Forbidden Star

Image

Title                 : Forbidden Star

Author                        : Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Main Casts      : Shin Hye Ri / Penelope (OC), Leo / Jung Taek Woon (VIXX), Wu Yi Fan / Kris (EXO-M), Lee Hong Bin (VIXX), Lee Min Hyuk (BTOB)

Support Casts            : BTOB, EXO, and VIXX members

Genre              : fantasy, romance, friendship, family, mystery

Rating             : PG + 15

Length                        : Series (4 or 5 chapters)

Summary        :  Shin Hye Ri bukanlah gadis biasa. Ia adalah keturunan penyihir terkenal. Sayangnya Hye Ri sering sekali melanggar peraturan keluarganya untuk tidak menunjukkan sihir-nya pada manusia biasa. Karena itulah, orang tua Hye Ri mengirimnya ke Korea untuk tinggal bersama kakak-nya, Shin Dong Geun (Peniel), yang sejak dulu merupakan satu-satunya orang yang bisa mengendalikan sifat membangkang Hye Ri. Apakah sekarang Peniel berhasil mengendalikan Hye Ri? Apa yang terjadi bila rahasia Hye Ri dan keluarganya terbongkar? Berbagai kejadian menarik yang belum pernah Hye Ri alami akan terjadi di Seoul, termasuk jatuh cinta. Tapi bagaimana bila ternyata Hye Ri mencintai orang yang seharusnya tidak boleh ia cintai? Bagaimana bila ternyata BTOB, VIXX, dan EXO yang merupakan idol terkenal di Korea sekaligus merupakan 3 group Kingka di Sekolah baru Hyeri juga memiliki rahasia yang tidak boleh diketahui manusia?

Disclaimer       : This story is just fanfiction. I make no money from this, just have fun as fans. Ide dan alur cerita milik author. Sifat / karakter tokoh FF ini ada yang sama dengan asli tapi ada juga yang beda. Di FF ini BTOB, EXO, dan VIXX umurnya masih umur Senior High School (belasan tahun) dan tidak sesuai asli. Don’t plagiarize this story! Just enjoy the story and don’t forget to leave any comment.

 ~ Chapter 1 ~

@Airport, Chicago…….

Aku menatap Mom dan Dad dengan wajah datar. Aku masih kesal karena mereka memaksaku untuk pindah ke Seoul Korea Selatan, dan tinggal bersama kakakku di sana. Alasan mereka “membuangku” adalah karena mereka berdua tidak bisa mengendalikanku. God! Aku kan tidak membongkar rahasia keluarga kami! Aku hanya “memanfaatkan” sedikit saja kekuatanku untuk membalas anak-anak nakal di sekolahku!

Yah, well, aku akui, kadang aku memang memakai kekuatanku kalau sedang malas atau bosan. Tapi selama ini orang-orang tidak mencurigaiku. Mom dan Dad terlalu berlebihan.

“Take care, Love.” Mom memelukku sambil tersenyum hangat. “Katakan pada Peniel, aku merindukannya.” Mom menyeka air mata-nya sambil tersenyum. “Love” adalah panggilan keluargaku untukku. Nama Korea-ku memang Shin Hye Ri, tapi di sini orang-orang memanggilku Penelope, sedangkan keluargaku memanggilku Love.

Dad memelukku dan mencium keningku. “We love you, Love.”

Aku hanya memutar kedua bola mataku. Kalau mereka mencintaiku, kenapa mereka “membuangku” ke Korea?!

Sudah saatnya aku pergi. Aku mendorong troli berisi koper-koperku sambil melambaikan tanganku pada Mom dan Dad. Ekspresiku masih tetap datar. Aku benci harus meninggalkan Chicago!

“Jangan membuat kekacauan di pesawat, Love.” Kata ayahku.

Aku mengangguk satu kali. Tadinya aku akan bersikap baik, tapi karena ayahku tidak mempercayaiku, sepertinya membuat sedikit keisengan di pesawat akan menarik juga. Hmm, bagaimana bila aku membuat hujan badai? Atau mengangkat benda-benda yang ada di pesawat nanti (seperti makanan atau majalah) dan membuatnya melayang-layang seolah tidak ada gravitasi? Pasti lucu!

Aku membalikkan badanku melihat Mom dan Dad untuk yang terakhir kali sebelum masuk ke dalam gate. Bagaimanapun, ini pertama kalinya aku pergi jauh dari mereka berdua. Meskipun Mom dan Dad sering membuatku kesal, tapi kurasa aku akan merindukan mereka.

