Powerless (Chapter 2)

Image

 

Title                 : Powerless

Author               : Azumi Aozora

Main Cast       : Kim Mi Rae (OC), Lee Hong Bin (VIXX), Zelo (B.A.P), Kai (EXO)

Support Cast  : Song Joong Ki, VIXX, B.A.P, EXO, SNSD, and f(x) members

Genre              : fantasy, romance, friendship, AU, school life

Rating             : PG+15

Length              : Series

Summary        : ROVIX Senior High School bukanlah sekolah biasa, melainkan sekolah special untuk orang-orang yang memiliki kekuatan super. Terletak di Planet Mato yang berjarak jutaan tahun cahaya dari bumi, ROVIX School memiliki banyak sekali murid dari berbagai planet di seluruh jagad raya. Apa yang terjadi jika suatu hari, Kim Mi Rae, gadis bumi biasa, manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan super apapun, tiba-tiba saja mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di ROVIX School? Sanggupkah ia bertahan? Apa yang akan ia lakukan di saat semua murid membencinya dan melakukan berbagai cara agar ia dikeluarkan dari sekolah?

Disclaimer       : Cerita ini hanya fan-fiksi. Tokoh-tokohnya K-Pop, karakternya ada yang sesuai asli ada juga yang tidak. Ide dan alur cerita milik author, dilarang copas / plagiat! Just enjoy the story as a fans. ^_^.

Link Pengenalan ROVIX School : https://wiantinaazmi.wordpress.com/2014/02/13/powerless-teaser/

 

Link Chapter 1           : https://wiantinaazmi.wordpress.com/2014/02/14/powerless-chapter-1/

 

