Secret Story of Moonlight Destiny

Title                : Secret Story of Moonlight Destiny

Author            : Azumi Aozora & Kunang Anna

Main Cast      : Park Chan Rin (OC), Han Hee / Honey Lau (OC)

Support Cast : Park Chan Yeol (EXO-K), Luhan (EXO-M), Kai (EXO-K), Sehun (EXO-K), Kris (EXO-M), Lee Tae Min (SHINee), Byun Baek Hyun (EXO-K), Xiaotong Yu/Harry (Chinese Actor), Jung Daehyun (BAP), Yoo Young Jae (BAP)

Length            : Oneshoot

Genre             : Fantasy, romance, friendship, family

Rating             : PG+15

Summary       : Bagaimana bila dunia yang kau lihat bukanlah dunia yang sebenarnya? Semuanya hanyalah halusinasi, terasa nyata namun tidaklah nyata. Semuanya terungkap ketika cahaya sang rembulan menyinari kegelapan. Semua rahasia gelap yang tersembunyi akan nampak seiring cahaya purnama.

 poster SS MD

Masa depan bisa berubah sesuai pilihan yang kita ambil. Tapi, apakah takdir bisa berubah?

Inilah kisah kita. Takdir kita.

 

Warning : Cerita ini merupakan alternative ending dari Moonlight Destiny (MD). Ending yang sebenarnya tentu saja ada di MD Chapter 12. Cerita ini dibuat spesial untuk para pembaca MD yang sudah setia mengikuti kisah perjalanan takdir Chan Rin dan Han Hee. Seperti inilah kisah Chan Rin dan Han Hee bila mereka memiliki takdir yang berbeda……….

========= Chan Rin PoV ========

 

Aku mencintaimu bukan “karena” tapi “meskipun”. Meskipun kau tidak mempedulikanku, meskipun kau tak membalas cintaku. (Kagome – Inuyasha)

Aku mengerutkan keningku dalam-dalam. Masih terus membaca message itu berkali-kali. Siapa yang mengirimiku message aneh ini?! nomor-nya tidak kukenal. Kata-katanya juga aneh sekali.

Orang ini pasti mengenalku. Ya, tentu saja. Dia menggunakan quotes dari anime. Dia tahu aku menyukai anime dan komik Jepang. Aku berpikir keras. Kai? Sehun? Kemudian aku menggelengkan kepalaku. Mereka berdua bukan tipe orang yang akan mengirimiku message seperti ini.

“Kenapa?” tanya Kris. Ia duduk di sampingku. Kris sudah biasa datang ke kamarku setiap malam dan menemaniku yang tidak bisa tertidur. Aku menyodorkan ponselku padanya. Kening Kris berkerut dalam-dalam.

“Fans-mu? YAH! Kenapa banyak sekali pria yang menyukaimu? Aku jadi harus menjagamu lebih keras lagi.”

Aku mendelik kesal pada Kris. “Aku tidak pernah memintamu menjadi penjagaku, Yang Mulia Kakek Buyut…”

Kris menatapku tajam. Dia tidak suka bila aku memanggilnya dengan sebutan itu. Kami saling tatap tajam tanpa berkedip. Kris menghela nafas panjang, mengalah. “Menurutmu siapa yang mengirimimu message itu?”

Aku mengangkat bahu. “Mana aku tahu.”

Kris melingkarkan lengannya di pundakku. Aku pun menyandarkan kepalaku di dada Kris yang bidang. Aku tahu ini aneh, tapi semenjak malam itu, ketika aku mengetahui siapa Kris yang sebenarnya, aku merasa lebih dekat dengannya seolah dia-lah kakak kandungku dan bukannya Chan Yeol. Aku merasa jauh lebih nyaman bersama Kris dibanding bersama Chan Yeol. Padahal jelas-jelas Chan Yeol adalah kakak kandungku dan kami sudah hidup bersama sejak aku bayi.

Aku baru mengenal Kris sekitar 2 tahun. Dulu aku mengira dia hanya manusia biasa, yah dulu juga aku mengira aku hanyalah manusia biasa, sampai kemudian aku bertemu makhluk-makhluk mitos seperti Kai sang angel yang dikutuk menjadi manusia serigala, Sehun sang vampire, Luhan dan Daehyun sang devil, Youngjae sang angel yang menyamar menjadi devil, lalu Kris sang makhluk abadi dari dimensi lain yang menyumbangkan intisari kekuatannya beserta gen-nya untuk menciptakan vampire.

Siapa yang mengira aku akan lebih merasa nyaman bersama Kris seolah Kris-lah keluargaku yang sesungguhnya. Aku bisa melakukan apapun di hadapan Kris, bahkan hal-hal memalukan pun bisa kulakukan di hadapannya. Entahlah, rasanya berbeda ketika aku bersama ChanYeol, padahal setelah aku bereinkarnasi, aku adalah adik kandung Chan Yeol, tapi tetap saja sepertinya gen milik Kris yang mengalir di tubuhku terlalu kuat sehingga aku lebih menganggap Kris sebagai keluargaku.

Tiba-tiba saja tubuh Kris menegang. Aku tahu pendengaran dan penciuman Kris sangat tajam. “Aku akan berjaga di luar, aku mendengar suara langkah kaki Chanyeol.” Kris mengecup keningku lalu bangkit berdiri.

“Kau tidak perlu menjagaku, Oppa! Tidak akan ada yang menyakitiku.”

Kris menyeringai. “Memang tidak. Aku menjagamu dari para pria yang menyukaimu.”

“Mwo?”

“Sudah ya. Sampai nanti.” Dalam sekejap mata, Kris pun menghilang.

Benar saja, satu menit kemudian, Chan Yeol masuk ke dalam kamarku. “Rinrin.., kau belum tidur?” tanyanya sambil menghampiriku.

Aku menggeleng. “Aku tidak bisa tidur. Kau kenapa, Oppa?” aku heran melihat wajahnya yang terlihat ketakutan.

Chan Yeol berbaring di sampingku, agak jauh dariku. “Aku mimpi buruk lagi.” katanya. Aku mengerutkan keningku. Aku tidak tahu ternyata kakakku juga sering mengalami mimpi buruk.

“Aku bermimpi kau menghilang begitu saja.” Chan Yeol menoleh padaku dan menatapku dengan cemas.

Aku tersenyum. “Aku tidak akan pergi, Oppa.” Kemudian aku terdiam. Teringat kata-kata Kris. Dia bilang…..umurku akan jauh lebih panjang dari manusia manapun. Dia bilang pertumbuhanku sangat lambat.

“Aku tidak akan pergi begitu saja tanpa penjelasan.” Kataku pada Chan Yeol. “Apapun yang terjadi nanti.., aku tidak akan pergi begitu saja tanpa memberimu kabar, Oppa.”

Chan Yeol hanya terdiam dan terus menatapku. Jarang sekali kakakku bersikap serius seperti ini. “Rinrin.., kau tahu? Mungkin dulu aku memang berkata…, aku tidak mempercayai kelebihanmu dalam berkomunikasi dengan binatang.”

Chan Yeol masih menatapku. “Sebenarnya aku hanya takut. Aku takut apa yang kupikirkan ternyata bukan hanya imajinasiku. Hhhhhh….” Chan Yeol menghembuskan nafas berat. “Maafkan aku, Rin, tapi dulu aku berbohong. Aku tahu kau berbeda, tapi aku mempercayaimu.”

Aku memeluk Chan Yeol, “Gomawo, Oppa…”

Chan Yeol bergerak tak nyaman saat kupeluk, kemudian ia mulai merasa rileks dan menepuk-nepuk lenganku lembut. “Mungkin aku memang bodoh, tapi aku tahu ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku. Apapun itu, aku akan mendengarkan ceritamu di saat kau sudah siap menceritakannya padaku. Seaneh apapun ceritamu. Se-tidak masuk akalnya pun ceritamu, aku akan mempercayaimu.”

Tanpa terasa air mataku menetes. “Gomawo, Oppa.” Hanya itu yang bisa kukatakan pada kakakku saat ini. Chan Yeol menghapus air mataku dengan jari-jarinya yang panjang dan hangat. Ia menatapku lekat-lekat. Aku mengerutkan keningku. Inilah pertama kalinya aku menyadari tatapan mata Chan Yeol berbeda dari biasanya. Seolah dia-lah yang memiliki sebuah rahasia gelap yang berusaha disembunyikan.

********

Aku adalah bayanganmu. Aku akan menjadi bayangan untuk cahayamu.(Kuroku Tetsuya – Kuroku no Basuke)

Lagi-lagi message aneh. Nomornya sama dengan kemarin. Aku mencoba menelepon ke nomor itu, tapi tidak diangkat. Sudah 3 kali aku mencoba menelepon, tapi tidak juga diangkat. Akhirnya aku membalas message-nya : Kau siapa?

Aku memandikan anjing-anjing di tempat penampungan hewan dengan kesal karena memikirkan orang iseng yang mengirimiku message aneh ini. Apa harusnya tadi aku membiarkannya saja ya? Ponselku berdering. Ada balasan.

Aku bukanlah siapapun. Dan aku tidak ingin menjadi siapapun, karena diriku adalah aku. (Obito).

Aku menatap ponselku dengan sebal sampai rasanya ingin membanting ponsel itu ke lantai sampai hancur, kemudian aku ingat Henry Oppa akan membunuhku bila aku menghancurkan hadiah darinya itu (Henry Oppa memberikan ponsel padaku dan Han Hee saat dia menjadi grand ambassador sebuah merk ponsel terkenal).

Siapapun orang yang mengirimiku message ini, dia tahu betul bagaimana membuatku marah. Sudah kuduga, dia pasti orang yang mengenalku. Tapi siapa?

Aku menatap Kai lewat sudut mataku. Tidak mungkin Kai. Dia sudah bercerita padaku tentang gadis yang disukainya. Selama ini ia hanya pura-pura menyukaiku di hadapan orang lain untuk menutupi perasaannya yang sesungguhnya.

Tanpa sadar aku menahan napas ketika orang aneh itu mengirimiku message lagi.

Cinta itu seperti cermin yang merefleksikan sisi burukmu terutama ketika tak berbalas. (Shakugan no Shana)

“YAH! Kim Jong In!” Aku berkata dengan nada dingin mematikan, memanggil nama asli Kai dan bukannya nama panggilan.

“MWO? Kenapa?” Kai menatapku heran dan menjauh sedikit dariku seolah aku akan membunuhnya.

“Coba baca ini. Menurutmu siapa orang iseng yang mengirimiku message-message aneh ini.”

Kai yang sudah selesai memandikan anjing-anjing kini mendekatiku dan meraih ponselku. “Menurutku tidak aneh. Kata-katanya bagus. Dia menyalin kata-kata anime?”

Aku menatap Kai dengan kesal. “Aku tidak meminta pendapatmu tentang message itu, tapi orang yang mengirimi message itu.”

“Hmm…menurutku dia romantis.”

Aku memicingkan mataku. “Yah! Jangan bilang message-message iseng ini kau yang kirim!”

Kai tertawa terbahak-bahak. “Mana mungkin! Oh..oh…ada message masuk lagi.” kami pun membacanya bersama-sama.

Beberapa orang tidak hanya berada dalam hati kita, tapi mereka berada dalam setiap nafas yang kita hirup. (Shinichi Kudo – Detective Conan).

Kai tertawa lagi. “Sepertinya secret admirer-mu ini fans berat anime. Hmm.., siapa ya? Taemin hyung? Dia juga suka anime. Atau mungkin… Kyu Hyun hyung? Chang Min hyung? Atau… Lay hyung? Tao? D.O hyung? Aaahhh.., jangan-jangan Luhan hyung!”

Aku menggeleng. “Aku tidak tahu.”

*****

Setiap hari orang misterius dan aneh itu terus mengirimiku message.

Lawan dari cinta bukan benci, tapi tidak peduli. (Natsukawa Masuzu – Ore no Kanojo to Osananajimi ga Shuraba Suhiru).

Message itu mengawali hari-ku di saat aku membuka mata pagi hari ini. Sudah kuputuskan, aku tidak akan memedulikan message-message itu lagi.

Sore ini aku, Kai, dan Sehun minum kopi bersama sambil memakan cheesecake greentea di kedai kopi favorit Kai. Sebelumnya, tidak pernah terpikir olehku bahwa kami bertiga akan menjadi sahabat baik. Sehun memang tidak se-terbuka Kai. Ia lebih pendiam dan tertutup. Tapi lama kelamaan kami bisa saling memahami.

Kurasa aku memang belum merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta yang sesungguhnya. Dulu kupikir aku jatuh cinta pada Sehun, tapi ternyata aku menyukainyahanya sebagai teman baik. Sekarang pun kami membahas ciuman kami di depan Kai tanpa rasa malu.

“Sudah kubilang itu adalah balas dendam karena dulu kau menciumku di tengah jalan.” Kata Sehun datar.

Aku menatap Sehun tajam. “Waktu itu aku tidak bisa memikirkan cara lain agar kau berhenti bunuh diri.” Aku mendengus. “Padahal kalau waktu itu aku tahu kau akan membunuhku, aku tidak akan perlu repot-repot mencium-mu.”

Kai menatap kami berdua dengan takjub. “Woaaahhh.., daebak!!! Hubungan kalian sangat rumit. Tapi sudahlah, itu kan masa lalu. Kesalahpahaman, dan semua itu gara-gara Taemin hyung. Hey, tapi kalian bukan mutual friends atau friends with benefit kan?”

Aku dan Sehun langsung menatap Kai dengan dingin. Kai mengangkat kedua tangannya sambil nyengir lebar. “Tenang..tenang…, aku belum mau mati. Jangan gigit aku…” kami bertiga pun tertawa. Ajaib sekali rasanya karena kini kami bertiga bisa duduk-duduk santai di kedai kopi tanpa perlu memikirkan hal-hal berat. Padahal satu bulan yang lalu baru saja kami mengalami hal paling mengejutkan. L Oppa, Kris Oppa, The Great King Xi. Siapa yang mengira duo sahabat Kris dan Xi merupakan biang keladi dari semua masalah antara berbagai dunia ini.

Aku meminum vanilla late –ku lalu kembali menatap Sehun. “Jadi, kau sudah yakin akan ikut Kris Oppa ke dimensi-nya?”

Sehun mengangguk. “Hmm. Tapi tidak dalam waktu dekat. Mungkin 4 atau 5 tahun ke depan. Kris hyung juga berkata….ia tidak ingin cepat-cepat meninggalkanmu.” Sehun tersenyum padaku. Aku balas tersenyum.

“Yah! Aku tidak akan membiarkanmu dan Kris hyung kabur begitu saja. Bagaimana dengan EXO? Kau tega membuat Suho hyung menangis setiap hari karena kalian kabur?! Aku saja akan bertahan beberapa tahun di bumi demi EXO, sebelum pada akhirnya nanti aku harus kembali ke duniaku.” Kai nyengir lebar.

