Forbidden Star (Chapter 5 END)

POSTER FORBIDDEN STAR FIX

Title                 : Forbidden Star

Author               : Azumi Aozora

Main Casts      : Shin Hye Ri / Penelope (OC), Leo / Jung Taek Woon (VIXX), Wu Yi Fan / Kris (EXO-M), Lee Hong Bin (VIXX), Lee Min Hyuk (BTOB)

Support Casts : BTOB, EXO, and VIXX members

Genre              : fantasy, romance, friendship, family, school life

Rating             : PG + 15

Length            : Series (5 Chapters)

Summary        :  Shin Hye Ri bukanlah gadis biasa. Ia adalah keturunan penyihir terkenal. Sayangnya Hye Ri sering sekali melanggar peraturan keluarganya untuk tidak menunjukkan sihir-nya pada manusia biasa. Karena itulah, orang tua Hye Ri mengirimnya ke Korea untuk tinggal bersama kakak-nya, Shin Dong Geun (Peniel), yang sejak dulu merupakan satu-satunya orang yang bisa mengendalikan sifat membangkang Hye Ri. Apakah sekarang Peniel berhasil mengendalikan Hye Ri? Apa yang terjadi bila rahasia Hye Ri dan keluarganya terbongkar? Berbagai kejadian menarik yang belum pernah Hye Ri alami akan terjadi di Seoul, termasuk jatuh cinta. Tapi bagaimana bila ternyata Hye Ri mencintai orang yang seharusnya tidak boleh ia cintai? Bagaimana bila ternyata BTOB, VIXX, dan EXO yang merupakan idol terkenal di Korea sekaligus merupakan 3 group Kingka di Sekolah baru Hyeri juga memiliki rahasia yang tidak boleh diketahui manusia?

Disclaimer       : This story is just fanfiction. I make no money from this, just have fun as fans. Ide dan alur cerita milik author. Sifat / karakter tokoh FF ini ada yang sama dengan asli tapi ada juga yang beda. Di FF ini BTOB, EXO, dan VIXX umurnya masih umur Senior High School (belasan tahun) dan tidak sesuai asli. Don’t plagiarize this story! Just enjoy the story and don’t forget to leave any comment.

 

Link Chapter 1 || Link Chapter 2 || Link Chapter 3 || Link Chapter 4

~~~ Chapter 5 ~~~

Aku merasa seluruh sendiku ngilu dan tulangku terasa remuk. Aku membuka mataku perlahan. Sekelilingku gelap. Hanya cahaya obor samar-samar yang membuat bayangan di sekitarku terlihat menyeramkan saja yang menerangi tempat ini.

Aku duduk sambil memegangi punggungku yang terasa sakit. Kemudian aku menyadari ada 2 tubuh lain yang terbaring di dekatku. “Leo Oppa! Hongbin-nie!” aku mengguncang-guncang tubuh mereka. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Jangan bilang mereka……

“Uhuk..uhuk…” Leo Oppa terbatuk-batuk kemudian matanya terbuka. Aku menghela nafas lega. Sepertinya aku terlalu banyak memikirkan hal yang buruk! Baru saja aku merasa takut Leo Oppa dan Hongbin sudah tidak bernyawa lagi.

Hongbin meringis kesakitan sambil memegang kepalanya. Ia duduk dan menatap sekeliling. “Sial!” umpat Hongbin pelan.

“Apa yang terjadi?” tanyaku.

Leo Oppa merangkulku, membuat tubuhku hangat. Aku baru sadar kini kami berada di dalam sebuah penjara bawah tanah. Sekeliling kami berupa dinding batu. Lantai yang kami duduki berupa jerami kering. Jeruji besi terkunci rapat dengan gembok besar. Tetesan air dari langit-langit batu terdengar nyaring. Membuat suasana semakin mencekam.

“Ayahku sangat kuat.” Kata Hongbin, masih memijit-mijit kepalanya. “Aku dan Leo tidak bisa melawannya.”

“Kita masih punya Kris. Dia harapan kita.” Kata Leo pelan.

Hongbin mengangguk. “Kuharap dia cukup pintar untuk menyelamatkan kita dengan tidak hanya datang sendirian.”

Tubuhku menggigil karena kedinginan. Leo memelukku semakin erat. Selama beberapa detik mataku bertatapan dengan Hongbin. Hongbin tersenyum lebar, memperlihatkan lesung pipitnya yang khas. “Tenanglah, Hyeri. Semuanya akan baik-baik saja. Penjara ini memang membuat kekuatan kita tidak berguna, tapi itu tidak berlaku bagi manusia serigala.” Hongbin tersenyum lebar. “Kau tahu kenapa? Karena ayahku terlalu menyepelekan kekuatan manusia serigala, sehingga dia tidak memasang kekuatan anti manusia serigala di sini. Ayahku menganggap manusia serigala sebagai kaum rendahan. Lebih rendah dari penyihir hitam maupun goblin. Tenanglah, Kris dan teman-teman serigalanya pasti akan menolong kita.”

Aku mengangguk lalu menegadahkan wajahku, menatap Leo. Leo tersenyum hangat. Aku menyandarkan kepalaku di pundak Leo. Hongbin menggenggam tangan kiriku.

Bukankah cinta itu sangat aneh? Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini. Aku sangat beruntung karena kini aku bersama dengan kekasihku dan juga sahabatku. Kuharap semuanya akan baik-baik saja.

***********

Makanan penjara membuatku ingin muntah. Lebih baik aku mengabaikan perutku yang keroncongan daripada memakan makanan menjijikan itu. Hongbin memejamkan matanya. Bermeditasi. Tak pernah sedetikpun Leo melepaskan lengannya dari pundakku. Membuatku merasa nyaman dan terlindungi.

5 jam… 10 jam… 24 jam…48 jam….

Berapa lama lagi kami harus berada di sini?

“Masih keras kepala rupanya?” suara dalam dan bengis tiba-tiba saja menggema di seluruh penjara bawah tanah ini.

Raja vampire berdiri di depan jeruji besi sambil menatap kami dengan sinis.

Hongbin balas menatap ayahnya dengan tajam dan dingin. “Berhentilah, ayah! Apa gunanya kau memiliki mutiara sihir milik Hyeri?! Kau sudah sangat kuat. Kau bahkan jauh lebih kuat dibanding raja sihir.”

Raja vampire tertawa terbahak-bahak. “Hahahaha….hahahahaha. Apa gunanya? Tentu saja ada gunanya, anak bodoh!”

