, yang selalu diagung-agungkan oleh semua orang.

Woobin memahami apa yang Jong Suk inginkan. Pembuktian diri.

Jong Suk ingin membuktikan dirinya pada semua orang bahwa kelahirannya ke dunia ini bukanlah suatu kesalahan. Bahwa bila ayahnya jauh lebih mencintai ibunya dibanding istri-istrinya yang lain bukanlah suatu kesalahan.

Jong Suk hanya ingin membuktikan bahwa kedua kakaknya tidaklah sempurna seperti yang semua rakyat Crowns kira. Ia ingin melihat kakaknya hancur. Ia bahkan ingin melihat Crowns hancur.

Jong Suk pernah berkata pada Woobin bahwa ia akan pindah ke planet lain, galaksi lain. Ia sudah muak dengan orang-orang Crowns yang haus kekuasaan. Orang-orang idiot yang buta karena harta kekayaan!

Tapi sekarang ia punya rencana lain. Banyak hal yang membuatnya merubah rencananya yang semula.

Jong Suk bersiul dengan riang. “Aku tidak pernah menyangka semuanya akan menyenangkan dan menegangkan seperti sekarang ini, Woobin~ah. Aku tidak peduli bila aku harus menjilat air liurku sendiri di tanah. Tapi sekarang…..aku akan memastikan, bahwa akulah yang akan menjadi raja. Kemudian….aku sendirilah yang akan menghancurkan semuanya. Ada nama lain yang ingin kau usulkan untuk masuk ke dalam daftar pertama orang-orang yang harus kumusnahkan, Woobin?”

Woobin menyeringai. “Kim Young Kwang. Dan…, perdana menteri Sung Joon.”

Jong Suk terbahak-bahak. “Kau memang jenius, Kim Woo Bin!” Jong Suk menepuk-nepuk punggung Woobin brotherly. Dia menggosok-gosok hidungnya yang tak gatal. “Kita lihat apakah Kim Young Kwang masih berguna atau tidak. Sedangkan perdana menteri Sung Joon….Yang Mulia Lee Soo Hyuk bahkan tidak menyadari berapa banyak emas dan berliannya yang dicuri oleh perdana menteri secara diam-diam, tepat dibawah hidungnya sendiri. Kakakku sangat jenius.” Jong Suk mengakhiri kata-katanya dengan sarkasme.

*******************

 

Keesokan harinya, Jong Suk duduk di atas tebing sambil menatap rembulan yang bersinar, bulat sempurna. Lidahnya sibuk menjilati ice cream.

“Yoo Young Jae memang ular berbisa. Dia bahkan tahu bagaimana menyenangkan semua orang dengan ice cream.”

“Pangeran…! Pangeran.” Woobin tiba dengan nafas terengah-engah.

Jong Suk menoleh dan menepuk-nepuk rumput, menyuruh Woobin duduk di sampingnya. “Cobalah. Ice cream ini sangat enak. Makanan bumi yang dibawa oleh Yoo Young Jae, yang dipopulerkan oleh Yoo Young Jae di planet ini. Kurasa malam ini aku harus menangguhkan pertemuanku dengannya. Bukankah tidak seru bila aku langsung menghabisinya, Woobin~ah?”

Jong Suk bernyanyi pelan dengan suaranya yang merdu. Ia mulai menjilati ice cream ke-20 nya. Woobin hanya menatap sang pangeran dengan wajah tegang. Ice cream yang ia pegang mencair dan menetes ke tangan dan pahanya.

“Pangeran…..”

Sebelum Woo Bin selesai bicara, Jong Suk memotong kata-katanya. “Kerja yang bagus, Woobin.” Ia mengedipkan sebelah matanya pada Woobin. Tapi wajah Woobin masih terlihat tegang. Jong Suk tertawa. “Aku tidak peduli bila naga itu mati. Atau bila anak itu mati, atau bila anak itu hidup. Aku hanya ingin memberi peringatan pada Yoo Young Jae.”

“Tapi Pangeran, cermin milikmu tertinggal di sana. Akan ada orang-orang tertentu yang mengenali cermin itu sebagai cermin Crowns. Bahkan mungkin akan ada yang mengenalinya sebagai….cermin milikmu.”

Senyuman lebar masih menghiasi wajah Jong Suk. “Aku sengaja meninggalkannya di sana. Aku ingin orang itu tahu.”

