[Songfic Request] All for You + Someday + Love Fall

N-nyeong! Aku posting request-an songfic kalian nih. Hehehe. Ada 3 songfic yang aku post di sini. Gomawo yah yang udah request. Bagi yang belum request dan pengen request dibikinin cerita berdasarkan lagu, silakan sebutkan aja judul lagunya apa, siapa penyanyinya. Sebutkan juga nama cast yang kalian inginkan (siapa nama pemeran cowok-nya dan dari grup apa? Nama cewek-nya OC alias nama Korea kalian / nama Jepang kalian juga boleh). Tidak menerima pairing girlgroup & boygroup. Tidak menerima yaoi. Oh ya, PoV (Point of view) dari semua songfic yang aku bikin adalah pov orang pertama alias pov kalian (reader). Karakter OC aku sesuaikan dengan songfic yang kalian pilih, dan aku saranin buat mendengarkan lagu-lagunya sambil baca cerita-cerita ini biar lebih menghayati. ^_^. Yang udah request baik lewat wordpress maupun twitter tapi belum dibikinin, sabar yaa. Maksimal dalam satu entry blog aku bakal post 3 songfics. Pasti aku bikinin kok, tenaang. Hehe.

 

1st songfic judulnya “Thank You For Being Born”, cast-nya nama korea author (Kim Min Ah) & Leo VIXX. Bagi yang belum baca bisa di cek di sini : (Link) https://wiantinaazmi.wordpress.com/2013/12/26/songfic-thank-you-for-being-born-request-songfic/

 

Nah sekarang langsung aja deh ke 2nd , 3rd , & 4th Songfic. Ini sekilas tentang songfics-nya :

 Image

 

2nd songfic

Song : All for You (Seo In Guk + Jung Eun Ji)

Cast : Jeon Jung Kook (BTS) & Choi Hae Mi (OC)

Cerita ini special buat ^Hany^ yg udah request , dan untuk semua fans BTS ^_^

 

3rd songfic

Song : Someday (VIXX)

Cast : Leo / Jung Taek Woon (VIXX) , Kim Min Ri (OC)

Cerita ini special buat @Martinania yg udah request , dan untuk semua fans VIXX ^_^

 

4th songfic

Song : Love Fall (Jonghyun & Juniel)

Cast : Kai / Kim Jong In (EXO-K) & Han Hee / Honey Lau (OC)

Cerita ini special buat Kunang yg udah request , dan untuk semua fans EXO ^_^ (ssstttt…., songfic ini ada kaitannya sama FF Moonlight Destiny. Hehehe)

 

 Jangan lupa tinggalkan komentar yaa ^^. Happy Reading!

 

2nd songfic

Song : All for You (Seo In Guk + Jung Eun Ji)

Cast : Jeon Jung Kook (BTS) & Choi Hae Mi (OC)

Author : Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Cerita ini special buat ^Hany^ yg udah request , dan untuk semua fans BTS ^_^

 Image

All for you

It’s already been a few days since you haven’t called

Do you know that it’s my birthday soon?

But time keeps ticking without concern

 

Tidak peduli aku sedang berada di mana. Di tempat tidur, di ruang makan, di dapur, di toilet, di sekolah, ponsel-ku tidak pernah kutinggalkan. Aku selalu menggenggam ponselku dan menatap layar-nya penuh harap. Ketika terdengar nada dering, aku akan terlonjak kegirangan, tapi beberapa detik kemudian aku hanya akan menghela nafas panjang. Kecewa. Bukan dari Jung Kook.

Sudah 3 hari Jung Kook tidak pernah meneleponku ataupun hanya sekedar mengirimiku message. Jung Kook memang sudah tidak masuk sekolah selama 5 hari karena jadwal BTS yang sangat padat dari pagi sampai malam. Aku menggigit bibirku keras-keras. Sebagai seorang perempuan, tentu saja aku khawatir. Aku tahu, bila dibandingkan dengan perempuan-perempuan lain, apalagi idol-idol girlgroup, aku tidak ada apa-apanya. Tapi Jung Kook memilihku. Jung Kook, teman sekelasku yang sangat populer, yang sangat jago dance dan rap, sang maknae BTS yang sangat terkenal, ternyata memilih gadis sepertiku!

Aku, Choi Hae Mi.  Wajahku tidak bisa dibilang jelek, tapi aku juga tidak se-cantik idol-idol yeoja. Kepintaranku rata-rata. Tidak terlalu pintar tapi juga tidak bodoh. Tinggiku juga rata-rata. Yah, kehidupanku rata-rata dan normal sampai kemudian 6 bulan yang lalu Jung Kook menyatakan perasaannya padaku ketika sekolah kami mengadakan camping!

Awalnya aku tidak percaya. Bagaimana mungkin Jung Kook yang populer menyukai gadis rata-rata sepertiku?! Awalnya aku takut dia hanya bertaruh dengan teman-temannya, tapi ternyata aku salah. Jung Kook memang benar-benar menyukaiku.

Meskipun hubungan kami tidak boleh diketahui oleh fans, tapi selama ini kami bisa melaluinya dengan baik. Kami kencan seperti layaknya remaja biasa. Makan, nonton film, belanja. Aku tidak keberatan bila aku dan Jung Kook harus menyamar. Tidak masalah bila kami harus memakai wig, kacamata, dan topi saat jalan-jalan. Karena yang paling penting bagiku adalah Jung Kook. Asalkan ada Jong Kook, semuanya akan baik-baik saja.

Tapi bagaimana ini? sudah 3 hari berlalu dan tak ada satupun kabar dari Jung Kook. Dua minggu lagi ulang tahunku. Aku tidak tahu apakah Jung Kook ingat atau tidak. Tapi bukan itu masalah utamanya!

Meskipun aku tidak bisa melenyapkan perasaan khawatir Jung Kook akan tertarik pada yeoja lain, tapi masalah utamanya adalah aku cemas pada Jung Kook. Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sakit?

 

Because I was more worried than annoyed

I went to the entrance of your street without planning it

I didn’t think I’d see you, but you greeted me with a smile

 

Sepulang sekolah, aku tidak langsung pulang ke rumah melainkan ke dorm BTS. Aku tidak tahu mengapa aku tiba-tiba saja pergi ke sana. Padahal otak-ku menyuruhku untuk bersabar dan menunggu kabar dari Jung Kook. Aku tidak ingin mengganggu kegiatannya. Tapi hatiku dan kaki-ku mengkhianatiku dan malah berlari dengan kencang menuju dorm BTS.

Nafasku terengah-engah, aku berdiri di sebrang jalan dan menatap dorm BTS di hadapanku. Seperti biasa daerah ini sepi. Aku juga sudah menduga, di jam-jam sibuk seperti ini Jung Kook pasti sedang berada di studio untuk latihan, atau mungkin saja dia sedang recording acara musik atau acara TV.

