Moonlight Destiny (Chapter 11)

Title                 : Moonlight Destiny

Author              : Azumi Aozora (@AzmiWiantina) & Kunang Anna (@helloimnia)

Main Cast       : Park Chan Rin (OC), Han Hee / Honey Lau (OC), Oh Se Hun (EXO-K), Kim Jong In / Kai (EXO-K), Jung Dae Hyun (B.A.P), Yoo Young Jae (B.A.P)

Support Cast  : Park Chan Yeol (EXO-K), Henry Lau (Suju-M), Lee Taemin (SHINee), Kim Myung Soo / L (Infinite), Luhan (EXO-M), Kris (EXO-M), Wu Zun.  The other EXO, B.A.P, and Infinite members

Length            : sequel

Genre              : Fantasy, family, romance, life, friendship, mystery

Rating                         : PG+15

Summary        : Bagaimana bila berbagai makhluk yang kau kira hanya ada di negeri dongeng, kini benar-benar nyata? Guardian angel, devil, werewolf, spirit, dan vampire. Kau tidak pernah menyadari dirimu berbeda dan special, hingga kau bertemu mereka. Lalu apa yang akan terjadi saat kau mengetahui berbagai rahasia gelap yang seharusnya tidak kau ketahui?

 Image

Masa depan bisa berubah sesuai pilihan yang kita ambil. Tapi, apakah takdir bisa berubah?

Inilah kisah kita. Takdir kita.

11th Destiny – By : Azumi Aozora

 

======= Author PoV ========

Suatu malam, di hutan…….

Jung Dae Hyun duduk di dahan pohon besar sambil menatap langit yang dipenuhi jutaan bintang. Rembulan tiga perempat terlihat mengintip dibalik awan-awan kelabu. Perasaannya tidak enak. Dae Hyun bisa merasakan kekuatan gelap semakin bertambah kuat dari hari ke hari. Beberapa hari lagi bulan purnama tiba. Entah kenapa feelingnya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi.

Dae Hyun tetap berada dalam wujud manusia-nya. Ia hanya berubah wujud menjadi devil pada saat bulan purnama. Ia tidak mau berubah ke dalam wujud asli-nya bila tidak terpaksa. Bulan purnama adalah pengecualian. Segala sesuatu akan kembali ke wujud asli. Segala kepalsuan akan terungkap.

Dae Hyun menatap buku The Truth of Vampires di tangannya. Tanpa sepengetahuan Han Hee, Dae Hyun mencuri buku itu dari rumah keluarga Lau. Dae Hyun-lah yang membuat lukisan wajah Chan Rin di buku itu tersamarkan oleh api rokok. Han Hee memang sudah memotret lukisan wajah ancestor vampire kakak beradik dengan ponselnya sebelum Han Hee mengembalikan buku ini ke kotak asalnya. Dan Dae Hyun mencurinya.

Dae Hyun membuka buku itu dan menatap lukisan wajah sang ancestor vampire pria. “Kim Myung Soo…, ternyata kau. Tapi bagaimana bisa? Bukankah selama ini tidak pernah ada yang mengetahui bagaimana wajah sang ancestor vampire, kecuali para pengikutnya? Bagaimana mungkin buku ini menggambarkan dengan jelas lukisan wajah sang ancestor? Chan Rin juga. Bukankah guru pernah memberitahuku kalau Chan Rin menghilang dan bereinkarnasi saat ia masih balita? Lalu kenapa bisa ada lukisan wajah Chan Rin remaja?”

Dae Hyun terus saja berbicara sendiri sambil menatap buku The Truth of Vampires itu dengan heran. “Dari mana ayah Han Hee mendapatkan buku ini?”

Dae Hyun menatap langit sekali lagi sambil menghembuskan nafas berat. Ia menatap buku itu dengan yakin. Dae Hyun memegangnya dengan erat dan dalam sekejap tangannya mengeluarkan api yang langsung melalap buku itu sampai menjadi debu hitam dan akhirnya menghilang.

Ya, Dae Hyun pikir lebih baik buku ini lenyap. Ia tidak ingin Han Hee tahu siapa Chan Rin yang sebenarnya.

“Ternyata kau sangat bodoh, Jung Dae Hyun.” Tiba-tiba saja sesosok pria ber-sayap hitam lebar turun dari langit. Ia mengepak-ngepakkan sayap-nya yang panjang. Pria itu menyeringai sambil masih melayang di hadapan Dae Hyun.

“Kris. Untuk apa kau menemuiku?” Dae Hyun menatap Kris dengan malas. Sejak dulu Dae Hyun tahu Kris memang sangat dekat dengan Pangeran Luhan. Baik saat berada di dunia devil, maupun saat di dunia manusia, sampai-sampai Kris mengikuti Luhan sebagai member EXO di dunia ini. Tapi Dae Hyun tidak pernah menyukai Kris. Dae Hyun merasa ada sesuatu yang disembunyikan Kris. Dan Dae Hyun pernah melihat keanehan Kris bertahun-tahun lalu. Ia tidak memberitahukan keanehan Kris itu pada siapapun. Saat itu ia berpikir Kris pastilah devil gila!

Kris menyeringai. “Kau bodoh karena tidak membaca buku itu. Kau pikir dengan menghilangkan buku itu maka masalah akan selesai?”

Dae Hyun mengepalkan tangannya sambil menatap Kris tajam. “Diam! Kau tidak tahu apa-apa.”

Kris tertawa. “Benarkah?” tanyanya dengan nada mengejek. “Justru sebaliknya. Aku tahu banyak hal.” Lagi-lagi Kris menyeringai.

“Jung Dae Hyun, aku tahu kau pasti menginginkan Chan Rin membunuh Myung Soo. Hanya ancestor yang dapat melenyapkan ancestor. Karena itulah kau tidak ingin Han Hee mengetahui siapa Chan Rin yang sebenarnya. Kau tidak ingin Han Hee menghalangi Myung Soo untuk merubah Chan Rin kembali, karena itulah kau melenyapkan buku itu. Kau ingin Chan Rin berubah kembali, mendapatkan kekuatannya kembali, dan membunuh Myung Soo.”

Dae Hyun menatap Kris kaget. Ia tidak menyangka devil gila itu bisa tahu apa yang ia pikirkan.

Kris menyeringai. “Aku bukan pembaca pikiran. Tenang saja. Tapi aku tahu banyak hal yang tidak kaum-mu ketahui.”

Dae Hyun memicingkan matanya. “Kaum-ku?” Dae Hyun mendengus. “Sudah kuduga kau bukan devil biasa. Siapa kau sebenarnya?” Dae Hyun menatap Kris tajam. Ia berpikir, jangan-jangan Kris sama seperti Young Jae, mata-mata kaum angel. Tapi Kris tidak mungkin berasal dari kaum angel.

“Bertahun-tahun lalu, aku pernah melihatmu meminum darah.” Kata Dae Hyun pada Kris. “Saat itu kupikir kau devil gila. Mana ada devil yang meminum darah!” Dae Hyun mendengus keras.

Kris tertawa. “Sudah kubilang kau itu bodoh Jung Dae Hyun! Kau memiliki ribuan pertanyaan di otak-mu, tapi kau membuang satu-satunya benda yang akan menjadi jawaban atas semua pertanyaanmu. Kau memang bodoh. Sama seperti manusia. Selama ribuan tahun, turun-temurun, keluarga pemburu vampire itu juga menyia-nyiakan buku itu. Mereka hanya membaca dan melihat apa yang ingin mereka lihat. Mereka tidak memahami apa yang mereka baca. Mereka hanya fokus pada petunjuk bagaimana menyegel vampire, tanpa mengetahui sejarah penciptaan vampire secara menyeluruh. Padahal mereka memegang buku yang asli.”

“Apa maksudmu?” Dae Hyun menatap Kris dengan bingung.

Kris tersenyum mengejek. “Maaf. Tapi mulutku terkunci rapat. Aku tidak akan memberitahukan rahasia yang sudah aku dan keluargaku jaga seumur hidupku.”

“Keluarga? Bukankah kau tidak memiliki keluarga?”

Kris tertawa. “Ya. Di sini aku memang tidak memiliki keluarga.”

