Hidden Fates (Chapter 3)

HiddenFates_violetkecil

Hidden Fates

Author             : Kunang & Azumi

Chapter           : 3 (Something in Common – Sesuatu yang Mirip)

Main Cast       : Kim Jun Hyo (OC), Cho Min Hyun (OC), Kim Jun Myeon/Suho (EXO-K), Jang Hyunseung (Beast), Park Chan Yeol (EXO-K), Choi Min Ho (SHINee)

Support Cast   :  Kim Mi Young (OC), Kang Yoora (OC), Kim Jong Dae (EXO-M), Xiumin (EXO-M), Baekhyun

Length             :  Multichapter

Genre              : Family, romance, drama, friendship, supernatural, AU

Rating              : PG-15

Disclaimer       : Kim Jun Hyo milik Kunang dan Cho Min Hyun milik Azumi, sedangkan Suho, Hyunseung, Chanyeol dan Minho milik mereka sendiri. Cerita ini murni milik dari weird- happy- chicken maniac– Kunang and cool-stubborn-lovely Azumi Aozora, plagiat jauh-jauh sebelum dikirim Kris ke Galaxy terus digebukkin alien disono,

Summary         : There is a past, and There is a future. Everybody couldn’t avoid both of them. And how about person who can tell your past and future? How if there were persons who can tell your past and future? Wanna take a look? This is the story about Jun Hyo – a *Psychometry ice princess yet beautiful rich heiress who hates losing– and Min Hyuna *Precognitive clumsy girl yet lovely rookie doctor who loves green tea– .. When they see the things that they shouldn’t be seen, the hidden fates are revealed.

3rd Fate Revealed by Kunang (Takdir Ketiga dibuka oleh Kunang)

===||.: Author PoV :.||===

@Di sisi kolam renang Sekang Hotel

“Katakan! Darimana kau tahu semua itu?”

Minho menepis lengan Hyo yang sejak tadi digenggamnya, mata dinginnya menusuk tajam ke bola mata gadis jangkung berambut lurus agak kecoklatan di hadapannya yang masih memasang senyum penuh kemenangan. Sebelumnya namja itu terpaksa telah menarik Hyo dari ruangan pesta setelah berdebat dengannya, dan dia yakin hal itu telah menimbulkan berbagai spekulasi dari keluarga dan kolega mereka. Tapi bukan itu yang dia pikirkan sekarang, tapi bagaimana mungkin Hyo bisa mengetahui ‘rahasia’ yang telah ditutup rapat-rapat oleh keluarganya?

“Tidak penting darimana aku tahu ‘rahasia’ keluarga mu Minho oppa” Hyo terkekeh kecil ketika mendengar Minho mendengus keras. Selama lebih dari tiga tahun mereka saling mengenal, baru kali ini Hyo memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’.

“Apa yang kau inginkan Junhyo ssi? Kau mau memerasku?”

“Kau pikir aku serendah itu?” Gadis yang dipanggil Junhyo itu perlahan mengendurkan senyumnya “Aku hanya lelah …. Kau tahu? Ayah ku benar-benar serius menjodohkan ku dengan kakak mu”

“Lalu?”

Junhyo mengangkat bahunya “Aku rasa karena kejadian tadi, orang-orang akan mengira ada hubungan yang spesial diantara kita, jadi aku tidak akan dijodohkan dengan Si won ssi”

“Kau gila! Hyung ku menyukai mu!”

Junhyo berdecak “Jangan coba membohongi ku Choi Minho, aku tahu jika dia diam-diam hyung mu itu sudah memiliki kekasih, walaupun begitu dia tetap menerima pertunangan ini. Kau tahu kan kenapa?”

Elite Seven Oceans, perusahaan ayah mu memiliki 20% dari saham perusahaan kami, jika dia menikah dengan mu itu artinya dia akan menjadi pewaris utama Sekang group yang tak tergoyahkan” Minho menghela nafas panjang “Lalu apa yang akan kita lakukan? Jangan salahkan aku jika mulai sekarang orang-orang terutama kalangan atas akan menggosipkan kita”

“Tidak masalah.. atau jangan-jangan ….” Hyo tiba-tiba menggenggam lengan baju Minho dan menutup matanya selama beberapa detik.

“YAA! Kau kenapa?”

“Tidak ada gadis yang kau sukai saat ini kan?” Hyo melepaskan Minho pada akhirnya, namja tampan itu sama sekali tak sadar bahwa Hyo baru saja mengintip sedikit masa lalunya “Bantu aku Choi Minho,  bantú aku agar kalangan atas mengira kita saling menyukai dan aku tak akan membocorkan ‘rahasia’ keluargamu”

“Kau gadis yang aneh, kenapa harus aku?”

“Hmm….. ntahlah, mungkin karena kau tidak menyukaiku” Hyo kembali tersenyum, senyuman yang membuat Minho jengkel. Ya, Minho telah mengenal Kim Junhyo selama lebih dari tiga tahun. Yang namja itu tahu, Hyo adalah satu-satunya gadis yang berani menantang seorang Choi Minho bermain basket bahkan hampir mempermalukannya. Tapi dibalik itu semua, dulu Junhyo adalah gadis pintar, ramah,  manis dan penuh karisma. Dia seperti gadis pada umumnya yang mengidolakan Lee Young Dae, pebulu tangkis terkenal itu.

Hanya sejak Minho lulus senior high dan kuliah, dia benar-benar tidak pernah mendengar kabar Hyo lagi hingga akhirnya setahun kemudian Hyo masuk ke universitas yang sama dengannya. Hyo yang sekarang berbeda dengan sebelumnya, begitu angkuh walau tetap terkesan anggun. Tidak ada lagi kecintaannya pada basket. Tidak ada lagi keramahannya dan kehangatanya yang biasa. Dan yang paling aneh adalah dirinya sendiri, perubahan Hyo membuat Minho penasaran.

“Sepertinya salah satu fanboy mu mencari mu” kata Minho ketika melihat seorang pemuda jangkung dari balik punggung Hyo, membuat gadis itu berbalik.

“Ahh… Chanyeol! Baiklah Minho oppa, selamat atas peresmian hotelnya” Hyo mengulurkan tangannya, tapi sama sekali tak disambut Minho. Itu adalah reaksi yang sudah diperkirakan Hyo jadi dia menurunkan tangannya tanpa beban “Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan oppa”

“Terserahlah” Minho berdecak saat Hyo berbalik dan mendekati pria jangkung itu. Dahinya mengerenyit begitu mata elangnya bertatapan dengan pemuda yang dipanggil ‘Chanyeol’ oleh Hyo. Kentara sekali pemuda itu tidak menyukainya. Minho mendengus, pastilah tebakannya benar bahwa pemuda itu adalah fanboy Hyo.

Hmm… rasanya dia pernah bertemu dengan orang itu sebelumnya.

