Powerless (Chapter 3)

 poster powerless

Title                 : Powerless

Author              : Azumi Aozora

Main Cast       : Kim Mi Rae (OC), Lee Hong Bin (VIXX), Zelo (B.A.P), Kai (EXO)

Support Cast  : Ahn Jae Hyun, Lee Soo Hyuk, VIXX, B.A.P, EXO, SNSD, and f(x) members

Genre              : fantasy, romance, friendship, AU, school life

Rating             : PG+15

Length            : Series

Summary        : ROVIX Senior High School bukanlah sekolah biasa, melainkan sekolah special untuk orang-orang yang memiliki kekuatan super. Terletak di Planet Mato yang berjarak jutaan tahun cahaya dari bumi, ROVIX School memiliki banyak sekali murid dari berbagai planet di seluruh jagad raya. Apa yang terjadi jika suatu hari, Kim Mi Rae, gadis bumi biasa, manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan super apapun, tiba-tiba saja mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di ROVIX School? Sanggupkah ia bertahan? Apa yang akan ia lakukan di saat semua murid membencinya dan melakukan berbagai cara agar ia dikeluarkan dari sekolah?

Disclaimer       : Cerita ini hanya fan-fiksi. Tokoh-tokohnya K-Pop, karakternya ada yang sesuai asli ada juga yang tidak. Ide dan alur cerita milik author, dilarang copas / plagiat! Just enjoy the story as a fans. ^_^.

 

Pengenalan ROVIX School || Chapter 1 || Chapter 2

 

~~~ Chapter 3 ~~~

 

Seketika, aku merasakan semua mata menatapku dengan tajam. Seruan-seruan keras terdengar di berbagai penjuru ruangan.

“Kenapa bisa? Kekuatan dia apa?”

“Dia bisa membuat ruang isolasi tidak berfungsi? Impossible!”

“Lihat! Kekuatanku tetap tidak berguna. Ayo kita berdiri dekat dia! Mungkin kita harus ada di dekatnya agar kekuatan kita berfungsi di ruangan ini!”

Beberapa orang mendekatiku dan berusaha menggunakan kekuatan mereka. “Tetap tidak bisa!”

“Aneh!”

“Kenapa tidak bisa?”

“Mungkin tadi cuma kebetulan?”

“Atau….jangan-jangan….Hongbin yang aneh!”

Young Jae berbicara dengan pengeras suara. “Nah, sekarang waktunya pengumuman pemenang tournament antar asrama. Silakan kembali ke tempat masing-masing. Ehem…ehem…” Young Jae terbatuk pelan. “Pemenang tournament antar asrama yang berhak mendapatkan piala dan mendapat hadiah berupa free biaya berlibur tengah tahun ajaran nanti adalah…..asrama Selatan!”

“HOREEEEEE!!!!”

“Yippieee!!!”

“YES!!!! Kita tidak usah bayar biaya karyawisata nanti!”

“ASYIIIIKKKKK!!!!!”

Anak-anak asrama Selatan berseru senang sambil berpelukan dan ber-high-five. Professor Leo maju ke depan podium untuk menerima piala dan piagam dari kepala sekolah. Seruan-seruan kecewa banyak terdengar dari asrama lain, tapi tak sedikit dari mereka yang kini mendekati anak-anak asrama selatan untuk mengucapkan selamat.

“KIM MI RAE!”

“Mi Rae! Tadi itu Prof. Young Jae cuma bercanda kan?”

“Lihat! Kekuatanku saat di dekatmu sama sekali tidak berfungsi!”

“Ruang isolasi tidak rusak! Tidak mungkin!”

“Kenapa tadi Hongbin sunbaenim bisa menggunakan kekuatan pengendalian pikirannya? Aneh!”

“Atau….mungkin kau yang aneh, Mi Rae! Kau tidak punya kekuatan apapun, jadinya ruangan isolasi ini tidak berfungsi untukmu dan temanmu? Tapi bagaimana bisa?”

Beberapa anak mulai mengerubungiku lagi dan bertanya banyak hal. “Eh?” Aku tidak tahu harus menjawab apa karena aku sendiri tidak tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut!

Tiba-tiba saja Hongbin menggenggam tanganku dan menuntunku keluar dari ruangan. Aku menatapnya dengan heran. Dalam beberapa detik, kami sudah tiba di asrama kami yang sepi. Rupanya tadi saat kami sudah berada di luar ruang isolasi, Hongbin langsung menuntunku dengan menggunakan kekuatan “speed”-nya.

“Kim Mi Rae, siapa kau sebenarnya?” tanya Hongbin sambil menatapku dengan tajam.

“Mwo?” Aku bingung dengan pertanyaannya barusan.

Hongbin menyeringai. “Kau bisa membuat kekuatan kelompokmu atau sekutu-mu menjadi semakin kuat. Itulah alasannya kenapa Prof. Young Jae memasukkanmu ke dalam kelompok kelas spesial kami. Aku baru mengerti hal ini. Pantas saja waktu itu aku-Chanyeol-dan Lay bisa dengan mudah bekerja sama. Kau tahu? Selama ini kami tidak bisa bekerja sama dengan baik saat menggunakan kekuatan kami secara bersama-sama.”

Hongbin mengamatiku lekat-lekat, seolah dengan begitu dia bisa membaca pikiranku. Aku mengerutkan keningku. “Kau bisa mengendalikan benda menggunakan pikiranmu, apakah kau juga bisa mengendalikan pikiran orang lain? Kau bisa membaca pikiran orang lain?”

Hongbin mendengus. “Kuharap aku bisa! Jadi, Kim Mi Rae, kau benar-benar tidak tahu kekuatanmu apa?”

Aku menggeleng. “Tidak.” Kataku sungguh-sungguh.

“Saat pertandingan tarik tambang, kelompok kita yang memiliki kekuatan power berkata mereka seperti bisa menggunakan kekuatan power mereka. Lalu aku juga bisa menggunakan kekuatan pengendalian pikiranku saat Prof.Young Jae melemparkan pisau padaku. Tapi murid-murid lain yang berada di dekatmu berkata….mereka tidak bisa menggunakan kekuatan mereka. Itu berarti kau memang hanya bisa membuat kekuatan kelompokmu menjadi lebih kuat, jauh lebih kuat dari apapun sampai-sampai melewati batas penolak-kekuatan ruang isolasi. Atau mungkin saja……..”

Hongbin memicingkan matanya dan berhenti bicara sejenak sambil menatapku dengan sorot mata penasaran.

“Mungkin saja kau bisa memilih orang mana yang ingin kau lindungi.”

“Mwo?” Aku masih tidak mengerti.

Hongbin mengangguk. “Kau tidak hanya bisa membuat kekuatan kelompokmu menjadi lebih kuat, tapi juga orang tertentu yang ingin kau lindungi. Ini hanya teori. Tapi biasanya teoriku benar.” Hongbin berkata dengan angkuh dan percaya diri.

Aku tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Terserah sajalah!” Aku membalikkan badanku hendak berjalan ke kamar kami, tapi Hongbin menahan tanganku.

“Berhati-hatilah, Kim Mi Rae. Diantara murid-murid sekolah ini, akan ada beberapa orang tertentu yang membencimu.”

Aku tertawa semakin keras. “Bukannya semua orang memang membenciku?”

Hongbin menggeleng. “Bukan benci seperti itu. Bukan benci iri karena kau siswa yang direkrut secara khusus oleh kepala sekolah tapi tidak memiliki kekuatan apapun. Itu sebelum semua orang tahu. Sekarang, akan ada golongan murid tertentu yang benar-benar membencimu. Mereka membencimu karena sejarah masa lalu mereka yang menyedihkan.”