 

~~~~~ Chapter 2 ~~~~~

 

Keesokan harinya, aku sengaja bangun pagi-pagi sekali. Setelah mandi dan memakai seragam, cepat-cepat aku menuju ke menara Utara untuk menghadang Zelo sebelum dia sempat pergi ke kantin. Dia harus merubah rambutku yang mengerikan ini!

Pukul 7 kurang 15, aku sudah berdiri di depan pintu masuk menara asrama Utara. Aku tahu, aku tidak bisa masuk ke asrama lain selain asrama-ku bila tidak didampingi penghuni asrama tersebut. Sidik jari dan mata-ku tidak akan membuat pintu asrama lain terbuka.

Beberapa orang murid keluar dari asrama utara dan menatapku dengan heran. Beberapa terang-terangan mengejekku soal kekuatan. Aku tidak memedulikan mereka. Aku bahkan tidak peduli ketika ada seorang murid yang dengan kekuatan pengendalian suhu-nya membuatku semakin kedinginan. Yang kuinginkan sekarang hanya satu : merubah bagian atas rambutku menjadi normal kembali!

Akhirnya, pukul 7 lebih 20 menit, Zelo keluar. Dia menatapku sambil menyeringai. Aku memang memakai topi sehingga rambut hijau aneh-ku tidak terlihat, tapi aku yakin Zelo tahu rambutku masih berwarna hijau.

“Cepat ubah warna rambutku!” kataku dengan ketus.

Zelo menatapku dengan pandangan meremehkan. “Kenapa?”

Aku menatapnya tak percaya. “Tentu saja karena aku terlihat aneh!”

“Kau memang aneh. Ayo pulang saja ke planet-mu! Untuk apa kau ada di sini? Semua murid membencimu.” Zelo menyeringai, kemudian dia pun berjalan melewatiku.

Aku mencengkram lengannya dengan kuat. “Rubah warna rambutku jadi seperti semula!” gertak-ku dengan kesal. Kami saling tatap tajam. Zelo menyeringai dan dalam sekejap mata seluruh wajah, tangan dan kaki-ku berubah warna menjadi ungu! Rambutku juga kini semuanya berubah warna jadi kuning terang.

Zelo terbahak-bahak. Semua murid yang melihatku juga tertawa keras dengan nada mengejek. Beberapa murid bahkan mengambil foto-ku. Aku tidak tahu ternyata alien juga punya kamera! Menyebalkan!

“YAH! ZELO! CEPAT RUBAH AKU ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU!”

Zelo masih tertawa terbahak-bahak. Air mata-nya sampai keluar. “Hahahaha….hahahaha. Lihatlah dirimu sekarang. Lucu sekali! Hahahaha.”

Aku mengepalkan kedua tanganku kuat-kuat. Semakin lama semakin banyak murid asrama utara yang mengerubungi kami.

“Ada apa ini ribut-ribut? Cepat pergi ke kantin dan sarapan, atau kalian akan telat masuk kelas!” tiba-tiba saja sebuah suara berat terdengar. Seorang pria berwajah sangar, berambut cepak, dengan anting tanduk di telinga kiri-nya membuat semua murid ketakutan dan segera bubar. Zelo juga pergi begitu saja, meninggalkanku yang masih berwujud makhluk jelek berwarna ungu dan berambut kuning.

Pria berwajah mengerikan menatapku tajam. “Kau bukan berasal dari asrama-ku, kenapa kau ada di sini pagi-pagi begini? Sudahlah. Temui dokter Daehyun. Dia akan membuat penampilanmu normal kembali.” Setelah mengatakan itu, dia pun pergi. Siapa dia? Kepala asrama utara?

“Ya Tuhan! Mirae? Kau kenapa?” Chanyeol baru keluar dari dalam asrama. Dia tinggal di asrama utara seperti Zelo.

“Si Zelo sialan itu!” tukasku kesal.

“Ayo temui dokter Daehyun. Dokter Daehyun bukan hanya bisa menyembuhkan penyakit dan luka-luka, tapi juga menguasai berbagai anti-kekuatan.” Chanyeol pun berbaik hati mengantarku menemui dokter Daehyun.

 Tidak. Aku tidak akan menangis apalagi menyerah hanya karena hal konyol dan kekanakan seperti ini! Lihat saja nanti! Aku akan menunjukkan pada semua orang kalau aku adalah anak yang kuat!

Aku tidak bisa menemukan Young Jae! Oh oke, Professor Young Jae!

Dimana sih dia?! Saat istirahat makan siang, aku sengaja tidak makan siang agar bisa mencari-nya di seluruh penjuru sekolah yang sangat luas ini, tapi tidak ada!

Aku malah berpapasan dengan Professor Kris, guru-ku hari ini, yang mengajar kelas ilmu bertarung.

“Kau tidak makan siang?” tanya Prof.Kris ketika aku membungkukkan badanku padanya dengan hormat. Saat di kelas tadi, Prof.Kris sama sekali tidak bertanya apa kekuatanku, ataupun membuatku terlihat bodoh. Mungkin dia sudah dengar gossip dari guru-guru lain tentangku, sehingga dia tidak bersusah payah bertanya apa kemampuanku.

Saat di kelas tadi Prof.Kris lebih banyak bercerita tentang perang-perang yang pernah dia jalani di masa lalu, bagaimana teknik bertarung, bagaimana taktik berperang secara cerdik. Secara keseluruhan, kelas-nya mengasyikkan, karena para murid tidak perlu menunjukkan kekuatan apa-apa, atau mungkin saja setelah makan siang selesai nanti dia akan meminta kami bertarung?

Aku sadar kalau sekarang aku belum menjawab pertanyaannya. Dia masih menatapku, menunggu jawaban. “Tidak, professor, saya tidak lapar.” Kataku berbohong. “Oh ya, professor, apakah Anda melihat Professor Young Jae?”

Prof.Kris menggeleng. “Tidak. Sudah beberapa hari ini dia tidak ada di sekolah.”

Aku langsung merasa kecewa. Kupikir aku bisa bertemu Young Jae dan memaksanya membawaku pulang ke bumi.

Prof. Kris menepuk pundakku hangat sebelum akhirnya berjalan pergi. Saat pertama kali melihatnya tadi pagi, kupikir dia guru yang dingin, cuek, dan tidak bisa mengajar, soalnya dia terlihat seperti hanya “punya tampang”. Tapi ternyata aku salah. Dia guru yang luar biasa, dan dia sangat baik.

Aku memutuskan untuk pergi melihat-lihat ruang klub. Rasanya bosan juga kalau setiap sore langsung pulang ke asrama. Aku juga belum sempat mengirim e-mail kepada ayah dan ibuku di bumi karena café internet di asrama Selatan selalu penuh, tidak ada 1 pun komputer kosong. Ya, aku tetap menyebutnya komputer, meskipun benda yang tersambung dengan jaringan internet itu lebih menyerupai layar sentuh transparan berbentuk bulat yang mengambang di udara, tapi tidak bisa dibawa kemana-mana seperti komputer tablet. Fungsi-nya sama dengan komputer tablet, jadi aku menyebutnya komputer saja, meskipun bentuknya tidak seperti komputer.

Lebih baik aku mengikuti klub seni kan? Setidaknya, setiap pulang sekolah, aku akan memiliki kegiatan lain.

Saat berjalan di lorong tempat ruang-ruang klub berada itulah, aku melihat Hongbin dan seorang pria tinggi berambut hitam sedang mengobrol. Si pria berambut hitam bersandar di tembok, sementara Hongbin berdiri di hadapannya. Hongbin tersenyum lebar pada pria itu. Ini pertama kalinya aku melihat dia tersenyum. Lesung pipit-nya terlihat. Harusnya dia lebih sering tersenyum seperti itu!

Siapa pria itu? Pacar-nya Hongbin?

Ternyata aku terlalu lama memperhatikan mereka, sehingga mereka berdua berhenti bicara dan kini menatapku.

“Eh, aku…ng-ng…maaf kalau aku mengganggu.” Kataku salah tingkah. Hongbin dan pria itu menatapku tajam. “Aku mencari ruang klub seni. Aku ingin mendaftar. Sampai nanti.” Aku mengangkat sebelah tanganku dengan kikuk.

Baru saja berjalan beberapa langkah, pria berambut hitam berbicara padaku. “Ruang klub seni di sini.” Katanya dengan suara pelan dan lembut, sangat bertolak belakang dengan wajah-nya yang dingin.

“Oh.., hahaha… di sini ternyata.”

“Binnie, aku pergi dulu.” kata Pria itu pada Hongbin. Hongbin mengangguk sambil tersenyum. Pria itu pun berjalan pergi.

Setelah pria itu jauh dari kami, aku berkata agak pelan pada Hongbin. “Dia pacarmu?”

Hongbin hanya mendelik kesal padaku, lalu masuk ke ruang klub seni. “Kenapa kau ingin masuk klub seni?” tanyanya.

“Karena hanya seni yang kubisa dan kuketahui.”

Hongbin menatapku tak percaya. “Benarkah? Kudengar kau tidak memiliki kekuatan apapun. Ini, isi formulir ini!”

“Kau ketua klub seni?” tanyaku. Hongbin tidak menjawab pertanyaanku. Dia duduk agak jauh dariku, di depannya terdapat sebuah gundukan tanah liat. Tanpa menyentuh tanah liat tersebut, Hongbin membuat sebuah gelas yang sangat cantik dengan banyak ukiran di sana  sini. Aku hanya menduga, Hongbin memiliki kekuatan pikiran. Dia bisa menggerakkan benda apapun menggunakan pikirannya, soalnya aku pernah melihatnya meraih buku dan baju di asrama tanpa melakukan apapun, seolah buku dan baju itulah yang terbang ke arahnya secara otomatis. Jadi, dia bisa membentuk tanah liat memakai kekuatan pikirannya juga? Enak sekali!

“Siapa nama pacarmu? Dia tampan juga. Ah.., ternyata kau suka pria tampan sepertimu.” Kataku sambil mengisi formulir biodata.

Hongbin tidak mengatakan apapun, jadi aku terus bicara. “Sudah berapa lama kalian pacaran? Dia sepertinya pria yang baik. Dia dari asrama mana? Kelas 2 sepertimu juga? Tapi kenapa dia tidak pakai seragam?”

“Kau berisik sekali!” tukas Hongbin kesal.

Aku mengangkat kedua tanganku. “Oke..oke. Sorry.” Kemudian aku tersenyum. “Tenang saja, rahasia-mu aman bersamaku. Aku tidak akan memberitahu orang lain tentang pacar-mu tadi, atau memberitahu orang lain kalau kau gay. Eh, tapi memangnya orang lain tidak tahu ya kalau kau itu sebenarnya gay?”

“Apa?” Hongbin memicingkan matanya padaku. Raut wajah-nya terlihat shock seolah baru mendengar kabar mengejutkan.

Aku mengangkat bahu. “Apa-nya yang apa?”

“Kau bilang aku gay?” Hongbin menatapku dengan tatapan mengerikan.