Tapi kenapa ada yang membuatnya merasa terganggu?  Minho berbalik begitu menyadari masih menatap sudut dinding gedung perusahannya, tempat mereka berdua menghilang dari pandangannya. Pemuda bernama Chanyeol itu ntah mengapa secara fisik agak mirip dengan Hyo, berwajah mungil dengan warna kulit putih yang serupa.

“MINHO YA!! Apa yang kau lakukan sendiri di sana?”

“Ah Key… aku hanya sedang mencari udara segar” Minho mengangkat tangannya, membalas lambaian temannya yang berpakaian sedikit nyentrik dari salah satu pintu aula. Ada hal-hal yang lebih penting dipikirkan sekarang, misalnya menjawab pertanyaan abeoji dan Siwon  yang jelas-jelas melihat dia menarik tangan Hyo keluar pintu aula.

“Oke… sementara ini aku akan mengikuti permainan mu Hyo, kau akan benar-benar menyesal”

======^^^======

@Han Kuk University

Sudah lebih dari seminggu berlalu, dan sudah seminggu Park Chan Yeol berubah. Bukan, bukan sifatnya. Dia tetap Park Chan Yeol yang dikenal sebagai Happy Virus oleh teman-temannya. Dia tetap Park Chan Yeol yang mencintai gitar antik pemberian ayahnya. Dan dia tetap Park Chanyeol yang sebisa mungkin melindungi noona tersayangnya. Hanya satu yang berubah, ada suatu perasaan asing dan hangat yang memenuhi rongga-rongga di dadanya setiap mengingat gadis yang dia pikir di idolakannya, dan Chan Yeol tidak tahu itu apa.

“Baekki… kau yakin memberikan ini pada ku?” Chan Yeol menatap kertas ukuran A3 yang dia telah buka dari posisi menggulung dengan puppy eyesnya, Baekhyun yang sedang memainkan game flappy bird sama sekali tidak sadar kalau sahabat barunya itu hampir mati kesenangan karena hadiahnya.

“Sialll!!!!! Kenapa harus nabrak lagi!! Ahh.. rekorku masih saja level 99 dari mingu kemarin! Ini pasti blab bla….” Baekhyun masih mengoceh pada burung mungil tak berdosa di game itu  yang sukses tertabrak tiang dan terjun bebas, mengharuskannya kembali ke level awal “Heoh, kau tanya apa Nyeol?”

“Ini benar-benar untukku?” tanya Chan Yeol penuh harap

Baekhyun terkekeh dan menganguk membuat Chanyeol memeluk Baekhyun saking girangnya. Ya, yang Baekhyun berikan adalah poster dengan model wanita yang tak lain adalah Kim Jun Hyo, idola Chan Yeol no 1 saat ini. Akhirnya setelah memohon dan berjanji menukarkan poster Hyo dengan poster  limited edition Taeyoon SNSD ukuran full body, Baekhyun mau memberikan poster Hyo pada  Chanyeol.

“YAA!!! Bisa kau berhenti memelukku kelewat erat?! Bagaimana kalau orang-orang mengira aku gay, heoh?”

“Hahhahah nee… mian” Chanyeol melepaskan pelukannya dan kembali duduk lalu membuka gulungan poster yang baru didapatnya dengan hati-hati. Ya, itu adalah poster Hyo saat dia menjadi model setahun yang lalu, Baekhyun tadi bercerita kalau Hyo pernah menjadi model dan pemain teater tapi hanya bertahan setahun. Lebih tepatnya setelah Hyo putus dengan seseorang yang dijodohkan oleh ayahnya.

“Kau benar-benar menyukai Hyo yah?” Baekhyun menyeringai lebar melihat Chanyeol yang hanya tersenyum tipis dengan mata masih terfokus pada poster full body Hyo yang menggunakan pakaian basket. Salah satu tangan gadis itu memeluk bola basket dan yang lainnya memegang sebotol minuman olahraga.

“Tentu saja, dia idola ku!”

“Hanya idola?” Dahi Baekhyun melipat, namja yang lebih mungil dari Chanyeol ini memang agak curiga jika teman barunya benar-benar menyukai Hyo.  Bukan hanya seperti fans pada idolanya, atau bukan seperti dirinya, Xiumin dan Luhan gege yang menganggap Hyo adalah adik kesayangannya walau usia mereka hanya berbeda beberapa bulan, tapi…

“Heoh, apa maksud mu Baek?”

Triiiingggg……………

Ponsel Chanyeol yang berdering membuat Baekhyun tak jadi menginterogasi lebih lanjut. Chanyeol mengambil ponselnya dari saku celana jeansnya, dan seketika itu juga matanya melebar menatap nomor yang sangat dikenalnya . Senyum sumringah mendadak tercipta begitu saja dan dia langsung bangkit dari duduknya, berputar-putar di depan Baekhyun seperti lalat sambil tetap menerima panggilan.

“Yoboseyo, princess?”

‘Orang aneh’ desis Baekhyun, dia tak lagi mempedulikan Chanyeol dan kembali memainkan game flappy birdnya dari level 1. Kali ini dia berniat memecahkan rekornya sendiri, minimal hingga level 100.

“Baekhyun-ah, aku harus pergi, princess memanggil ku”

“Heoh? Tapi dia tidak menghubungi ku?” kata Baekhyun yang masih asyik dengan gamenya, ntah mengapa dia merasa agak kesal sendiri karena akhir-akhir ini Hyo lebih sering bersama Chanyeol. Tapi bagaimanapun dia tidak bisa protes karena Suho hyung sendiri tak mempermasalahkannya.  Dan lagi, Chanyeol dan Hyo jika sudah bersama membuatnya seperti orang asing sendiri karena mereka berdua begitu mirip dan cocok, bukan kah ada yang bilang kalau ada laki-laki dan perempuan yang mirip secara fisik, maka kemungkinan mereka berjodoh?

“Ntahlah… aku duluan!” Chanyeol cepat cepat mengambil tas gendongnya dan meninggalkan Baekhyun yang baru saja mengumpat kesal karena flappy bird nya dengan sukses menabrak di tiang level 99, hanya satu level lagi padahal untuk mengalahkan rekornya sendiri.

**//**

@Lab Anatomi, Hankuk University

“JUN MYEON OPPA!!”  Seorang gadis jangkung bermata agak besar menatap tak percaya pemandangan di depannya. Sebenarnya tidak ada yang terlalu aneh, hanya kakak tersayangnya itu harus dirangkul oleh gadis lain. Ya, Kim Jun Hyo memang mengidap brother complex, dia tidak suka para gadis menempel seperti benalu pada kakaknya yang kelewat baik pada siapa saja.