Dae Hyun terus saja menatap mata merah Kris, berusaha mencari jawaban, tapi pria pirang itu hanya terus tersenyum mengejek. “Aku kasihan padamu Jung Dae Hyun, karena mungkin saja sebentar lagi kau akan kehilangan wanita yang kau cintai, dan…. wanita yang pernah kau cintai.” Kris menyeringai, mengepak-ngepakkan sayap hitam-nya, kemudian segera meluncur terbang ke angkasa, meninggalkan Dae Hyun yang kebingungan.

*******

Sudah sejak 2 jam yang lalu, Oh Se Hun berdiri di balkon kamar Park Chan Rin. Ia bergulat dengan pikirannya sendiri. Apakah ia harus ber-teleportasi masuk ke dalam kamar Chan Rin, ataukah tidak. Oh Se Hun memejamkan mata, mengatur nafas, kemudian ia pun memutuskan untuk masuk.

Park Chan Rin sudah tertidur pulas. Nafasnya teratur. Wajahnya terlihat damai. Tidak ada kerutan di dahi-nya. Tidak ada raut sinis dan dingin di wajahnya.

Sehun membungkukkan badannya dan perlahan jemari-nya yang panjang menelusuri wajah Chan Rin dengan hati-hati. Ia tidak ingin gadis itu terbangun dari tidur damai-nya.

Sehun tersenyum, tapi matanya terlihat sedih. “Park Chan Rin, sejak kapan kau jadi orang yang paling berharga bagiku?” gumam Sehun pelan.

Sehun terus saja memandangi wajah Chan Rin. Selama Sehun hidup, baik dulu sebagai manusia, maupun sekarang sebagai vampire, belum pernah ia merasakan perasaan seperti ini.

Mungkin sebenarnya Sehun sudah memiliki perasaan ini sejak dulu. Sejak Chan Yeol mengenalkannya pada Chan Rin, hanya saja mungkin dulu Sehun terlalu naïf untuk mengakuinya. Lalu lihatlah bagaimana takdir mempermainkannya. Bagaimana ia harus membunuh Park Chan Rin, tapi tidak pernah berhasil, karena mungkin saja jauh di dalam lubuk hati-nya…..Sehun tidak ingin Chan Rin mati.

Sehun selalu menginginkan kematian, tapi ia juga terkadang ingin hidup demi Park Chan Rin. Lalu sekarang…, tiba-tiba saja ia tahu siapa Park Chan Rin yang sebenarnya. Ancestor vampire. Orang yang bisa membunuhnya. Akhirnya Sehun tahu bagaimana caranya ia mati. Seadainya sejak dulu Sehun tahu bahwa ada 1 cara agar ia bisa mati, maka ia akan mencari sang ancestor. Ia akan melawan sang ancestor, bertarung dengan sang ancestor sehingga sang ancestor membunuhnya.

Sehun masih belum bisa memaafkan Lee Tae Min yang merahasiakan hal ini darinya. Mengapa Tae Min baru memberitahunya sekarang? Sekarang Sehun tidak ingin mati. Ia ingin hidup demi Park Chan Rin. Tapi ternyata Park Chan Rin adalah salah satu ancestor yang bisa membunuhnya.

Sehun membelai kepala Chan Rin dengan lembut. “Apa yang akan kau lakukan saat kau mengingat semuanya, Chan Rin?”

“Bukankah takdir sangat aneh? Aku membenci kehidupanku sebagai vampire, tapi seandainya dulu aku tidak berubah menjadi vampire, maka saat ini aku sudah terkubur di dalam tanah dan tidak akan bertemu denganmu. Mungkin saat ini aku tidak akan jatuh cinta padamu.”

Sehun membungkukkan badannya dan mengecup bibir Chan Rin dengan lembut dan dalam. Tanpa ia sadari, air matanya menetes dan membasahi wajah Chan Rin. Sehun tiba-tiba mendengar suara langkah kaki dari kejauhan. Sehun berhenti mencium Chan Rin dan segera menghilang dari kamar Chan Rin.

BRAAAAKKK!!!! Kamar tidur Chan Rin terbuka lebar. Han Hee menatap sekeliling kamar Chan Rin yang gelap. Chan Rin menggeliat di tempat tidurnya karena suara pintu yang terbuka keras, tapi tidak terbangun.

Han Hee menyalakan lampu kamar Chan Rin. Tidak salah lagi. Pikir Han Hee. Han Hee yakin barusan ada vampire di rumah ini, dan sekarang sisa-sisa aroma aura vampire itu masih terasa di kamar Chan Rin.

Han Hee mengguncang tubuh Chan Rin pelan. “Chan-Chan…, aku tidur di sini yaaa…”

“Mmmmm….” Erang Chan Rin. Matanya masih terpejam.

“Chan-Chan, kau mimpi apa sampai menangis seperti ini?” Han Hee mengusap air mata di pipi Chan Rin. Chan Rin masih tetap tertidur pulas. Han Hee hanya geleng-geleng kepala, kemudian ia pun berbaring di samping Chan Rin.

Siapa yang barusan datang ke kamar Chan Rin? Pikir Han Hee. Jangan-jangan…, ancestor vampire itu! Tapi bisa juga Sehun. Han Hee berharap semoga yang datang tadi bukan si ancestor. Meskipun Han Hee membenci vampire, tapi bagaimanapun juga ia lebih merasa tenang bila yang datang tadi adalah Sehun, bukan si ancestor yang telah membunuh ayahnya!

“Dua hari lagi…,aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Mungkin aku akan menyusul Daddy ke surga.” Han Hee menatap Chan Rin sambil tersenyum. “Kau harus hidup bahagia, Chan-Chan. Tolong jaga Henry Oppa untukku. Kau juga harus bersikap baik pada Chan Yeol Oppa.” Han Hee menatap langit-langit kamar, menghembuskan nafas berat, lalu berbalik menyamping memeluk Chan Rin hingga akhirnya ia tertidur pulas seperti Chan Rin.

********

Keesokan harinya, saat sarapan, seperti biasa Chan Yeol berbicara banyak hal sambil mengunyah makanan. Chan Rin menatap Han Hee yang terlihat agak aneh pagi ini. Tidak seperti biasanya, hari ini Han Hee tidak banyak bicara.

“RinRin.., ingat ya jangan pulang malam!” kata Chan Yeol pada adik kandungnya. “Kau juga, Honey.” Tambahnya sambil melihat Han Hee.

Henry mengangguk. “Benar. Sepertinya Seoul makin kacau. Psikopat berkeliaran dimana-mana. TV, koran, internet….semuanya menayangkan berita pembunuhan massal. Yang membuatku ngeri adalah darah mereka disedot habis. Aku jadi ingat film horor dan detektif.”

Chan Yeol mengangguk. “Yap! Belum lagi kasus ratusan orang hilang tanpa jejak, seolah ada alien yang membawa mereka dengan ufo. Hyung…, apakah menurutmu alien dan vampire itu benar-benar ada?” tanya Chan Yeol pada Henry.

Henry mengangkat bahu. “Entahlah. Tapi menurutku tidak ada. Kita hanya harus berhati-hati. Semua ini pasti ulah manusia jahat. Psikopat.”

Chan Rin dan Han Hee hanya terdiam mendengarkan percakapan kedua kakak mereka. Tentu saja kedua gadis itu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Vampire. Semua itu pasti ulah vampire.

 Henry mengantar Han Hee dan Chan Rin ke sekolah. Kebetulan hari ini Henry tidak memiliki jadwal. Ia juga berjanji akan menjemput kedua adiknya pulang sekolah nanti. Henry sudah sepakat dengan Chan Yeol akan selalu menjaga kedua adik mereka. Bila mereka memiliki jadwal sebagai idol, maka mereka akan tetap menjaga kedua adik mereka dengan menitipkan Chan Rin dan Han Hee pada teman-teman Chan Yeol dan Henry yang tidak memiliki jadwal. Chan Yeol dan Henry takut psikopat akan menyerang kedua adik mereka.

Tapi sikap Henry dan Chan Yeol tersebut malah membuat Han Hee dan Chan Rin sedih. Mereka sedih karena tidak bisa memberitahukan hal yang sebenarnya pada kedua kakak mereka.

Chan Rin sedih, karena mungkin saja suatu hari nanti ia akan berubah menjadi salah satu vampire jahat itu. Meskipun Chan Rin masih tidak tahu bagaimana caranya ia bisa mengingat masa lalunya dan kembali mendapatkan kekuatan vampire-nya, tapi Chan Rin berharap selamanya ia tidak perlu berubah kembali menjadi vampire.