Aku terus memandangi dorm BTS dari kejauhan. Aku merindukan Jung Kook.

Aku tidak pernah mengira Jung Kook akan muncul di sebrang sana. Wajahnya terlihat lelah. Ada kantung mata di bawah kelopak matanya, tanda tidak tidur dengan cukup. Tapi ia tersenyum lebar padaku. Meskipun ia terlihat sangat kacau dan lelah, tapi ia tetap tersenyum cerah padaku dari sebrang sana.

Aku tetap diam mematung di tempatku. Masih tidak mempercayai sosok di sebrang sana apakah nyata ataukah hanya khayalanku. Mungkin sosok itu sebentar lagi akan menghilang. Mungkin khayalanku sebentar lagi akan memudar. Aku terlalu merindukan Jung Kook.

Sosok Jung Kook itu berlari menyebrangi jalan. Ia tersenyum padaku. “Hae Mi~yah…” panggilnya.

Aku membulatkan mataku. Apakah khayalan bisa berbicara?

Aku terus saja terdiam dan menatap sosok Jung Kook di hadapanku. Khayalanku itu tertawa kemudian merebahkan kepalanya di pundakku. Saat merasakan berat di pundakku itulah aku tahu, sosok Jung Kook ini adalah nyata dan bukan hanya khayalanku!

“Jung Kookie…” bisikku serak. Sial! Kenapa aku jadi gampang terharu begini?! Apakah kadar kerinduanku pada Jung Kook sudah sampai level akhir?

“Hae Mi~yah.., mianhae. Ponselku rusak. Aku ingin menemuimu, tapi aku tidak diizinkan pergi ke manapun selain ke tempat latihan dan tempat shooting oleh CEO-ku. Jadwal BTS selama seminggu ini benar-benar gila! Hae Mi~yah, kenapa kau tidak membalas e-mailku?” Jung Kook sudah tidak menyandarkan kepalanya lagi di pundakku. Kini ia memegang kedua bahuku dan menatapku lekat-lekat.

Aku menatapnya bingung. “E-mail? Aku tidak mengecek e-mail. Hehehe…” dalam hati aku mengutuki diriku sendiri. Seharusnya aku percaya pada Jung Kook dan tidak datang kemari dan mengganggu jadwalnya!

“Jung Kookie, mianhae….aku datang kemari dan mengganggu…” sebelum aku sempat menyelesaikan kata-kataku, Jung Kook langsung memelukku.

“Aku senang kau datang kemari, Hae Mi~ya..”

 

You don’t know but it was a bit hard for me

Am I the right person for you?

And even if I’m not the one but its another person I want to throw away that feeling now

 

Jung Kook menarik tanganku dan menuntunku masuk ke dalam dorm BTS. Ternyata tadi Jung Kook berencana untuk menyusul teman-teman BTS-nya ke tempat latihan dance. Jung Kook mengaku padaku bahwa semalam ia merasa tidak enak badan. Demam dan pusing. Karena itulah hyung-hyung BTS menyuruhnya istirahat lebih lama hari ini. Mereka tidak membangunkan Jung Kook pagi tadi untuk latihan.

“Benar…..kau baik-baik saja Jung Kookie?” aku menyelidiki wajah pucat Jung Kook lekat-lekat. Aku pun meletakkan tanganku di keningnya.

Jung Kook tertawa dan menjauhkan lenganku dari keningnya. Dia terus menggenggam tanganku. “Aku baik-baik saja.” Jung Kook tersenyum. “Kurasa aku akan izin 2 jam lagi pada Jin hyung. Aku akan bilang padanya aku masih merasa agak pusing dan memutuskan untuk beristirahat lebih lama dan makan banyak. Agar aku bisa bersamamu di sini lebih lama.” Jung Kook mengedipkan sebelah matanya padaku.

Aku menepuk jidatku. Ah, ya! Makan siang! Sekarang kan memang sudah waktunya makan siang. Aku tahu Jung Kook pasti belum makan apapun sejak pagi tadi karena dia terus tertidur.

Aku menggigit bibirku. Aku tidak bisa memasak. Aaarrgghhhh!! Payah! Pacar macam apakah aku ini?! Kadang aku berpikir…, apakah aku pantas menjadi pacar Jung Kook?

 

Actually I worried about this a lot

Because I had nothing I could do for you

Even though I lack so much and I don’t have much, will you still accept me?

For you, only for you

I might not be able to give you the whole world but

Now I will promise only to you

I will be a person who is only for you

 

Jung Kook memesan pizza. Jung Kook sangat suka sekali pizza, roti, dan makanan-makanan yang terbuat dari tepung lainnya.

Selama makan pizza, Jung Kook banyak sekali bercerita padaku tentang kegiatannya bersama BTS. Aku juga bercerita banyak hal tentang PR dan ujian harian di sekolah.

Waktu 2 jam hanya terasa seperti 2 detik saja bagiku! Kenapa waktu cepat sekali berlalu bila aku bersama Jung Kook?!

Aku tahu, sebagai seorang yeojachingu, aku masih memiliki banyak kekurangan. Aku bukan yeoja yang sempurna. Tapi aku selalu berjanji di dalam hatiku, aku akan mencintai Jung Kook dengan segenap hatiku.

Aku tidak bisa memberikan seluruh dunia ini pada Jung Kook, tapi aku akan memberikan seluruh hatiku hanya untuknya. Aku akan menjadi satu-satunya yeoja untuk Jung Kook.

Jung Kook membersihkan sisa-sisa saus pizza di sudut-sudut bibirku dengan jarinya. Ia menatapku sambil tersenyum. “Hae Mi~ya…, bisakah kau berjanji satu hal padaku?” Jung Kook menatapku lekat-lekat.

“Hmm.” Aku mengangguk.

“Berjanjilah kau akan selalu berada di sisiku, Hae Mi~ya. Seperti sekarang. Aku berharap tahun depan, 10 tahun ke depan, 100 tahun ke depan….kau selalu bersamaku.”

Aku tertawa senang sekaligus geli. “100 tahun? Hmmmm…, bagaimana yaa tampang kita berdua seandainya 100 tahun ke depan kita masih hidup?”

Jung Kook memelukku. “Tentu saja kau akan tetap menjadi Choi Hae Mi bagiku. Tidak peduli se-putih apa rambutmu nanti, se-keriput apa wajahmu, bagiku ….kau adalah Choi Hae Mi-ku.”

Aku tertawa pelan dan balas memeluk Jung Kook dengan erat. Aku sangat senang.

“Aku juga. Bagiku…kau tetaplah Jeon Jung Kook. Seandainya kita terlahir kembali pun, bagiku kau tetap Jung Kookie-ku, dan aku akan terus menyayangimu selamanya.”