Kai memang senang karena kutukan werewolf-nya telah menghilang. Ternyata kutukan itu lenyap di saat Kai bisa memaafkan dirinya sendiri. Kai juga sebenarnya masih kesal pada Tae Min yang memberinya informasi tidak benar. Yah, kalau dipikir-pikir, Tae Min memang memberi informasi yang salah pada semua orang, termasuk Sehun. Kai berkata kakaknya itu memang sok tahu, tapi ia tetap menyayangi kakaknya.

Sekarang, setelah Sehun mengetahui siapa Kris yang sebenarnya, Sehun tidak pernah memiliki keinginan untuk menjadi manusia lagi. Kurasa ia sudah bisa menerima takdirnya sebagai vampire. Aku tahu Sehun masih merasa sedih karena kematian kakaknya. Meskipun Sehun berkata semua itu bukan salahku, tapi tetap saja aku masih merasa tidak enak padanya. Tapi Sehun selalu bilang padaku bahwa semua itu adalah takdir yang harus dilalui kakaknya. Malam itu Sehun memang ingin menyelamatkanku, dan ia tidak menyesal telah menyelamatkanku, meskipun ia harus kehilangan kakaknya.

Sehun tersenyum tipis dan kembali meminum americano-nya. Kai juga meminum espresso-nya lalu mulai menceritakan pada kami tentang keadaan dunia angel dan dunia devil pada kami. Syukurlah, sepertinya ramalan The Great King Xi memang akan segera menjadi kenyataan. Perdamaian dunia angel dan dunia devilakan tiba di masa kepemimpinan Luhan dan Taemin.

Aku juga masih mempertimbangkan tawaran Kris untuk pergi bersama ke dimensi-nya. Aku tahu Kris memberiku waktu beberapa tahun, tapi entahlah….ada “sesuatu” yang menahanku di dunia ini. meskipun aku tidak tahu pasti “sesuatu” itu apa. Mungkin “sesuatu” itu adalah keluarga manusiaku. Ayahku, Ibu tiri-ku, Chan Yeol Oppa, Henry Oppa, dan Han Hee. Sepertinya aku tidak ingin meninggalkan mereka, meskipun aku merasa Kris adalah keluargaku.

“Ada apa?” tanya Kai. Ia melihat ekspresi wajahku yang berubah kesal. “Message aneh lagi?” tanyanya. Aku mengangguk. Aku pun memperlihatkannya pada Kai dan Sehun.

Semakin kuat perasaan bahagia saat bertemu, semakin besar pula rasa sedih saat berpisah. (Haruto – Kimi no iru machi)

Sehun mengerutkan keningnya. “Tapi menurutku kata-katanya bagus.”

Aku mendelik kesal. “Ya, memang bagus. Tapi kalau kau menerimanya beberapa kali dalam sehari, itu akan membuatmu terganggu. Apalagi saat kau membalas message itu, tapi orang itu malah membalasnya dengan kata-kata yang membuatmu semakin kesal.”

Kai nyengir, sementara Sehun masih terus berpikir. “Tapi sepertinya aku pernah mendengar kata-kata ini.” kata Sehun.

“Tentu saja itu kan dikutip dari anime.” Tukasku tak sabar.

Sehun menatapku lurus-lurus dan menggeleng. “Aku bukan orang yang suka menonton anime. Aku yakin pernah mendengarnya…, atau mungkin melihatnya?” Sehun masih terus berpikir sambil menatap layar ponselku. Aku menghela nafas panjang dan memutuskan untuk mengabaikan Sehun dan kembali membicarakan tentang hewan-hewan di penampungan bersama Kai.

Setelah nongkrong selama 3 jam di kedai kopi bersama Kai dan Sehun, aku pun pulang. Kai mengantarku pulang. Aku tahu tujuan sebenarnya ia mengantarku pulang adalah untuk mendapatkan makan malam gratis di rumahku!

Begitu sampai di depan pagar rumahku, Kai tidak langsung keluar dari mobil melainkan membalas message dari Sulli eonni terlebih dahulu. Aku keluar duluan dan segera masuk rumah.

“Rinriiiinnnn…, kau sudah pulang…” Chan Yeol langsung menyambutku dengan senyuman lebar-nya yang khas. “Aku juga baru pulang syuting Law of The Jungle. Hanhee bilang kau ada kerja kelompok…”

“Hah? Kerja kelompok apa? Aku pergi ke kedai kopi bersama…..”

“Hei Hyung….” Tiba-tiba saja Kai datang sebelum aku sempat menyelesaikan kata-kataku.

Entah hanya perasaanku saja atau bukan, tapi sekilas tadi aku sempat melihat raut wajah Chan Yeol Oppa berubah gelap dan dingin, padahal biasanya Chan Yeol Oppa selalu terlihat ceria. Biasanya senyuman lebar tak pernah hilang dari wajahnya, se-buruk apapun masalah yang ia hadapi.

Chan Yeol Oppa langsung masuk ke dalam rumah, meninggalkan aku dan Kai.Aku dan Kai saling tatap heran. Kami pun bicara bersamaan.

“Chanyeol hyung kenapa?”

“Kau bertengkar dengan kakakku?”

Lalu kami berdua sama-sama mengangkat bahu sebagai jawaban.

Kai mengikutiku masuk ke dalam rumah. Aku naik tangga ke kamarku di lantai 2, tapi langsung berhenti di undakkan tangga ke-5 karena merasa Kai masih mengikutiku. Aku pun membalikkan badanku dan benar saja Kai memang mengikutiku!

Aku membelalak kesal pada Kai, tapi Kai hanya nyengir lebar. Kai mendekatkan wajahnya dan berbisik. “Sepertinya Chan Yeol hyung sedang PMS. Aku makan saat kau makan saja ah…” Ia melirik ke bawah. Chan Yeol Oppa sedang makan sendirian di meja makan, tapi aku tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup majalah.

Aku mendengus. “Kau pikir kakakku perempuan?!”

Kai menyeringai. “Jangan salah. Cowok juga bisa mengalami bad mood tiba-tiba seperti saat cewek mengalami PMS.”

Aku mengibaskan tanganku lalu menyuruh Kai mengikutiku ke atas. “Tunggu di sini saja.” aku menyuruh Kai duduk di ruang TV lantai 2. Kemudian aku pun masuk ke dalam kamarku untuk berganti pakaian.

Beberapa menit kemudian, aku dan Kai turun kembali ke lantai 1 dan bergabung dengan Chan Yeol Oppa di meja makan. Dia masih makan sambil membaca majalah otomotif.

Kai berdehem dan duduk di sampingku. Chan Yeol Oppa menurunkan majalahnya dan menatap Kai. “Oh, Jong In, kau mau menginap di sini?” tanya Chan Yeol Oppa sambil tersenyum lebar.

Kai terkekeh. “Tidak hyung. Aku hanya numpang makan. Hahaha….”

Chan Yeol Oppa tertawa. Tapi aku merasa tawa dan raut wajahnya berbeda. Chan Yeol Oppa terbatuk, lalu kembali menenggelamkan wajahnya diantara majalah.

Aku mendekatkan wajahku ke kuping Kai dan berbisik. “Sepertinya kakakku memang sedang PMS.”

Kai menyeringai. “Apa kubilang!”

Sisa malam itu terasa awkward. Seumur hidupku, inilah pertama kalinya aku melihat kakakku bersikap “aneh” terhadap teman baiknya sendiri. Padahal selama ini Chan Yeol Oppa selalu bersikap sangat ramah, ceria, penuh canda dan tawa setiap kali ada temannya ataupun temanku (dulu temanku hanya Baekhyun Oppa) yang berkunjung ke rumah kami.

Mungkin Chan Yeol Oppa memang sedang bad mood.

*******

Semakin kuat perasaan bahagia saat bertemu, semakin besar pula rasa sedih saat berpisah. (Haruto – Kimi no iru machi)

Keesokan harinya, orang itu mengirimiku message lagi. Tapi kali ini message-nya sama dengan yang ia kirimkan padaku kemarin sore saat aku sedang berada di kedai kopi. Message yang Sehun bilang pernah ia baca atau mungkin pernah ia dengar sebelumnya.

Aku mencoba untuk tidak mempedulikan message itu lagi dan pergi ke sekolah bersama Han Hee seperti biasa. Kalau dipikir-pikir, akhir-akhir ini bukan hanya Chan Yeol Oppa saja yang aneh, tapi Han Hee juga. Seperti sedang banyak pikiran.

“Han Hee? Han Hee~ah!” panggilku berkali-kali, ketika aku berbicara padanya tapi tidak mendapatkan respon.

“Eh?” Han Hee tersadar dari lamunannya dan menatapku bingung.

“Kau kenapa?” tanyaku.

Han Hee nyengir lebar dan menggeleng. “Aku hanya kurang tidur.” Jawabnya riang. “Oh, Chan-Chan, Chan Yeol Oppa kenapa?”

Aku mengerutkan keningku. “Kenapa apanya?” kemudian aku teringat sikap bad mood kakakku itu kemarin. “Maksudmu sikap bad mood-nya?”

“Bad mood?” Han Hee terlihat bingung. “Memangnya ada obat untuk menghilangkan bad mood ya?”

“Kurasa tidak ada.”

“Tapi sudah beberapa hari ini aku melihat Chan Yeol Oppa memakan obat. Saat kutanya itu obat apa, dia tidak menjawab. Apakah itu obat bad mood?” kata Han Hee ngaco.

Aku menggeleng. “Han Hee~ah, apakah Chan Yeol Oppa terlihat sakit?” tanyaku cemas. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Feelingku benar. Sejak malam itu, ketika Chan Yeol Oppa menatapku dengan tatapan yang berbeda, aku tahu ada yang ia sembunyikan dariku.

Han Hee mengangguk. “Dia terlihat berbeda. Dia tidak se-ceria biasanya. Saat itu wajahnya juga agak pucat….”

Aku memejamkan mataku dan mencoba menghilangkan pikiran-pikiran buruk di dalam kepalaku. Ingatanku kembali pada saat kami masih kecil. Bahkan sejak kecil pun aku rela melakukan apapun asalkan kakakku bahagia. Aku tidak ingin ia celaka karenaku. Semenjak kaki Chan Yeol Oppa cedera karena melindungiku dari anak nakal di kelas, aku selalu menyalahkan diriku sendiri. Aku selalu menjauhinya. Aku tidak mau ia terluka lagi karena melindungiku.

Tapi kini…, aku merasa ada banyak sekali hal yang tidak kuketahui tentangnya. Apakah Chan Yeol Oppa sakit? Kuharap sakitnya tidak parah. Kuharap ia hanya mengalami flu biasa.

Semakin kuat perasaan bahagia saat bertemu, semakin besar pula rasa sedih saat berpisah. (Haruto – Kimi no iru machi)

Lagi-lagi message yang sama. Meskipun aku memutuskan untuk mengabaikan message –message aneh itu, tapi tetap saja aku merasa kesal karena entah kenapa message ini terasa tepat.

Perasaanku menjadi tidak tenang sejak tadi pagi, ketika Han Hee memberitahuku tentang Chan Yeol Oppa. Selama di kelas, aku tidak fokus belajar. Aku mengirimi Chan Yeol Oppa banyak sekali message, tapi tak ada satupun yang di balas. Saat jam istirahat, aku meneleponnya, tapitidak diangkat.

Akhirnya aku menelepon Kai dan menceritakan tentang kekhawatiranku. Kai bilang saat ini Chan Yeol Oppa tidak ada di dorm EXO, tapi nanti sore mereka akanada jadwal recording acara music di salah satu stasiun TV. Kai berjanji akan membantuku menyelidiki tentang kakakku.

Aku menggigit bibirku keras-keras, mencoba meredam berbagai pikiran buruk. Aku tahu imajinasiku kelewat besar. Kadang imajinasiku yang terlalu kuat membuatku terganggu, karena aku bisa membayangkan banyak hal termasuk hal-hal buruk melebihi yang sebenarnya terjadi.

Saat bel pulang berbunyi, aku cepat-cepat keluar kelas dan segera pulang ke rumah. Siapa tahu kakakku ada di rumah.

Aku mencari-cari kakakku di setiap sudut rumah, tapi tidak ada. Aku kembali menelepon ponselnya berkali-kali, tapi tidak diangkat juga. Bagaimana kalau Chan Yeol Oppa pingsan di jalan? Bagaimana kalau tak ada seorang pun yang menemukannya? Bagaimana kalau…..

Pikiran burukku terputus ketika ponselku berdering. Chan Yeol Oppa!

Cepat-cepat aku mengangkatnya. “Oppa! Kau di mana? Kau baik-baik saja?”

Terdengar suara tawa Chan Yeol Oppa. “Kau kenapa, Rinrin? Aku baik-baik saja. Tadi aku hanya sedang kontrol ke dokter. Flu biasa. Kau tenang saja.”

Aku menghembuskan nafas lega. Kemudian Chan Yeol Oppa kembali bicara. “Oh ya nanti malam aku akan tidur di dorm EXO, jadwal kami sangat padat sampai nanti malam. Besok, sabtu, kau tidak ada acara di sekolah kan? Bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain? Sudah lama sekali kita tidak pergi ke sana kan, Rin? Terakhir kita ke sana saat umurmu 8 tahun.”

Aku tertegun. Kemudian mengangguk. “Hmmm. Ayo kita main seharian besok, Oppa. Jangan terlalu kecapean, Oppa. Kau harus banyak istirahat. Jangan lupa pakai mantel yang tebal dan sarung tangan.”

“Neeee…” kata Chan Yeol Oppa riang sambil tertawa. Aku tersenyum tipis.

Setelah memutuskan sambungan telepon, aku pun naik ke kamarku dan terkejut mendapati ada setumpuk komik di tempat tidurku. Ternyata komik Prince of Tennis (POT)  jilid 1-5. Ada selembar kertas dengan tulisan Chan Yeol Oppa di atasnya :

Rinriiiiiiiinnnnnn!!!!! Akhirnya aku dapat cetakan ulang komik ini. Dulu kan aku tidak sengaja menumpahkan kopi ke komik POT-mu, mianhae karena aku baru bisa menggantinya sekarang. Hehehe.

Aku tertawa pelan. Aku tidak mengira Chan Yeol Oppa mengingat hal ini, aku saja sudah melupakan kejadian itu. Sudah 8 tahun berlalu. Keningku berkerut. Tapi kenapa tiba-tiba dia mau mengganti komik-ku yang rusak? Biasanya dengan wajah polos-nya itu dia selalu berhasil membuatku tidak marah padanya di saat dia membuat komik-komikku rusak.

Aku meraih ponselku dan mengetik message untuk Chan Yeol Oppa :

Oppa, tumben sekali kau mengganti komik-ku dengan yang baru! Jangan lupa masih banyak komik yang harus kau ganti! Hahahaha.

Beberapa saat kemudian ada balasan dari kakakku :

Neeee.., aku akan mengganti semua komikmu yang rusak karenaku. Karena kehujanan, kotor terkena kuah ramyun, terlipat karena tertindih tubuhku saat tidur, dll. Aku akan mengganti semuanya. Hahaha.

