[Oneshoot] Our Past And Our Future

Image

Judul                                    : Our Past And Our Future

Author                                   : Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Main Cast                         : Kim Myung Soo / L (Infinite), Jung Soo Jung / Krystal f(x), Suho (EXO-K)

Support Cast                  : Kai (EXO-K), Sulli f(x), Hoya (Infinite)

Genre                                  : Fantasy, romance, friendship

Length                                  : One Shot

Rating                                 : PG+15

Summary                          : Suho memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh manusia manapun, yaitu membaca masa lalu dan masa depan orang lain. Krystal adalah satu-satunya orang yang tidak dapat dibaca masa lalu-nya maupun masa depan-nya oleh Suho. Padahal Krystal sangat ingin mengetahui masa lalu-nya, kehidupannya dulu, di saat ia masih menjadi manusia. Krystal juga ingin tahu siapa yang memberinya kalung berlian bertuliskan KMS Krystal, yang selalu ia pakai semenjak ia berubah menjadi vampire.

 

 

===== Krystal’s PoV =====

Seratus tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama 100 tahun ini, aku merasa hidupku seperti berada di neraka. Seratus tahun yang lalu, aku terbangun di sebuah gua di pedalaman hutan Amerika Serikat.

Saat itu aku tidak tahu aku ini apa dan siapa. Yang kutahu hanyalah aku merasa sangat haus. Tenggorokanku kering dan serasa terbakar. Yang ada di otakku saat itu hanyalah bagaimana caranya menghilangkan rasa haus yang menyiksa itu.

Aku berlari dengan cepat di jalan setapak, menembus hutan lebat. Aku mencari aliran sungai. Ternyata aku bisa berlari dengan sangat ringan dan super cepat.

Sekumpulan rusa dan zebra berlari tunggang langgang begitu aku melintasi mereka. Aku bisa mencium aroma lezat memenuhi hutan. Detik itu juga aku tahu bagaimana agar rasa haus-ku hilang. Bukan dengan meminum air sungai, tapi dengan meminum darah.

Bagiku, saat itu aroma darah rusa dan zebra itu lebih menggiurkan dibanding aroma air sungai. Dengan langkah lincah, aku pun menerkam rusa terdekat. Kuku-kuku tajamku menancap di tubuh si rusa dengan mudah seolah daging si rusa se-lembut kapas. Gigi taringku perlahan keluar dan dengan secepat kilat aku pun menancapkan gigi taringku ke leher si rusa, tepat di mana aliran darah segar mengalir.

Aku tidak pernah merasa puas. Bahkan setelah meminum darah 10  ekor rusa, 5 ekor zebra, 8  ekor singa, dan 4 ekor jerapah. Aku masih merasa haus. Tenggorokanku tidak lagi terasa terbakar dan perih, tapi aku masih merasa kurang. Ada sesuatu dalam diriku yang belum terpuaskan.

Aku kembali menembus hutan. Aku bisa mendengar suara burung dari kejauhan dengan sangat jelas. Aku juga bisa mendengar langkah kaki hewan-hewan yang berlari menjauhiku. Hewan-hewan itu bisa mencium kehadiranku dari jauh, tapi aku lebih cepat dan lebih kuat dari mereka.

Aku mengabaikan hewan-hewan yang ketakutan itu. Aku mencari sesuatu yang lebih menggiurkan. Sesuatu yang lebih memuaskan dahaga-ku.

Kemudian aku menemukannya!

Aku mencium aroma darah ter-lezat di hutan ini. Makhluk yang memiliki aroma menggiurkan itu memiliki ciri fisik yang sama denganku. Kemudian otak-ku memberiku sinyal : manusia, laki-laki.

Kalau ia manusia, lalu aku apa? Bukankah aku juga sama seperti dirinya?

Laki-laki berambut pirang yang membawa senapan panjang itu menatapku dengan kedua mata-nya yang besar. Aku mendekatinya perlahan. Mataku tertuju pada leher-nya. Aku bisa merasakan panas-nya darah yang mengalir di leher itu. Aku menjilat bibirku.

“Hey, cantik. Apa yang kau lakukan di hutan malam-malam begini?” laki-laki itu tersenyum lebar padaku. Ia menghampiriku. Aroma darahnya kini memenuhi indera penciumanku.

Aku mendorong tubuh laki-laki itu ke tanah dan menatapnya penuh rasa haus. Laki-laki itu menjerit keras. “Aaarrggghhhh!!!! Kau vampire!!!!!” laki-laki itu menembakku dengan senapan-nya. Tapi percuma, peluru-peluru itu tidak menembus kulitku, bahkan sama sekali tidak menimbulkan goresan di kulit-ku yang mulus. Peluru-peluru itu terpental, seolah aku adalah benda paling kuat di muka bumi ini.

Begitu darah segar dan hangat laki-laki itu memenuhi tenggorokanku, saat itu jugalah rasa haus yang menyiksa-ku hilang. Saat itu-lah rasa puas dalam diriku terpenuhi. Tapi saat itu jugalah aku merasa diriku adalah makhluk paling kotor dan paling mengerikan di seluruh jagad raya ini.

Apa tadi laki-laki itu bilang? Vampire? Ya. Aku adalah vampire.

 

Seratus tahun sudah berlalu sejak aku mengetahui makhluk apa aku sebenarnya. Wujudku sama seperti manusia, tapi aku bukan manusia. Atau mungkin.., dulu aku manusia. Tapi aku sama sekali tidak ingat bagaimana kehidupanku saat menjadi manusia dulu. Mengapa aku bisa berubah menjadi vampire? Mengapa aku terbangun di hutan itu? Siapa aku sebenarnya di saat aku masih menjadi manusia dulu?

Awalnya aku tidak bisa mengendalikan insting liar-ku. Aku menghisap darah banyak manusia sampai darah mereka habis. Aku benci diriku. Aku benci rasa haus-ku. Tapi seberapa keras-pun usahaku untuk membunuh diriku sendiri, aku tidak pernah berhasil.

Aku sudah mencoba ribuan cara untuk membunuh diriku sendiri. Bahkan pedang perak yang manusia pikir dapat membunuh vampire pun ternyata tidak bisa membunuhku. Matahari juga tidak bisa membakarku. Aku sama seperti manusia. Hanya rasa haus akan darah manusia-lah yang membedakanku dengan manusia.

Akhirnya aku pun memutuskan untuk terus hidup dan mencari tahu tentang masa lalu-ku. Aku mulai bisa mengendalikan insting liar-ku. Kini aku bisa meminum darah manusia tanpa membunuh mereka. Aku selalu meminum darah orang-orang jahat. Aku tidak mau mengambil risiko dengan meminum darah orang-orang baik.

Tidak ada satupun manusia yang mengenaliku di Amerika Serikat. Selama 100 tahun ke belakang ini, aku berpindah-pindah tempat melintasi samudera dan benua. Mungkin saja aku berasal dari negara lain. Aku bisa berbagai macam bahasa manusia. Hal itu justru jadi membuatku semakin kesulitan menentukan di mana asal negaraku dulu.