Woobin memejamkan matanya, lalu dalam sekali gigitan ia melahap habis ice cream yang meleleh di tangannya, lalu menjilati lelehannya di sela-sela jemarinya. “Aku mulai tidak mengerti apa yang kau rencanakan Pangeran.”

Jong Suk bersenandung riang. Sudah hampir 30 ice cream yang ia habiskan. “Lihat saja nanti, Woobin~ah. Aku tidak pernah mau bermain bila permainan itu tidak menyenangkan.”

Woobin mendesah, sudah tak peduli lagi dengan rencana sang little evil prince. Apapun itu, Woobin bersumpah akan selalu ada untuknya dan membantunya. Bahkan bila sekarang sang pangeran menyuruhnya terjun melompat ke jurang di bawah sana, Woobin akan melakukannya.

*****************

 

Minggu pagi yang cerah, Lee Jong Suk berjalan-jalan di pusat keramaian ibu kota Mato. Hampir semua orang yang melihatnya pasti tersenyum padanya. Ia mempererat pegangan tangannya di lengan Woobin. Seperti biasa wajah sang abdi pangeran itu tak menampakkan ekspresi apapun.

“Psssst! Zelo! Lihat itu! Omo~ pasangan yang sangat serasi! Cantik sekaliiiiii dan tampan sekaliiiiiii. Seperti pasangan di negeri dongeng!” Kim Mi Rae yang sedang membeli buah-buahan segar terus menatap pasangan kekasih yang terlihat seperti baru saja keluar dari komik dan majalah.

“Aku ingin punya pacar seperti pria itu! Tinggi, tampan, kekar, berkharisma, pandangan matanya yang tajam… KYAAAAAAA! Membuatku meleleh!” Mirae berjingkrak-jingkrak dengan heboh.

Zelo memutar kedua bola matanya dengan raut wajah tak peduli. “Ayo cepat! Ah! Kalau tahu kau belanjanya selama ini, aku tidak mau menemanimu!”

Mirae terkekeh. “Aku akan mentraktirmu makan, giant! Kau tenang saja.”

Zelo ikut terkekeh. “Sudah-sudah, ayo kita makan! Kau berencana beli berapa banyak buah-buahan untuk Kai sih?”

Mirae mengangguk tak sabar. “Dia kan sedang sakit! Kau harus merasa simpati padanya, Zelo! Oh, mana Jae Hyun Oppa?” Mirae menatap sekelilingnya tapi tak juga menemukan sepupunya.

“Tadi dia berdiri di sini!” Zelo ikut-ikutan bingung. “Mungkin dia diculik para fangirls-nya. Sudahlah! Kau telepon saja dia nanti. Ayo makan!” Zelo pun menarik tangan Kim Mi Rae.

Lee Jong Suk tersenyum lebar mendengar percakapan Mirae dan Zelo. Dengan pendengarannya yang super tajam, meskipun dia dan Woobin kini sudah berada jauh dari kedua anak itu, dia masih bisa mendengar apa yang mereka katakan.

“Menarik. Kim Mi Rae…, dan Zelo.” Gumam Jong Suk.

Jong Suk mengendus-endus sekitarnya. “Here we come…., Ahn Jae Hyun…..”

JongSuk dan Woobin berjalan mendekati seorang pria tinggi berwajah blasteran yang kini tengah memilih gelang-gelang cantik untuk ia hadiahkan pada sepupunya. Jongsuk menepuk pundak pria itu. “Ahn Jae Hyun ssi….” Sapa Jong Suk dengan lembut sambil tersenyum.

Jae Hyun membalikkan badannya dan selama sesaat merasa terkagum-kagum dengan paras gadis cantik mempesona yang kini tersenyum padanya. Tapi Jae Hyun mengerutkan keningnya saat melihat seorang pria bertubuh kekar yang kini memunggunginya. Sosok pria itu terasa tidak asing. Pikir Jae Hyun.

Jae Hyun tersentak kaget saat ia melihat gadis cantik tadi berubah menjadi seorang pria. Menjadi….. seseorang yang paling tidak ingin ditemuinya. Pria itu kemudian berubah kembali menjadi gadis cantik dan tersenyum lebar. “Tentunya kau tidak lupa bahwa aku memiliki kekuatan merubah wujuduku bukan, Ahn Jae Hyun ssi?”

“Pangeran….Lee Jong Suk….” Bibir Jae Hyun bergetar. Keringat dingin mulai membanjiri keningnya. Ia menatap sekelilingnya dengan was-was.

