[oneshot] The Last Diary of Broken Wings Devil

Title                : The Last Diary of Broken Wings Devil

Author            : Azumi Aozora

Cast                : Oh Se Hun (EXO-K), Kris (EXO-M), Krystal (f(x)), EXO members and SM Town family

Genre             : Fantasy, Family, Romance, Friendship

Length            : Oneshot

Summary       : Oh Se Hun adalah seorang devil yang menyamar menjadi manusia di bumi demi mengalahkan kekuatan kakak tiri yang membenci dan dibencinya sejak dulu, Kris. Sehun mengira ia akan menjalani kehidupannya di dunia manusia dengan mudah, tapi ternyata banyak kejadian tidak terduga yang ia alami, termasuk melanggar beberapa peraturan yang akan membuatnya kehilangan sayap hitam-nya, dan bahkan kehilangan nyawanya yang berharga.

 Image

Tiga tahun yang lalu, suatu malam di hutan……

Seorang pria tampan duduk di bawah pohon besar sambil meringis kesakitan. Pria berambut pirang itu memegangi punggungnya yang serasa terbakar. Ia memandang bulan yang menyinari langit gelap. Tiba-tiba saja gumpalan awan kelabu menutupi rembulan yang bersinar lembut itu, dan sesosok makhluk bersayap hitam turun di hadapan pria pirang. Pria itu berusaha menahan sakit dan memaksakan dirinya untuk berdiri.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya pria pirang dengan nada dingin, berusaha menyembunyikan rasa sakitnya. Matanya yang tajam menatap si makhluk bersayap dengan penuh kebencian.

Perlahan makhluk bersayap hitam dan berkuku tajam itu berjalan mendekat. “Apa kabar, Kris hyung?” tanya makhluk itu tak kalah dinginnya dengan si pria pirang.

Pria pirang bernama Kris mendengus. “Pergilah Sehun!” katanya dengan nada dingin dan mematikan.

Makhluk bersayap hitam itu menyeringai dan perlahan berubah menjadi sosok manusia. “Ternyata kau masih membenciku, hyung. Tenang saja, aku tidak tertarik dengan kekuasaan. Sejak dulu kau tahu itu, hyung.”

Kris mendengus keras dan menatap Sehun tanpa ekspresi. “Pergi.”

Sehun tersenyum tipis. “Tidak bisakah aku berada di dunia yang sama dengan kakakku sendiri?”

Kris menyeringai. “Aku tidak pernah punya adik.”

Mata Sehun mengeras. Ia mengepalkan kedua tangannya dengan geram, tapi ia tersenyum. “Tadinya aku akan tetap tidak memedulikan semua hal, seperti dulu. Tapi kurasa kini aku harus melawanmu, hyung. Aku akan mengalahkanmu. Aku akan jauh lebih hebat darimu, sehingga kau akan menyadari keberadaanku.”

Kris tertawa tanpa ekspresi. “Ayo, kalahkan aku. Buktikan pada ayah kalau kau adalah devil yang hebat.” Kris tersenyum mengejek. “Ibumu pasti akan bangga sekali.”

Sehun tersenyum. “Tentu. Tentu saja ayah dan ibuku akan bangga.” Katanya dengan penekanan nada saat mengucapkan kata ibuku.

Kris masih menyeringai. Punggungnya yang serasa terbakar kini tidak terasa terlalu sakit lagi dibanding dengan apa yang hatinya rasakan. Sejak 2000 tahun lalu, Kris selalu membenci Sehun dan ibunya. Kris benci karena gara-gara mereka berdua-lah ayahnya melupakan mendiang ibu Kris.

“Kalau begitu kalahkan aku. Aku tidak akan pernah memandang seorang pengecut yang lemah.” Kris menatap Sehun tajam sambil tersenyum meremehkan. “Tentunya kau ingat apa peraturan di dunia ini, bukan?”

Sehun balas memandang Kris tanpa ekspresi. Senyum pura-puranya sudah lenyap dan digantikan seringaian. “Tentu.”

Kris mengangguk. “Kita lihat sampai kapan kau akan bertahan.”

Sehun berusaha menahan dorongan untuk menghancurkan kakaknya detik itu juga. Ia tahu dirinya belum cukup kuat untuk mengalahkan kakaknya. Di sini, di dunia manusia, kekuatannya akan diuji. Sehun tahu, bila ia mampu bertahan di dunia ini, maka kekuatannya akan bertambah. Tapi bila ia gagal, bila ia melanggar peraturan, satu persatu sayapnya akan patah. Dan sudah bisa dipastikan, bila kedua sayap hitamnya patah, maka ia akan mati.

******

 

Sudah 3 tahun Sehun hidup di bumi, di dunia manusia. Seperti janjinya dulu, ia akan menjadi lebih kuat dari Kris dan mengalahkan Kris. Pepatah bilang, cara terbaik mengalahkan musuh adalah dengan berada di dekatnya, sehingga bisa mengawasi setiap pergerakannya. Karena itulah Sehun tinggal bersama Kris dan mengikuti jejaknya bergabung dalam sebuah agensi entertainment besar bernama SM, meskipun setiap hari Kris mengabaikannya seolah ia tak kasat mata.

Peraturan hidup di dunia manusia terasa mudah bagi Sehun. Sehun tidak boleh membiarkan seorangpun tahu siapa dia yang sebenarnya. Sehun tidak boleh menggunakan kekuatan devil-nya di siang hari. Sehun harus membuat banyak manusia menyukainya, lalu menghisap jiwa manusia-manusia yang telah terpedaya olehnya itu. Sehun tidak boleh menyukai apalagi jatuh cinta pada manusia.

Sehun merasa semua peraturan itu sangat mudah baginya. Selama 3 tahun ini, tak ada seorang manusiapun yang mencurigai dirinya. Bahkan teman-teman EXO yang tinggal bersamanya pun sama sekali tidak curiga. Tidak ada yang tahu hubungannya dengan Kris. Tidak ada yang tahu bahwa Kris dan Sehun sebenarnya adalah pangeran devil yang menyamar menjadi manusia. Tidak ada yang tahu bahwa setiap malam Sehun berkeliaran untuk menghisap jiwa manusia-manusia yang telah terpedaya olehnya.