Raja vampire menyeringai mengerikan, menampakkan gigi taringnya yang runcing. Kedua bola matanya berubah merah darah dan bersinar dalam gelap. “Bersiap-siaplah. 5 jam lagi, saat bulan purnama berada di jarak terdekatnya dengan bumi, saat itulah kalian semua akan lenyap. Termasuk kau, anakku yang tampan. Kau punya waktu 5 jam, anakku! Pikirkanlah baik-baik. Kau rela kehilangan nyawamu hanya demi gadis itu? Bergabunglah denganku lagi seperti dulu. Kau tahu aku adalah orang yang pemaaf. Aku akan melupakan semua kesalahan dan pengkhianatanmu.”

Hongbin mengepalkan kedua tangan di sisi tubuhnya. Dalam sekejap dia bangkit berdiri dan menerjang jeruji besi. Kuku-kukunya yang tajam mecengkram jeruji. Matanya yang kuning bersinar terang dan tajam. “Kau bukan ayahku! Kau hanyalah monster mengerikan! Kau ingin tahu mengapa ibuku mengkhianatimu? Kau ingin tahu mengapa ibuku lebih memilih seorang manusia serigala yang selalu kau anggap menjijikan? Karena kau adalah makhluk paling menjijikan di muka bumi ini. Keserakahanmu menghancurkan hati dan pikiranmu.”

Raja Vampire mendesis. “Jangan bicara lagi. 5 jam dari sekarang, kalian semua akan mati. Dan mutiara itu akan menjadi milikku.” Setelah mengatakan itu, raja vampire pun pergi.

Nafas Hongbin terengah-engah. Ia masih berdiri sambil mencengkram jeruji besi. Aku menghampirinya dan meletakkan sebelah tanganku di pundaknya. Mencoba menenangkannya. Hongbin menonjok jeruji besi dengan geram. Darah bercucuran dari tangannya.

“Tenanglah, Bean.” Leo menarik tubuh Hongbin dan membimbingnya untuk duduk. Perlahan Leo meraih tangan Hongbin, menjilati darahnya, dan dalam sekejap luka di tangan Hongbin menutup.

Mata Hongbin sudah kembali normal. Wajahnya juga sudah terlihat rilex lagi.

“Aku tidak akan pernah kembali lagi kemari. Aku akan membangun istanaku sendiri di Seoul.”

Leo mengangguk. “Kau masih memiliki kami. Sejak dulu, kau memiliki kami. Dibanding raja vampire, bagi kami….kau-lah raja kami. Pemimpin kami. Dan….aku juga sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri.”

Hongbin tersenyum pada Leo. Aku menghembuskan nafas lega. Aku senang karena mereka saling menyayangi layaknya saudara.

“Jangan-jangan….dibelakangku….sebenarnya kalian berkencan!” candaku.

Leo dan Hongbin langsung menatapku dengan tajam.

“Jangan bodoh, Shin Hye Ri!” desis Hongbin kesal.

“Aku bukan gay.” Kata Leo dingin.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku. “Aku hanya bercanda! Kalian serius sekali sih! Tenang dan percaya sajalah. Sebentar lagi Kris pasti akan datang.”

Aku menggigit bibir bawahku. Merasa tak yakin dengan apa yang kuucapkan barusan. Kapan Kris akan datang? Apakah dia baik-baik saja? Jangan-jangan….Kris pun  saat ini sedang ditahan entah di mana, atau terluka, atau yang lebih parah lagi…..

Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat. Jangan terlalu banyak berkhayal, Shin Hye Ri!

Tiba-tiba saja 3 ekor serigala besar muncul di hadapan kami. “Tao!” seruku senang. Meskipun sekarang Tao berwujud serigala putih, tapi mata panda-nya masih terlihat jelas. Aku langsung bisa mengenalinya.

Seekor serigala berbulu kuning pucat dan cokelat gelap mendekati Hongbin. Mereka saling bertatapan. Sang serigala menggeram. Hongbin mengangguk. Sepertinya dia bisa mengerti bahasa serigala.

“Kris dan yang lain berjaga di luar. Kalian pergilah lebih dulu.” kata Hongbin padaku dan Leo.

Moncong Tao menyentuh lenganku. Seolah menyuruhku untuk naik di punggungnya. Serigala berbulu kuning menampakkan giginya, tersenyum lebar. Aku mengernyitkan keningku. Bahkan meskipun saat ini dia berwujud serigala, Suho ternyata masih terlihat seperti Suho! Aku menduga  serigala cokelat adalah Kai. Terlihat dari caranya menyeringai.

Serigala cokelat alias Kai mendekati Leo. Leo pun naik ke atas punggungnya. Aku juga mulai naik di atas punggung Tao. Sementara itu Suho dan Hongbin hanya mengangguk.

“Pergilah, aku akan….”

DUARRR!!!

Sebelum Hongbin sempat menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba saja terdengar ledakan super keras. Semuanya terjadi sangat cepat. Aku merasa tubuhku terhempas ke dinding batu dengan keras. Sekujur tubuhku langsung terasa sakit. Jeruji besi penjara hancur. Kilatan cahaya merah dan kuning memenuhi udara. Rupanya raja vampire yang menghancurkan jeruji besi itu dan kini mulai menyerang Suho, Kai, dan Tao.

Puluhan pasukan vampire menyerbu. Terdengar desisan dan geraman dari berbagai penjuru. Para manusia serigala itu melolong.

Kesadaranku mulai melemah. Aku meraba belakang kepalaku dan darah merah memenuhi tanganku. Sepertinya kepalaku terluka karena mengenai dinding batu.

Leo dan Hongbin tidak bisa melakukan banyak hal karena mereka tidak bisa menggunakan kekuatan mereka secara maksimal di penjara ini. Begitupula dengan pasukan vampire. Mereka juga tidak bisa menggunakan kekuatan mereka. Hanya raja vampire dan para manusia serigala ini yang bisa menggunakan kekuatan mereka sepenuhnya.

Raja vampire bergerak dengan lincah. Menancapkan kuku-kuku runcing-nya di leher para manusia serigala. Tapi dalam hitungan detik, Kris langsung menerjang sang raja vampire dan menggigit kakinya dengan keras, membuat sang raja vampire menjerit kesakitan. “Aaaarrrggghhhhhh!”

“Auuuuuuuuuuuu…..” Suho melolong. Seolah memberi isyarat.

