[songfic] Because of Me

Title                 : Because of Me

Author              : Azumi Aozora

Cast                 : Ray / Kim Hyun Il (C-Clown), Kim Min Young (OC)

Genre              : romance, slight of angst

Rating                : PG+15

Length               : Ficlet (shorter than oneshot)

Disclaimer       : Cerita ini hanya fanfiction. Terinspirasi dari lirik lagu ALi yang baru, Because of Me. Lagunya enaaaak banget. Ini link-nya =>  http://k2nblog.com/single-ali-because-of-me/

 

poster because of me


If I get drunk, in case I call you again

I can’t even get a drink

“Yeoboseyo?” Aku mengangkat ponselku yang terus saja berdering sejak tadi. Sekarang sudah lewat tengah malam, lebih tepatnya pukul 00.45 KST. Siapa yang menelepon malam-malam begini?! Mengganggu tidurku saja!

“Min Young~ah…., Min Young~ah…” terdengar suara serak seorang pria. Aku mengerutkan keningku. Meskipun sudah hampir 2 tahun aku tidak pernah bertemu dengannya, aku masih bisa mengenali suara ini.

“Ray?”

“Min Young~ah…hik…hik…”

“Ray, kau mabuk?” tanyaku.

Tiba-tiba saja terdengar suara pria lain. “Nona, bisakah kau datang kemari dan membawa pulang Tuan ini? Dia mabuk berat.”

“Mwo? Tapi aku bukan…..”

Pria itu memotong perkataanku. “Aku kirimkan alamatnya lewat message. Tolong cepat datang, Nona. Pria ini sejak tadi terus meneriakkan nama Anda.”

Tuuutt….tuuuutttt…..tuuuuttt…

Ponsel pun diputus oleh pria yang sepertinya pemilik bar, atau mungkin saja pelayan bar. Aku menghela nafas panjang. Kenapa aku harus datang?! Aku bukan siapa-siapa lagi bagi Ray saat ini.

“Hhhhh, kenapa dia minum banyak?! Dia kan tidak bisa minum! Minum 1 gelas saja sudah membuat kepalanya pusing.”

Tanpa pikir panjang lagi, aku pun segera memakai mantel dan syal, lalu meraih kunci mobil dan berlari keluar dari apartemenku menuju tempat parkir. Aku membaca message yang dikirimkan oleh pelayan bar dan segera tancap gas menuju daerah Gangnam.

 

Because it’s all my fault

I can’t even beg you

I can’t even vent

“Min Young….. Min Young~ah…., Kim Min Young…” Ray terus saja memanggil namaku dengan suara keras. Beberapa pengunjung melihat ke arahnya dengan wajah terganggu. Ternyata bar ini merupakan bar eksklusif. Sepertinya yang datang kebanyakan para pengusaha atau artis. Tidak ada lagu hingar-bingar maupun suara tawa terbahak-bahak yang biasa  dijumpai di kelab biasa.

“Min Young… MIN YOUNG! KIM MIN YOUNG!” suara Ray semakin keras.

“Jeosong hamnida…. Jeosong hamnida.” Aku membungkukkan badanku, meminta maaf pada para pengunjung lain yang menatap Ray.

“Ray!” Aku mengguncang-guncang bahu Ray.

Ray mengangkat wajahnya dari meja dan menatapku dengan pandangan tak fokus. “Oh! Min Young~ah!” Ray tersenyum lebar. Tapi sedetik kemudian senyumnya lenyap. “Kau bukan Min Young! Dia tidak mungkin mau menemuiku! MIN YOUNG~AH! KIM MIN YOUNG! Semua ini salahku. Aku tahu…semuanya karena aku. Hik…hik…” Ray mulai cegukan.

“Ayo pulang, Ray!” Aku membantu Ray berdiri.

Ray menoleh padaku. “Apa kau benar-benar Min Young?”

Aku mengangguk. Aku melingkarkan sebelah lengannya di pundakku dan memapahnya berjalan menuju mobilku.