Dengan menghisap jiwa manusia-manusia yang menyukai Sehun, maka kekuatan devil Sehun akan bertambah besar. Menjadi anggota boyband EXO yang sangat terkenal sangatlah menguntungkan bagi Sehun. Ribuan gadis di muka bumi ini menyukainya, memujanya, mengidolakannya.

Semakin besar rasa suka dan rasa cinta yang dimiliki manusia terhadap Sehun, maka semakin besar kekuatan yang akan diperoleh Sehun setelah menghisap jiwa mereka. Karena itulah Sehun selalu berusaha tampil maksimal di berbagai kesempatan untuk membuat semua manusia menyukainya.

Ya, mulanya Sehun berpikir semua peraturan itu sangat mudah, hingga akhirnya pada suatu hari Sehun menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengannya. Saat itu f(x) mendapatkan kemenangan lagi di sebuah acara musik. EXO dan f(x) memang bersaing selama beberapa minggu ini untuk mendapatkan penghargaan musik. Sehun tidak peduli siapa yang akan menang tentu saja. Meskipun beberapa kali EXO sempat mengalahkan f(x), itu tidak berarti apa-apa baginya. Tidak akan berpengaruh pada kekuatan Sehun.

Tapi kali ini berbeda. Saat f(x) menang, seperti biasa EXO ikut meramaikan panggung dengan melakukan hal-hal konyol seperti ikut menari “Rum Pum Pum Pum”, ataupun yang lainnya. Malam itu, ketika f(x) mendapatkan penghargaan lagi, Amber dan Kris tiba-tiba saja memangku Krystal dengan kedua tangan mereka. Hal ini tentu saja banyak mengejutkan fans. Banyak fans yang menganggap hal yang dilakukan Amber dan Kris pada Krystal sangatlah manis, tapi banyak pula yang tidak menyukai kedekatan Kris dengan Krystal. Yang tidak pernah Sehun duga sebelumnya adalah fakta bahwa dirinya termasuk ke dalam salah satu orang yang tidak menyukai kedekatan Kris dengan Krystal.

Sejak kejadian itu, Sehun merasa dirinya tidak pernah sama lagi seperti dulu. Kedekatan Kris dengan Krystal membuatnya memikirkan hal-hal yang sebenarnya sudah sejak dulu ia pikirkan tapi selalu ia abaikan.

Sehun tahu ia tidak boleh menyukai manusia. Ia yakin dirinya tidak mungkin menyukai manusia. Tapi entah kenapa Sehun selalu merasakan perasaan aneh ketika berada di dekat Krystal.

Sehun juga tahu banyak fans yang menyukai pairing HunStal (Sehun – Krystal), tapi konyol sekali rasanya karena Sehun merasa kesal pada fans menyukai pairing KaiStal (Kai – Krystal), MyungStal (Myungsoo – Krystal), SuStal (Suho – Krystal), TaesTal (Taemin – Krystal), MinStal (Minho – Krystal), HyukStal (Minhyuk – Krystal), KrisTal (Kris – Krystal), dan masih banyak lagi idol pria lainnya yang sering dipasangkan dengan Krystal oleh para fans.

Demi Tuhan, Oh Sehun! Semua itu hanyalah imajinasi fans! Semua itu tidak nyata. Dan seandainya nyata, kenapa dirinya harus merasa kesal?! Justru harusnya ia bahagia seandainya Kris memang menyukai Krystal, maka itu berarti tinggal menunggu waktu saja sampai Kris kehilangan sayapnya.

Bingung. Ya, itulah yang dirasakan Sehun. Sehun tidak menyukai Krystal. Ia tahu betul hal itu. Atau mungkin….tidak tahu. Selama 2000 tahun hidupnya, Sehun sama sekali belum pernah menyukai seseorang, jadi ia tidak tahu bagaimana rasanya menyukai seseorang.

Lalu kenapa Sehun selalu merasakan perasaan janggal di hatinya ketika ia melihat Krystal berada di dekat pria lain, terutama kakaknya, Kris?! Sehun menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tidak.., ia pasti hanya terlalu lelah. Ya, tidak mungkin ia menyukai manusia. Manusia-manusialah yang harusnya menyukainya.

Sehun membuka jendela kamar lebar-lebar. Langit malam ini dipenuhi jutaan bintang. Angin malam yang dingin membelai lembut pipi Sehun. Suara tawa member EXO terdengar dari ruang TV. Sehun menatap pintu kamarnya yang tertutup, lalu perlahan ia berubah ke dalam sosok aslinya. Setelah sekali lagi memastikan pintu kamarnya terkunci, Sehun pun melompat dari jendela dan segera mengepak-ngepakkan sayap hitam lebarnya, membuat tubuhnya melayang dan membumbung tinggi ke angkasa menembus awan-awan gelap. Saatnya berburu.

Sehun bisa mencium aroma jiwa manusia-manusia yang menyukainya dalam radius 5 km dari berbagai arah. Ya, tentu saja hal ini sangat berguna dalam menentukan arah perburuannya. Malam ini ia akan memakan banyak jiwa manusia dan melupakan perasaan janggalnya pada Krystal.

*****

 

Manager EXO memenuhi janjinya untuk mentraktir EXO makan siang spesial di restoran Italia hari ini. Member EXO terlihat bersemangat sekali sejak kemarin malam karena mereka berhasil mendapatkan penghargaan yang ke-6 kalinya untuk Growl di acara musik mingguan.

Semua terlihat senang dan menikmati waktu bersantai mereka, kecuali dua orang, Kris dan Sehun. Keduanya hanya saling tatap tanpa ekspresi, sementara member EXO yang lain berbicara banyak hal dan tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon yang dikatakan Baekhyun dan Chanyeol.