Aku juga akan mengganti waktu yang hilang selama 7 tahun ini. Aku akan menjadi kakak yang lebih baik. ^^

Aku mengerutkan keningku dalam-dalam lalu menghembuskan nafas panjang. Selama 7 tahun ini.., aku-lah yang bersikap sebagai adik yang tidak baik. Bukan sebaliknya. (catatan author : yg belum baca side story MD Chan Yeol-Chan Rin saat kecil silakan baca I’m Sorry Oppa di sini : https://wiantinaazmi.wordpress.com/2013/08/15/im-sorry-oppa-side-story-of-moonlight-destiny/ )

Hari sabtu pagi, aku sudah siap untuk pergi ke taman bermain bersama Chan Yeol Oppa. Aku sarapan berdua bersama Han Hee saja. Henry Oppa dan ibunya sedang berada di Kanada, sementara itu ayahku seperti biasa sibuk bekerja, bahkan saat weekend sekalipun.

Han Hee ada acara. Sepertinya kencan, tapi dia tidak mau mengakuinya. Aku penasaran dengan siapa dia akan pergi hari ini, tapi dia tidak mau cerita dan malah terus terkikik geli.

Aku menunggu Chan Yeol Oppa datang dan kami akan pergi bersama dengan mobil ayahku. Sekarang sudah pukul 11 siang, tapi Chan Yeol Oppa belum juga datang. Aku duduk di tempat tidurku sambil memandangi cermin.

Ponselku berdering. Ada message dari Chan Yeol Oppa :

Rinriiiinnnn…, mianhaeee… T_T. Sepertinya aku tidak bisa pergi ke taman bermain hari ini. Ada jadwal mendadak. T_T. Bagaimana kalau lain kali, ne?

Bahuku terkulai lemas. Padahal aku sudah menantikan hari ini. Sudah lama sekali aku tidak bermain berdua dengan kakakku.

Aku terlonjak kaget mendengar jeritan Han Hee di ruang TV. “Kau mengagetkanku!” pekik Han Hee kesal, entah kepada siapa. “Kenapa tiba-tiba muncul di sini?” aku mendengar suara Han Hee dan cepat-cepat turun dari kamarku.

“Sehun?” aku bingung melihat Sehun sudah berdiri di samping Han Hee.

“Aku salah mendarat. Padahal aku ingin berteleportasi ke kamarmu, tapi malah mendarat di sini. Sepertinya Kris hyung menerapkan proteksi di kamarmu, sehingga tidak akan ada yang bisa berteleportasi ke kamarmu selain dia.” Jelas Sehun padaku. Dia menghampiriku dan cepat-cepat menarik tanganku.

“Aku ingat tentang tulisan itu.” Kata Sehun sambil menatapku dengan serius.

“Mwo?” aku menatap Sehun bingung.

“Semakin kuat perasaan bahagia saat bertemu, semakin besar pula rasa sedih saat berpisah. Aku ingat siapa yang mengucapkan kalimat itu. Lebih tepatnya….barusan aku mendengar orang itu mengucapkan kalimat itu lagi. Ikut aku!” Sehun menggenggam tanganku, siap untuk membawaku ber-teleportasi dengannya.

“YAH! Vampire! Kau mau membawa ChanChan ke mana?” Han Hee menahan tangan Sehun.

Sehun menyeringai. “Ke tempat Chan Yeol hyung.”

“MWO???” Aku dan Han Hee kebingungan, tapi dalam sekejap mata Sehun sudah membawaku pergi.

Udara yang dingin langsung menyapaku. Saat ini aku tidak memakai mantel, ditambah dengan tangan Sehun yang dingin, membuat tubuhku semakin beku. Rupanya Sehun menyadarinya. Ia melepaskan tanganku dan sebagai gantinya memegang lengan baju-ku dan menuntunku mengikutinya masuk ke dalam sebuah kedai kopi.

Aku melihat Chan Yeol Oppa duduk membelakangi kami, agak jauh dari tempat kami duduk. Sehun meletakkan jari telunjuknya di bibir. Menyuruhku diam sebelum aku sempat memanggil kakakku.

Sehun menutupi wajahnya dengan buku menu. Aku mengikuti apa yang ia lakukan. Aku mendekatkan wajahku pada Sehun dan berbisik. “Chan Yeol Oppa menunggu siapa?”

Sebelum Sehun sempat menjawab, seorang pria setengah baya bertubuh tinggi tegap, berkacamata, dan ber-jas rapi masuk ke kedai kopi ini dan berjalan mendekati Chan Yeol. Chan Yeol berdiri dan membungkukkan badannya pada pria itu. Selama beberapa saat mereka hanya saling tatap dalam diam.

“Jadi, apa keputusanmu?” tanya pria ber-jas itu. Suaranya dalam dan berat mirip suara Chan Yeol.

Chan Yeol Oppa yang duduk membelakangi kami membungkukkan badannya. “Maaf, tapi aku tidak bisa pergi ke Paris seperti yang Anda minta. Aku senang Anda menemuiku pada akhirnya, setelah selama 21 tahun ini Anda mengabaikanku dan membuangku.”

Pria itu menghela nafas panjang. Ia melepaskan kacamatanya dan aku tersentak melihat mata-nya yang terasa tidak asing. Mata itu mirip dengan…..

“Chan Yeol~ah, maafkan aku. Aku tahu kau tidak akan mungkin bisa memaafkanku. Tapi dulu aku terlalu pengecut dan takut. Aku tidak sanggup membesarkanmu sendirian setelah ibumu meninggal. Kupikir dulu aku membencimu karena aku menganggap ibumu meninggal adalah karena kesalahanmu. Karena melahirkanmu….”

Chan Yeol menggeleng. “Aku tidak menyalahkan Anda. Hidupku bahagia di sini. Bersama keluarga Park. Saat umurku 5 tahun, Nyonya Park melahirkan anak pertamanya, Chan Rin. Saat itulah aku tahu siapa aku yang sebenarnya. Aku juga tahu siapa Anda. Tuan Park adalah teman baik Anda dan telah berjanji akan merawat dan membesarkanku sebagai anak-nya sendiri. Aku terkejut tentu saja, tapi itu semua tidak merubah segalanya. Karena bagiku…Tuan Park dan Nyonya Park adalah orangtuaku yang sebenarnya, bukan Anda. Meskipun Anda adalah ayah kandung-ku, tapi aku tidak merasa Anda adalah ayahku.”

Aku membelalakkan mataku lebar-lebar. Tidak percaya dengan apa yang kudengar saat ini. Chan Yeol Oppa bukan kakak kandungku? Ayah dan ibuku merawatnya sejak dia bayi? Dia sudah tahu bahwa dia bukan kakak kandungku sejak umurnya 5 tahun? Kenapa dia tidak pernah memberitahuku? Kenapa ayahku menyembunyikan semua ini dariku?

Dari kejauhan, aku bisa melihat tatapan mata Pria itu yang penuh luka dan penyesalan. “Maafkan aku, Chan Yeol~ah….”

Chan Yeol menggeleng. “Aku membenci Anda, tapi aku juga berterimakasih pada Anda karena telah memberikanku keluarga se-baik keluarga Park. Anda tahu? Chan Rin juga kehilangan ibunya sama sepertiku. Nyonya Park meninggal setelah melahirkannya. Tapi Tuan Park selalu ada di sisinya dan merawatnya. Dia tidak membuang Chan Rin seperti Anda membuangku. Saat itu aku berjanji akan menjadi kakak yang baik untuk Chan Rin. Aku akan selalu ada untuk Chan Rin dan menjadi kakak yang paling hebat untuk-nya. Kupikir aku berhasil, tapi ternyata tidak.”

Chan Yeol menghela nafas sejenak kemudian kembali bicara. “Aku sangat menyayangi Chan Rin. Anda tahu? Ternyata aku menyayanginya bukan hanya sebagai adik, tapi sebagai seorang perempuan. Tapi aku tidak mungkin mengatakannya. Saat itu aku berharap Anda segera datang padaku dan menjelaskan semuanya pada Chan Rin tentang siapa aku yang sebenarnya, karena aku tidak bisa. Aku tidak bisa memberitahunya siapa aku. Aku tidak ingin dia membenciku. Aku tidak ingin dia menjauhiku. Lebih baik dia terus menganggapku sebagai kakak kandungnya.”

Pria setengah baya itu menggenggam tangan Chan Yeol. “Chan Yeol~ah…, aku bisa memberitahunya sekarang. Aku akan menemui Mr.Park dan Chanrin, lalu…..”

“Tidak ada gunanya.” Potong Chan Yeol dengan suara serak dan dalam. “Sekarang semuanya tidak ada artinya lagi, karena aku akan pergi.” Tiba-tiba saja Chan Yeol berdiri, membungkukkan badannya pada pria itu, kemudian segera berjalan pergi ke luar dari kedai tanpa menyadari kehadiranku dan Sehun.

Aku duduk mematung di tempatku. Tidak percaya dengan semua yang terjadi. Tangan Sehun yang dingin menyadarkanku. “Tadi pagi aku mendengar Chan yeol hyung bicara dengan orang itu di telepon dan sepertinya dia buru-buru datang ke sini. Setelah menutup telepon, dia berbicara sendiri. Dia mengatakan kalimat itu. Kalimat yang dia kirim ke ponselmu.”

Chan Yeol Oppa menyukaiku? Chan Yeol Oppa-lah yang mengirimiku message-message aneh itu? Chan Yeol Oppa bukan kakak kandungku? Tapi apa maksudnya dengan dia akan pergi? Pergi dari mana? Pergi dari siapa? Apakah dia akan pergi dariku?

********

Malam ini Chan Yeol Oppa tidak pulang ke rumah. Aku juga tidak menanyakan kabarnya. Pikiranku terlalu kusut dan dipenuhi berbagai pertanyaan. Minggu, senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu. Satu minggu telah berlalu tapi tidak ada satupun kabar dari Chan Yeol Oppa. Aku tahu dari Kai, Chan Yeol Oppa menginap di rumah Baekhyun Oppa.

Tapi kenapa? Kenapa Chan Yeol Oppa tidak jujur padaku? Kenapa dia menghilang begitu saja? Apakah menurutnya aku tidak pantas untuk tahu? Apakah menurutnya aku akan berhenti menyayanginya setelah tahu dia bukan kakak kandungku?

Kemudian aku teringat kata-kata Sehun waktu itu. “Apakah kau juga menyukai Chan Yeol hyung bukan hanya sebagai kakak?”

Saat itu aku tidak bisa menjawabnya. Sekarang pun aku masih tidak bisa menjawabnya. Karena aku sendiri tidak tahu apa jawabannya.

Minggu pagi. Salju turun dengan deras. Membuat jalanan dan pepohonan beku terutup lapisan es. Sebentar lagi natal, tapi aku tidak bisa merasakan kebahagiaan yang sama menjelang natal seperti sebelum-sebelumnya. Meskipun Han Hee dan Henry Oppa sudah menghias pohon natal besar dan memenuhi rumah kami dengan rangkaian mistletoe, tetap saja aku tidak merasa bahagia. Ada sesuatu yang hilang. Dan aku tahu apa sesuatu yang hilang itu.

Aku tidak bisa mendengar suara tawa Chan Yeol Oppa yang menggelegar seperti biasanya. Tidak ada yang melempariku bola-bola salju seperti biasanya. Tidak ada yang menggangguku seperti biasanya. Tidak ada Chan Yeol Oppa.

Ponselku berdering. Ada telepon dari Baekhyun Oppa. Dengan tangan bergetar, aku pun mengangkat ponselku. “Chan Rin~ah, kau ada di mana? Bisakah kita bertemu?” berbeda dengan biasanya, saat ini nada suara Baekhyun Oppa terdengar serius.

Aku terdiam selama beberapa saat. Aku menduga sejak dulu-pun Baekhyun Oppa tahu tentang Chan Yeol Oppa. Bagaimanapun mereka sahabat baik. Aku mulai bisa menerima mengapa Chan Yeol Oppa tidak memberitahuku yang sebenarnya, tapi aku tidak bisa menerima mengapa ia mengabaikanku sekarang. Diabaikan dan tidak dianggap lebih menyakitkan daripada dibohongi.“Oppa, apakah kau tahu? Kau tahu Chan Yeol Oppa bukan kakak kandungku?”

Baekhyun Oppa terdiam. Aku yakin dia tahu. “Oppa, kenapa dia menginap di rumahmu? Apakah dia membenciku sekarang?” tanyaku sinis.

“Chan Rin~ah…, aku…, aku sudah berjanji tidak akan mengatakan hal ini. Tapi aku tidak bisa.” Suara Baekhyun bergetar, seperti menahan tangis. “Aku….” Baekhyun terdiam.

Dadaku tiba-tiba terasa sesak. “Oppa, ada apa? Kau baik-baik saja? Chan Yeol Oppa baik-baik saja?”

“Datanglah ke rumahku sekarang, Chan Rin~ah. Kumohon….datanglah sekarang juga. Aku tidak bisa menghadapi ini sendirian….” Baekhyun menangis. Dadaku terasa semakin sakit. Berbagai pikiran buruk mulai menyergap otak-ku. Cepat-cepat aku meraih mantel dan berlari keluar dari rumah menuju rumah Baekhyun Oppa yang berjarak beberapa blok dari rumahku. Aku tidak memedulikan butiran salju yang menjatuhi rambutku dan membuat kepalaku beku. Di saat seperti ini aku berharap memiliki kekuatan teleportasi seperti Kris dan Sehun.

Aku tidak menduga Baekhyun Oppa sudah menungguku di luar rumahnya. Wajahnya pucat dan bibirnya membiru karena kedinginan. Matanya sembab dan  wajahnya terlihat kacau sekali.

“Chan Rin~ah..” gagapnya. Ia meraih tanganku. “Mungkin kau bisa membujuknya. Mungkin masih ada waktu. Mungkin Chan Yeol bisa selamat…” air mata Baekhyun mengalir deras.

“Oppa, apa maksudmu?”

Tubuh Baekhyun bergetar hebat. Entah karena kedinginan atau karena hal lain. Ia menarik tanganku dan berlari masuk ke dalam rumahnya yang sepi.

“Aaaarrrgggghhhhh!!!!!”

Aku mematung begitu mendengar suara lolongan kesakitan. Aku hafal betul suara siapa ini. Chan Yeol Oppa!

Dan di sanalah aku melihatnya. Chan Yeol Oppa berbaring di tempat tidur. Tubuhnya ditutupi selimut tebal. Dahi-nya dipenuhi butiran keringat. Belum pernah aku melihat Chan Yeol Oppa dalam kondisi seperti ini.

“Aarrrggghhhhh!!!!” Chan Yeol Oppa menjerit lagi sambil memegang kepala dengan kedua tangannya.

“OPPA!!!!!” aku berlari dan berlutut di samping tempat tidur. “Oppa, kau kenapa?”

Chan Yeol Oppa membuka matanya dan menatapku dengan nafas terengah-engah. “Rinrin….” Bisiknya lemah.

“Chan Yeol menderita kanker otak stadium akhir. Dia tidak mau menjalani operasi.” Kata Baekhyun diantara isak tangis.

“Diamlah, Baek.” Kata Chan Yeol Oppa pelan.