Aku menghabiskan banyak waktu-ku di benua Asia, karena kupikir ciri fisik-ku mirip dengan manusia-manusia di benua Asia. Tapi percuma saja. Aku tetap tidak bisa mengingat masa lalu-ku, dan mungkin saja orang-orang yang dulu mengenalku kini sudah mati dan menjadi abu.

Satu hal yang kusukai dari diriku adalah : tubuhku dan wajahku tetap seperti dulu. Aku selalu terlihat seperti gadis berusia 17 tahun walaupun kini aku yakin umurku sudah lebih dari 100 tahun.

Tapi apa guna-nya memiliki wajah dan tubuh cantik yang abadi bila aku adalah seorang monster mengerikan?! Aku hanya ingin kembali menjadi manusia normal, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya. Jadi, aku pun hanya menjalani hidupku setiap hari dengan harapan bisa mengingat masa laluku. Mungkin… dengan mengingat masa laluku, akan ada cara untuk mengakhiri kehidupanku yang mengerikan ini.

Ini adalah tahun pertama- ku di Seoul, Korea Selatan. Aku tidak pernah tinggal lebih dari 5 tahun di satu negara yang sama. Aku juga tidak pernah memiliki profesi yang sama. Terlepas dari rasa haus-ku akan darah manusia, aku membutuhkan hal-hal lain seperti manusia yaitu tempat tinggal, pakaian, dan makanan. Ya, aku butuh makanan manusia. Aku jadi berpikir, apakah aku adalah setengah vampire dan setengah manusia? Karena, setahuku, vampire tidak membutuhkan makanan manusia. Tapi aku butuh. Aku akan merasa kelaparan bila tidak memakan nasi, kentang, ataupun gandum dan makanan manusia lainnya.

Karena itulah aku butuh uang. Aku butuh pekerjaan. Sama seperti manusia lainnya. Di Korea, aku memutuskan untuk menjadi idol. Karena sepertinya profesi itu menghasilkan banyak uang. Lagipula selama 100 tahun ini aku belum pernah mencoba profesi itu.

Aku lolos audisi SM Entertainment, salah satu agensi terbesar di Korea Selatan. Aku memulai training menyanyi, menari, dan akting. Sejak dulu, aku selalu memakai nama Krystal. Aku tidak ingat siapa namaku saat menjadi manusia dulu. Tapi sejak terbangun di hutan 100 tahun lalu, ada sebuah kalung berlian di leherku. Berlian itu memiliki ukiran huruf KMS Krystal. Saat itu aku pikir, KMS Krystal adalah namaku. Maka sejak saat itu, aku selalu memakai nama Krystal, karena aku tidak tahu KMS kepanjangan dari apa. Mungkin namaku saat masih menjadi manusia sangatlah panjang! Kini aku cukup memakai nama Krystal. Nama yang simple.

Aku tidak pernah memiliki teman dekat. Entah manusia-manusia itu menjauhiku karena sikap dinginku, atau karena insting manusia mereka mengatakan untuk menjauhi monster berbahaya sepertiku.

Satu-satunya manusia yang selalu bersikap ramah padaku baru kutemukan di negeri ini. Namanya JunMyeon atau biasa dipanggil Suho. Sejak pertemuan pertama kami, ia selalu tersenyum ramah dan bersikap akrab padaku. Ia sudah cukup lama menjadi trainee SM entertainment, jadi aku menganggapnya senior-ku. Aku tidak pernah menjalin pertemanan yang serius dengan manusia manapun, karena aku tidak merasa perlu. Jadi, aku pun tidak merasa perlu berteman dengan pria bernama Suho itu.

Aku hanya perlu mengingat masa laluku. Tapi sore ini, setelah aku selesai latihan dance bersama para trainee lainnya, Suho mengatakan sesuatu yang membuatku tertarik untuk berteman dengannya.

“Krystal sshi. Sebenarnya.., aku tidak pernah mengatakan hal ini pada siapapun. Tapi…, kau harus tahu kalau aku bisa membaca masa lalu dan masa depan orang lain.” Pria bernama Suho itu tersenyum hangat.

Mataku membelalak lebar. Benarkah? Manusia ini baru saja berkata dia bisa membaca masa lalu dan masa depan orang lain? Apakah itu artinya aku bisa tahu masa lalu-ku dari “penglihatannya”?

“Kalau begitu bagaimana masa laluku? Apa yang kau lihat?” tanyaku dengan nada datar. Aku memasang poker face-ku yang biasa meskipun saat ini aku merasa sangat penasaran dan penuh harap.

Suho menggeleng lemah. “Sayangnya…aku tidak tahu mengapa aku tidak bisa membaca masa lalu dan masa depanmu. Karena kau-lah satu-satunya manusia yang pernah kutemui yang tidak bisa kubaca, maka aku pun memberitahumu rahasia-ku ini.”

“Kau bohong.” Kataku dingin. “Bagaimana aku bisa percaya kau bisa membaca masa lalu dan masa depan orang lain?”

Suho tersenyum lebar. “Mmmm.., oke, akan kubuktikan. Aku akan membaca masa depan yang akan terjadi sebentar lagi pada Kai.” Bisik Suho pelan di telingaku. Aku bisa mencium aroma darah Suho yang manis. Untungnya Suho bertemu denganku di saat pengendalian diriku sudah baik. Aku bisa membayangkan apa yang akan terjadi seandainya Suho bertemu denganku 100 tahun yang lalu.

Kami berdua sama-sama melirik Kai, salah satu trainee SM yang duduk jauh dari kami. Suho berbisik. “Sebentar lagi Kai akan ditampar oleh Sulli. Pipi kiri.” Suho melirik Sulli, gadis cantik yang duduk lumayan dekat dari kami.

Aku menatap Suho tak percaya. Suho duduk di sampingku. “Lihat saja.” Tantangnya sambil tersenyum menampakkan lesung pipit-nya.

Mau tak mau aku pun memperhatikan Sulli yang mulai berjalan ke arah Kai. Selain kami berempat, ada sekitar 5 orang trainee lain yang sibuk dengan handphone mereka masing-masing.

Kai dan Sulli tampak bertengkar. Kai mengacak-acak rambutnya sendiri, Sulli terlihat hampir menangis. Kemudian, apa yang Suho katakan pun terjadi. Sulli menampar pipi kiri Kai!

Aku menoleh pada Suho yang tersenyum. “Benar kan?” katanya puas.

“Bisa saja kau memang tahu ada masalah diantara mereka berdua, jadi kau menebaknya, dan tebakanmu benar. Dan hampir kebanyakan orang memang ditampar di pipi kiri-nya, kecuali yang menamparmu adalah orang kidal.”

Suho tidak menyanggahnya. Ia hanya terus tersenyum, kemudian ia berkata lagi. “Hmm..,  bagaimana kalau ini? Besok, sulli tidak akan datang latihan dance karena kaki kanan-nya patah. Ia terjatuh dari tangga rumah-nya. Tapi kau baru bisa memastikan hal ini besok. Hmm.., aahh! Aku ingat! Saat aku bertemu Lee Teuk sunbaenim tadi pagi, aku membaca masa depannya sekilas. Malam ini Super Junior akan menjadi juara pertama di acara Inkigayo. Skor mereka adalah 9665.”