“Hyo, kau di sini? Aku baru saja menyelesaikan salah satu penelitian ku, tinggal menunggu hasilnya selama beberapa jam ke depan. Untung saja Min Hyun membantu ku” Suho tersenyum hangat kepada gadis yang membantunya berjalan, sedangkan Hyo hanya mengerutkan kening. Bukankah malam sebelumnya Suho oppa sudah bisa berjalan sendiri walau agak terpincang? Ya, seminggu yang lalu, kakaknya itu cedera, dia bilang jatuh dari tangga. Tapi ntah mengapa Hyo tidak mempercayainya. Seandainya saja dia bisa melihat masa lalu kakaknya itu, tentu saja dia tidak akan penasaran seperti ini.

Ya, sekeras apapun Hyo berusaha, dia sama sekali tidak bisa melihat masa lalu oppa kandungnya, eommonim  dan juga abeoji nya. Hanya ketiga orang itu, Hyo pikir itu karena mereka bertiga adalah keluarganya.

“Gomawo Minhyun ssi, tapi biar aku saja” Hyo mendekati Suho oppa dan merangkul tubuhnya. Diam-diam tanpa sepengetahuan oppanya itu, Hyo melemparkan tatapan tajam ke arah Minhyun seolah menyuruhnya enyah dari hadapannya.

“Sunbaenim, aku duluan”

Cklek*suara pintu dibuka*

“Ah…. Minhyun ssi….” Suho menatap punggung Minhyun yang meninggalkannya, raut wajahnya terlihat kecewa.

Drep*suara pintu ditutup*

“Jun Myeon oppa! Apa yang kau lihat! Sudah cukup ya selama seminggu ini aku melihat dia terus-menerus menempel di sekitar mu”

“Bukan ‘menempel’ tapi dia menolong ku karena kaki ku yang cedera” koreksi Suho, nada suaranya terdengar agak kesal.

“Tapi kan dia yang menyebabkan oppa cedera!”

“Oleh karena itu dia membantu ku selama seminggu ini Kim Jun Hyo!” Suho menghela nafasnya, berusaha mengendalikan emosinya dari adiknya yang kelewat protektif itu “ Dengar…aku tidak suka kau menyalahkan Minhyun atau berlaku berlebihan seperti ini”

“Tapi oppa sudah bisa berjalan sendiri sekarang, kenapa—-“

“KARENA AKU INGIN….” Suho memotong kata-kata-kata Hyo, dia sendiri bahkan hampir tidak menyadari apa yang baru saja keluar dari mulutnya. Seketika itu juga Hyo melepaskan rangkulannya dan berbalik untuk menatap mata Suho lebih dalam, mencari kejujuran di sana.

“Oppa menyukai Minhyun ssi?” Tanya Hyo spontan, jika benar, kenapa dari sekian banyak gadis di dunia ini Suho harus menyukai Cho Min Hyun? Hyo tidak ada dendam dengan gadis itu, hanya dia tidak suka sifat anehnya yang selalu menyendiri dan fakta bahwa gadis itu adalah adik dari Cho Kyuhyun. Pria paling playboy dan menyebalkan di seluruh Korea dan dunia ini.

“Hyo ya berhentilah berlaku seperti anak kecil”

“Jadi oppa menganggapku anak kecil?” Hyo menarik nafasnya dalam-dalam “Aku sudah berusaha sabar melihat dia terus menerus menempel pada oppa, atau terbalik? Sebenarnya oppa yang menempel padanya kan?”

“KIM JUN HYO, CUKUP!”

“Oppa kau—–“ Hyo menggigit bibirnya sendiri, mencoba menahan berbagai macam emosi  yang meletup di hatinya. Baru kali ini Jun Myeon oppa yang disayanginya membentaknya seperti itu.

“Hyo ya… mian aku hanya—-“

“Aku tidak mau dengar!” Hyo menepis tangan Suho membuat namja itu agak terhuyung dan berlari menuju pintu keluar lab sebelum air matanya benar-benar tumpah. Sejujurnya dia sendiri benci dengan dirinya yang over protektif pada kakaknya, tapi mau bagaimana lagi? Selama ini yang dia tahu orang-orang di sekeliling oppanya itu terutama para gadis hanya memanfaatkan kebaikan oppanya.

Baru saja Hyo hendak memegang kenop pintu, seseorang membukakannya dari luar.

“Princess?”

“…..”  Setitik air mata jatuh di wajah Hyo tepat saat seorang pemuda kurus berambut hitam dan berbadan tinggi  muncul di hadapannya.

“Chanyeol pabo!, bukankah sudah kubilang jangan memanggil ku seperti itu!”

“Eh? Princess kau baik-baik saja kan?” Chanyeol tidak menghiraukan kata-kata Hyo karena lebih terfokus melihat raut wajah Hyo, dan kemudian dia menyadari masih ada seseorang di dalam sana.”Suho hyung?”

“Minggir!” dan kemudian begitu saja, Hyo menepis tubuh kurus Chanyeol yang menghalangi pintu hingga pria itu terdorong keras ke sisi pintu dan berlari keluar.

“Kejar adikku Yeol! Jangan biarkan dia sendiri!”

Chanyeol menatap Suho sekilas dan menganguk.

“Dan…” kata-kata Suho membuat Chanyeol yang hendak beranjak kembali menolehkan wajahnya dengan tidak sabar “Jika kau tidak menemukannya, cari dia di tempat-tempat sepi”

“Ah… arraseo” sekali lagi Chanyeol menganguk sebelum berlari ke arah tangga tempat Hyo menghilang. Meski belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi antara Suho dan Hyo, samar-samar Chanyeol sudah bisa menangkap jika Cho Min Hyun ikut terlibat dengan permasalahan mereka.

Princesss… dimana kau?

 

===||.: Author PoV  End:.||===

 

===||.: JunHyo PoV :.||===

@Library

Bagiku, Jun Myeon oppa adalah satu-satunya orang yang kupercayai. Dia selalu menjagaku, memperhatikanku, mempercayaiku. Bagiku tak ada satupun orang lain yang bisa menyamai posisi Jun Myeon oppa bagiku, dan aku pikir pun baginya begitu. Walau terkadang aku merasa oppa terlalu baik pada orang lain, dan itu membuat ku cemburu. Bagaimana jika suatu saat ada orang yang lebih oppa sayangi dibandingkan dengan ku?

“KIM JUN HYO, CUKUP!”

Lagi, suara Jun Myeon oppa yang setengah membentakku terulang. Mungkin kalian akan merasa aku ini gadis yang childish karena menangis hanya karena seseorang membentakku, tapi perlu kalian tahu aku tidak peduli siapapun menaikkan nada suaranya atau membentakku kecuali Jun Myeon oppa. Yang kutahu dia sangat menyayangi ku dan baru kali ini dia membentakku seperti itu.

“Hiks… hiks….”  Aku memasang headphones dan berjalan lunglai ke pojok dinding perpustakaan, diantara dua rak sempit yang membentuk sudut 90 derajat. Duduk  memeluk lutut ku dan menangis dalam diam. Mendengarkan suara merdu penyanyi favoritku, hime, dia bukan penyanyi professional apalagi terkenal. Aku juga tidak tahu bagaimana rupanya. Aku hanya menemukan akun youtube nya sebulan lalu dan mulai menyukai setiap lagu yang dinyanyikannya, menikmati suara indahnya.