Tao langsung mendekatiku. Aku memeluk lehernya, dan dalam sekejap kami pun menghilang. Sebelum kesadaranku hilang sepenuhnya, aku mendengar lagi suara ledakan keras yang memekakan telinga itu.

************

Aroma cokelat panas dan susu memenuhi udara di sekelilingku. Aku merasa ringan. Mataku masih terpejam. Aku menggerakkan badanku, tapi aku tidak merasakan apapun. Mati rasa.

“Love…Love…, syukurlah!”

“Peniel?” aku membuka mata dan melihat kakakku berlutut di sampingku. Air matanya mengalir. “Kau pingsan lama sekali. Yang lain sudah siuman sejak dua hari yang lalu. Bagaimana perasaanmu? Apakah masih terasa sakit?”

“Aku tidak bisa merasakan tubuhku. Rasanya…seperti lumpuh.” Aku menatap Peniel dengan takut.

Peniel tersenyum sambil mengusap-usap rambutku. “Tidak apa-apa, Love. Itu efek yang ditimbulkan setelah Mom menyambungkan kembali tulang-tulangmu yang patah.”

“Dimana yang lain?” Dadaku masih terasa sesak. Aku harus memastikan semua orang hidup dan baik-baik saja.

Pintu kamar langsung menjeblak terbuka. “Love! Sayang!” ibu dan ayahku berlari sambil menangis dan langsung memelukku.

“Mom, Dad…. I miss you soooooo much….I’m sorry for leaving you….” Aku memeluk ibuku dengan erat, meskipun aku tidak bisa merasakan tanganku sendiri. Benar-benar mati rasa, seperti setelah dokter menyuntikkan obat bius parsial ke tubuhku.

“Syukurlah kau baik-baik saja, sayang. Aku juga merindukanmu.”

“It’s okay, Love. Yang penting kau selamat dan bahagia.” Ayahku mengelus-elus kepalaku.

Aku menghapus air mata yang mengalir di pipi ibuku. Satu per satu member EXO mulai masuk ke dalam kamarku. Tangan Kai di-gips. Sebelah mata Tao membiru. Leher Suho dibelit perban. Selebihnya yang lain baik-baik saja.

“Mana Kris?” tanyaku khawatir. “Dia baik-baik saja kan?”

“I’m here.” Kris masuk dengan langkah pincang.

“Are you okay?”

Kris menyeringai. “Kakiku hanya terkilir.” Kris memutar bola matanya. Dia duduk di sampingku. Peniel dan ayahku membantuku duduk sambil bersandar ke bantal.

“Hongbin? Leo? Mereka….”

“They’re fine.” Kata Kris. “Mereka sedang memasak makan malam. Apartemen ibumu kedatangan banyak tamu yang kelaparan.” Kris menoleh menatap teman-temannya. Kesebelas member EXO menyeringai lebar.

Aku hanya tertawa. “Terima kasih sudah menyelamatkanku.” Kataku pada mereka. Mereka mengangguk sambil tertawa. “Tao, aku pasti berat kan?”

Tao mengangguk. “Kau sangat berat. Sebagai gantinya, kau harus membelikanku banyak dalgona kesukaanku.”

“Hmm.” Aku tersenyum sambil mengangguk.

“Love, aku akan membuatkanmu obat lagi.” Ibu dan ayahku pun pergi. Peniel menyeka keringat dingin di dahiku dengan menggunakan handuk hangat.

“Saat itu aku mendengar suara ledakan. Bagaimana kalian bisa lolos?” tanyaku pada Kris.

“Teleportasi. Kau ingat kan kalau kami, para serigala, bisa berteleportasi di penjara itu. Aku langsung pergi setelah menggigit kaki raja vampire. Dia…, akan terinfeksi sedikit racunku.” Kris menyeringai lebar, seolah merasa bangga dengan tindakkannya. “Meski aku ingin membunuhnya, aku memutuskan untuk membiarkannya hidup. Bagaimanapun…dia ayah Hongbin. Hongbin tidak akan pernah kembali lagi ke Skandinavia. Aku dan klan-ku, Hongbin dan teman-teman vampire-nya, juga teman-teman penyihirmu akan selalu ada di sini bersamamu, Shin Hye Ri.”

Aku tersenyum sambil menangis, terharu. “Gomawo.” Aku langsung memeluk leher Kris.

Kris mengusap-usap punggungku. “You’re our best friend. We’ll always be here for you.”

“Hyeriiiiiiiiiiiiiii! Ooooottoookajiiiii??? Kau baik-baik saja?” tiba-tiba saja Ken masuk diikuti oleh teman-teman VIXX nya.

Aku tertawa. “Kau semakin berisik saja, Ken Oppa.”

Kami semua pun tertawa. Kamarku kini dipenuhi banyak orang. BTOB juga mulai masuk. Minhyuk mendekatiku sambil tersenyum lebar. Aku masih merasa bersalah padanya karena kejadian 2 tahun lalu.

“Minhyuk Oppa, maafkan aku karena….”

“Jangan minta maaf.” Potong Minhyuk. Dia menepuk-nepuk pundakku perlahan. “Yang lalu biarlah berlalu. Lagipula.., sekarang aku sudah punya pacar.”

“Benarkah? Siapa?” mataku membelalak lebar. Penasaran.

Minhyuk mengedipkan sebelah matanya. “Joo, kakak perempuan-nya Ilhoon.”

“Mwo? Jincha? Waaahhh…, chukae! Aku ikut senang.” Aku tersenyum dengan tulus. Sungguh, aku bahagia karena pada akhirnya Minhyuk menemukan orang yang dicintai dan mencintainya.

Kemudian aku menatap Kris. Kuharap my best wolf-ku ini juga bisa segera menemukan belahan jiwanya.

“Makan malam sudah siap.” Hongbin masuk sambil tersenyum lebar dengan senyuman khas-nya.

“Hongbinnie!” panggilku. My best vampire-ku pun mendekatiku dan menggenggam tanganku dengan hangat. “Aku baik-baik saja, Shin Hyeri. Jangan bodoh!”

“Kau selalu memanggilku bodoh!” Aku tersenyum sambil mengusap air di sudut mataku.

Ibu dan ayahku datang sambil membawa ramuan obat pahit yang harus kuminum. Semua orang memperhatikanku. Aku menatap mereka satu per satu sambil tersenyum. Aku bahagia semuanya baik-baik saja. Aku senang keluargaku dan sahabat-sahabatku berkumpul di sini bersamaku.