*******

Aku menggeliat. Ternyata selama di perjalanan tadi aku tertidur sehingga tidak sempat melakukan kejahilan-kejahilan dengan sihir-ku. Mom bilang, Peniel akan menjemputku di bandara.

Aku keluar dari terminal dan memandang berkeliling, mencari-cari kakakku. Sudah 3 tahun aku tidak bertemu dengannya. Kakakku pindah ke Seoul dan menjadi penyanyi di sini. Tidak sepertiku, kakakku bisa mengendalikan kekuatannya. Ia hidup layaknya manusia biasa dan tidak pernah membuat orang tua kami naik darah karena kelakuannya yang manis.

Dulu aku senang karena kakakku pindah dari rumah. Itu berarti tidak ada lagi yang bisa mengaturku. Tapi sekarang…, sepertinya penderitaanku akan dimulai lagi. Atau mungkin tidak? Sekarang aku kan bukan anak kecil lagi! Aku tidak mau kakakku memerintah ini itu padaku! Memangnya salah bila aku memakai sedikit kekuatanku? Yang penting kan tidak ketahuan!

Aku tersenyum dan berjalan dengan percaya diri. Aku tidak akan membiarkan kakakku mengaturku lagi! Ini adalah hidupku. Aku akan menjalani hidupku sesuai apa yang kuinginkan.

“Love!!!”

Aku membalikkan badanku ke arah sumber suara. Seorang pria tinggi atletis dengan rambut cokelat, memakai topi dan kacamata hitam melambaikan tangannya padaku. Wajahnya tersamarkan oleh topi dan kacamata. Mungkin ia tidak mau fans mengenalinya.

Peniel berlari ke arahku dan langsung memelukku dengan erat. “I miss you, Love!!!!”

“But I don’t miss you, Pen.”

Peniel nyengir dan mengacak-acak rambut panjangku. “Come on!” Peniel meraih troli berisi koper-koperku dan mendorongnya. Sebuah van hitam sudah mengunggu kami di luar.

Selama di perjalanan menuju dorm BTOB, Peniel banyak bertanya tentang Mom, Dad, dan kehidupanku di Chicago tanpa dirinya. Aku hanya menjawabnya dengan malas. Ya, aku memang merindukkan kakakku, tapi aku masih belum bisa menerima kenyataan kalau sekarang aku harus tinggal di Korea bersama kakakku dan teman-teman grup-nya.

Manager BTOB menyetir sambil sesekali bertanya tentang Chicago padaku. Aku menjawab sedikit-sedikit dengan bahasa Korea yang agak kacau. Meskipun Dad adalah orang Korea, tapi bahasa Korea-ku payah. Kami tidak pernah berbicara bahasa Korea di rumah. Tapi bahasa Korea-ku jauh lebih baik dibanding Peniel dulu. Sekarang sih sepertinya bahasa Korea Peniel sudah lancar.

Akhirnya kami sampai di dorm BTOB. Dorm-nya tidak bisa dibilang luas, tapi cukup rapi dan nyaman. Begitu membuka pintu, kami langsung disambut oleh 6 orang pria yang kuduga merupakan member BTOB.

“Selamat dataaaaaang!!!!!!”

“Annyeong! Waahhh.., kau lebih cantik daripada di foto.” Kata pria yang paling tinggi. “Aku Yook Sung Jae.”

“Hallo, aku Lee Chang Sub, main vocal.” Kata pria berpipi chubby.

“YAH! Aku main vocal!” seorang pria kurus mendorongnya dan tersenyum padaku. “Aku Eun Kwang, leader plus main vocal.”

“Hello, I’m Jung Il Hoon.” Kata seorang pria berambut pirang sambil berakting cute.

“Aku Hyun Sik…” pria bertubuh kekar tersenyum hingga matanya yang kecil menghilang.

“My name is Lee Min Hyuk.” Pria yang terakhir, yang berwajah paling imut dan tampan tersenyum padaku.

“Tolong minggir, Love sangat lelah. Biarkan dia istirahat dulu.” kata Peniel pada teman-temannya.

“Love?” tanya Sung Jae pada Peniel.

“You can call me Penelope.” Kataku pada pria tinggi itu.

“MWOO??? Huwahahahaa..hahahaa….” keenam pria itu malah tertawa terbahak-bahak.

Aku menatap kakakku dengan heran. “What’s wrong? Are they mocking me?”

Peniel tersenyum. “No, it’s because….”

Sebelum kakakku menyelesaikan ucapannya, pria bernama Sung Jae langsung memotong kata-katanya. “Hyung, jadi saat kau menjadi wanita di acara B plus Diary, kau memakai nama adikmu?!”

