[Songfic] Touch

Title                 : Touch

Author             : Azumi Aozora

Cast                 : Jung Soo Jung / Krystal f(x), Kang Min Hyuk (CN Blue), Kim Myung Soo / L (Infinite)

Genre              : romance, friendship, AU

Rating               : PG+15

Length               : Ficlet (Shorter than oneshot)

Disclaimer       : Cerita ini hanya fanfiction. Terinspirasi dari lirik lagu Miss A “Touch”. Silakan sambil dengarkan lagunya. ^_^.  Link MV Miss A “Touch” => https://www.youtube.com/watch?v=aF8Fst_zonU

poster touch

Sudah tidak terhitung lagi banyaknya pria yang mencoba “mengetuk” pintu hatiku. Tapi aku selalu menutup pintu hatiku rapat-rapat. Tidak ingin membiarkan seorangpun masuk ke dalamnya.

Semenjak Myung Soo pergi dari kehidupanku, mulai saat itulah aku menutup pintu hatiku lebih rapat. Aku tidak bisa lagi merasakan perasaan luar biasa yang kurasakan bersama Myung Soo dulu. Tak ada satupun pria yang bisa membuat hatiku berdebar seperti yang Myung Soo lakukan.

Datar. Itulah yang kurasakan. Padahal banyak sekali pria yang jauh lebih baik dari Myungsoo yang mendekatiku, tapi rasanya datar-datar saja.

Sejak dulu aku tahu, aku tidak ingin berkencan dengan seseorang hanya karena orang itu tampan, atau kaya, atau terkenal. Bagiku, pria yang bisa membuat hatiku luluh padanya, pria yang bisa membuka pintu hatiku, dialah pria yang pantas kucintai.

Sejak kecil, aku memang sudah terbiasa hidup mandiri. Aku tidak pernah merasa ketergantungan pada “pria” seperti teman-teman perempuanku yang lain. Aku tidak suka “memanfaatkan” pria yang menyukaiku. Kalau kau mengencani pria hanya agar bisa diantar jemput kemanapun kau pergi, kenapa kau tidak mengencani supir saja?! kalau kau mengencani pria hanya karena menginginkan uang, kenapa tidak sekalian saja mengencani para ahjushi pengusaha yang kaya raya?! Kalau kau mengencani pria hanya agar ada “teman”, berarti kasihan sekali karena dirimu tidak punya teman. Kalau kau mengencani pria hanya karena kau merasa “malu” karena tidak punya pacar, seharusnya kau “malu” pada dirimu sendiri karena kau membohongi perasaanmu demi pendapat orang lain yang sebenarnya tidak penting.

Begitulah. Aku selalu memandang rendah teman-teman perempuanku yang berkencan hanya demi hal-hal konyol.

Aku tidak pernah merasa menderita meskipun aku “single”. Bagiku status tidaklah penting. Lebih baik aku sendiri daripada mengencani pria yang tidak kucintai. Hidupku terlalu berharga untuk dihabiskan dengan orang yang tidak kucintai. Begitulah prinsipku, dan sejak dulu aku selalu memegangnya dengan teguh.

Mungkin aku terlalu pemilih? Ya, terserahlah apa kata orang. Aku memang pemilih. Aku hanya memilih pria yang bisa membuka pintu hatiku dan masuk ke dalam hatiku. Intinya, aku hanya akan berkencan dengan pria yang kucintai, tak peduli sebanyak apapun pria yang menyukaiku, kalau tidak ada satupun dari mereka yang kucintai maka aku tidak akan berkencan!

Sejauh ini, hanya Kim Myung Soo-lah yang berhasil membuka pintu hatiku. Dia cinta pertamaku sekaligus pacar pertamaku saat junior high school dulu.


Myungstal songfic 2

Saat Myung Soo pergi meninggalkanku, hatiku ternyata tidak pernah terasa sama lagi. Hatiku tertutup lebih rapat dari sebelumnya. Kurasa, di masa depan nanti akan sangat sulit bagiku untuk bisa membuka hatiku lagi.

Padahal 5 tahun sudah berlalu sejak Myung Soo pergi, tapi jejak-nya masih tertinggal di hatiku. Aku bahkan masih menyimpan foto kami.