Jung Kook mengecup bibirku sekilas. “Saranghae, Hae Mi~ya.”

Aku tersenyum. “Nado, Jung Kookie.”

 

It’s only for you just wanna be for you

You just need to stay by my side just as you are right now

Even I’m born again, I want to look at only you forever

 

=== END ===

 

 

 

3rd songfic

Song : Someday (VIXX)

Cast : Leo / Jung Taek Woon (VIXX) , Kim Min Ri (OC)

Author : Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Cerita ini special buat @Martinania yg udah request , dan untuk semua fans VIXX ^_^

 Image

Sometimes, there are those days
When I miss you even more
I can’t explain any more, I’m fall in love
Like a boy in love

 

Sudah berkali-kali sepupuku, Han Sang Hyuk, memintaku datang ke dorm VIXX. Entahlah, akhir-akhir ini sepupuku yang manja itu semakin sering memintaku datang ke sana. Banyak sekali permintaannya, seperti minta dibawakan kue brownies, mandu, mochi, dan lain-lain.

Sebenarnya aku juga tidak merasa keberatan harus datang ke dorm VIXX. Member VIXX sangat menyenangkan. Apalagi ada Leo alias Jung Taek Woon, teman sekelasku saat senior high school dulu. Tapi di saat jadwal kuliah dan kerja freelance sebagai penyiar radio semakin padat seperti sekarang ini, permintaan Hyuk terasa terlalu berat.

Semalaman tadi Hyuk terus merengek di telepon agar aku membawakannya kue brownies buatanku. Mana sempat aku membuat kue brownies! Tugas-tugas kuliahku saja banyak yang terbengkalai! Hyuk berkata tidak apa-apa aku tidak membawa brownies, yang penting aku datang ke dorm VIXX hari ini.

Hyuk memang sangat manja padaku sejak kecil. Meskipun aku sering merasa kesal padanya, tapi aku sangat menyayanginya layaknya adik kandungku sendiri. Aku anak tunggal, jadi aku bersyukur bisa punya “adik” seperti Hyuk.

Seharian ini pun Hyuk tidak menyerah dan terus menerus mengirimiku message dan meneleponku selama aku berada di kampus. Aku menghela nafas panjang dan akhirnya menyerah. Sepulang kuliah, pukul 4 sore, aku pun memutuskan untuk datang ke dorm VIXX. Hyuk berkata dia ada di dorm. Meskipun aku tidak sempat membuat kue brownies, tapi aku membeli 3 loyang pizza berukuran jumbo untuk Hyuk dan teman-teman VIXX-nya.

Begitu aku tiba di depan pintu dorm VIXX, aku menelepon Hyuk, tapi tidak diangkat juga. Akhirnya aku pun memijit bel. Satu menit kemudian, pintu terbuka. Leo menatapku dengan tatapan datarnya yang khas. Aku tersenyum lebar. “Leo~ya, Hyuk memintaku datang kemari. Anak itu pasti sedang tidur kan sekarang? Aku menghubungi ponselnya tapi tidak diangkat.”

Leo menatapku lama sebelum akhirnya bicara. “Hyuk tidak ada di sini. Dia dan yang lain pergi ke taman bermain sejak pagi.”

“MWOOO??” pekikku, kemudian berdecak kesal. Lalu untuk apa si manja Hyuk merengek terus-menerus memintaku datang kesini hari ini?!

Leo masih terus menatapku. Aku melirik pizza yang kubawa. Aku tidak akan sanggup memakan pizza ini sendirian. Aku pun menatap Leo. “Kau mau pizza?”

Leo mengangguk. Dia masih saja menatapku tanpa ekspresi dengan kedua matanya yang tajam. Kemudian, Leo mengatakan hal yang tak pernah kuduga. “Min Ri~ya…, aku…. merindukanmu.”

Satu kalimat singkat itu entah kenapa membuat jantungku berdetak lebih cepat. Aku hanya bisa berdiri terpaku di tempatku.

 

The more time passes, I lose my rationale

 I only want to be with you
I only want to hug you
I don’t care about other’s eyes
As if we’re alone right now

 

 

Aku dan Leo memakan pizza dengan tenang di ruang tengah. Aku yang biasanya cerewet, entah kenapa tiba-tiba saja kehilangan kata-kata untuk kuucapkan setelah mendengar kata-kata Leo tadi. Leo merindukanku?

Otak-ku seperti terasa buntu. Aku tidak bisa memikirkan topik pembicaraan. Di dalam kepalaku saat ini hanya ada kata-kata Leo tadi. Terus berputar berulang kali layaknnya sebuah rekaman.

Leo memang orang yang jarang berbicara. Tapi biasanya aku cerewet dan pandai bicara, karena itulah aku diterima sebagai penyiar radio. Kenapa sekarang aku jadi seperti orang bisu?!

Aku pun hanya terus mengunyah dan menelan potongan pizza-ku dengan susah payah. Aku melirik Leo dari sudut-sudut mataku. Dia tampak menikmati pizza.

Aku dan Leo sudah saling mengenal sejak kami kelas 1 senior high school, jauh sebelum Leo menjadi idol seperti sekarang ini. Tapi hubungan kami biasa saja. Kami berteman, tapi tidak bisa dibilang sahabat juga. Aku sangat terkejut ketika tahu Hyuk dan Leo satu grup.

Aku senang bisa bertemu lagi dengan Leo 2 tahun yang lalu. Jujur saja, sama seperti teman-teman perempuanku yang lain di sekolah dulu, aku pun mengidolakan Leo. Dulu dia sangat populer di sekolah. Tampan, atlet sepakbola, jago menyanyi. Semua anak perempuan di sekolahku mengidolakannya.

Tapi tidak seperti anak perempuan lain yang berlomba-lomba menyatakan perasaannya pada Leo, aku hanya menyimpannya sendirian selama 3 tahun, sampai kami lulus. Dan siapa yang menduga kini aku bisa bertemu lagi dengannya?! Kurasa aku jadi semakin mengidolakannya sekarang. Aku adalah starlight! Hehehe.

“Ng-ng…, Leo, TV-nya aku nyalakan ya.” Kataku. Leo hanya menatapku dalam diam.

Aku memutuskan kontak mataku dengannya dan menatap sekeliling kami, mencari-cari remote TV. Suasana ini terlalu sunyi. Aku takut Leo bisa mendengar suara detak jantungku.

Mana sih remote TV?! Aku belum menemukannya juga. Aku berdiri dan mulai mencari ke balik sofa. Tanpa kuduga, Leo tiba-tiba saja memelukku dari belakang. Aku menahan nafas. Jantungku berdebar milyaran kali lebih keras daripada sebelumnya.

Leo hanya memelukku tanpa mengatakan apapun. Kepalanya disandarkan di pundakku. Aku hanya terdiam dan mengerjap-ngerjapkan mataku. Mencoba menepis berbagai pikiran aneh yang melintas di otakku.