“YAH! Peniel~ah.., kau menghancurkan nama Penelope. Dia sangat cantik, tapi kau aneh saat jadi wanita. Tidak seperti Sung Jae yang sangat cantik…” kata Eun Kwang sambil memeluk Sung Jae. Sung Jae mendorong sang leader menjauh dengan wajah jijik.

Aku menatap Peniel yang hanya tersenyum kaku padaku. Aku menyilangkan kedua lenganku di depan dada. “Jangan panggil aku Penelope. Panggil aku Shin Hye Ri saja.” Kataku pada keenam pria itu. Sepertinya kakakku sudah menghancurkan image nama Penelope.

“Woaahhhh!! Daebak!!! Bahasa Korea-mu lebih bagus dibanding Peniel!”

“Hye Ri ~ah, apa kau punya teman-teman bule yang cantik?” tanya Changsub.

“Makanan Korea apa yang paling kau suka?” tanya Il Hoon.

“Kau sudah punya pacar?” tanya Sung Jae.

Aku menatap Peniel dengan serius. “Are you sure that I must stay here? They’re so annoying!”

Peniel tertawa lalu merangkul pundakku dan membimbingku masuk ke dalam dorm. “Trust me. They’re so kind and lovable like me.” Peniel mengedipkan sebelah matanya. Aku hanya mendengus. Sekarang aku tahu, ternyata kehidupanku di sini akan jauh lebih mengerikan dari yang kubayangkan! Keenam pria itu, ditambah kakakku. Perfect! Mereka sama annoying-nya dengan kakakku!

“You’ll start school tomorrow. Sung Jae dan Il Hoon sama-sama kelas 1 sepertimu.”

“Jangan bilang aku satu sekolah dengan kalian semua!”

Peniel tersenyum menggoda. “Sayangnya…., Ya. Kita satu sekolah, Love.”

Aku menatap Peniel dengan horror. Setiap hari aku akan bertemu 7 pria annoying ini bukan hanya di dorm tapi juga di sekolah?! Oh, God!

******

Keesokan harinya, kami pergi ke sekolah naik van diantar oleh manager BTOB. Aku duduk di depan karena Peniel tidak ingin aku duduk diantara para cowok. Bagus! Aku juga tidak ingin ada diantara mereka. Selama di mobil mereka berisik sekali! Menyanyi, nge-rap, berbicara banyak hal.

Aku tidak terbiasa dikelilingi banyak orang. Selama di Chicago pun aku termasuk orang yang tidak suka berbaur dengan orang lain. Jadi, pengalaman di sini adalah hal yang baru bagiku.

Aku merasa ngantuk sekali. Semalaman aku tidak bisa tidur. Aku tidur di kamar yang sama dengan tujuh orang pria. Bayangkan betapa tidak enaknya! Meskipun kasur kami terpisah dan aku mendapatkan posisi yang cukup enak di ranjang bagian atas, tapi tetap saja. Bagaimana mungkin aku bisa tidur dengan pulas ditengah-tengah orang yang asing bagiku?!

Aku tertidur di mobil sampai kemudian aku merasakan seseorang mengguncang lenganku pelan. “Wake up, love.”

Aku membuka mataku dengan malas. Kami sudah tiba di depan sebuah gedung sekolah mewah. Jadi, ini sekolah baruku? Well, sepertinya lumayan. Hanya saja…, aku masih belum terbiasa memakai seragam. Di sekolahku dulu, kami bebas memakai pakaian apapun.

Aku berjalan di antara Peniel dan Sung Jae. Banyak sekali anak perempuan yang berkerumun di dekat kami dan memanggil-manggil nama Peniel dan teman-temannya. Oh ya, aku baru ingat, kakakku dan teman-temannya kan selebritis.

“Pen, just pretend that I’m not your sister, okay?” Kataku.

“Why?” Peniel mengangkat sebelah alis matanya.

“Aku tidak ingin gadis-gadis itu menganggu ketenangan hidupku karena aku memiliki seorang kakak idol. Arraseo?”

“Oke.” Peniel nyengir sambil mengacak-ngacak rambutku. Aku berjalan lebih cepat dan meninggalkan BTOB. Para gadis masih mengerumuni mereka sambil menjepret-jepretkan kamera dan menjerit histeris. Lebih baik aku tidak usah dekat-dekat dengan kakakku dan teman-temannya selama di sekolah.

Oh Sial! Aku lupa bertanya pada Peniel di mana kelasku. Aku sudah mendapatkan buku dan jadwal pelajaran. Peniel sudah mengurus semuanya untukku. Aku hanya tinggal masuk kelas 1-B. Tapi di mana kelasku?