Myungstal songfic

Itu adalah foto saat kami kelas 2 junior high school. Foto yang diambil dengan “iseng” oleh sahabat Myung Soo, Lee Sung Yeol. Aku tetap menyimpan foto itu karena di foto itu kami berdua terlihat alami dan normal. Senyuman kami tulus tanpa kepura-puraan. Saat itu segalanya terasa jauh lebih mudah dibanding sekarang. Saat itu kami berdua hanyalah remaja polos yang percaya bahwa cinta kami akan abadi selamanya.

Kata-kata “abadi” dan “selamanya” ternyata memang hanya ada di dalam dongeng. Di kehidupan nyata? Banyak sekali hal tidak terduga yang terjadi.

Myungstal songfic credit pics to lany_blue

Layaknya bumi yang berputar, layaknya siang yang berganti malam, layaknya musim yang berganti, ternyata perasaan kami pun berubah. Atau mungkin….lebih tepatnya perasaan Myung Soo-lah yang berubah.

Bagiku, dia tetaplah satu-satunya pria yang kucintai dengan segenap hatiku, tapi ternyata baginya aku hanyalah nomor ke-sekian!

Dalam suatu hubungan, kesetiaan sangatlah penting. Bagiku, aku bisa memaafkan apapun kesalahan pasanganku, kecuali berselingkuh!

Karena itulah, meskipun aku masih mencintai Myung Soo, aku memutuskan untuk meninggalkannya. Dia telah meninggalkanku lebih dulu. Hatinya telah meninggalkanku, karena itulah aku harus meninggalkannya meskipun terasa sangat sakit!

Tidak ada kesempatan kedua bagi pengkhianat. Boleh saja perempuan lain memberikan kesempatan ke-2 atau ke-3 bagi pacar yang berselingkuh, tapi aku tidak akan pernah memberikan kesempatan ke-2 apalagi ke-3! Sekali hatinya meninggalkanku, maka aku akan meninggalkannya selamanya, membuangnya selamanya dari kehidupanku!

Tapi bohong kalau aku berkata aku telah melupakan Myung Soo sepenuhnya. Aku tidak pernah melupakannya, tapi bukan berarti aku ingin kembali padanya.

Aku masih ingat, malam “prom” adalah malam perpisahan kami. Malam itu aku tidak peduli saat Myung Soo memohon-mohon padaku agar memaafkannya, agar memberinya kesempatan lagi. Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, aku adalah orang yang memegang teguh prinsipku. Se-sakit apapun rasanya, se-rapuh apapun hatiku saat itu, aku membiarkan Myung Soo pergi, aku memutuskan untuk “keluar” selamanya dari kehidupannya.

No one can love my closed heart

That’s what I believed but at some point, my heart is opening

My hardened heart can never get a rush again

That’s what I believed but every time I see you, my heart beats

You touch my heart, baby

Musim semi dua tahun yang lalu, saat aku kelas 3 senior high school, setelah 2,5 tahun berpisah dengan Myung Soo, tanpa kuduga ada murid baru aneh yang sangat annoying!

Namanya Kang Min Hyuk. Dia selalu saja ingin tahu apapun yang kulakukan, mengikutiku kemanapun aku pergi, tidak peduli se-dingin apa sikapku padanya.

Kupikir selamanya hatiku akan mati setelah Myung Soo pergi. Kupikir hatiku tidak akan pernah “berdebar” lagi karena merasakan perasaan special itu. Tapi ternyata aku salah. Kegigihan Min Hyuk, sikapnya padaku, perhatiannya padaku, semua itu ternyata bisa membuat hatiku berdebar lagi.

Tanpa kusadari, Kang Min Hyuk ternyata telah berhasil mengetuk pintu hatiku dan  menyentuh hatiku. Tapi lagi-lagi aku merasa takut untuk membiarkannya masuk ke dalam hatiku.
Songfic hyukstal 2

I really don’t want to give or receive any more scars now

That’s what I believed but why does it seem like that won’t happen between you and me?

It will take a while for the scars in my heart to heal

That’s what I believed but at some point, I am in your embrace

 

Aku tidak ingin terluka lagi. Mungkin itulah alasannya. Aku terlalu takut. Aku terlalu pengecut.

Tapi terkadang, saat aku bersama dengan Min Hyuk, feeling-ku mengatakan bahwa dia berbeda dari Myung Soo. Min Hyuk tidak akan meninggalkanku demi wanita lain. Min Hyuk hanya akan mencintaiku.

Tapi benarkah? Bagaimana kalau dia tidak ada bedanya dengan Myung Soo? Bagaimana kalau feeling-ku salah?