“Kami pulaaaaangggg!!!!!” terdengar seruan heboh Ken, N, dan Hyuk. Ravi dan Hongbin mengikuti mereka masuk sambil membawa banyak sekali belanjaan.

“OH!!!!” N terkejut melihatku dan Leo. Leo masih memelukku dari belakang dan tidak melepaskan pelukannya meskipun sekarang semua teman VIXX-nya melihat kami. Aku mengibas-ngibaskan kedua tanganku pada N. “Kami tidak melakukan apapun!” kataku cepat-cepat.

Mereka menatapku dengan tatapan penuh makna sambil tersenyum jahil. Hyuk terbahak-bahak dan saling ber-high-five ria bersama Hongbin.

Ken membulatkan matanya. “Ooootokajiiii?” katanya dengan nada seperti ahjuma.

Tiba-tiba saja Leo melepaskan pelukannya dan berjalan pergi begitu saja ke dalam kamarnya. Meninggalkan kami semua.

Hyuk menghampiriku dan berbisik di telingaku. “Nuna, aku berbohong. Hehehe. Mian. Sebenarnya aku kasihan pada Leo hyung. Dia sangat merindukanmu, nuna. Beberapa hari kemarin dia bad mood terus karena sudah lama kau tidak datang kemari.”

“Mwo?”

Hyuk masih terus berbisik. “Nuna, aku setuju sekali kalau Leo hyung jadi kakak iparku.” Hyuk mengedipkan sebelah matanya padaku.

Aku tertawa awkward sambil memukul lengan Hyuk pelan. “Kau bicara apa, Hyuk~ah! Sudah ya, aku pulang!” Aku pun cepat-cepat melarikan diri dari sana sebelum member VIXX yang lain menjahiliku.

 

Draw a line above a dot like an exclamation point, I secretly think of you
On days like that, sometimes, days like this make me feel good
Do you remember our temperature? My warm hands that embraced you?
Now I hold onto a brush called Memories and draw out your face though I’m not a painter

 

Setibanya di rumah, pikiranku terus tertuju pada Leo. Aku mengingat berbagai kenanganku bersamanya saat zaman-zaman sekolah dulu. Apakah Leo menyukaiku? Tapi dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia menyukaiku. Lalu kenapa tadi sore dia memelukku? Apakah dia tidak benar-benar merindukanku? Mungkin saja dia hanya kesepian kan?

Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat dan menghela nafas panjang. Aku berbaring di atas tempat tidurku sambil menatap langit-langit kamarku. Mulai sekarang sepertinya otakku hanya akan dipenuhi oleh Leo!

Aku ingat, dulu aku dan Leo sering sekali satu kelompok. Membuat teman-teman perempuanku iri padaku. Dulu juga aku sering disebut “interpreter Leo”, karena saat kami satu kelompok dan harus presentasi di depan kelas, aku-lah yang banyak bicara karena aku memang cerewet, aku juga banyak menjawab pertanyaan saat sesi tanya jawab, sementara Leo lebih banyak diam dan hanya menunjukkan padaku clue jawaban lewat buku. Makanya teman-teman menyebutku “interpreter Leo” karena seolah aku menerjemahkan apa yang ingin Leo katakan.

Ponselku berdering. Ada message dari Leo. Aku tidak pernah merasa sebahagia ini dalam hidupku! Oke, aku tahu aku memang berlebihan dan cheesy. Tapi bayangkan bila orang yang pendiam dan pemalu seperti Jung Taek Woon berinisiatif mengirimimu message lebih dulu! Jung Taek Woon, satu-satunya alasan mengapa sampai sekarang aku tidak bisa menyukai cowok lain. Mungkin sejak dulu aku memang bukan hanya mengidolakannya, tapi juga menyukainya. Benar-benar menyukainya.

Aku terus membayangkan wajah Leo, seolah aku melukis wajahnya di udara, di hadapanku. Kemudian aku pun terlelap ke alam mimpi dan bertemu Leo di sana.

 

You’re getting a feeling right now
You know what I want to do right now
I can’t take it anymore, I’m fall in love
Like a boy in love
Let’s stop time for a moment

 

Dua hari kemudian……

Aku datang ke acara KBS Music Bank. Kali ini bukan atas permintaan sepupuku Hyuk, tapi Leo. Leo berkata VIXX dinominasikan sebagai calon pemenang chart music minggu ini melawan Hyorin Sistar.

Sepanjang perjalanan aku terus berdoa dalam hati semoga VIXX menang. Tak lupa aku juga memberi dukungan pada VIXX lewat voting. Sekarang sudah 1 tahun lebih sejak VIXX debut, kuharap mereka mendapatkan piala penghargaan pertama mereka malam ini.

Aku menunggu pengumuman pemenang music bank dengan cemas di ruang make-up VIXX bersama beberapa staff VIXX. Aku sudah cukup mengenal staff VIXX karena Hyuk sering mengajakku ke acara-acara VIXX dan aku juga sering mempromosikan VIXX saat aku siaran radio.

Aku menatap TV. Menunggu dengan tegang. Saat MC mengumumkan VIXX menang, aku menangis bahagia. Akhirnya! Akhirnya setelah penantian yang sangat panjang VIXX mendapatkan piala pertama mereka di acara musik mingguan! Akhirnya….VIXX bisa membuktikan, bahwa dengan kerja keras mereka yang tanpa henti, mereka-pun sanggup menjadi juara, mengalahkan idol-idol lain yang berasal dari manajemen yang lebih besar dibanding Jellyfish entertainment. Aku merasa sangat bangga pada VIXX.

Leo menangis sambil berjongkok. Aku melihatnya di TV. Beberapa idol seperti EXO mengusap-usap punggung Leo. Ingin sekali rasanya saat ini aku berlari keluar dari ruangan ini, melompat ke atas panggung dan memeluk Leo. Tapi aku tetap menunggu di ruang make-up dengan sabar. Aku mengusap air di sudut mataku, lalu tersenyum lebar.

Lima belas menit kemudian, VIXX masuk ke ruangan ini. Para staff memberikan ucapan selamat. CEO Jellyfish pun ikut masuk ke ruangan ini sambil menepuk-nepuk pundak VIXX dengan bangga.

Aku dan Leo bertatapan lewat cermin besar di hadapanku. Aku tersenyum, Leo balas tersenyum tipis. Tanpa menunggu lagi, aku pun membalikkan badanku dan memeluk Leo dengan erat. “Chukae…” kataku dengan tulus.

Leo membenamkan wajahnya di pundakku. “Gomawo…” bisiknya. Ia menatapku dengan kedua matanya yang sembab karena menangis saat di panggung tadi. “Min Ri~ya, I can’t take it anymore, I’m fall in love with you.” Leo berkata dengan lembut dan sungguh-sungguh. Kedua matanya tidak merefleksikan apapun selain kejujuran.