Aku hanya menatap Suho tanpa ekspresi. Benarkah? Apakah yang dikatakan namja ini serius? Apakah ia bukan hanya membual soal bisa membaca masa depan dan masa lalu orang lain? Bisa saja dia membual untuk mendekatiku kan? Selama 100 tahun ini banyak pria yang mendekatiku, tapi aku tidak pernah tertarik pada apapun di dunia ini selain darah manusia dan… masa laluku.

 

Ketika tiba di apartemenku, refleks aku menonton inkigayo. Sebentar lagi acaranya selesai dan aku penasaran soal “tebakan” Suho.

Aku menatap layar TV sambil meminum lemon tea. Aku tahu, aku sangat haus. Bukan minuman ini yang kubutuhkan sekarang. Aku jarang merasa lapar akan makanan manusia, tapi aku sering haus akan darah.

Aku menatap layar TV tanpa berkedip. Super Junior menang! Total point mereka adalah 9665! Sama persis dengan yang Suho katakan.

Ponsel-ku berdering. Suho!

“Krystal sshi, bagaimana? Apa yang kukatakan benar terjadi kan?” tanya Suho riang. Bahkan walaupun sekarang aku tidak bisa melihat wajahnya, tapi aku tahu ia tersenyum.

“Masih ada besok, Suho sshi. Kita lihat apakah tebakanmu tentang Sulli benar juga atau tidak.” Kataku dengan nada datar. Sejujurnya aku mulai percaya pada kekuatan aneh Suho. Tapi aku tidak akan mengakuinya semudah itu.

Suho tertawa. “Baiklah. Kita lihat besok. Aku benar-benar penasaran mengapa hanya kau yang tidak bisa kubaca, Krystal sshi.  Mengapa aku tidak bisa membaca masa lalu dan masa depanmu?”

Ya. Aku juga penasaran. Tapi.., mungkin saja hal itu disebabkan karena aku bukanlah manusia. Mungkin Suho memang hanya bisa membaca manusia, bukan vampire.

 

 

Keesokan harinya,

Pelatih dance kami berkata Sulli tidak bisa ikut latihan karena kaki kanan-nya patah, terjatuh dari tangga rumahnya. Aku menatap Suho. Suho hanya tersenyum.

“Apakah kau masih perlu bukti, Krystal sshi?” tanya Suho. Siang itu, setelah latihan, kami berdua duduk di kantin SM, agak jauh dari keramaian.

Aku menggeleng. “Aku percaya.”

Suho menatapku sambil tersenyum. “Sepertinya kau masih merasa ragu.”

Aku menatap Suho dengan dingin. “Kenapa kau tidak memanfaatkan kelebihanmu itu? Kau bisa menjadi peramal dan mendapatkan banyak uang.”

Suho tertawa terbahak-bahak. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tidak. Aku tidak pernah memikirkan hal itu. Tapi sepertinya menarik juga.” Suho terus saja tertawa. Aku hanya menatapnya tanpa ekspresi.

“Suho sshi, kau tidak perlu tersenyum lagi di hadapanku kalau kau tidak ingin. Kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk selalu tersenyum pada orang lain.” Kataku datar.

Senyuman Suho lenyap seketika. Ia menatapku tak percaya. Lalu ia pun tersenyum, kali ini senyum-nya berbeda dari senyuman-nya yang biasanya. Terlihat lebih tulus dan tanpa beban. “Kau tahu, Krystal sshi? Aku senang bisa bertemu denganmu. Sejak kecil, aku merasa duniaku sangat berbeda dengan orang lain. Aku bahkan pernah mencoba membunuh diriku sendiri karena tidak tahan pada apa yang kulihat tentang orang-orang di sekitarku. Aku mengetahui terlalu banyak hal tentang orang lain. Aku menangis lebih dulu dibanding orang lain karena aku tahu musibah-musibah apa yang akan terjadi saat aku melihat melalui orang lain. Rasanya mengerikan mengetahui banyak hal yang seharusnya tidak kuketahui. Masa lalu, masa depan.., seharusnya aku tidak mengetahui semua itu.”

Suho menggenggam kedua tanganku sambil tersenyum. “Aku senang berada di dekatmu, karena kau membuatku merasa normal, Krystal sshi. Meskipun aku tidak tahu kenapa hanya kau yang tidak bisa kubaca, tapi sejujurnya aku senang. Terima kasih, Krystal sshi, aku merasa menjadi manusia normal saat bersamamu. Kau.., maukah kau berteman denganku, Krystal sshi?” Suho menatapku penuh harap.

Teman? Aku tidak pernah benar-benar punya teman. Tapi manusia di hadapanku ini, apakah ia masih mau menjadi temanku bila ia tahu aku adalah seorang vampire? Seorang monster?!

Aku tersenyum tipis. “Karena aku satu-satunya orang yang mengetahui rahasiamu, maka aku pun akan memberitahumu rahasiaku, Suho sshi. Mungkin setelah mengetahui rahasiaku, kau tidak akan mau lagi berteman denganku. Aku tahu mengapa kau tidak bisa melihat dan membaca masa lalu dan masa depanku, Suho sshi. Aku bukan manusia, jadi kau tidak bisa membaca-ku. Aku…., aku adalah vampire.”

Aku menatap Suho lekat-lekat. Suho hanya menatapku dengan bingung. Tapi, detik berikutnya ia pun tertawa. “Hahahaha. Jadi begitu rupanya.” Suho mengangguk-anggukan kepalanya. “Rupanya aku hanya bisa membaca masa depan dan masa lalu manusia.” Suho tersenyum padaku.

“Kau…, apakah kau tidak takut padaku?” tanyaku heran.

Suho tersenyum hangat. “Kenapa harus takut? Bukankah kau adalah temanku? Dan aku tahu kau tidak akan menyakitiku. Kalau kau berniat menyakitiku atau siapapun di sini, maka kau pasti sudah melakukannya dari dulu. Kau vampire yang baik, Krystal sshi.”

Aku tersenyum pahit. “Bukan. Aku bukan vampire yang baik. Aku pernah membunuh manusia. Sering.”

Saat ini, untuk pertama kalinya dalam seumur hidupku, aku menceritakan tentang diriku pada orang lain. Bagaimana saat aku terbangun di gua 100 tahun yang lalu. Bagaimana aku tidak bisa mengingat namaku dan masa laluku sebagai manusia.

Sepertinya Suho mengerti. Bagaimanapun, kami berdua memiliki satu kesamaan. Kami sama-sama membenci hidup kami. Tapi sebenci apapun kami pada kehidupan ini dan pada diri kami masing-masing, seberapa keras-pun usaha kami untuk membunuh diri kami, kami selalu hidup. Meskipun kami tidak tahu apa alasannya. Meskipun kami tidak tahu untuk apa kami hidup.

Suho tersenyum lebar. “Dulu aku selalu menyalahkan takdir. Kenapa aku tidak pernah berhasil membunuh dirku?! Aku bukan vampire, kau tahu aku bisa mati. Tapi sepertinya takdir tidak pernah mengizinkanku mati. Mungkin belum waktunya. Tapi sekarang aku tahu, mungkin.., aku bisa membantumu. Mungkin itulah salah satu alasan takdir menginginkanku tetap hidup.”