Han Hee sedih, karena setelah besok malam mungkin saja ia tidak akan pernah kembali lagi ke rumah. Mungkin saja ia tidak akan pernah bertemu Henry, Chan Yeol, dan Chan Rin lagi. Ya, Han Hee sudah memutuskan untuk menemui Kim Myung Soo. Ia ingin melawan vampire jahat yang telah membunuh ayahnya itu!

Sepulang sekolah, Chan Rin dan Han Hee tidak terkejut saat melihat Kris menjemput mereka berdua. Henry sudah menelepon Han Hee dan Chan Rin, memberitahu mereka bahwa hari ini Henry tiba-tiba saja ada jadwal mendadak dan tidak jadi menjemput mereka di sekolah, jadi ia meminta tolong teman-temannya untuk menggantikannya. Kris tidak memiliki jadwal, karena itulah Kris yang datang.

Padahal Han Hee sudah menolak di telepon. Tidak enak dijemput oleh teman Oppa-nya. Tapi ia tahu, ia tidak akan pernah bisa melawan Oppa-nya yang protektif itu.

Kris mengantarkan Han Hee ke tempat les musik. Sebelum turun dari mobil Kris, Han Hee memeluk Chan Rin lama, membuat Chan Rin bingung.

“Kau kenapa, Han Hee~ah? Sejak tadi pagi sikapmu sangat aneh.” Chan Rin mengerutkan keningnya.

Han Hee tersenyum sambil menggelengkan kepala. “Tidak apa-apa.” Lalu dia pun memeluk Chan Rin lagi dengan lebih erat. Kris menatap mereka berdua dari balik kemudi dengan penuh arti.

Setelah Han Hee keluar dari dalam mobil, Chan Rin juga ikut keluar dari jok belakang dan pindah ke jok depan di samping Kris. “Aku akan duduk di sini. Aku tidak mau membuat kau terlihat seperti supir, Kris Oppa.” Kata Chan Rin datar.

Kris menatap Chan Rin lekat-lekat. “Apakah kau menyayangi Han Hee?”

Chan Rin menatap Kris dengan bingung, lalu mengangguk. “Dia saudaraku.”

“Dia tidak punya hubungan darah denganmu. Apakah kau akan sedih kalau dia mati?”

“Kau bicara apa sih Oppa?! Han Hee tidak akan mati. Tidak sekarang. Dia punya masa depan yang baik. Dia berbakat dalam musik.” Chan Rin menatap Kris dengan kesal.

Kris tersenyum lembut. “Kalau kau menyayanginya.., maka aku juga akan ikut menyayanginya.”

“Mwo?” Chan Rin hanya menatap Kris penuh tanda tanya. Kris mengemudikan mobilnya dengan cepat. Tak lama, mereka pun tiba di tempat penampungan hewan.

Tanpa Chan Rin duga, Kris ikut masuk dan bermain dengan hewan-hewan yang ada di sana. Chan Rin mengerutkan keningnya. Ia menatap Kris yang sedang bermain dengan para anjing sambil berbicara. Chan Rin mendengarkan percakapan mereka. Biasanya, percakapan manusia dan binatang tidak akan nyambung, karena manusia tidak bisa mengerti bahasa binatang. Yah, kecuali dirinya. Tapi Kris dan anjing-anjing itu…., percakapan mereka terdengar sangat nyambung, seperti saat Chan Rin berbicara pada binatang.

Chan Rin membelalakkan matanya. Jangan-jangan…., Kris juga bisa mengerti bahasa binatang dan bisa berbicara pada binatang!

*********

Tepat pukul 12 malam, Luhan mendarat dengan mulus di atas atap rumah keluarga Park. Sayap hitam-nya yang terentang lebar dia kibas-kibaskan perlahan. Tanpa perlu melihat, ia tahu semua orang yang ada di rumah itu kini sudah tertidur.

Tanpa Luhan duga, Kris sejak tadi mengikutinya, dan kini ikut mendarat di samping Luhan. “Waaahhh.., kau benar-benar pengikut setia-ku.” sindir Luhan, tapi ia tersenyum manis. Luhan sudah mempercayai Kris seumur hidupnya, lebih dari siapapun.

“Aku masih tidak mengerti, Pangeran. Kenapa kau sangat menyayangi gadis bernama Han Hee itu. Padahal kau sudah tahu dengan jelas…, dia bukanlah Putri Aster.” Kris mengerutkan keningnya.

Luhan tertawa. Ia duduk dan menatap langit. Besok malam bulan purnama tiba. Luhan bisa merasakan, sesuatu yang buruk akan terjadi.

Luhan menarik nafas dalam-dalam sebelum ia berbicara. “Meskipun Han Hee bukan adikku. Meskipun ia bukanlah reinkarnasi adikku. Meskipun ia hanya mirip dengan adikku, tapi aku ingin menganggap ia sebagai adikku.” Luhan tersenyum pada Kris, lalu kembali bicara.

“Karena dengan begitu…, aku tidak akan terlalu merasa kehilangan. Dengan begitu…, aku akan sedikit demi sedikit memaafkan diriku sendiri, karena dulu aku bukanlah kakak yang baik untuk Aster.” Mata cokelat bening Luhan terlihat kosong.

“Karena itulah selama ini aku berpura-pura menganggapnya sebagai reinkarnasi Aster. Padahal kenyataannya Aster tidak pernah bereinkarnasi. Aku selalu menemui Han Hee sejak ia kecil, meskipun ia tidak menyadarinya. Aku bahkan sempat menanamkan beberapa ingatan palsu tentang Aster padanya, tapi tidak pernah berhasil, karena ia memang bukan Aster.”

Luhan menghembuskan nafas panjang. “Sepertinya aku harus melakukan sesuatu, Kris.”

“Apa yang akan kau lakukan, Pangeran?”

“Park Chan Rin.”

Mendengar Luhan menyebutkan nama Chan Rin, tubuh Kris langsung menegang.

“Aku tahu hanya dia yang bisa menyelamatkan Han Hee. Aku yakin, setelah ia berubah pun.., ia tidak akan mencelakai manusia. Karena itulah..,aku akan membiarkannya berubah. Biarkan Myung Soo sang ancestor merubahnya. Aku tahu Myung Soo akan terus mengincar nyawa Han Hee. Kuharap Chan Rin akan menolong Han Hee dan membunuh Myung Soo. Hanya Chan Rin yang bisa membunuh Myung Soo.”

Tanpa Luhan duga, Kris tertawa terbahak-bahak. “Hahahaha…hahaha..hahahaa.., aku tak habis pikir, Pangeran. Bagaimana bisa kau dan muridmu, Jung Dae Hyun, memiliki pemikiran yang sama?! Hahahahaha…” Kris masih terbahak-bahak.

“Dae Hyun?” Luhan mengerutkan keningnya.

“Sayang sekali aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Pangeran. Aku tidak akan mengorbankan Park Chan Rin demi Han Hee. Kalau kau ingin Han Hee selamat, maka aku akan menolongnya. Tapi aku tidak akan pernah mengorbankan Park Chan Rin.” Kedua bola mata Kris berubah merah dan bercahaya.

“Apa maksudmu?”

Kris tersenyum lembut. “Sepertinya sudah saatnya aku memberitahumu sebuah rahasia yang sudah kujaga selama hidupku. Selama lebih dari 10 ribu tahun ini.” Kris tertawa melihat ekspresi syok Luhan. “Ya. Kau pasti tidak menyangka umur-ku setua itu, Pangeran. Jadi dengarkan baik-baik. Semua ini bermula dari The Great King Xi, mendiang kakek buyut-mu, sekaligus sahabatku, Pangeran.”

***********

Malam bulan purnama, tepat 100 hari kebangkitan sang ancestor vampire…..

Kim Myung Soo duduk di atas sebuah grand piano. Ia menatap sekeliling rumah luas milik keluarga Lau. Lalu jari-jemarinya menekan tuts piano dengan lihai. Seketika rumah besar yang sepi itu dipenuhi alunan nada yang membuat bulu kuduk siapapun yang mendengar merinding ketakutan.

Myung Soo tahu hari ini akan tiba. Hari di mana kekuatannya berada di puncak. Hari ini ia merasa sangat kuat dan tidak akan ada yang bisa mengalahkan kekuatannya.