Kris dan Sehun masih beradu pandang, seolah tatapan tajam mereka bisa saling menghancurkan. Kemudian tiba-tiba saja kontak mata mereka terputus. Kris memalingkan wajahnya ke samping dan menatap Baekhyun yang masih tertawa dengan yang lain. Sekilas Sehun menangkap ekspresi kesakitan di wajah Kris. Sehun mengerutkan keningnya. Lagi-lagi ekspresi itu. Meskipun Kris sangat pandai menyembunyikan ekspresi wajahnya, tapi sering sekali Sehun melihat sekilas ekpresi kesakitan di wajah sempurna Kris.

Kenapa? Ada apa dengan Kris? Sehun berpikir. Meskipun sejak dulu ia membenci Kris, tapi dulu ia pernah menyayangi kakak tiri-nya itu. Berharap kakak tirinya menyadari keberadaannya dan menggapnya sebagai adik. Tapi sejak dulu Kris membenci Sehun, karena itulah Sehun juga jadi membenci Kris.

“Ternyata semakin tua tubuhmu semakin lemah, hyung.” Sehun menyeringai.

“Sebaiknya pikirkan saja masalahmu, Sehun.” Kata Kris dingin, lalu ia tersenyum mengejek. “Sepertinya tak lama lagi kau akan lenyap.”

Sehun balas menatap Kris dengan tajam dan penuh kebencian. Seketika tawa member EXO lenyap, mereka menatap Kris dan Sehun dengan cemas. Ya, meskipun fans dan idol lain tidak ada yang menyadari hal ini, tapi member EXO tahu hubungan Kris dan Sehun tidaklah terlalu baik. Sampai sekarang mereka pun tidak tahu apa penyebabnya.

“Hyuuung…, kalau kau tidak mau makan, aku habiskan lhoo..” Chanyeol berusaha memecah ketegangan. Sejak tadi Kris memang sama sekali belum menyentuh makanannya. Sementara itu, Luhan yang duduk di samping Sehun tiba-tiba saja merebut bubble tea Sehun dan meminumnya sampai habis.

“Hyung!!!” protes Sehun.

Luhan hanya nyengir dan membentuk tanda perdamaian dengan kedua jarinya. “Kau sih, sudah tahu kita akan makan di sini tapi masih juga membeli bubble tea dari kedai di dekat dorm. Kau juga tidak membelikanku.”

Sehun terkekeh. “Aku tidak bisa hidup tanpa minuman itu, hyung. Dan karena kau mencurinya, nanti sore kau harus membelikan 5 cup untukku.”

Mata Luhan membelalak lebar. “Mwo? Kenapa banyak sekali?!”

Sehun mengangguk. “Tentu saja. Aku tidak bisa memaafkan pencuri bubble tea.” Sehun mengerling ke arah Luhan, lalu mereka berdua pun tertawa.

Suho melirik Kris. Kris terlihat tenang memakan pasta-nya. Diam-diam Suho menghembuskan nafas lega. Suho tidak ingin teman-teman satu grupnya saling benci. Meskipun ia tidak tahu mengapa sejak dulu Sehun dan Kris saling tidak menyukai, tapi ia tidak ingin persahabatan mereka terpecah belah. Beruntung sekali sampai sekarang tidak ada yang menyadari keregangan hubungan Kris-Sehun selain member EXO.

*******

 

Setelah masa promosi Growl berakhir, EXO banyak melakukan syuting iklan dan reality show. Selain itu mereka juga mempersiapkan comeback mereka yang akan datang. Tapi tak jarang EXO lebih memiliki waktu luang sekarang dibanding saat mereka sedang promosi Growl.

Suatu malam, ketika Sehun tengah berburu jiwa manusia, ia melihat Krystal. Gadis cantik berambut panjang itu berjalan sendirian. Sehun mengerutkan keningnya. Tidak biasanya Krystal pulang sendirian. Krystal selalu bersama teman-teman f(x)-nya, atau akhir-akhir ini bersama teman-temannya di drama The Heirs.

Sehun masih melayang di angkasa. Sayap hitamnya yang lebar mengepak-ngepak perlahan. Tentu saja manusia tidak akan bisa melihatnya saat ini, tapi Sehun bisa saja membuat manusia melihat sosoknya sekarang. Sehun mendengus. Ia tidak bodoh. Ia tidak mungkin mengambil risiko ada manusia yang mengenali wajahnya ketika ia berada dalam wujud aslinya. Dalam wujud aslinya, wajah Sehun tetaplah wajah Sehun seperti saat ia menjadi manusia. Hanya saja dengan tambahan kuku kaki dan tangan yang runcing, sayap hitam lebar, dan bola mata kuning cemerlang yang memancarkan cahaya.

Sekarang sudah hampir tengah malam, Sehun masih melayang di atas Krystal, mengikuti kemanapun gadis itu berjalan. Beberapa pria tak dikenal membuntuti Krystal. Sehun bisa melihat keempat pria itu dengan jelas. Umur mereka sekitar 30 – 40 tahunan. Sebelah tangan mereka masing-masing memegang botol bir.

Berkali-kali Krystal menoleh ke belakang. Sepertinya gadis itu sudah menyadari bahaya yang mengintainya. Krystal pun semakin mempercepat langkahnya. Sebentar lagi ia akan sampai di kawasan apartemennya. Dalam hati Krystal mengutuki dirinya sendiri karena lupa membawa dompet dan ponsel. Ia juga mengutuki harga dirinya yang terlalu tinggi, sehingga tadi setelah selesai syuting The Heirs ia malah menolak tawaran tumpangan yang diberikan oleh Kim Woo Bin, rekan kerjanya dalam drama The Heirs.

Krystal menggigit bibir bawahnya. Ia tidak menyangka daerah apartemennya ternyata tidak aman. “Hey, cantik!” para pria menyeramkan di belakangnya mulai menampakkan diri mereka. Keempat pria itu berhasil mengejar Krystal dan kini mengelilinginya dengan wajah mengerikan dan seringaian lebar.

Krystal berusaha melepaskan diri, tapi salah satu pria itu memegang lengannya dengan erat. “Lepaskan.” Kata Krystal dengan dingin dan tegas. Kalaupun ia takut, ia tidak menunjukannya. Keempat pria itu malah tertawa terbahak-bahak.