The more I loved, the sicker I got

I know I used to suffocate you

 

Selama di perjalanan menuju apartemen C-Clown, Ray terus meracau. “Kau tahu, Min Young? Dulu aku memang keterlaluan. Aku terlalu protektif. Aku terlalu mengaturmu. Bersama denganku terasa seperti tercekik kan? Kau tidak bisa bernafas dengan bebas karena aku terlalu mengatur hidupmu.”

“Tidak, Ray.”

Ray terkekeh. Pandangan matanya masih tidak fokus. Aku menatapnya sekilas, lalu kembali fokus menyetir.

“Kau bohong, Min Young~ah…, kau bohong. Kalau begitu kenapa dulu kau meninggalkanku?”

It’s all because of me

Everything is because of me

What do I do about my lost love?

If I love less, will things change?

Will you come back?

I’ll do anything

 

Setibanya di apartemen C-Clown…..

Aku sudah memijit bel berkali-kali, tapi pintu apartemen belum juga dibuka. Aku mulai tak sabar. Badanku juga mulai terasa pegal karena menahan berat tubuh Ray.

“Mereka tidak ada di sini.” Kata Ray tiba-tiba. “Mereka….hik…pulang…hik… Liburan.”

“MWOOO? Lalu? Kuncinya? Apa passwordnya?”

Ray menggeleng. “Tidak tahu. Rome hyung sudah menggantinya.”

“Kalau begitu telepon Rome Oppa!” Aku mencari-cari ponsel Ray di saku coat-nya, lalu menghela nafas kesal ketika menyadari ponsel Ray tertinggal di bar. Padahal saat aku datang tadi, aku melihat ponselnya di atas meja, harusnya aku mengambilnya sebelum kami keluar!

Aku melirik jam tanganku. Pukul 2 dini hari. Bagaimana ini? Aku juga tidak mungkin meninggalkan Ray diluar seperti ini.

“Ayo.” Aku memapah tubuh Ray lagi menuju mobil. Kali ini kami pulang ke apartemenku.

***********

Sinar matahari yang menyilaukan membuatku terbangun. Aku langsung terduduk begitu menyadari bahwa aku tertidur di tempat tidurku dan bukannya di sofa. Padahal seingatku, tadi malam aku tidur di sofa setelah membaringkan Ray yang mabuk berat di tempat tidurku.

Aku mengendus-endus sekitarku. Tercium aroma wangi bacon dan telur. Coat hitam Ray masih ada di sofa, itu berarti dia masih ada di sini.

Aku berjalan menuju dapur. “Good morning.” Sapa Ray sambil tersenyum cerah. Ia sedang menyiapkan sarapan di meja makan.

“Kau baik-baik saja? Tidak merasa pusing?” tanyaku sambil menatap Ray dengan cemas.

Ray tersenyum lebar sambil menggeleng. “Aku memasak dan memakan sup yang dulu biasa kau buatkan untukku.…” kata-kata Ray terhenti. Dia terbatuk pelan lalu mengalihkan pembicaraan. “Sarapan sudah siap.” Ray menuntun tanganku, membimbingku ke meja makan dan menarik kursi untukku. Aku menatapnya dengan heran.

Ray duduk di hadapanku. “Ng – ng .., Min Young. Maafkan aku. Tadi malam aku pasti sangat merepotkanmu.” Ray tersenyum penuh penyesalan.

Aku menggeleng. “Hmm. Tidak apa-apa. Bagaimana kabarmu selama 2 tahun ini?” tanyaku tanpa emosi, lalu mulai memakan sarapanku.

Ray menatapku lekat-lekat. Ekspresinya terlihat serius. “Tidak lebih baik dibanding saat aku bersamamu.”

Aku berhenti makan lalu menatapnya. Ray masih menatapku dengan serius. “Bila aku merubah sikapku. Bila aku tidak terlalu mengekangmu lagi. Bila aku berusaha untuk tidak terlalu mencintaimu lagi, bisakah…. kau kembali padaku, Min Young~ah? Aku akan melakukan apapun untukmu.”