Aku mendengus. “YAH! Kau selama ini jarang sekali bicara dan mempedulikan orang lain, tapi ternyata kau suka sekali menganalisis kekuatan orang lain ya?” sindirku. “Aku mau tidur!” Aku melepaskan tangan Hongbin dari lenganku dan segera masuk ke dalam kamar. Aku benar-benar lelah dan pusing. Terlalu banyak hal yang tidak kumengerti tentang diriku sendiri! Aku bahkan masih tidak mempercayai semua ini adalah nyata! Alien, superpower, planet asing. Ini semua gila! Benarkah semua ini bukan hanya mimpi?

Hongbin mengikutiku masuk ke dalam kamar. Dua buah buku melayang dari dalam lemari kecil di meja belajar Hongbin. Buku-buku itu lalu berjatuhan di atas tempat tidurku. Aku menatap Hongbin heran.

“Bacalah. Kau akan mengerti apa yang kukatakan tadi setelah kau membaca buku itu.” Hongbin berkata dengan poker face-nya yang biasa. Setelah mengatakan itu, dia pun masuk ke kamar mandi.

Aku menatap dua buah buku tebal di hadapanku. Buku bersampul kulit cokelat yang sudah usang berjudul “Sejarah Galaxy Kembar”. Lalu buku satunya lagi, yang lebih tipis dan bersampul hologram perak berjudul “Teori Punah-nya Kaum Esther”.

Karena penasaran, aku pun mulai membaca kedua buku itu. Aku melewati beberapa bagian, dan fokus membaca bab-bab yang kupikir penting. Rasa penasaran dan terkejutku terus saja membuatku ingin membaca buku itu sampai selesai, tidak peduli malam kini sudah berganti fajar, dan beberapa jam lagi kelas akan dimulai.

“Kau tidak tidur semalaman?” Hongbin sudah bersiap-siap memakai seragam sekolahnya.

Aku mengabaikannya dan terus saja membaca. Mataku terasa berat dan lelah. Berkali-kali aku menguap lebar, tapi aku terus membaca sampai akhir. Sedikit lagi.

“Kau mau bolos sekolah?” Hongbin kini memakai sepatunya, bersiap-siap untuk pergi sarapan.

Aku menghela nafas panjang begitu menyelesaikan kedua buku tersebut. Aku memang tidak membaca semua isi-nya, tapi aku membaca point-point penting yang ingin disampaikan penulis buku tersebut.

“Jadi bumi, planet asalku, bukan termasuk ke dalam galaksi kembar. Tentu saja aku tahu hal ini! Di sekolah, aku juga kan belajar sedikit tentang astronomi. Milkyway. Itulah nama galaksi tempat bumi berada. Lalu kenapa aku bisa memiliki kekuatan seperti kalian?” Aku menggeleng. “Maksudku.., kenapa aku memiliki sedikit persamaan kekuatan dengan kaum Esther?”

Hongbin mengangkat wajahnya dan menatapku. “Menurutku…, kekuatan tidak hanya dimiliki oleh manusia-manusia dari galaxy kembar. Jagad raya ini sangat luas dan terus berkembang. Aku yakin di galaksi lain pun ada planet-planet yang berpenghuni manusia-manusia dengan kekuatan super. Sudahlah, kau sekarang harus mandi dan sarapan. Atau kau mau bolos?” Hongbin menyeringai. “Aku sarapan duluan.” Dia pun keluar dari kamar dengan sangat cepat.

Aku menghembuskan nafas panjang. Entahlah aku harus mempercayai apa yang kubaca atau tidak. Intinya, galaxy kembar adalah nama galaxy dimana planet Mato berada. Terdapat 7 planet di galaxy ini. Planet Mato, planet EXO, planet Infinity, planet Crowns, planet Army, planet Diamond, dan planet Saphire. Semua penduduk di tiap planet memiliki kekuatan-kekuatan special.

Planet Crowns dan planet Army adalah kedua planet yang paling sering melakukan invasi ke planet lain di galaksi kembar. Mereka sering berperang demi kekuasaan. Ratusan tahun lalu, planet Army hancur karena kalah berperang dengan planet Crowns. Tanahnya menjadi tandus / kering. Seluruh sumber daya alam-nya telah terkuras habis oleh planet Crowns. Kini planet Army hanyalah planet mati dan tak berpenghuni.

Ratusan tahun lalu, penduduk planet Army yang selamat pindah ke planet lain di galaxy kembar, sebagian besar pindah ke planet EXO dan Diamond, kedua planet terdekat dari planet Army.

Planet Crowns memang sangat berkuasa. Planet adidaya yang sanggup menaklukkan berbagai planet di berbagai galaxy di seluruh jagad raya ini dengan mudah. Tapi 300 tahun lalu, pemimpin planet Crowns membuat kesepakatan bersama para pemimpin planet lain di galaxy kembar. Planet Crowns tidak akan lagi menyerang planet-planet di galaxy kembar. Planet Crowns tidak akan menjajah planet manapun di galaxy kembar. Sejarah menyebutkan bahwa planet Crowns akhirnya sadar bahwa mereka harus menghargai “saudara” mereka sendiri, manusia-manusia pemilik kekuatan super di galaksi yang sama.

Mulai saat itu, kedamaian berlangsung di galaksi kembar. Sebagai gantinya, planet Crowns mulai menjajah planet lain di galaksi lain. Tapi terdapat pro dan kontra mengenai betapa mudahnya sebuah planet yang sejak jutaan tahun lalu sangat haus kekuasaan itu tiba-tiba saja “menyerah” dan “berubah baik”.

Beberapa ahli menyebutkan bahwa planet Crowns kehilangan pasukan terbaiknya, kaum Esther, kaum yang menjadi budak sekaligus harta karun bagi penguasa planet Crowns. Kaum Esther punah. Menghilang begitu saja tanpa jejak.

Tidak ada yang benar-benar mengenal kaum Esther dengan baik selain penduduk Crowns sendiri. Mereka merupakan kaum eksklusif, senjata rahasia, tapi merupakan budak yang dipaksa menuruti semua keserakahan para penguasa planet Crowns.

Beberapa ahli yakin, kekuatan tak terbatas yang dimiliki oleh penduduk planet Crowns selama berjuta-juta tahun lamanya adalah dampak dari keberadaan kaum Esther. Kaum Esther mampu membuat semua tentara perang planet Crowns memiliki kekuatan berlipat-lipat kali lebih kuat dari yang sebenarnya mereka miliki. Para ahli yakin, itulah yang membuat planet Crowns menjadi lebih sadis, lebih berkuasa, juga mampu menjajah dan mengeksploitasi sumber daya alam planet Army sampai ke akar-akarnya, membuat planet tersubur di galaxy kembar itu menjadi sebuah planet mati.

Ada banyak sekali teori mengenai menghilangnya kaum Esther dari jagad raya ini. Sebagian ahli sejarah dan astronomi percaya bahwa kaum Esther menghilang 300 tahun yang lalu, tepat ketika semua planet dalam galaxy kembar berada di posisi sejajar garis lurus dengan matahari. Kejadian langka tersebut memang membuat kekuatan para penduduk planet-planet di galaksi kembar menjadi melemah. Saat itu menjadi sangat mudah bagi kaum Esther untuk kabur ke galaksi lain tanpa sepengetahuan para penguasa mereka di planet Crowns.

Para ahli percaya kaum Esther bukanlah kaum asli yang berasal dari planet Crowns. Mereka percaya kaum Esther adalah “orang-orang yang diculik” oleh penguasa planet Crowns dari planet lain di galaksi lain. Karena itulah, apa yang melemahkan kekuatan penduduk galaksi kembar tidak akan melemahkan kekuatan kaum Esther. Itu adalah terori “kabur”-nya kaum Esther dari planet Crowns.

Teori lain menyebutkan bahwa kaum Esther pada akhirnya dibantai habis oleh penguasa planet Crowns karena mereka melakukan perlawanan dan menuntut kebebasan. Kaum Esther memang bisa membuat kekuatan orang lain menjadi semakin kuat, tapi para ahli menduga bahwa mereka tidak memiliki kekuatan untuk melindungi diri mereka sendiri.