Aku hanya bisa membelalakkan mataku tanpa mampu berkata apapun. Lagi-lagi, aku selalu kehabisan kata-kata bila sedang bersama Leo. Leo kembali berkata pelan dan lembut. “Let’s stop time for a moment.” Leo mencium bibirku dalam-dalam, tidak memedulikan tatapan orang-orang di sekitar kami. Suara-suara seruan jahil di sekitar kami terdengar jelas sekali, tapi kami tidak peduli. Saat ini waktu benar-benar berhenti hanya untuk kami berdua.

 

Even I’m not familiar with myself being like this
I keep being un-manly and keep smiling
I try to snap out of it, but in the end, I break down in front of you
Yeah, I love you

 

Satu minggu telah berlalu sejak Leo menyatakan perasaannya padaku. Satu minggu paling luar biasa dalam hidupku. Dan aku tahu, hari-hari selanjutnya pun akan menjadi hari yang luar biasa bagiku, asalkan Leo bersamaku.

Sikap Leo dihadapanku jadi banyak berubah. Selama ini Leo jarang sekali tersenyum, tapi setelah menjadi namjachingu-ku entah kenapa dia sering sekali tersenyum padaku.

Leo sendiri tidak tahu mengapa dia bersikap seperti ini. Dia berkata….setiap kali melihatku, ia merasa bahagia, karena itulah dia tersenyum. Leo berkata….sikap cool-nya menghilang entah kemana bila ia sedang bersamaku.

Member VIXX yang lain sering sekali menjahili kami dan menggoda kami. Leo hanya akan menendang kaki mereka bila sudah merasa sangat kesal, tapi mereka tak kapok-kapok mengganggu kami.

Leo tahu banyak sekali apa makanan dan minuman favoritku. Film favoritku. Novel favoritku. Aku heran darimana dia tahu?! Kupikir Hyuk yang memberitahunya, tapi Leo mengaku, dia sudah memperhatikanku sejak kelas 1 senior high school dulu. Dia mengingat apa yang kusukai dan apa yang tidak kusukai. Dia juga tahu aku sangat pemilih soal makanan.

Tapi aku tidak tahu banyak hal tentang Leo. Saat aku bertanya, “Aku tahu kau sangat suka makan, Leo~ya, tapi tepatnya apa makanan yang paliiiiiing kau sukai?”

Leo menatapku sambil berusaha menahan senyum. “Makanan apapun yang kau buat untukku.”

“Yah!” Aku memukul lengannya. Leo hanya tertawa pelan.

Atau ketika aku bertanya kopi jenis apa yang ia suka, agar aku bisa membelikannya dan membuatkan kopi favoritnya, Leo hanya berkata. “Kopi apapun yang kau seduh dengan kedua tanganmu.”

“Film apapun yang kutonton bersamamu.”

“Tempat apapun yang kudatangi bersamamu.”

“Hadiah apapun yang kau berikan untukku.”

Yah, begitulah kira-kira jawaban Leo setiap kali kutanya apa yang ia sukai, tempat kencan seperti apa yang ingin dia datangi, film apa yang ia sukai.

Apakah aku mengeluh? Tentu saja tidak!

Aku suka Leo ternyata menyukai apapun tentangku. Aku juga mulai sekarang tidak akan terlalu rewel dan pemilih lagi soal makanan, apapun akan kumakan dan kujadikan makanan kesukaanku asalkan aku memakannya bersama Leo.

Kuharap hubungan kami bertahan selamanya.❤

 

I don’t need anything else
I don’t like anything that’s not you
Nothing in this world can interfere
Right here, right now, it’s only you and me.

 

===== END =====

 

 

 

 

4th songfic

Song : Love Fall (Jonghyun & Juniel)

Cast : Kai / Kim Jong In (EXO-K) & Han Hee / Honey Lau (OC)

Author : Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Cerita ini special buat Kunang yg udah request , dan untuk semua fans EXO dan fans FF MD. Cerita ini agak nyambung dikit-dikit sama MD ^_^

 

 Image

When the scent of winter spreads

In the street the white snow falls

Without knowing, my feet step toward you

 

Seoul, Korea Selatan, tahun 2313…..

Aku merapatkan syal yang melilit di leherku. Tanganku kugosok-gosokkan dengan keras. Aku merasa sangat kedinginan, padahal aku sudah memakai baju berlapis-lapis, mantel tebal, syal, sarung tangan, dan topi rajut.

Aku melirik jam tanganku. Sudah hampir satu jam aku menunggu kakak asuhku, Park Chan Rin. Aku berdiri di dekat lampu penyebrangan jalan. Sepanjang mata memandang, hanya hamparan putih salju yang terlihat. Semuanya terasa menakjubkan. Begitu putih….begitu bersih…, tapi tetap saja dingin! Aku benci dingin!

Sebenarnya bisa saja aku menunggu di dalam kedai kopi atau dimanapun asal tidak di pinggir jalan seperti ini. Tapi dompetku tertinggal di rumah. Aku tidak punya uang se-peserpun. Ponselku mati tepat setelah aku menelepon Chan Rin eonni dan berkata aku ada di sini. Kalau aku pindah tempat, aku takut Chan Rin eonni tidak bisa menemukanku seperti hari-hari sebelumnya. Aku sudah bosan kena omel Chan Rin eonni terus setiap hari! Haaah, hari ini hari yang menyenangkan, bukan?!

Aku menghembuskan nafas kesal. Mana sih Chan Rin eonni? Kenapa dia lama sekali?! Jangan-jangan dia malah kencan bersama suaminya, Sehun Oppa!

Aku menengadahkan tanganku menghadap langit dan butiran salju yang lembut dan dingin pun berjatuhan di atas telapak tanganku. Tanpa bisa dicegah senyum lebar menghiasi wajahku. Meskipun aku berkata aku membenci rasa dingin, tapi siapa bilang aku benci salju?! Aku sangat suka salju! Bahkan aku ingat, ketika aku masih kecil, aku sering memakan salju. Hahaha. Sudah pasti Chan Rin eonni memarahiku!

Kalau dipikir-pikir lagi, aneh juga karena Chan Rin eonni dan Sehun Oppa selalu terlihat awet muda. Wajah mereka terlihat sama persis seperti 16 tahun yang lalu. Aku semakin tersenyum lebar mengingat kedua orang yang sangat kusayangi itu. Aku yatim piatu. Chan Rin eonni dan Sehun Oppa mengadopsiku dari panti asuhan ketika aku masih bayi. Tepat ketika ibu kandungku meninggal setelah melahirkanku di panti asuhan tempat ibuku bekerja. Secara teknis, Chan Rin eonni dan Sehun Oppa adalah ibu dan ayah adopsiku, tapi sejak dulu mereka ingin aku memanggil mereka dengan sebutan eonni dan oppa. Benar-benar aneh!