Jong Suk yang berada dalam sosok wanita tertawa renyah. “Tenang saja Jae Hyun ssi, aku hanya datang bersama orang kepercayaannku.”

Tepat pada saat itulah, sosok pria yang terasa tidak asing bagi Jae Hyun membalikkan badannya dan menatap Jae Hyun sambil menyeringai seperti seorang psikopat. Jae Hyun menelan air liurnya dengan susah payah.

Jong Suk memiringkan wajahnya sedikit, tersenyum menggoda. “Sekarang…, ikutlah denganku, Jae Hyun ssi. Aku tahu kau adalah orang yang bijak.” Jong Suk membalikkan badannya lalu berjalan pergi. Tapi Kim Woo Bin masih menatap Jae Hyun dengan pandangan mata mengerikan. Jae Hyun tahu, Kim Woo Bin bukanlah orang yang akan berpikir dua kali untuk membunuh di tengah keramaian. Dia menyukai tantangan, dia tak peduli dengan risiko. Dia gila!

Jae Hyun pun akhirnya berjalan mengikuti Jong Suk. Woobin berjalan dibelakang Jae Hyun.

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka berhenti di sebuah jalan buntu. Jae Hyun menatap sekelilingnya dengan merinding. Tempat yang sangat tepat untuk menyembunyikan jasadnya nanti. Pikir Jae Hyun.

Jae Hyun memejamkan matanya. Menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Biarlah. Yang penting Mirae selamat.

“Kim Mi Rae….” Jong Suk yang sudah berubah wujud ke sosok aslinya mulai bicara.

Jae Hyun membuka matanya dan mengepalkan tangannya kuat-kuat. “Jangan ganggu Mirae.” Ujarnya dengan tegas.

Jong Suk terbahak-bahak. “Tenang saja, aku tidak akan mengganggunya selama kau menjadi anak baik, Jae Hyun ssi.”

“Apa yang kau inginkan, Pangeran?” Jae Hyun menekankan kata Pangeran dengan sinis.

Jong Suk tersenyum. Merasa bangga dengan keberanian pria di hadapannya itu. Selangkah demi selangkah ia mendekati Jae Hyun, dan kini wajah mereka berdekatan. Jong Suk menekankan jari telunjuknya ke dada Jae Hyun. “Aku tahu apa yang ada di dalam sini, Ahn Jae Hyun. Aku juga tahu apa yang ada di sini.” Jong Suk menunjuk kepala Jae Hyun.

“Aku bisa mewujudkan semuanya. Kau sudah tahu bagaimana sifatku, Jae Hyun ssi. Kau tidak perlu melarikan diri dariku seperti kau melarikan diri dari kakakku. Karena aku akan memberikanmu kebebasan….” Jong Suk mendekatkan bibirnya ke telinga Jae Hyun lalu berbisik, “dan kekuasaan…..”

Jae Hyun hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun. Jong Suk tersenyum. Ia tahu, dirinya telah menang. Bila Lee Hyun Jae, kakak keduanya, mampu membaca tingkah laku orang lain dengan baik, maka Lee Jong Suk mampu membaca apa yang hati tergelap seseorang inginkan.

“Kau tahu itulah yang selalu kau inginkan, Ahn Jae Hyun…..”

Jae Hyun menggertakan giginya. “Apa yang kau inginkan?”

Jong Suk mengangkat sebelah alis matanya, lalu bertepuk tangan dengan riang seperti seorang anak kecil. “Aku ingin bermain. Dan aku ingin permainan itu menyenangkan. Aku benci sesuatu yang membosankan, kau tahu itu Jae Hyun ssi. Kalau kau membuatku bosan…., mungkin…..hmmmmm….mungkin aku akan bermain-main dengan Kim Mi Rae….” Jong Suk memamerkan giginya sambil tersenyum polos.

Jae Hyun menggertak. “Jangan-pernah-menyentuh-Mirae!” Ia menekankan setiap kata yang ia ucapkan dengan tegas. Sorot matanya terlihat sungguh-sungguh.

Jong Suk mengangkat kedua bahunya. “Kalau begitu…. Buat aku terhibur. Mudah bukan? Diakhir cerita….kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan selama ini, dan aku…. aku akan terhibur.”

Jae Hyun menatap Jong Suk lurus-lurus. “Kau ingin bermain dengan siapa? Yoo Young Jae?”

Jong Suk tertawa dan menggeleng. “Tidak seru! Kakek tua itu mulai membosankan. Sebagai awal, aku ingin bermain dengan…..hmmmm…..” Jong Suk pura-pura berpikir. “Zelo.”