Aku meringis. Sepertinya pria gay tidak suka dibilang gay. “Maafkan aku. Aku tidak akan berkata seperti itu lagi.”

Hongbin masih menatapku dengan garang. Aku menyerahkan formulir yang telah kuisi padanya. “Sorry, okay? Kau sensitif sekali, eonni!” godaku sambil menyenggol lengannya.

“Kau gila.” Hongbin mendengus. “Bisakah kau pindah kamar? Kau sangat mengganggu! Dan kini kau malah masuk klub yang sama denganku! Apakah kau menyukaiku?” bentak-nya.

Aku tertawa terbahak-bahak. “Tenang saja, aku tidak menyukaimu. Mana mungkin aku menyukai pria gay? Ooops, sorry, aku lupa kalau kau tidak suka dibilang gay. Sorry. Tapi tolong…, aku tidak mungkin pindah ke kamar si brengsek playboy bernama Kai. Lebih baik aku satu kamar dengan pria gay sepertimu, meskipun kau menyebalkan.”

Hongbin menatapku seolah tatapannya itu bisa membunuhku.

“Aaahhh.., aku tahu ini rahasia. Professor Cha Hakyeon bilang ini rahasia. Tenang saja.., hanya aku yang tahu.” Aku menepuk pundak Hongbin, menenangkannya.

Hongbin mendengus. “Sialan si kakek tua itu!” umpat-nya pelan.

**********

Hari kamis adalah waktunya pelajaran seni. Pelajaran yang kunantikan. Meskipun feelingku mengatakan, pelajaran seni ini pasti berhubungan dengan “kekuatan special” juga, tapi aku tetap membawa biolaku. Semua murid menatap biolaku dengan heran. Aku tersenyum puas. Mereka pasti tidak tahu benda yang menurut mereka aneh ini bisa mengeluarkan suara yang sangat merdu!

Murid-murid lain masih sering menjahiliku, terutama senior yang tergabung dalam geng SNSD. Aku akui, mereka semua sangat cantik dan memiliki kekuatan super, tapi mereka menyebalkan karena ikut-ikutan menggangguku padahal kan mereka tidak satu kelas denganku apalagi mengenalku!

Pagi ini aku terlambat masuk kelas karena harus kembali ke asrama untuk ganti seragam. Seragam-ku basah kuyup karena keisengan salah satu anggota SNSD yang memiliki kekuatan mengendalikan air.

“Maaf aku terlambat, Professor.” Kataku sambil membungkukkan badanku di depan pintu masuk kelas. Nafasku terengah-engah karena berlari dari asrama menuju kemari.

“Duduklah.” Kata sebuah suara lembut. Aku mengangkat wajahku dan membelalakkan mataku lebar-lebar. Bukankah pria ini….. pacar-nya Hongbin?! Jadi, dia guru? Aku mengecek jadwal pelajaranku dan melihat namanya tertera di sana. Kamis : Seni, Guru : Prof. Jung Taek Woon (Leo).

Jadi, nama pacar Hongbin adalah Leo? Oke. Aku tersenyum senang dan berencana menjahili Hongbin sepulang sekolah nanti.

Benar dugaanku, ternyata kelas seni adalah kelas di mana para siswa membuat kekuatan special mereka bernilai seni ataupun membuat benda-benda seni menggunakan kekuatan mereka.

Aku menatap semua murid di kelas ini dengan iri. Tao membuat hiasan berbentuk rumah dari tanah dengan mudah karena dia adalah pengendali tanah. Krystal memanfaatkan kekuatan es-nya dengan membuat berbagai patung cantik yang terbuat dari es. Hyuk yang bisa berubah menjadi binatang apapun kini merubah wujudnya menjadi seekor kucing lucu yang dengan sekuat tenaga merubah warna-warna bulunya bergantian, membuat semua orang tertawa dan mengelus-elus kepala Hyuk si kucing dengan gemas. Sementara itu si giant Zelo menatap kanvas kosong di hadapannya dengan malas-malasan. Dalam sekejap kanvas itu dipenuhi aneka warna pastel dan terlihat seperti lukisan abstrak.

Prof.Leo menatapku tanpa ekspresi. Sejak tadi aku memang belum melakukan apapun. “Mmmm, professor. Aku bisa memainkan biola.” Kataku. Semua anak kini menatapku. Prof.Leo mengangguk. Aku pun mengeluarkan biola-ku dari dalam kotak-nya dan mulai menggeseknya perlahan, memainkan salah satu lagu Beethoven yang berjudul Moonlight Sonata 1.

Setelah aku selesai memainkan lagu, suasana hening. Tidak terdengar cacian ataupun pujian. Mungkin mereka merasa aneh.

Prof. Leo tersenyum hangat. “Permainan yang bagus.”

Aku tersenyum senang mendengar pujiannya. Murid-murid yang lain pun kembali fokus pada karya seni mereka masing-masing. Tapi aku bisa mendengar beberapa anak perempuan berbisik. “Tadi itu benda apa? Suaranya lumayan. Benda bumi ya?” bisik Amber pada teman-teman f(x)-nya, tapi masih bisa kudengar dengan jelas. Aku tersenyum puas.

Saat jam makan siang tiba, aku sengaja menunggu semua anak keluar kelas agar aku bisa berbicara berdua saja dengan Prof.Leo.

“Professor, mmmm…, maaf kemarin aku tidak tahu Anda adalah professor. Professor tenang saja, aku akan menjaga rahasia professor.”

Prof.Leo menatapku tak mengerti. “Rahasia?”

Aku mengangguk. “Rahasia kalau Anda adalah pacar Lee Hongbin.”

Selama sekian detik Prof. Leo menatapku tanpa ekspresi, kemudian tawa-nya meledak. Wajah dinginnya berubah lembut dan terlihat semakin tampan.

“Hongbin itu adikku.” Kata Prof.Leo, masih tertawa geli.

“Hah?”

“Kami memiliki ibu yang sama.”

Aku membuka mulutku lebar-lebar tanpa mengatakan apapun. Lalu aku tertawa aneh. “Ha-ha-ha, maafkan aku, professor, kupikir…., Anda adalah pacar Hongbin.”

Prof.Leo tersenyum ramah padaku. “Apakah kau menyukai Hongbin?”

“Mana mungkin aku menyukai pria gay itu!”

“Gay?” Prof.Leo mengerutkan keningnya.

Aku menutup mulutku. Sepertinya Hongbin tidak memberitahu kakak-nya kalau dia gay. Sepertinya memang hanya Prof.Hakyeon saja yang tahu kalau Hongbin gay.

Aku tertawa. “Siapa yang bilang gay? Maksudku that guy. Pria itu. Hehehe.”

Aku harus lebih berhati-hati dengan ucapanku. Jangan sampai Hongbin nanti marah padaku karena aku membocorkan rahasianya, lalu dia mengusirku begitu saja dari kamar kami. Aku tidak mungkin satu kamar dengan Kai! Ngomong-ngomong tentang Kai, pria itu beruntung sekali karena kami tidak pernah bertemu lagi sejak kejadian malam itu. Padahal aku sudah memikirkan berbagai cara balas dendam seperti menjambak rambutnya, menendang organ sensitive-nya, atau menonjok wajah-nya dengan keras, karena dia sudah mencuri ciuman pertamaku!

***********

Ternyata professor Leo adalah kepala asrama Selatan! Aku tidak merasa heran baru bisa melihatnya ada di ruang santai asrama sekarang-sekarang ini, karena dia memang terlihat seperti orang yang pendiam dan tertutup. Dia pasti selalu mengurung dirinya di ruang kepala asrama selatan di lantai paling atas.

Prof.Leo mengumpulkan anak-anak asrama Selatan di ruang santai asrama yang sangat luas pada pukul setengah 7 malam, sebelum jam makan malam tiba.

“Hari minggu ini ada pertandingan antar asrama. Bagi murid baru yang belum tahu mengenai hal ini, pertandingan ini adalah pertandingan persahabatan yang diadakan setiap bulan pertama awal semester.” Kata Prof. Leo dengan suaranya yang lembut. Semua murid memperhatikannya. Mereka semua terlihat menghormati Prof.Leo.

“Seperti biasa, pertandingan ini melarang kalian untuk menggunakan kekuatan special kalian. Pertandingan akan diadakan di ruang isolasi utama di gedung utama, jadi tidak akan ada peserta yang licik.”

Terdengar seruan-seruan kesal dari anak kelas 1, sementara anak kelas 2 dan kelas 3 bersikap biasa saja. Aku juga biasa saja meskipun aku anak kelas 1. Aku kan memang tidak punya kekuatan special, jadi bertanding di ruang isolasi atau bukan, tidak masalah bagiku!

“Pertandingan-pertandingannya masih sama seperti dulu, hanya saja sekarang ada tambahan.” Prof. Leo mengerutkan keningnya saat membaca sebuah kertas. “Tarik tambang, lomba membuat cokelat, lomba makan ice cream.” Kening Prof.Leo semakin berkerut bingung. Semua anak juga tampak bingung, kecuali aku.

Yang benar saja! Semua itu kan “hal-hal yang berbau bumi”! Tunggu! Jangan-jangan….ini ide si kepala sekolah nyentrik!

“Aku tidak tahu seperti apa pertandingan-pertandingan baru ini. Yang pasti, untuk pertandingan lain yang sama seperti semester kemarin, kita akan memakai orang-orang yang sama dengan tambahan orang-orang baru yang memiliki kepercayaan diri untuk menang. Tapi untuk ketiga pertandingan ini…, adakah yang mau mengikutinya?” Prof.Leo bertanya sambil menatap semua anak.

Semua anak terdiam, lalu mulai bisik-bisik dengan teman yang duduk di samping mereka. “Cokelat? Ice cream? Tarik tambang? Apaan sih?” kira-kira kalimat itulah yang dibisikkan anak-anak.

Aku mengacungkan tanganku tinggi-tinggi. “Aku mau, professor! Aku tahu lomba membuat cokelat dan lomba makan ice cream.”

Semua anak berseru tak yakin. “Masa dia tahu?”

“Kekuatan special saja dia tidak punya!”

“Jangan-jangan nanti dia malah menghancurkan nama baik asrama kita.”

Prof Leo mengangguk padaku, sama sekali tidak memedulikan protes anak-anak lain. “Baiklah, Kim Mi Rae, kau akan mengikuti lomba membuat cokelat dan makan ice cream. Lalu, tarik tambang…, di sini disebutkan harus ada 6 orang yang berpartisipasi.”

“Sebaiknya anak-anak yang punya tubuh kuat dan tenaga yang besar saja yang mengikutinya.” Kataku. Semua orang menatapku dengan aneh dan tak percaya.

“Memangnya permainannya seperti apa?” tanya Hongbin tiba-tiba. Aku tersenyum dan kemudian menjelaskan pada mereka semua mengenai ketiga permainan yang menurut para alien ini “aneh”.