“Hyeri.” Kemudian sebuah suara lembut itu terdengar. Leo masuk dan langsung berlari untuk memelukku. Aku balas memeluknya sambil tertawa pelan.

“Sekarang semuanya terasa sempurna.” Kataku. Leo mengecup puncak kepalaku.

Aku menoleh pada teman-teman penyihir, vampire, dan manusia serigala-ku “Ceritakan apa saja yang terjadi selama 2 tahun ini. Aku punya waktu yang sangat panjang untuk mendengarkan cerita kalian. Aku tidak akan tidur sebelum mendengar semua cerita kalian.”

“Makan malam dulu, baru cerita!” Sungjae dan Hyuk nyengir lebar sambil ber-high-five ria. Semua orang mengangguk setuju.

Aku tertawa. “Baiklah- baiklah.”

Perasaan hangat menyelimuti hatiku. Kuharap persahabatan kami semua bisa bertahan selamanya. Persahabatan tidak perlu memandang jenis dan keturunan. Siapa bilang vampire, werewolf, dan penyihir tidak bisa bersahabat?! Kami adalah bukti nyata dimana persahabatan bisa melenyapkan segala perbedaan.

Kami berbeda. Kami unik. Tapi satu persamaan kami adalah : kami sama-sama saling menyayangi dan menghargai.

*************

Rasanya seperti baru kemarin, kami sekeluarga duduk di sofa hangat dan empuk sambil meminum cokelat panas dan memandang perapian sambil bercerita banyak hal. Aku menyandarkan kepalaku di paha ibuku. Ayahku memijit kakiku. Peniel duduk di sampingku, dan aku mengelus-elus rambutnya.

Dulu, saat aku masih kecil, kegiatan ini selalu kami lakukan hampir setiap malam. Kami bisa bercerita apa saja tanpa henti. Tapi semenjak aku dan Peniel beranjak dewasa, kami tidak pernah berkumpul seperti ini lagi. Kami semua sibuk dengan dunia kami masing-masing.

“Waktu cepat sekali berlalu.” Ayahku menghela nafas. “Lihatlah anak-anak kita sekarang, sudah tumbuh se-besar ini.” Ayah dan ibuku bertatapan penuh arti sambil tersenyum.

Aku dan Peniel tertawa. “Jangan meminta cucu padaku, Mom, Dad!” tukas Peniel langsung. “Minta pada Love saja. Sepertinya tak lama lagi dia akan menikah.” Peniel menolehkan kepalanya dan nyengir jahil padaku.

“Mwo? Hahahaha. Jangan konyol, Pen! Aku masih 18 tahun!” Aku mencubit pipi kakakku dengan keras, membuatnya mendelik kesal.

Ayah dan Ibuku tertawa. “Kami tidak akan meminta apapun pada kalian. Hanya 1 yang kami minta. Hiduplah dengan bahagia. Itu sudah cukup.”

“Moooommmmm!” Aku melingkarkan lenganku di leher ibuku. Bergelayut manja.

Ayah dan Ibuku sudah pindah ke Seoul sejak 1,5 tahun yang lalu. Mereka berpendapat, karier Peniel lebih penting dari karier mereka di LA. Ayah dan ibuku ingin berada di dekat Peniel, karena itulah mereka pindah kemari. Meskipun mereka tidak mengungkit kepergianku 2 tahun lalu, tapi aku tahu mereka merasa kehilangan, dan dengan berada di dekat Peniel-lah rasa kehilangan mereka selama 2 tahun ini bisa terobati.

“I love you Mom, Dad, Pen….”

“We love you more, Love.” Kata ayah, ibu, dan kakakku bersamaan. Kami semua tertawa.

Satu lagi yang harus ku-syukuri. Keluargaku.

Meskipun mereka bukan keluarga kandungku. Meskipun aku tidak memilki setetes darah-pun yang sama seperti Mom, Dad, dan Peniel, bagiku mereka adalah keluargaku yang sesungguhnya.

Mendiang ayah dan ibu kandungku…., aku hanya bisa mendoakan mereka. Semoga Tuhan mengampuni semua dosa-dosa mereka berdua.

Aku tersenyum karena pikiranku sendiri. Aku tidak menyangka, ternyata aku bisa berpikiran dewasa dan bijak juga!

Ibuku mengelus-elus kepalaku. “Love, kau tahu kenapa aku tidak bisa membaca masa depanmu melalui gugusan bintang?” tanya ibuku tiba-tiba.

Aku mengernyitkan keningku. Dulu, kupikir karena aku mencintai Leo, bintang terlarangku. Tapi sepertinya bukan. Leo bukan bintang terlarangku. Kami bahkan sudah melakukan tes DNA seperti cara manusia untuk mengetahui hubungan kekerabatan, dan hasilnya negatif. Kami bukan saudara.

“Aku tidak tahu, Mom. Apakah Mom masih bisa membaca masa depan yang lain?”

Ibuku mengangguk, lalu menggeleng. “Tidak semuanya. Aku jadi mengerti, bahwa aku tidak bisa membaca semua masa depan melalui bintang. Masa depan yang bersifat takdir, hanya Tuhan-lah yang tahu. Sejak kau bertemu dengan Leo, apa yang kalian alami, aku tidak bisa mengetahuinya, karena itu semua adalah takdir yang telah digariskan oleh Tuhan untuk kalian.” Ibuku tersenyum hangat. “Aku hanya bisa membaca masa depan yang bersifat pilihan. Tapi kurasa, mulai sekarang aku tidak akan terlalu mempermasalahkan hal ini. Aku tidak akan membaca masa depan lagi. Tidak penting, Love. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani setiap detik hidup kita dengan baik.”

“Mom!” tukas Peniel tiba-tiba. “Tapi kenapa Mom berusaha membaca masa depanku?!”

Ibu dan ayahku tertawa. Aku membelalakkan mataku. “Pen, jangan-jangan…. Who is this girl? Tell me, Shin Dong Geun!” Aku mencubit lengan Peniel sekuat tenaga.

Peniel menatapku kesal sambil mengusap-usap lengannya. “Kau tidak akan mengenalnya. Dia melody.”

“Mwo? Fans BTOB? Siapa? Siapa? Yah! Kenapa kau tidak cerita?! Pantas saja minggu lalu semua anak BTOB menatapmu dengan aneh! Jadi kau pacaran diam-diam dengan fans-mu?”