Ada teori lain yang menyebutkan bahwa kaum Esther punah karena mereka membunuh diri mereka sendiri. Mereka mungkin merasa bertanggung jawab atas kekejian penduduk planet Crowns.

Entahlah, aku tidak tahu teori mana yang benar. Tapi satu hal yang pasti, aku sekarang mengerti apa yang Hongbin katakan padaku tadi malam. Aku harus berhati-hati. Akan ada orang yang benar-benar membenciku. Mereka membenciku bukan karena iri, bukan karena kesal, bukan karena mengolok-olokku, tapi karena mereka memiliki dendam terhadap kaum Esther. Aku tidak menganggap diriku kaum Esther, tapi ciri-ciri kekuatan mereka yang hampir mirip denganku akan membuat orang lain berpikir bahwa aku adalah keturunan kaum Esther.

Aku tidak tahu ada berapa banyak murid ROVIX School yang dulunya berasal dari planet Army. Kalaupun ada banyak, memangnya mereka tahu sejarah nenek moyang mereka?

Seberapa banyak pun orang yang benar-benar membenciku, aku tidak peduli! Aku bukan kaum Esther, aku bukan penduduk planet Crowns, aku tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami oleh planet Army!

Elektro graphene-ku berbunyi. Elektro graphene adalah sebuah alat elektronik tipis, transparan, dan lentur yang sangat populer di planet Mato (beberapa hari lalu Young Jae memberikannya untukku). Alat itu sangat multifungsi. Bisa ditekuk dan dilipat. Bisa berfungsi sebagai ponsel, jam tangan, komputer tablet, TV mini, dan scanner benda / gambar.

Aku mengabaikan panggilan dari Zelo. Gawat! 15 menit lagi kelas dimulai! Aku pun segera berlari ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka, berganti pakaian dengan kilat, tanpa menyisir rambut aku pun segera menyambar tas-ku dan berlari sekencang mungkin menuju kelas “Kekuatan”.

************

 

Dua menit sebelum bel berbunyi…..

Aku tiba di kelas dengan terengah-engah. Keringat membanjiri wajah dan tubuhku. Aku pun menghempaskan tubuhku dengan lemas ke kursi. Zelo yang duduk di sampingku menatapku dengan heran. “Kau seperti zombie! Hahahaha.”

Aku tidak memedulikan ejekannya dan terus saja mengatur nafasku. “Minum.” Zelo menyerahkan sebuah botol berisi air mineral dari dalam tas-nya yang langsung kuhabiskan dalam sekali teguk.

“Haaaah…, untung aku tidak terlambat. Aku ingat kau pernah cerita padaku kalau guru pelajaran kekuatan ini sangat menyeramkan.”

Zelo mengangkat bahu. “Memang. Dia kepala asramaku juga. Jadi aku sudah terbiasa menghadapi keseramannya.” Zelo menyeringai sambil menatapku lekat-lekat. “Tampangmu sangat mengerikan, Kim Mi Rae. Wajahmu seperti zombie, rambutmu saja acak-acakan seperti ini! Kau ngapain saja sampai tidak tidur semalaman?”

Aku mengangkat sebelah alis mataku. “Bagaimana kau bisa tahu aku tidak tidur?”

Zelo terbahak-bahak sambil menunjuk wajahku. “Matamu seperti mata panda!”

Tao yang duduk di depan kami langsung membalikkan badannya dan menatap Zelo dengan tajam. Zelo masih tertawa sambil melihatku. Aku tersenyum tipis pada Tao. Aku memukul belakang kepala Zelo. “Tidak sopan!” bisikku.

“Oops, aku tidak ingat Tao duduk di depan. Hehehe.” Bisik Zelo.

Tak lama kemudian, Prof. Bang Yong Guk, guru “Kekuatan” pun datang. Aura-nya yang mengintimidasi dan tatapan matanya yang super tajam langsung membuat kelas menjadi hening. Tidak ada seorangpun murid yang berani mengobrol selama kelas berlangsung.

Aku tidak benar-benar memperhatikan pelajaran. Otakku masih sibuk memikirkan mengenai buku-buku yang kubaca semalam. Aku pura-pura mencatat pelajaran, teori-teori mengenai kekuatan, tapi sebenarnya aku tidak mencatat apapun. Aku hanya membuat tulisan-tulisan random seperti Crowns, Esther, planet EXO, Teori, Planet Army, Galaxy kembar. Sepertinya aku harus menemui Young Jae agar rasa penasaranku hilang. Si kepala sekolah nyentrik itu pasti tahu jawaban-jawaban atas semua pertanyaanku kan? Mengenai siapa aku, apa kekuatanku, mengapa dia menginginkan aku sekolah di sini, mengapa aku memiliki kekuatan seperti kaum Esther, apakah aku ada hubungannya dengan kaum Esther dan planet Crowns, apakah Young Jae sungguh-sungguh bisa menilai bakat seseorang atau dulu dia berbohong padaku karena dia sebenarnya sudah tahu siapa aku yang sebenarnya? Siapa aku?

Terlalu banyak pertanyaan yang membuat kepalaku berdenyut sakit. Zelo menyenggol lenganku dengan sikut-nya. “Kau kenapa?”

Aku menggeleng pelan. “Ngantuk.” Kataku, tidak sepenuhnya berbohong. Aku memang mengantuk!

Zelo mendekatkan wajahnya padaku dan berbisik. “Sebentar lagi kau tidak akan ngantuk, Mi Rae. Kita akan berenang. Asyik kan?” Zelo terkekeh.

“MWO? AKU TIDAK BISA BERENANG!” tanpa sadar aku berteriak. Semua murid langsung menatapku, dan yang lebih mengerikan lagi adalah tatapan Prof.Yong Guk.

Prof. Yong Guk menatapku seolah tatapannya itu bisa membunuhku detik ini juga. “Karena itulah kau harus belajar, Kim Mi Rae! Jangan berisik! Atau kau mau berdiri di luar dengan satu kaki?”

Aku membungkukkan badanku. “Maafkan aku, professor.”

Prof. Yong Guk masih menatapku dengan super tajam. Sudut-sudut mulutnya berkedut menahan marah. “Kedua kalinya kau berteriak di dalam kelasku, kau akan langsung dapat nilai F.”

Beberapa murid terkikik geli. Aku memukul-mukul kepalaku dengan kesal. Zelo menepuk-nepuk punggungku sambil nyengir lebar. “Sekarang kau tahu se-mengerikan apa kepala asrama-ku kan? Tapi tenang saja, dia sebenarnya baik.”

Aku tidak menanggapi kata-kata Zelo. Sialan kau Zelo! Gara-gara kau mengajakku ngobrol, aku jadi dimarahi Prof. Yong Guk.

*************

 

Setelah 1,5 jam belajar teori di kelas, tibalah saatnya praktek. Aku tidak bisa berenang! Aku selalu kabur di sekolahku di bumi dulu saat ada tes berenang. Aku sering pura-pura sakit, atau pura-pura sedang mendapat halangan bulanan. Sepertinya aku akan memakai trik itu lagi di sini!

Semua anak terlihat bersemangat mengikuti pelajaran kekuatan ini. Seperti dugaanku, kelas “kekuatan” ini agak mirip pelajaran olahraga di bumi. Kolam renang luas indoor ini terletak dekat dengan lapangan bola. Beberapa murid laki-laki berlarian di lapangan sambil bermain bola sebelum akhirnya Prof. Yong Guk memanggil kami semua untuk berkumpul di pinggir kolam.

“Memiliki nafas yang panjang sangatlah berpengaruh terhadap kualitas kekuatan yang kalian miliki. Berenang akan melatih pernafasan kalian dan membuat otot-otot kalian menguat. Bagi pengendali kekuatan, tubuh yang sehat sangatlah penting. Sekarang, ganti seragam kalian menjadi baju renang dan silakan berlatih sampai tiba waktu makan siang. Setelah makan siang, aku akan mengetes kemampuan renang kalian.” Prof. Yong Guk membubarkan anak-anak.