*************

Setelah “pertemuan” dengan prof.Leo selesai, aku cepat-cepat berlari menuju ruangan Prof.HakYeon, berharap dia tahu dimana ruangan Young Jae. Aku harus bertemu Young Jae!

Aku tiba di ruangan Prof.Hakyeon dengan nafas terengah-engah. Aku memijit bel pintu ganda yang terlihat megah itu dengan tak sabar. Dalam sekejap, kedua pintu besar itu pun terbuka. “Masuklah, Mirae.…” suara nyaring Prof.Hakyeon terdengar.

Aku pun berlari masuk dan mendapati Prof.Hakyeon sedang membaca buku di sofa. Dia menatapku dari balik kacamata baca-nya.

“Dimana Professor Youngjae?” tanyaku.

Prof.Hakyeon tersenyum. “Dia baru saja pergi.”

Bahuku terkulai lemas. Kenapa sih aku selalu tidak bisa bertemu dengannya? Jangan-jangan dia memang berusaha menghindariku!

“Prof, memangnya ruangan Prof.YoungJae dimana?” tanyaku lagi.

Prof.Hakyeon tersenyum. “Sayangnya aku tidak bisa memberitahumu.” Ia mengedipkan sebelah matanya.

Aku pun membungkukkan badanku pada Prof.Hakyeon, meminta maaf karena telah mengganggu waktu-nya, kemudian pergi.

Saat aku sedang berjalan menuju kantin, terdengar suara siulan jahil. Aku mengabaikannya dan terus saja berjalan dengan cepat. Tapi tiba-tiba saja aku merasakan kedua tanganku dicengkram dengan erat.

“Aaaaaaaarrggghhhh…tolooooong….ada penculiiiikkkk…” jeritku.

“Hey..hey.. ini aku.” ujar suara yang tidak asing.

“Kai!” Aku menatapnya dengan dingin.  Aku bersiap-siap untuk menendang selangkangannya, tapi dengan cepat dia menghindar. “Woaaahhh…, ternyata kau ganas juga.” Ejeknya sambil menyeringai lebar.

“Cepat minta maaf!” kataku dengan ketus.

“Untuk apa?” tanya Kai.

“Jangan pura-pura bego! Tentu saja karena waktu itu kau menciumku!”

Kai menyeringai miring semakin lebar. Wajahnya didekatkan ke wajahku. “Bukankah kau menyukai ciumanku?”

“Hah? Hahahaha. Jangan bermimpi!” Aku menginjak kakinya sekuat tenaga. Kai meringis kesakitan, tapi dia berusaha mempertahankan wajah cool-nya. Ketika aku hendak menginjak kaki-nya yang satu lagi, Kai langsung menarik pinggangku mendekatinya, sehingga kini wajah kami hanya berjarak beberapa cm.

Kai masih menyeringai. “Tidak ada perempuan yang bisa menolakku, kau tahu? Malam itu kau sangat beruntung.”

“Cih! Beruntung apanya? Aku orang paling sial! Lepaskan!” Aku meronta-ronta, tapi Kai tetap menahan pinggang dan lenganku dengan kuat.

“Kau bisa masuk ruang isolasi kalau kau memaksanya melakukan hal yang tidak dia inginkan.” Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara dengan nada datar.

Aku menoleh dan kemudian merasa lega. “Hongbin!” Aku menatapnya dengan tatapan yang seolah berkata : cepat tolong aku!

Kai langsung melepaskan tangannya dariku dan kemudian mengangkat kedua tangannya di atas kepala, seperti seorang penjahat kepada polisi yang menodongkan pistol. Tapi wajah Kai masih terlihat angkuh dan sama sekali tidak terlihat menyesal. “Woaahhh…, aku takut akan dikeluarkan dari sekolah.” Katanya dengan nada mengejek. “Jangan bilang pada kakek-mu, oke?” Kai pun berjalan pergi. Tapi setelah beberapa langkah berjalan, ia membalikkan badannya lagi dan melambaikan kiss bye padaku. Membuatku ingin muntah!

Cepat-cepat aku menghampiri Hongbin. “Siapa kakekmu? Jangan-jangan…, Youngjae!”

Hongbin hanya menatapku kesal, kemudian berjalan tanpa mengatakan apapun. Aku mengikutinya dan menepuk-nepuk punggungnya. “Terima kasih sudah menolongku. Memiliki teman seorang gay memang sangat berguna. Orang lain memang tidak tahu siapa kau yang sebenarnya, mereka menganggapmu pria dan takut pada gertakan-mu, tapi bagiku kau seperti kakak perempuan yang melindungiku.”

Hongbin berhenti berjalan dan langsung menatapku dengan tatapan mematikan. “Pergi sana!”

Aku menepuk jidatku. Bodoh! Aku seharusnya tidak memanggilnya gay!

“Binnie! Maafkan akuuuuu…, tunggu akuuuuuuu! Kita pergi ke kantin sama-sama! Bagaimana kalau si brengsek Kai muncul lagi?!”

“Aku tidak peduli!”

Aku berlari mengejar Hongbin dan kami pun makan malam bersama di kantin, meskipun selama makan Hongbin tak henti-hentinya memasang wajah jutek dan tatapan mata sedingin es.

*************

Hari Jumat, waktunya kelas ‘Pengembangan Bakat’. Aku terkejut karena kelas ini ternyata memiliki 4 orang guru. Prof.Luhan, Prof.Baekhyun, Prof.Xiumin, dan Prof.Chen.

Anak-anak perempuan terlihat sangat bersemangat mengikuti pelajaran ini. Keempat guru itu memang terlihat sangat cute dan menggemaskan. Lagi-lagi aku tidak mengerti, bagaimana bisa para alien ini memiliki wajah awet muda?! Sangat tidak adil!

Tujuan utama kelas ini adalah mengembangkan bakat-bakat alami yang dimiliki oleh semua murid. Pantas saja guru-nya ada banyak, karena para guru itu berkeliling kelas dan memantau murid satu per satu. Setiap murid harus menunjukkan bakat mereka, lalu guru akan memberikan saran-saran ataupun komentar tentang cara para murid memunculkan ataupun menggunakan kekuatan mereka.

Aku duduk di bangku paling belakang. Aku menggigit bibir bawahku, gelisah. Aku kan tidak punya kekuatan! Zelo, yang duduk tak jauh dariku, menatapku sambil menyeringai lebar, seolah meremehkan.

Aku benci kelas ini! Ah, aku benci semua kelas kecuali kelas Seni!

Waktu terasa lama sekali berlalu. Semua anak dibimbing satu per satu. Anak-anak yang sudah dibimbing, diminta untuk berlatih. Hyuk yang bisa berubah menjadi binatang apapun, diminta berlatih oleh Prof.Xiumin agar dia bisa berubah dengan lebih cepat dari satu jenis hewan ke jenis hewan lainnya, bahkan hewan yang berasal dari golongan yang berbeda sekalipun.

Sehun diminta berlatih untuk mengatur volume angin dan kecepatan angin yang bisa ia hasilkan. Tao diminta untuk menguasai pengendalian berbagai jenis tanah, bukan hanya tanah yang biasa, tapi semua jenis tanah yang ada di jagad raya ini. Prof.Chen membawakan berbagai jenis tanah untuk Tao.

Duh, bagaimana ini? Prof.Baekhyun semakin dekat ke mejaku! Kini beberapa orang anak ikut-ikutan menatapku sambil tertawa mengejek. Mereka tahu aku tidak bisa melakukan apapun.

Aku menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Kim Mirae, tenanglah! Tidak apa-apa. Para guru itu pasti mengerti.

Kini Prof.Baekhyun berada satu meja di depanku, mengamati kekuatan Luna yang duduk tepat di hadapanku. Beberapa menit lagi Prof.Baekhyun akan datang ke mejaku.

“Permisi.” Tiba-tiba saja pintu kelas terbuka. Seorang pria berambut hitam rapi dengan potongan bergaya, memakai jas hitam keren, berdiri di depan pintu. Youngjae? Aku tidak percaya kepala sekolah aneh itu ternyata bisa berpakaian normal seperti sekarang ini!

“Oh, Professor…” Keempat guru itu tersenyum dan mengangguk hormat.

“Kim Mi Rae, kemarilah! Bawa tas-mu juga.” Kata Young Jae dengan nada memerintah. Terdengar bisik-bisik di seluruh kelas.

Young Jae tersenyum. “Hari ini Mirae ada kelas special denganku.” katanya pada keempat guru-ku dan pada semua anak.

Aku menatapnya heran, tapi belum pernah aku merasa se-bahagia ini saat melihatnya! Setidaknya dia menyelamatkanku kali ini.

*******

“Kau pergi ke mana saja? Aku tidak cocok sekolah di sini! Aku mau pulang ke bumi!” cerocosku saat aku dan Youngjae berjalan di koridor yang sepi.

Youngjae tertawa. “Yah! Panggil aku Professor.” Katanya pura-pura marah sambil berkacak pinggang, tapi dia tetap nyengir lebar. Aku hanya mendengus.

Kami ternyata berjalan menuju ruangan Prof.Hakyeon. Tanpa perlu memijit bel, pintu ruangan Prof.Hakyeon langsung terbuka.

“Hari ini sangat panas ya.” Kata Youngjae begitu kami masuk. Kontan semua yang ada di ruangan itu langsung menatap kami dengan heran. Di sofa, duduk Prof.Hakyeon, Chanyeol, seorang anak laki-laki yang tidak kukenal, dan Hongbin.

Aku masih berdiri di depan pintu. Youngjae menarik tanganku dan mendudukkanku di sofa, di samping anak laki-laki yang tidak kukenal.

Chanyeol nyengir lebar padaku sambil melambaikan tangannya riang. Hongbin menatapku dingin. Anak laki-laki yang tidak kukenal mengulurkan tangannya padaku. “Hallo, namaku Lay. Kelas 2. Kekuatanku adalah healing.” Pria itu tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya.

Aku tersenyum dan membalas jabatan tangannya. “Kim Mi Rae, kelas 1.”

“Apa kekuatan utama-mu?” tanya Lay ramah.

Sebelum aku sempat menjawab, Youngjae bertepuk tangan, mengalihkan perhatian kami padanya. “Mirae akan masuk kelas ini setiap hari jumat.” Youngjae berkata dengan riang.

Prof.Hakyeon menatapku heran, begitupula dengan Chanyeol, Hongbin, dan Lay. Selama beberapa menit, suasana hening, sampai kemudian, Prof.Hakyeon berdehem dan berbicara. “Selamat datang di kelas special ini, Kim Mi Rae.” Prof.Hakyeon tersenyum.

Aku mengerutkan keningku. Kelas special?

“Kelas ini dikhususkan untuk para murid yang memiliki level kekuatan tinggi dan hampir lulus dari sekolah ini. Aku sangat terkejut karena kau baru kelas 1 tapi sudah masuk kelas special ini.” Prof.Hakyeon masih tersenyum, tapi dia menatap Youngjae dengan heran.