Aku menatap Suho dengan bingung. “Membantuku? Bagaimana caranya? Kau tidak bisa membaca masa laluku. Satu-satunya yang ingin kuketahui di dunia ini adalah masa laluku, dan mengapa aku menjadi vampire.”

Suho tersenyum hangat. “Pernahkah dalam 100 tahun lebih ini kau bertemu vampire lain?”

Aku menggeleng. “Aku tidak tahu. Mungkin pernah berpapasan sekilas, atau mungkin juga tidak. Aku tidak tahu.”

“Aku tidak bisa membaca masa lalu dan masa depan vampire. Aku akan memberitahumu bila aku bertemu vampire lain. Meskipun seumur hidupku, inilah pertama kalinya aku bertemu vampire.” Suho tersenyum. “Mungkin suatu saat nanti aku akan bertemu vampire. Aku akan memberitahumu karena siapa tahu vampire itu mengenalmu.”

Aku hanya menatap Suho tanpa berkedip. Benar. Selama ini aku tidak pernah berpikir untuk bertemu vampire lain. Aku benci vampire. Aku tidak pernah berpikir akan ada vampire lain yang mengetahui masa laluku. Yang aku cari hanyalah ingatanku. Tapi sekeras apapun aku mencoba, ingatan manusia-ku tidak pernah kembali. Jadi, mungkin saja aku harus mencoba cara Suho ini.

*****

 

Ternyata seperti ini rasanya memiliki teman. Selama aku menjadi vampire, inilah pertama kalinya aku memiliki teman. Aku jadi bertanya-tanya, apakah dulu saat menjadi manusia aku memiliki teman?

Setiap selesai latihan dance ataupun menyanyi, aku dan Suho pasti menghabiskan waktu bersama di Hongdae. Suho mengikuti usulku untuk memanfaatkan kelebihannya. Kami membuka gerai “ramalan” di Hongdae. Aku baru tahu ternyata orangtua Suho sangat kaya. Mereka membelikan sebuah ruko untuk Suho di Hongdae.

Suho selalu ingin berada di sampingku. Ia bilang, aku seperti obat penawar racun baginya. Di saat ia lelah melihat masa lalu dan masa depan orang-orang di sekitarnya, ia akan melihatku dan merasa terbebas dari penglihatan-penglihatan itu.

Kami memakai topeng. Kami tidak ingin ada trainee SM yang mengenali kami sebagai “si peramal hebat” dari Hongdae!

Setiap hari kami mendapatkan banyak sekali uang. Orang-orang banyak yang berdatangan ke gerai kami. Iklan dari mulut ke mulut memang sangat ampuh! Hanya dalam waktu 1 minggu, kami sudah kedatangan ratusan orang!

Suho membagi 2 uang hasil kerja keras-nya itu. Aku menolaknya, tapi Suho bersikeras agar aku menerima uang itu. Katanya, bagaimanapun, dengan kehadiranku yang seperti patung saja sudah sangat berarti baginya.

 

Kemudian, suatu hari, di saat hari debut-ku bersama f(x) semakin dekat, seseorang yang tidak terduga datang ke gerai kami. Sebenarnya saat itu ada 3 orang pria yang datang sekaligus, sepertinya mereka berteman. Tapi ada satu orang pria yang menarik perhatian Suho.

Pria itu hanya duduk dengan malas di belakang kedua temannya yang tampak bersemangat ingin mengetahui masa depan kisah cinta mereka. Tidak biasanya, Suho sama sekali tidak tersenyum saat itu. Suho hanya menatap pria bertubuh atletis yang tidak tertarik pada ramalan itu dengan intens.

Suho menoleh dan menatapku penuh arti. “Aku tidak bisa membaca masa depannya.” Suho mendekatkan wajahnya pada telingaku. “Pria yang di belakang itu.” Bisik Suho padaku.

Mataku membelalak lebar. Jangan-jangan.., pria itu sama sepertiku! Apakah dia vampire? Atau apakah dia makhluk lain selain vampire? Aku tidak tahu apakah Suho bisa membaca masa lalu dan masa depan makhluk lain atau tidak. Bisa saja dia manusia serigala atau siluman kan?!

Aroma darahnya tercium sama seperti aroma darah manusia. Apakah itu berarti aroma darah manusia dan vampire sebenarnya sama? Hanya saja kami lebih rakus dan lebih mengerikan dibanding manusia? Aku tidak pernah bertemu vampire lain sebelumnya, jadi aku tidak tahu.

“Siapa namamu?” tanyaku pada pria yang duduk di belakang. Kedua temannya menatapku sambil nyengir lebar. Mungkin mereka mengira aku menyukai teman mereka. Aku hanya penasaran.., apakah vampire itu mengenaliku?

“Hoya.” Jawab pria itu datar. Dia menatapku. Aku balas menatapnya di balik topeng-ku. Aku tidak ingat pernah mengenal vampire ini atau tidak di saat aku masih menjadi manusia dulu.

“Aku Krystal.” Kataku sambil melepas topengku.

Pria itu terlihat sangat terkejut melihatku. Ia pun cepat-cepat berdiri. “Ayo kita pergi.” Katanya pada kedua temannya.

Wae? Kenapa? Aku masih belum selesai diramal!!!” kata salah satu temannya.

“Kalau begitu aku pergi duluan.” Ia pun keluar tanpa melihatku lagi!

Dia pasti mengenaliku! Aku pun berlari keluar. Tapi terlambat. Pria itu sudah menghilang!

Aku pun kembali ke dalam gerai dengan lemas. Suho dan kedua teman Hoya menatapku. “Dia memang dingin pada orang asing. Tapi sebenarnya dia baik. Dia tidak sedingin Myung Soo. Hehehe.” kata salah satu teman Hoya.

“Kau tahu dimana dia tinggal?” tanyaku.

Mereka berdua tersenyum. “Kami tinggal satu asrama. Tapi.., maafkan kami. Kami tidak bisa memberitahumu di mana kami tinggal. CEO kami akan memarahi kami. Kami..ng-ng.., sebentar lagi kami akan debut.” Kata teman Hoya yang berwajah agak cantik.

“Kami akan berusaha mengajak Hoya kemari lagi. Kau tidak usah khawatir.” Teman Hoya yang berambut cokelat mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum cheesy.

Aku hanya menatap mereka berdua datar. Debut? Mungkin aku akan bertemu lagi dengannya sesudah debut nanti. Kami pasti sering bertemu. Siapa dia sebenarnya? Dia pasti mengenaliku! Aku bisa tahu dari ekspresi wajahnya kalau dia tahu banyak tentangku. Tapi kenapa dia menghindariku? Apakah ia mengetahui sesuatu yang tidak kuketahui? Apakah ia tahu mengapa aku berubah menjadi vampire?

*******

 

Satu tahun berlalu. Aku tidak pernah bertemu lagi dengan vampire bernama Hoya itu.

Suho sudah menutup gerai “peramal” –nya. Ia semakin sibuk dengan persiapan debut-nya bersama EXO.

Sore ini, Suho dan Kai datang ke recording M-Countdown. Mereka memberi kami semangat untuk comeback kami.

Aku dan member f(x) lainnya sudah selesai di make-up, kami menunggu giliran kami tampil di atas panggung sekitar 30 menit lagi. Kai bersama Sulli entah pergi ke mana. Sementara itu Suho mengikutiku membeli minuman di kantin.