Where ever you are, I’ll be  there with you

Where ever you go, I’ll be right there for you

I’ll smile for you everyday, and I’ll pray you every single day

I fall asleep with thoughts if you, And When I awakeI call for you

You’re by my side protecting me, And when I’m scared you embrace me

-Heaven, Ailee covered by hime-

“PRINCESS!” suara seseorang akhirnya terdengar setelah keheningan yang lambat laun semakin menyiksa “

“Apa yang sedang kau lakukan disini? Kau membuatku khawatir” suara bass yang jauh berbeda dengan suara penyanyi favorit ku yang sedang kudengarkan terngiang lebih jelas di telingaku saat seseorang membuka hadphones yang ku kenakan. Aku yang sedari tadi menyepi di pojok perpustakaan yang sepi sambil duduk memeluk kaki ku hanya bisa menatap pemuda di depan ku yang telah berjongkok menatap ku khawatir

Park Chanyeol, bagaimana dia bisa menemukanku?

“Aku.. aku ingin bersembunyi di tempat yang sepi”  kata ku lirih sambil menunduk dan mengusap sisa air mata ku “Dan disini tempat paling sepi di kampus”

“Hahahaha…” aku bisa mendengar Chanyeol terkekeh kecil dan kemudian menghela nafas panjang, dia kemudian duduk di sampingku. Sebelah tangannya mengusap-usap bahuku “Kamu bukan anak kecil lagi…. Princess

Aku menganguk, sambil menarik nafas panjang. Kali ini tak menahan air mataku yang handak keluar. Ntahlah, biasanya aku tidak suka menunjukkan saat-saat dimana aku lemah seperti ini kepada orang lain selain Jun Myeon oppa. Tapi aku tahu Chanyeol berbeda, aku merasa nyaman padahal baru mengenalnya seminggu yang lalu.

“Apakah aku salah Chanyeol-ah? Apa aku salah kalau aku tidak suka ada gadis yang mendekati Jun Myeon oppa?”

“Kau cemburu?”

“Anni, aku hanya—-“

“Aku juga sepertimu” kata-kata Chanyeol membuat ku berhenti, kali ini aku menengok untuk menatap matanya yang terlihat sedih “Aku juga tidak suka ada namja lain yang mendekati noona ku”

“Benarkah?”

Chanyeol menganguk dan kemudian tubuhnya berbalik menghadapku “Tapi princess, kau harus ingat, bagaimana pun dia adalah kakak kita dan dikemudian hari dia akan memiliki pasangannya sendiri agar mendapatkan kebahagiannya. Tentunya kau ingin Suho hyung bahagia kan?”

“Tentu saja, tapi…”

“Dan kau tentunya tahu kan jika hubungan kakak beradik maksudku incest itu terlarang?”

Aku memelototkan pada namja yang sekarang tersenyum meledekku “YAA!! PARK CHANYEOL! Memangnya aku sudah gila mencintai kakak kandung ku sendiri?”’

“Shtttt… Hyo ingat! Ini di perpustakaan!” Chanyeol menutup mulutku dengan jari-jarinya yang besar “Hahhahahha iyaa.. hahahhaha mian.. miann princess, tapi kau harus berjanji tidak berteriak”

Aku menganguk dan akhirnya Chanyeol melepaskan tangannya.

“Princess? Huh panggil aku Hyo!”aku mencubit pipi Chanyeol yang agak chubby.

“Hahahhaha appo!!! baiklah, tapi lepaskan”

“Dasar pabo!” Aku pun melepaskan cubitan ku, dan kembali menyandarkan punggungku di dinding. Kali ini terasa lebih hangat karena di sebelahnya ada Chanyeol, fanboy ku anni… ntah mengapa dia terasa lebih seperti seorang teman sekarang.

“Kau sudah merasa lebih baikkan? Tidak menangis lagi?”

“Yaa!! Awas kalau kau bilang pada orang lain kalau aku menangis!”

“Hahahha kalau matamu bengkak seperti itu, orang  bodoh pun pasti akan tahu kalau kau habis menangis  princess” kata Chanyeol lagi , dengan jahilnya dia mengacak-acak rambut ku “Oke oke.. aku masih ingin hidup,  jadi  jangan menatapku seperti itu…princess.. maksud ku Hyo ya.

“Kau ini…. kenapa sih selalu memanggilku ‘princess’?”

Chanyeol kali ini tersenyum lebar menampakkan deretan giginya yang rapi, senyuman yang aku tak yakin bisa kutiru sebaik apapun akting ku “Karena bagi ku, kau adalah tuan putri hehehe….oh ya, sebentar, bolehkah aku meminta sesuatu? Aku kan sudah membuat mu merasa lebih baik”

“Apa?” aku mengerutkan kening, jangan sampai dia minta yang aneh-aneh.

“Hmmm ini?” Chanyeol mengerahkan gulungan kertas berukuran A3 dan sebuah spidol marker permanent padaku, dan aku hanya bisa mengerjap bingung saat membuka gulungan ini. Darimana Chanyeol mendapat benda ini?

“Kau mau sign poster ini untukku kan Hyo? Kau sekalian tulis nama lengkapku juga ya hehehe” pinta Chanyeol dengan puppy eyesnya, membuatku tanpa sadar menarik nafas panjang.

Baiklah, aku cabut kata-kata bahwa aku merasa dia sudah seperti teman, bagaimanapun dia tetap fanboy ku yang aneh!

===||.: Still Jun Hyo PoV :.||===

@ESO Company, President Director Room

21.00PM

“Ini…” aku menyerahkan seberkas dokumen dan sekotak besar berisi berbagai macam barang kecil yang tak berarti seperti tisu, sapu tangan, gelas kecil, punting rokok, lipstick, pin dan benda-benda kecil lainnya pada abeoji ku.

“Hmmm…. Bukan kah disana ada pin dasi kepunyaan Mr. Choi ? Jangan lagi beralasan kalau kau tidak bisa melihat masa lalu buruknya!” selidik ayah ku setelah membaca sekilas dokumen yang aku serahkan, aku hanya mengangkat bahu. Ya, selama ini aku seperti anjing peliharaan abeoji ku yang mengendus masa lalu buruk saingan-saingan bisnis perusahaan kami. Sebenarnya aku tidak mau melakukannya, tapi abeoji ku mengancam akan membuat Jun Myeon oppa berhenti kuliah dengan cara apapun. Dan aku tahu, dia tidak pernah main-main dengan perkataannya.

“Bukan kah kubilang, selain sikap arogannya Mr. Choi itu pria yang tanpa cela” kata ku sambil menatap mata ayahku. Choi Minho harus berterima kasih padaku karena aku tidak membocorkan rahasia keluarganya.

“Bukan karena sekarang kau berpacaran dengan Choi Minho?”