Youngjae menggerakkan tangannya santai. “Dulu Kris juga masuk kelas special saat dia masih kelas 1, dan dia lulus tahun berikutnya. Tapi Mirae….dia tidak akan lulus tahun depan seperti kalian bertiga. Tugasnya di sini hanya mengamati kalian. Kalau kalian merasa terganggu, anggap saja dia tidak ada.” Kata Youngjae pada Chanyeol, Lay, dan Hongbin.

Aku menatap Youngjae tajam. Dasar! Seenaknya saja!

Prof.Hakyeon mengangguk. “Baiklah. Mirae, kau amati baik-baik apa yang kami pelajari dan kami lakukan.”

Aku menatap wakil kepala sekolah berambut merah itu dengan heran. Kenapa dia nurut sekali pada Youngjae sih?! Aku lalu menatap Youngjae. Si kepala sekolah nyentrik itu hanya nyengir lebar sambil melambaikan tangannya padaku. Ternyata, meskipun sekarang dia berpakaian normal, sikapnya masih saja aneh!

Aku duduk di sofa, Youngjae duduk dengan santai di kursi tinggi milik Prof.Hakyeon dibalik meja, sementara Hongbin-Chanyeol-Lay berdiri di tengah ruangan bersama Prof.Hakyeon.

Jika sebelumnya aku menganggap kekuatan teman-teman sekelasku keren, maka kekuatan Chanyeol-Lay-Hongbin sangatlah luar biasa! Dengan kecepatan super tinggi, Hongbin menggerakkan balok-balok kayu dan membuatnya melayang-layang di udara. Lalu semburan api besar dengan beraneka bentuk keluar dari tangan Chanyeol dan berusaha membakar habis semua balok itu sampai menjadi abu. Hongbin sebisa mungkin mengontrol balok-balok itu agar terhindar dari semburan api ganas milik Chanyeol. Lay menyentuh balok yang berhasil dibakar oleh Chanyeol dan dalam sekejap mata semua abu itu menyatu kembali dan berubah kembali menjad balok-balok kayu. Terus berulang seperti itu, hanya saja kini Hongbin menggerakkan dan melayangkan benda-benda lain seperti buku-buku di rak, kursi, lampu, bahkan sofa-sofa berat ini! Cepat-cepat aku berdiri, sebelum Hongbin tanpa sadar menggerakkan dan melayangkan sofa yang kududuki.

Kekuatan mereka bertiga benar-benar menakjubkan! Sangat cepat, tepat, dan terlihat sangat indah. Rasanya seperti melihat sesuatu yang tidak nyata, yang hanya terjadi di dunia khayalan.

Prof.Hakyeon bertepuk tangan. “Bagus sekali! Aku senang kalian sudah bisa bekerja sama dengan baik. Aku sangat terkejut karena perkembangan kalian cepat sekali. Good job!” Prof.Hakyeon mengacungkan kedua jempolnya. Chan Yeol melompat-lompat senang sambil tertawa lebar, lalu ber-high-five ria bersama Lay. Sementara itu Hongbin hanya tersenyum.

Selama beberapa saat, Prof.Hakyeon bertukar pandang dengan Youngjae, seolah mereka berkomunikasi melalui pikiran mereka, lalu Prof.Hakyeon menatapku sambil tersenyum. “Mirae, ingat ya, setiap hari jumat, kau ikut kelas kami.”

Aku mengangguk. Meskipun aku tidak mengerti mengapa aku harus ikut kelas ini, tapi setidaknya kelas ini lebih baik daripada kelas ‘Pengembangan Bakat’. Di sini aku tidak perlu melakukan apapun selain mengamati.

*************

Ternyata semua murid kini semakin membenciku dan menyerangku secara terang-terangan semenjak Youngjae berkata aku akan ikut kelas special setiap hari Jumat. Padahal Youngjae mengatakan hal itu hanya pada teman-teman sekelasku, tapi semua murid di sekolah ini sekarang sudah tahu. Gossip memang menyebar sangat cepat ya!

Ketika berjalan di koridor menuju kantin untuk makan malam, tiba-tiba saja geng SNSD menghadangku. Dengan menggunakan kekuatan super, leader mereka mendorongku jatuh terduduk dan terseret beberapa meter ke belakang sampai kepala dan punggungku membentur tembok yang keras.  Mereka tertawa terbahak-bahak.

“Kau ini sebenarnya siapa sih? Peliharaannya Kepala sekolah ya?” kata anggota geng yang bertubuh paling tinggi.

“Kau kan tidak punya kekuatan apapun! Kenapa kau masuk kelas special?” anggota yang berwajah seperti Barbie berkata dengan nada iri.

Salah satu anggota geng yang memiliki kekuatan pengendalian air, mengangkat air dari kolam air mancur lalu menumpahkannya ke atas kepalaku, membuat seluruh tubuhku basah kuyup. Ditambah lagi si pengendali suhu membuat suhu di sekitarku jadi sangat dingin, membuat gigi-gigiku bergemeletuk.

Mereka tertawa-tawa puas, sampai kemudian terdengar sebuah suara yang tak asing di telingaku. “Kakak-kakak senior cantik, maaf.., tapi dia adalah korban-ku, biar aku yang membereskannya.”

“Oh, Zelo! Kuserahkan padamu! Buat dia menderita sampai dia memohon-mohon untuk pulang ke planet primitive-nya.” kata leader geng SNSD sambil berjinjit menepuk pundak Zelo. Mereka ber-9 pun pergi begitu saja setelah menyeringai padaku.

Badanku masih menggigil kedinginan. Zelo yang berdiri di dekatku hanya menatapku datar. Aku balas menatapnya dengan berani meskipun tulang-tulangku sekarang terasa sakit saking dinginnya.

“Apa? Kau mau membuat seluruh tubuhku berwarna hitam arang sekarang? Lalu memfotoku dan menyebarkan fotoku ke seluruh penjuru sekolah?” bentakku.

Zelo menyeringai. “Ide yang bagus.”

Dalam sekejap, kedua sayap pelangi Zelo muncul di punggungnya. Ia mendekatiku dan menggendongku menyamping dengan ringan.

“YAH! Lepaskan! Kau mau membawaku kemana? Kau mau membuangku?” Aku bergerak-gerak dalam gendongannya, tapi Zelo memegangiku dengan erat.

Zelo mengepak-ngepakkan sayapnya, terbang hampir menyentuh langit-langit bangunan utama, menembus hologram replika galaksi yang melayang-layang.

“Kau mau menjatuhkanku dari atas menara?” teriakku, tapi Zelo tetap tidak menjawabku. Dia terus saja terbang sambil menggendongku. Aku memegang pundaknya, takut jatuh.

Zelo terbang keluar dari gedung sekolah utama dan terus membumbung tinggu menuju puncak menara asrama utara. Zelo mendarat di atas balkon yang terdapat di puncak menara utara. Dia mendudukkanku di kursi kayu. Balkon itu cukup luas. Ada lonceng besar, tungku perapian, lemari, dan rak kayu usang berisi aneka makanan kaleng.

Zelo mengeluarkan sebuah selimut usang tebal dari dalam lemari dan melemparkannya padaku. Karena kedinginan, aku pun cepat-cepat melingkarkan selimut tebal itu ke seluruh tubuhku. Zelo menyalakan perapian. Suhu sekitar kami mulai menghangat, dan perlahan tubuhku kembali ke suhu normal.

Tanpa mengatakan apapun, Zelo membuka kaleng makanan, menghangatkannya di perapian selama beberapa menit, lalu mendekatkannya padaku. Aku bisa mencium aroma menggoda seperti aroma cream soup jagung dari dalam kaleng itu.

“Pasti makanan itu beracun!” tukasku. “Kau mau membunuhku kan?”

Zelo menyeringai, “Ya sudah kalau kau tidak mau.” Lalu dia pun memakan cream soup jagung itu dengan lahap.

Aku menelan air liurku. Perutku keroncongan, tapi aku terlalu gengsi untuk mengatakan padanya bahwa aku kelaparan. Zelo meraih 1 kaleng cream soup jagung itu lagi dari rak, membuka tutupnya, lalu menghangatkannya di perapian selama beberapa menit. Setelah matang, Zelo menyerahkannya padaku. Kali ini, tanpa perlu berpikir, aku pun  langsung meraihnya dan memakannya dengan cepat. Zelo tertawa.

Zelo memberiku roti gandum dan susu juga. Aku tidak tahu ternyata di atas menara ada tempat seperti ini.

“Ini markasku.” Kata Zelo. “Hanya aku yang bisa datang kemari. Ruangan di dalam itu adalah gudang. Terkunci. Tidak ada murid yang bisa datang ke balkon ini kalau tidak bisa terbang.”

Aku memicingkan mataku. “Kenapa kau menolongku? Bukankah kau membenciku?”

Zelo mengangkat kedua bahunya dengan cuek. “Aku memang tidak menyukaimu, tapi bukan berarti aku membencimu. Lagipula aku tidak suka melihat pembully-an yang main fisik seperti tadi.”

Aku mendengus. “Tidak usah sok jadi pahlawan! Kau sendiri membully-ku dengan penghinaan dan secara mental. Kau pikir aku tidak malu saat kau merubah seluruh wajah dan tubuhku jadi berwarna ungu dan seluruh rambutku jadi kuning?!” bentakku dengan kesal.

Zelo hanya menatapku lama, dengan tatapan yang tak bisa kuartikan. Aku balas menatapnya dengan garang.

“Maaf.” Katanya pelan.

Aku membelalakkan mataku tak percaya.

“Itu hanya lelucon, oke? Aku tidak berniat membuatmu terluka atau apa. Menurutku hal itu sangat lucu.”

Aku tertawa hambar. “Lucu? Kau pikir itu lucu?! Coba saja seharian besok kau ubah seluruh tubuhmu jadi ungu, hijau, atau pink sekalian! Kita lihat apakah kau masih akan berpendapat hal itu lucu!”

Zelo hanya terus menatapku tanpa mengatakan apapun. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya dia berkata, “Ayo, sebentar lagi jam 10 malam. Aku tidak ingin dihukum di ruang bawah tanah yang katanya sangat mengerikan.”

Sayap pelangi Zelo muncul lagi. Dia menggendongku dan membawaku terbang menuju asrama Selatan.

*************

Sabtu pagi, aku merasa malas sekali bangun. Aku baru sadar punggungku terasa sakit. Pasti gara-gara semalam salah satu anggota geng SNSD menjatuhkanku ke lantai marmer dan mendorongku sampai punggungku membentur tembok batu.

Hongbin sepertinya sudah bangun, karena kini cahaya matahari masuk melalui jendela yang terbuka, membuat mataku silau. Oh ya, tentu saja planet Mato juga memiliki matahari. Hanya saja suhu di planet ini jauh lebih dingin daripada di bumi. Mungkin karena planet Mato terletak sangat jauh dari matahari-nya.