“Oppa….”

Chan Yeol Oppa mengulurkan tangannya dan menyentuh pipiku dengan lembut. “Rin.., aku tidak punya banyak waktu lagi…”

Aku menggeleng. Air mataku mengalir deras. “Kau pasti sembuh! Ayo kita ke rumah sakit, Oppa!”

Chan Yeol menggeleng lemah. “Tidak ada gunanya. Dokter pun tahu aku tidak punya harapan. Operasi tidak akan membantuku…”

“KAU PASTI SEMBUH, OPPA!!” jeritku.

Chan Yeol tersenyum. “Rin.., maafkan aku. Aku bukan kakak yang baik. Aku mencintaimu, Rin. Aku ingin terus hidup bersamamu sampai tua, sampai tubuh kita bungkuk dan kulit kita menua penuh keriput. Sampai rambut kita memutih penuh uban. Tapi aku tidak bisa. Maafkan aku….”

Aku hanya menatap Chan Yeol Oppa sambil berurai air mata. Chan Yeol Oppa menghapus air mataku dengan jemari-nya yang panjang. “Berjanjilah padaku, kau akan hidup dengan bahagia. Aku tahu siapa kau yang sebenarnya, Park Chan Rin.” Chan Yeol tersenyum. “Hiduplah dengan bahagia bersama Kris. Aku tahu dia akan menjagamu dengan baik. Aku tahu dia adalah kakak yang jauh lebih baik dariku.”

Aku menggeleng. “Tidak! Kau tidak boleh pergi, Oppaa….”

“Bisakah kau menungguku? Aku akan berusaha meminta agar takdir mempertemukan kita lagi. Di kehidupanku yang selanjutnya….aku akan menemuimu lagi. Di kehidupanku yang selanjutnya….aku tidak akan membohongi perasaanku lagi. Aku akan mengatakan yang kurasakan padamu. Tapi Rin, seandainya takdir tidak menghendaki kita bersama…, seandainya aku tidak bisa bereinkarnasi…, bisakah kau melupakanku dan melanjutkan hidupmu? Aaarrgghhhhh…..” Chan Yeol Oppa kembali menjerit kesakitan. Aku tidak bisa melakukan apapun selain menangis. Begitupula dengan Baekhyun Oppa.

Tiba-tiba saja Kris datang dalam wujudnya yang asli. Sayap hitamnya mengepak-ngepak perlahan. Matanya yang kuning bercahaya menatap Chan Yeol tajam. Chan Yeol tersenyum padanya.

“Kris Oppa.., apa yang kau lakukan di sini?”

“Kris hyung, aku sudah siap…” bisik Chan Yeol Oppa lemah.

Kris mendekati Chan Yeol dan mengelus puncak kepalanya perlahan. Sebuah untaian sinar kuning keperakan keluar dari tangan Kris dan perlahan masuk ke dalam kepala Chan Yeol.

“Kau bisa menyembuhkannya?” tanyaku penuh harap.

Kris tidak menjawab. Selama beberapa saat dia hanya terus mengulangi hal yang sama, sampai kemudian Chan Yeol memejamkan matanya dengan damai dan se-ulas senyum tersungging di wajahnya. Aku memperhatikan tubuhnya yang terdiam kaku. Tidak terdengar helaan nafas, dan tidak ada detak jantung.

“KAU MEMBUNUHNYA! KAU MEMBUNUH CHAN YEOL OPPA!!!!” jeritku sambil memukuli dada Kris dengan keras dan bertubi-tubi.

Kris terdiam dan hanya menatapku. “Aku tidak membunuhnya. Bagaimanapun sebentar lagi dia akan mati…”

“KAU MEMBUNUHNYA!!!!”

Baekhyun menangis meraung-raung di samping Chan Yeol. Aku terus memukuli dada Kris dengan penuh amarah sambil berurai air mata.

“Chan Yeol meminta bantuanku. Aku memang membuatnya pergi 1 jam lebih cepat dari yang seharusnya. Chan Yeol ingin bereinkarnasi dan bertemu lagi denganmu. Tapi aku tahu semua itu akan sulit baginya karena dia adalah manusia biasa. Dia meminta bantuanku. Dia berkata…tidak apa-apa bila dia dilahirkan kembali sebagai makhluk lain. Tidak apa-apa bila dia dilahirkan di dimensiku, yang penting dia bisa bertemu lagi denganmu.”

Kris menatapku dalam-dalam. Aku sudah berhenti memukulinya. “Apakah kau berhasil? Apakah kau berhasil membuat jiwa-nya terlahir kembali di dimensi-mu?”

Kris menggenggam kedua tanganku. “Kalau kau yakin, apapun bisa terjadi. Tunggulah, Rin. Mungkin 100 tahun…, 200 tahun.., aku tidak tahu pasti. Tapi kalau kau benar-benar mencintai Chan Yeol, dan percaya bahwa dia akan kembali padamu suatu hari nanti, maka dia akan kembali.”

Aku terisak. Dadaku terasa kosong, seolah ada yang mencabut jantungku secara paksa dan meninggalkan lubang menganga yang sangat dalam di dadaku. Aku ingin mempercayai kata-kata Kris. Aku ingin bertemu Chan Yeol Oppa lagi dan menjalani kehidupan bersamanya yang tidak bisa kami jalani di dunia ini. Aku ingin bertemu Chan Yeol Oppa lagi dan mengatakan aku mencintainya. Aku mencintainya sebagai kakak, kekasih, dan sahabat baikku. Satu-satunya orang yang paling ingin kubuat bahagia di jagad raya ini.

Aku mengulurkan tanganku dan menyentuh pipi Chan Yeol yang dingin. Aku menelusuri setiap bagian wajahnya. Matanya, hidungnya, bibirnya. Aku akan mengingat wajah ini selamanya.

Aku mendekatkan wajahku dan mengecup bibirnya. Air mataku mengalir. Aku percaya, suatu hari nanti kedua matanya yang terpejam ini akan membuka kembali dan menatapku dengan pandangan berbinar. Bibir beku ini akan terasa hangat lagi dan menampakkan senyumannya yang khas.

Ya, yang bisa kulakukan saat ini hanyalah percaya bahwa suatu hari nanti, entah kapan, Chan Yeol Oppa akan kembali lagi. Saat itu aku tidak akan peduli bagaimana wajahnya. Aku tidak peduli bila ia harus dilahirkan di planet lain, di dimensi lain. Selama ia adalah Park Chan Yeol, maka aku akan terus menyayanginya. Ya, karena ia adalah Park Chan Yeol.

“Semakin kuat perasaan bahagia saat bertemu, semakin besar pula rasa sedih saat berpisah. “

Aku ingin menambahkan quotes itu. Bagiku…, rasa sedih teramat kuat yang kurasakan saat ini akan terbalaskan suatu hari nanti dengan rasa bahagia yang teramat dalam. Karena kesedihan dan kebahagiaan akan terus bergulir bergantian.

Hari ini, 23 Desember 2013, sampai waktu yang tak terbatas, aku, Park Chan Rin, akan terus percaya bahwa suatu hari nanti kebahagiaan itu akan datang padaku. Aku percaya Chan Yeol Oppa akan kembali padaku.

============= End of Chan Rin PoV ===========

============Han Hee PoV ===================

“Kau benar-benar akan pergi?” Young Jae oppa menatap ku tajam dengan bola mata hitam nya. Ya.. Yoo Youngjae, akhirnya sahabat ku itu kembali ke dunia manusia setelah menyelesaikan urusannya di dunia angle. Sebenarnya banyak yang ingin aku tanyakan mengenai dunia angleyang selama ini dirahasiakannya dari ku, tapi saat ini aku sedang tidak semangat untuk bertanya atau pun berceloteh seperti biasa. Meninggalnya Chan Yeol oppa masih membuat ku shock, bagaimana pun aku sangat menyayanginya sebesarrasa sayang ku pada Henry oppa.

“Han Hee jawab aku!”

“Nee..” aku menjawab pelan juga akhirnya, masih menunduk. Jika aku menatap matabening Young Jae, entah mengapa aku merasa seperti gelas transparan. Semua yang kupikirkan dapat dia baca dengan mudah.

“Chan rin sudah tahu?”

Aku menggosokkan jemari ku yang dingin ke syal di depan ku “Aku sudah memberi tahunya kemarin, anni.. lebih tepatnya dia mengetahui dari Lim seonsaeng kalau mulai besok aku harus pergi untuk pertukaran pelajar ke China selama 6 bulan ini”

“Dan reaksinya?”

“Dia berkata bahwa dia baik-baik saja dan mengijinkan ku pergi, padahal apa yang baik-baik saja? Chan-chan terus menangisi Chan Yeol oppa!”kata ku sambil mengelap sudut mata ku yang basah, seperti mengerti dengan perasaan ku,namja berambut hitam ini menepuk nepuk bahu ku lembut.

“Han Hee-ya jujurlah pada ku, sebenarnya alasan terbesar mu ikut pertukaran pelajar itu adalah untuk melarikan diri dari pria itu kan?”

Aku mendongak untuk mendapati Young Jae tersenyum sedih padaku, dia tidak terlihat hendak menyalahkan ku. Tapi bagaimana dia bisa tahu? Padahal aku yakin kali ini tak ada seorang pun yang tahu perasaan ku.

Tidak, mungkin saja Young Jae oppa mengira hal lain

“Hahahhaha.. kau bicara apa sih Young Jae oppa!” aku mendorong bahu Young jae ringan “Bukan kah sudah kubilang aku sudah menyerah mengenai Daehyunnie oppa!”

“Aku sedang tidak membicarakan Daehyun, tapi pria itu, pria yang ingin kau berikan syal itu kan?” Young Jae menunjuk syal merah hasil rajutan ku, jelas sekali tertulis inisial pria itu

Aku merebut syal yang kuletakkan di meja depan ku dan menatap Youngjae penuh selidik “Sejak kapan kau tahu Yoo Young Jae?”

Young Jae oppa terkekeh, dia menyesap cappucino nya sebelum kembali berkata “Kau lupa? Aku sahabat mu dari kecil Han Hee-ya, aku tak akan bisa kau bohongi. Oh ya dan lagi kau pikir aku akan salah mengenali inisial namanya dengan kode ukuran pakaian? Ingat aku adalah brain di BAP!”

“Dasar narsis!”

“Terserahlah hahahahha.. tapi sebagai sahabat baik mu, aku berharap kau bisa terus terang saja pada pria itu. Bukan kah selama ini pria itu juga menyayangi mu? “

Aku hanya tersenyum tipis. Sedih. Ya mungkin memang pria itu menyayangi ku, tapi hanya sebagai adik. Tidak mungkin lebih.

@@@@

@Incheon International Airport

December 25th 2013

19.00 KST

 

‘Honey.. aku sudah menerima syal rajutan dari mu tadi pagi ^0^, xie xie (terima kasih)~ aku sangat suka!! oya malam natal ini jadi kan kita bertemu di apgeujeong? Di cafe yang waktu itu kau rekomendasikan ya!’

Aku menatap e-mail dari pria itu, entah sudah keberapa puluh kalinya sejak tadi siang. E-mail itu benar-benar hampir membuat ku goyah dan membatalkan penerbangan ku ke Beijing kalau saja aku tidak sengaja melihat pria itu berjalan bergandengan‘lagi’ dengan seorang gadis berkulit kuning langsat dengan rambut panjang sepunggung masuk ke dalam dorm EXO saat aku membantu Chan-chan membereskan barang-barang Chan Yeol oppa.

Pria itu sudah mempunyai kekasih, ya pasti begitu, aku tidak mau patah hati untuk yang kedua kali

“Hei kenapa kau melamun terus cebol! Kau kan cuma akan pergi selama 6 bulan bukan 6 tahun, apa kau takut tak bisa melihat idola mu ini selama itu?”

“Heohhh???” aku melirik namja berwajah tirus yang ntah sejak kapan ketularan narsis nya Himchan oppa, ya Daehyun oppa dan Chan-chan mengantar ku ke bandara. Kalian jangan salah paham, aku sudah tidak lagi terobsesi pada pria yang dijulukiBusan Wonbin di samping ku ini.

“Maaf-maaf saja ya Mr. Jung, idola ku di B.A.P saat ini adalah Yong Guk oppa!”

Daehyun oppa membelalakkan matanya tak percaya, tapi anehnya sedetik kemudian tawanya pecah “Hahhahahha sayang sekali!! Gadis berisik seperti mu sama sekali bukan tipe Yongguk hyung! Hahahhahaha”

Aku memberengut kesal, dasar namja ini! Padahal aku hanya ingin diantar oleh Chan-chan saja karena eomma dan appa berhalangan, eh tapi tiba-tiba namja ini datang entah dari mana. Aku tahu, Daehyun masih menyukai saudara ku makanya dia berdalih ikut mengantar ku ke bandara.

Daehyun berdeham dan kembali pasang tampang cool saat menyadari Chan rin berjalan ke arah kami sambil membawa tiga kaleng coke. Haha. wajahnya kelihatan bahagia seperti itu saat Chan rin memberinya minuman itu, membuat ku tanpa sadar  tersenyum. Ya, aku tahu kalau Chan-chan tentunya belum melupakan kepergian Chan Yeol oppa, tapi aku yakin Daehyun,  Sehun, Kai dan Kris oppa bisa menemaninya di saat-saat sulit ini.

Grep

Tiba-tiba Chan-chan memelukku yang sedang berdiri dari belakang, membuatku yang sedang minum coke hampir tersedak. Tidak biasanya dia membenamkan wajahnya di pundakku duluan. Walau aku tak bisa melihat wajahnya, aku tahu dia sedang menangis sekarang. Yang bisa kulakukan hanya menepuk-nepuk tangannya yang memelukku.

“Han Hee-ya, harus kah kau pergi juga?” lirih Chan –chan membuat ku beku sesaat. Perlahan aku meraih lengannya dan memutar tubuh saudara ku itu agar menghadap ke arah ku.

“Chan-chan … kau sungguh-sungguh tak ingin aku pergi? ” tanya ku hati-hati, jika Chan-chan memaksa ku tinggal, maka aku akan tinggal meski aku harus menahan perasaan ku pada pria itu

Chan –chan menggelengkan kepalanya dan ganti menatapku lekat lekat “Pabo ya! Kau harus pergi!  Aku dengar sudah lama kau tak bertemu nenek mu dan kau sudah berusaha keras untuk terpilih menjadi siswi pertukaran pelajar ke Beijing, memangnya aku tega menahan mu heoh?”

Aku hendak membuka mulut ku, tapi senyuman Chan-chan membuat ku mengurungkan niat. Aku hanya menganguk singkat.

Pesawat dengan jam keberangkatan—-

“Itu pesawat ku!” kata ku, Chan-chan memelukku lagi sekilas dan Daehyun oppa menepuk nepuk kepalaku seolah aku anak kecil. Aku menatap Chan Rin yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya, sepertinya dia lah yang paling terpukul dengan kepergian Chan Yeol oppa.

“Oya Chan-chan, kau tidak memberi tahu Sehun, Kai ataupun Kris oppa kan kalau aku ke Beijing?”