Tujuh orang pria berjalan dari arah yang berlawanan dengan kami. Mataku langsung tertuju pada Hoya! Hoya menatapku sekilas, kemudian dia menatap temannya yang bermata tajam dan dingin.

“Krystal sshi! Kita bertemu lagi! Aku fans berat-mu! Seandainya tahun lalu aku tahu kau akan jadi terkenal seperti sekarang, aku pasti akan minta foto bersama-mu.” Salah satu teman Hoya yang dulu datang ke gerai peramal tersenyum lebar padaku. “Ini debut pertama kami.” Tambah pria itu.

Mataku terfokus pada Hoya, lalu pada temannya yang bermata tajam. Sejak tadi temannya itu terus melihatku dengan tatapan yang sulit diartikan.

Wajahnya tampan. Matanya benar-benar tajam dan dingin. Dia asing bagiku, tapi anehnya terasa tidak asing.

“Sampai nanti, Krystal sshi.” Ke-5 pria itu membungkuk padaku kemudian berjalan pergi, diikuti oleh Hoya dan si pria bermata tajam yang terus melihatku dengan tatapan dingin. Aku menatap punggungnya yang semakin menjauh.

Suho meletakkan tangannya di pundakku. “Aku tidak bisa membaca masa lalu dan masa depan pria bermata tajam itu.” Kata Suho.

Berarti pria itu…, vampire juga? Siapa dia? Apakah dia juga mengenaliku seperti Hoya? Kenapa aku merasakan perasaan aneh saat melihatnya? Seolah aku sudah mengenalnya seumur hidupku. Tapi otak-ku tidak bisa mengingat siapa pria itu.

*****

 

Malam itu, aku pulang ke apartemen f(x) larut malam diantar oleh manager-ku. Ada pemotretan untuk majalah fashion bersama beberapa model pria. Manager-ku pergi begitu aku sampai di depan lift. Aku pun memijit tombol menuju lantai 10. Tapi tiba-tiba saja pintu lift terbuka.

Seorang pria bermata tajam menatapku dengan wajahnya yang datar dan tanpa ekspresi. Pria itu! Teman Hoya yang juga vampire! Pria asing yang terasa tidak asing bagiku.

Pria itu masuk ke dalam lift. Apakah apartemennya juga berada di sini?

Pria itu tidak memijit tombol angka lift. Aku menatapnya. “Apakah apartemen-mu berada di lantai 10?” tanyaku.

Pria itu hanya menatapku dengan tajam, tanpa mengatakan apapun. Lalu, tatapannya berubah sedih. “Maafkan aku Krystal. Maaf karena aku membuatmu berubah menjadi makhluk yang selalu kau benci.”

Pria itu mengulurkan tangannya dan menyentuh pipiku dengan hati-hati. Pria itu tersenyum, tapi kedua mata tajam-nya terlihat sedih. “Aku tahu, aku memang egois. Tapi aku bahagia karena kau hidup, Krystal.”

Perlahan pria itu mendekatkan wajahnya padaku. Aku bisa merasakan nafas-nya di wajahku. Aroma darah-nya terasa berbeda dari aroma darah manapun yang pernah kucium. Seolah darah-nya adalah darah paling berharga yang harus kujaga. Aku merasa sangat menginginkan darahnya, tapi di satu sisi darah-nya terasa terlalu berharga untuk kuminum.

Pria itu menyentuh kalung berlian dengan ukiran huruf KMS Krystal yang menggantung di leher-ku. Pria itu tersenyum lembut, lalu tanpa kuduga, bibirnya yang lembut dan dingin menyentuh bibirku.

Detik itu juga duniaku serasa berputar dengan cepat. Kilasan masa lalu memenuhi kepalaku.

Hutan pinus. Sungai. Kalung berlian. Rumah sakit. Kapal pesiar. Rumah pohon. Ibuku. Teman-temanku. Ayah tiri-ku. Kim Myung Soo.

Semuanya! Aku bisa mengingat semuanya dengan jelas!

Oppa.” Kataku. Air mataku mengalir dengan deras. “Aku membencimu, Oppa. Aku sangat membencimu.”

 ===== End of Krystal’s PoV =======

 

 

====== Kim Myung Soo’s PoV =======

Diantara semua vampire, aku-lah yang terburuk. Mungkin bukan hanya diantara semua vampire, bahkan diantara semua makhluk hidup di jagad raya ini!

Dua ratus tahun yang lalu, populasi vampire di bumi sudah melebihi batas maksimal. Banyak vampire yang membuat kekacauan di bumi, sehingga manusia mulai menyadari keberadaan kami.

Penguasa vampire, yang merupakan ayah biologis-ku, memerintahkan aku dan beberapa saudaraku datang ke bumi untuk membereskan semua masalah itu. Membunuh vampire-vampire tidak berguna yang menimbulkan kekacauan, dan membentuk vampire baru yang dapat dilatih dan diperintah oleh kami untuk mewujudkan misi planet kami. Planet Vampz.

Selama hampir 100 tahun, aku dan saudara-saudaraku berhasil mewujudkan keinginan ayah kami. Tidak ada lagi vampire tidak berguna di planet bumi ini. Semua vampire mematuhi perintah kami. Semua vampire memiliki misi yang harus mereka capai.

Tinggallah aku dan H di bumi ini. Namaku L. H adalah kakakku. Setelah membasmi banyak vampire tak berguna di seluruh penjuru bumi, aku pun tiba di negara Korea Selatan. Ayahku memberiku tugas untuk merubah seorang manusia special menjadi kaum kami. Manusia itu adalah seorang professor hebat sekaligus calon pemimpin Korea Selatan. Ayahku membutuhkan manusia itu untuk mencapai misi-nya, yaitu menguasai bumi dan menjadikan manusia sebagai budak kami.

Dengan menggunakan kekuatan memodifikasi pikiran, aku pun akhirnya diadopsi oleh manusia itu. Manusia itu mengira aku adalah anak kandungnya. Aku tidak bisa begitu saja merubah manusia itu menjadi kaum kami dan memberinya misi planet kami. Aku harus mengenalnya lebih jauh, memberinya petunjuk, dan mendampinginya selama dia bertransformasi menjadi salah satu kaum kami.

Maka selama satu tahun, aku pun membiarkannya tetap menjadi manusia dan belajar mengenalnya lebih jauh. Tapi, suatu hari, hal yang tidak kuduga pun terjadi. Manusia itu menikah dengan seorang wanita yang sudah memiliki seorang anak. Tugasku menjadi lebih sulit karena aku tidak mungkin menjalankan misiku tanpa melibatkan wanita itu dan anak perempuannya, Krystal.

Krystal terlihat senang mendapatkan keluarga baru. Ia pun terlihat senang memiliki kakak sepertiku. Tapi aku selalu berusaha menjauhinya, bersikap dingin padanya, dan sama sekali tidak memedulikannya.

Lalu suatu hari, tanpa sengaja Krystal melihatku meminum darah seorang manusia jahat yang sudah banyak membunuh banyak orang. Aku menghisap darah manusia jahat itu sampai habis, sampai tubuhnya tak bernyawa lagi.