Lampu lalu lintas berubah hijau lagi untuk para pejalan kaki. Entah untuk yang ke-berapa kalinya. Orang-orang di sekitarku melintas begitu saja melewatiku, tapi aku tetap terdiam di tempatku.

Kemudian, ketika lampu lalu lintas berubah merah, saat itulah aku melihatnya. Di sebrang sana….aku melihat seorang pria tinggi, tampan, berkulit tan, rambut hitam pendeknya dipangkas dengan stylish – menatapku dengan intens.

Aku tidak bisa melepaskan pandanganku darinya. Entahlah. Seperti ada “sesuatu” pada pria itu yang membuatku tidak bisa berkedip ketika memandangnya.

Tanpa bisa kucegah, entah dorongan apa yang merasuki diriku, ketika lampu lalu lintas berubah hijau lagi untuk para pejalan kaki, aku pun melangkahkan kakiku ke jalanan licin yang dipenuhi tumpukkan salju. Mendekati pria itu yang masih terus menatapku dengan intens sambil melangkahkan kakinya menyebrang jalan. Mendekatiku.

 

Like main characters of a drama

On a street filled with white snowflakes

I want to hold hands and walk with you

 

Kami berdua berhenti di tengah jalan. Saling menatap dalam-dalam. Aneh. Aku tidak mengenal pria ini, tapi hatiku berkata sebaliknya. Seolah aku telah mengenal pria ini seumur hidupku.

Pria berkulit tan itu tersenyum lebar padaku. “Akhirnya kita bisa bertemu, Han Hee~ya.”

Aku hanya bisa menatap pria itu tanpa berkedip. Bagaimana dia bisa tahu namaku? Apakah dia memang mengenalku? Siapa pria tampan misterius ini yang untuk pertama kalinya dalam hidupku membuat hatiku bergetar dengan hebatnya?

Tanpa kuduga, tangan besar dan hangat pria itu menggenggam tanganku dengan erat. Kedua matanya yang jernih dipenuhi berbagai emosi. Seperti….campuran rasa bahagia, sedih, rindu, cinta?

Pria asing yang terasa tak asing itu mengantarku ke rumah. Aku tidak tahu bagaimana pria itu bisa tahu di mana rumahku, atau bagaimana dia bisa mengenal Chan Rin eonni dan Sehun Oppa.

Tidak. Bukan pertanyaan-pertanyaan itulah yang ingin kuketahui jawabannya, tapi….aku ingin tahu…. perasaan aneh apakah yang kurasakan saat ini?

 

What can I do to make you smile?

I think I love you, maybe its real

What can I do for you to accept my heart?

Is it Love?

Snow falls, love falls, It falls whitely

I met you, who is brighter than all of the neon lights

Baby, the love I always dreamed of

The love that I always thought of, It’s you

 

Kim Jong In, atau biasa dipanggil Kai. Itulah nama pria itu. Dia terlihat sangat akrab dengan Sehun Oppa dan Chan Rin eonni. Mereka bahkan melihat-lihat foto lama. Mereka bilang itu foto buyut mereka. Sehun dan Kai EXO yang hidup 300 tahun lalu. 300 tahun lalu buyut-buyut mereka yang merupakan idol terkenal itu mengalami masa kejayaan karier mereka. Tapi mereka berdua terlihat seperti bercanda ketika mengatakan hal itu. Entahlah. Yang pasti foto Sehun Oppa memang sangat mirip dengan Sehun EXO, buyutnya. Nama mereka saja sama! Begitu pula dengan Kai.

Kai bilang…. Senyumanku lebih cerah dari matahari. Lebih bersinar dibanding milyaran cahaya lampu neon.

“Han Hee~yah…, mulai sekarang….aku ingin selalu melihat senyumanmu. Aku ingin membuatmu tersenyum terus seperti ini. Aku tidak akan pernah membuatmu menangis lagi.” Kai berkata dengan suara dalam-nya yang khas sambil menatapku dengan tatapan yang penuh campuran perasaan.

Lagi? Membuatku menangis? Memangnya kapan dia membuatku menangis? Selama ini dia tidak pernah membuatku menangis. Aku selalu bisa tertawa lebih bahagia bila bersama Kai.

 

Like main characters of a drama

We met again on this street

You are coming to me

Making my heart race

 

Aku bertemu lagi dengan Kai di jalan yang sama dengan saat pertama kali aku melihatnya. Kami berdiri bersebrangan. Kali ini, tanpa ragu aku pun melambaikan tanganku dengan riang. Kai berlari menghampiriku dan langsung memelukku dengan erat. Membuat dadaku berdebar hebat.

Aku menghirup aroma Kai dalam-dalam. Aku selalu suka menghirup aroma tubuhnya yang terasa seperti perpaduan musim panas dan madu.

Kemudian, aku mulai melemparkan gumpalan salju yang sejak tadi kugenggam di dalam tanganku ke wajah Kai! Sontak Kai terkejut. Aku tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajahnya.

Kai tertawa, dan ia pun segera membalas kejahilanku dengan melemparkan bola salju ke tubuhku. Aku menjerit senang dan berlari menjauhinya. “Kau tidak akan bisa mengejarkuuu.” Aku tertawa dan menjulurkan lidahku. Aku meraih tumpukkan salju di jalanan dan kembali melemparkannya ke wajah dan rambut Kai.

Kai berhasil mengejarku dan memegang lenganku. Kini ia malah menggelitiki leherku yang tidak tertutupi syal. Aku terbahak-bahak kegelian, dan berusaha membalasnya tapi gagal.

Saat ini aku merasa seperti berada di dunia mimpi. Seperti menjadi aktris utama dalam sebuah drama. Dan Kai…., tentu saja Kai adalah pemeran utama pria di dalam “drama”-ku.

 

It’s such a warm winter with you

I’ll always make you happy

Even after this winter passes

 

Musim dingin tidak pernah terasa dingin lagi berkat kehadiran Kai. Entah bagaimana kehadirannya selalu bisa membuat hatiku terasa hangat se-hangat mentari musim panas.

Nanti, di bulan-bulan berikutnya, meskipun musim dingin telah berlalu, aku berharap Kai akan terus membuatku merasa hangat dengan senyumannya, dengan kata-katanya, dengan sikapnya, dengan semua perhatiannya yang selalu ia berikan padaku.

Aku juga ingin membuat Kai selalu tersenyum bahagia. Ada kalanya aku melihat Kai melamun dengan tatapan mata sedih. Entah apa yang ia pikirkan, yang pasti aku ingin membuatnya tersenyum karenaku.

Suatu malam, aku dan Kai duduk di taman belakang rumahku sambil menatap langit yang kelam. Tidak terlihat cahaya bintang, hanya puluhan cahaya lampu mobil terbang yang berseliweran jauh di atas kami.