Bahu-ku terkulai lemas. Aku berjalan dengan lunglai. Zelo merangkul pundakku dengan sebelah lengannya. “YAH! Semangatlah! Aku akan mengajarimu!”

Aku mendelik kesal padanya. “Aku sudah belajar berkali-kali tapi tidak pernah bisa! Aku benci air!”

“Hahahaha…hahahaa….memangnya kau kucing?”

“IYA! Aku manusia kucing! Pergi sana! Aku mau membujuk Prof.Yong Guk. Aku akan bilang padanya kalau aku alergi air kolam renang.”

“HUWAHAHAHA….HAHAHA. Konyol! Dia tidak akan mengizinkanmu!” Zelo tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.

Aku meninggalkannya dan terus berjalan mendekati Prof. Yong Guk yang sedang duduk di kursi santai sambil mengawasi anak-anak yang berenang.

Aku membungkukkan badanku dengan sopan. “Professor, maaf, tapi…. aku alergi air kolam renang.”

“Kau tidak bisa berenang?” tanya Prof. Yong Guk dengan suaranya yang berat dan dalam.

“Tidak.” Aku menjawab otomatis, kemudian langsung menutup mulutku. Kim Mi Rae bodoh! Ini pertanyaan jebakan!

“Cepat ganti bajumu dan berlatih bersama teman-temanmu!” Perintah Prof. Yong Guk dengan tegas.

Aku pun membungkukkan badanku sekali, kemudian pergi. Zelo menyeringai padaku. “Apa kubilang! Hahaha. Tenang saja, aku akan mengajarimu.”

“Tidak perlu! Kau tidak lihat ya? Kolam murid perempuan dan laki-laki itu terpisah. Kau hanya pura-pura mau mengajariku karena ingin berenang di kolam yang sama dengan murid perempuan kan?!”

Zelo tertawa terbahak-bahak. Aku hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabat baruku yang aneh ini.

“Hhhhhh…, seandainya Young Jae menyelamatkanku lagi.” kataku pelan.

“Kim Mi Rae!” Panggil Prof. Yong Guk.

“Ya, Professor?” Aku langsung membalikkan badanku dan menghampirinya. Siapa tahu dia berubah pikiran dan mengizinkanku tidak ikut renang.

“Kau tidak perlu ikut berenang. Pergilah ke ruangan Prof. Hakyeon.”

Aku memang senang karena diizinkan tidak ikut berenang, tapi untuk apa aku pergi ke ruangan wakil kepala sekolah? Jangan-jangan….aku akan dihukum karena Prof.Yong Guk mengadukanku padanya!

“Professor, maafkan aku. Aku tidak akan berteriak di kelas Anda lagi dan akan selalu mengikuti semua pelajaran Anda. Tolong jangan hukum aku…” Aku membungkukkan badanku berkali-kali.

“Mwo? Hahaha, siapa yang menghukummu?” Prof.Yong Guk tersenyum. Aku mengerutkan keningku, heran melihat wajahnya yang biasanya jutek kini tersenyum ramah. “Aku tidak menghukummu. Prof.Hakyeon barusan meneleponku. Sudahlah, kau pergi saja ke ruangannya. Kembali lagi kemari setelah selesai. Karena kau tidak mengikuti praktek berenang, kau harus membuat tugas mengenai teori berenang. Cari buku-buku di perpustakaan dan buat paper mengenai teknik berenang. Kumpulkan minggu depan.”

Aku mengangguk. “Baik, Professor. Terima kasih.”

*********

 

Begitu aku tiba di depan ruangan wakil kepala sekolah, pintu ganda itu langsung membuka lebar secara otomatis dan terdengar suara Prof.Hakyeon yang mengalun. “Silakan masuk, Mirae.”

Aku pun masuk. Meski aku sudah cukup sering masuk ke ruangan ajaib ini, rasa kagum-ku pada ruangan ini masih belum hilang. Burung-burung hologram bercicit sambil beterbangan di langit-langit ruangan dan suara air terjun buatan yang mengalir membuat suasana ruangan ini menjadi sangat alami dan asri.

Prof.Hakyeon duduk di sofa. “Ayo duduk, Mirae.”

Aku membungkuk sopan lalu duduk di hadapannya. Prof.Hakyeon mendekatkan secangkir teh hangat beraroma harum padaku. Ini adalah teh terharum yang pernah kutemui.

“Ini adalah teh khas Infinity. Cobalah, kau pasti suka.” Prof.Hakyeon tersenyum ramah.

“Infinity? Anda berasal dari planet Infinity?” tanyaku.

Prof.Hakyeon tergelak pelan. “Hmm. Benar. Aah, aku merindukan planetku. Untung saja liburan karyawisata tengah semester nanti kita akan berlibur di planetku.”

Aku mengangguk sopan lalu meminum teh harum itu. “Enak sekali, Professor!”

Prof.Hakyeon tersenyum puas. “Aku akan memberimu beberapa bungkus kalau kau mau.”

Mataku membulat lebar. “Benarkah? Waaahhh…, terima kasih banyak, Professor.” Aku membungkukkan badanku berkali-kali.

Prof. Hakyeon masih tertawa. Dengan suaranya yang mengalun lembut dia mulai mengajukan banyak pertanyaan padaku. Entahlah, rasanya aku seperti terhipnotis oleh suaranya. Suaranya membuatku menjawab semua pertanyaannya begitu saja dengan langsung dan tanpa kusaring lebih dulu. Biasanya aku bukan tipe orang yang akan menceritakan tentang keluargaku secara detail dan blak-blakkan pada orang lain, atau menceritakan bagaiamana masa laluku, kehidupanku sejak dulu sampai sekarang.

Aku sadar sepenuhnya dengan apa yang kukatakan, tapi aku tidak sanggup menghentikan diriku sendiri untuk tidak berbicara lagi tentang semua hal. Seolah-olah ada kekuatan yang membuatku terus bicara, menjawab setiap pertanyaan yang Prof.Hakyeon ajukan.

Satu jam, dua jam, tiga jam, entah sudah berapa lama aku duduk di ruangan ini dan menceritakan banyak hal. Suara Prof.Hakyeon yang lembut benar-benar memabukkan. Aku tidak bisa melawan keinginan untuk tidak menjawab pertanyaannya. Aku menutup mataku dan sekuat tenaga menggerakkan tanganku menutupi telinga. Sebuah sensasi aneh tiba-tiba saja kurasakan, seolah aku disedot ke dalam sebuah ruangan hampa udara selama beberapa detik dan akhirnya bisa bernafas lega.

Prof.Hakyeon menatapku sambil tersenyum. “Kau benar-benar luar biasa, Kim Mi Rae. Kau bisa melawan kekuatan suara-ku.”

“Jadi rupanya….ini salah satu kekuatanmu yang lain ya? Kau bisa menangkal kekuatan, kau punya anti kekuatan, seperti Prof.DaeHyun. Bedanya, kau membutuhkan waktu sangat lama untuk menangkalnya. Sebaiknya aku mulai meminta Prof.DaeHyun untuk melatih kekuatanmu yang satu ini. Bagaimanapun, sekarang ini sudah jarang sekali ada orang yang memiliki kekuatan ‘anti-kekuatan’. Ya, para healer / penyembuh memang banyak. Tapi Prof.Daehyun adalah satu-satunya healer di planet ini yang juga memiliki anti-kekuatan. Kita sangat beruntung karena memiliki dokter hebat seperti dia.”

Aku hanya menatap wakil kepala sekolah berambut merah itu dengan bingung. Aku tidak menggunakan kekuatan apapun! Aku hanya berusaha sekuat tenaga untuk melawan kekuatan tak kasat mata yang mengendalikan otakku agar terus bicara menjawab semua pertanyaan padahal aku tidak ingin berbagi semua hal tentangku padanya!