“Hahahhahaha memangnya kenapa kalau ‘iya’ dan kenapa kalau ‘tidak’?” balasku dingin, aku tahu kalau abeoji tidak mungkin merestui ku dengan Minho karena dia adalah anak ketiga dari Sekang group. Selama ini yang paling menonjol dan dikabarkan akan mewarisi Sekang group adalah Siwon oppa.

“Terserahlah… kalau kau tak mau memberitahuku, aku yang akan mencari tahu sendiri” abeoji memijat keningnya dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah komputer kerjanya.

“Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan” kataku ringan lalu berbalik cepat untuk keluar dari ruangan yang bisa membuatku gila itu. Jika saja aku sudah cukup umur, tentunya ingin sekali aku minum-minum sedikit untuk meredakan rasa stress ku hari ini. Aku sama sekali belum berbicara atau bertemu dengan Suho oppa lagi, apa mungkin dia masih marah padaku? Apakah tadi siang aku keterlaluan?

“Karena bagi ku, kau adalah tuan putri hehehe..”

Kata-kata Chanyeol tadi siang tiba-tiba terlintas di kepalaku, membuat ku tanpa sadar tersenyum sebelum masuk ke dalam lift yang kosong. Mungkin aku tidak se depresi yang aku pikirkan. Park Chanyeol sepertinya sudah berhasil menularkan sedikit happy virusnya padaku.

Triiingggggg

Hampir saja pintu lift tertutup saat sebuah tangan besar membukanya, membuatku harus mendongak untuk menatap wajah tirusnya.

“Junhyo ssi?

“Eh, Minho oppa?”

Aku menutup mulutku berusaha menahan tawa melihat muka jengkelnya yang terlihat lucu, dia seperti menimbang-nimbang apa lebih baik menggunakan lift yang sama dengan ku, menunggu lift di sebelah, atau lebih memilih turun 20 lantai menggunakan tangga darurat.

“Wae? Kau takut padaku jadi tidak mau satu lift dengan ku oppa?” aku mendengus keras “Tenang saja, aku tidak akan menggigit kok oppa!”

“Cih..”  sepertinya ejekkan ku berhasil, karena Minho akhirnya masuk ke dalam lift dan aku pun memencet tombol ke lantai dasar. Aku memperhatikan Minho yang sekarang menggunakan pakaian jas formal, mengira-ngira apa yang sedang dia lakukan di perusahaan ayahku. Terakhir kali aku melihatnya di sini adalah tahun lalu, saat ayahnya mempresentasikan proposal pengajuan kerja sama yang akhirnya ditolak oleh ayah ku.

Oh ya, kenapa aku jadi memikirkan namja ini. Ah, bukankah tadi ada e-mail yang belum sempat kubaca?

From : yeolthefire@mail.co.kr

“Princess, apa kau sudah makan?  Ibu ku memasak jjampong, Suho hyung juga ikut makan di rumah ku. Lain kali kau harus ikut!”

Aku tersenyum tipis ketika melihat foto yang dikirimkan Chanyeol, dia sedang tersenyum lebar sambil memegang semangkuk besar Jjampong yang terlihat menggiurkan. Aku bertaruh pasti Suho oppa yang mengambil fotonya.

Lagi asyik-asyiknya memikirkan kata-kata untuk membalas pesannya …

“Kau sudah makan?”

Aku menoleh ke arah namja dingin di sampingku. Sebentar, apa aku tidak salah dengar? Choi Minho bertanya apa aku sudah makan?

“Nee… aku bertanya padamu, memangnya ada orang lain di lift ini selain kita?”

“Heoh tapi—- KYAAAA“

DUAKK DRUKKKKKK

Ntah apa yang terjadi, tapi tiba-tiba lift bergoyang seolah tali penopangnya putus satu persatu. Aku bisa melihat Minho yang tak kalah terkejutnya dengan ku merapat ke dinding lift, sedangkan aku masih berdiri di tengah lift, ketakutan karena lampunya yang mulai berkedip kedip. Rasanya keseimbangan ku dapat hilang kapan saja.

“HYO!! AWASS!” sebuah tangan besar berhasil menarik tubuhku yang hampir oleng menabrak dinding lift di belakangku. Sebagai gantinya, tubuhku jatuh ke dada bidang Minho, begitu dekat hingga aku bisa merasakan tubuhnya yang beraroma mint. Dia terus memeluk ku erat dengan sebelah tangannya, sedangkan tangannya yang bebas memegang dinding  lift yang lambat laun berhenti berguncang.

“Kau baik-baik saja?” Minho melonggarkan pelukan kami, belum sepenuhnya melepaskannya. Jantungku masih berpacu dengan kencang, mungkin karena guncangan tadi.

“Nee…”

Triiingggg…………..

Dan belum sempat aku berpikir lebih lanjut, pintu lift tiba-tiba terbuka. Beberapa pasang mata langsung menatap kami penuh minat, ya Tuhan! Aku yang teringat posisi ku dan Minho oppa sekarang, langsung mendorong tubuhnya dan keluar lift sambil berjalan cepat menerobos kerumunan dan  meninggalkan Minho seolah tak terjadi apa-apa.

Drap… drap… drap….

“Hei.. hei Hyo!!! Tunggu!!! “

“APA!” aku berbalik saat keluar dari gedung, aku kira Minho oppa yang memanggilku tapi ternyata lebih buruk! “JANG HYUN SEUNG?!”

“A… apa yang kau lakukan disini?”

“Ahhahahhah… harusnya itu kata-kata ku Hyo ya, bisa kau jelaskan ini?” Hyunseung tersenyum jahil sambil menunjukkan foto yang baru saja diambil dari Samsung G-Flex nya, foto ku dan Minho oppa tadi!

“I.. itu….”

“Kalau melihat dari  cara kalian berpelukkan, ekspresi kalian yang terengah engah seperti kehabisan nafas dan belum lagi rambutmu yang agak berantakkan sih….”

Kata-kata sepupu gilaku itu membuat wajahku memerah seketika “YAA!! Jangan kau samakan aku dengan cowok mesum seperti mu Jang Hyun—-“

“Hahhahahha…pendapat orang-orang jika melihat foto ini seperti apa ya?”

“YAAA!!! HAPUSS FOTO ITU!!!”

“SIRHEO!! Hahhahaha menarik sekali hahahhaha padahal kau selalu menampik punya hubungan dengan Choi Minho, tapi ternyata ckckck” Hyunseung kemudian agak menunduk untuk berbisik dekat telingaku “Ciuman kalian pasti begitu hot ya?…. Bagaimana jika Suho hyung sampai tahu ya? Ahahhahaha” Hyunseung terkekeh sambil kemudian menghindariku yang berusaha mengambil handphonenya.

“YAA!! JANG HYUN SEUNG!!! TUNGGU!!!”