“Tahun 2013…, tidak ada mobil terbang.” Kata Kai sambil menatap langit.

Aku tertawa. “Tentu saja. Apakah kakek buyutmu yang bercerita? Oh ya, kenapa ibumu memberimu nama yang sama seperti kakek buyutmu? Sehun Oppa juga. Aneh-aneh saja. Apakah karena kakek buyut kalian adalah idol terkenal di zaman itu?” aku terkikik geli.

Kai menoleh dan tersenyum padaku. “Tahun 2013….adalah tahun yang sangat berarti bagiku. Karena pada tahun itu…kau membalas cintaku, Han Hee~ya.”

“Mwo?” aku menatap Kai dengan bingung.

Kai terus menatapku lekat-lekat. “Sepuluh tahun. Selama itulah kita bersama. Aku berkata…aku akan membahagiakanmu selamanya. Aku berjanji akan membawamu ke dunia angel bersamaku dan meminta ayahku merubahmu menjadi angel.”

Aku menatap Kai seolah Kai adalah orang sinting. Dunia angel? Apa sih yang dia bicarakan?! Tapi sintingnya lagi, aku mempercayai kata-kata Kai.

“Tapi….” Kini Kai menatapku dengan sedih. “Sebelum aku sempat membawamu, kau mengalami kecelakaan. Kau pergi, Han Hee~ya…, kau pergi meninggalkanku. Aku tidak memenuhi janjiku, dan kau pun tidak. Kenapa kau tidak memenuhi janjimu, Han Hee~ya? Kau berjanji akan selalu ada di sisiku. Kau berjanji akan selalu membuatku tersenyum setiap hari. Kau berjanji akan menulariku dengan sifat periangmu. Dengan happy virus-mu. Kenapa kau pergi, Han Hee~ya?”

Aku tidak tahu kenapa sekarang aku mengulurkan tanganku, memeluk Kai, dan mengelus-elus punggungnya. Kai berbicara yang aneh-aneh, tapi anehnya aku tetap mendengarkan ceritanya dan mempercayainya.

“300 tahun bukanlah waktu yang singkat, Han Hee~ya. Selama 300 tahun, aku menunggumu untuk bereinkarnasi. Selama 300 tahun, aku merasa hidup tapi tidak hidup. Aku ingin mati tapi tidak bisa. 300 tahun aku tidak pernah mengenal apa itu rasa bahagia. 300 tahun aku melupakan bagaimana caranya tersenyum.”

Kai menggenggam kedua tanganku dan menatapku dalam-dalam. “Maafkan aku, Han Hee~ya. Maaf karena aku mengingkari janjiku. Maaf karena aku tidak bisa tersenyum meskipun kau tidak ada. Maaf aku tidak pernah bisa memenuhi janjiku. Tapi sekarang.., bisakah kau memberiku kesempatan lagi? Meskipun kau tidak bisa mengingat masa lalu kita 300 tahun yang lalu, tapi bisakah kau belajar untuk mencintaiku seperti dulu?” Kai menatapku penuh harap.

Aku tertawa dan memukul lengannya pelan, tapi air mata merebak di sudut-sudut mataku. “Jangan bodoh, Kai! Aku menyukaimu. Aku mencintaimu. Aku tidak perlu belajar bagaimana mencintaimu, karena aku sudah tahu….aku mencintaimu, sejak kita pertama kali bertemu di sebrang jalan yang penuh salju itu.”

Kai memelukku dengan erat. Aku merasakan bahuku panas karena air mata Kai. “Gomawo, Han Hee~ya…,” Kai melepaskan pelukannya dan kini menatapku lurus-lurus. “Kau tahu? Meskipun kau tidak ingat apapun tentang masa lalu kita, tapi aku akan memberitahumu tiga hal. Yang pertama…, Sehun, Chan Rin, dan aku adalah orang yang sama dengan 300 tahun lalu. Kai EXO bukanlah kakek buyutku, melainkan aku.” Kai tersenyum. “Aku selalu merasa bersalah pada Sehun dan Chanrin, karena dulu mereka berjanji tidak akan memiliki anak sebelum kau terlahir kembali ke dunia ini. Mereka memenuhi janjinya, mereka mengadopsimu. Dan kuharap, sekarang, setelah ada aku yang bisa menjagamu, mereka berdua bisa mendapatkan kebahagiaan mereka sendiri.”

Aku bertanya “Apakah kau, Chan Rin eonni, dan Sehun oppa adalah makhluk yang sama?”

Kai menggeleng. “Bukan. Sehun vampire. Chanrin makhluk campuran angel-devil-dan makhluk dimensi lain. Sementara aku dulu adalah angel yang dikutuk menjadi werewolf.”

Kai menggenggam tanganku. “Yang ke-2…., maafkan aku, karena aku baru bisa muncul sekarang, setelah kau berumur 16 tahun. Selama 16 tahun ini aku berusaha meyakinkan seluruh keluargaku di duniaku, aku melepaskan kekuatan dunia angel-ku. Sekarang….aku bukanlah pangeran angel lagi. Aku hanya manusia biasa. Aku tidak peduli bila umurku sebagai manusia sangatlah singkat. Karena bagiku…, kehidupan yang panjang dan lama tidak ada artinya bila kau tidak ada di sisiku, Han Hee~ya. Aku memutuskan untuk menjadi manusia. Aku akan tumbuh menua bersamamu. Aku akan terus bersamamu hingga hanya kematianlah yang memisahkan kita. Dan di kehidupan kita yang selanjutnya….aku akan menemuimu lagi dan bersama denganmu lagi seperti ini.”

Kai meremas jemari tanganku dengan lembut. “Yang ke-3…., aku mencintaimu Han Hee. Sejak dulu. Aku selalu tahu, sejak dulu kau adalah takdirku.”

Aku tidak bisa menyembunyikan lagi rasa bahagiaku. Aku tertawa lebar sambil memeluk Kai dengan erat. “Kita masih punya waktu untuk menceritakan masa lalu kita padaku, Kai. Aku memang tidak mengingatnya, tapi bukan berarti aku tidak akan pernah mengingatnya. Aku juga mencintaimu, serigala.” Aku nyengir lebar. Entah kenapa tiba-tiba aku ingin sekali memanggilnya serigala.

Kai membelalakkan matanya dan tertawa. Kami tahu, kami masih punya banyak waktu untuk bercerita. Aku tahu suatu hari nanti aku akan mengingat setiap detik yang pernah kuhabiskan bersama Kai di masa lalu. Karena kenangan itu pastilah sangat berharga bagiku.