Prof.Hakyeon menatapku lekat-lekat. “Kau tahu planet Infinity, itu berarti….kau sudah membaca sejarah galaksi kembar. Atau.., mungkin saja kau juga telah membaca buku tentang kaum Esther?”

Tubuhku langsung menegang. Prof.Hakyeon masih tersenyum, tapi kali ini matanya berkilat-kilat senang. “Menurutmu…, apakah kau keturunan kaum Esther?”

Aku menundukkan kepalaku. “Aku….tidak tahu, professor.” Kataku pelan. Jangan-jangan…. Prof.Hakyeon sebenarnya berasal dari planet Army! Jangan-jangan dia membenciku!

“Berdasarkan jawaban-jawabanmu tadi, kehidupanmu sebelum bertemu dengan Prof.Young Jae adalah normal-normal saja. Kau tidak pernah mengalami kejadian-kejadian aneh sebelumnya. Kau hanya manusia bumi biasa. Ayah dan ibumu juga normal, manusia bumi biasa. Kau tidak punya saudara. Kau hanya punya paman dan bibi dari pihak ibumu. Sepupu laki-lakimu telah meninggal dunia 5 tahun yang lalu. Aku penasaran, Kim Mi Rae…” Prof.Hakyeon kini mendekatkan wajahnya padaku dan menatapku lekat-lekat.

“Sudah lama aku ingin bertemu dengan orang yang memiliki kekuatan mirip dengan kaum Esther. Aku ingin tahu.., bagaimana mereka bisa memiliki kekuatan seperti itu? Di galaksi ini.., tidak ada seorangpun yang memiliki kekuatan seperti kaum Esther. Hanya kaum Esther yang punya. Bagaimana sifat dan wujud kaum Esther sendiri, aku tidak tahu. Aku hanya tahu dari ayahku….mereka biasanya dikelilingi para prajurit perang Crowns. Mereka dilindungi, tersembunyi, terkurung.” Prof.Hakyeon memijit-mijit keningnya, berpikir keras.

Aku membelalakkan mataku. “Anda.., tidak membenciku, Professor?”

Prof.Hakyeon tertawa. “Kau berpikir aku adalah penduduk planet Army ya? Hahaha. Aku asli berasal dari planet Infinity. Kim Mi Rae ssi, tidak semua penduduk Army membenci kaum Esther….”

“Tapi sebagian besar iya.” Kataku.

Prof.Hakyeon mengangguk. Dia terlihat berpikir keras lagi. Dahinya berkerut dalam-dalam. Ekspresi wajahnya ketika ia berpikir benar-benar berbeda, terlihat lebih keren. Dalam hati aku mengutuki diriku sendiri. Bisa-bisanya aku menganggap alien ini keren! Dasar alien menyebalkan! Kenapa para alien ini memiliki wajah awet muda?! Padahal aku berani bertaruh, umur Prof.Hakyeon pasti sudah sangat tua!

Tiba-tiba saja terdengar suara keras ketika pintu menjeblak terbuka lebar. Lee Hongbin masuk dengan cepat dan kini sudah berdiri di sampingku. “Dia bukan kelinci percobaan!” tukas Hongbin pada Prof.Hakyeon dengan tegas.

Aku menarik-narik ujung seragam Hongbin. “Yah! Kau tidak sopan sekali pada Professor.” bisikku.

Hongbin masih menatap Prof.Hakyeon dengan sengit. Prof.Hakyeon tertawa. “Aku hanya penasaran.”

Hongbin mendengus. “4 jam! Kau mengurungnya selama itu di sini, membuatnya tidak makan siang dan bolos pelajaran.”

“Aku senang bisa bolos pelajaran itu!” kataku. Hongbin langsung menoleh padaku dan menatapku dengan tatapan dingin mengerikan. Aku balas menatapnya dengan sengit. “Kenapa kau peduli?”

Hongbin menghela nafas panjang. “Aku bukan peduli padamu, bodoh! Ya, aku sedikit peduli padamu karena aku tidak mau kakekku yang sok ingin tahu ini menjadikanmu kelinci percobaannya! Aku juga tidak ingin kakekku dikeluarkan dari sekolah ini karena menginterogasimu secara rahasia seperti ini secara diam-diam tanpa sepengetahuan kepala sekolah. Mencuri-curi kesempatan karena sekarang kepala sekolah sedang pergi.”

“Mwo? Kakek?” Aku menatap Hongbin dan Prof.Hakyeon bergantian. Prof.Hakyeon hanya nyengir lebar, sementara Hongbin terlihat kesal.

“Kim Mi Rae ssi, kau harus sabar yaa menghadapi cucuku ini.” Prof.Hakyeon tertawa.

Aku masih syok mengetahui ternyata mereka kakek dan cucu. Lihatlah! Alien berambut merah ini hanya terlihat seperti lebih tua beberapa tahun dari Hongbin, tapi sebenarnya dia adalah kakek Hongbin!

“Professor, bagaimana Anda bisa terlihat awet muda?” tanyaku, sungguh-sungguh ingin tahu, bukannya mau memberinya pujian!

Tapi sepertinya Prof.Hakyeon menganggap kata-kataku sebagai pujian. Dia tertawa renyah sambil mengibas-ngibaskan tangannya. “Aku jadi malu, Mi Rae ssi.”

Hongbin mendengus keras sambil memutar kedua bola matanya. “Kek, tolong jangan sebarkan gossip sembarangan kalau aku ini gay! Aku tidak pernah tertarik pada perempuan, tapi bukan berarti aku gay!”

Prof.Hakyeon tertawa kikuk. Dia langsung berdiri dan dengan halus menyuruh kami keluar dari ruangannya. “Mi Rae, kapan-kapan datang ke sini lagi ya, aku akan membuatkanmu teh Infinity lagi. Ayo..ayo..kalian harus pulang ke asrama kan?”

Aku membungkukkan badanku sopan, lalu berjalan keluar ruangan bersama Hongbin. “Jadi, kau bukan gay?” aku menyilangkan kedua lenganku di depan dada sambil menatap Hongbin dengan sengit.

“Sudah kubilang kan?!” jawab Hongbin cuek. “Oh ya, sahabat giant-mu itu yang memberitahuku kalau kau ada di ruangan ini. Bahkan dia pun tahu kakekku itu aneh dan suka bereksperimen. Aaah, mungkin dia juga pernah jadi kelinci percobaan kakekku karena dia punya sayap pelangi? Tidak usah menemuinya lagi! Kau akan jadi kelinci percobaannya juga!” Hongbin membalikkan badannya dan berjalan pergi meninggalkanku.

“YAH! KAU PINDAH KAMAR SANA! Aku tidak mau sekamar dengan pria straight! Kau pindah ke asrama lain saja!”

Hongbin berhenti berjalan, membalikkan badannya padaku, lalu menyeringai. “Mwo? Kau takut padaku?” Hongbin menatapku dari ujung kaki sampai ujung rambut, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tenang saja. Kau sama sekali tidak membuatku tertarik. Justru aku yang harus berhati-hati padamu!” Hongbin menyeringai menyebalkan sekali lagi dengan tatapan meremehkan, lalu berjalan pergi.

“YAAAHH!!!” teriakku kesal. “Aku juga tidak tertarik padamu, Pabo! Apa gunanya punya wajah tampan saja tapi sifatmu sangat menyebalkan?!” Aku terus menggerutu sendiri selama berjalan menuju asramaku.

***************

 

Aku melewatkan sarapan dan makan siang, tak heran bila malam ini aku sanggup memakan seekor kuda! Oke, itu hanya idiom. Aku tidak mungkin benar-benar makan kuda! Intinya, aku sangat LAPAR!