===||.: Jun Hyo End PoV :.||===

===||.: Minho PoV :.||===

Keesokkan harinya

09.00 am

Kim Jun Hyo

Kim Jun Hyo

Kim Jun Hyo

“Nenek sihir itu!” desis ku sambil melemparkan pena dengan agak frustasi, hal ini sukses membuat pengawas ujian kuliah anatomi di kelas ku memicingkan mata ke arah ku.

“Apa ada masalah mahasiswa yang di sana?”

Aku menggeleng dan kembali mengambil penaku, kemudian memijat kepalaku yang pusing karena kurang tidur. Lebih tepatnya aku hampir  tidak bisa tidur tadi malam karena rasa gelisah yang tak beralasan.

“Apa kau baik-baik saja Minho ya? Kau kelihatan sakit?”  Minhyun yang duduk tepat di sebelah ku berbisik setelah pengawas ujian melepaskan pandangannya dari arah ku. Aku menganguk.

“Aku hanya kurang tidur, gwenchana” aku tersenyum tipis dan kembali memusatkan sel-sel otakku untuk mengerjakan soal-soal essai ini. Walau ada jeda dimana aku tanpa sadar telah menatap telapak tangan kiriku, tangan yang telah menarik tubuh Hyo ke pelukan ku kemarin dan sukses membuatku kepikiran gadis itu seharian.

Tidak… tidak…. Aku tidak mungkin menyukai gadis angkuh itu. Ini pasti hanya perasaan sesaat yang akan hilang begitu saja. Selama ini aku sudah mengenal Kim Junhyo selama lebih dari tiga tahun, dan dia sama sekali bukan tipe ku.

Akhirnya waktu ujian pun selesai, baru kali ini aku merasa konsentrasi ku beberapa kali terpecah ketika ujian. Bagaimana jika nilai ku sampai kalah dari Cho Min Hyun, gadis terpintar di kelas kami? Aku berdecak kesal, mengingat kedua kakak ku tentunya akan menjadi orang yang paling bahagia sebab mereka selalu jadi yang terbaik dari tahun pertama Junior high hingga lulus perguruan tinggi. Sedangkan aku, jika aku sampai tidak mengikuti jejak mereka, tentunya aku akan jadi bahan olok-olok.

Dan lagi, aku benci kalah, awas saja si nenek sihir itu kalau nilaiku sampai tidak sempurna!

“Minho, kau yakin baik-baik saja?”

“Ah.. aku hanya lelah, rasanya aku membutuhkan udara segar” aku meregangkan tubuhku sejenak “Oh ya, Minhyun ya-, bagaimana kalau kita jalan bersama hingga lapangan basket? Kuliah kita sudah beres kan hari ini?”

Minhyun mendongakkan wajahnya, tapi alih alih menatapku dia memandang ke arah jendela “Di luar hujan salju, apa kau gila mau main basket di udara sedingin ini?”

Aku hanya mengambil bola ku saja dan kemudian akan bermain di gymnasium” aku melipat tanganku, menatap Minhyun yang masih menunduk “Jangan menolakku kali ini, aku sedang butuh teman bicara agar nenek sihir di kepalaku tidak mempengaruhi ku”

“Nenek sihir?”

Aku mengangkat bahu, tak berniat menjawab pertanyaan Minhyun “Kau tidak usah takut dengan para gadis yang kau bilang tidak suka melihat kita, lagi pula lapangan basket kan dekat, tambah lagi kudengar kau sekarang punya pengawal hahaha…”

“Baiklah ….”

Aku pun berjalan bersama Minhyun menuju lapangan basket, seperti dugaan ku berdiskusi dengan Minhyun mengenai tugas-gugas kami selanjunya yang berhubungan dengan cadaver, anestesi, dan organ tubuh manusia  berhasil membuat nenek sihir Kim Jun Hyo menghilang dari kepalaku.

“Menurutku, bahan untuk praktikum minggu depan—-“ aku menghentikan kata-kata ku saat keluar dari pintu gedung fakultas kedokteran. Bukan udara dingin atau hujan salju yang membuat ku saat itu juga berhenti melangkah. Tapi kedua orang yang berada tepat beberapa meter di depan ku. Jun Hyo dan Chanyeol sekarang sedang  berdiri saling berhadapan, keduanya seolah menciptakan atmosfer kuat yang tidak bisa dimasuki siapapun.

Apa yang sedang dilakukan mereka berdua?

“Apa yang harus kulakukan?” kata-kata Hyo pada Chanyeol membuatku tak bisa memalingkan wajahku darinya. Ekspresinya begitu sedih, begitu menderita… membuat hatiku tak tenang dan bertanya-tanya apakah Chanyeol yang telah membuat Hyo terlihat merana seperti itu. Dan kenapa aku begitu peduli?

Ekspresi yang ditunjukkan Chanyeol sekarang pun terlihat begitu dingin, menusuk tepat ke arah bola mata  Hyo “Jangan pernah muncul di depan mata ku”

Saat itu juga, setetes air mata mengalir dari sudut mata Hyo. Membuat lidah ku tercekat, perasaan ku begitu campur aduk. Aku benar-benar tak mengerti apa yang terjadi di depan ku dan terutama efeknya padaku!

“Tapi kenapa aku merasa kalau kau berbohong?” lirih Hyo pada Chanyeol,  gadis itu mematung beberapa saat sebelum menundukkan wajahnya dan berbalik. Berjalan menjauhi diri ku, anni… lebih tepatnya berjalan menjauhi Chanyeol yang sekarang tengah menunduk dan memejamkan matanya seolah menahan berbagai gejolak di hatinya. Aku tak peduli, yang kuperhatikan hanya punggung Hyo yang terlihat begitu rapuh. Aku hampir saja akan mengejar Hyo ketika Hyo mendadak berhenti dan Chanyeol berjalan perlahan lalu memeluk gadis itu dari belakang. Seolah tak mau melepaskan Hyo apapun yang terjadi.

Aku menepuk dadaku yang tiba-tiba sesak, apa mungkin asma ku kambuh?

“CUT!!! OKEEE!!! KALIAN LULUS!!”  suara nyaring seorang namja yang ku kenal bernama Jong Dae, ketua klub Teater membuat kesadaran ku kembali. Aku baru sadar sejak tadi dia sudah berdiri di sebelahku. Bersamaan dengan itu Chanyeol dan Hyo melepaskan pelukan mereka dan saling ber-high five.

“Kim Jong Dae, bisa kau beritahu apa yang terjadi?”

“Kau tidak tahu? Tadi mereka sedang berakting salah satu scene terkenal dari drama You, Who came from the Stars, Do Min Joon yang diperankan Chanyeol mencoba menyingkirkan gadis yang dicintainya Cheon Song Yi yang diperankan Hyo, bagaimana akting mereka? lumayan kan?”

Akhirnya mataku bertatapan dengan Hyo, gadis itu tersenyum mengejek ke arahku sebelum menarik tangan namja jangkung di sebelahnya pergi. Namja bernama ‘Chanyeol’ yang bersamanya di pesta dan… bukankah dia namja berkacamata yang dulu sok melindungi Hyo dari bola basket yang kulempar?Dia benar-benar berbeda tanpa kaca matanya.