Aku mengerang kesakitan saat aku turun dari tempat tidur. Dengan agak tertatih sambil memegang belakang pinggangku, aku pun berjalan menuju kamar mandi. Pintunya terkunci. Aku menggedor-gedor pintunya. “Yah! Hongbin! Cepatlah!” kataku tak sabar. Biasanya aku bangun lebih dulu dari Hongbin dan mandi lebih dulu darinya. Hongbin mandinya lama sekali! Apa sih yang dia lakukan? Luluran?

Pintu terbuka. Hongbin keluar hanya dengan handuk tebal menutupi tubuh bagian bawahnya. Rambutnya basah. Kedua lengannya berotot. Dadanya bidang. Perutnya six pack. Tapi aku tidak peduli. Meskipun dia terlihat seksi, tapi dia kan pria gay!

“Lama sekali sih!” tukasku ketus. Aku pun segera masuk ke kamar mandi dengan langkah timpang karena sakit punggungku, mengunci pintu, dan mandi secepat kilat.

********

Untung saja aku tidak telat masuk ke kelas relaksasi. Benar dugaanku, ruangannya menyerupai ruang Yoga. Aku sudah terbiasa dengan tatapan benci murid-murid ROVIX, jadi aku mengabaikannya saja. Aku duduk di pojok dan menyandarkan punggungku ke dinding ruangan yang dingin.

Aku memejamkan mataku. Beberapa menit kemudian, tiba-tiba saja semua anak jadi berisik.

“Waah, Zelo! Keren!”

“Aku mau foto denganmuuu!”

“Pegang aku! Waahh aku jadi pink juga! Hahaha.”

Aku membuka mataku dan langsung shock melihat Zelo yang kini berdiri di hadapanku dengan seluruh tubuh berwarna pink, kecuali rambutnya yang berwarna abu-abu. Bahkan bola matanya pun jadi pink!

Semua anak menertawakannya, tapi tak sedikit yang mengaguminya. Mereka meminta foto bersama, seolah Zelo adalah artis.

Zelo duduk di sampingku. “Mau berfoto dengan makhluk pink?” katanya sambil menyeringai lebar. Mau tak mau aku pun tertawa. Ternyata dia sungguh-sungguh melakukan apa yang kuminta kemarin malam.

“Wah..wah..wah..” guru relaksasi kami, Prof.Himchan, terkejut saat  masuk kelas dan melihat Zelo. “Dalam rangka apa ini? Pinky-pinky. Hari cinta?”

Semua anak tertawa mendengar gurauan Prof.Himchan.

“Zelo’s day. Hari ini adalah hariku, Professor.” Kata Zelo cuek.

“Hari ulangtahun-mu?” tanya Prof.Himchan.

Zelo menggeleng. “Bukan. Hanya.…hariku saja. Kalau aku jadi presiden Mato di masa depan nanti, hari ini akan kujadikan sebagai hari libur nasional.” Semua anak tertawa.

“Setiap hari pasti akan kau jadikan hari libur nasional. Nah, anak-anak, aku tahu awal semester pasti terasa tegang, apalagi besok ada pertandingan antar asrama. Aku sudah mulai mencium aroma kompetisi. Tapi yang paling penting, dalam menghadapi masalah apapun dalam hidup ini adalah pikiran yang tenang. Seperti yang sudah kujanjikan minggu lalu, hari ini kita akan melepas penat dalam hati kita dengan berteriak kencang…..”

“AAAAAAAAAAAAA……”

“Ya..ya.., Zelo, bukan berteriak di sini!” Kata Prof.Himchan. Semua anak terbahak-bahak. Entah kenapa hari ini aku merasa Zelo lucu. Atau mungkin pada dasarnya dia memang tukang melucu? Mungkin yang dia katakan kemarin benar. Dia memang merubah tubuhku jadi ungu waktu itu hanya sebagai lelucon, bukan karena membenciku seperti anak-anak lain.

“Kita akan pergi ke puncak gunung, menikmati pemandangan indah di sana, lalu berteriak se-keras kerasnya menumpahkan semua kekesalan yang kalian pendam dalam hati kalian. Tidak usah malu-malu saat berteriak nanti. Keluarkan saja apa yang ada di hati kalian. Jangan pernah memendam masalah. Oke? Kita berangkat sekarang.”

“Horeeeeee!!!!!”

“Yippie!”

“Assyikkkkk!”

Semua anak terlihat sangat bersemangat. Aku menyukai kelas ini!

Kami naik bus terbang. Bus-nya sangat besar dan luas, sehingga kami bisa duduk sendiri-sendiri. Tapi Zelo duduk di sampingku. Seluruh tubuhnya masih berwarna pink. Selama di perjalanan, dia hanya tertidur pulas.

Satu jam kemudian, kami sampai di atas puncak gunung. Udara terasa dingin namun sejuk menyegarkan. Awan-awan putih melayang perlahan di bawah kami dan tentunya di atas kami, tapi rasanya jadi seperti berada di negeri di atas langit.

Teman-teman sekelasku sibuk foto-foto. Beberapa sudah mulai berteriak, yang lain mengikuti.

“Ayo anak-anak, keluarkan semua beban kalian. Aaaaaaaaaaaaarrrggghhhhh!”

Berbagai teriakan pun mulai terdengar dan bergema, tapi kami hanya bisa mendengar dengan jelas apa yang diteriakkan oleh teman yang berdiri di sebelah kami. Di sebelah kananku, Tao berteriak “Aaaaaaarrggghhhhh! Semoga aku jadi juara pertama kompetisi bertarung besoooook!”

Di sebelah kiriku, Zelo juga mulai berteriak. “AKU ADALAH MAKHLUK PIIIIIIIIIINK!”

Aku tertawa mendengarnya. Zelo kembali berteriak. “KUHARAP KIM MI RAE MEMAAFKANKUUUUUUUUU!”

“AKU SUDAH MEMAAFKANMUUUUUUU MAKHLUK PINK! AAARRRRGH! AKU ADALAH ANAK YANG KUAAAAAATTTTTTT!”

“Hahahaha…hahaha…hahaha….” Kami berdua tertawa terbahak-bahak. Mulai saat itulah persahabatanku dengan Zelo dimulai.

**************

Hari minggu, pertandingan antar asrama pun akhirnya tiba. Saat sarapan, Chanyeol mengeluh padaku karena dia lupa kalau hari ini adalah hari pertandingan antar asrama, padahal Sulli sudah setuju untuk pergi kencan bersamanya hari ini. Sebagai ketua murid, tidak mungkin Chanyeol bisa “kabur”.

Tidak semua anak wajib ikut pertandingan ataupun menonton pertandingan. Hari minggu ini sama bebasnya seperti hari minggu biasanya. Beberapa anak yang berasal dari planet Mato bisa pulang ke rumah mereka dan kembali lagi sebelum jam 4 sore. Atau bisa juga keluar dari sekolah hanya untuk jalan-jalan di luar lingkungan sekolah. Tapi kebanyakan minggu ini anak-anak ikut menonton pertandingan.

Ruang isolasi utama di gedung utama ternyata menyerupai gedung olahraga olimpiade di bumi. Hanya saja seluruh ruangan berwarna putih. Tribun-tribun bangku penonton sudah terisi penuh oleh murid-murid yang menonton. Aku melihat murid-murid asrama selatan duduk di barisan kiri, membawa spanduk – spanduk besar dan banner. Kami memakai seragam asrama kami yang berwarna biru. Asrama utara berwarna orange. Asrama timur berwarna hijau. Asrama barat berwarna ungu.

“Jadi, kita akan bertanding makan ice cream nanti?” Zelo mengangkat sebelah alis matanya padaku, menantang. Rambutnya sekarang berwarna abu-abu. Kulitnya tentu saja sudah tidak pink lagi, tapi dia tetap mempertahankan rambut abu-abunya karena aku berkata dia cocok dengan rambut itu.

“Aku pasti menang.” Kataku percaya diri. Zelo menatapku tak percaya.

“Sampai nanti.” Kami pun berpisah. Aku mendekati team-ku. Selain mengikuti lomba makan ice cream dan membuat cokelat, aku juga ikut tarik tambang.

Pertandingan pertama adalah pertandingan pertarungan. Hal ini menjadi menarik bagi para alien itu karena mereka tidak bisa menggunakan kekuatan mereka di ruangan isolasi ini. Kekuatan mereka seolah lumpuh dan mati sesaat. Tapi bagiku hal ini biasa saja. Rasanya seperti menonton pertandingan tinju ataupun taekwondo. Pertandingan ini tidak mewajibkan peserta-nya menggunakan teknik khusus, yang penting orang yang bertahan paling akhir-lah yang menang.

Meskipun Ravi dari asrama utara pada dasarnya memiliki kekuatan Power, tapi hal itu percuma saja sekarang. Dia bisa dikalahkan dengan mudah oleh Tao dari asrama timur. Padahal Tao pada dasarnya pengendali tanah, tapi di sini teknik bertarungnya hebat, dan karena Ravi tidak bisa memanfaatkan kekuatan power-nya, maka Tao pun bisa menang.

Pertandingan ke-2 adalah semacam pertandingan seperti sepak bola. Benar-benar mirip sepak bola, hanya saja bola-nya jauh lebih besar dan disini mereka menyebutnya tendang bola. Sama saja menurutku! Pertandingan ini berlangsung sangat lama dan akhirnya dimenangkan oleh asrama-ku, asrama Selatan. Prof.Leo terlihat sangat bangga pada team-nya. Oh ya, para kepala asrama ikut bertanding juga sebagai kapten.

Yel-yel asrama terdengar keras. Suasana semakin memanas. Pertandingan ke-3 adalah pertandingan panah api. Peserta harus melemparkan panah yang ujungnya diberi api sampai mengenai objek-objek sasaran seperti balok kayu ataupun boneka kain. Pertandingan ini dimenangkan oleh asrama barat.

Aku tidak menghitung ada berapa banyak pertandingan lainnya. Yang pasti banyak sekali! Setelah diselingi istirahat, pertandingan pun dilanjutkan. Yang tidak kumengerti adalah, ternyata banyak juga pertandingan yang hampir mirip dengan olahraga-olahraga di bumi. Bagaimana bisa? Apakah pada mulanya semua alien ini berasal dari bumi?

Asrama yang kini unggul adalah asrama timur dengan total 5 kejuaraan. Posisi ke-2 adalah asrama utara dengan 4 kejuaraan. Asrama selatan 3 kejuaraan. Lalu posisi terakhir asrama barat dengan 2 kejuaraan. Tinggal 3 kejuaraan lagi. Aku harus membuat asrama-ku menang!

Tidak terasa hari sudah gelap, tapi pertandingan tetap dilanjutkan. Pertandingan yang dianggap aneh oleh para alien ini pun tiba. Tarik tambang!

Aku, Hongbin, dan 4 orang murid asrama selatan lainnya sudah siap melawan asrama barat. Keempat murid yang lain ini sebenarnya memiliki kekuatan power, tapi mereka terpilih bukan hanya karena hal itu, karena kekuatan itu tidak akan berguna di sini, melainkan karena mereka memiliki otot yang kekar.

Seharusnya aku tidak ikut tarik tambang. Aku kan payah! Tapi Prof.Leo memintaku ikut, jadi ya sudahlah.