Sehun yang masih melayang di atas Krystal tanpa sadar menampakkan dirinya dan melemparkan batu-batu kecil ke kepala keempat pria itu. Mereka mengumpat dan mengaduh kesakitan dan ketika melihat ke atas, mata mereka membelalak ketakutan.

“Ha…ha…hantuuuu!!!!” keempat pria itu berlari tunggang langgang. Krystal yang kebingungan langsung menatap ke atas, tapi tidak melihat apapun.

“Aneh.”  Krystal melihat ke atas sekali lagi, tapi tidak melihat apapun selain langit dan bintang. “Apa tadi mereka benar-benar melihat hantu?” Krystal menggeleng. “Mereka pasti hanya berhalusinasi karena mabuk. Tapi.., batu-batu kecil tadi berasal dari mana?” Krystal terdiam agak lama, kemudian ia pun memutuskan untuk kembali berjalan dengan cepat sebelum ada orang jahat lain yang mendekatinya.

Sehun tersenyum tipis. Tentu saja Krystal tidak akan bisa melihatnya karena tadi ia hanya menampakkan sosoknya pada keempat pria itu. Sehun pun kembali melayang mengikuti Krystal.

Kemudian tiba-tiba saja Sehun merasakan rasa sakit yang luar biasa di punggungnya. “Aaaarrrrggghhhhhhh!” jerit Sehun ketika rasa panas, gatal, dan pedih menyerang salah satu bagian punggung tempat sayap hitam-nya berada.

“Aaaarrgghhhhh!!” Sehun kembali melolong kesakitan ketika ia merasa bagian punggungnya itu terbakar. Rasanya luar biasa menyakitkan, seolah ada kekuatan tak kasat mata yang menarik sebagian nyawa-nya secara paksa.

Krystal berhenti berjalan dan memandang sekelilingnya. Ia mendengar suara jeritan, tapi tak ada siapapun di sekitarnya.

Rasa sakit di punggung kiri Sehun semakin menjadi-jadi saat sayap kiri-nya terbakar dan melepuh lalu berubah menjadi abu. Sehun berusaha bertahan di angkasa dengan satu sayapnya yang tersisa. Matanya yang berair terpejam. Sial! Ia melupakan salah satu peraturan. Ia tidak boleh menunjukkan wujudnya pada manusia. Dan kini ia menerima hukumannya. Salah satu sayapnya telah patah.

Kekuatan Sehun melemah dan perlahan Sehun pun terhuyung dan mendarat keras di jalan. “Kyaaaaa!” Krystal menjerit saat menyadari ada sesosok tubuh yang terjatuh di depannya. Matanya membelalak lebar ketika ia menyadari siapa sosok itu.

“Sehun? Sehun!” Krystal berjongkok dan mengguncang tubuh Sehun. Mata Sehun terpejam. Krystal mengecek denyut nadi Sehun yang lemah. “Sehun!” panggil Krystal lagi.

“Tolooong….toloong…” panggil Krystal, tapi tak ada seorangpun di sana. Barangkali semua orang sudah tertidur pulas. Lagi-lagi Krystal mengutuki kebodohannya karena tidak membawa ponsel!

Krystal berusaha mengangkat tubuh Sehun. Meskipun tubuh Krystal sudah terlatih dengan olahraga yang keras, tapi tetap saja tubuh Sehun terlalu berat baginya. Setelah berusaha, akhirnya Krystal bisa membuat tubuh Sehun berdiri dan menyandarkannya di pundak Krystal. Dengan susah payah Krystal pun memapah Sehun yang tak sadarkan diri ke apartemennya.

*****

 

Silau dan menyakitkan. Itulah yang Sehun rasakan ketika ia membuka mata keesokan paginya. Sebelah punggungnya masih terasa sakit, tapi ia sudah merasa lebih baik sekarang.

“Oh, kau sudah bangun?” Krystal menghampiri Sehun dan memegang kening Sehun. “Semalam tubuhmu panas sekali. Kau demam hebat. Untung aku punya persediaan obat penurun panas. Aku membuatkanmu bubur.” Krystal duduk di samping Sehun. “Aaaa…”

Sehun menatap Krystal sekilas dan membuka mulutnya untuk disuapi. Krystal tersenyum. “Syukurlah, kupikir kau mati, Oh Sehun! Kau membuatku khawatir!” Krystal melotot pada Sehun. “Kenapa kau tiba-tiba ada di sana? Kau terjatuh dari mana? Pohon? Atau atap rumah orang?”

Sehun hanya terdiam dan terus menatap Krystal. Krystal mendengus. “Sudahlah kalau kau tidak mau bilang! Sekarang yang penting kau sehat. Ayo makan lagi.” Krystal kembali menyuapi Sehun bubur.

Sehun terus saja menatap Krystal. Entah kenapa saat itu perasaannya terasa ringan. Meskipun punggungnya terasa sakit, tapi ia tidak begitu merasakannya lagi saat Krystal tersenyum hangat padanya.

******

 

Sesuai permintaan Sehun, Krystal merahasiakan kejadian kemarin malam pada semua orang, termasuk member EXO. Sehun tidak ingin teman-temannya khawatir. Ia juga bersyukur karena kemarin malam Krystal tidak menelepon teman-temannya. Sehun beralasan tidak pulang ke dorm EXO karena menginap di rumah temannya. Untung saja teman-teman grup-nya itu percaya.

Tapi Sehun tahu Kris mencurigainya. Sehun tidak tahu apakah Kris bisa merasakan kekuatan Sehun yang berkurang. Entahlah, yang pasti Sehun selalu menghindari Kris sejak malam itu.

Malam ini Sehun berencana untuk berburu. Meskipun kini sebelah sayapnya telah patah, tapi Sehun masih bisa terbang. Sehun harus berburu untuk mengembalikan kekuatannya.

Punggung Sehun sudah tidak terasa sakit lagi. Punggung kirinya itu kini memiliki bekas luka bakar, tempat asalnya sayap hitam Sehun berada.