Aku baru menyadari sedikit perubahan sikap murid-murid ROVIX padaku saat makan malam tiba. Bila dulu hampir semua murid menatapku dengan pandangan mengejek dan benci, kali ini pandangan mereka padaku jadi beraneka ragam. Ada yang menatapku penasaran, ada yang takut, ada yang pura-pura ramah, ada yang benci. Yah, tapi intinya….aku bukanlah murid yang disukai teman-temanku. Biar saja! Aku tidak peduli.

Tapi satu hal yang ajaib adalah Geng SNSD tidak pernah lagi berusaha untuk membully-ku. Leader mereka menatapku dengan takut. Lalu beberapa anggota-nya jelas-jelas menatapku dengan benci. Benci yang berbeda dari sebelumnya. Kini aku mengerti apa bedanya. Tatapan benci mereka kali ini bukanlah tatapan benci karena mereka membenci ada murid yang tidak memiliki kemampuan apapun bisa masuk ke sekolah bergengsi ini. Benci kali ini terasa…..lebih intens. Seolah mereka berharap bisa membunuhku saat itu juga.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, menepis berbagai pikiran buruk. Sepertinya aku terlalu memikirkan hal-hal negatif. Tenang sajalah, Kim Mi Rae! Tidak usah pedulikan apa yang orang lain pikirkan! Hak mereka mau berpendapat apa tentangku. Yang pasti, aku tidak takut, karena aku tidak salah.

Aku menyantap makan malamku dengan cepat. Aku duduk sendirian di pojok karena tidak ingin bicara apapun saat ini dengan siapapun! Hongbin menyeringai ketika aku memilih duduk jauh darinya. Biar sajalah orang menyebalkan itu berpikir aku takut padanya karena dia “normal”. Hal itu tidak penting sekarang!

Tiba-tiba saja aku melihat sebuah nampan diletakkan di hadapanku. Aku mengangkat wajahku dan melihat Kai yang menatapku tanpa ekspresi. Aku mengerutkan keningku heran. Biasanya si playboy ini selalu memasang seringaian dan senyuman casanova-nya itu setiap kali bertemu denganku. Ini pertama kalinya aku melihat wajah serius-nya.

Kai makan dengan tenang, tapi tatapan matanya yang tajam terus terarah padaku. Aku mengangkat alis mataku. “Ada apa?”

Kai sama sekali tidak menjawab pertanyaanku. Dia terus makan sambil melihatku. Aku mendengus dan memutuskan untuk mengabaikannya seolah ia tidak ada di hadapanku. Aku meminum jus, lalu merapikan piring dan sendok di nampan, bersiap-siap untuk pergi.

Kai menahan pergelangan tanganku. Dia masih menatapku dengan tajam dan tanpa ekspresi. Tapi kali ini aku bisa menangkap sekilas emosi di matanya. Sedih, kesal, marah?

“Lepaskan, Kai!” sentakku, tapi Kai menggenggam tanganku semakin kuat, membuatku meringis kesakitan. “YAH! KAU MEREMUKKAN TULANG-TULANGKU!” bentakku. Kai pun akhirnya melepaskan cengkramannya sambil menghela nafas berat. Dia kembali makan dengan tenang.

Aku menatapnya dengan heran. “Kau gegar otak ya? Kenapa sikapmu jadi aneh?”

“Pergi.” Gumam Kai dengan nada dingin.

Aku mendengus. “Aku memang mau pergi!” Aku meletakkan gelas jus-ku yang kosong ke atas nampan.

Tepat ketika aku memegang kedua sisi nampan dan mengangkatnya untuk membawanya ke konter cuci piring, suatu hal yang mustahil terjadi!

Kini, tepat beberapa meter di hadapanku, aku melihat sosok sepupuku yang sudah meninggal 5 tahun lalu berjalan ke arahku!

Mataku membelalak lebar. Nampanku terjatuh di meja, piring dan sendok membuat bunyi berkelontangan nyaring. Semua mata kini tertuju padaku dan sosok sepupuku. Tanpa sadar air mataku menetes. Ini mimpi kan? Bagaimana mungkin sepupuku yang sudah meninggal 5 tahun lalu kini bisa bangkit kembali? Kenapa dia bisa berada di sini? Apakah dia hanya alien yang kebetulan memiliki wajah yang sama dengan sepupuku?

Sosok yang sangat mirip dengan sepupuku itu kini sudah berdiri tepat dihadapanku. Dia menatapku dengan mata berkaca-kaca. “Mi Rae~ya…..”

Ahn jae hyun powerless 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Jae Hyun Oppa…., ini…benar-benar kau? Tapi…, bagaimana bisa?”

Sepupuku langsung memelukku dengan erat. Aku bisa merasakan pundakku basah karena air matanya. Aku juga tidak sanggup lagi menahan air mataku. Aku memeluknya sambil menangis keras di dadanya yang bidang. Tidak peduli bila orang lain menganggapku cengeng!

Ini gila! Benar-benar gila! Apa sekarang aku sedang berhalusinasi membayangkan sepupuku yang sudah meninggal dunia, Ahn Jae Hyun, memelukku?

Perlahan Jae Hyun Oppa melepaskan pelukannya. Dia menghapus air mata di pipiku. Bagaiamana mungkin semua ini hanya halusinasi?! Semua ini terasa begitu nyata!

Sepupu kesayanganku, yang sangat kurindukan, yang telah meninggal dunia 5 tahun lalu karena kebakaran di apartemennya, bagaimana mungkin kini bisa berada di sekolah ini?! Planet asing ini! Apakah mungkin….dia juga sama sepertiku? Dia memiliki kekuatan sepertiku sehingga dia memalsukan kematiannya demi datang kemari? Tapi kalau iya, kenapa aku baru bertemu dengannya sekarang dan bukannya minggu lalu saat pertama kali aku tiba di planet ini?!

Saat tangannya menyentuh pipiku, barulah aku melihat ada banyak sekali bekas luka sayatan di nadi, telapak tangan, dan punggung tangannya. “Oppa! Tanganmu….” Mataku membelalak syok melihat begitu banyak bekas luka sayatan. Beberapa bahkan masih terlihat baru sembuh. Jelas ini bukan luka akibat kebakaran.

“Oppa, apa yang sebenarnya terjadi?”

Jae Hyun menggenggam tanganku lalu menuntunku berjalan pergi dari cafeteria. Kami berjalan melewati lorong-lorong penuh tanaman sulur dan bunga-bunga yang bercahaya. Kami berhenti di taman. Jae Hyun duduk di bangku taman yang sepi, aku pun mengikutinya.

Air mataku mulai merebak lagi di sudut-sudut mataku. Aku masih tidak percaya sepupuku ternyata masih hidup! Aku senang bisa bertemu lagi dengannya. Dia sudah jauh lebih tinggi dan lebih dewasa dibanding 5 tahun lalu. Bagiku, dia bukan hanya sepupu tapi kakak sekaligus sahabat baik.

Dulu aku benar-benar terpukul karena kematiannya yang tiba-tiba. Jae Hyun Oppa tinggal sendirian di apartemen di Apgujeong. Ayah dan ibunya tinggal di Jinju. Saat apartemennya kebakaran, akulah orang pertama yang menemukan jasadnya yang telah hangus. Benar-benar pengalaman pahit yang ingin kulupakan dalam hidupku.

Tapi sekarang….dia duduk di sampingku, tersenyum padaku, merangkul pundakku, sehat dan selamat. Apa yang sebenarnya terjadi?

“Mi Rae~ya…, maafkan aku. Maaf karena aku pergi begitu saja. Maaf karena aku… membohongimu.” Jae Hyun menatapku dengan sungguh-sungguh. Aku balas menatapnya sambil tersenyum, menunggunya melanjutkan kata-kata yang ingin ia ucapkan.

“Aku tidak mati. Aku….pergi ke planet Crowns.”

Aku terkesiap dan membelalakkan mataku. “MWO?” sentakku kaget.