Ekspresi wajah Jae Hyun tetap tak berubah, tetap berani dan tenang, meskipun hatinya berkata sebaliknya. Zelo….., sahabat Mirae. Apa yang sebenarnya psikopat ini inginkan? Pikir Jae Hyun.

“Maaf bila aku harus meluruskanmu, Pangeran. Tapi ini bukan permainan pertamamu, bukan? Naga? Murid yang terluka? Hmmmm…. Bahkan pelarianku dari Crowns.”

“Hahahaha…hahahaha….” Jong Suk terbahak-bahak. “Kau sangat pintar, Nak! Hahahaha….hahaha. Karena itulah, bekerja untukku sangatlah tepat bagimu, bukan? Kau pasti bisa menebak bahwa pada malam aku membantu Yoo Young Jae, untuk membantumu melarikan diri, dia berencana untuk membunuhmu. Tapi lihatlah kau sekarang! Hahahaha. Kau yakin kepala sekolah gila itu tidak akan mengendap-endap ke dalam kamarmu untuk kemudian menghabisimu?”

Jae Hyun menggeram. “Tidak. Aku mempercayainya.”

Jong Suk menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap Jae Hyun seolah Jae Hyun adalah makhluk paling bodoh se-jagad raya. “Tidak penting apakah kau mempercayainya atau tidak. Yang jelas dia sudah mengkhianatiku dengan tidak membunuhmu. Tapi sekarang aku merasa tindakannya itu bagus juga. Kau bisa membuatku tertawa dan menemaniku bermain. Benar kan….. Ahn Jae Hyun ssi?”

======== TBC =======

 

Comment, please! Sorry kalau ada typo. ^_^.

Lembah R.O.D itu…..nama R.O.D gw ngasal namanya karena bingung mau kasih nama apa, tapi pas lagi nulis gw lagi denger lagu G-Dragon yang judulnya R.O.D. wkwkwkwk.

Btw, “penghuni” Crowns yang utama di cerita ini adalah model-model yang jadi aktor juga. Favorit-favorit gw, tapi gw jadiin jahat ya di sini. Hahahaha. Ini model-modelnya kalau yang belum tahu :

 

Lee Jong Suk (Pangeran Termuda) :

Lee jong suk

Kim Woo Bin (tangan kanan Lee Jong Suk) :

Kim woo bin

 

 

Lee Hyun Jae (Pangeran ke-2):

Lee Hyun jae

 

Yoo Min Kyu (tangan kanan Lee Hyun Jae) :

Yoo min kyu

 

 

 

Lee Soo Hyuk (Raja / Pangeran pertama) :

Lee soo hyuk powerless 4

 

 

Hong Jong Hyun (tangan kanan Lee Soo Hyuk) :

Hong jong hyun

 

Kim Young Kwang (pimpinan prajurit Crowns) :

Kim young kwang

 

Sung Joon (perdana menteri crowns) :

Sung joon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

30 thoughts on “Powerless (Chapter 4)

  1. TEBECEEEEEEE ;A; whyyyyyyyy, kenapa tbc ;((((((((( penasaran, penasaran, gw penasaraaaann kak!>< lanjutnya kapan lanjutnyaaaa?? ;AAA; wkwkwk :))) ditunggu ya kak, hwaiting~^^

  2. TBC???
    Gk papa deh yg penting udah dipost. Chapter ini lumayan panjang menurutku. Di chapter ini fokusnya sama penghuni planet Crowns n Jaehyun ya? Disini Jaehyun kok ngelindungi Mirae bgt, apa jg” dia suka ya sma Murae?
    Next chapter sma ff lainnya ditunggu eonn
    SEMANGAT,,,,,

  3. wooooowwww…….ini cerita’y bner2 bkin yg baca pussssiiiiinngggg mmmiiiiiiiiii……….
    Wae?????????
    Coz bnyak bgt cow ketjeeeehhhhh nyaaaahhhhhhh…….
    Penghuni planet crowns bener2 tamfan tamfan bgtzzzzzzzzz…….
    di part ini hongbin g dpet bag bnyak ya mi yg bnyak nyritain planet crowns’y….
    Aku msih bingung ma Ahn jae hyun’y dy itu sbner’y udah bneran berubah atw pnya maksud tersembunyi……aahhh tak tau lah saiia….
    Aduhhh….kai kesian bgt itu~_~ mi rae jagain kai ya biar cpet sembuh heeee….
    Di tunggu next part’y jgn lama2 ya mi publish’y ^^ FIGHTING…….!!!!!!!