Lewat tengah malam, Sehun mulai terbang menuju rumah salah satu mangsanya. Saat Sehun menghisap jiwa manusia, ia tidak menunjukkan sosoknya. Kemarin malam adalah suatu kebodohan dan kesalahan fatal. Tapi saat itu Sehun tidak bisa berpikir jernih. Yang ada di otak-nya kemarin malam hanyalah bagaimana caranya agar Krystal selamat.

Sehun sudah tiba di dalam kamar salah seorang manusia yang menyukainya. Manusia itu tertidur pulas. Perlahan Sehun mendekatkan wajahnya untuk menghisap jiwa manusia itu. Tapi tiba-tiba saja ia teringat Krystal. Wajah manusia itu berubah menjadi Krystal dalam kepala Sehun. Sial! Umpat Sehun.

Sehun pun memejamkan matanya dan mencoba berkonsentrasi lagi, tapi percuma saja karena bayangan wajah Krystal terus memenuhi kepalanya. Sehun terduduk lemas di lantai. Nafasnya terengah-engah. Entah kenapa sesaat tadi ia merasa dirinya begitu kotor dan menjijikan. Bagaimana mungkin ia menghisap jiwa manusia bila pikirannya mengatakan menghisap jiwa manusia sama saja seperti menghisap jiwa Krystal!

*****

Satu minggu telah berlalu sejak sayap kiri Sehun patah. Kini kondisi tubuh Sehun semakin melemah. Sehun belum sekalipun menghisap jiwa manusia lagi sejak malam itu.

Kris nampaknya menyadari sesuatu. Sehun benci karena kekuatannya melemah. Bagaimana mungkin ia akan menang dari Kris, sementara ia tidak bisa menang melawan dirinya sendiri! Bagaimana mungkin Kris akan mengakui keberadaan Sehun bila Sehun lemah seperti ini! Kris tidak akan mungkin pernah mengakui Sehun sebagai adiknya bila Sehun lemah.

Sehun masih terbaring di tempat tidurnya. Selama seminggu ini ia berusaha menjauhi Krystal, meskipun gadis itu berusaha menengoknya. Krystal juga sempat mengirimi Sehun beberapa pesan singkat di kakao talk yang menanyakan kabar Sehun. Krystal ingin tahu apakah Sehun sudah tidak sakit lagi.

Sungguh, sekeras apapun Sehun mencoba menjauhi dan melupakan Krystal, bayangan Krystal selalu memenuhi kepalanya. Rasanya Sehun hampir gila! Ia tidak mempercayai dirinya sendiri! Bagaimana mungkin hati dan otaknya kini mengkhianatinya?!

 

Sore itu, setelah latihan dance, Sehun dan member EXO lainnya makan bersama di kantin SM. Sehun masih merasa lemas, tapi ia berusaha tidak memperlihatkannya pada member EXO.

“Annyeong!” koor suara cewek-cewek. Mata Sehun membelalak ketika ia melihat Krystal dan teman-teman f(x) nya menghampiri meja EXO dan ikut bergabung bersama EXO.

Krystal duduk di samping Suho dan mengobrol banyak hal, kemudian matanya bertatapan dengan Sehun. “Kau baik-baik saja, Sehun~ah?” tanyanya khawatir, karena wajah Sehun terlihat sangat pucat.

Sehun mengangguk satu kali lalu memalingkan matanya dari Krystal. Kris menatap Sehun tanpa ekspresi.

Lagi-lagi hanya Sehun dan Kris yang tidak berbaur dalam obrolan seru EXO dan f(x) selama mereka makan. Mata Sehun tertuju pada Krystal yang tertawa sambil mengobrol segala hal dengan Kai dan Suho. Tiba-tiba saja punggung kanan Sehun terasa sakit. Memang tidak se-sakit saat sayap kirinya patah, tapi tetap saja rasanya menyiksa.

Sehun menggenggam sisi meja dengan keras, menahan sakit. Ia memejamkan matanya dan berdiri. “Mau ke mana?” tanya Luhan yang duduk di sampingnya.

“Toilet.” Sehun berkata singkat, lalu segera pergi dari sana.

Sehun masuk ke dalam toilet yang kosong. Kedua tangannya memegang pinggiran wastafel. Ia bisa melihat wajah kurus dan pucatnya lewat cermin. Sehun menggertakkan giginya, berusaha menahan sakit saat perasaan serasa terbakar itu menyerang punggung kanannya lagi.

Tiba-tiba saja pintu toilet terbuka. Sehun bisa melihat wajah Kris lewat cermin. Kris menatap Sehun dengan tajam. “Rupanya kau rela mati demi gadis yang kau cintai.” Kris menyeringai.

“Aku tidak akan mati.” Geram Sehun. Ia dan Kris masih saling tatap lewat cermin.

Kris tersenyum mengejek. “Benarkah? Kalau begitu, kau hisap-lah jiwa Krystal, maka kau akan tetap hidup. Kalau tidak…, sebentar lagi sayap kananmu akan patah, dan kau akan mati.”

Sehun bisa merasakan tatapan tajam dan dingin Kris lewat cermin. Sehun mencengkram pinggiran westafel semakin erat. Keringat dingin membanjiri wajahnya.

Kris dan Sehun masih saling tatap. Kemudian Kris menyeringai lagi. “Kau tahu kan kekuatanmu akan bertambah semakin besar bila kau menghisap jiwa gadis yang kau cintai dan mencintaimu. Kau tahu Krystal juga mencintaimu. Kau bisa merasakan jiwanya. Sekarang nasibmu ada di tanganmu, Oh Sehun. Bukankah kau ingin menjadi devil yang terkuat?  Bukankah kau ingin mengalahkanku?” mata Kris berkobar penuh amarah.

“Hyung, tidak bisakah kau menganggapku adikmu meskipun aku lemah? Tidak bisakah kau mengakui keberadaanku meskipun aku tidak bisa mengalahkanmu?” tanya Sehun. Nafasnya tersengal. “Sampai kapan kau akan membenciku, hyung? Sampai aku mati?” Sehun menyeringai. “Aku lebih memilih mati daripada membunuh manusia yang kucintai.”

Kris menatap Sehun tanpa ekspresi. “Kau sangat bodoh, Sehun.”