Jae Hyun mengangguk. “Lee Soo Hyuk, orang yang datang padaku 5 tahun lalu, yang memberitahuku tentang masa lalu kita, yang memberitahuku tentang siapa aku yang sebenarnya….membawaku pergi ke planetnya, Planet Crowns. Aku.., benar-benar menyesal, Mirae~ya. Aku menyesal telah mempercayainya dan tertipu olehnya. Aku menyesal karena keserakahanku akan kekuatan dan kekuasaan membuatku gelap mata, membuatku meninggalkan kau dan keluargaku. Aku menyesal…karena gara-gara aku….banyak manusia bumi di apartemenku dulu yang menjadi korban.”

Jae Hyun mengulurkan tangannya padaku dan mengelus-elus rambutku. “Tapi aku senang karena kau selamat dan baik-baik saja, Mirae~ya. Aku senang karena sekarang kau ada di sini bersama Professor Young Jae. Kau akan aman dan terlindungi di sini…”

Aku menyentuh tangan kanan Jae Hyun dan meraba bekas luka-nya dengan hati-hati. “Oppa, apa yang terjadi padamu? Siapa yang melakukan ini padamu?”

Jae Hyun tersenyum. “Ini adalah harga kecil yang harus kubayar karena aku tidak mau menuruti keinginan Lee Soo Hyuk. Mereka…, para penguasa planet Crowns, ingin mengeksploitasi kekuatan kaum kita, Mirae~yah. Saat ini mereka bahkan sudah menahan banyak kaum kita di penjara bawah tanah mereka. Mereka sedang mempersiapkan perang. Aku beruntung karena Prof.Young Jae membantuku melarikan diri kemari. Aku tidak mau menjadi budak bajingan-bajingan penguasa Crowns!”

“Oppa, apa maksudmu?”

Jae Hyun menghela nafas panjang, kemudian kembali bicara. “Mirae~ya, kau dan aku…., kita…., bukanlah manusia bumi. Ayah dan ibumu….bukanlah orangtuamu yang sesungguhnya. Ayah dan ibuku….bukanlah orangtuaku yang sesungguhnya. Ratusan tahun lalu, ayah Professor Young Jae menyelamatkan kita dan bayi-bayi kaum kita lainnya. Menyebarkan kita di berbagai planet di seluruh jagad raya, di planet berbeda, berharap para penguasa Crowns tidak akan menemukan kita. Tapi sayangnya, mereka berhasil menemukan kita. Kau beruntung karena 5 tahun lalu… kekuatanmu belum muncul dan belum bisa dirasakan oleh mata-mata planet Crowns di bumi.”

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. “Tidak mungkin! Aku…., kaum Esther?”

Jae Hyun menggeleng. “Kita manusia planet Anemone. Kaum Esther adalah sebutan bagi kaum kita yang menjadi budak dan bekerja untuk para penguasa planet Crowns. Penduduk planet Anemone sama-sama memiliki kekuatan yang bisa membuat pengendali kekuatan di galaksi ini mendapatkan kekuatan yang jauh lebih besar. Planet kita sudah mati. Kita dibawa ke bumi ratusan tahun lalu, dibekukan dalam tabung container kehidupan di laboratorium milik ayah Prof.Young Jae. Entah apa yang dia lakukan pada kita sehingga kita memiliki kekuatan lain selain kekuatan utama planet kita. Rekayasa genetik, kurasa.Lalu kita dilepaskan dan dibiarkan untuk hidup dan tumbuh berkembang seperti sekarang ini 15 tahun yang lalu bagimu, dan 17 tahun yang lalu bagiku. Harusnya ayah professor Young Jae membawa kita ke planet Mato ini sejak kita kecil. Sejak kita berumur 10 tahun, saat kekuatan pertama kita mulai berkembang. Tapi sayangnya ayah Prof.Young Jae meninggal,kita terlupakan. Dan di sinilah kita sekarang. Biarlah aku saja yang merasakan kekejaman Crowns selama 5 tahun ini, yang penting kau baik-baik saja, Mirae~ya…” Jae Hyun kembali mengelus-elus rambutku dengan penuh kasih sayang.

Aku hanya menatap sepupuku itu tanpa mengatakan apapun. Semua fakta gila ini belum bisa kucerna seluruhnya oleh otakku.

Bila apa yang dikatakan oleh Jae Hyun Oppa benar, berarti nyawa kami terancam. Nyawa teman-teman kami terancam. Para penguasa planet Crowns akan mencari kami kemari! Apakah Prof.Young Jae bisa melindungi kami? Apakah kami akan aman di sini? Bagaimana kalau kehadiran kami justru membawa bencana bagi murid-murid ROVIX?

=== TBC ===

 

Ahn Jae Hyun :

Ahn_Jae_Hyun powerless 2

 

 

Lee Soo Hyuk :

Lee soohyuk powerless

 

 

Hongbin :

Hongbin powerless

 

 

Zelo :

Zelo powerless

 

Kai :

 

Kai powerless

 

50 thoughts on “Powerless (Chapter 3)

  1. KE to the CE O.O SUMPAAAH KECEEE BANGEEET ^^b serasa lagi baca harpot series. yess tebakan gw bener kalo mirae itu kekuatannya lebih dahsyat dari alien laen😀
    penasaran bgt gmna ntar perangnya. ini mirae cuma 1 gak mungkin menang lawan pasukan crowns yg jmlhnya bejibun, kecuali… yah gitu deh. pokoknya perangnya harus spektakuler. gak cuman smliwir angin lewat kek MD kkk xD next part ditunggu yah kak😀

  2. kyaaaaa kece eonni *histeris gilaa!!!

    akhirnya aku ngerti apa kekuatannya Mirae.. jadi ceritanya Planet Crown ngejajah planet Anenmone terus ngebawa penduduknya buat manfaatin mereka biar mereka menang perang gitu?? parah banget perasaan!
    di Rovix ada orang planet crown gak? siapa aja eon? jangan jangan anak SNSD ya??

    aku tau ahn jae hyun… kece , tiis, tapi kesannya imut banget …. aku sukaaa
    dan aku gak suka banget sama yang namanya kim SooHyuk. beungeutnya itu pitonjokeun asli da~

    tapi eonni, kalo JaeHyun dibawa ke planet crown, mayat yang ditemuin sama Mirae mayatnya siapa?

    terus itu Kai Ceritanya gimana?

    ya sudah, cukup segitu dulu comment aku, kalo ada tambahan nanti aku tambahin..
    pokoknya lanjutannya ditungguin.. jangan lama-lama eonni.. aku sampe lumutan nungguin FF ini *oke ini lebay

    PS : semoga first comment ya allah~ amiiin
    jangan lupa HF masih ditunggu!!

    *reader cerewet comeback

    • Iih iyaa.. kece bgt Ahn jae hyun yaaa ♥♥♥♥
      Mayat yg ditemuin mayat orang lain yg ada di apartemen jaehyun. Kan gosong kebakar jd gak keliatan jelas sama Mirae nya. Tp ada tanda / barang punya jaehyun (cincin) di mayat itu. Hahaha. Nanti deh kalau perlu aku bahas di chapter selanjutnya, tp ga dibahas jg gpp kayaknya. Wkwkwk
      Gomawoo udh baca chiik ♡
      HF ayoo teror kunang. LOL

      • kece pake sangadh itu eonni~~
        cepet lanjutin yaa eonni… adik aku neror aku tiap buka WP. pasti aja nanya “kaka, powerless udah keluar beloom” sampe aku pegel dengernya.. tapi aku juga penasaran banget sih.. hehe^^

        okee okee aku pembaca yang setia meneror eonni buat lanjutin kok haha

  3. Akhirnya……………….
    Update juga yg powerles >_<
    aku nunggu banget ni ff,
    Eh, bukan cuma ff ini aja si.
    Aku nunggu semua ff.
    Tp maaf ya,
    Ga bs sering2 kasih comment T_T
    Tp yg pasti aku selalu berkunjung disini.