“Anni… kau kan yang meminta, tapi memangnya kenapa?”

Aku menggeleng penuh rahasia dan kemudian tersenyum, mengambil gagang koper dan tas ransel “Aku hanya tak ingin kalau tiba-tiba penyamaran mereka terbongkar disini dan membuat semuanya heboh” kemudian pandangan ku beralih kepada Daehyun oppa yang menggunakan syal hitam dan topi “Untung saja Daehyunnie oppa kan tidak ‘semencolok’ Kai dan Sehun oppa, jadi tidak masalah hahahhaa”

“Ckkk… sudah mau pergi, masih saja bawel” rungut Daehyun oppa, aku mengecup pipi Chan-chan sekilas dan mencubit pipi Daehyun oppa sebelum setengah berlari ke arah pintu keberangkatan international.

Ya.. Kai, Sehundan terutama Kris tidak boleh tahu aku pergi, sebab kalau mereka tahu, maka kemungkinan besar pria itu pun akan tahu.

@@@@@

Beijing International Airport, China

22.30 Waktu Setempat

“Nona Lau?” aku menganguk saat seorang pria setengah baya menyapa ku dengan bahasan mandarin saat tiba di bandara. Nenek sudah bilang bahwa sopir kepercayaanya yang akan menjemputku langsung di bandara, dan sepertinya ahjusshi ini orangnya karena dia mengenali ku terus berceloteh mengenai masa kecil aku dan Henry hyung. Aku pun mengikutinya masuk ke dalam mobil sport yang mengantar kan ku ke rumah nenek, rumah yang akan kutempati sementara karena sekolah tempat ku pertukaran pelajar mewajibkan seluruh siswa dan siswinya untuk tinggal di asrama.

Dari jendela mobil, aku menatap gedung-gedung pencakar langit yang dipasangi lampu-lampu berkelap-kelip membentuk pohon natal, santa, atau hiasan natal.Beberapa display besar menunjukkan ucapan ‘Merry Christmas’ di berbagai titik jalan. Tapi yang paling membuat ku iri adalah melihat banyak pasangan dan keluarga yang menghabiskan natal bersama, membeli cake, makan malam, dan berjalan-jalan di jalanan bersalju yang terlihat indah dengan hiasan pohon natal. Jika saja aku masih di Seoul dan menghabiskan natal bersama dia…

“Ahjusshi.. maksud ku paman Chou, bukan kah ini lagu super junior M?”lamunan ku buyar seketika ketika paman Chou menyalakan dvd player di mobil sambil masih menyetir, menampilkan mv Break Down suju-M. Jangan bilang diam-diam ajusshi ini seorang ELF?!

“Mr. Henry JJANG!” kata paman Chou dalam bahasa korea dengan lafal yang aneh sambil mengacungkan ibu jarinya, aku tersenyum dan mengikuti tingkah paman Chou.

Merry Christmas Ms. Honey Lau, I will present you a many cristmas songs and you will be like it!” kata paman Chou setelah lagu Break Down suju-M selesai, aku menganguk anguk bersemangat.

Seandainya saja pikiran ku tidak dipenuhi pria itu, aku pasti akan menikmati perjalanan ke rumah nenekku apalagi paman Chou sepertinya orang yang menyenangkan. Aku menekan ponsel ku yang masih dalam keadaan off ke dada ku yang terasa sesak saat paman Chou memutar salah satu lagu EXO Chinese Version, membuatku terpaksa mendengar suara-nya, membuat ku bertanya tanya, apa dia masih menunggu? Apa dia  berusaha terus menghubungi ku? Apa dia mencari ku? kenapa baru saja sebentar berpisah dengannya aku sudah sangat merindukan-nya?

Aku menggelengkan kepala ku cepat, bagaimana pun ini salah, dia sudah menganggap ku sebagai adiknya selama belasan tahun dan aku harus mulai belajar menerimanya.  Aku harus menghilangkan perasaan ku pada-nya.

Author note : ada yang tahu siapa “pria” yang dijauhi oleh Honey?

@@@@@@

@Haidian Senior High School, Beijing

December 27 th 2013

“Hello everybody, my real name is Lau Zhen Han, you can call me Honey or Honey Lau  or Park Han Hee. Han Hee is my korean name. I’m student exchange from Seoul, SouthKorean for six month. But actually I’m half Taiwan and Hongkong. My hobbies are singing, playing piano and guitar, hanging out, chatting and travelling. That’s all from me. Nice to meet you all”

Aku memperkenalkan diri ku dengan percaya diri, mata ku sekali lagi menyapu kelas yang mendadak ramai. Hati ku berdebar debar, bagaimana ini jika mereka tidak menyukai ku? Tapi aku segera mengenyahkan pikiran itu, dengan sifat supel dan ceria ku aku yakin akan mendapatkan teman baru disini. Oh ya, tadi aku memperkenalkan diriku dalam bahasa Inggris karena sekolah ini memang mewajibkan penggunaan bahasa Inggris tiga kali dalam seminggu selama jam belajar mengajar.

Oke Honey, you can sit over there. There is an empty chair besideHarry” kata Edison laoshi sambil menunjuk kursi kosong di sebelah jendela, deretan kedua dari belakang. Tepat di sebelah seorang namja yang sejak tadi membenamkan kepalanya di meja. Jadi di sebelah kiri ku nanti adalah jendela dan sebelah kanannya anak yang dipanggil ‘Harry’ itu. Apa dia ketiduran? Kenapa teman-teman di sekitarnya bahkan Edison laoshi tidak membangunkannya?

Oke, thank you sir” aku tersenyum manis kemudian meluncur dan duduk di samping namja itu. Aku menunduk mencoba melihat wajahnya, sepertinya dia lucu juga. Sebentar… kenapa rasanya wajahnya familiar?

And now, please open your literature book page 109”

@@@@

~Breaktime~

“Kyaaaaaaa kau sungguh sungguh adiknya Henry gege?” Allyssa Chen  dan Angelina huang,teman baru ku mendadak heboh. Aku memberikan pandangan tajam ke arah namja di samping kanan ku yang pasang wajah tidak berdosa. Oke, perlu kalian tahu ternyata namja berbadan tegap,tinggi, berkulit putih, tampan dengan rambut cokelat pendek di samping kanan ku adalah kawan ku saat elementary schooldi Beijing, nama aslinya adalah Xiaotong Yu. Ternyata dia menggunakan nama Harry sekarang.

Awas kau Xiaotong Yu!

Aku melempar death glare ku, tapi dia malah tidak peduli dan menguap. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, mencoba bersabar menghadapi kedua makhluk di depan ku yang sepertinya fans berat Henry gege.

“Hahahhaha iya, tapi ini rahasia, please kalian rahasia kan ya dari yang lainnya”

“Baiklah, tapi aku minta tanda tangan Henry gege, okay?” pinta gadis dengan bola mata biru. Ya Alyssa memang memiliki darah eropa.

Please Honey, I really like your brother!” tambah Angelina, aku pun menyanggupi permintaan mereka. Mungkin untuk jaga-jaga sebelum si mulut besar Harry membocorkan mengenai kakak ku ke seluruh ELF yang ada di sekolah ini, aku harus mulai menyetok tanda tangan Henry gege -.-“

“Huaaa leher ku super pegal!”Yu menengadah ke atas sambil memegang tengkuknya dan menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan sehingga aku bisa mendengar suara ‘ceklak’‘ceklik’ dari lehernya. Kebiasaanya dari elementary school ternyata tidak berubah.

“Honey tidak ke kantin?” Alyssa bertanya pada ku setelah menemukan dompetnya dalam tas. Namun belum aku menjawab Angelina sudah menjawab duluan.

“Alyssa, kau seperti tidak tahu saja, ada yang dari tadi sudah memberi kode agar kita pergi” Angelina mengerling  menggoda ke arah Harry. Aku hanya mengerjapkan mata tidak mengerti.

“Ckk.. sudah jangan meledekku terus! Pergi sana ke kantin!”Harry berdiri dan mendorong tubuh Angelina dan Alyssa ke arah pintu hingga mereka keluar dan dia pun menutup pintu geser kelas.

“Hahahhaha.. ! Honey dan Harry kalian bisa menyusul kami kalau mau ya!”

“OKAYY!!!” Xiaotong Yu mengeluarkan kepalanya sedikit dan berteriak kencang. Aku sampai harus menutup kuping ku. Ternyata dia tidak berubah, tetap berisik. Jauh lebih berisik dari pada aku.

“Uuh.. kau membuat ku terkejut. Kencang sekali suara mu”

“Panggil saja aku Harry seperti yang lainnya,” Harry mendekat dan duduk di bangku kosong di depan ku.

“Harry? Oh ok! Kau tidak ke kantin? Tidak lapar?”

Harry tersenyum “Aku tidak ke kantin, aku bawa bekal, kau mau?”ucapnya seraya mengeluarkan makanannya dari locker meja. Mata ku terbelalak. “Di sini banyak yang membawa bekal, cuma mereka sering memakannya di luar kelas, lagi pula jajanan kantin di sekolah elite ini lumayan menguras isi kantung”

Baiklah, Xiatong Yu memang tidak berubah, berisik dan tidak suka jajan alias pelit

“Kalau di Seoul justru jarang ada yang membawa makanan dari rumah. Disana makanan kantinnya enak lho! Makanya saat jam istirahat kantin ramaiiiii sekali!”

“Apa kah makanan disana murah?” Harry tampak tertarik

“Murah kok, dengan uang jajan ku perhari sudah bisa membeli dua porsi jjangmyeon plus minumnya”

“Wah.. kalau begitu lain kali aku yang harus pertukaran pelajar ke Seoul, hahahhaha, ah ya, kau mau?”

“KYAA!! DIM SUM??”

“Ini sumpitnya, kau cobalah, aku yang bikin sendiri loh!”

 

‘Zreeegg’

Suara pintu geser yang dibuka sedikit memekakkan telinga, ya karena kelas ini sepi sekali. Hanya ada aku dan Xiatong Yu, Eh Harry.

“Ah… maaf, seperti nya aku salah ruangan” seorang namja berjas hitam dengan tas kerja di tangannya muncul dari balik pintu. Entah mengapa aku merasa wajahnya begitu familiar, tapi kaca mata tebalnya membuat ku tidak yakin.

“Jangan-jangan kau guru baru itu!” Harry meloncat sedikit untuk berdiri dan menghampiri namja itu “Aku Harry Yu, class representative 3A, aku sudah mendengar kalau ada guru baru yang akan menggantikan Wang laoshi selama beliau cuti hamil.

“Kalian bisa memanggil ku Xiao Lu laoshi” namja itu tersenyum, membuat ku refleks menjatuhkan sumpit yang sedang aku pegang. Mata ku melebar tak percaya, ya, senyum itu tak salah lagi. Itu adalah senyum Luhan gege!

Tapi apa yang Luhan gege lakukan di Beijing???

@@@@@

Keesokkan harinya

Oh Sehun! Kenapa’ kekasih mu’ bisa ada di Beijing??

Aku mengirim pesan singkat pada si vampire aneh itu, aku benar-benar tak habis pikir apa yang dilakukan Luhan oppa dengan menyamar sebagai guru disini? Memang sementara ini EXO sedang vakum sepeninggalan Chan yeol oppa, tapi tetap saja bisa gempar kan kalau dia menghilang begitu saja? Untunglah sepertinya hanya aku yang mengenali wujud asli Xiao Lu Laoshi –Nerd Chemistry Teacher– yang sering membuat ledakkan-ledakkan dalam demonstrasi di kelasdan lab.

Kekasih? Ahhh.. maksud mu Luhan ge? Dia bilang kakaknya menikah, jadi meminta izin pulang beberapa hari

Aku mendengus. Kakak? Hahaha… jangan bercanda, saudara satu-satunya Luhan gege adalah putri Aster yang telah tiada. Sepertinya Sehun oppa juga tahu yang sebenarnya tapi tidak mempertanyakan alasan Luhan gege. Dasar HunHan!

Driingg

Ternyata ada pesan lagi dari Oh Sehun.

Oh ya Han Hee… Sebaiknya kau menyiapkan alasan bagus pada Luhan ge, selama ini dia hampir gila mencari mu!

Aku meneguk saliva ku, merasakan hati ku kembali tidak tenang. Bagaimana ini? Pria yang selama ini aku coba jauhi ternyata malah menyusul ku ke Beijing bahkan menyamar menjadi guru ku di sekolah baru ku ini. Ya, pria itu adalah Xi Lu Han.Pria yang ingin aku hindari selama ini. Pria yang hanya menganggapku sebagai adiknya karena aku mirip dengan putri Aster, adik kandung-nya. Aku tak tahu kapan persis nya dia membuatku menyukainya, tapi aku yakin satu ciuman itu memiliki dampak besar.

Flashback

Dua bulan lalu

@Namsan Tower

“Honey-ah, gwenchana?”

“NAN GWENCHANA!!!!” Aku berteriak sambil merentangkan tangan ku seolah ingin merengkuh seluruh pemandangan langit malam yang terlihat sangat indah. Tapi tak lama aku merasa tubuh ku kembali lemas, ya… lagi-lagi aku teringat pada Jung Daehyun saat mata ku tak sengaja menatap ke arah pagar yang dipenuhi gembok-gembok. Dulu aku pernah bermimpi untuk menuliskan nama ku dan Daehyun oppa di salah satu gembok dan menguncinya di pagar itu, orang bilang kalau kita menuliskan nama kita dan orang yang kita cintai di gembok dan menguncinya di pagar namsan tower, maka cinta antara kedua orang itu akan abadi.

“Lagi-lagi kau berpura-pura ceria” Luhan gege menepuk nepuk rambut ku, aku terkekeh kecil dan menggeleng tapi mataku yang memanas tak bisa berbohong.

“Luhan ge… apa kau pernah patah hati?”kata ku setelah membalikkan tubuh ku untuk menghadap ke arah Luhan, dia terlihat berpikir dan akhirnya hanya menaikkan kedua bahunya.

“Entahlah, sejak dulu gadis yang kuperhatikan hanya adikku Aster dan Kau, mengawasi mu menghabiskan banyak waktu Honey”

“Yahh… tidak seru! Masa pangeran Devil tampan seperti mu tidak ada yang suka sih?”

“Hmm.. aku tak pernah mengingat siapa saja yang menyukai ku, terlalu banyak” kata Luhan gege dengan penuh percaya diri membuatku mendorong bahunya sebal.

“Yahh… tapi melihat kepopuleran Luhan ge saat ini sih, aku jadi tidak bisa membantah hahaha.., bahkan aku sudah menjadi fans mu” tambah ku sambil terkekeh, siapa yang tidak bangga dianggap adik oleh pria luar biasa seperti Luhan gege?

“Tuh kau tahu sendiri Honey” Luhan gege tersenyum makin lebar, aku sangat menyukai senyumannya.

“Jadi diantara fans-fans mu yang setumpuk itu apa ada yang kau sukai?”