 Aku dan saudara-saudaraku memang bisa merubah manusia menjadi vampire, tapi vampire lain tidak. Hanya penguasa vampire (ayahku) dan saudara-saudaraku yang bisa menginfeksi manusia dengan racun vampire kami, tapi tidak semua manusia yang kuhisap darahnya akan langsung otomatis berubah menjadi vampire. Ada cara-cara tertentu untuk merubah seseorang menjadi vampire.

Mulai saat itu, sikap Krystal berubah. Ia jadi menjauhiku. Ia membenciku. Ya, tentu saja ia membenci monster sepertiku.

Waktuku untuk menyelesaikan salah satu misi-ku semakin dekat. Aku harus segera merubah ayah tiri Krystal menjadi vampire. Ayah tiri Krystal dan ayah adopsi-ku itu sudah terpilih menjadi presiden Korea Selatan. Aku harus segera merubahnya. Memiliki budak seorang manusia yang penting dan berpengaruh di negeri ini akan membawa keuntungan bagi planet kami.

Kakakku, H, sudah melaksanakan misi-nya untuk mengubah Ratu Inggris dan keluarga kerajaan Inggris menjadi kaum kami, menjadi budak kami. H pun mengunjungiku di Korea. Ia mengingatkanku untuk segera melaksanakan tugas yang ayah kami berikan padaku.

Ayah tiri Krystal sudah paham mengenai keuntungan-keuntungan yang akan ia dapatkan bila ia berubah menjadi vampire dan bila ia menjadi pengikut planet vampz. Keabadian hanyalah keuntungan kecil yang akan ia dapatkan. Masih banyak kekuatan luar biasa vampire lainnya yang akan ia dapatkan bila ia bergabung.

Karena itulah, suatu malam, akhirnya aku pun memulai ritual pembentukkan vampire baru. Aku menghisap darahnya di beberapa titik nadi dengan pola tertentu. Aku menyebarkan racunku di dalam darahnya dengan pola tertentu. Aku dan saudara-saudaraku sudah terlatih untuk membentuk vampire baru. Hingga saat ini ayah kami yang merupakan penguasa planet Vampz sudah memiliki 26 anak. Itu berarti di seluruh jagad raya ini ada 28 vampire (termasuk ayah dan ibuku) yang dapat membentuk vampire baru.

Banyak kakak-kakakku yang sudah dibunuh oleh ayah kami maupun olehku dan H. Ayah kami sangat tegas. Baginya anak ataupun bukan sama saja. Bila kami tidak mematuhi perintahnya, maka hukuman mati-lah yang akan kami dapatkan. Vampire tidak akan bisa mati oleh apapun kecuali bila penguasa vampire atau kami yang membunuhnya. Karena itulah, tidak akan ada yang bisa membunuhku dan H kecuali ayah kami atau saudara-saudara kami.

Akhirnya, ayah tiri Krystal berubah menjadi vampire. Aku masih harus menjaganya, karena vampire baru sangat liar dan haus darah. Aku baru akan bisa melepaskannya setelah ia bisa menguasai insting liar-nya. Tiap vampire baru punya pengendalian diri yang berbeda. Ada vampire yang butuh ratusan tahun untuk mengendalikan dirinya, tapi ada juga yang hanya perlu satu minggu (seperti keluarga kerajaan Inggris).

Aku dan ayah tiri Krystal menyepi dari Seoul selama beberapa saat. Aku tidak ingin ia membahayakan istrinya maupun Krystal.

Akan tetapi, hal yang tidak pernah kubayangkan terjadi. Krystal dan ibunya datang mengunjungi vampire baru ciptaanku itu di hutan, di Amerika Serikat, tempat kami menyepi. Rupanya vampire baru itu meminta keluarganya untuk datang menemuinya.

Ketika aku kembali dari perburuan-ku, aku mencium bau darah yang kukenal dari arah rumah pohon. Aku berlari dan menemukan jasad ibu Krystal. Luka di lehernya terlihat dengan jelas. Darahnya dihisap habis oleh vampire baru itu.

Pikiranku langsung tertuju pada Krystal. Secepat kilat aku memasuki rumah kayu, dan di sanalah aku melihat Krystal yang tidak berdaya. Vampire baru yang merupakan ayah tiri-nya itu sedang menghisap darahnya dengan rakus.

“Myung Soo Oppa..” Krystal melihatku dan memanggil namaku dengan lemah.

Tanpa perlu berpikir, aku pun menendang dan mencakar si vampire baru ciptaanku itu. Sangat mudah bagiku untuk membunuh vampire lain, apalagi vampire baru. Dalam hitungan detik, vampire baru itu berubah menjadi serpihan debu lalu menghilang seolah eksistensi-nya tidak pernah ada di muka bumi ini.

Saat itu aku tidak peduli lagi pada misi yang ayahku berikan padaku. Aku sudah menghancurkan-nya. Aku melenyapkan salah satu budak penting bagi ayahku. Yang ada di otakku saat itu adalah bagaimana caranya menyelamatkan Krystal.

Aku menghampiri Krystal dan merengkuhnya dengan hati-hati. Nafas Krystal terdengar berat. Darah membanjiri leher-nya. Banyak luka cakaran di tangan dan kaki-nya. Jelas Krystal melawan sebelum ayah tirinya itu sempat menghisap darahnya tadi.

Tangan Krystal yang pucat perlahan menyentuh pipiku. “Oppa, kenapa kau membenciku? Aku tahu kau bukan vampire jahat. Kau hanya menghisap darah manusia-manusia jahat. Tapi kenapa ayah-mu? Kenapa ia…uhuk…uhuk…”

“Krystal, bertahanlah…” aku menjilati luka-luka di sekujur tubuhnya agar menutup. Aku juga menjilat bekas luka gigitan di lehernya agar lukanya menutup dan pendarahannya berhenti. Tapi sepertinya percuma saja, karena Krystal sudah kehilangan banyak darah. Aku tahu dia sekarat.

Oppa, kenapa kau menangis? Bukankah kau membenciku?” bisik Krystal lemah.

Aku tidak tahu sejak kapan air mataku mengalir. Bukan ini yang kuinginkan! Aku tidak ingin Krystal mati! Aku selalu menjauhinya, karena aku mencintainya. Aku tidak mungkin mencintai manusia. Manusia akan mati, sementara aku tidak (kecuali bila aku melanggar perintah ayahku). Aku tahu suatu hari nanti Krystal akan menjadi tua dan mati, tapi bukan cara kematian seperti inilah yang kubayangkan. Aku ingin Krystal menjalani kehidupan manusia-nya dengan bahagia, dan bukannya mati karena ulah vampire baru sialan itu!

Saranghae…” kataku pelan.

Krystal tersenyum lemah dan menghapus air mataku. “Kupikir kau membenciku. Aku juga…”

“Krystal!!! Krystal!!!!” aku mengguncang-guncang tubuhnya.

Mata Krystal terbuka. “Oppa, aku senang karena aku bisa terus melihatmu sampai akhir hidupku.”

“KRYSTAAAL!!!!!”

Mata Krystal terpejam. Tubuhnya dingin dan kaku. Aku menggigit lehernya, lengan-nya, bahu-nya, kaki-nya, jantungnya. Aku menyebarkan racun vampire-ku di seluruh tubuhnya. Berharap aku belum terlambat untuk membuatnya tetap hidup, meskipun ia harus hidup sebagai vampire.