“Kita satu kelas.” Aku terlonjak karena tiba-tiba saja Sung Jae dan Il Hoon sudah ada di samping kiri-kananku. Il Hoon menarik tanganku dan kami pun masuk ke dalam kelas. Aku menghembuskan nafas panjang. Sepertinya kehidupanku di sini memang tidak akan pernah tenang.

*****

Saat jam makan siang, Sung Jae dan Il Hoon memaksaku untuk makan bersama BTOB di meja mereka di kantin. Aku baru tahu ternyata mereka punya meja khusus di tengah-tengah kantin. Meja mereka berbeda dengan meja anak-anak lain, ukurannya lebih besar dan berwarna putih bukannya hitam seperti meja lain. Ada 2 meja lagi yang sama selain meja mereka. Sepertinya selain mereka ada 2 lagi grup populer, bisa saja selebritis seperti mereka atau mungkin saja anak kaya dan populer, yah aku tidak peduli. Aku berhasil menolak ajakan Sung Jae dan Il Hoon dengan berkata aku tidak lapar dan aku akan ke perpustakaan untuk membaca buku. Untungnya Sung Jae dan Il Hoon percaya.

Aku memang tidak lapar, tapi….pergi ke perpustakaan dan membaca buku? Hah! Yang benar saja! Aku bukan anak rajin yang suka belajar dan membaca buku. Aku akan berkeliling sekolah ini. Aku harus menemukan “markas” tempat di mana aku bisa menggunakan kekuatan sihir-ku. Rasanya tanganku gatal karena sejak kemarin aku belum menggunakan sihir.

Sekolah ini sangat luas. Aku melewati lapangan bola dan tennis. Aku terus berjalan ke belakang sekolah, mendekati taman dan pepohonan di rerumputan berbukit. Aku mengerutkan keningku. Di bawah pohon berbaring seorang anak laki-laki. Matanya terpejam. Sepertinya ia tertidur.

Yah, sayang sekali ada anak itu di sini. Padahal tempat ini cocok untuk dijadikan “markas”. Tempat ini sangat sepi dan sejuk. Aku menatap dahan pohon yang besar tak jauh dari tempat anak itu berbaring. Sepertinya pohon itu lumayan.

Aku berjalan dengan cepat. Anak itu masih tertidur pulas. Aku mengamati wajahnya yang damai dan lembut. Lumayan tampan. Tapi dia jelas bukan tipe-ku.

Aku naik ke dahan pohon. Woaahhh….daebak!! Dari atas pohon ini aku bisa melihat pemandangkan sekolah dengan jelas. Lapangan bola, lapangan basket, gedung sekolah, aku bisa melihatnya dengan jelas. Aku menyandarkan punggungku dengan nyaman. Angin sepoi-sepoi membawa aroma harum musim semi. Aku memejamkan mataku dan tersenyum.

Aku memastikan sekali lagi anak laki-laki yang berbaring tak jauh dariku masih tertidur. Aku bisa mendengar nafasnya yang teratur. Aman. Aku bisa melakukan sihir.

Aku menunjukkan jari telunjukku ke taman bunga. Berbagai bunga cantik berwarna-warni mulai tercabut dari tangkai-nya dan melayang ke arahku. Aku menerbangkan bunga-bunga itu di depanku dan membuat pola lingkaran, hati, kotak, dan terakhir aku membuat huruf Hangeul namaku.

Bosan. Aku pun menjatuhkan bunga-bunga itu ke atas rumput. Aku meraba tenggorokkanku yang kering. Aku memejamkan mataku dan membayangkan se-kaleng cola dingin. Ketika aku membuka mata, cola yang ada dalam bayanganku sudah melayang-layang  di depanku. Aku pun meraihnya dan meminumnya dengan cepat.

“Apa yang kau lakukan?” tiba-tiba saja terdengar sebuah suara.

Aku tersedak dan membelalakkan mataku menatap anak laki-laki di bawahku. Ia sudah bangun. Ia masih berbaring di atas rumput dan menatapku tanpa ekspresi.

“Kau.., sejak kapan kau bangun? Kau… melihatku?” jangan-jangan dia sudah bangun dari tadi dan melihatku melakukan sihir!

Pria itu hanya terus menatapku dengan datar. “Apakah seharusnya aku tidak melihatmu? Apakah kau hantu?” tanyanya serius.