Peniel tertawa sambil mengacak-acak rambutku. “Akan kukenalkan nanti. Sekarang tidurlah, Love. Istirahat yang cukup. Tomorrow is a big day.” Peniel mengedipkan sebelah matanya.

Aku mengernyitkan keningku. “What big day?”

Ayahku, Ibuku, dan Peniel hanya tersenyum sambil saling bertatapan penuh arti.

“I hate secret! Tell me now, Pen!” Aku menyilangkan kedua lengan di depan dadaku sambil menatap Peniel dengan tajam.

Peniel menggeleng. “Mulutku terkunci.” Peniel melakukan gerakan seolah menutup risleting di bibirnya.

Lalu aku menatap Mom dan Dad. Mereka berdua hanya tertawa dan mengikuti tingkah Peniel.

Aku memutar kedua bola mataku. Oke, terserahlah! Lagipula sekarang aku ngantuk sekali. Aku menguap lebar dan memejamkan mataku.

“Jangan tidur di sini, Love. Punggungmu akan sakit.” Kata ibuku.

Peniel mendekatiku dan menggendongku menyamping. Aku melingkarkan lenganku di leher Peniel dan menyandarkan kepalaku di dadanya yang bidang.

“I miss you, Pen.”

Peniel tertawa. “Woaaah…, adikku sudah berubah. Dulu kau tidak pernah berkata kau merindukanku. Kalau aku bilang aku merindukanmu, kau hanya akan bilang : tapi aku tidak.” Peniel nyengir lebar. Aku tersenyum. Tiba-tiba mengingat masa kecil kami. Sungguh, Peniel adalah kakak terbaik yang kumiliki di seluruh jagad raya ini!

Peniel membaringkanku di atas tempat tidurku, menarik selimut sampai menutupi leherku, lalu mengecup keningku. “Goodnight, Love.”

“Goodnight, Pen.”

Kemudian perlahan aku pun mulai masuk ke alam mimpi. Aku memimpikan masa kecilku yang bahagia bersama Peniel, Mom, dan Dad. Ternyata begitu banyak hal yang selama ini tidak kusyukuri dalam hidupku.

**********

Keesokan paginya…..

Aku bangun sambil menggeliat. Badanku terasa segar karena tadi malam aku tidak tidur terlalu malam. Aku mengernyitkan keningku heran saat melihat ada selembar kertas di atas tempat tidurku. Tulisan tangan di kertas itu adalah tulisan tangan Peniel. Tulisannya berbunyi : Jangan keluar kamar sebelum gosok gigi dan cuci muka!

Aku tertawa. Dasar! Padahal kan aku memang sudah terbiasa tidak gosok gigi dan cuci muka setelah bangun tidur. Aku baru gosok gigi dan cuci muka setelah selesai sarapan nanti. Biasanya juga begitu setiap hari. Ada-ada saja sih kakakku ini!

Aku membuka pintu kamarku. Hidungku mengendus aroma wangi roti panggang, telur, dan susu cokelat. “Peeeen? Mooom? Daaad? Kalian belum mulai sarapan tanpaku kaaan?” panggilku sambil berjalan menuju dapur, mendekati sumber aroma wangi makanan di hari minggu pagi yang cerah ini.

“Good morning.” Sapa suara lembut.

Aku tersentak saat melihat Leo berada di dapurku, memanggang roti. Leo tersenyum cerah padaku.

“Oppa, kenapa kau ada di sini?” tanyaku heran. Aku masih berdiri mematung di ambang pintu dapur.

Leo berjalan mendekatiku. Aku membelalakkan mataku. Sekarang aku mengerti mengapa Peniel menulis pesan padaku agar aku tidak keluar kamar sebelum gosok gigi dan cuci muka!

Tanpa mengatakan apapun, aku langsung berlari masuk ke dalam kamarku. Meninggalkan Leo yang kebingungan dengan tingkah anehku.

Setelah mencuci muka, gosok gigi, dan merapikan rambut panjangku, aku pun menelepon Peniel. Terdengar nada sambung, tapi Peniel tidak mengangkat ponselnya. Aku mulai menghentak-hentakkan kakiku di lantai dengan tidak sabar.

Setelah mencoba 4 kali meneleponnya, barulah akhirnya kakakku yang menyebalkan itu menjawab panggilanku. “Pen! Where are you?!” pekikku kesal.

“I’m having holiday with Mom and Dad, we’re heading to Heundae beach now.”

“What? Why did you leave me alone?!”

Peniel tertawa. “Kau tidak sendirian, Love. Leo bersamamu.”

Aku menggertakkan gigiku. “So, this is the big day?”

“Yeah.”

Aku mendengus. “Kalian menyebalkan! Aku juga kan ingin berlibur bersama kalian!”

Peniel tertawa semakin keras. “Kalau tidak terpaksa, aku juga tidak akan pergi, Love.”

“Mwo?”

“Sudah ya. Aku sedang menyetir.”

“Ooh, okay. Have fun!” kataku dengan nada sinis dan langsung memutuskan sambungan. Aku melemparkan ponselku ke atas tempat tidur dengan kesal.

Tok….tok…tok…

Terdengar suara ketukan di pintu. “Hyeri~ah, kau baik-baik saja?”

Tanpa sadar aku langsung tersenyum lebar begitu mendengar suara Leo, seolah satu detik yang lalu aku tidak pernah merasa kesal pada kakakku dan orangtuaku karena tidak mengajakku berlibur ke pantai.

Aku membuka pintu kamarku. “Aku sudah cuci muka dan gosok gigi.”

Leo tertawa pelan lalu mengacak-acak rambutku. “Ayo kita sarapan.” Leo menggenggam tanganku dan menuntunku ke ruang makan.

“Kau memasak semua ini, Oppa?”

Leo mengangguk. “Hmmm. Kalau hanya membuat roti panggang dan telur, aku bisa.”

Aku tertawa dan terus saja menatap Leo. Leo mengangkat sebelah alis matanya. “Ada apa?”

“Hmmmm.” Aku menggeleng. “Rasanya seperti mimpi.”

Leo tersenyum hangat. Jantungku berdebar keras. Senyuman Leo masih meninggalkan efek yang sama di hatiku seperti sebelumnya. Tidak ada yang berubah. Perasaanku padanya sama sekali tidak melemah seiring berlalunya waktu, tapi justru semakin menguat.

Leo menatapku dengan gelisah. Aku mengernyitkan dahi. “Ada apa, Oppa?”