Aku tahu luka-ku belum sembuh sepenuhnya. Entah berapa lama lagi sampai aku siap membuka hatiku kembali untuk pria lain, untuk Min Hyuk.

Sekarang aku dan Min Hyuk sudah tingkat 2 di Universitas Seoul. Kami sama-sama mengambil jurusan manajemen bisnis. Dulu kupikir Min Hyuk hanya ikut-ikutan aku saja masuk ke jurusan itu! Tapi ternyata aku salah. Min Hyuk memang cocok sekali kuliah di manajemen bisnis. Dia bahkan jadi murid terpintar se-angkatan. Padahal saat senior high school dulu, dia tidak lebih pintar dariku!

Min Hyuk masih tetap gigih mengikutiku. Bedanya, kini aku sudah terbiasa dengan kehadirannya dan tidak lagi merasa terganggu seperti saat senior high school dulu. Sekarang Kang Min Hyuk adalah sahabat terbaikku. Aku tahu dia masih menyukaiku meskipun dia tidak pernah membahasnya lagi sejak 2 tahun lalu. Satu hal yang kusukai darinya adalah : dia tidak meninggalkanku meskipun dulu aku menolaknya. Tidak seperti pria lain yang hanya ingin bersamaku sebagai pacarku! Min Hyuk tetap ada di sisiku. Sebagai sahabatku. Menurutku memiliki “sahabat” jauh lebih oke dibanding memiliki “pacar”. Tentu saja akan jauh lebih oke lagi kalau pacarku dan sahabatku adalah orang yang sama.

Aku tidak munafik. Aku akui, aku mulai menyukai Min Hyuk. Tapi masalahnya adalah aku terlalu pengecut untuk mengakuinya di hadapan Min Hyuk! Aku takut kisah lama akan terulang kembali. Bagaimana bila di saat aku memberikan hatiku pada seorang pria, ternyata pria itu tidak sungguh-sungguh mencintaiku.

Apakah Min Hyuk sungguh-sungguh mencintaiku? Pertanyaan itu selalu terlintas di benakku. Padahal Min Hyuk selalu menunjukkan kesungguhannya, tapi aku tetap merasa takut.

“Soo Jung~iii! Yah! Kau tidak kepanasan?” Min Hyuk berlari-lari kecil menyamai langkahku yang cepat dan lebar.

“Tidak.” Kataku dengan nada datar.

Min Hyuk tersenyum lebar dengan senyuman khas-nya. “Sekarang puncak-nya musim panas lho! Bagaimana kalau kau pingsan ditengah jalan?”

Aku menghentikkan langkahku lalu menatap Min Hyuk sambil tertawa. Kadang aku heran pada pemikirannya yang seperti anak kecil. “Hahaha. Pabo! Mana mungkin aku pingsan?! Kau kan tahu sendiri aku ini kuat.” Aku menunjukkan lenganku yang tidak berotot tapi juga tidak lembek.

Min Hyuk menatapku sambil tersenyum mengejek. “Benarkah? Minggu lalu.., siapa yaa anak kelas kita yang mimisan karena suhu Seoul sedang panas sekali?! Kalau tidak salah namanya Jung Soo Jung. Kau kenal dia?”

Aku memukul lengan Min Hyuk dengan keras. Min Hyuk hanya tertawa.

Tanpa kuduga, Min Hyuk menutupi kepalaku dengan jaket-nya agar sinar matahari yang menyengat tidak mengenai wajahku.

“Musim panas tahun ini benar-benar ekstrim. Kau harus berhati-hati, Soo Jung~iii. Aku tidak ingin kau sakit.” Kata Min Hyuk. Kali ini nada dan raut wajahnya serius. Tidak terlihat senyuman mengejek seperti sebelumnya.

Mau tak mau aku pun tersenyum. Tersentuh karena perhatian kecil-nya. Hal yang sederhana dan simple, tapi entah kenapa bisa membuat hatiku berdebar.

Jadilah sepanjang perjalanan menuju kampus, Min Hyuk memegangi jaket-nya di atas kepalaku, menghalangi wajahku dari sinar matahari.

“Seharusnya aku membawa payung.” Keluh Min Hyuk.

Aku tertawa. “Seperti nenek-nenek saja!”

Min Hyuk mendelik kesal ke arahku dengan matanya yang kecil. Aku tertawa semakin keras melihat ekspresi wajahnya yang sok dingin, tapi justru malah terlihat lucu di mataku.