“Hanya akting ya…”

“Heoh?”

Aku menggeleng, dan kemudian gagasan gila tiba-tiba muncul di kepala ku “ Jongdae ya… bagaimana caranya bergabung dengan klub teater?”

===||.: Minho PoV End :.||===

===||.: Jun Hyo PoV :.||===

Beberapa hari kemudian

@Teater Club Private Room

Sebenarnya aku masuk ke klub teater dengan agak terpaksa. Universitas ini mewajibkan setiap mahasiswanya mengambil setidaknya satu dari sekian banyak klub yang terdapat di sini. Suho oppa sendiri masuk ke klub yang berhubungan dengan jurusan kedokteran, jadi saja karena Minseok dan Luhan gege masuk ke klub ini aku iseng mengikuti mereka. Oh ya, kalau Princess Hyo’s club ini tentunya tak masuk hitungan karena itu hanyalah klub tidak resmi yang dibentuk Suho oppa.

Walau sudah cukup terkenal, teater kami hanya  terdiri dari 9 orang ini (termasuk aku dan Chanyeol yang akhirnya lulus dan bisa diterima di klub ini). Member klub ini terdiri dari Jongdae oppa (mahasiswa biologi hiperaktif sekaligus ketua klub teater), Jo Mi Young (mahasiswi jurusan kimia, wakil ketua klub yang sangat cerewet), Kang Yoora (mahasiswi jenius jurusan psikologi, kekasih Baekhyun), Minseok oppa, Luhan gege, Baekhyun, Chanyeol, Aku dan terakhir Cho Minhyun, adik dari Cho Kyuhyun. Sejujurnya aku baru tahu kalau dia masuk klub teater juga, tapi tidak masalah karena dia jarang datang.

“Kyaaa!!!! Lihattt!! Lihatt!!! Mereka membelah diri!!” Jong Dae oppa, si maniak binatang binatang kecil termasuk amoeba dan bakteri berteriak heboh dari ruangan sebelah, aku bisa membayangkan dia sedang kegirangan  sedangkan kedua matanya menempel pada mikroskop yang sering dia gunakan.

“Mana lihatt!!! Mana lihat!!!” Baekhyun berteriak heboh dan setengah berlari ke ruangan kecil di sebelah, ruangan ketua klub Teater yang sukses disulap oleh Jongdae oppa menjadi lab biologi mininya.  Yang jelas aku tak mau kesana lagi sejak menemukan seekor laba-laba hitam besar keluar dari kandangnya.

“Aku juga mau lihaattt!!!, Kau mau ikut melihatnya princess?” Tanya Chanyeol antusias seolah dia adalah seekor anak anjing yang ditawari tulang besar. Aku menggeleng. Aku masih ingin cukup waras dan tidak tertular kegilaan mereka.

“Baiklah, aku ke sana” Chanyeol pun mengikuti Baekhyun ke lab mini Jongdae, dan bertambah gaduhlah disana.

“Sudah cukup!” Jo Mi Young, gadis mungil berambut ikal yang sedari tadi sibuk dengan jurnal kimia nya terlihat tak tahan lagi.

“Mi Young eonni, wae?” Tanya ku pada gadis yang dua tahun lebih tua dari ku itu, ya di ruangan ini hanya tinggal dia, aku dan Yoora. Chen dan BaekYeol sedang di lab mini dan yang lain sedang ada kuliah.

“Kita harus memberi pelajaran pada maniak amoeba itu” Mi Young eonni mengedipkan matanya dan mengambil sekotak kecil berisi peralatan dan cairan-cairan kimia misterius yang dimilikinya, kemudian beranjak ke arah laboratorium mini Kim Jong Dae. Aku hanya melempar pandangan penuh tanya pada Yoora, gadis berambut coklat di depanku yang tersenyum lalu mulai memasang headsetnya.

“Sebaiknya kau cepat memakai headset atau menutup telingamu dengan erat” nasihat Yoora, aku mengerjap tak mengerti hingga teriakan tujuh oktav membuat telingaku hampir sakit.

“YAA!! JO MI YOUNG!!! KAU TEGA TEGANYA MEMBUNUH BAKTERI TAK BERDOSA INI!!!! TANGGUNG JAWAAAABBBBBBBB”

Prangg

.

Duak

.

Duk

.

“YAAAA MI YOUNG!!!”

Jongdae oppa kembali berteriak, untung saja aku sudah menutup telingaku sekarang. Mau tak mau aku melemparkan pandangan khawatir pada Yoora. Bagaimana jika tiba-tiba Jong Dae oppa mengamuk dan menyakiti Mi Young eonni yang telah membunuh bakteri kesayangannya itu?

Tapi Yoora tidak terlihat khawatir, dia tersenyum dan menuliskan sesuatu di selembar kertas, kemudian menyodorkannya ke arah ku.

Tenang saja Hyo, Mi Young eonni jauh lebih kuat dari Jong Dae oppa, bahkan jika disatukan dengan Baekhyun dan Chanyeol.

“Jeongmal? Tanyaku dan Yoora menganguk, sepertinya klub teater ini memang dihuni oleh anggota-anggota yang ‘tidak biasa’.

“Hyoo!!! Jun Hyo ya!!!” aku langsung meluruskan punggungku saat mendengar seseorang memanggilku dari luar, dan benar saja seorang namja berwajah imut tiba-tiba membuka pintu ruangan klub kami “Apa ada—- Ah untunglah kau ada di sini Hyo!”

“Minseok oppa?” aku memutar mataku bingung melihat Minseok oppa yang terlihat cemas, nafasnya terengah engah “ Kau kenapa? Bukankah sekarang kau ada kuliah?”

“Apa kau belum melihat papan pengumuman siang ini?”

“Heoh?”

“Sudahlah, ikut dengan ku!” Minseok oppa mengulurkan tangannya dan aku pun tak menolak. Pasti ada yang tak beres jika Minseok oppa yang selalu terlihat tenang terlihat panik seperti ini.

“Oppa.. Jun Myeon oppa baik-baik saja kan?” Tanya ku saat kami sudah menjauh dari ruangan klub, Minseok oppa menoleh sekilas “Jun Myeon baik-baik saja, yang jadi masalah itu ‘kau’!”

“Heoh? Aku?”

Kami pun sampai di dekat papan pengumuman besar yang tiang-tiang penyangganya dipenuhi salju setelah hujan salju lebat tadi. Tanpa kuduga banyak mahasiswa-mahasiswa lain yang mengerubungi papan pengumuman itu. Mereka yang menyadari kehadiranku, perlahan menjauhi ku sambil terus berbisik bisik.

Apa yang sebenarnya terjadi? Jangan-jangan….