Lagi-lagi rasa sakit dan perih yang luar biasa itu menyerang punggung kanan Sehun. “Aaarrggghhhh!” jerit Sehun. Ia terduduk di lantai sambil memegangi punggung kanannya.

Kris masih tetap berdiri dan menatap Sehun tajam. “Jadi, kurasa ini pertemuan terakhir kita. Aku tidak akan menuliskan namamu lagi di dalam diary-ku. Selamat tinggal, Oh Sehun.” Kris pun kemudian keluar dan membanting pintu dengan keras.

“Aaaarrrggggh!” Sehun kembali melolong kesakitan. Rasanya jauh lebih menyakitkan dibanding saat sayap kirinya patah. Sekarang seluruh tubuhnya serasa terbakar. Seluruh sel-sel di tubuhnya serasa dibakar oleh api yang luar biasa panas.

Sehun tahu sebentar lagi sayap kanannya akan patah. Setelah itu, mungkin satu atau dua hari tersisa sampai hidupnya berakhir. Sehun memejamkan kedua matanya. Meskipun rasa sakit itu menyiksanya, Sehun tetap tidak akan menghisap jiwa Krystal. Tidak. Bagaimana mungkin ia sanggup membunuh orang yang ia sayangi?!

Kini rasa sakit yang luar biasa menyiksa itu menjalar ke jantungnya. Terpusat di organ pemompa darah tersebut. Sehun menjerit semakin keras. Perlahan kesadarannya memudar. Ia hanya bisa melihat seberkas cahaya putih, kemudian semuanya terasa gelap dan kosong.

********

 

Entah sudah berapa lama Sehun tak sadarkan diri, tapi ketika ia membuka mata, sebuah perasaan aneh memenuhi hati dan pikirannya. Sehun merasa tubuhnya aneh. Sehun merasa sangat berbeda dari biasanya. Ia menyeringai. Mungkin ini akibat kedua sayapnya telah patah. Sebentar lagi ia akan mati. Ia tahu itu.

“Sehun! Sehun…” Krystal menghampirinya dan menangis di samping Sehun.

“Krystal?”

“Syukurlah…syukurlah Sehun. Kupikir kau mati. Kupikir…” Krystal menggelengkan kepalanya dan menangis semakin keras.

Sehun bangkit dan memeluk Krsytal. “Aku baik-baik saja. Aku baik-baik saja.” Sehun membelai rambut Krystal. Berusaha menenangkan gadis yang menangis histeris itu.

Tiba-tiba saja Chanyeol masuk dan berseru kencang. “Sehun sudah sadar!” Tak lama kemudian semua member EXO masuk ke dalam kamar dan mengelilingi Sehun. Sehun menatap wajah teman-temannya yang terlihat aneh. Seperti habis menangis.

Kemudian Sehun sadar, Kris tidak ada. “Dimana Kris hyung?” tanyanya.

D.O terduduk di lantai lalu menangis. Kai berusaha menenangkannya. Sehun menatap Suho. Wajah Suho sembab karena habis menangis. “Kris.., dia.., sudah meninggal.”

“Mwo?” Sehun tak percaya apa yang teman-temannya katakan. “Kalian pasti bercanda!” Sehun menyeringai.

Luhan menepuk pundak Sehun. Sebutir air mata menetes di pipinya, tapi ia berusaha tersenyum tegar. “Kami tidak bercanda, Sehun~ah. Kris meninggal di dalam toilet lantai 3 yang terbakar. Meskipun api berhasil dipadamkan dan tidak banyak kerusakan di gedung SM, tapi….tapi…Kris…” Luhan tidak sanggup melanjutkan kata-katanya lagi.

“Untunglah kau selamat, Sehun~ah. Kami tidak bisa membayangkan kehilangan dua orang teman kami di hari yang sama.” kata Xiumin.

“Sudah…berapa lama aku tertidur?” tanya Sehun. Entah kenapa ia masih belum bisa mempercayai semua ini.

“Empat hari. Kris sudah dimakamkan.” Jawab Suho.

Sehun berpikir keras. “Toilet lantai 3?” gumamnya. Bukankah itu adalah toilet yang ia datangi?! Bagaimana mungkin Kris meninggal di sana? Sehun tahu Kris keluar di saat Sehun kesakitan. “Aku ada di dalam toilet.” Gumam Sehun.

Luhan menggeleng. “Tidak. Kau ada di luar. Tepat di depan pintu. Sepertinya kau berusaha membuka pintu yang terkunci, dan asap membuatmu pingsan. Tapi Kris…”

Sehun menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Sangat tidak masuk akal! Krystal memeluk Sehun lagi. Tubuh Sehun mematung. Ia baru menyadari sesuatu. Saat ini, Sehun tidak bisa mencium aroma jiwa Krystal dan teman-temannya! Bagaimana mungkin?! Apakah Sehun telah kehilangan kekuatannya? Kemudian sebuah pikiran buruk terlintas di kepalanya, cepat-cepat ia berlari ke kamar Kris.

Diary. Ia harus menemukan diary Kris. Sehun berusaha menggunakan kekuatannya untuk menarik diary itu tanpa memakai tangan dan tanpa perlu mencarinya, tapi tidak berhasil. Apakah kekuatan Sehun benar-benar hilang, atau…?

Akhirnya Sehun berhasil menemukan diary Kris! Sehun mengunci kamar Kris. member EXO menggedor-gedor pintu kamar Kris. “Sehun! Apa yang kau lakukan? Sehun! Buka pintunya!” nada mereka terdengar cemas.

Sehun tidak memedulikannya dan kini ia membuka diary bersampul perak milik Kris. Sehun tahu Kris selalu menulis diary. Kris bisa menulis diary hanya dengan memikirkan kata-kata di dalam otak-nya, maka sebuah tulisan akan tercetak di dalam diary ini. Selama Kris masih hidup, maka diary ini akan terus terisi oleh tulisan. Sehun masih tidak percaya kakaknya itu telah meninggal. Kris pasti hanya pergi melarikan diri ke dunia devil. Pasti saat ini Kris sedang tertawa-tawa di dunia devil. Menertawakan Sehun dan kebodohannya.