Seketika raut wajah Min Hyuk berubah cerah. Min Hyuk menggenggam tanganku dan menarik tanganku. “Ayo kita makan ice cream!” serunya riang sambil berlari kecil.

Aku tersenyum. Tanpa kusadari, Min Hyuk selalu bisa merengkuhku ke dalam dekapannya. Ke dalam dirinya yang entah mengapa terasa seperti “rumah” bagiku. Min Hyuk selalu ada untuk melindungiku dari apapun, bahkan dari sinar matahari sekalipun. Konyol sekali! Tapi sweet.

Songfic hyukstal

********

Sudah 3 hari Min Hyuk tidak masuk kuliah karena ia harus mengikuti seminar internasional di Suwon selama 4 hari. Kupikir hari-hariku tidak akan ada bedanya dengan atau tanpa kehadirannya, tapi ternyata hari-hariku jadi jauh lebih menyebalkan!

Ketika Min Hyuk tidak ada, banyak sekali pria yang mendekatiku secara terang-terangan. Berpikir sekarang mereka bebas mendekatiku karena “pengawalku” tidak ada. Sangat mengesalkan! Mereka meniru semua tingkah Min Hyuk. Apakah mereka pikir, dengan meniru tingkah Min Hyuk maka mereka bisa meluluhkan hatiku?! Aku tahu mereka mendekatiku hanya karena ingin menjadi kekasihku, dan mereka akan langsung menjauhiku begitu aku menolak mereka. Berbeda dengan Minhyuk. Meskipun dulu aku menolaknya, dia tetap menjadi sahabatku.

Tak ada satupun dari pria itu yang bisa merubah tatapan dinginku. Mereka bukan Kang Min Hyuk. Hanya Kang Min Hyuk yang bisa meluluhkan bongkahan es di dalam hatiku yang mengeras.

Aku tertegun dengan pikiranku barusan. Ternyata apa yang pepatah katakan memang benar! Kau baru akan merasa kehilangan seseorang setelah orang itu pergi. Sekarang aku mulai merindukan Min Hyuk. Dan aku tahu hanya dialah yang bisa membuat hari-hariku bersinar.

Dia matahari-ku. Sinar-nya yang lembut bisa meluluhkan bongkahan es di dalam hatiku. Perlahan tapi pasti, kehadiran Min Hyuk telah menutup luka lama-ku.

Aku menatap ponselku untuk yang kesekian puluh kalinya dalam 7 jam terakhir ini. Min Hyuk belum menghubungiku hari ini! Kenapa? Se-sibuk itukah dia sampai tidak bisa hanya sekedar mengirim pesan singkat untukku seperti biasanya?!

Aku menggigit bibir bawahku. Merasa kesal dengan diriku sendiri. Jung Soo Jung! Tidak pantas kau menuntut lebih pada Kang Min Hyuk, sementara dirimu sendiri tidak bisa memberikan apapun padanya!

Aku menatap ponselku lagi, lalu menghela nafas berat. Sampai kapan aku akan bersikap keras kepala seperti ini?!

Aku menganggukkan kepalaku satu kali. Merasa yakin dengan apa yang akan kulakukan. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku mengirim pesan lebih dulu pada Kang Min Hyuk,

 

My heart that became as cold as ice, at some point, you softly stole it.

You’re a warm, shining sunlight on my scar, and new skin is growing over it.

Hanya dalam waktu 10 detik setelah pesanku terkirim, ponselku langsung berdering. Kang Min Hyuk!

“Soo Jung~ii…, kau tahu sudah berapa lama aku menunggumu untuk mengirimiku pesan lebih dulu?” suara Min Hyuk terdengar riang.

“Hmm…, 7 jam?”

“Bukan, tapi 910 hari, yang artinya 21840 jam. Gomawoooo Soo Jung~ii.”

Aku tertawa pelan. Aku bisa membayangkan di dalam kepalaku bagaimana senyuman childish Min Hyuk saat ini.

“Sudah ya, aku harus kembali ke auditorium. Besok aku pulang. Bye, Soo Jung~ii.” Min Hyuk pun memutuskan sambungan teleponnya begitu saja.

Aku mendengus. Dasar! Kenapa dia sama sekali tidak membalas pesan yang kukirimkan tadi? Apakah dia tidak mengerti bahasa puitis? Sebelum aku melemparkan ponselku ke atas meja dengan kesal, ponselku berdering lagi, tapi kali ini bukan telepon melainkan sebuah pesan masuk.