Pasukan vampire-nya semakin banyak. Tapi Myung Soo tidak asal memilih manusia untuk dijadikan vampire. Ia memilih manusia yang memang benar-benar layak menjadi pasukannya.

Manusia-manusia yang hilang tanpa jejak, itu disebabkan karena manusia-manusia itu telah berubah menjadi pasukannya. Manusia-manusia yang mati dengan darah disedot habis dari tubuhnya, itu adalah manusia-manusia yang menjadi korban rasa haus pasukan baru-nya.

Myung Soo sudah memutuskan akan menghabisi gadis bernama Han Hee itu malam ini. Myung Soo sangat marah pada gadis itu. Selama ini gadis itu selalu menghalangi Myung Soo dari Chan Rin. Gadis itu juga telah me-nyegel Lee Sung Yeol, salah satu vampire kepercayaan Myung Soo.

Wu Zun tiba-tiba saja datang dan membungkukkan badannya. “Hamba sudah membawa Park Chan Rin, Yang Mulia.”

Myung Soo tersenyum puas. “Sebentar lagi kau harus memanggil Rin Yang Mulia, Wu Zun.”

“Hamba mengerti, Yang Mulia.”

Myung Soo menyeringai. Ya, ia berhasil membawa Chan Rin kemari. Gadis itu kini terbius dan tertidur di salah satu kamar rumah ini. Tidak ada yang bisa mengalahkan Myung Soo. Bahkan kekuatan Wu Zun pun semakin bertambah kuat malam ini. Wu Zun berhasil mengalahkan Kai dan bisa membawa Chan Rin kemari. Tidak, Kai tidak mati. Setelah ribuan tahun lalu Myung Soo membunuh ibu kandung Kai, Myung Soo ingin suatu hari nanti Kai membalaskan dendamnya pada Myung Soo. Dan malam ini Kai sudah tahu kisah masa lalu ibu-nya yang selalu disembunyikan raja angel. Myung Soo akan dengan senang hati menyambut kedatangan Kai nanti.

“Aku senang adikmu tidak ikut campur, Wu Zun.” Kata Myung Soo.

Wu Zun hanya menunduk. Sebenarnya ia tidak tahu di mana Sehun berada saat ini. Ya, tadi Wu Zun memang tidak melihat Sehun di rumah Chan Rin. Hanya ada Kai si manusia serigala yang menjaga Chan Rin. Di mana Sehun? Wu Zun cemas adiknya itu akan datang kemari.

“Aku bisa mencium bau darah Honey Lau semakin mendekat.” Myung Soo tersenyum puas. “Kalian berjaga-lah di luar. Halangi siapapun yang berusaha masuk kemari, kecuali Honey Lau. Biarkan ia masuk ke dalam rumahnya ini untuk yang terakhir kalinya.” Myung Soo menyeringai sadis. Pasukan vampire-nya membungkuk hormat lalu menghilang.

Beberapa menit kemudian, Han Hee tiba. Nafasnya terengah-engah. Keringat bercucuran di dahi-nya.

“Selamat datang, Honey Lau.” Myung Soo menyeringai.

Han Hee mengacungkan pistol perak-nya pada Myung Soo. Myung Soo terbahak-bahak. “Kau pikir pistol itu berguna untuk melawanku?”

“Minggir! Jangan duduk di atas piano itu!” Han Hee menatap Myung Soo tajam.

Myung Soo mendengus lalu mengelus-elus grand piano yang ia duduki. Myung Soo menyeringai lebar. “Sama seperti ayahmu. Kau juga akan mati di sini.”

Dalam sekejap mata, Myung Soo melesat mendekati Han Hee dan mencekik lehernya. Han Hee terbatuk-batuk, berusaha bernafas ditengah cengkraman menyakitkan Myung Soo. Kuku-kuku jari Myung Soo yang tajam menembus leher Han Hee. Darah segar membanjiri tubuh Han Hee.

Myung Soo berhenti dan tiba-tiba saja tertawa terbahak-bahak. Han Hee ambruk, terduduk di lantai. Nafasnya tersengal.

Myung Soo menjilati tangannya yang dipenuhi darah Han Hee. Tangannya yang satu lagi memegang sebuah kalung dengan liontin kuno berbentuk koin yang memiliki lubang di tengahnya. “Ternyata benar, kalung inilah yang membuat darahmu terasa tidak enak. Dan setelah aku melepas kalung ini dari lehermu, ternyata darahmu sangat lezat.” Myung Soo membungkukkan badannya dan berbisik pada Han Hee. “Sama seperti ayahmu.”

Han Hee hanya menatap Myung Soo penuh benci. Ia ingin berdiri dan memukul Myung Soo, tapi tidak sanggup.

“Nanti, setelah aku merubah Chan Rin, aku akan meminum habis darahmu.” Myung Soo menyeringai. “Aku ingin kau melihat perubahan Chan Rin. Kau pikir dia akan memihakmu? Hahahaha. Jangan harap, Honey Lau! Chan Rin adalah milikku. Ia akan memihakku. Lihatlah nanti saat ia mengingat semuanya. Mungkin….ia juga akan ikut meminum darahmu sampai habis.”

“TIDAAAAAKKKKK!!!!!” Pekik Han Hee keras. Air mata membanjiri wajahnya.

“Wu Zun, bawa Chan Rin kemari!” Perintah Myung Soo.

Dua detik kemudian, Wu Zun menggendong Chan Rin yang tertidur dan meletakkan Chan Rin di atas sofa, tak jauh dari Han Hee.

Myung Soo mendekati Chan Rin, menelusuri wajah Chan Rin dengan jemari-nya. Beberapa detik kemudian, Chan Rin membuka matanya dan langsung terduduk.

“CHAN-CHAAANNN!!!!! LARIIIII!!!!!” pekik Han Hee.

“Han Hee~ah! Kenapa kau ada di sini? Aku ada di mana?” Chan Rin menatap sekelilingnya yang gelap, dan setelah matanya bisa menyesuaikan dalam kegelapan, akhirnya ia bisa melihat wajah Myung Soo, Wu Zun, dan Han Hee dengan jelas.

“L Oppa, berhentilah. Kau sudah keterlaluan.” Kata Chan Rin dengan tegas pada Myung Soo.

Myung Soo membelalakkan matanya tak percaya. “Rin, kau….mengingatku? Tapi.., bagaimana bisa? Seharusnya kau hanya bisa mengingatku saat aku merubahmu!” Myung Soo langsung memeluk Chan Rin, tapi Chan Rin mendorongnya menjauh.

“Aku mengingatmu, Oppa. Aku mengingat semuanya. Dan aku kecewa padamu.” Air mata mengalir di wajah Chan Rin. “Berhentilah, Oppa. Tidakkah kau sadar, Ibu berusaha membuatku bahagia dengan mengorbankan nyawanya sendiri?!”

Myung Soo mengepalkan tangannya dan menggeram. “Aku tidak akan pernah memaafkannya. Ia membunuh ayah dan membuatmu menghilang.”

Chan Rin menggeleng. “Tidak bisakah kita hidup normal, Oppa? Tanpa kekuasaan. Tanpa dendam? Kau hanya mengikuti jejak ayah tanpa tahu apapun!”

Myung Soo memegang kedua bahu Chan Rin dengan erat dan menatapnya lurus-lurus. “Kau tidak mengingatku. Kau hanya pura-pura mengingatku. Siapa yang memberitahumu semua itu? Kai? Tae Min? Kalau kau benar-benar mengingatku, kau akan berpihak padaku, Rin.”

Chan Rin menggeleng. “Aku ingat. Aku benar-benar ingat. Seseorang membuatku mengingatnya. Dan aku tidak berpihak padamu, Oppa!”

Myung Soo tersenyum dan membelai wajah Chan Rin. “Tenang saja Rin.., aku akan merubahmu sebentar lagi. Kekuatanmu akan bangkit sebentar lagi…”

Chan Rin menatap Myung Soo tajam. “Apa guna-nya kau merubahku, Oppa? Aku tetap tidak akan berpihak padamu. Jangan rubah aku. Kalau kau merubahku, aku akan bisa membunuhmu.”

Myung Soo tertawa terbahak-bahak. “Kau tidak mungkin membunuhku, Rin.”

Air mata Chan Rin mengalir deras. “Karena itulah kau harus berhenti!!! Berhentilah sebelum semuanya terlambat! Kumohon, Oppa…..”