    Fighting!!^_^

  4. Kyaaa, udah di post Powerless nya😄
    Disini udah hampir terungkap ya, fakta-fakta nya,
    mungkin masih ada lagi ya, misteri (fakta) yang masih belum terungkap? Wkwkw, pasti makin seru ….
    Ahn Jae Hyun >_♡_<
    Panda nya keceee,😄
    FF kali panjang banget, bagus, bikin puas baca nya, semoga nanti makin panjang ff nya setiap chapter ^^
    jangan lama-lama ya di post Powerless nya, soalnya seru n kece banget, ff nya, hehe,
    Oya, Lovely Home itu nanti genre nya apa aja, Azumi eonnie? Masukin genre fantasy juga ya…..
    Mian, aku gak bisa neror (?) Azumi lewat twitter supaya lanjutin ff, tapi semoga ff-ff nya Azumi eon, makin kece ff nya,
    HF jangan di lupain ya! Hehe, giliran mau neror Kunang untuk ff nya yang TPMP sam HF! *ngacir ke blog Kunang
    Fighting terus eoni! ♥

    • Gomawoooo ♡♡
      Gak apa2 kok udah banyak yg nerror. Wkkkwk
      Lovely Home nggak ada fantasy-nya…. Lebih nyeritain kayak variety gitu… Jd berasa jd penonton variety show. Hahaha.

  5. Kece badaaaai.. excited banget bacanyaaaa… akhirnya.. penantianku tak sia2. LOL. Keren banget kaaak.. >.<
    Yaah… tebakanku salah.. eh.. tapi itu mirip nullification.. yg menangkal kekuatan itu.. kkk.. ya ampun kaaakk… ga sabar nih nunggu part4 nyaaa.. ada jaehyun pula.. uwooh.. om kuu.. ahaha…
    cepetan apdet yah kaaak.. aku menunggumu.. :*

    • Thank u…>_<.
      Iyaa…yg menangkal kayak nullification..tp dia masih belum ahli pake kekuatan menangkal. Kkkk….
      Ooom? Kkk…. Oppa aku diaaa.
      Udh tua tp baby face yaaa dia. Hahaha
      Oke…tunggu aja yaa… ^^

      • hahaha… awalnya ilfill duluan liat om jaehyun. wkwkwkwk… semua gara2 Kwill.. semua gara2 dia. TT
        cerita yaoi nya.. ugh…
        baby face.. BANGET. aku shock tau umur dia yang segitu.. langsung patah hati. hahaha… 9 tahun lebih muda dari aku. wkwkwk

      • 9 tahun lebih muda? 9 tahun lebih tua kali….wkwkwk
        Biarin ih udh tua jg ganteng. ♥_♥
        Yg di MV K-will emang gak nyangka seo in guk nya suka sama jaehyun. Tp jaehyun nya enggak kan….atau jangan2 suka jg? Hahaha. Gak tau deh. Dulu aku liat MV itu gara2 ada Dasom-nya, dan nggak tau kalo nama model nya itu Jae Hyun. Baru nyadar pas nonton you who came from the stars. LOL

      • walah.. typo parah aku. T.T
        iyaaa.. huwaa.. padahal aku juga suka in guk. huhuhu. aku ga tertarik sama cewek. #Lah?
        nyesek awalnya.. waktu ending.. pengen makan meja rasanya.. gemeees.. >.<

        eonni.. ada link tutorial wordpress yang bagus ga? aku gabisa blogging. huhhuhu.. pengen ngedit blogku nih…

  6. Waahhh….akhir’y publish jg….
    Ough jd itu kekuatan mirae kereeenn.,.,..tp dy pnya satu kelemahan g bisa nglindungin diri sndri…….
    Wah low mirae kaum esther berarti dy dlm bhya donk aaaahhhh….eotteokajjiiiiiii bkal ad perang besar ini……
    Aaaaawwwww….ad ahn jae hyun senang2…….. Gra2 man from the star ini jd suka ma tuh namja waaakkkzzzzz……..
    Jd pnsaran di rovix school siapa ya yg dr planet crown??????
    Baiklah pemirsa qt tunggu kelanjutan’y nanti…….,,,,😉

  7. akhir’a di post jg ,🙂
    keren aku suka sma kekuatan ny mirae😀 pkok’a dtnggu next chap nya , pnsaran bngettt ,, jaehyun ny kece badai ,,
    keep writing🙂

  8. Keren banget eonni!!! Eonni, jalan pikiran kita sama ya? Tadinya nama fans girlband yang aku buat namanya Crowns. Trus nama planetnya Crown yang ada disebelah planet mato! Wesss kita sehati eonni…. aku udah nhepost ceritaku lo eon, komen yaaa….
    “May you be bless by the moon~”

  9. KYAAA!! Daebak!!!
    jadi Mi Rae bukan asli makhluk bumi? OMG!

    teori-teorinya itu sumpah, kecě! Nama planetnya jg Kece!

    kekuatannya Mi Rae půn këřěñ abis, apakah Mi Rae punya kekutan lain yang belum terkuak?

    By the way, kenapa Kai jadi berubah gitu, ato jangan-jangan Kai asalnya dari planet Army??

    aduh eonni, ini itu ffnya jjang! buat next chapternya ditunggu jangan lama-lama yya kke~
    hwaiting! :*

  10. eonni keren bangeeet . doh kece banget.
    aku baru baca dari yg pertama langsung borongan gile kece eon!!

    eonni bisa aja sih idenya, aku suka deh yg fantasi gini bikin geregetan(?) wkwk

    eon ini romansa(?)nya belom ditampakin yaaa :3
    aduh penasaran😐
    itu kai kenapa tbtb berubah gitu eon ?😮

    eonni semangat lanjutinnya yaaaa :))
    ditunggu next chapter jangan lamalama yaaa eon😀
    fighting!!

  11. -Powerless (Chapter 3)-

    Sebenarny kekuatan yang dimiliki MiRae tu apa?
    Faktany yang mencenangkan Galaxy Kembar, Planet Crowns n Kaum Asther.
    Dan Prof. Hakyeon kakek Hongbin? Gag nyangka banget.

    Yang paling menggelegar fakta kalau MiRae n sepupuny JaeHyun adalah Kaum Asther?
    Gimana nasib MiRae selanjutny setelah tau kalau dia adalah Kaum Asther?
    Ditunggu kelanjutannya^^

  12. Pingback: Powerless (Chapter 4) | wiantinaazmi

  13. Pingback: Powerless (Chapter 5) | wiantinaazmi

  14. I CAN’T BREATH OMG. Begitu tiba” poto Jaehyun terpampang jelas di layar, bener’ ga bisa nafas… Astaga, gantengnya ga nahaaaaan kaaaak! /fangirling’an/ oke, kayaknya aku salah fokus..
    Waaah, aku kira tadinya ada anak ROVIX yang tau asal-usulnya Mirae, dan berubah jadi Jaehyun buat ngerjain Mirae. Ternyata salah. Hahahahahha.. Aku kalo baca ff fantasy emang bisa tiba” muncul imajinasi lain di dalam otak kak. Padahal ceritanya ga sesuai imajinasi aku. Hahahahaha
    Duhh, jadinya Mirae bukan dari planet bumi asli? hmmm.. Gimana ya nasib nya dia disana nanti. penasaraan penasaraaan…. Lanjut ke chapter selanjutnya ya kak ^^

  15. annyeong min…
    wah ceritanya seru bgt,aku udah baca dari awal tapi baru sempet comment sekarang maaf ya min….min kira@ ntar hongbinnya suka gk ya ma mirae?penasaran nih min..
    ditunggu ceritanya ya min…
    powerless sampe chapter berapa sih min??kok kayanya panjang bgt ya??

  16. Pingback: Powerless (Chapter 7) | wiantinaazmi

  17. Pingback: Powerless (Chapter 6) | wiantinaazmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s