I’ll always be your shining sunlight that makes you warm and safe. ~^^

Aku tersenyum membaca message Min Hyuk. Ternyata dia mengerti. Rasanya aku sudah tidak sabar untuk menyambut Min Hyuk esok hari.

*********

Hari-hari berlalu seperti biasanya. Meskipun tidak pernah ada kata yang terucap dari mulutku, aku tahu Minhyuk mengerti dengan perasaanku saat ini padanya. Aku telah mengizinkan Min Hyuk masuk ke dalam hatiku.

Min Hyuk juga bukan orang yang suka mengobral kata-kata. Baginya, tindakan jauh lebih penting dibanding kata-kata, dan dia memang selalu menunjukkan padaku sebesar apa kasih sayangnya untukku.

Tanpa kusadari, aku mulai mengizinkan diriku bergantung padanya, mempercayakan diriku dan hidupku padanya. Aku bukan lagi Jung Soo Jung si gadis mandiri yang dingin, berhati keras, dan tidak pernah mau bersandar pada orang lain.

Kang Min Hyuk adalah sandaran-ku saat ini. Asalkan dia ada di sampingku, semuanya sudah cukup.

Kami baru saja menyelesaikan ujian akhir semester. Seperti biasa kami berjalan kaki menuju halte bus. Min Hyuk bersemangat sekali karena besok kami berencana untuk jalan-jalan ke taman bermain. Sikapnya jadi lebih hyper daripada biasanya. Seperti anak kecil yang baru pertama kali diajak bermain oleh ibunya.

“Kau belum pernah pergi ke taman bermain?”

Min Hyuk tertawa. “Tentu saja sudah sangat sering. Tapi…, ini pertama kalinya aku pergi denganmu. Aku sangat senang. Oh, Soo Jung~ii, kita makan siang di apartemenku lagi ya? Aku akan memasak kare dan sushi favoritmu.” Min Hyuk tersenyum manis. Sebelah tangannya diletakkan di belakang kepalaku dan mengelus-elus rambutku dengan lembut. Satu kebiasaan Min Hyuk yang membuatku jadi merasa seperti seorang anak kecil.

“Ng..ng.., kita makan di apartemenku saja.”

Min Hyuk menatapku dengan kaget. Selama ini aku memang tidak pernah mengajak siapapun ke apartemenku, bahkan dulu Myung Soo pun tidak pernah. Karena bagiku, apartemenku adalah “ruang pribadi”-ku di mana semua kenangan tentang mendiang orangtuaku tersimpan. Aku tidak ingin berbagi kenangan tentang mereka dengan sembarang orang.

Min Hyuk tahu hal ini. Dia tahu apa alasanku tidak pernah mengizinkan siapapun datang ke apartemenku. Dan kurasa kini dia sangat terkejut.

“Kalau kau tidak mau, tidak usah.” Kataku cepat.

“Gomawo, Soo Jung~ii. Gomawo karena sudah mempercayaiku dan….. mencintaiku.” Kata Min Hyuk sungguh-sungguh, tapi sorot matanya berkilat-kilat jahil.

“Aku tidak bilang aku mencintaimu.” Kataku pura-pura ketus sambil memalingkan wajah.

“Benarkah?” dalam sekejap mata, Min Hyuk merengkuhku dan mencium bibirku dalam-dalam dengan lembut. Aku tersentak kaget, tapi kemudian membalas ciumannya.

Min Hyuk menyeringai dan menatapku dengan jahil. “Aaahh.., jadi kau lebih senang menunjukkannya daripada mengatakannya?”

“YAH!” sentakku.

“Hahahaha. I love you too, my half moon.” Min Hyuk merangkul pundakku dengan sebelah lengannya.

Aku mengerutkan keningku. “Half moon? Bukankah itu kalimat kuno zaman dinasti kerajaan joseon?”

Min Hyuk mengangguk sambil tersenyum. “Memang, tapi aku lebih suka kalimat itu karena terdengar lebih manis dan romantis dibanding other half.”

Aku hanya tersenyum, lalu menyandarkan kepalaku di dada Min Hyuk. Tidak memedulikan tatapan semua orang di halte. Aku mendongakkan wajahku. Min Hyuk menunduk dan tersenyum padaku.

Kurasa, hatiku yang keras dan dingin selamanya akan tetap seperti itu. Itu memang sudah sifatku. Tapi hati itu akan berubah hanya untuk Kang Min Hyuk, matahariku. Kang Min Hyuk, satu-satunya pria yang berhasil menyentuh hatiku.