Myung Soo mendorong tubuh Chan Rin sampai terbaring di sofa dan menatapnya lekat-lekat. “Kau tahu Rin? Sudah ribuan tahun aku menunggumu. Aku ingin meminum darahmu sejak dulu.., aku ingin kau meminum darahku. Sekarang…, kekuatanmu akan kembali……”

“Kau tahu semua itu tidak ada gunanya, Oppa. Aku tetap tidak akan ada di sisi-mu.” Chan Rin menatap Myung Soo tajam. Myung Soo tersenyum, lalu mendekatkan bibirnya ke leher Chan Rin.

“HENTIKAAANNNN!!!!” pekik Han Hee. Han Hee sudah kembali dari rasa terkejutnya. Ia memang tidak bisa mempercayai kejadian di depannya saat ini. Ia tidak percaya.., Chan Rin adalah sang ancestor vampire yang tersisa selain Myung Soo!

Myung Soo hanya menyeringai mendengar teriakan Han Hee. Myung Soo menjilati leher Chan Rin, membuka mulut-nya dan siap menancapkan taring-nya yang berbisa di leher Chan Rin. Tapi tiba-tiba saja tubuhnya terdorong ke belakang dan menghantam tembok.

“Hentikan.” Desis sebuah suara. Seorang pria tinggi berkulit se-putih susu, menatap Myung Soo penuh kebencian.

“Sehun?!” Chan Rin terkejut melihat Sehun tiba-tiba berada di sana.

Myung Soo menyeringai menatap Sehun. “Rupanya setelah meminum darah Rin, kekuatanmu bertambah, Oh Sehun.” Dalam sekejap mata Myung Soo bangkit berdiri dan tiba di depan wajah Sehun.

“Sehun, pergilah!”  Wu Zun menghampiri Sehun dan memegang pundaknya.

Myung Soo menatap Wu Zun. “Maafkan aku Wu Zun, tapi adikmu menggangguku. Kurasa sekaranglah waktuku untuk menghabisinya.”

Sebelum Myung Soo menyentuh satu helai-pun rambut Sehun, dengan tangkas Wu Zun menghalangi Myung Soo. Myung Soo menyeringai. “Kau adalah anak buah favoritku, Wu Zun. Minggir!” Myung Soo melempar Wu Zun ke samping. Tubuh Wu Zun membentur lemari dengan keras, membuat lemari itu terpecah belah.

Myung Soo kini mencekik Sehun dan menatapnya penuh kebencian. “Sebentar lagi kau akan menjadi debu dan menghilang, Oh Sehun.”

“L OPPA!!!! HENTIKAANNN!!!!” jerit Chan Rin. Ia tidak bisa bergerak dari sofa. Tubuhnya ditahan oleh kekuatan tak kasat mata yang diciptakan oleh Myung Soo.

Wu Zun bangkit kembali dan langsung mendorong Myung Soo. Mereka berdua bertarung dengan kecepatan tinggi. Berpindah dari satu sudut rumah ke sudut lain, mencakar, menggigit, memukul. Dan dalam hitungan detik, tubuh Wu Zun tiba-tiba saja hancur menjadi debu.

“HYUUUUUNGGGGG!!!!!” jerit Sehun sambil berlari ke tempat tubuh Wu Zun berubah menjadi butiran debu dan menghilang.

Myung Soo tertawa terbahak-bahak. “Karena kau, aku kehilangan salah satu vampire favoritku.”

Sehun menangis sambil memegang debu Wu Zun yang masih tersisa di lantai.

“Berterima kasihlah pada kakakmu, karena ratusan tahun lalu dia memaksaku untuk merubahmu menjadi vampire. Padahal saat itu kau sedang sakit, sekarat, dan aku tidak tertarik untuk merubah tubuhmu yang lemah.” Myung Soo mencekik Sehun. Sehun balas menatap Myung Soo tanpa rasa takut. “Sekarang giliranmu, Oh Sehun.”

*******

Satu jam sebelumnya…….

Luhan melayang di angkasa, di sekitar rumah keluarga Lau. Ia sudah berjanji pada Kris, tidak akan melakukan apapun. Bahkan ketika nyawa Han Hee berada di ujung tanduk.

Luhan menatap bulan purnama yang bulat sempurna. Cahaya-nya yang lembut menyinari langit yang kelam dan ber-awan.

Harusnya, di malam bulan purnama, Luhan berubah otomatis menjadi manusia serigala. Tapi ajaibnya, kutukan itu menghilang. Kutukan itu menghilang di saat ia telah memaafkan dirinya sendiri. Di saat dirinya tidak lagi diliputi dendam. Di saat dirinya benar-benar bisa memaafkan adiknya yang telah mati karena mengorbankan dirinya demi pria yang dicintainya, Kai.

Luhan bertanya-tanya, apakah kutukan Kai juga akan menghilang? Tapi malam ini Luhan masih melihat Kai dalam wujud serigala-nya. Mungkin Kai masih belum memaafkan Putri Aster. Kai mungkin belum merelakan Aster mati karena melindunginya.

“Maafkanlah adikku, Kai. Aster tidak akan kembali. Ia sudah berada di tempat yang terbaik untuknya.” Luhan tersenyum menatap langit. “Lupakan adikku, dan temuilah cinta sejatimu, Kai…”

Luhan menghela nafas. Ia kembali mengingat percakapannya dengan Kris kemarin malam. Lagi-lagi Luhan menatap langit. “Kakek buyut…, kau bertemu dengan Aster di sana kan? Sampaikan salamku untuknya. Dan bilang padanya…, di bumi…saat ini ada seorang manusia yang wajahnya benar-benar mirip dengannya. Nama manusia itu Han Hee…. Honey Lau. Berkat dia-lah aku bisa memaafkan diriku sendiri karena dulu aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Karena dia-lah aku bisa memaafkanmu, Aster. Beristirahatlah dengan tenang…, kau pasti sedang memukuli dan menendang kakek  sekarang kan? Kakek buyut kita benar-benar luar biasa.”

*Flashback sepuluh ribu tahun yang lalu*

Di istana dunia devil……

Raja dunia devil yang memerintah istana paling lama, yang hidup paling lama, Raja Xi, atau terkenal dengan nama The Great King Xi, duduk di atas singgasana-nya sambil melukis. Ya, raja devil yang paling terkenal dalam sejarah ini memang sangat hobi melukis. Ia bukan hanya melukis sembarangan. Ia melukis masa depan.

Meskipun ia adalah devil, makhluk yang paling dibenci oleh kaum angel, dan ditakuti manusia, tapi ia memiliki kelebihan yang tidak makhluk lain miliki. Membaca masa depan, seolah ia adalah peramal. Bahkan ia lebih hebat dari peramal karena ia bisa membaca masa depan yang sangat jauh.

“Kau melukis lagi, Xi?” tanya seorang pria muda bertubuh tinggi dan berwajah sangat tampan.

“Oh, Kris!” Raja Xi tersenyum hangat pada sahabat baiknya itu. Kris bukanlah makhluk dari dimensi yang sama dengannya. Kris berasal dari dimensi yang berbeda. Orang-orang dari dimensi Kris tidak ada hubungannya dengan orang-orang dari dimensi ini.

Tidak ada satupun makhluk yang mengetahui keberadaan makhluk dari dimensi lain. Bahkan kaum angel yang merasa paling hebat-pun tidak mengetahui keberadaan dimensi lain selain dimensi mereka.

Dunia angel, dunia devil, dan dunia manusia berada dalam satu dimensi yang sama. Tak ada satupun yang mengetahui bahwa ada dimensi lain selain dimensi yang mereka tempati. Dimensi itu benar-benar terpisah dari dimensi yang mereka tempati. Tapi bukan The Great King Xi namanya bila ia tidak bisa melakukan sesuatu yang luar biasa. Atau mungkin saja saat itu takdir memang sedang berpihak padanya.

Ratusan tahun lalu, saat dunia angel dan dunia devil kembali berperang, nyawa The Great King Xi sudah hampir diujung pedang raja angel, tapi ia tahu masa depannya tidak akan berakhir sampai di situ.

Tanpa sengaja, Kris, pangeran dari dimensi lain terjebak di dimensi yang bukan dimensinya. Kris yang memang memiliki sayap hitam, menganggap The Great King Xi dan para devil adalah saudara jauh-nya, karena itulah Kris menyelamatkan The Great King Xi.