“Yang aku suka?”Luhan tertawa kecil, dan kemudian tak lama tawanya lenyap. Matanya yang tajam sekarang menatap ku intens. Entah mengapa tatapannya sukses membuat jantungku bedegup lebih kencang, 10 kali? Anni… pasti lebih.

“Aku bersyukur banyak yang menyukai ku, tapi kau lah yang terpenting Honey”

“Luhan ge…”

Aku membuka mulut ku sedikit untuk menjawab kata-katanya, tapi yang kudapat sentuhan hangat di bibir ku. Mencium ku dengan penuh perasaan. Luhan gege mencium ku! Apa ini? Kenapa Luhan gege tiba-tiba seperti ini? Dan kenapa aku sama sekali tidak menghentikannya?

“Ah.. mian..” Luhan gege tiba-tiba mendorong tubuh ku agak keras, aku hanya bisa menunduk dengan wajah yang sudah pasti sangat merah. “Kau.. tahu kan aku.. tidak bermaksud..”

Aku menggelengkan kepala “Tentu saja.. bukan apa-apa, la.. lagipula bukan kah wajar kakak mencium adiknya?”

Luhan gege menatapku seolah habis terpukul, dia terlihat linglung “Wajar?” Luhan gege tertawa kaku“Tentu saja wajar, kau kan selamanya adalah adikku Honey”

Dan setelahnya aku benar-benar ingin menangis.

Setelah kejadian itu, Luhan oppa sama sekali tidak pernah mengungkit-ungkitnya. Dia memperlakukan ku kembali seperti biasa, sebagai kakak yang overprotective pada adiknya. Berbeda dengan ku, semakin lama aku semakin menyukai Luhan oppa dan aku tak ingin membuatnya susah karena perasaan sepihak ku.

Flashback end

“Kenapa kau melamun Honey?Homesick?” Harry menempelkan sekalengsoft drink dingin di pipiku, membuat ku berjengit.

“Kau masuk? Kupikir kau membolos hahahaha”

“Sebenar nya aku lelah, tapi karena ada kau, aku putuskan tidak ada salahnya masuk setengah hari juga”kata Harry kemudian, dia merebahkan tubuhnya di kursi panjang taman yang sedang ku duduki bahkan meniduri paha ku!

“YAA!!”

“Hahahhaha pinjam kan aku kaki mu sebentar, aku sangat lelah dan mengantuk~” pinta Harry mengiba, membuat ku menggeleng-gelengkan kepala saat menyadari kedua matanya yang terpejam.

“Memangnya apa yang kau lakukan sampai selelah itu heoh?” Aku menegakkan punggung ku ketika menyadari sesuatu “Ya Tuhan, bukan kah waktu kecil kau sudah bermain film? Jangan bilang sekarang pun kau sibuk syuting film?!”

Harry tidak menjawab pertanyaan ku, sepertinya dia sudah masuk ke alam mimpinya. Kelopak matanya mengerenyit dan dahinya mengerut ketika sinar matahari yang awalnya tertutup awan mengenai matanya. Aku terkekeh dan menghalangi cahaya matahari itu dengan buku.

Ya, Harry waktu kecil adalah seorang pemain film. Sebenarnya dia anak yatim piatu yang diadopsi oleh seorang produser film, beruntunglah dia punya bakat akting.

Welcome home honey

“Eh?” aku mengerjap menatap Harry yang sekarang bibirnya melengkung, tersenyum. Apa sebenarnya namja ini belum benar-benar tertidur? Tanpa sadar aku ikut tersenyum “Ya… aku pulang”

Aku sama sekali tak menyadari sepasang mata cokelat sejak tadi memperhati kan ku dan Harry dari kejauhan.

@@@@

“Honey Lau, setelah bel berbunyi, pergilah ke ruang guru” kata Xiao Lu laoshi di akhir pelajarannya sebelum dia meninggalkan kelas. Aku menganguk, jadi akhirnya Luhan gege mengambil tindakan juga? Selama dua hari ini aku tidak mengindahkannya, aku tahu dia berusaha memberi ku petunjuk bahwa dia adalah Luhan oppa seperti membuka kaca matanya sesaat saat berpapasan dengan ku, atau sengaja mengistimewakan ku diantara siswa lainnya. Apa dia berharap aku akan menemuinya, berteriak heboh dan excited?

Kenapa orang ini selalu membuat ku bingung!

“Honey, kutemani?” tawar Harry, aku menggeleng dan bergeges memasukkan buku-buku ku. Dan ketika bel pertama pulang sekolah berbunyi, aku sudah berlari agak tergesa ke arah ruang guru.

Grepp

Baru saja aku hendak berbelok ke arah ruang guru, sebuah tangan kuat menggenggam pergelangan tangan ku dan menyeret ku pergi. Xiao Lu laoshi anni, Luhan gege!

“Kau mau membawa ku kemana?” tanya ku saat Luhan gege setengah mendorong ku agar naik ke dalam mobil sport berwarna merah yang terparkir tepat di depan lobi sekolah.  Tapi sialnya dia sama sekali tak menjawab pertanyaan ku, bahkan ketika dirinya sudah masuk ke dalam mobil.

“Pakai sabuk pengaman mu”

“Eh?” baru saja sedetik aku hendak mencari tali sabuk pengaman, Luhan gege dengan tidak sabar memakaikan nya untukku. Membuat tubuhnya yang beraroma mint menempel di tubuh ku, membuat ku sedikit anni, sangat frustasi karena sekarang jantungku mulai berdebar tidak karuan.

“Kenapa kau diam saja ketika guru mu memaksa mu pergi seperti sekarang?” tanya Luhan gege tiba-tiba saat kami sudah melewati gerbang sekolah. Baru kali ini aku mendengar nada bicaranya terdengar kesal.

“Kau bukan guru ku, kau Luhan gege”

DCIIITTTTT

Luhan gege menghentikan mobilnya tiba-tiba hingga tubuh ku terdorong ke depan

“Kau mengetahui penyamaran sempurna ku?” Luhan gege terperangah kemudian dia tertawa kaku sambil melepas kaca mata tebalnya “Padahal aku sudah susah-susah menggunakan kaca mata, sebenarnya aku tidak suka memakai benda merepotkan ini”

“Tentu saja aku tahu, aku kan adik mu”

DAKK *suara setir mobil dipukul oleh Luhan*

Tanpa sadar tubuh ku merapat ke arah pintu mobil, terkejut. “Luhan ge… gwenchana?”

“Tidak, maksud ku… aku baik-baik saja” Luhan menarik nafas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya, wajahnya terlihat frustasi “Honey kenapa kau tidak memberitahu kau saat pergi ke sini? Kenapa kau tidak menepati janji mu untuk menghabiskan natal bersama ku?”

“Ahh… itu…”aku memutar mata ku bingung, tak sanggup menatap ke arah mata Luhan gege yang sepertinya bisa menusukku. Aku hanya membuka mulut ku sedikit tapi tak ada kata kata yang keluar. Akhirnya setelah keheningan yang membuatku tegang Luhangege berdecak, jelas sekali dia berusaha mengontrol emosinya.

“Sudahlah… itu tidak penting, kau lapar  Honey?”

“Tidak, aku sudah makan bersama Harry” kata ku jujur, tapi rupanya aku malah menggali lubang kubur ku sendiri karena Luhan gege terlihat makin kesal. Aku takut sekaligus penasaran, apa Luhan gege tidak terima aku yang dianggap adiknya makan dengan namja lain atau ada alasan lain?

“Kau akrab sekali dengan si ikan sotong itu” kata Luhan gege dingin sambil menjalankan kembali mobilnya, mata ku membelalak.

“YAA!! Namanya Xiatong Yu, bukan ikan sotong!”kata ku tak mau kalah, apa sih yang ada di kepala Luhan gege sekarang? Dia benar-benar jadi aneh! Pasti karena terlalu sering bergaul dengan vampire aneh bernama Oh Sehun!

“Jadi kau lebih membela Xiaotong itu dibanding kakak mu sendiri?!”

“Aku tidak membela siapa-siapa” kali ini kesabaran ku habis, aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Luhan gege “Luhan ge, bukan kah kau menganggap ku sebagai adik mu? Kenapa kau malah bertingkah seperti namjachingu yang cemburuan? Atau ini bagian dari sikap seorang kakak pada adiknya? Jika iya berarti kau sudah kelewatan!”

Luhan gege tidak bereaksi apapun, dia hanya sedikit memelankan kecepatan mobilnya. Matanya yang tajam tetap memandang ke arah jalan tanpa berkedip.

“Kita mau kemana?”

“….”

Aku menarik nafas panjang setelah beberapa menit tanpa jawaban dari Luhan. Mungkin aku memang belum mengerti apa yang  ada dalam isi kepala pangeran devil ini .

@@@@@

“Pesta Dansa Natal? Bukan kah Natal sudah lewat?” aku mengerling ke arah Alyssa yang membawa brosur pada ku. Saat ini aku, Alyssa, Angelina dan Harry sedang duduk di kantin menikmati makan siang. Tidak biasanya Harry makan di kantin, dia bilang bekalnya ketinggalan.

“Memang, tapi karena pada hari natal banyak murid yang pulang ke rumah, jadi saja kami melakukannya pada saat akhir tahun sekalian pesta kembang api” jelas Alyssa sambil memelintir spaghetti dan melahapnya.

“Kalau begitu, bukan kah sekarang sudah tanggal 30? Berarti besok ya?”

“Betul sekali! Oh ya aku baru ingat” Angelina menatap ku khawatir “Kau kan baru lima hari di sini, apa kau sudah mencari partner dansa mu?”

“Heoh?” aku mengerjap bingung “Jadi harus ada partner dansa?”

“Tentu saja! Ah.. aku tahu yang belum punya partner dansa, tapi dia bilang tidak bisa datang ke pesta natal” tambah Alyssa, ntah mengapa aku merasa dia menyindir Harry yang masih asyik memakan hamburger nya.

“Dasar aktor sok sibuk!” tambah Angelina, aku hanya terkekeh melihat wajah kesal Harry yang masih berlagak tidak peduli. Dan kemudian aku menatap ke jendela luar lebih tepatnya ke arah langit siang yang cerah. Pesta dansa? Imajinasi ku langsung terbang membayangkan pangeran devil Luhan saat aku pertama bertemu dengannya. Dia terlihat sangat tampan menggunakan tuksedo hitam. Seandainya aku bisa ke pesta dansa bersama Luhan gege.

Gadis itu

Hati ku mencelos seperti tiba-tiba kehilangan anak tangga saat melangkah, Luhan gege berjalan dengan gadis cantik yang sama dengan gadis yang aku lihat bersamanya di Korea. Gadis itu terlihat luar biasa cantik dengan dress putih dan mantel bulu, dan kulihat sekarang Luhan ge melepaskan jas nya dan memakaikannya di tubuh gadis itu!

“Wahh!! Bukan kah itu Xiao Lu laoshi? Siapa gadis yang bersamanya? Cantik sekali!”

Aku tak mempedulikan kata-kata Harry, rasanya aku jadi membenci diri ku sendiri. Harry benar, gadis itu sangat cantik dan tentunya cocok dengan Luhan gege, tapi kenapa rasanya dada ku begitu sesak. Lagi.

“Hei… are you alright? Honey kau menangis?”

“I’m alright.. Aku ke asrama dulu, ada yang tertinggal” kata ku berbohongsebelum berlari meninggalkan teman-teman ku. Ya, aku tidak ke asrama, melainkan berlari terus menaiki tangga gedung sekolah hingga tanpa aku sadari sekarang sudah sampai di atas puncak gedung bertingkat lima ini. Aku suka tempat tinggi, membuat ku merasa lebih tenang.

“Haaahh… haaahhh… haahhh… “

Aku berbalik dan mendapati Harry sedang setengah berjongkok, nafasnya memburu seolah dia sudah berlari marathon “Kau mengikuti ku?”

“Bukan kah lebih tepat disebut mengejar” Harry tersenyum lebar menunjukka barisan giginya yang rapi “Lari mu tidak berubah, tetap secepat kijang, kau tahu? tadi aku hampir saja menabrak Edison laoshi”

“Ah.. dui bui xi (maaf)

“Aku tak tahu, sepertinya kau ada masalah Honey” Harry mendekati ku dan menarik pipiku membuat ku tersenyum “Aku merasa kau tak seceria dulu, aku merindukan Honey yang dulu”

“Hahahhahahaha” aku tertawa dan merangkul Harry “Aku baik-baik saja kok, aku tidak berubah. Tadi kau bilang apa? Kau merindukan ku? Apa kau tak salah makan obat Harry?”

Harry tiba-tiba menangkap pergelangan tangan ku yang merangkulnya juga tangan ku yang bebas, entah mengapa wajahnya mendadak serius.

“Harry, kau kenapa? Kau membuatku takut”

“Honey… mau kah kau menjadi partner dansa ku?”

@@@@

December 31 th

“Honey… mau kah kau menjadi partner dansa ku?”

 

Aku menatap Harry yang tertidur di bangku sebelah ku, rasanya masih tidak percaya dia mengajakku sebagai partner dansa nya. Tapi yang paling tidak kupercaya, kemarin, saat Harry mengajakku, Luhan gege memperhatikan kami dari ujung pagar tak jauh dari tempat kami berdiri. Aku pasti bingung setengah mati kenapa Luhan sudah ada disana, kalau saja tidak ingat kalau dia adalah pangeran devil.

Tatapan Luhan kemarin benar-benar tidak kumengerti. Padahal kan Harry hanya memintaku jadi partner dansanya.

“Honey Lau!”

“Ah… I’m here!” aku mengangkat tangan ku saat tiba-tiba Wu Laoshi yang entah sejak kapan muncul di balik pintu ruangan kami memanggil ku.

“Kakak mu datang, seperti nya ada hal penting, kau dapat meninggalkan pelajaran”

Kakak?

Dahi ku mengerenyit, sedangkan Alyssa dan Angelina mulai heboh. Mereka pasti mengira Henry gege yang datang. Tapi apa mungkin Henry gege? Untuk apa? Atau mungkin sebenarnya yang datang Luhan gege? Tapi Luhan ge kan sekarang jadi Xiao Lu laoshi, dia tidak perlu repot-repot meminta Wu laoshi memanggil ku. Masih bertanya-tanya dalam hati, aku mengikuti Wu laoshi keluar kelas.

“Kris oppa?” aku mengerjapkan mataku bingung saat mendapati seorang namja cute berdiri di koridor kelas. Wu laoshi membungkuk sedikit sebelum meninggalkan kami. “Apa yang kau lakukan disini?!”

“Hanya menolong sahabat baik”Kris oppa tersenyum penuh rahasia pada ku “Sudah, lebih baik kau ikut dengan ku sekarang sebelum seisi sekolah ini tahu kalau Kris EXO tiba-tiba muncul di sekolah mu, sebab kalau itu terjadi bukan tidak mungkin Luhan akan mengamuk”

“Kita mau kemana?” aku sudah bosan disuruh kesana-kesini dengan tujuan tidak jelas oleh Luhan gege, sebelumnya dia hanya membawa ku berputar-putar di jalanan kota Beijing selama 2 jam lebih.