Leo membuka mulutnya, lalu menutupnya kembali. Aku tertawa pelan. Leo hanya tersenyum.

“Katakan saja, Oppa. Aku terlihat jelek ya? Aku sama sekali tidak memakai make-up.”

Leo menggelengkan kepalanya. “Kau sangat cantik, Hyeri~ah. Aku ingin melihatmu seperti ini setiap hari. Saat kau membuka matamu di pagi hari, aku ingin kau hanya melihatku.”

Pipiku terasa panas. Aku berdehem keras untuk menyamarkan perasaan grogi-ku, lalu tertawa aneh. “Apakah Ken Oppa dan Hakyeon Oppa mengajarimu kata-kata cheesy lagi?”

Leo menggeleng lalu menatapku dengan serius. Tawaku terhenti. Leo menggenggam kedua tanganku di atas meja.  Dengan matanya yang tajam, Leo menatapku lekat-lekat, dengan lembut dan penuh perasaan. “Hyeri~ah, maukah kau menghabiskan setiap detik hidupmu bersamaku? Seperti ini? Saat membuka mata di pagi hari, sampai menutup mata di malam hari, maukah kau melewatinya bersamaku? Maukah kau menikah denganku, Shin Hye Ri?” Leo mengeluarkan sebuah kotak kecil berbentuk hati yang di dalamnya berisi cincin cantik.

Aku membuka mulutku. Shock! Mataku berkaca-kaca. Sama sekali tidak menyangka Leo akan melamarku sekarang! Dengan cara yang biasa, tapi terasa luar biasa bagiku karena ini adalah Leo. Pria yang kucintai dengan segenap hatiku.

Apapun yang Leo lakukan akan terasa luar biasa bagiku. Aku senang karena Leo melamarku dengan cara yang normal, tapi terasa manis. Aku tidak menyukai sesuatu yang mewah dan berlebihan. Dengan cara seperti ini, Leo memasak sarapan untukku, menyambutku ketika aku bangun tidur, terasa sangat membahagiakan bagiku. Inilah yang akan kami jalani di masa depan nanti. Menghabiskan setiap detik kami bersama-sama.

Aku mengangguk. Air mataku menetes. “Tentu saja aku mau, Leo Oppa.”

Leo langsung memelukku dengan erat. Aku menangis di dadanya. Detik ini juga aku sadar, umur tidak menjadi masalah bagiku. Memangnya kenapa kalau sekarang umurku baru 18 tahun?! Yang paling penting adalah…..aku bisa bersama dengan pria yang kucintai.

************

6 bulan kemudian, setelah aku lulus senior high school……

Suara dentingan piano mulai mengalun, tiba-tiba saja perasaan haru itu menyeruak memenuhi hatiku. Saat ini berbagai campuran perasaan membuat pandangan mataku buram karena air mata yang tertahan di pelupuk mataku.

Aku mempererat pegangan tanganku di lengan ayahku. Seumur hidupku, inilah pertama kalinya aku merasakan berbagai jenis perasaan di dalam hatiku secara bersamaan. Bahagia, tentu saja. Lega, karena akhirnya hari ini tiba. Terharu, karena sebelumnya aku tidak pernah menyangka akan bisa berdiri di sini, berjalan di sepanjang jalan penuh bunga ini, menuju altar, menuju Leo yang berdiri di sana sambil tersenyum seolah ia adalah pria paling bahagia di dunia ini.

Ayahku menoleh padaku, menepuk pundakku pelan, seolah ia mengerti. Tatapan mata ayahku seolah berkata ia merasa bahagia karena hari ini tiba untukku, tapi merasa sedih karena kini ia akan melepaskanku dan mempercayakanku sepenuhnya kepada Leo. Karena kini ayahku akan menemaniku melewati jalanan panjang penuh bunga ini, seolah jalanan ini adalah masa laluku dan berjalan menuju altar di depan sana, masa depanku.

Bagi ayahku, sampai kapanpun, aku tetaplah gadis kecilnya. “Love, I’m so happy.” Bisik ayahku.

Aku tersenyum. “Thank you, Dad. I’ll make you happier than this later. I’ll give you grandchildren who as adorable as me.”

Ayahku tersenyum dan kami tetap berjalan perlahan. Di kiri kanan kami semua tamu undangan berdiri sambil tersenyum. Pandangan mataku tetap lurus ke depan, tapi dari sudut mataku, aku bisa melihat sahabat-sahabat manusia serigala, penyihir, dan vampire-ku menatapku dengan tatapan yang tak akan pernah mungkin kulupakan seumur hidupku. Aku tahu mereka bahagia untukku.

Tapi di ruangan ini, aku merasa aku dan Leo-lah yang paling bahagia. Setelah melewati berbagai ujian berat di masa lalu, hari ini terasa seperti sebuah keajaiban. Di masa lalu kami bahkan tidak pernah berharap terlalu jauh seperti mengharapkan sebuah pernikahan. Bisa diperbolehkan mencintai Leo saja rasanya seperti sebuah hal yang mustahil saat itu.

Tapi kini, kami berdiri di sini. Tatapan mata Leo yang tajam tapi lembut dan senyuman hangatnya menyadarkanku bahwa semua ini adalah nyata.

Aku dan ayahku telah tiba di dekat altar, perlahan ayahku menyerahkan tanganku ke dalam genggaman tangan Leo. Ayahku dan Leo bertatapan sejenak, lalu mengangguk, seolah mengatakan hal melalui pikiran mereka.

Ketika Leo menggenggam tanganku dan menatapku dengan segenap perasaan itulah aku tahu masa depanku bersama Leo telah ditakdirkan sejak zaman bumi dan jagad raya ini belum tercipta. Segala rintangan di masa lalu adalah suatu ujian dari Tuhan yang menginginkan kami berdua agar semakin menghargai takdir yang telah ditetapkan oleh Tuhan bagi kami saat ini.

Leo membimbingku ke altar. Milyaran detik paling membahagiakan yang telah kami lalui bersama tidaklah sebanding dengan detik paling membahagiakan ini, ketika ikatan suci pernikahan mengikat kami berdua. Ketika kami bersumpah di hadapan Tuhan bahwa kami akan saling mencintai selamanya.

Semua orang bertepuk tangan. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku. Leo tersenyum dan kemudian menghapus air mataku dengan kedua tangannya yang hangat dan lembut. Leo menatapku seolah aku adalah hal paling berharga yang ia miliki di dunia ini. Leo mencium bibirku dengan segenap perasaan yang tak perlu kami ucapkan. Aku tahu ia pun merasakan hal yang sama denganku.