Aku telah bertemu kembali dengan takdirku. Kai. Sang pangeran angel yang pernah dikutuk menjadi manusia serigala, dan kini merelakan kekuatan angel-nya hanya agar bisa terus bersamaku dan menjalani kehidupan di dunia yang sama denganku. Bagaimana mungkin aku tidak mencintai pria luar biasa ini?! Hanya gadis bodoh yang tidak akan jatuh cinta pada pria seperti Kai. Aku bersyukur karena takdir memilihku untuk bersama dengan Kai. Selamanya.

 

Snow falls, love falls, It falls whitely

Like a Christmas gift

I have met you, baby

The love I always dreamed of

The love I always thought of, It’s you

 

====== END ======

33 thoughts on “[Songfic Request] All for You + Someday + Love Fall

  1. Yey ada Han Hee di 4th songfic’nya. 300 thn lalu Han Hee meninggal ya? Yah kasian Kai dong. Tapi di SS MD jg bkin Han Hee meninggal ya, eonn? gk kuat kalo Han Hee smpe’ meninggal. Pokoknya hrs happy ending
    Yang main castnya Leo ceritanya sweet bgt, eonn

  2. Eonni ini keren banget!! Aku ampe mau nangis baca yang han hee & kai… kasian amat kai ditinggal mati ma Han Hee… wkwkwk…….. pokoknya eonni jjang!!! Forbidden Star-nya jangan lupa dilanjutin ya….. aku paling suka baca yang itu…. kekeke… ditunggu kelanjutannya……

  3. Pingback: [Songfic Request] Christmas Day + The Wind Blows + Key of Heart | wiantinaazmi

  4. Pingback: Secret Story of Moonlight Destiny | wiantinaazmi

  5. Pingback: [EXO & BAP FF_Secret Story of Moonlight Destiny] | FF & KPOP :)

  6. mimiii aku pikir aku dah koment disini, seriously… huhu

    aga kaget waktu ternyata hanhee ama kai cuman bertahan 10 tahun sebelumny T.T.. yahh tapi ga papa mereka akhirnya bersama hehhehe

    hunriiinnnn >,<

    aku jadi mikir, sebenernya kamu kan yg biasnya kai dan aku yg thehun *okesihh sekarang aku lebih melipir ke xiumin + baekyeol, tapi tetep ajah ini jadi asa kebalik hahhahahaha

    thank youuu yah song fic nya :*, ditunggu hunrin ke everest *eh

    • Wkwkwk….iyaaa kan aku yg biasnya kai…hahaha. Gak apa2 sih ini kan cuma FF. Di kehidupan aslinya aku tetep milih Kai. *dicakar D.O*

      Eh FF side story kaihee udh d post? Aku liat tweet kamu…

      • ahhh ituu ff geje (getting jealous dan emang geje), yang dibuat dengan kecepatan kilat dan emang ff terpendek yg pernah aku bikin ahhahhaha.. critanya pemanasan (?) sblom side story yg sebenarnyaaa kkk~~ tp baca ajah

        di aslinyaa aku tetep milih xiumin ama chanyeol, gilaaakk gilakkk aku makin suka chanyeol pas udah nton 2 ep law of jungle >,<!!!

  7. KETJEH kak… TT^TT lebih suka yang ini daripada ss md xD kkk bukan kerena ssnya jelek. bukaaaaannnn tapi karena di ff ini dijelasin kalo takdir mereka itu HunRin~Kaihee gada tuh yang namanya Yeorin ato HanHan couple… kkkk xD ^^ sukaaaa bingiiits ^^b

    ayolah kak side story HunRin mana??? hari ini aja gw udah baca 2 ff KaiHee, ngiri nih pen Baca HunRin jugaaa…>,< masa gw juga harus request songfic bwt mereka juga??? kkkk xD gw udah nunggu bminggu2 tapi gada muncul juga TT^TT kasian kek gitu ama gw ama HunRin Shipper seluruh dunia? eoh? *Lebey pokoknya sampai kapanpun itu gw tetep nunggu…😀 *DiBakarAzumiKunang. ff ini masih kurang nih part HunRinnya :O. okokokok…. ???~,^O

    makasih ka…!!! :*

    • Hehehe…gomawoo>_<.
      Iyaaa emang takdir aslinya itu HunRin-Kaihee. SS tuh cuma alternative seandainya takdir mereka kayak gtu. Hahaha.
      Siip tunggu aja yaa HunRin nya lagi nge date dulu k berbagai negara. Aku jg lagi bertapa dulu nih di puncak gunung Alpen nungguin HunRin nyeritain "date" mereka. Wkwkwk

  8. baru bca yg 3rd……dan songfic ini bkin w g berenti2’y wat senyum2 sndr ooouuuhhhh……Leo-ya u so so so romantic u know mau bgt dpeluk leo dr blkang di kisseu aw aw aw……*ngarep bgtz…
    ini bgus bgtzzz bkin yg baca jd melayang eerrrrr….

    • Kkkkkkk….jgn jauh2 melayangnya…ntar susah napak di bumi lagi. LOL
      Leo cocok bgt deh sama lagu someday. Suaranya oke bgt ya di lagu itu. Katanya itu lagu favorit dia jg ya di album voodoo.
      Kapan2 pengen bikin songfic hongbin…tp pas aku buka request gak ada yg request hongbin…pada request Leo deh. Leo laku bgt ya. *ditendang Leo

      • beneran bnyak yg req Leo ckckckck…saingan makin bnyak nich *mikir keras…..
        iy kdang mpe merinding low dnger dy pas part high tone aduuhhh tuh urat dileher ap g ptus ya…kkkk
        Hongbin??q bilang dy bersinar pas low senyum ya kan? tp ttep aj q lbih suka ma eye gaze’y leo *halah abaikan…..

  9. Pingback: [Side Story Moonlight Destiny] White Day | wiantinaazmi

  10. Pingback: White Day -Side Story of Moonlight Destiny | EXO Fanfiction

  11. huaaa baru baca yang han hee kai ,
    kai sweeeet banget ampe ngereleain ngelepas status angelnya
    dan mereka sbelumnya cuma bertahan 10 tahun dan han hee kecelakaan ?
    poor kai yang nunggu han hee ampe 300 taun T.T
    tapi untung deh akhirnya ketemu lagi😀
    ahhh selalu suka deh sama semua yang berbau MD
    daebaaak daebaak ^^

  12. Aaaaaa keren ka 😆
    Ga nyangka ternyata hubungan hanhee sma kai cuma bertahan 10 tahun, ga nyangka hanhee ninggalin kai selamanya, pasti berat bnget buat kai karena dia kehilangan orang yang dicintainya, tpi setelah 300 tahun menunggu kai ketemu juga sma hanhee ☺
    Kai merelakan kekuatan angelnya buat bisa hidup berdua sma hanhee, dia mau jalanin semuanya dengan normal sma hanhee 😄
    Pokoknya suka bnget sma ff ini ka 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s