Without me knowing, at some point, I lean on you

I think the heavens might have given me one more chance

That’s what I think, baby                  

===== The End =====

Catatan Author : N-nyeong! .^_^. (harusnya annyeong, tapi karena gw ngefans N VIXX, jadi ngikutin dia bilang N-nyeong. LOL).

Sebenernya FF ini udah lamaaaa banget gw tulisnya, tapi baru dipost sekarang. Hahaha. FF nya nggak sebagus FF HyukStal gw yang dulu (Snow and Ice) siiih, jadi agak ragu juga buat ngepost-nya. Tapi ya udahlah, daripada nge-bangke di laptop, mending di share di blog. Syukur2 kalau ada reader yang suka. LOL.

Oh ya, “Half Moon” itu terinspirasi dari perkataan Rome C-Clown lhoo. Di interview (lupa pas di mana) Rome bilang dia mau manggil pacarnya Half Moon. Meski kalimat jadul, tapi sweet ya. Wkwkwk.

Jangan lupa tinggalkan komentar di kolom komentar yaa. Jangan jadi silent reader, please!

Regards,

Azumi Aozora

17 thoughts on “[Songfic] Touch

  1. Jadi di sini Myungsoo cuma muncul namanya aja eon? -_-
    tapi bagus sih, aku kurang suka sama MyungStal couple karena entah knp aku kurang suka sama Krystal -.-v
    Myungsoo hanya utk Sungyeol! /fujoshi mode on xD/

    ceritanya bagus eon ;D
    tapi knp di setiap cerita yg aku baca, hampir semua
    Myungsoo selalu jadi BAD BOY -_-
    apa gara” mukanya dan ekspresinya itu?

    Sekali kali buat yg brothership eon ;D /penghasut lalala~ xp/
    hehe damai eon~ ;p

    keep writing eonnie~
    dan… Tomorrow sama Our Love Story kpn update lagi eon? Hehe
    hwaiting eonnie! ^^

  2. eonni gila so sweet banget~~
    eonni kebanyakan ngasih gula yaa??

    kece kece kece gila~~ kenapa baru dipost coba?
    ini image Minhyuknya kayak di the heirs banget.. sweet sweet gimanaaa gitu~~
    kebalikan di Snow and ice kan dia imagenya cold banget kayaknya.. *soktau

    powerless eon powerless jangan lupa powerlessnya… aku siap meneror eonni lewat twitter tiap hari kalo ada pulsa daa~ T-T

    eonni, ini ficlet yang mendekati oneshoot ya?? hehe ^_^v

    okeey~ sekian dulu comment aku wassalam~

  3. Eonni,,,,,,
    ini udah berapa lama aku gak buka internet?? Telat nih baru baca sekarang. Minhyuk sweet banget disini, bayangin kalo mereka bener” jadi real couple bakalan aku dukung 10000% deh buat mereka. Ceritanya sama nih kya judulnya touch banget buat aku ♡♡. Banyakin ff hyukstal dong eonn, aku bener” ngeshipp mereka dr sebelum ada Chanyoung-Bona. BTW tema barunya keren eonn🙂

    • Wkwkwk…
      Aku ngeship mereka jg dari sebelum the heirs, makanya seneng bangeeet mereka main bareng. Wkkkwk.
      Tapi lebih ngeship krystal sama myungsoo sih tetep. Cuma gara2 the heirs jadi lebih ngeship krystal ama minhyuk. Hahaha.

      Gomawoooo fik ♥

      • iya, sama” eonn,,,
        Waktu dulu tau krystal sm minhyuk msuk di the heirs itu udah heboh banget dikelas pdahan gak ada yg suka kpop dikls yg baru. Tiap hari doa moga” mrk perannya pacaran, dan akhirnya eng ing eng. . . . . .
        mereka jd second lead couple di the heirs prok..prok..prok

  4. Yeee,Hyukstall!! #keluarinpeluitlaluditiupp *apaancoba? hahaha😄
    Unnie,ceritanya baguss kokk….suka BANGET sama karakter my Lovely Hyukkie oppa😀
    bikin lagii,yang banyaakkk yaa unnie,soalnya susah cari FF Hyukstal🙂

  5. Keren kak ceritany soo sweett banget pokoknya cerita nya ini T.O.P BGT :v kak buat ff myungstal lagi dong😦 jarang bgt ada sekarang ya kak ya, buat myungstal ya, genre nya romance and sad seru deh *banyaminta
    okee keep writing kak ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s