Leo, bintangku. Satu-satunya bintangku yang bersinar paling terang di seluruh jagad raya ini. Bintang yang menyinari hari-hariku yang gelap. Bintang yang kupikir adalah bintang terlarang untukku, kini telah berubah menjadi bintang special yang hanya tercipta untukku selamanya. Leo is my eternal star, not forbidden star.

************  THE END ***********

 

Catatan Shin Hye Ri :

Aku meminta kakakku dan sahabat-sahabatku agar menyerahkan sebuah foto kenang-kenangan untukku. Untuk kusimpan di dalam album pernikahanku. Aku tidak ingin album-ku hanya berisi foto-foto pernikahanku dengan Leo, tapi aku ingin foto sahabat-sahabat baikku terpampang juga di sana. Aku ingin mereka memperlihatkan ciri khas mereka masing-masing. Jadi, inilah foto yang mereka berikan padaku :

Sahabat-sahabat penyihirku (termasuk kakakku) menunjukkan ciri khas mereka dengan berfoto memakai topi penyihir. Ilhoon bahkan sampai membawa sapu. Itu bukan sapu terbang, tapi sapu milik pembersih jalanan! Hahaha.

FS BTOB penyihir 1

Minhyuk – Peniel – Eunkwang – Ilhoon

 

FS BTOB penyihir 2

Hyunsik – Sungjae – Changsub

 

Sahabat-sahabat werewolf-ku sudah kuminta berfoto dengan wujud wolf mereka. Menurutku mereka sangat keren dalam wujud wolf! Tapi ternyata…, mereka malah hanya memakai topi dengan tulisan wolf, dan berpose dengan “jari wolf” -___-

FS EXo wolf

Chen – Xiumin – Luhan

Kyungsoo – Chanyeol – Kai

Sehun – Lay – Kris

Suho – Baekhyun – Tao

 

 

Hakyeon Oppa dan Ken Oppa mengirimiku foto VIXX saat mereka terlihat seksi. Itu kata Hakyeon Oppa ya. Menurutku? Hanya Leo Oppa yang seksi! Hahaha

 

FS vixx vampire 2

Hongbin – Hakyeon – Leo

Ken – Ravi – Hyuk

 

Ken Oppa dan Hongbin memberiku “bonus” foto saat mereka berwujud vampire. Tapi gigi taring mereka tidak diperlihatkan. Katanya agar aku tidak ketakutan. Dasar! Aku kan tidak takut! Di foto itu sepertinya Ken Oppa baru meminum darah ya?! LOL.

 

FS vixx vampire 1

Hongbin – Ken

My best vampire, Hongbin, memberiku foto Leo Oppa 4 tahun yang lalu. Di foto itu Leo Oppa terlihat sangat tampan! >_<. Dia memang selalu terlihat tampan di mataku! Hehehe. Bagiku…, Leo Oppa terasa seperti “rumah”, dimana aku mendapatkan makanan, perlindungan, dan kasih sayang.

Leo FS 5 2

 

 

Leo FS 5 1

 

FS 5

Terakhir…, padahal aku meminta Peniel berfoto bersama pacarnya, tapi dia malah berfoto bersama anjing milik ayahku! Dasar! -___-

Peniel

 

Catatan Author : Akhirnyaaaa.,,,,,,tamaaaatttt,,,,,>_<. Bakal kangeeennn…>_<. Apa pendapat kalian tentang cerita ini?❤

Makasiiihhhh udah baca cerita ini yaaa. Jangan lupa tinggalkan komentar. ^_^

-Azumi Aozora-

32 thoughts on “Forbidden Star (Chapter 5 END)

  1. akhir nya di publish jga ,,.
    keren bnget sumpah, bner” lh ..😀 pcr’a peniel kn aku #plakk wkwkw😀 daebakk aplalgi akhir’a hyeri nikah sma leo trus kado prnikahan nya foto sahabt nya hyeri 🙂 dan pkok’a Dae To The Bakk .. hwaaaaaa kehabisan kta” buat ngungkapin rsa snang’a aku🙂
    di tnggu deh ff slnjut nya trutama powerless🙂

    • iiih.., berarti kmu kakak iparku doong. Hahaha.
      Gomawoooo udah ngikutin FF ini+ comment >_<. *hugs*
      Siaaapppp…, powerless pasti dilanjutin, tapi ga tau kapan. hahaha . *kabuuurr sama Kris*😄

  2. Ending’y saiia suia saiia suka…….
    aaaaahhhhh…..setelah sekian lama pensntian akhir’y…..
    G kebayang pagi2 melek lngsung liat Leo my shy shy boy lg nyiapin sarapan oh my to the god………
    nikah????????
    sama Leo????????????
    hu’uuh mau bangeeeeeeettttttttttttzzzzzzzzzzzzz…..
    Woah…..photo para penyihir keren2 para srigala g klah keren cuman agak keganggu ama pose tangan mreka haaaaa….*abaikan
    dan para vampire tampan….yaaaaa Cha NNNNNNN disitu yg terlihat sexy cuma Leo ma meeeeeeennnnn^^ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
    Dan akhir kata wat Azmi ff’y kereeeeennnnn bgtzzzzz
    Huuuuhhhh….bkal kngen ma Leo nich^^

  3. Baca dua kali pas chapter ini gara” tadi malem bacanya gak konsen krna udah ngantuk, mian eonn baru komen sekarang😦
    End?? ini udah end beneran? padahal masih kangen sama Hongbin. Dari 3 orang yang suka sama Hyeri akhirnya Leo yang menang. Chukkae prokk..prokk..prokk #gakjelaslagi
    Pict yang dibawah bkin senyum” sendiri. BTOB imut bgt difotonya, kalo VIXX keren cuma liat foto N kya’nya ada yg aneh sama ekspresinya. Exo keren cuma #lagi tangannya Kai, Kris, Lay lucu. Terakhir, foto Peniel cakep banget. Pacarnya Peniel aku eonn, jd dia gak mau foto sama aku.