Air mata menghalangi penglihatanku. Aku tidak bisa lagi membedakan mana rasa darah dan mana rasa air mataku sendiri. Biasanya aku selalu menikmati darah yang kuhirup di saat proses pembentukan vampire baru. Tapi kini, aku sama sekali tidak menikmatinya. Aku hanya ingin Krystal tetap hidup. Walaupun itu berarti aku harus mengubahnya menjadi makhluk yang selalu ia benci.

1 jam…2 jam.. 5 jam… 10 jam…

Krystal belum juga terbangun. Aku hanya bisa menangis di sampingnya. Apakah aku terlambat?

48 jam telah berlalu. Tapi Krystal masih belum bergerak.

“L.” tiba-tiba saja H datang. “APA YANG KAU LAKUKAN?!” bentaknya. Aku menatap H sekilas, lalu kembali menatap wajah Krystal.

“Ayah memintaku membunuhmu.” Kata H datar.

Aku tersenyum pahit. “Silahkan saja. Karena aku sepertinya memang sudah mati di saat gadis ini mati.”

H mendekati Krystal dan meraba keningnya. “Dia belum mati, L.” katanya.

Mataku membelalak. H memang bisa tahu apakah vampire baru yang kami ciptakan akan bertahan atau mati setelah proses penyebaran racun vampire dilakukan.

“Prosesnya lambat, karena dia kehilangan banyak darah dan daya tahan tubuhnya lemah.” Tambah H.

Aku tersenyum sambil menatap wajah Krystal dengan damai. “Aku senang kau hidup, Krystal. Maafkan aku.” Aku membelai kepalanya dengan lembut. “H, bisakah kau menjaga Krystal setelah aku mati?”

“Tidak. Kau tidak akan mati. Kau tahu aku tidak bisa membunuhmu, L. Kau adik kesayanganku.” Kata H.

“Maka ayah akan membunuh kita berdua.” Aku tersenyum sinis.

H mengangguk. “Kita harus pergi, dan kau harus meninggalkan gadis itu sendirian bila kau tidak ingin ayah membunuhnya juga.”

Aku tahu. Meskipun aku tidak ingin meninggalkan Krystal, tapi aku harus meninggalkannya. Aku ingin dia tetap hidup.

H menyentuh pundakku. “Hapus memori-nya. Memori-nya hanya akan membuatnya celaka.”

Aku mengerti. Tapi itu berarti…, Krystal akan melupakanku. Tapi apalah artinya ia mengingatku bila harus menderita?! Bagaimana kalau ayahku menemukannya? Bagaimana kalau ayahku membunuhnya?!

Maka, dengan perlahan, aku pun menyentuh wajahnya dan menghapus seluruh memori-nya. Aku melepaskan kalung berlian yang selalu kupakai. Dengan kuku-ku yang sangat tajam, dengan mudah aku dapat membuat ukiran pada berlian itu. Aku menuliskan singkatan nama manusiaku, KMS (Kim Myung Soo), dan bukannya nama vampireku, L.

Aku pun memakaikan kalung berlian dengan ukiran nama KMS Krystal itu di leher jenjang Krystal. Kalung itu akan memberiku sinyal bila Krystal berada dalam bahaya antara hidup dan mati. “Teruslah hidup dengan bahagia, Krystal. Di masa depan, bila takdir menginginkan kita bertemu, maka kita akan bertemu.” Aku mengecup kening Krystal agak lama, lalu menggendongnya dan membawanya ke dalam gua jauh di tengah hutan. Setelah memastikan jejak-ku dan jejak H terhapus, kami berdua pun pergi.

Selama 100 tahun, aku dan H berpindah-pindah tempat. Menghindari serangan saudara-saudara kami yang diutus oleh ayah kami untuk membunuh kami. Aku vampire yang kuat, dan bersama H kekuatanku jadi semakin hebat. Kami berdua berhasil bertahan dari serangan saudara-saudara kami. Kami terpaksa membunuh saudara-saudara kami yang diutus untuk membunuh kami.

Ayah kami tidak pernah turun ke bumi secara langsung untuk membunuh kami. Mungkin ia terlalu sibuk dengan invasi planet Vampz ke berbagai planet lain di jagad raya ini selain bumi. Atau mungkin saja ayah kami sudah lelah memburu kami. Sepertinya semua saudara kami sudah habis. Y sudah mati. Hanya tinggal Z.

Setelah 120 tahun melakukan perburuan, akhirnya ayah kami mengangkat bendera putih. Ia tahu kami berdua adalah anak-anaknya yang paling kuat. Percuma mengorbankan semua anaknya untuk memburu kami, karena tak ada satupun yang berhasil. Kini ia hanya punya Z, adik bungsu kami di sisinya. Kami menang.

Suatu hari Z datang ke bumi dan meminta kami bergabung kembali dengan ayah kami di planet asal kami. Tapi aku dan H menolaknya. Aku dan H hanya ingin menjalani hidup kami dengan normal, meskipun sampai kapanpun kami tidak akan pernah bisa menjadi normal. Tapi kami menyukai kehidupan kami di bumi. Bumi sangat menarik dan berbeda dengan planet Vampz.

Z kembali ke planet Vampz dan menjadi satu-satunya penerus ayah kami. Aku tidak tahu apa rencana ayah kami selanjutnya. Aku bisa menebak, ayah kami masih belum menyerah agar kami bisa kembali ke sisi-nya.

Tahun lalu, H berkata bahwa ia bertemu Krystal di Hongdae. H melarangku untuk menemui Krystal. H berkata bagaimana kalau ayah kami masih memburu Krystal? Ia akan tahu keberadaan Krystal bila aku bersamanya.

Diam-diam, tanpa sepengetahuan H, aku membututi Krystal. Aku senang karena sepertinya dia hidup dengan bahagia. Meskipun jauh di dalam lubuk hatiku, aku ingin ia mengingatku.

Lalu, dua hari yang lalu, ketika debut pertama Infinite di acara musik, aku bertemu Krystal secara langsung! Meskipun selama 100 tahun lebih ini aku berusaha merelakan Krystal jauh dariku, tapi setelah melihat wajahnya secara langsung, sepertinya aku tidak bisa melepaskannya lagi. Aku ingin dia mengingatku! Aku ingin berada di sampingnya, meskipun itu berarti bahaya mengintai kami. Aku akan menjaganya. Dan aku yakin H juga akan ikut menjaganya.

Maka, malam ini, aku mengunjungi apartemennya. Aku melihatnya turun dari dalam van dan masuk ke dalam lift. Secepat kilat, aku pun masuk ke dalam lift. “Apakah apartemen-mu berada di lantai 10?” tanya Krystal. Aku hanya menatapnya. Aku rindu mendengar suaranya, senyumannya, matanya yang jernih, semuanya! Aku benar-benar merindukan Krystal.

“Maafkan aku Krystal. Maaf karena aku membuatmu berubah menjadi makhluk yang selalu kau benci.” Aku mengulurkan tanganku dan menyentuh pipi Krystal dengan hati-hati. Aku tersenyum, tapi hatiku terasa berat dan sakit. Aku tahu, aku telah merenggut kemanusiaan darinya. Aku telah membuatnya menjadi monster sepertiku. “Aku tahu, aku memang egois. Tapi aku bahagia karena kau hidup, Krystal.”