    #Miiiiiiii……….vixx keren bgt di comeback kali ini sprt biasa mrka g bkin kecewa starlight heee…..
    Dance body wave’y asekkkk bgt itu…..
    Seneng hyuk kali ini dpet part lbih bnyak nyanyi’y…..*suara hyuk mirip onew^^
    Tp Leo mamennnnn…..dpt part nyanyi g sbnyak biasa’y tp gpp overall mrka AMAZIIIIINNNGGGGG…..
    *ma’f OOT^^

    • Pusing pilih yg mana yaaa…? wkwkwk
      Iya iiihhh KEREN BANGEEET VIXX!
      ♥♥♥♥♥♥♥
      Hyuk nya ganteeeeng….>_<… Hongbin sih gak usah ditanya.
      Mereka emang cocok bgt MV tema2 fantasy gitu

  4. akhir’a update jg , wow mkin seru + pnasaran🙂 ,,
    dan yg bkin wow’a lg itu para penghuni planet crowns’a bias aku , tampan” lg , hadeuh >_< wlaupun jahat ya tetap aj ketjeh🙂
    pkok'a di lnjut next chap'a ,,
    keep writing

  5. KAK AZMIIIII >O3ͺ< hahah xD oh ya kai kenapa si? gw suka zelo-mirae😀 cutee abeesss B) btw zelo knpa diincer.sama jongsuk??? Gw ngeship zelo-mirae. plis jodohin mereka kak!😀 hahaha
    next part ditunggu yah kak😀 bye kak azmi muah :* /tebar dollar sooman/ $$$$$$$$$$$$

  6. Kyyaa, udah update😄 Nunggu in selalu untuk powerless (biarpun telat baca nya, hehehe)
    Chap. yang ini lumayan panjang juga, kerenn, Kebanyak nyeritain Jae hyun ama planet Crowns ya. Aku masih bingung sama JongSuk baik atau jahat. Dia berpihak dengan siapa sih? Dia ingin membuktikan dirinya dengan menangkap Jaehyun ya? Mengapa dia mengirim naga? Rencana yang susah di tebak,😄
    Tentang Kai~~ Moga dia cepet sembuh…..
    Imajinasi Mimi (AzuMI) tentang anti-kekuatan itu keren❤ Kekuatan MiRae masih ada lagi kan, yang lainnya?
    Mirae cocok banget sama Zelo _< sekilas JongSuk mirip ama Kim WooBIn ya, (baru pertama kali liat,hehe) jadi selalu betah baca nya (?) Selain itu juga karena fantasy, aku suka banget ama Fantasy ^_< Hongbin nya juga sekalian *nagih
    aku juga nunggu bagian perang-perang nya😄 ni ff pasti bisa banyak chapter nya, haha
    FF lainnya di tungguu, HF lanjut terus bareng Kunang, semoga Powerless dan ff Mimi lainnya bisa makin panjang dan tambah keren, wwkwk. Keep writting terus Mi❤ Hwaiting! ^_^
    NB: Ahn Jae Hyun main drama lagi😄 You're All Surrounded tentang detektif, (pasti Azumi udah tau) Kecee banget drama nya😄 (baru liat sekilas2 sih, hehe).

    • Kyaaaaaaaaa makasih udah nungguin. ♥
      Hehehe….. Semoga gak ada halangan yaa buat lanjut terus FF nya sampai akhir. Soalnya aku yg nulisnya aja penasaran. Aku klo nulis pasti belum tahu akhirnya nanti pastinya kayak gimana. Suka dibiarkan mengalir aja alurnya….gak terpatok ke ending nya gimana. Hehe
      Btw, tau dari mana panggilan aku Mimi? Hahaha.

      Iya….kece bangeeet Ahn Jae Hyun ♥♥♥
      Aku jg baru liat 2 episode. Males download / streaming nya. Nanti mau minta ke temen aja videonya. Wkwkwk

  7. Komennya terpotong😦. aku lengakapi aja ya, hehe.
    Mirae cocok banget sama Zelo >_< Aku dukung deh, RaeLo, wkwkw
    Cast nya kecee semua MI, terutama JongSuk. (sambungan nya ke kata "sekilas")
    cast lainnya, misalnya SNSD, f(x), VIXX, nyusul ya, di ceritain😄 (sambungannya ke kata "Hongbin")
    Kadang, kalo aku koment, ada aja yang terpotong.Waktu itu, di chapter Powerless sebelum nya juga, komennya terpotong banyak, jadi kebanyakan komen nya jadi berantakan. Mungkin memang internet ku yang error terus -__-