Pertandingan dimulai. Lawan kami dari asrama barat semuanya berotot besar. Benar, harusnya aku tidak ikut! Tapi aku tetap berusaha sekuat tenaga untuk menarik tambang itu meskipun tanganku terasa sakit.

Ajaib sekali, dalam sekejap, team kami berhasil menarik tambang itu bahkan sampai membuat lawan kami berjatuhan tersungkur ke lantai.

“Yes!” Aku dan Hongbin berseru senang dan hendak ber-high-five dengan keempat teman satu team kami, tapi mereka hanya menatap kami dengan bingung.

“Aneh.” Kata salah satu dari mereka. “Barusan aku seperti bisa menggunakan kekuatanku.”

“Aku juga.”

“Aku juga.”

Aku dan Hongbin bertukar pandang tak percaya. Mungkin hanya perasaan mereka saja.

Yel-yel asrama semakin berkumandang keras. Sekarang persaingan semakin sengit.

Aku berhadapan dengan Zelo di pertandingan makan ice cream. Murid dari asrama lain menatap ice cream di hadapan mereka dengan aneh. Aku menduga, pasti YoungJae yang membawa ice cream-ice cream ini dari bumi! Atau bisa saja dia sekarang sudah tahu cara membuat ice cream yang sangat disukainya itu!

Aku memandang sekeliling ruangan luas ini, dan akhirnya menemukan Young Jae yang duduk di antara para guru. Dia memakai kaus merah seperti guru-guru lain yang bukan kepala asrama. Dia melambaikan tangannya dengan riang padaku. Aku tidak membalasnya, takut ada anak lain yang melihatku.

Sudah kuduga, para alien ini merasa kesulitan memakan ice cream, tapi mereka tampak menikmatinya. Aku yang sudah terbiasa makan ice cream, memakan kelima ice cream itu dengan cepat. Semoga gigi-ku tidak sakit setelah ini!

Asrama timur dan asrama selatan kini sama-sama mendapat 5 kejuaraan. Tinggal 1 pertandingan yang tersisa. Membuat cokelat. Aku harus menang!

Aku dan asisten-ku (Hongbin) berdiri di depan sebuah meja. Di sana sudah terdapat peralatan membuat cokelat dan selembar kertas mengenai petunjuk membuat cokelat. Juri kali ini adalah Young Jae. Kami harus membuat cokelat yang menurutnya enak. Sungguh pertandingan yang sangat konyol!

Bagiku sih mudah saja. Aku juga sudah memberitahu Hongbin bagaimana caranya, jadi kami tidak perlu membaca petunjuk lagi. Aku tahu Young Jae menyukai rasa cokelat strawberry, maka aku pun menuangkan cream strawberry ke atas cokelat cair yang kini sudah memadat.

“Hongbin, cepat ambil cokelat lain dari dalam pendingin!” kataku. Kami tadi sudah memasukkan beberapa cokelat cair dalam cetakan ke dalam kotak pendingin agar memadat.

Aku mendengar Hongbin berseru pelan. Terkejut.

“Kenapa?” tanyaku.

Hongbin menatap cokelat dalam cetakan yang kini melayang-layang di sampingnya. Aku membelalakkan mataku. Bagaimana bisa? Ini kan ruang isolasi! Kenapa Hongbin bisa menggunakan kekuatannya?

Cepat-cepat aku pun meraih cokelat itu sebelum ada orang lain yang melihatnya. Hongbin masih terlihat shock. Aku menepuk punggungnya. “Tenang saja. Kau tidak licik kok. Aneh ya! Apa ruangan ini jadi rusak?”

Hongbin hanya terus menatapku dengan tatapan yang tidak kumengerti apa artinya.

Terdengar suara terompet. Waktu habis. Young Jae berjalan ke setiap meja peserta dan memakan cokelat-cokelat yang peserta buat. Eskpresi wajahnya terlihat ingin muntah, tapi kadang terlihat senang. Saat tiba di mejaku, Young Jae tersenyum lebar. Ia meraih cokelat yang aku dan Hongbin buat, langsung memakannya 4 sekaligus. Ekspresinya terlihat puas.

Tapi, setelah dia menelan cokelatnya, dia menatap kami berdua dengan tajam. “Sepertinya.., barusan aku melihat hal yang seharusnya tidak kulihat. Lee Hongbin, bagaimana bisa kau menggunakan kekuatanmu?” tanya Young Jae.

“Itu…” Hongbin terdiam.

Perhatian semua orang kini terfokus pada kami karena Young Jae berbicara dengan keras sekali. Young Jae menyeringai. “Saat tarik tambang, aku juga seperti melihat beberapa teman kalian menggunakan kekuatan power-nya. Aku penasaran….” Young Jae menahan senyum. Sepertinya dia mengetahui sesuatu dan merencanakan sesuatu.

Terdengar gumaman-gumaman tak percaya dari seluruh penjuru ruangan.

“Mari kita uji.” Young Jae tersenyum lebar. Lalu tanpa kuduga, tiba-tiba saja dia meraih pisau pemotong cokelat yang ada di meja dan melemparkannya tepat ke arah wajah Hongbin. Aku membelalakkan mataku. Dia pasti sudah gila!

Tapi hal yang ajaib pun terjadi. Hongbin bisa menggunakan kekuatan pengendalian pikirannya. Pisau itu melayang-layang beberapa cm di depan wajahnya, sama sekali tidak berhasil melukainya.

Semua orang kini berseru keras. Frustasi. Tidak mengerti bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi.

Young Jae tertawa terbahak-bahak sambil bertepuk tangan. “Aku tahu…aku tahu… aku sudah tahu hal ini sejak dulu.” Young Jae mengedipkan sebelah matanya padaku. “Aku punya banyak teori lain tentang kekuatanmu yang lainnya, tapi untuk saat ini cukup 1 kekuatan saja yang ku-uji. Kim Mi Rae, kau sangat menarik.” Young Jae menatapku seolah aku adalah hewan percobaan langka. Dan seketika, aku merasakan semua mata menatapku dengan tajam.

====== TBC ======

Catatan author : Hayoooh, ada yang bisa nebak apa salah satu kekuatan Mirae yang dimaksud oleh Youngjae? Hahaha. Terus apa kekuatan lainnya?

Aku sengaja nulis ini cepet ngebut di minggu ini, soalnya minggu depan kayaknya aku bakal sibuk banget nggak bisa nulis FF. Tapi kalau nge-posting aja sih kayaknya bisa. Hehehe. Nge-posting Hidden Fates Chapter 3 maksudnya kalau Kunang udah beres nulisnya. LOL.

Thanks for reading ^_^. Jangan lupa tinggalkan komentar.

N-nyeong!

–          Azumi Aozora  –

Hongbin

Image

Zelo

Image

Kai

Image

49 thoughts on “Powerless (Chapter 2)

  1. first comment?? yehet\^O^/

    eonni gila cepet banget !! sehari jadi 1 chapter?? wow

    kayaknya kemampuannya Mirae itu bisa bikin kekuatan yang lain jadi lebih kuat & terkendali *aseek, atau bikin ruang Isolas jadi gak berguna?

    kyaaa!! daebak Eon.. Zelonya kece laah, sayangnya Chanyeol bukan Cast *my Bias huhuhu T-T

    Mirae daebak lah pokoknya~ dia tahan banget dibully sama anak-anak SNSD… itu yang mukanya mirip barbie siapa eon? Sica yaa? jahat banget perasaan anak SNSDnya eon~

    YoungJae itu gak kurang ngeselin gimana coba?

    jadi sebenernya HongBin itu Gay apa bukan? jangan jangan prof HakYeon itu bilang HongBin gay biar Mirae gak takut sekamar sama dia? apa jangan jangan nanti mereka jadi deket juga?

    itu Kai ya Allah makin ngeselin aja tu orang, mungkin mirae udah diapa apain kali yaa kalo gak ada HongBin..

    Yuhuu,, ini komen gak kurang panjang kah??
    okeey sekian komen dari saya eon.. maaf bila ada kata kata yang kurang berkenan, Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    *hidden fates jangan dilupakan yaa hidden Fates..

  2. Wew eonni kaya.a aku bau baca tdi eh udh da yg naru lgi ._. Keren2 mi rae kekuatan.a apa? Bikin kekuatam org pulih (?) #ngacobgtdeh … Akh suka bgt sma zelo karna dia maknae trs dibuat image.a itu kaya anak kcl suka main2 jdi cocok bgt!! … Kai.a maksa bgt😄 tpi cengar cengir baca.a … Hongbin udh gk dingin bgt sm mi rae … Ff.a ada lomba antar asrama jdi kaya drama.a sulli … Masa sih hongbin itu gay? #gkpercaya … Wah Zelo day tgl brp eon?

  3. hoooohooo…..dah publish aj nich chapter 2’y seneng2 hee…
    Knp geng SNSD disini jhat bgt yaa tp q bisa ngebayangin muka jutek mreka psti nyebelin bgt mrk heeemmm….
    Aaauuuhhh….Zelo manis bgt dy trnyta dy baek jg ya dan lucu’y dy nurut aj sruh ngrubah diri’y jd brwarna kek yg mi rae bilang waaaakkzzzz….
    eh itu hongbin adik’y my shy shy boy aka LEO?????? wah brarti hongbin adik ipar q donk waaaaakkkzzzzzz….😉
    Kai bner2 playboy cap ikan julung2 dy mah *geleng2 mo coment apa liat klakuan tuh org satu…..
    q yakin bgt hongbin tuh sbner’y g gay cuman akal2an’y tuan cha NNNNNN aja itu pling heee…
    trus coz kekuatan mirae itu apa ya q g bisa nebak kek’y semacam siapapun yg dket ma mirae kakuatan org itu g bkal trpengaruh ma tuh ruang isolasi tp jd’y ap donk kekuatan’y….haahhh tau lah itu mah urusan author’y haaaaa….
    BTW… kirim q keplanet MATO miiiii…..plizzzzzz q pngen ktemu my shy shy boy miiiiiiii……aaaarrrhhhhh Juuuunngggg SARANGHAE ♥♥♥♥♥♥
    EH…kmu sibuk ngpain..bklan ngegalau nich nungguin next chapter’y huuuuuu…..
    Dah ah coment’y tkut jd sampah nanti’y heeee…..
    FIGHTING MI!!!!!!! JJAAAAAANNGGGG♬

  4. arrrgghhh >_< sumpah aku pnasaran bnget🙂 hehe aku sllu pntengin ni blog dan nunggu ff nya , aplg fantasy ,,
    young jae nya emg cerdik ya , Zelo ny ud baik , keren😀 pkok nya di tnggu klanjutan nya ,…. kerp writing

  5. wahhh, baru komentar di chap 1 , langsung muncul chap 2 nya? Cepet banget ._.
    Kayanya kekuatan MiRae setara /maybe/ ama YoungJae ya? ato kekuatan nya bisa mengendalikan kekuatan orang (?) jadi lebih kuat ya? terutama mengaktifkan kekuatan di ruang isolasi untuk orang lain atau mungkin MiRae nya sendiri atau menghilangkan pengaruh ruang isolasi terhadap kekuatan, tapi mungkin hanya berlaku pada orang yang berada di dekatnya MiRae aja ya? atau MiRae bisa memanfaatkan kekuatan nya orang lain ya ? jadi penasaran kekuatan sebenarnya Mi Rae ,kekuatan MiRae kayak nya banyak ya, kayak yang di bilangan YoungJae itu,