“Tentu saja, ke tempat yang para gadis sukai” kata Kris oppa sambil menari tangan ku, kemudian dia berbicara seolah pada dirinya sendiri.

“Kali ini kau berhutang budi pada ku Xi Luhan”

@@@

“Aku bertaruh Luhan akan menatap mu tanpa berkedip”Kris oppa membolak balik tubuh ku dan kemudian menatapku puas. Aku benar-benar merasa seperti kelinci percobaan yang tertangkap basah oleh ilmuwan gila. Ya, tanpa persetujuan ku namja ini membawa ku ke salon yang menghabiskan waktu lebih dari 4 jam untuk menata rambutku, manicure, padicure, facial dan berbagai perawatan yang aku tak mengerti. Dan itu belum semuanya, dia mengajakku membeli gaun dan sepatu untuk pesta.

“Kenapa kau melakukan semua ini?”

“Bukan kah sudah kubilang untuk membuat Luhan berhutang budi pada ku” kata Kris oppa sambil memilih milih accessories yang pantas untuk digunakan bersama gaun pink cantik yang kupakai. Harus kuakui selera Kris oppa benar-benar bagus.

“Apa kabar Chan rin?”

Kris oppa membeku sesaat, sebelum tangannya kembali bergerak untuk mengambil kalung mutiara yang disodorkannya pada ku “Chan rin baik-baik saja, aku rasa dia bisa melewatinya dengan bantuan teman-teman bodohnya”

Aku terkekeh geli melihat ekspresi Kris oppa yang mendadak bad mood. Dia pasti merasa sangat berat harus meninggalkan Chan rin bersama Sehun, Kai ataupun Daehyun oppa.

“Seperti yang kuduga, itu cocok untuk mu” katanya setelah aku memakai kalung mutiara berwarna pink yang senada dengan gaun ku “Sekarang lihat lah ke cermin”

“Ahhh…..” aku terpana mendapati gadis cantik yang berdiri di depanku, anni… tidak ada gadis yang berdiri di depanku, melainkan bayangan diri ku sendiri “Wahh daebakkkk!!! Kau benar-benar hebat Kris oppa! Seperti ibu peri yang merubah upik abu”

“Ibu peri? YAA!! Jangan samakan aku dengan ibu-ibu gendut yang membawa tongkat sihir itu!” kata Kris tidak terima, dia mengerucutkan bibirnya kesal sedangkan aku menepuk nepuk pundaknya.

“Hahahhaha I’m just kidding, thank you very much Kris oppa!” aku mengecup pipi Kris oppa sekilas, membuat namja itu membelalakkan matanya. Aku menepuk dahi ku, kebiasaan ku mengecup pipi orang yang menolong ku –tanpa peduli laki-laki atau perempuan– saat di Kanada malah keluar.

“YA!!”

“Hahahha sorry oppa”

“Ckk… “ Kris oppa berdecak “Baiklah, kau kumaafkan tapi ada syarat nya”

“Mwo?”

“Jangan bohongi perasaan mu lagi, kau menyukai Luhan kan?”

@@@@@

Heidian High School

@Music Room

“Honey?” Luhan gege menghentikan permainan piano nya saat aku membuka pintu ruang musik. Masih menatap ku intens, perlahan dia melepaskan kaca mata tebalnya dan berjalan menghampiri ku.

“Apa aku kelihatan aneh sekali?” aku merasa kikuk diperhatikan seperti itu oleh orang yang kusukai. Tak kusangka Luhan gege menggeleng

“Kau sangat cantik Honey”

Aku merasa wajah ku menghangat, Luhan gege juga terlihat sangat perfect malam ini dengan setelan jas berwarna putih bersih. Tidak akan ada yang menyangka kalau dia adalah pangeran devil.

“Tapi apa yang kau lakukan disini Honey? Bukan kah pesta dansa diadakan di aula?” tanya Luhan gege heran

“Luhan ge juga tidak kesana?”

Luhan gege terkekeh, tapi tatapannya sedih “Gadis yang ingin aku ajak, sudah direbut oleh namja lain”

“Apa gadis itu adalah gadis cantik yang bersama mu kemarin siang?” aku memberanikan diri ku bertanya, ya sudah kuputuskan aku akan menjadi Han Hee yang biasa. Aku akan mengungkapkan hal-hal yang aku pikirkan, hal yang kurasakan, aku sudah lelah menghindar.

“Gadis?” Luhan gege terlihat berpikir keras, kemudian tawanya pecah “Maksud mu ibu ku? Ya ya ya.. dia memang bersama ku kemarin, kenapa? Kau heran? Dia tampak begitu muda kan?”

Ibu??Semuda dan secantik itu? Aku hanya menganguk seperti orang bodoh, sedangkan Luhan oppa menepuk nepuk rambut ku

“Apa kau tak ingat kalau aku adalah pangeran devil? Ibu ku adalah ratu devil, pertumbuhan kami sangat lambat, wajar saja kan dia tidak terlihat tua?”

“Aku pikir dia kekasih Luhan ge”

“Kekasih? Bukan kah sudah kubilang, aku tidak punya waktu untuk memperhatikan hal-hal lain selain adikku dulu dan sekarang, kau Honey”

Aku tidak tahu harus senang atau sedih, ya aku senang karena aku telah salah paham. Gadis cantik yang telah membuatku uring-uringan selama ini ternyata ibu Luhan gege tapi aku merasa dada ku tertohok saat mendengar kata-kata terakhir Luhan gege, seolah aku tak ada bedanya dengan adiknya. Pada akhirnya dia hanya menganggap aku sebagai adiknya, bukan?

“Honey? Apa ada yang salah?”

Aku menggeleng dan tersenyum lebar “Tentu saja tidak, dulu aku senang kau menganggap ku sebagai pengganti Putri Aster, adik mu. Tapi sekarang aku tidak senang, kau bukan kakak ku! Kau bukan Henry ataupun Chanyeol oppa! Perlakuan mu pada ku malah membuatku frustasi! Maafkan aku Luhan gege.. aku menyukai mu, ya.. orang yang kau anggap adik ini sudah terlanjur menyukai mu sebagai seorang laki-laki”

Aku menyeka air mataku yang sudah sejak kapan turun, pertahanan ku runtuh. Sekarang Luhan gege tahu mengenai perasaan ku padanya, aku sudah siap jika Luhan gege berbalik membenci ku. Kris oppa benar, aku harus jujur pada perasaan ku. Setidaknya hati ku bisa terasa sedikit lega sekarang.

Luhan gege masih terdiam, mulutnya terbuka sedikit sedangkan mata cokelatnya menatapku dalam-dalam. Sepertinya dia masih tidak percaya dengan yang ku katakan. Aku benci keadaan ini, semuanya terasa awkward.

“Aku akan ke aula, Harry menunggu ku” kata ku pelan, tanpa menunggu jawaban Luhan gege aku berbalik dan hendak meraih gagang pintu.

“TUNGGU!”

Sesuatu yang hangat merangkul kumemelukku dari belakang, menahan ku untuk membuka pintu ruang musik. Membuat jantungku merasakan seperti disengat listrik mendadak.

“Luhan ge”

“Wo ai ni” Luhan gege berbisik di telinga ku, aku terperangah. Apakah ini hanya mimpi? Seperti tahu dengan pikiran ku, namja cute di belakang ku sudah mencubit pipi ku gemas.

“Ini bukan mimpi Honey” Luhan gege memutar tubuhku dengan mudahnya hingga menghadap ke arahnya. Senyum lebar nya dan mata nya yang menatap ku lembut membuat ku makin menyukainya “Aku mencintai mu Honey Lau, awalnya aku tidak menyadarinya tapi aku selalu tahu kalau perasaan ku padamu dan pada adik ku berbeda. Aku tidak akan pernah bisa merelakan kau dengan laki-laki mana pun, aku tidak akan pernah bisa berhenti mengagumi mu, aku tidak akan pernah bisa berhenti mengingin kan mu”

“…”

“Honey, kenapa kau menangis lagi?”

Aku menyeka air mata ku “Aku menangis karena aku sangat bahagia”

Luhan gege tertawa kecil dan kembali mencubit pipi ku “Kau membuat ku cemas saja, lain kali kau harus tertawa saat bahagia” titah Luhan gege, aku menganguk dan kemudian dia memeluk ku erat sekali. Hangat malah terlampau hangat, tapi aku menyukainya.

“Oh ya Honey” Luhan oppa melepaskan pelukan kami, tiba-tiba dia menatap ku serius “Syal merah yang kau berikan besar sekali, kenapa kau tidak memberi ku ukuran M saja? Kenapa malah XL?”

“Mmwo!” aku mendorong tubuh Luhan gege menjauh “Aku merajutnya sendiri, dan XL itu inisial mu Luhan ge pabo! XL dari Xi Luhan!”

Mulut luhan gege membentuk huruf O kecil dan kemudian tawanya pecah “Hahhaha.. sorry Honey”

“Tidak masalah” kata ku sambil ikut tertawa, aku tak tahu apa yang membuatku tertawa. Mungkin Luhan gege.

“Jadi sekarang kau tidak akan ke aula dan menemui si ikan sotong itu lagi kan?” kata Luhan gege setelah tawanya reda. Aku memeluknya lagi, dan betapa bahagianya diri ku saat dia mencium dahi ku.

“Dia hanya teman ku Luhan ge, karena untuk sekarang dan selamanya yang kucintai hanya kau”

TENG TENG TENG

BBYAAARRR

DHUAAARRRR

Aku melepaskan pelukan kami dan menatap keluar, menikmati pesta kembang api dari balik jendela besar pintu ruang musik. Hanya aku dan Luhan gege, dan aku bahagia. Aku harap Chan-chan pun bahagia di Seoul.

Hari ini, Tahun Baru 2014, aku berharap semua orang yang kucintai menemui kebahagiannya masing-masing. Kalian jangan hanya menunggu kebahagiaan itu datang, tapi kejarlah dan jika belum mendapatkannya yakinlah bahwa rencana Tuhan lebih indah. Yang penting jujurlah pada diri sendir dan orang yang kau cintai.

-The End-

From Kunang :

YEAYYYY!!!  SS beressss!!!!! Thank youuuuuuuuuu mimiiii!!! Thank Youuuuu reader!!!!!  Thank You all *bingung cuap2 apa, tar cuap2nya balesin koment dr reader ajah*

From Azumi :

Hayoohhhh….shipper-nya HunRin sama KaiHee pasti ngambek deh. Hahahaha. Tenaaang…aku rencana mau  post side story khusus HunRin. Tapi gak tau kapan. Sering2 aja buka blog azumi yaa. Hahaha.

Kunang juga nanti mau post side story khusus Kaihee.

Oh ya, yang mau baca songfic KaiHee bisa buka link ini : https://wiantinaazmi.wordpress.com/2013/12/28/songfic-request-all-for-you-someday-love-fall/

Waktu itu Kunang request minta dibikinin songfic sama aku tentang KaiHee. Hehe. Nyeritain tentang KaiHee 300 tahun kemudian, sama ada HunRin jadi cameo. Wkwkwk.

Inget yaa SS ini merupakan ALTERNATIVE ENDING

Jadi bukan ending “resmi” dari MD, Cuma yaa terserah reader lebih pilih ending MD kayak gini atau kayak MD chapter 12.

Thanks yaa udah ngikutin MD selama ini. *bow* *kabur bareng Kris*

72 thoughts on “Secret Story of Moonlight Destiny

  1. Keren banget eonni! Terharu banget sama endingnya… Chanyeol oppa mati?! Andwe! Temenku kalo baca munkin udah ngamuk kali eonni…. wkwkwk figthing ya eonni semoga di tahun ini pekerjaan eonni semua lancar… amin… salam buat Daehyun ya eonni!

  2. Pokoknya onnie” yang buat ini ff harus tanggung jawab.Tadinya udh nangis gara” Chanyeol meninggal, tpi endingnya jadi senyum” gaje gara-gara Luhan sama Honey. Pertama baca syok kl Chanyeol suka sm Chan Rin, tpi buat Honey sm Luhan rasanya mereka cocok aja

    • Hahaha… *kabuuurrr ah bareng kris*
      Iyaa untung aja yaa luhan hanhee happy ending. Tp tenang…. kan nanti juga katanya chanyeol mau balik lagi. Gak tau brp ratus thn kemudian. Hehe
      Gomawo udh baca fik :))

      • Okeh
        kalo gitu, Sehun sama Daehyun aku bawa pulang aja. Kasian mereka gak dapet Chan Rin. Buatin ff khusus yang castnya Honey sama Luhan dong eonn. Gk tau kenapa aku ngefans banget sama Honey, mau dicouple’in ama sapa aja aku dukung. ff lain ditunggu eonn

  3. Akhirnya Secret Story of Moonlight Destiny di post juga…
    Chanyeol sakit.kanker otak stadium akhir trus meninggal,Chan Rin suka sama Chanyeol… Semoga aja Chanyeolnya bisa
    Han Hee sama Luhan saling suka..
    Pokoknya suka deh sama ff Moonlight Destiny
    authornya the best lah…
    KEEP WRITING THOR…
    Side Story HunRin sama KaiHeenya ditunggu

  4. yahhh agak kecewa sih ama endingnya.. padahal pengginnya hanhee sama kai.
    tp gak papa lah bagus kok thor ceritanya jadi penuh kejutan(?)/gaje#abaikan

    daebakk thor… bikin side story yang kaihee couple dong..hehe🙂

    • Hehehe..iya ini kan alternative ending…bukan ending yg asli. Cuma ada di dunia alternative. Hehe.
      Siip pasti bikin ko…
      Baca songfic…FF Kaihee berdasarkan lagu aja dulu yg judulnya “Love Falls”🙂
      Gomawooo udh baca🙂

  5. Author T.T /ngamuk//obrak abrik meja//apa
    Author kenapa chanyeol dibikin mati kenapa/lebay sip.
    Padahal aku lebih suka daehyun sama hanhee, kai sama chaerin tapi gapapa bagus kok😀 harrynya gimana tuh? Wkwkwk ditunggu karya selanjutnya ya eon fighting😀 /lempar kai/

    • Hohoho….iyaaa gak tau knp nih pengen bikin chanyeol kayak gitu. *dicakar chanyeol asli* LOL

      Harry nya sama kunang. Wkwkwk
      *tangkep kai. Lemparin lagi ke elsa*
      Thnaks yaa udh baca🙂

  6. Daebakkk^^ Semuanya tidak terduga di SS ini haha, Thor masih ada lanjutan lain ga? Pengen tau nti Chanyeol reinkarnasi atau enggak trus Chan Rin ikut ke dimensi lain ga? Dan Kelanjutan hubungan Luhan dan Han Hee. Ditunggu author, Sukses selalu ya thor di tahun yg baru ini. Keep writing (y)

  7. Kyaaaa thor bener bener diluar dugaan kali sangatpun thor edewwwww T^T aku gak pernah mikirin sampek. Kesitunya dicerita ss ini ahhhhh pokoknya daebak thor aku tunggu yahhh thor cerita tentang hunrin ^^