  8. Thooorrrrrrr~~~~~~~~~~~~~
    Tbc nya nganggu banget … Seru seru malah diganggu … Yaileh thor thor.. Chapter 5′nya jgn lama lama….
    Waktu aku nemu ini lansung jingrak jingkrak gajee…
    Gara gra suka banget sma ff. Author yang ini ^^
    Itu kai nya kasian thor… + maksud’nya menatap minrae dengan sedih bingung dll. Itu knp??? Apa kai cemburu liat minrae deket banget sma zelo…!!?? Penasaran…
    Lanjut lanjut … (Awas kalau gak dilanjut…*todong author* abaikan …). Zelo’nya itu iri sma jaehyun kah?

  9. hallo~ salam kenal, aku vielli pembaca baru di wp chingu🙂 gak sengaja nemu wp ini gegara search ff pakek tag Lee Soo Hyuk, Kim Woo Bin, Hong Jong Hyeon digoogle. trus nemu powerless chapter 4 ini dan coba ubek2 wp ini.
    sebelumnya maaf krn baru komen dichapter ini >A<. paling suka karakter JaeJae si kepala sekolah nyentrik yg ceria. tp seluruh karakter+cerita aku suka krn sangat sangat imajinatif+kreatif ^^)b
    oke segitu deh dr aku. sekali lagi salam kenal Azumiaozora-shi🙂

    • ah maaf kepotong komenku.
      » maaf komenan aku mungkin jg -begitulah- tp beneran aku terhibur baca ff ini. genre fantasi sumpa uda lama banget gak baca dan jadi terhibur+bisa ngekhayalin😀 demi apapun, cara ngejelasin setting dan segala sesuatu yg berbau fantasi itu loh bisa banget buat pembaca ngebangun imajinasi sekreatif mungkin -authornya lebih imajinatif lagi >A<. paling suka karakter JaeJae si kepala sekolah nyentrik yg ceria. tp seluruh karakter+cerita aku suka krn sangat sangat imajinatif+kreatif ^^)b
      dan lagi cerita ini bikin penasaran, gak sabar nunggu kelanjutan tbc-nya ini. satu lagi yg jadi satu nilai plus buat authornya, selalu ada kejutan ditiap chapternya xD

    • hai..hai…salam kenal ^^
      Gomawoooo yah udah baca FF ini…hehehe
      Aku baru pertama kali ini masukin model2 aktor yg aku suka langsung ke dalam 1 FF…dan perannya jd yg jahat. Wkwkwk.

  10. Pingback: Powerless (Chapter 5) | wiantinaazmi

  11. Kak.. Kakak mau bunuh aku secara perlahan ya? GILAA.. Bisa pingsan aku kak kalo di setiap chapter bertambah cowok” ganteng *o* Malah pakek acara ngeyilipin Jongsuk-Woobin lagi.. Astaga.. Ga kuaaat kaak TT.TT /selalu salah fokus tiap chapter/
    Duhh, kirain Jongsuk satu”nya pangeran yang baik. Aku kira dia mihak ke Youngjae.. Ternyata sama aja tohh walaupun dengan cara yang beda.. Hmmm.. Semoga Jaehyun ga temakan omongannya Jongsuk. Duhh, jangan sampai dia temakan akan kekuatan dan kekuasaan.. Kalo dia kena php nya Jongsuk kan kasihan :’) /? Zelo jadi sasaran? Duuuhh.. Jangan dongg..
    Dan aku sedikit bingung. Jadi sebenarnya hubungan Jongsuk dengan Youngjae itu apa? Kenapa Youngjae bisa di bilang pengkhianat sama Jongsuk? Jongsuk nyuruh Youngjae bunuh Jaehyun? Memang kenapa?? Duhhh penasaraaan… Lanjut ke chapter selanjutnya ya kak ^^

  12. duh makin penasaran nih ma ahn jae hyunnya kira2 dia ada di pihak siapa ya????
    trus ntar bakal ada yg suka ama mirae gk min??/
    jongsuk oppa sama woobin oppa kok jahat bgt ya min…jadi sedikit kesel…
    di unggu lanjutannya…

  13. Pingback: Powerless (Chapter 7) | wiantinaazmi

  14. Pingback: Powerless (Chapter 6) | wiantinaazmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s