    Ok, kaya’nya komenan aku udah mulai ngaco. Intinya selamat eonn udah ngelesai.in ini ff yang keren, ff lainnya ditunggu🙂

  4. Apdeeet.. aak… kakaaaaak…. ini udah selesai? Selesai? BENERAN?? *okeabaikan. Eyy… hongbin kalah.. sini lempar ke aku #dijitakNsamaKen. Sukaaaaaaa….. gabisa bayanging si leo.. aih… leo.. (senyumnya leo gimana sih?) Ahaha… bikin FF nya ken kaaak… muehehe.. #plak
    Bonus ftonya.. aih… #cubitsungjae. Gara2 liat monstar niih.. muehehe. #okeabaikan. Kereeeeeen… kereen.. kereeen…. suka suka suka… muehehe…. sekarang giliran demo kak kunang… #smirk

    • Iyaaaaa udah bereeeesss….hahahaha
      *lempar Ken* sembunyiin hongbin* LOL
      Leo senyumnya ganteeeng ♥_♥
      Gomawooo yah udah baca + comment >_<
      Iya ayoo demo kunang sana. Wkwkwk

      • Kok N nya ga seklian dilempar? #merana. LOL
        Bukannya senyumnya leo itu cantik ya kak? /ditendang.
        Yaah.. bakal kangen vixx. Eh masih ada powerlesss.. hayooo kapan apdeet? Tar aku demo lg sama kak kunang lho.. #senggolkakkunang. LOL
        Kata kak kunang mau apdet pas weekend tp beloom.. huwee

      • Nggak doong N nya aku simpen. *peluuukkk* wkwkwk
        Gak tau kapan niiih….hahahaha. Kirimin Rome sama Yonghwa k rumah aku deh. ..biar semangat nulisnya. Wkwkwk. Lagi tergila gila mereka berdua. *efek comeback*
        Tenaang…katanya bulan ini VIXX comeback jg. *butuh feels Hongbin*
        #BanyakAlesan
        LOL

  5. Kyaaa, udah ending! Happy ending! >○<
    Keren! Fantasy nya tetap bagus banget!
    , Azumi gimana kalo bikin fantasy tanpa romance? Hehehe, jadi fantasy nya real asli gitu,
    Sama dong don, aku juga lagi ngefans ama C-Clown ♥ Udah liat Justice?😄
    Bayangin Tao, Kai , Kris jadi werewolf, pasti kece banget ♡ (oya, aku juga punya sih, tuh foto EXO yang itu, ganteng, wkwkw , itu yang dipake ya -_-)
    trus nasib Hongbin ama Minhyuk gimana? trus Kris ama Peniel? Minta sequel dong….
    Enak dong di follow ama Kangjun? Huaaa, pingin! tapi aku lebih suka si Rome sih, *pellluukk
    Hyeri ama Leo berduaan, trus nikah jadi so sweet banget❤
    Foto2 nya kece kece semua xD
    Oke, segitu dulu komen nya, mian telat baca
    Fighting! semoga makin keren ff nya ! ♥ :* :3

  6. Eonni!!!! Sequel-nya dong!!!! Penasaran sapa pacarnya peniel nih…. #plakkk wah…. eonni seriusan deh, ini ff bagus banget…. temenku juga bilang ff bikinan eonni jjang…. trus dia paling suka yang the last diary of broken wings devil. Katanya dia, itu keren banget…. fighting ya eonni!!!!

    • Huwaaaa….gomawooo zer. *terharu*
      Iiih pacarnya peniel kan aku. Hahahaha. *ditendang peniel*
      Waah….asiik deh klo suka . Hehehe.🙂
      Makasih yaaa zer udh selalu baca ff aku ^_^
      *pelampiasan stress…nulis FF*. Wkwkwk

  7. Eonnie mian karna Ak gak komen di part 3&4…
    Suka..suka..suka banget…
    Tapi,sayang udah END T_T..

    Ak kesel di part 4.. Ak keselnya sama appa nya hongbin…
    Bikin aku gereget…

    Eonnie memang the best deh ^^b

  8. Thor ceritanya bagus ;-; cuman sayng kalo buat fantasy kurang gereget kurang actionnya di endingnya ciaaaat hahaa, tapi ciyus suka banget sama ceritanya /kasih lopek yang banyak/ hehe.. Keep writing thor, ditunggu cerita yang lainnya.. Perbanyak FF BTOB yah thor wkwkwk

  9. hai aku pengunjung baru yang kesana gegara kepincut sama ice prince vixx yang irit omomg irit ekspresi dab serba irit /kenapa jadi curhat/
    aku suka ff terutama genrenya entah kenapa aku seneng baca ff ada unsur tusuk, gigit dan tengkar /otak psyco/
    leo oppa >/////< padahal aku jarang suka ice prince tapi kenapa aku suka leo :* /nahlo curcol lagi/
    ffnya apik dan kayaknya aku gak nemu typo di atas, mian aku langsung comment di part end hehe
    banyak" bikin ff leo ya di pair sama aku juga gpp/ ngarep/
    kan aku ngerusuh wp orang udah ah berasa nyepam
    keep writing ^^

    • Hai…hai….welcome ^^
      Wkwkwk….klo aku kebanyakan emang suka cowok2 dingin kayak Leo…tp skrg bias utama aku di vixx jadi Hongbin sih.😄
      Gomawoooo yah udah baca ;))
      Ada lagi FF Leo lainnya, tapi bukan fantasy. Bisa di cek di Library. Hehe

  10. hallo~ aku balik lagi. sekarang aku lunasin utang komen disatu ff -lagi- yg aku baca di wp ini.
    ff fantasi kedua yg aku baca setelah powerless dan demi apapun ff genre fantasi ini gak bertele-tele dan punya cerita ringan yg asik buat dibaca. tp tetep dg gaya tulisan author yg penuh imajinasi dan kreatifitas didalamnya. diksi yg ringan dg cerita yg gak bertele-tele bikin cerita ini gak ngebosenin. genre romance-fantasy-nya yg bikin ge-re-ge-tan pembaca jadi satu hal yg paling ditunggu kelanjutan ceritanya. pengambilan karakter tiap tokohnya (btob, vixx, exo) berasa pas banget. dan satu yg selalu jd favoritku dr tulisan azumi-shi adalah selalu ada kejutan tak terduga ditiap chapter >_< keren lah pokoknya ^^)b

  11. author daebak! ngikutin ini ff sejak si recomend sama temen xD baru komen nih. nunggu sequelnya thor. penasaran atuh sama pacarnya kris sama peniel haha xD sama saran nih, ntar tengkar abis2an aja itu si hongbin sama ayahnya’-’ seru tuh keknya wkwkwk xD sequel ya thor thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s