 

How did I become so broken?

I was confident in anything

Because it felt like you’d dump me any day

The more I loved you, the more miserable I got

I doubted everything for no reason

 

Selama beberapa menit, kami hanya saling tatap dalam diam. Ray meraih kedua tanganku dan menggenggamnya di atas meja. “Selama 2 tahun ini aku merasa sangat tersiksa, Min Young~ah. Meskipun aku bisa meraih impianku, debut bersama C-Clown, menyanyi, menjadi terkenal, tapi hidupku tidak pernah terasa sama lagi setelah kau meninggalkanku.”

“Kau tahu, Min Young~ah? Sejak dulu aku adalah orang yang sangat percaya diri, tapi di hadapanmu….entah kenapa rasa percaya diri itu hilang. Aku takut kehilanganmu. Aku takut kau mencampakkanku. Semakin aku mencintaimu…, semakin aku meragukan banyak hal, tanpa sadar perasaan itu membuatku semakin mengekangmu dan mengatur hidupmu. Maafkan aku, Min Young~ah…., aku tidak akan lagi mengatur hidupmu. Aku tidak akan melarangmu pergi bersama teman-temanmu. Aku tidak akan menjadi si brengsek yang pencemburu lagi.”

Perlahan aku melepaskan tangan Ray yang hangat dari jemariku. Aku menghela nafas panjang. “Hidupku juga tidak pernah terasa sama lagi setelah aku mengenalmu, Ray. Seharusnya dulu kita tidak perlu bertemu. Seharusnya aku tidak perlu mengenalmu.”

I can’t forget your face that day

You broke up with me, as if you were begging me

 

Ray mendengus pelan. Sorot matanya terlihat terluka. Aku mengepalkan kedua tangan di sisi tubuhku. Menahan keinginanku untuk memeluk Ray dan memberitahunya tentang semua kebenarannya.

“Sebegitu benci-nya kah kau padaku, Kim Min Young?” tanya Ray dengan sorot mata terluka.

Aku membalas tatapannya dengan dingin, lalu mengangguk. “Karena itulah, sebaiknya kau lupakan aku, Ray. Jangan memikirkanku lagi. Jangan menemuiku lagi. Minggu depan….aku akan pergi dari Korea. Aku akan tinggal di Jerman bersama ayahku.”

Ray menyeringai. “Raut wajahmu saat ini…sama persis seperti 2 tahun lalu. Aku tidak mungkin melupakannya. Saat itu…. Kau tiba-tiba saja meminta putus. Memohon, lebih tepatnya. Kau seperti memohon agar aku menghilang selamanya dari hidupmu, Kim Min Young.”

Aku balas menatap Ray dengan berani dan tegar meskipun aku merasa air mataku hampir jatuh tak tertahankan. Dadaku terasa sesak sekali.

“Selama 2 tahun ini…., aku terus bertanya-tanya… mengapa kau mencampakkanku? Aku tahu….aku bukanlah pria yang paling baik untukmu. Aku bukan pacar yang sempurna. Aku mudah cemburu, aku terlalu mengatur pergaulanmu, hidupmu. Aku selalu ingin kau berada di sampingku setiap saat dan membuatmu membatasi pertemananmu dengan orang lain.…”

“Tapi kini aku sadar…, kau lah masalahnya. Hatimu-lah yang jadi masalahnya, Kim Min Young. Sejak dulu hatimu tidak pernah berada bersamaku. Selamat! Kau pasti akan menjadi CEO yang hebat seperti ayahmu. Mungkin dulu memang tidak seharusnya kau pindah ke Korea dan bertemu denganku.” Ray tiba-tiba saja berdiri dan berjalan pergi meninggalkanku.

Setelah terdengar suara pintu dibanting, yang artinya Ray sudah keluar dari apartemenku, aku pun tak kuasa lagi menahan air mataku. Aku menangis se-keras-kerasnya. Menumpahkan segala emosi yang tertahan.