Sehun mencari-cari halaman terakhir. Tapi tulisan di dalam diary itu berhenti sebelum halaman terakhir. Tulisan di dalam diary itu berhenti 4 hari yang lalu.

“TIDAK! TIDAAAAKKKKKK!!!!!” Air mata Sehun mengalir dengan deras. “KRIS HYUNG!!!! KRIS HYUUUUNG!!!!” Sehun menangis meraung-raung setelah membaca tulisan di dalam diary terakhir Kris.

 

3 November 2013

Diary,

Dugaanku benar. Sehun mencintai Krystal. Krystal…., gadis yang kucintai.

Tapi detik ini juga aku tahu kami berbeda. Aku dan Sehun sangat jauh berbeda.

Tiga tahun lalu, ketika aku menyadari perasaanku pada Krystal, sayap kiriku patah. Semenjak saat itu aku berusaha menjaga perasaanku dan ucapanku. Karena aku tahu, sekalinya Krystal atau orang lain tahu mengenai perasaanku, maka sayapku yang tersisa akan ikut patah.

Aku berhasil. Selama 3 tahun, aku berhasil mempertahankan sayap kananku. Aku juga berhasil menahan keinginan pengecut di dalam diriku yang membisikiku agar kembali ke duniaku. Agar aku tidak perlu lagi bertemu dengan gadis yang kucintai. Agar aku bisa mempertahankan sayapku yang tinggal tersisa satu dan juga nyawaku.

Aku berhasil melawan diriku. Ya, kupikir begitu. Tapi ternyata aku salah. Aku tidak benar-benar berhasil melawan diriku sendiri. Aku kalah pada diriku. Ego-ku.

Dari hari ke hari kekuatanku semakin lemah. Bekas luka di punggung kiriku semakin bertambah sakit. Punggung kananku pun mulai terasa terbakar. Aku tidak tahu apa sebabnya. Padahal aku selalu mematuhi semua peraturan. Hanya satu kali itu aku melanggar. 3 tahun lalu, ketika aku menyadari bahwa aku mencintai seorang manusia.

Tapi kurasa aku bisa menebak apa alasannya. Sepertinya yang kulakukan adalah pelanggaran terberat. Mungkin jatuh cinta pada manusia adalah kesalahan yang paling berat hukumannya. Karena itulah, rasa sakitku tidak berhenti. Rasa sakitku semakin bertambah kuat dari hari ke hari. Tinggal menunggu waktu saja sampai sayap kananku patah, lalu kemudian nyawaku lah yang menghilang. Satu tahun, dua tahun, atau entah berapa tahun lagi sisa waktu-ku.

Aku tahu, satu-satunya cara yang bisa menyelamatkanku adalah dengan menghisap jiwa Krystal. Dengan menghisap jiwa manusia yang kucintai, maka aku akan sembuh. Barangkali sayap kiriku akan tumbuh kembali. Aku tahu, Krystal tidak balas mencintaiku. Seandainya iya, maka ketika aku menghisap jiwanya, kekuatanku akan tidak terkalahkan.

Aku tahu, inilah salah satu perbedaanku dengan Sehun. Aku adalah monster yang sanggup membunuh seseorang yang aku cintai, sementara Sehun tidak.

Ya, aku sudah memiliki rencana untuk menghisap jiwa Krystal. Malam itu, aku melayang agak jauh dari keempat pria yang berusaha mencelakai Krystal. Akulah yang memodifikasi ingatan keempat pria malang itu untuk menyerang Krystal. Karena aku tidak sanggup menyerang Krystal di saat ia sadar. Di saat kedua bola mata beningnya menatapku dengan berbinar.

Tapi malam itu Sehun melayang di atas kepala Krystal. Sehun membantu Krystal dari keempat pria itu. Sehun melemparkan batu ke kepala pria-pria itu, sehingga ingatan mereka kembali dan mereka pun berlari ketakutan melihat sosok asli Sehun. Sehun pasti tidak menyadari keberadaanku dan bahwa akulah yang menyebabkan keempat pria itu menyerang Krystal.

Saat itu juga, sayap kiri Sehun patah. Kupikir ia hanya akan berhenti sampai di situ. Kupikir ia hanya kelepasan dengan memperlihatkan sosok aslinya pada manusia. Tapi ternyata tidak. Ternyata ia juga mencintai Krystal. Sayapnya yang kanan akan segera patah, dan hidupnya akan segera berakhir.

Aku berdiri di belakang Sehun dan menatap matanya melalui cermin besar yang menempel di dinding toilet gedung SM lantai 3. Aku tahu Sehun menderita. Benar dugaanku, Sehun tidak akan menyerah. Sehun lebih memilih mati daripada menghisap jiwa Krystal. Padahal bila ia menghisap jiwa Krystal, maka ia akan jadi devil yang terkuat. Ia akan bisa mengalahkanku. Ia akan bisa mengalahkan ayah kami. Karena Krystal juga mencintai Sehun.

Aku berpikir keras. Aku tidak mungkin membiarkan Sehun mati. Tapi tidak ada cara lain. Hanya itulah satu-satunya cara. Ayah sudah memperingatkanku bahwa dunia manusia bisa membuat devil menjadi devil yang paling kuat, tapi bisa juga membuat devil terlemah.

Ini adalah risiko yang harus kutanggung. Ini adalah tanggung jawabku. Karena aku-lah Sehun datang ke dunia ini. Sehun membenciku, aku tahu. Aku membencinya. Ya, mungkin, tapi itu dulu. Entah sejak kapan perasaanku berubah. Atau mungkin perasaanku tidak pernah berubah. Mungkin sejak dulu aku hanya takut mengakuinya.

Ya. Aku mengakui Oh Sehun sebagai adikku, dan aku sangat menyayanginya.

Setidaknya inilah yang bisa kulakukan untuknya. Aku tahu inilah satu-satunya cara agar Sehun bisa tetap hidup. Mengorbankan nyawaku.

Sebentar lagi Sehun pasti pingsan karena kesakitan. Aku mengatakan kalimat terakhirku padanya. “Jadi, kurasa ini pertemuan terakhir kita. Aku tidak akan menuliskan namamu lagi di dalam diary-ku. Selamat tinggal, Oh Sehun.”