    Sempet ngakak gara2 Young Jae, yang waktu part nya di umuin tentang perlombaan itu, lomba makan ice cream ama membuat cokelat, ya ampun, Young Jae lucu banget, wkwkw
    Zelo juga tuh, kayanya ada tanda2nih, Zelo jadi pink? *ngakak lagi
    Tao menang pasti gara gara dia jago wushu pake tongkat, tao kece ♡ mendingan pake jitak si Kai aja tuh *dijitak balik ama Kai
    Tapi jangan pasangin Mi Rae ama Kai ne, Azumi, sama Hongbin atau Zelo aja, ama YoungJae juga boleh kok *eh
    kakek nya Hong Bin siapa sih? trus ternyata Hongbin adiknya…. hehe, aku lupa!
    Aku ngefans ama BaekHyun, YoungJae, band yang lain nya belum aku hapalin, GOT7 yang Girls girls girls itu keceee, kalo ada waktu aku mau nengok profile n mv nya VIXX, BtoB, BTS, GOT7 ama yangya lain
    Mau nanya don thor, cuma Prof.Young jae aja ya, yang bisa memakai kekuatan nya di ruang isolasi,
    hehehe, kaya bakal terjawab di charter berikutnya, *penasaran
    Azumi oppa (?) dapet inspirasi, fantasy darimana sih? bikin cerita juga, daebaakk banget, ff fantasy yang bikin penasaran >♡<
    aku juga nunggu FS ni? udah selesai, eonnie?
    Tetap semangat for nulis ff kece nan hebat especially fantasy with Kunang juga, jangan lupain HF juga, thanks udah mau baca komenku ini, bye

    • Aarrggghhh…aku suka comment kmu yg panjang. >_<. Hahaha ♡
      Youngjae enggak pake kekuatan kok pas di ruang isolasi. Dia cuma ngambil pisau di meja terus ngelemparin ke wajah Hongbin.
      Hehehehe…..ayooo liat MV2 VIXX ♥♥♥♥
      Penuh fantasy deh MV2 VIXX itu. Kadang aku suka ngekhayal fantasy pas liat MV2 VIXX. Suka bgt cerita fantasy sih jadinya yg kebayang fantasy2 lagi. Hahaha. Sebenernya fantasy nya itu2 aja kan,, cuma dimodifikasi sama khayalan kita.
      Aduh…Oppa? LOL. Klo jd cowok aku pasti ganteng deh. *_*
      FS belum beres….hohoho

  6. Yoohoo~
    udah release ternyata chapter 2nya…

    agggrrr, author ini mau bikin ff model apapun selalu keren, nih ada 4 jempol tak kasih kke~

    kya hongbin_nya misterius gtu, zelonya ok ok *cute, buat kai_nya nakal deh!

    next chapter kapanpun tak tungguin,
    and also, Hidden Fatesnya teror author kunang kke~

  7. N-nnyeongg….. !
    Wahhh,gak percaya Hongbin ituu gayy,,,,
    Wahh wahhh..kompetisii inii mengingatkan aq sma Idol Olympiade !!!! Berasa kyak semua idol aq lgii bertanding hahahaa
    Ahh,,tpi dlm bayanganku si Mirae nya yg muncul Hyeri muluu!!bukan aku,bkgn pula yura !!
    pengaruh bias kyknya !!:P
    Zelooooooo !!!! Baby Pinkk hahahaa,duuhhh kyeopta pastinya😄
    Hmmmm…Mirae pastinya punya kekuatan yg sangatt sangaatt speciaaalll …..!! Wuhh para Barbie Snsd kejam amat tahh,,awasss lohh ntar Mirae blas dendam

    • N-nyeong ^^. Kkkkkkk
      Iyaa ak jg ini bayanginnya idol olympic. Wkkkwk
      Pasti sih klo ngebias bgt pasti bayanginnya wajah bias terus. Gak apa2. Ak jg dulu gitu pas nge-bias Krystal banget. Tp skrg udah enggak soalnya bias aku udah terlalu banyak. Hahaha.
      Gomawoo udah baca + comment :))

  8. Aku akuuu… aku tahuuu…. powernya mirae itu namanya nullification… hehe…. soalnya ceritamu pasti gabungan komik sama drakor… hehehe… #sotoy
    Haaaha…..
    Keren thooor…..
    Ditunggu lanjutannyaa… jangan stop di tenfah jalan kayak ff mu yg dulu2.. hahaha… #dijitak author

    • Hmmm..bener gak yaa? Kita liat aja entar d chapter selanjutnya. Wkwkwk.
      Semogaaaa ide nya lancar yaaa dan gak males. Hehe. Tp klo fantasy sih biasanya aku lanjutin sampai tamat.
      Hhhe

  9. kakak maaf aku jarang ninggalin komentar, padahal selalu baca’-‘
    kayaknya Mi Rae tipe pengendali kekuatan deh, atau kalo nggk siapa saja orang yg didekat dia atau yang dia pikirkan atau yang dia sebut namanya bisa ngeluarin kekuatan #sotoyalert , duh makin mantep nih fanfic, empat jempol deh buat kak azmi yang bisa bikin orang yang baca serasa masuk ke cerita ‘-‘)bbbb
    nggk sabar nunggu chap selanjutnya😀

  10. miiii miannn baru beres baca..

    hmmm… actually I quite confused, banyak banget castnya hahah *wajah kali mungkin karena ini sekolah* dan alurnya juga cepet *atau aku bacanya cepet jadi ngerasa gtu* yg jelas FF ini berasa beda dengan ff2 kmu yg lain, jadi aku sedikit ga dapet feelnya *ato mungkin ini karena aku bacanya sambil bad mood hahahaha.. but it lifted my mood

    dan terutama tokoh mirae nya, sama sekali beda sama tokoh2 cewek yg kamu buat sebelumnya *tipe2 cool gt

    kalau mikan di alice academy kan kekuatan dia nullification, seolah mirae kebalikannya? ahahhaha~ well kita liat selanjutnya hehe

    Masih ada HF yah? ahhaha *kaburr

    • Wkwkwk…iya. Ini fantasy bgt soalnya…jd mungkin feel romance nya ga dpt. Wkwkwk.
      Setipe Hyeri sih si Mirae.
      Ak lg sukaaa banget Youngjae…>_<. Wkwkwk
      HF!!!! *serbu rumah kamu bawa pasukan dari planet mato. LOL

  11. kekuatannya mirae kereeeeeenn;-; /apaancoba. oya, SNSD mengapa jahat bnget dsini,, huhu;_; tak apalah, mereka jarang muncul kok(?), haha~ akhirnyaaaa, mirae punya sahabat^^ zelo baik deh, wkwk^_^ btw eon, foto2 di endingnya selalu,, ergh… apalagi kai yg diatas tuh*^* okeh, lanjut eonni lanjuuuuuuuut~ jangan trlalu lama ya, hehe.. penasaran pake bnget nih eon!;3

  12. chingu-yaaaaa lanjutin dong ceritanyaaaaaaaaa
    sebenernya agak aneh pas ngebayangin si zelo jadi pink semua, aku kn gak suka warna pink #curhat
    tapi keren ceritanya, berasa gimanaaaa gtu pas yg lain bingung sama cokelat&ice cream, rasanya kim mirae hebat sendiri #hahha lanjutin ya chingu ^^

  13. Pingback: Powerless (Chapter 3) | wiantinaazmi

  14. -Powerless (Chapter 2)-

    Zelo kalau buat lelucon agak keterlaluan, karena dia udah minta maaf kita maafkan ajj^^
    Hongbin tu sebenarny gay apa enggak sich? masih bingung, apalagi kelakuan yang ditunjukkan pada MiRae tu seolah2 dia tu gay.
    Prof. YoungJae tu kelakuanny aneh banget jarang muncul di Rovix, tapi sekaliny muncul bikin heboh.
    Wowowowo
    Untung ada Hongbin kalau gag, akan terjadi something yang tidak diinginkan terjadi dengan MiRae.
    OMG
    Sebenerny kekuatan MiRae tu apa sich? Kok tiba2 anggota tim MiRae bisa ngeluarin kekuatan padahal mereka berada di ruang isolasi?
    Apa jangan2 dia bisa mentransfer kekuatan ke orang lain?
    Masih tanda tanya?

  15. Pingback: Powerless (Chapter 4) | wiantinaazmi

  16. Pingback: Powerless (Chapter 5) | wiantinaazmi

  17. Bingung mau comment dari yang mana dulu :’)
    Oke, pertama, sumpaah.. Aku bisa ngerasain kaakk gimaana rasanya beda dari yang lain. Duhhh, kasihan banget sama Mirae. Kali aku jadi dia, mungkin waktu di bawa Zelo ketebing, aku sudah loncli ya dari situ /? Hahahahaha pasti ga enak banget di ejek dan di cemooh orang lain.
    Ternyata Zelo baik ya? Duhh, ngegemesin dehh si Zelo. Mintaa di peluuuk /? Untung ya waktu Mirae di bully sama snsd, si Zelo nolongin Mirae.. Duhh, aku mencium bau” romatisme nihhh /?
    Duhh, Youngjae kok kocak duhh.. Polos banget kayaknyanya. Tapi disatu sisi dia keliatan licik :’) Hahahahahaha..
    Hmmm.. Kayaknya aku mulai bisa nebak deh kekuatannya Mirae itu apa.. Tapi aku bingung mendeskripskannya /halah bilang aja ga tau/ hahahaha.. Jadi Mirae punya kekuatan lain? Waaaaa.. Ga sabar Mirae ngebuktiin ke semua orang kalo dia punya kekuatan juga! Hahahaha
    Sudah deeh.. Kayaknya comment ku terlalu panjang :’) aku lanjut ke chapter selanjutnya ya kak ^^

  18. Bingung mau comment dari yang mana dulu ;’)
    Oke, pertama, sumpaah.. Aku bisa ngerasain kaakk gimana rasanya beda dari yang lain.Duhhh, kasihan banget sama Mirae. Kalo aku jadi dia, mungkin waktu dibawa Zelo ketebing, aku sudah loncat kali ya dari situ /? Hahahahaha pasti ga enak banget di ejek dan di cemooh orang lain.
    Ternyata Zelo baik ya? Duhhhh, ngegemesin deh sihh Zelo. Minta di peeeluukkk /? Untung ya waktu Mirae di bully sama SNSD, si Zelo nolongin Mirae. Duuuh, aku mencium bau” romantisme nih. hihihihii /?
    Duuhh, Youngjae kok kocak duuuhh… Polos banget kayaknya. Tapi di satu sisi dia keliatan licik ;’) Hahahahaha..
    Hmmmm… Kayaknya aku mulai bisa nebak deh kekuatannya Mirae itu apa.. Tapi aku bingung mendeskripsikannya /halah, bilang aja ga tau/ hahahahahaha. Tapi kayaknya ada hubungannya deh yang pas di ruang isolasi itu dengan pas kelas spesial.. Mungkin loh yaa.. /sok tau/ Jadi Mirae punya kekuatan lain? Waaaaaaaaa… Ga sabar Mirae ngebuktiin ke semua siswa kalo dia punya kekuatan yang ga kalah kayak yang lai juga! hahahahahha
    Sudah deeh.. Kayaknya comment ku sudah lebih dari panjang /? Aku lanjut ke chapter selanjutnya ya kak ^^

  19. wah makin penasaran sama ceritanya sebenarnya apa kekuatan Mirae
    Aduh nga bisa ngebayangin Zelo jadi pink..SNSD nya jahat

  20. Pingback: Powerless (Chapter 7) | wiantinaazmi

  21. Pingback: Powerless (Chapter 6) | wiantinaazmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s