The Great King Xi sangat berterima kasih pada Kris, dan mereka pun menjadi sahabat karib. Kris memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari makhluk manapun di dimensi ini. The Great King Xi yang bisa membaca masa depan tahu suatu hari nanti Kris akan berperan penting dalam dimensi ini.

Sudah hampir 500 tahun Kris tinggal di dimensi ini dan tidak pernah kembali ke dimensi-nya. Kris banyak membantu The Great King Xi memperluas kekuasaan di dunia manusia.

Kris berdiri di samping Raja Xi dan mengintip lukisannya. “Kau melukis dirimu sendiri!” dengus Kris sambil terkekeh.

Raja Xi tersenyum dan menggeleng. “Ini bukan aku. Ini adalah cicit-ku, Luhan.”

Kris mengerutkan keningnya. “Dia sangat mirip denganmu. Sangat-sangat mirip.”

Raja Xi tertawa. “Benar. Dia juga sama keras kepala sepertiku.”

Kris memutar bola matanya, tapi Raja Xi hanya tersenyum. “Kris, umurku sudah tua. Kau tahu kan aku menua, tidak sepertimu yang akan terus berwujud seperti ini.”

“Xi…”

“Tiga ribu tahun lagi…, atau mungkin aku mendapat bonus beberapa ratus tahun, adalah sisa jatah hidupku.” Raja Xi mengedipkan sebelah matanya pada Kris, tapi Kris hanya menatapnya dengan serius.

“Kau tahu aku bisa membuatmu abadi, Xi…” geram Kris. Ia tidak ingin kehilangan sahabatnya itu.

Raja Xi menggeleng dan tersenyum menatap Kris. “Aku tidak ingin menyalahi takdir. Meskipun aku tahu…takdir di depan sana sangatlah mengerikan, tapi aku tidak bisa menyalahi takdir, Kris.”

“Dengarkan aku, Kris. Dua ribu tahun yang akan datang, kau akan membantuku. Aku bisa melihatnya. Dua ribu tahun dari sekarang, akan datang padaku seorang pangeran angel. Pangeran kembar yang memiliki ambisi sangat besar. Ia ingin menguasai negeri angel. Ia ingin mengalahkan kembarannya. Tapi ia punya hati yang busuk. Lebih busuk dari kaum devil rendahan. Ia ingin menguasai seluruh dunia. Dan ia ingin…. Abadi.”

Kris mendengus. “Lanjutkan.”

Raja Xi kembali memberitahu Kris tentang penglihatannya. “Pangeran angel itu akan menjadi makhluk terkuat di dimensi ini, Kris. Kekuatannya adalah perpaduan kaum angel, devil, sihir kuno yang ditambahkan dengan inti sari kekuatanmu, Kris.”

“Aku?” Kris mendengus lagi. “Kenapa aku harus terlibat?”

Raja Xi menggeleng. “Entahlah. Seperti itulah masa depan yang kulihat. Tapi aku ingin memodifikasi sesuatu, Kris. Sesuatu yang sangat penting. Aku ingin kaum angel menderita selama beberapa ribu tahun sebelum akhirnya mereka terbebas dari musuh baru mereka yang akan segera tercipta 2000 tahun yang akan datang. Aku akan menuliskannya sekarang.”

Raja Xi meraih sebuah buku kosong tebal dan mulai menulis dengan pena bulu. The Truth of Vampires. Raja Xi menuliskan judul buku-nya. Lalu raja Xi meraih buku kosong tebal  lain –nya dan menuliskan judul : The History of Vampires. Raja Xi berhenti dan menatap kedua buku tebal yang akan segera ia isi dengan tulisan tersebut.

“Vampires?” tanya Kris.

Raja Xi tersenyum dan mengangguk. “Makhluk itu akan disebut Vampires. Mereka abadi sepertimu, Kris. Aahh.., di buku The Truth of Vampires….aku akan menuliskan semua kebenarannya, sedangkan di buku The History of Vampires…aku akan menuliskan versi modifikasi-nya.”

“Kita bahas buku yang kedua terlebih dulu kalau begitu. Karena ini lebih menarik.” Raja Xi terkekeh. Kris duduk di sampingnya dan ikut melihat apa yang sahabatnya tulis.

“Di buku ini aku tidak menyebutkan bahwa kau ikut berperan penting dalam penciptaan vampires, Kris. Kau menyumbangkan intisari kekuatanmu, tapi aku tidak menuliskannya. Aku sengaja.” Raja Xi mengedipkan sebelah matanya.

“Jadi bisa dibilang..makhluk itu adalah anakku?” tanya Kris.

Raja Xi tertawa terbahak-bahak. “Mereka anak kita semua. Angel, devil, dan kau.”

Raja Xi mulai menulis panjang lebar. Kris menguap saking bosan-nya. Raja Xi meraih buku lain, buku yang katanya merupakan kebenaran. Mata Kris kembali tertuju pada Raja Xi lagi saat Raja Xi mulai melukis sesosok wajah pria. “Siapa itu?” tanya Kris.

“Dia anak dari pangeran angel yang berubah menjadi vampire. Dia ancestor vampire. Kekuatannya jauh lebih besar daripada ayahnya. Si ayah mati dibunuh istrinya. Istrinya bunuh diri dan melenyapkan anak perempuannya yang masih balita, sampai kemudian ribuan tahun yang akan datang…anak perempuannya bereinkarnasi menjadi manusia.” Raja Xi terus saja melukis.

“Dia sangat tampan.” Kris mengomentari lukisan wajah sang ancestor vampire.

Raja Xi tersenyum. “Tunggu sampai aku melukis adiknya. Meskipun ia menghilang saat bayi, tapi aku bisa melihat wajahnya setelah ia bereinkarnasi menjadi manusia 10 ribu tahun dari sekarang. Dia sangat cantik. Kau bahkan akan menyukainya seandainya kau adalah manusia.” Raja Xi terkekeh. Tapi Kris tetap serius melihat lukisan wajah sang ancestor vampire.

“Cantik.” Kris mengangguk.

“Namanya Park Chan Rin, tapi aku tidak akan menuliskan nama manusia-nya. Aku hanya menuliskan nama dia saat balita, Rin. Lukisan ini hanya ada di buku asli. The Truth of Vampires. Buku sejarah palsu yang kubuat tidak memiliki lukisan ini, sehingga kaum angel akan kesulitan membasmi sang ancestor, L.”

Raja Xi kembali menuliskan berbagai hal. Kris mulai bosan lagi. “Hal penting apa lagi yang harus kuketahui?”

Raja Xi tersenyum pada sahabatnya yang tidak sabaran itu. “Kau akan bisa pulang ke dimensi-mu setelah aku mati, Kris.”

Meskipun Kris senang karena akhirnya ia bisa pulang, tapi Kris sama sekali tidak tersenyum. Kris hanya menatap sahabatnya dengan tajam dan tanpa ekspresi.

Raja Xi tertawa. “Ancestor vampires akan mewarisi banyak hal darimu Kris, salah satunya adalah tatapan tajam-mu itu. Mereka juga tidak bisa hidup tanpa meminum darah, sama sepertimu.”

“Semua makhluk akan mengira vampires tidak memiliki jiwa. Padahal mereka punya, sama seperti kita. Kau akan pulang ke dimensi-mu setelah aku mati, Kris. Tapi kau akan kembali ke dunia ini 10 ribu tahun yang akan datang dan bertemu dengan cicit-ku, Luhan. Wajahnya sangat mirip denganku. Sifat-nya juga, meskipun ia tidak memiliki kekuatan besar sepertiku, tapi kau akan menyukainya seperti kau menyukaiku, Kris.”

“Kau akan mengikuti Luhan ke manapun dia pergi, termasuk ke dunia manusia dan menjadi idol. Hahahaha…aku bisa melihat kau menyanyi dan menari, Kris.” Raja Xi tertawa terbahak-bahak, tapi kemudian tatapan mata Raja Xi menjadi kelam. “Kau akan menemani Luhan di saat ia terpuruk. Adiknya, Aster, akan meninggal di usia yang muda, dan Luhan akan menganggap kematian Aster adalah salah-nya, meskipun sebenarnya bukan. Luhan memiliki dendam yang dalam pada kaum angel, juga pada Aster. Aku harap kau bisa menemani Luhan di masa-masa sulitnya, Kris.”