Aku keluar dari dalam toilet dan membanting pintu hingga menutup. Aku menunggu Sehun pingsan. Aku memejamkan mataku ketika mendengar lolong kesakitan Sehun. Maafkan aku Sehun. Semua ini terjadi karenaku. Seandainya aku tidak datang ke dunia ini, maka kau pun tidak akan datang dan kau tidak akan mengalami kejadian ini.

Setelah Sehun pingsan, aku segera menggotong tubuhnya ke luar toilet dan meletakkannya di depan pintu toilet. Aku masuk ke dalam toilet. Aku menggunakan kekuatanku. Aku membunyikan seluruh alarm kebakaran di gedung ini, lalu secepat kilat membuat toilet terbakar.

Aku melakukan ritual yang sebelumnya tidak pernah terpikir akan kulakukan. Dengan segenap kekuatanku, aku mengalirkan semua energi positif-ku pada Sehun. Aku melakukan ritual kuno. Ritual yang kuketahui dalam sejarah dunia devil, aku-lah orang ke-2 setelah kakek buyutku yang melakukan hal ini.

Aku mengangkat semua kekuatan jahat dalam diri Sehun. Aku membuat usia Sehun tidak sepanjang usianya yang seharusnya. Aku membuat Sehun menjadi manusia. Dan karena itulah, aku akan mati.

Diary, ini adalah pemikiran terakhirku. Aku tidak menyesal. Aku sama sekali tidak menyesal. Setidaknya, dengan cara inilah aku bisa membuat Sehun tetap hidup dan bahagia.

Sehun~ah, maafkan aku. Maafkan semua sikap kasar dan dinginku padamu. Aku bukanlah orang yang bisa menunjukkan apa yang kurasakan.

Sehun~ah, hiduplah dengan bahagia. Aku ingin kau dan Krystal terus bersama hingga kalian tua. Hingga hanya maut-lah yang memisahkan kalian.

Sehun~ah, maafkan aku karena akulah kau kehilangan kekuatanmu. Karena akulah kau jadi berada diambang kematian. Kuharap apa yang kulakukan ini benar. Kuharap kau tidak membenciku, Sehun.

Sehun~ah, kau bodoh karena selalu menganggapku membencimu. Tidakkah kau tahu, aku mendidikmu secara keras untuk membuatmu kuat?! Tapi mungkin aku memang keterlaluan. Mungkin sikapku terlalu dingin padamu.

Sehun~ah, maafkan aku. Aku menyayangimu dan mencintaimu sebagai adikku. Sejak dulu. Selalu.

 

 

 Sehun masih menangis. Teman-teman EXO-nya berhasil membuka pintu kamar Kris dan kemudian masuk menghampiri Sehun.

“Sehun~ah….”

Buku diary Kris tergeletak di samping Sehun. Chanyeol meraihnya dan membacanya. Matanya yang besar terbelalak lebar.

“Sehun~ah…ini…”

“Kris hyung adalah kakakku.” Sehun memotong kata-kata Chanyeol. “Kris hyung….” Air mata Sehun kembali mengalir dengan deras.

“Sehun…” Krystal memeluknya. Sehun menangis semakin keras.

Semua member EXO membaca diary Kris bersama-sama. Entahlah mereka percaya atau tidak. Satu hal yang pasti, mereka sama-sama kehilangan Kris.

Sehun menyesal karena telah berburuk sangka pada kakaknya selama ini. Sehun terlalu bodoh dan buta untuk menyadari cinta dan kasih sayang kakaknya untuknya.

Suho menyerahkan diary Kris pada Sehun, lalu menepuk-nepuk pundak Sehun. Sehun menatap diary itu penuh kerinduan. “Kris hyung, menurutmu cinta tidak perlu diucapkan dan ditunjukkan dengan perilaku. Tapi bagi orang bodoh sepertiku, bagaimana mungkin aku tahu kau menyayangiku bila kau tidak menunjukkannya?!” teriak Sehun pada diary itu.

“Kris hyung, maafkan aku. Aku juga….” Sehun menahan tangisnya. “Aku juga menyayangimu, hyung. Selalu. Sejak dulu.”

Krystal meremas pundak Sehun. Sehun meletakkan sebelah tangannya di atas tangan Krystal lalu menggenggamnya. “Kris hyung, aku akan hidup bahagia. Aku tidak akan menyia-nyiakan semua yang telah kau lakukan untukku. Maafkan aku hyung, dan…. terima kasih. Beristirahatlah dengan tenang, hyung.”

==== END ======

 

12 thoughts on “[oneshot] The Last Diary of Broken Wings Devil

  1. As usual, daebakk ^^b bagus eon… cuman kurang panjang aja. wah kayaknya gw emang positif ter-MD-nisasi deh. kkkk xD yang jelas gw lebih suka sehun si vampir daripda sehun si devil heheh xD karakternya kurang nendang trus agak kecepetan kak mungkin gara2 oneshoot mungkin. tapi tetep aja ff fantasi buatan lo ketjeh begete ^^b (*4/5)

    Masih boleh dong yah, ngarepin side storiesnya MD?? hehehe masih kurang sama ceritanya HunRin :O kkk next post ditunggu banget yah kak!!!

    Maap juga kalo komennya rada nyepam ^^b

      • Hehehe…. inget galaxy jadi inget waktu di sekolah, maen sambung kata, temenku ada yg ngomong galaxy jadi aku lamgsung jawab naga itu otomatis banget mulutku *dijitak Kris* *Kris dimarahiin suho* wakaka… yang Forbiden Star itu loh….. *ngingetin ceritanya* #eaaa cheonma eonni><

  2. Annyeong azumi, panggil itu aja kali ya, neomu bangawo.
    Wah suka nih sama cerita yg ini one shoot tp dapat banget feelnya dan nyesek banget kris nya meninggal hiks hiks TT
    sehun cucok sekali jd adikku eh adik kris mksdnya -_-
    hwaiting for the next series ya azumi :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s