Aku pun berjalan ke arah pengumuman yang sepertinya di tempeli sesuatu, bersamaan dengan itu kerumunan di sekitar pengumuman itu mulai terbuka seolah memberikan jalan padaku. Menyisakan seseorang  bertubuh jangkung yang menggunakan coat hitam masih berdiri  tepat di depan sana.

“I… ini?” Aku tak bisa menahan rasa terkejutku saat menyadari belasan bahkan puluhan lembar foto berukuran A4 yang tertempel di sana. Foto ku dan Minho oppa sedang berpelukkan setelah kejadian di lift!

Tapi siapa yang menempelnya?? Apa mungkin Jang Hyun Seung sialan itu!! Padahal aku sudah berjanji akan memanggilnya oppa dan mentraktirnya makan dimanapun yang dia mau, apa sekarang dia mengingkari janjinya?

Tidak, itu bukan seperti Hyun Seung… tapi siapa yang melakukannya?

“Hyo…” orang ber-coat hitam itu berbalik. Aku tak bisa menebak ekspresinya karena dia sekarang memasang poker face nya.

“Minho oppa? Anni… bukan aku yang melakukannya” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal karena bingung, rasanya aku bisa merasakan tatapan menusuk dari pada fans Minho. Karena jengkel, aku pun berbalik “YAA!! Kalian semua jangan salah sangka!! Aku dan Minho oppa—“

Belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, ada yang memelukku dari belakang membuatku terperanjat. Lebih terkejut lagi ketika aku sadar bahwa yang melingkarkan tangannya di pinggangku dan meletakkan dagunya di pundakku adalah Choi Minho!

“Minho—“

“Aku dan Hyo berpacaran, ada masalah?”

“MWO?” mataku terbelalak seketika, apa aku tidak salah dengar? Apa namja ini tiba-tiba tidak waras?

Aku bisa merasakan bulu kudukku menegang saat Minho mencium puncak kepalaku “Chagiya, saranghae”

Dan yang terburuk, saat itu juga aku melihat Chanyeol  menatapku dan Minho dengan ekspresi hampa diantara kerumunan.

Eothokkhe?

====|| .: To Be Continued :. ||====

From Kunang : so, apakah Minho diakhir cuman akting atau memang ada maksud lain? Lalu apa memang Hyun Seung yang nyebarin foto-foto Minho dan Hyo? Lalu gimana dengan Chanyeol  *puk puk yeol. Thankseuu yahh yang udah ngikutin ff ini ^^v, mian kalo kunang updatenya lama nian sekali hahaha..

Oh yaa Mi Young itu nama korea Kunang ahahhahaha~ tiba2 pengen nyelipin *ga ada yang nanya

Part selanjutnyaa~ Min Hyuunnnn ~~ kitaaa tunggu azumi hehehhe

Comments, Kritik, saran, amplop (¿) ditungguuu^^v *sawerin anak2 EXO kecuali bias2 kunang hhaha

9 thoughts on “Hidden Fates (Chapter 3)

  1. yya, nice, ada Young Dae oppa nyelip kke~
    pas baca tadi aku udah ngira kalo chanyeol & hyo lagi akting, soalnya aku inget banget scene itu di you came from the star(suka bgt sama drama yg satu ini)
    wah wah, chanyeol kasihan?? patah hati?? huhu TT
    kayanya yg nyebarin foto itu minho deh, mungkin minho mau memanfaatkan keadaan biar bisa deket sama hyo *ngarep
    dari pada sok tahu, mending nunggu kelanjutannya aja deh,,😀

  2. kerennn🙂 minho kyk nya mulai suka sma hyo deh#ngasal😀 , ff klian brdua sllu aku tnggu .
    daebakk deh .. keep writing🙂

  3. Kyaaa!!😄 deg2an baca blkng.a lgi seru gtu eon malah TBC Huhuuhuhuhu T.T klo hyo sma minho cocok2 ja tpi kaya couple yg nakal gimna gitu (?) klo hyo sma yeol tuh jdi kaya couple yg alim😄 wew ff.a banyak backhug.nya seru2😄 geregetan… Di tunggu y eon part slnjt.a!!!

  4. waah, eonni gila asli bikin aku sumpah kena serangan jantung baca FF ini! pertama Chanyeol sama Hyo, kirain beneran, ternyata acting… waah gilaaaa!!!
    yeolnya itu, diam diam menghanyutkan, dia jago banget actingnya sampe Minho juga ketipu lah sama mereka.. gak kurang uwow gimana coba?!

    kece lah kece eonni chanyeolnya, dia baik banget sama Hyo, kayak kakak adek jadinya… tapi semoga mereka jadi lah eonn…

    trio mania amoeba itu gimana ceritanya? chen teriak 7 oktaf gimana nasib baekyeol coba? gak ikut bonge apa mereka?

    pokoknya keep writing lah eonni..

    notes : buat kunang eonni.. TPMPnyaaa jangan lupaa
    buat azumi eonni, Powerless jangan lupaaa

    *reader cerewet telah kembali
    mianhae baru bisa comment, kehabisan kuota sayaah + tugas sekolah menumpuk

  5. Pingback: Hidden Fates (Chapter 4) | wiantinaazmi

  6. Pingback: [EXO, SHINee & Beast FF] Hidden Fates Chapter 4 | FF & KPOP :)

  7. Itu HyunSeung iseng bngt kocak abizzz, sepupu yg erorrr + kejam😀

    Minho sampe ga bisa tidur gegara mikirin Hyo
    Ngomong2 kakakny Minho siapa aja tuch :/yg nongol baru Siwon Oppa

    Kesian amat Minho klo nilainy ga bagus jdi bahan ejekan kakak2ny

    SeungHyun kah😀

    Itu Minho panas liat adegan Yeol-Hyo =))
    Padahal baru akting

    Suara Chen Ë♏αれg paling (y)
    ˚(*)•.¸`*•.¸˚(*) ••(*)˚¸.•*´¸.•(*)˚
    •‧‧※‎ :s ĴìíàáĤ:s ‎ ※‧‧•
    ,.•(*)¸.•*˙,.•(*)´˚`(*)•.,˙*•.¸`(*)
    Eonni nyempil :p
    Tapi itu margany bukan Kim sich :/tumben

    ChanYeol patah hati
    Minho ikut pura2 atau Ë♏αれg suka???

    Yg majang fotony bukan HyunSeung Oppa kan???

    Lanjuttttt……

  8. -Hidden Fates (Chapter 3)-

    Penasaran mengenai ‘rahasia’ masa lalu keluarga Minho, sampek Minho takut kalau ‘rahasia’ itu terbongkar.
    JunHyo ternyata jernik juga. Hehehehehehehe
    JunHyo bisa gag bersikap yang sewajarny, kalau sayang sama JunMyeon tunjukin dengan baik dan jangan berlebihan kayak gitu.
    Jadi penasaran dengan kisah JunHyo. Akhirny dia sama siapa? Minho? Chanyeol?

    Ditunggu chap selanjutny^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s