Kris hanya mengangguk. Raja Xi kembali bicara. “Kau akan menjaga rahasia ini seumur hidupmu. Kau akan memberitahu Luhan mengenai semua ini saat waktunya tiba. Kau akan tahu kapan.” Raja Xi tersenyum.

“Satu hal yang paling penting, Kris. Ancestor vampires bukanlah makhluk terkuat. Oh ya.., aku akan membuatnya seolah-olah ia adalah makhluk terkuat yang tidak bisa dibunuh oleh siapapun selain sesama ancestor. Ya, itu memang benar. Kaum angel akan kewalahan karena-nya. Ancestor itu akan terus hidup. Ia hanya bisa di-segel, tapi tidak bisa dibunuh, kecuali oleh saudara-nya. Tapi sebenarnya….mereka juga bisa dibunuh olehmu, Kris.”

Raja Xi tersenyum lebar. “Hal ini juga tentu saja tidak akan kutulis di History of Vampires maupun di The Truth of Vampires. Tidak ada gunanya, karena para pemburu vampires tidak akan membaca buku ini dengan teliti. Hahahaha. Aku hanya akan menulis di buku The Truth of Vampires bahwa kau juga ikut menyumbangkan kekuatanmu dan intisari-mu.”

“Apakah pada akhirnya aku akan membunuh ancestor vampire itu?” tanya Kris.

Raja Xi tersenyum. “Aku tidak akan memberitahumu, Kris. Hidupmu akan membosankan bila kuberitahu semua hal.”

Kris mendengus kesal. Raja Xi terkekeh. “Satu pesanku lagi, Kris…., hiduplah dengan bahagia setelah aku mati. Kerinduanmu padaku akan terobati di saat Luhan lahir. Kau sayangilah dia seperti kau menyayangiku. Hati-hati.., jangan sampai ketahuan.” Raja Xi menepuk bahu Kris brotherly.

Raja Xi kembali menatap lukisan wajah Luhan di kanvas, lalu menatap lukisan wajah Myung Soo dan Rin di buku. “Saat masa kepemimpinan Luhan, masa perdamaian dunia devil dan dunia angel akan tiba. Luhan memang benar-benar mirip denganku, tapi dia juga berbeda. Dia sangat hebat. Dia lebih hebat dariku.” Raja Xi tersenyum bangga. Kali ini Kris ikut tersenyum.

 

*End of Flashback*

 

 

Luhan mendesah. Ia masih memandangi langit sambil melayang – layang di sekitar rumah keluarga Lau. Satu jam sudah berlalu. Selama satu jam ia mengingat apa yang Kris katakan padanya tentang kakek buyutnya, The Great King Xi.

“Dasar! Kakek buyut-ku memang benar-benar pandai membuat kehebohan.” Luhan tersenyum. Ia memejamkan matanya mendengar teriakan,  jeritan, dan tangisan dari dalam rumah keluarga Lau. Ia sudah berjanji pada Kris, ia tidak akan ikut campur.

Luhan akhirnya bernafas lega saat Kris datang melayang mengepak-ngepakkan sayap hitam-nya yang lebar lalu mendarat dengan mulus di depan rumah keluarga Lau. Pasukan vampire yang berada di sekeliling rumah menyergap Kris, tapi hanya dalam hitungan detik Kris sanggup membasmi ribuan pasukan vampires itu.

Kris menegadahkan wajahnya ke atas dan menatap Luhan sambil tersenyum. Luhan mengangguk sambil balas tersenyum. Kris masuk ke dalam rumah. Luhan pun menonton dari atas awan.

“Sekarang giliranmu, Oh Sehun.”

“Sekarang adalah giliranmu, Kim Myung Soo.” Kris masuk ke dalam rumah keluarga Lau.

“Kris Oppa!” Han Hee terkejut melihat wujud Kris yang seperti devil, tapi memiliki aura seperti vampire. Kini Kris juga menunjukkan taring-nya yang tajam seperti vampire. Taring yang selama ini ia sembunyikan dari siapapun. Kris sial karena dulu Jung Dae Hyun pernah melihat Kris meminum darah, tapi untung saja Dae Hyun bukanlah devil teladan. Ia tidak memedulikan Kris saat itu.

Mata Myung Soo membelalak lebar melihat sosok Kris. Meskipun Kris tidak menjelaskan apapun, tapi ia tahu Myung Soo mengerti. Ia tahu Myung Soo bisa merasakan kekuatan Kris. Pasti saat ini  Myung Soo merasakan apa yang anak-anak buah vampire-nya rasakan ketika mereka melihat Myung Soo. Ya, itulah yang Myung Soo rasakan ketika melihat sosok asli Kris. Myung Soo pada akhirnya tahu, ia bukanlah makhluk terkuat di jagad raya ini. Pepatah benar. Di atas langit masih ada langit.

Kris mendekati Myung Soo sambil menatapnya tajam. “Beristirahatlah, Myung Soo.” Kris mengulurkan sebelah tangannya ke leher Myung Soo, dan dalam sekejap Myung Soo pun hancur menjadi kepingan debu.

“Aaarrrrgggghhhhh!!!!!!!” Chan Rin berteriak sambil menangis, karena se-jahat apapun Myung Soo, dia tetaplah kakak kandung Chan Rin.

Kris mendekati Chan Rin dan memeluknya. Menenangkan Chan Rin.

“Aku…aku tidak bisa mengubah L Oppa menjadi lebih baik…” Chan Rin menangis tersedu-sedu di pelukan Kris.

Kris membelai rambut panjang Chan Rin. “Bukan salahmu, Rin.”

Chan Rin mengangguk dan mengusap air matanya. “Terima kasih, Kris Oppa. Terima kasih karena kau mengembalikan ingatanku.”

Kris tersenyum hangat dan membelai kepala Chan Rin. Sehun dan Han Hee masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

“Hanhee~ah!!!!!” tiba-tiba saja Jung Dae Hyun dan Yoo Young Jae masuk dan menghampiri Han Hee.

“Gwenchana?” Dae Hyun memeluk Han Hee sekilas.

Young Jae mendorong Dae Hyun pelan, lalu mulai mengobati luka-luka di tubuh Han Hee dengan kekuatan angel-nya.

“Auuuuuuuuuu….” Terdengar lolongan serigala, dan beberapa saat kemudian, seekor serigala besar ber-bulu cokelat masuk dan berlari menghampiri Chan Rin.

“Kau baik-baik saja?” serigala itu menggeram. Hanya Chan Rin dan Kris yang bisa mengerti apa yang serigala katakan.

Chan Rin mengelus-elus kepala serigala. “Aku baik-baik saja, Kai.”

Serigala itu mendekatkan moncongnya ke lengan Chan Rin. Chan Rin pun tersenyum dan memeluk serigala. Perlahan, serigala itu berubah wujud menjadi sesosok manusia. Kai.

Chan Rin mengedipkan matanya dan langsung melepaskan Kai. Rasanya aneh memeluk Kai yang berwujud manusia.

“Kenapa kau berubah, Kai? Aku lebih suka kau berwujud serigala!” kata Chan Rin.

Kai juga hanya menatap tubuhnya dengan bingung. Ia tertawa dan langsung memeluk Chan Rin dengan erat.

“YAH! Pakai baju!” Oh Sehun menutupi tubuh bagian bawah Kai dengan menggunakan coat hitam panjang-nya.

Chan Rin yang baru menyadari hal ini langsung menutup wajahnya dan menendang Kai sampai terjatuh dari sofa. “Yah! Pervert!!!”

Kris, Han Hee, Dae Hyun, dan Young Jae tertawa melihat Kai dan Chan Rin. Hanya Sehun yang tidak tertawa. Dengan cepat Sehun membawa Kai ke salah satu kamar untuk memakai baju dan celana.

Kris meletakkan sebelah tangannya di bahu Chan Rin. “Rin, kau yakin tidak ingin ikut denganku ke dimensi-ku? Sekarang hanya tinggal aku-lah keluargamu.”

Chan Rin menggeleng dan tersenyum tipis pada Kris. “Tidak, terima kasih, Oppa. Tapi.., di sini juga aku memiliki keluarga. Chan Yeol Oppa, Henry Oppa, Han Hee..” Chan Rin menatap Han Hee, dan mereka berdua pun tersenyum. Han Hee masih duduk di lantai. Kondisi-nya sudah membaik berkat kekuatan Young Jae. Di kiri dan kanan-nya ada Young Jae dan Dae Hyun.