Aku meringis kesakitan saat bagian atas perutku terasa sangat sakit. Keringat dingin mulai membanjiri seluruh wajah dan tubuhku. Dengan susah payah, aku meraih ipad-ku dan mulai mengetik e-mail untuk Ray. Air mataku membuat layar-nya buram, tapi aku terus mengetik.

To : ray_kimhyunil@gmail.com

Subject : Because of Me

Dear Ray,

Akulah yang tidak baik untukmu, Ray. Akulah yang tidak sempurna. Ya, seharusnya aku memang tidak perlu bertemu denganmu dan jatuh cinta padamu. Semua itu hanya semakin membuatku merasa berat untuk meninggalkan negeri ini. Minggu depan aku akan pergi ke Jerman, bukan untuk bekerja di perusahaan ayahku, tapi…untuk menjalani operasi.

Kanker hati stadium akhir. Itulah alasan sebenarnya aku meninggalkanmu, Ray.

Bila dulu aku memberitahumu, aku tahu kau pasti akan lebih memilih tinggal bersamaku dibanding mewujudkan impianmu sebagai penyanyi. Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Aku tidak ingin menggantungkan hidupmu hanya demi kurang dari 10% keberhasilan operasiku nanti. Aku tidak ingin menghancurkan masa depanmu.

Kau adalah pria yang paling sempurna untukku, Ray. Tak peduli se-mengesalkan apapun dirimu di saat sifat cemburu dan protektif-mu muncul. Tak peduli se-manja apapun dirimu. Bagiku.., kau adalah pria yang paling sempurna.

Aku tidak pernah merasa tertekan. Aku tidak pernah merasa kecewa karena setiap detik aku harus menghabiskan waktuku hanya denganmu. Aku tidak keberatan…… tidak memiliki sahabat lain selain dirimu.

Masa depanmu terlalu berharga untuk dikorbankan hanya demi aku, Ray. Bila 2 tahun lalu kau tetap bersamaku, apa jadinya kau saat ini? Kau pasti tidak akan berhasil meraih impianmu sebagai penyanyi.

Aku hanya akan menjadi beban bagimu. Karena itulah aku “bermain peran” sebagai bad girl yang mencampakkanmu begitu saja tanpa alasan yang jelas.

Lebih baik begitu, Ray. Karena aku tidak akan pernah mungkin bisa hidup di dalam masa depanmu. Aku hanyalah masa lalumu.

Karena pada akhirnya, semuanya adalah salahku. Bukan salahmu, Ray. Jangan pernah menyalahkan dirimu lagi.

Hiduplah dengan bahagia, Ray.

 

–          Kim Min Young –

 

Aku tidak menekan tombol “send” melainkan hanya menyimpan e-mail tersebut di draft. Entah kapan aku akan mengirimkan e-mail itu pada Ray. Ketika di bandara Incheon? Ketika tiba di Jerman? Atau ketika aku hendak masuk ruang operasi?

Entahlah. Mungkin saja aku juga tidak akan pernah mengirimkan e-mail ini padanya.

 

In the end, because of me.

 

 

===== The End =====

5 thoughts on “[songfic] Because of Me

  1. Nyesek banget eonn endingnya😥
    Ray kasian banget, dia udah salah paham sm Min-young. Coba aja kalo Ray gak cepet” pergi atau gk msih dibalik pintu padti dia juga tau klp sbnerny Min-young jg suka dama dia. Akhir” ini srg buaf ff C-Clown ya eonn? Buatin yg Kangjun jg ya soalnya biasku di C-Clown itu Kangjun🙂 tp gk mksa juga.

    • Hehehe…iya fik. Lagi suka banget sama mereka. >_<.
      Nanti kalau ada ide lagi ya…hehehe. Tp emang enakkan bikin drabble / ficlet / oneshot ya jd ntar nya gak banyak hutang FF. Wkwkwk
      Gomawooo fik udh baca ♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s