  8. waduh, ini jadi kisah cinta kakak adek ya …

    kenapa chanyeol Oppa tiba tiba mati?? kasian RinRin tuh, jadi makin kurus sama nangisin terus Oppa tercintanya.

    keren lah eon, aku udah speechless, bingung mau ngoment apa lagi. yang pasti keren banget~~ ditunggu ff ff selanjutnya… ^_^9

  9. Huwaa neomu neomu daebak tapi kasian banget seorang chan rin yg dingin ngalamin nasib yang menyedihkan. Dan han hee yg periang dapet happy ending *cocok sih sama kepribadiannya
    sumpah bikin nangis, bikin ketawa2 sendiri, seruu lahh…
    Aku rinhun shipper ditunggu side storynya ^^ kalo bisa yg hanhee-luhan new favorite coupe :*

  10. Aiguuuuuu. Bener2 dibikin shock bca ss ini. Ga disangka trnyata para kakak jatuh cinta sama adiknya. Trnyta chanyeol pnya prasaan lbh ke chanrin, chanrin jg sama. Hanhee yg trnyata udh mlpkan daehyun n skrg mncintai luhan ge. OMG. bener2 daebak. Apalagi pas part chanyeol. Aku sampe nangis sesegukan T_T
    ditunggu kelanjutan cerita hunrin n kaihee nya🙂

  11. Aaa… Langsung baca begitu di DM. O_O hehe… Hwaaa terharu sama chanyeol oppa hiks… Sukaa banget. Jadi suka YeolRin haha.. Lulu ge romantiss xD. Daebaakk… Keep writing fighting />o<)/

  12. Yoohooo.. ini alternative ending yang asem-pahit-manis…
    tapi soal chan rin dan chanyeol huhu sedih bgt…
    chanyeol semacam gak bahagia gitu buat dua ending ini…
    ibaratkan klw chanyeol emg gak jodoh sama chan rin mw gmnpun endingnya…
    chanrin juga menyedihkan. dia gk sama sehun, kai, atau bahkan gak sempat ngersain manis2nya sama chanyeol…. (peluk chan rin)

    dan kebayang gk sih klw sehun yg berencana ikut kris. dan disini kyaknya sehun masih nyimpan rasa sukanya dia ke chanrin. tapi krn chanrin yg udh menganggap sehun sbg sahabat, seolah sehun gk akan ngerusak segala macam yg bisa mmbuat dia dekat dgn chanrin, meskipun hrus mengorbankan perasaannya. (peluk sehun) (cinta sepihak) (cinta terpendam).

    dan kemudian chanrin nyusul, dan ternyata reinkarnasi chanyeol udh nungguin, taunya kris-sehun-chanyeol suka sama chan rin. hahaha (ending gagal)

    DAN KETAHUILAH AKU PALING SUKA sama endingnya Han hee dan Luhan..
    pengen ship mereka berdua aja. enaknya manggilnya apa ya… HanHee (?) HanHan (?) ahahaha aduh ini repot. dan boleh dong kpn2 bikin tentang mereka. hahaha

    dan Thanks buat author yang udh bersedia ngasih cerita lain yg seperti ini…
    dan juga pw nya. (peluk hangat dari kris buat authornya)…
    ditunggu story nya lain~🙂

    • Huwehehehe….iya nih campur2 ya feel nya.
      Bisa tuh…pokoknya lanjutannya gimana bayangan reader aja…soalnya SS ini gak akan ada lanjutannya. Hehe. Bayangin aja gmn kalian…imajinasi kmu keren tuh. :))

      Luhan hanhee panggilnya LuHee aja. Hehehe.
      Tp authornya lebih suka kaihee dibanding luhee😀

      Awww….peluk kriiss…>_<
      Gomawooo yah udh baca :))

  13. ngok? sumpah thor tebakan aku salah semua, aku kira ntar SSnya kai bakal sama haenhee trus chanrin sama sehun, ternyata malah cinta kakak adek, diluar dugaan. tapi baguusss kok thor. eh iya ntar ada SS nya kaihee ga? soalnya nge ship banget nih sama couple itu, walopun udah baca songficnya tapi pingin aja baca SS nya kalo ada, yaudah sekian ya thor commentnya, sudah terlalu banyak saya cuap2, author.. JJANG!

  14. Tarik nafas…
    buang nafas….
    Tarik lagi…
    buang lagi…

    Akhirnya selesai juga bacanya.
    sumpah, baca nya deg-degan bgt.
    dr yg chanyeol meninggal mpe nebak siapa yang hanhee suka ^_^…

    Cerita nya bagus bgt!!!
    *heboh sendiri
    ga tau kenapa aku lbh suka alternatif ending nya d banding ending yg asli😄
    buat aku cerita yg ni lbh bikin puas.
    Tp bukan berarti aku ga suka ending yg asli ya ^_^

    Selamat wat kedua author yg sudah menepati janji nya.
    Penantian nunggu SS nya terbayar dgn cerita yg (di)luar(dari ke)biasa(an) ni ;p
    d tunggu karya selanjutnya.
    FIGHTING!!!

    • Asyiiikkkk….akhirnya ada yg bilang lebih suka cerita ending ini dibanding yg asli. Hehe. Kebanyakan pada suka yg asli.
      Padahal aku sama kunang kan suka yg aneh2 dan gak bisa ditebak. Aku jg pengennya yg ini yg asli…tp inget reader kebanyakan pada suka hunrin. Hahahaha. Jd yg ini jd alternative aja deh

      Gomawooo yah udh baca🙂

  15. Akhirnya selesai juga bacanya.
    aku deg-degan bgt baca SS ini.
    mulai dr chanyeol yg meninggal sampe nebak siapa yg d sukain sama hanhee ^_^

    Ga tau knp aku lbh suka alternatif endingnya dr pd ending aslinya.
    buat aku yg ni lbh berasa d banding ending yg asli😄.
    tp bukan berarti aku ga suka sama ending yg asli lho, aku suka, tp lbh suka yg ni ;p

    Selamat wat kedua author yg sudah menepati janji ^_^
    penantian yg lama terbayar dgn cerita yg (di)luar(dari ke)biasa(an) ini ;p.
    D tunggu karya2 selanjutnya ^_^
    FIGHTING!!

  16. sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ama ff iniiii> okesip, ff ini dari awal sampe ss ini selalu keren, makanya aku suka bnget sama ni ff>< azumi eonni dan kunang eonni daebakkk!! dtunggu ff ff berikutnya ya eon🙂 fighting!~^o^

  17. Kereen banget ini ff! Eon bikin sequelnya dong nyeritain Si chanrin jadi ikut Kris apa ngga, terus chanyeol ber reinkarnasi apa ngga.

  18. Benaran nih thor aku ngambek, knp my sehunnie gak sama chan rin aja, kalo gitu hunnie ama aku aja deh #ngarep
    tp pas bagian hanhee aku senang banget krn hanhee akhr nya ama luhan (bias ke 2 di exo)😀

    aduh thor pokok nya ss ini keren banget, ampe gak tw mw ngomong apa,,,
    fighting thor🙂

    • Hehehe….chanrin aslinya sama sehun kok. Ini cuma cerita klo takdir mereka berbeda. Hehe.
      Iya sok aja sehun ama kmu….*aku kabur bareng kris aja* hahaha.
      Gomawo yah udh baca ^^

  19. wwaaahhh daebak thor.. aku hmpir smpai nangis bgiannya chanyeol mati😦

    pokoknya keren deh (y)..
    di tunggu selanjutnya ya🙂

  20. Ahhhh keren banget. Pas chanyeol oppa udh mau mati itu sedih banget suerrrrr. Sedih parah lahh. Gak sia sia baca ff sepanjang dan seseru ini ga ada satu part pun yg ngebosenin. Semuanya DAEBAK!!!

  21. aku nangis deres pas chanyeol oppa mati T-T
    aku juga nangis pas Chan Rin gak tau suka sama siapa T-T
    tapi ff nya DAEBAAKKKK BANGETTT!!

  22. huah,, kyaa.. daebak daebak daebak! keren, nggak nyangka ss nya kya gini.. aku bakalan jadi reader dan fan setia author azumi & kunang deh…
    mian ya baru baca…

  23. Daebakk woyy #somvlak kumat
    Gila,, keren thor ffnya, lebih keren klu ada sekuelnya #modus hehe
    ffnya gak terduga endingnya sapa ma sapa meleset bgt dr perkiraan ku hehe
    bru bka twitt jd ny baru baca dech😀

    • Hehehe….iya.. Alternative story nya lebih rumit y?
      Iya…tungguin aja yaa. .. Skrg HunRin nya lagi kencan dulu keliling dunia,ntar aku suruh mereka cepet pulang deh biar bisa ceritain kencan mereka ke aku. Wkwkwk

  24. Uwwaaa chanyeol T,T ternyata endingnya memuaskan :3 penbaca dari awal lagi T,,,,,T baguss thorr baebbak :’v /angkat banner/

  25. Huaaaa Azumi eonni dan Kunang eonni neomu neoumu JJANG!!!! Ff nya kerenn,, serasa liat drama korea dibukuin, jujur aja, aku lbh suka karakter chanrin dripda hanhee. Terus aku suka Hunrin shipper.😦 chanyeol oppa aigoo neo jngn meninggal😥 Kunang eonni dan Azumi eonni JJANG !?! SARANGHAE (?)😀

  26. Woahhhhh…. bagus banget authorrrr…
    pas bagian chanrin aku tersentuh :” hehe.. yeol manis bgt, tapi agak bodoh sih dia.. jadi sedih ngebayangin yeol beneran ga ada ;A;
    Untung di bagian hanhee happy ending. Hehe.. author buat aku nyengir nyengir sendiri baca nya.. hehe.. suka banget deh sama Luhan yg super sweet. :p ngebayangin Luhan yang nerd jadi pngn ketawa.. haha.. he’s so damn cute~ trus ngebayangin si Harry kasian juga, sepertinya dia suka sama Hanhee :” overall aku suka banget sama secret story iniii!!! Hehe..
    oiya thor.. side story nya youngjae bakal dibuat tidak?.. hehehehe ._.v aku penasaran sama dia abisnya kisahnya cliff hanger gto buat aku ;A; hehe.. trus disini nongol nya dikitt bgt.. hehe.. maap ya thor kebanyakan maunya ._.v
    semangat ya authorrr nulis ff lainlain lagi!!

    • Makasiiiihhhhh udah baca…>_<
      Kkkkkk… Iya…awalnya yg sedih2 trus akhirnya yg happy. btw kmu lebih suka ending yg asli atau ending secret story ini? Hehe
      Youngjae aman kok sama aku. Nih dia lagi ada di sini.LOL. Ntar aku tanyain yaa ke youngjae mau ditulisin gak kisah dia. Hahaha.

      • Kalo aku prefer ending yang asli.. hehe.. soalnya yg asli duaduanya happy ending~ yeol msh hidup, hunrin juga bahagia..
        trus aku lbh suka kaihee thor wkwk.. dari awal lbh suka kaihee :p.. luhan cocokan jadi oppa nya hanhee aja :3 hehe.. Jadi impas chanrin punya kris, hanhee punya luhan
        wah.. semoga youngjae nya mau deh.. hahaha.. ^_^v

  27. ige mwOya igeeee……. knp bisa begini g nybgka bgtzz chanyol bisa menyukai chan rin dan akhir’y mati itu part sukses bikin saiia termehek-mehek…… T_T
    dan knp ini cerita’y jd kakak’y pd suka ama adek’y coba hadeeewwwwhhh bner2 g bisa berpkir sejauh itu tp author’y daebak bisa berimajinasi mpe sejauh itu….
    q prtma bner2 bungung siapa yg sbner’y disukai sm hanhee yg cuma di tulis DIA….PRIA ITU… ouughhh itu sukses bkin q tereak SIAPAAAAAAAAA????,
    dan trjwab saat hanhee membuat syal yg ad inisial’y waaaakkkk….q ngakak pas tau inisial yg dibuat hanhee adl XL dubyangan q itu inisial’y adl L….
    SS kereeeennnnnn…..JJANGGGGG!!!!!

  28. Mianhe eonni…
    Baru sempat komen..
    Sebenarnya udah baca waktu bulan januari tapi baru bisa komen sekarang…

    Cerita nya daeeeeebak..
    Benar benar di luar dugaan…
    Gak kepikiran kalo alur nya kaya gini…

  29. feelnya dapet banget🙂
    daebak🙂
    gpp lah han hee ama luhan sweet banget thor
    dan aq gk nyangka kalau chanyeol bakalan meninggal huhuhu;(
    tp itu bakalan berenkarnasi trus ketemu ama chan rin
    aq penasaran chanyeol berenkarnasi jadi apa???🙂

  30. Maaf lagi sebelumnya.
    A.., sebelumnya cuma mau ngingetin, bahasa asingnya kenapa ndak di italic? dan ini keren banget…, ngerasa nyesel ndak baca sebelumnya. FF ini ada dua cerita ya thor? sad dan happy? Aku nangis sampe diketawain adik aku, yang kedua pas baca tangan aku lemes sendiri.

    Apakah akan ada side story chanyeol-chanrin? pengen tahu akhir dari kedua insan itu. Aku greget banget sama tulisan ini. Setiap kata yang aku baca rasanya campur aduk, ada rasa seneng, sedih, dan takut kalo endnya ngantung.

    Beneran speechless, ngrasa bersalah…, pengen chan-chan bahagia, mereka telah melalui kehidupan yang bnar-benar sulit. Aku juga nggak nyangka chanyeol bakal mati, difikiran aku dulunya chanyeol cuma cameo eh ternyata ndak kalah penting. Maafkan aku lagi thor. aku yang dulu belum dewasa dan belum ngerti pentingnya satu comentar dalam ff yang ditulis, karena itu nafas penulis. Maafkan aku😦

    Selamat nulis lagi dan jangan kapok memberikan aku password, walau aku commentnya telat. Tapi insyaallah aku akan berusaha biar ndak jadi reader tak bermoral lagi. Maaf…

    • Gak apa2 kok….hehehe. Kan sekarang udaj comment. ^_^.
      Thanks yaaa udah baca.. >_<
      Chanyeol-Chanrin? Nggak akan ada side story mereka lagi. Udah segini aja cerita mereka. Hehe.

  31. hiks chanyeol meninggal :’) kasian chanrin
    sebelumnya aku pikir, di secret story ini malah hanhee sma daehyun trus chanrin sama L *barangkaliLiduplagi *ngawur
    ceritanya gak bisa ditebak, diluar dugaan
    pokoknya kerenn

  32. woahhh, ceritanyaa gak bisa ditebak eon! KEREN!

    lanjutin cerita chan yeol sama chan rin dong eon :’) pengen chan yeol reinkarnasi :’)

    kalo aku sih lebih suka hanhee sama luhan daripada Kai eon, soalnya kai kan punya aku :v wks~

  33. weeh awalnya saya suka hanhee sama daehyun ato kai tpi setelah saya baca ss ini saya jadi dukung hanhee sama luhan #ala ala iklan tong fang :V

    sumpah keren bgtttt yg wktu chanyeol mati sumpah nyesek2 gmn gitu :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s