Kris tersenyum. Ia membungkukkan badannya dan mengecup kening Chan Rin lama. “Hiduplah dengan bahagia, Rin.”

“Hmm.” Chan Rin mengangguk. Kris menatap Sehun dan Kai yang baru saja datang. Kai sudah memakai baju dan celana. “Kalian berdua, apapun yang terjadi, dan siapapun yang Rin pilih nanti, kalian harus tetap menjaga Rin dengan baik. Aku akan datang memburu dan membunuh kalian kalau kalian menyakiti Rin.” Kris menatap Sehun dan Kai dengan tajam.

Kai menyeringai. “Tenang saja, hyung. Lagipula.., kau masih akan tetap di EXO kan? Kau akan pergi begitu saja? Bagaimana dengan fans-fansmu?”

Kris hanya terdiam memikirkan perkataan Kai.

Di luar, di atas awan, Luhan tersenyum melihat semuanya. Luhan pun perlahan turun ke atas atap rumah dan menghampiri sesosok pria ber-sayap putih.

“Hai, Tae Min.” Luhan tersenyum ramah.

Lee Tae Min, sang pangeran angel balas tersenyum. “Adikku sangat bodoh.” Kata Tae Min sambil mengusap air matanya. Tae Min tersenyum bahagia karena malam ini kutukan Kai telah hilang.

Luhan menepuk pundak Tae Min, membuat Tae Min berjengit sedikit. Bagaimanapun, Tae Min masih belum terbiasa berdekatan dan berbicara baik-baik dengan seorang devil.

“Aku tidak pernah menyangka suatu hari aku akan mengatakan hal ini. Tapi… terima kasih. Itulah yang ingin kukatakan padamu, Pangeran Tae Min. Terima kasih karena kau telah meminta leluhur angel mengutuk diriku menjadi werewolf. Kalau tidak…, mungkin sampai sekarang aku tidak akan pernah menyadari kesalahanku dan tidak akan pernah memaafkan Aster, Kai, dan diriku sendiri.” Luhan tersenyum.

Tae Min tersenyum. “Aku tidak akan mengutukmu seandainya ayahmu tidak mengutuk adikku. Kita impas. Terima kasih juga, Pangeran Luhan.”

“Oi…oi… Lulu, kau melupakanku?” tiba-tiba saja Kris datang melayang dan duduk di samping Luhan. Tae Min menatap Kris dan tersenyum kaku. Tae Min tak habis pikir, orang ini-lah yang menjadi kunci semua hal. Tae Min juga masih merasa kesal pada kakek buyut Luhan karena telah mempermainkan sejarah dan telah menipu kaum angel.

“Kau akan pulang ke dimensi-mu, Kris?” tanya Luhan.

“Entahlah.” Kris memandang langit. Cahaya rembulan purnama menyinari langit dengan lembut. “Dimensi ini lebih mengasyikan dibanding dimensiku.” Kris tersenyum.

“Ehem, Kris..” panggil Tae Min. “Apakah kau bisa merubah vampire menjadi manusia kembali?” tanya Tae Min.

Kris menyeringai. “Pangeran Lee Tae Min.., kau jenius sekali dengan berbohong pada Oh Sehun tentang mutiara jiwa.” Sindir Kris. Tae Min hanya tersenyum salah tingkah, tapi Kris tertawa. “Aku mengerti. Kau melakukan semua itu demi adikmu. Aku bisa mengerti. Hmmm.., jawabannya adalah Ya. Tentu saja aku bisa. Intisari kekuatan Vampire adalah kekuatanku. Tapi mereka berbeda denganku dalam beberapa hal karena mereka juga perpaduan antara angel dan devil.”

“Itu berarti Sehun bisa berubah kembali menjadi manusia.” Tae Min tersenyum senang.

Kris mengerutkan keningnya. “Tapi aku ragu sekarang Sehun ingin jadi manusia lagi. Dia satu-satunya vampire yang tersisa di jagad raya ini. Dan setelah Sehun mengetahui semua kebenaran tentang Vampire, mungkin dia tidak ingin menjadi manusia lagi. Lagipula Sehun baik, tidak seperti Myung Soo.” Kris mengepalkan tangannya mengingat Myung Soo, lalu ia tersenyum. “Kalau Sehun berubah jadi manusia kembali, maka ia akan kalah bersaing dari Kai.”

“Apa maksudmu?” Tae Min tak mengerti.

Kris tersenyum misterius. “Pangeran Lee Tae Min…, berapa umur-mu sekarang?”

“310 tahun. Kenapa?”

Kris tersenyum misterius lagi. “Chan Rin memang tetap menjadi manusia, kekuatan vampire-nya tidak bangkit lagi. Tapi tetap saja ia mewarisi gen-ku. Ia akan hidup jauh lebih lama daripada manusia manapun. Bahkan mungkin lebih lama dari kaum angel dan devil.” Kris menyeringai. “Umur manusia jarang yang mencapai 100 tahun. Kau yakin Sehun ingin kembali jadi manusia?”

Luhan tertawa dan Tae Min tersenyum. Kris ikut tersenyum. “Haahhh…, kuharap Chan Rin hidup dengan bahagia, siapapun yang ia pilih nanti.” Kris menatap langit.

Tae Min mengangguk. “Hmm. Kuharap Kai juga bahagia, meski seandainya nanti dia tidak terpilih.”

Luhan tertawa. “Han Hee juga. Kuharap dia bahagia.” Luhan ikut-ikutan menatap langit, dan seolah dengan menatap langit ia bisa berbicara pada kakek buyutnya, The Great King Xi. “Kakek…., takdir itu… aneh kan? Tapi tidak ada yang se-aneh Kris kan?”

“YAH!” Kris pura-pura mematahkan leher Luhan.  “Xi, cicit-mu menghinaku. Kau harus menghukum-nya, meskipun dia cicit kesayanganmu.” Kris menatap langit, lalu tertawa lebar. Mereka bertiga pun tertawa.

Tapi takdir belum berakhir di sini.

          TBC –

Yap, FF MD ini akan berakhir di chapter 12. Tapi ssssttt….author kasih bocoran ya. Nanti chapter 12 akan ada 2 versi. Versi yang pertama adalah versi asli. Dan versi yang ke-2 merupakan secret story MD. Secret Story ini nanti hanya bisa dibaca oleh orang-orang tertentu, yaitu orang-orang yang memberikan komentar pada FF MD ini. Jadi hanya orang-orang yang memberi komentar yang akan kami berikan password untuk bisa mengakses secret story MD. Jadi di kolom komentar ini tolong sekalian tuliskan juga apa nama twitter kalian yaa biar author bisa DM password untuk secret story MD nanti.

So, bye-bye silent reader. Hehehe.

Yang selama ini jadi silent reader, belum terlambat kok untuk ngasih komentar. Kenapa kami menginginkan komentar? Karena komentar bisa jadi pemicu kami untuk terus berkarya lebih baik. Komentar juga nggak harus selalu berupa pujian kok, kalau kalian nggak suka dan ada yang harus kami perbaiki, tinggal bilang saja. Kami akan menerima-nya dengan senang hati. Dan untuk yang selama ini selalu memberikan komentar…, terima kasih banyak yaa. Makasih juga buat semua reader yang menyukai cerita ini. ^_^.

212 thoughts on “Moonlight Destiny (Chapter 11)

  1. Omo omoooooo, I like this FF.
    Author-nya daebak. ㅋㅋㅋ
    Lagi searching, eh nemu ini FF, dan pas baca dari chapter 1-11 bikin ketagihan, jadi comment-nya baru sekarang deh. He
    Penjabaran setiap problemnya panjang, tapi nggak bikin bosen. (y)
    Love this FF.

  2. Omo omo I like this FF.
    2 jempol buat author, daebak!!!!
    Nemu ini FF!!
    Terus berlanjut pengen baca.
    Ternyata ceritanya keren!
    Saking seriusnya baca ini FF sampe-sampe lupa buat comment. ㅋㅋㅋ Mianhaeyo author.
    Ceritanya bagus, penjabaran ceritanya panjang tapi nggak bikin bosen deh.
    Like this!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s