Perlahan, aku pun mengecup bibirnya yang lembut. Aku bisa merasakan air matanya yang asin di lidahku.

Oppa.” Kata Krystal. Air matanya mengalir dengan deras. Aku membelalakkan mataku. Krystal mengingatku? Tapi bagaimana bisa? Tidak pernah sekalipun dalam sejarah, ada orang yang telah ku-modifikasi ataupun kuhapus ingatannya dan ingatannya bisa kembali lagi. tapi kenapa Krystal bisa?

“Aku membencimu, Oppa. Aku sangat membencimu.” Kata Krystal.

Aku tersenyum. Aku tahu dia memang membenciku. Tapi, fakta bahwa dia bisa mengingatku membuatku lebih bahagia dan dapat mengabaikan fakta bahwa dia membenciku.

“Aku tahu. Teruslah membenciku dan hidup dengan bahagia. Terima kasih karena kau hidup, Krystal.” Aku tersenyum, menyentuh puncak kepalanya, kemudian menghilang. Salah satu kelebihanku dibanding vampire lain adalah dapat menghilang sekejap mata dan ber-teleportasi ke tempat lain.

Aku senang kau mengingatku, Krystal. Aku akan menjagamu. Aku tidak akan membiarkan siapapun melukaimu.

======= End of Myung Soo PoV =======

 

 

====== Krystal’s PoV ========

Sekarang, setelah aku mengingat semuanya, aneh sekali karena justru aku merasa semakin bingung dengan hidupku. Aku benci karena Myung Soo mengubahku menjadi vampire. Tapi aku juga bahagia karena bisa bertemu dengannya lagi dan mengingatnya lagi.

Aku menangis mengingat ibuku. Seandainya dulu Myung Soo datang lebih cepat, mungkin ibuku bisa diselamatkan.

Lalu sekarang bagaimana? Aku memang membenci Myung Soo, tapi aku juga mencintainya. Tapi sepertinya dia sudah berhenti mencintaiku. Dia tidak mungkin meninggalkanku bila ia mencintaiku, kan?

Aku duduk di ruang latihan dance sendirian. Keringat membanjiri wajahku. Aku membaringkan tubuhku di lantai yang dingin.

“Krystal, kau bilang ada yang ingin kau ceritakan padaku.” Suho datang dan duduk di sampingku.

“Suho Oppa.” Aku memang memanggilnya Oppa sejak setahun yang lalu. “Aku sudah mengingat masa laluku.” Aku pun menceritakan semuanya pada Suho. Suho menyimak ceritaku dengan serius.

Aku mengakhiri ceritaku dengan nafas berat. Suho hanya tersenyum padaku. Senyuman khas-nya. “Kau tahu apa yang kupikirkan, Krystal? Mengapa aku tidak bisa membaca masa lalu dan masa depan vampire?” tanyanya. Aku menggeleng.

Suho menatapku lekat-lekat. “Karena vampire hanya memiliki masa kini. Yang kau miliki adalah masa sekarang, Krystal. Tidak peduli bagaimana masa lalu-mu dulu, dan bagaimana masa depan-mu nanti, yang kau miliki hanya masa kini.”

Aku menatap Suho dengan bingung. Suho kembali berbicara. “Maafkan aku, tapi bukankah kau terus dalam wujudmu yang sekarang ini selama 100 tahun lebih?” tanyanya. Aku mengangguk. Suho tersenyum. “Itu berarti kau hanya punya masa kini. Kau tidak akan tua. Kau akan terus dalam wujudmu sekarang. Kau tidak punya masa depan, karena kau tidak tumbuh. Kau hanya punya masa kini.”

Aku mengerjap. Bingung. Suho mendorong bahu-ku pelan. “Ayo, apa yang kau tunggu? Kau mau di masa kini kau kehilangan KMS-mu lagi?” Suho nyengir lebar sambil mengedipkan sebelah matanya.

Aku pun berdiri dan segera berlari menuju gedung Woolim. Benar. Aku tidak tumbuh dan menua. Aku tidak punya masa depan. Masa depanku ditentukan oleh masa sekarang. Karena aku abadi, maka masa sekarang adalah keabadianku. Bila sekarang aku tetap sendiri, maka selamanya aku akan sendiri. Bila sekarang aku terus membenci Myung Soo, maka selamanya aku akan membenci Myung Soo. Tapi bila sekarang aku memilih untuk bahagia, maka selamanya aku akan bahagia.

Aku sampai di gedung Woolim dan langsung menerobos menuju tempat latihan dance Infinite. Tidak memedulikan satpam yang melarangku masuk. Aku mengikuti indera penciumanku, dan akhirnya menemukan Myung Soo.

“Krystal sshi! Annyeong!!!!” sapa member Infinite yang paling muda.

Member Infinite lain ikut menyapaku juga, dan tanpa memedulikan tatapan dingin Hoya, aku pun langsung berlari dan memeluk Myung Soo.

“Krystal?” Myung Soo tampak terkejut.

Oppa, aku senang karena aku bisa terus melihatmu sampai akhir hidupku. Kau ingat kalimat itu, Myung Soo Oppa? Sebenarnya saat itu aku belum selesai bicara.” Aku tersenyum dan menatap kedua mata tajam Myung Soo dalam-dalam. “Aku juga senang, karena kau mencintaiku. Itu yang ingin kukatakan dulu. Lalu sekarang…, Apakah sekarang kau masih mencintaiku, Oppa?”

Myung Soo tersenyum. “Tentu saja. Selalu.” Myung Soo memelukku dengan erat. Aku tahu, di masa laluku, di masa sekarang, dan di masa depan, aku ingin selalu bersama Myung Soo. Kalau aku bersamanya, aku tahu aku akan bisa melalui kehidupanku yang mengerikan ini sampai 1000 tahun ataupun lebih.

Aku menatap Hoya. Terima kasih, Hoya Oppa. Dan tentu saja, Suho Oppa. Aku tidak tahu bagaimana jadinya bila dulu aku tidak bertemu dengan Suho. Mungkin sekarang aku tidak akan pernah bisa bertemu dengan Masa laluku dan masa depanku, Kim Myung Soo. Saat ini dan seterusnya….. aku ingin bahagia bersama Kim Myung Soo. Vampire alien dari planet Vampz.

=== THE END ===

 

9 thoughts on “[Oneshoot] Our Past And Our Future

  1. Keren,,,
    lagi-lagi ff fantasy, disini bayanginnya krystal di rum pum pum
    oh iya eonn, MD sma malaikat sayap hitam, putih, atau abu kpan dlanjutinnya?

  2. miii.. bentar ff ini emang pernah dipost di fb kamu?? agak familiar tapi aku pikir karna rada familiar akuny krna ini ff myungstal dan gaya nulisnya khas kamu hehe

    kerennn ~~ wkwk krystal akhirnya ama myungsoo bahkan di masa depan juga ahahha

    lanjuttt~!! aku inget yg ff boyfriend kmu di fb ahahahhaha~~ masi tbc kan dlu?? lanjutinnn *MD juga hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s