“Mwo? Hahahaha..hahaha.” aku terbahak-bahak. Pria itu menatapku kemudian kembali memejamkan matanya. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Dasar anak aneh! Suara-nya juga lembut dan kecil sekali. Seperti bukan pria saja!

Aku melompat turun dari atas pohon dan berjalan mendekati pria itu. “Aku bukan hantu.” Kataku. Pria itu masih memejamkan matanya. “Apa yang kau lihat tadi?” tanyaku lagi. Aku menggigit bibirku dan berdoa dalam hati semoga pria ini tidak melihatku melayang-layangkan bunga dan kaleng cola.

Pria itu membuka matanya lalu berdiri. Ia hanya menatapku sekilas tanpa ekspresi, kemudian berjalan pergi begitu saja.

“YAH!!! Apakah kau tuli?!” aku mengejarnya.

Pria itu berhenti berjalan dan menatapku tajam. “Aku hanya melihatmu minum.” Ia mulai bicara dengan suaranya yang lembut. “Aku tidak melihat celana dalam-mu. Jadi kau tenang saja.” Katanya dengan nada dan ekspresi datar, lalu pergi.

Aku mendengus. Dasar pria aneh! Tunggu!!! Dia bilang celana dalam?! Jangan-jangan dia memang tidak melihat sihir-ku tapi dia melihat celana dalamku! Dasar pervert!

Aku berlari mengejarnya. “YAAAHH!! Kau melihatnya?”

“Apa?” pria itu bergumam sambil terus berjalan.

Aku berusaha menyamai langkahnya yang lebar. Pria ini lebih tinggi dari Sung Jae.

“Kau sengaja pura-pura tidur dan mengintip celana dalamku kan?”

Pria itu masih tidak menjawab. Aku heran. Pria ini memang tidak suka bicara atau agak tuli dan bisu sih?!

“APA YANG KAU LIHAT?” teriakku. Mungkin saja pria ini memang agak tuli, sehingga aku harus bicara keras.

Pria itu berhenti dan menatapku tajam. Ekspresinya berubah mengerikan. “Aku tidak tuli. Tidak usah teriak.” Katanya pelan dan dingin. “Warna pink tidak cocok untukmu.” Pria itu menatapku tanpa ekspresi, lalu kembali berjalan. Aku membuka mulutku lebar-lebar. Jadi dia memang melihat celanaku! Sialan!

“YAH!!! Pervert!!! Kau sengaja kan? Kau selalu pura-pura tidur di sana!”

“Aku memang selalu tidur di sana.”

Aku memicingkan mataku tak percaya. “Benarkah? Apa itu markas-mu?”

Pria itu mengangguk. “Hmm. Kau saja yang tiba-tiba ada di pohon itu. Kupikir kau hantu.”

Aku terus mengikuti pria itu berjalan di sepanjang koridor sekolah. Aku tidak menyadari tatapan anak-anak lain padaku. Sampai kemudian sebuah suara yang kukenal memanggilku. “Hye Ri~ah!!!” Sung Jae berlari menghampiriku. “Oh, Leo sunbaenim. Annyeong haseyo.” Sung Jae membungkukkan badannya pada pria aneh di sampingku. Pria itu hanya mengangguk sekilas dengan wajah datar, kemudian pergi begitu saja.

Aku menatap punggung pria itu. Siapa dia? Kenapa Sung Jae menghormatinya?

“Hye Ri~ah! Kau kenal dengan Leo hyung?” tanya Sung Jae.

“Siapa? Pria tadi itu? Tidak. Aku hanya kebetulan bertemu dengannya di taman belakang.”

Sung Jae menatapku lekat-lekat. “Aneh. Kau tidak mengenalnya tapi bisa berbicara dengannya. Tidak biasanya Leo Hyung bicara, apalagi pada orang yang tidak ia kenal. Ah sudahlah. Ayo…, Peniel hyung mencarimu. Katanya kau harus makan.” Sung Jae menuntunku ke kantin.

Mataku masih tertuju pada pria aneh bernama Leo itu. Dia berjalan cuek sepanjang koridor, tidak memedulikan anak-anak perempuan yang menyapanya dan menjerit-jerit histeris saat melihatnya. Sepertinya dia memang terkenal.

“Love, kau harus makan.” Peniel menatapku dengan tajam ketika aku dan Sung Jae tiba di kantin.

Aku tidak begitu suka suasana kantin yang berisik! Meja BTOB dikelilingi oleh anak-anak perempuan yang berbicara tanpa henti, berusaha menarik perhatian BTOB. Aku menatap dua meja lain yang berwarna putih. Satu meja putih terlihat kosong. Satu meja putih lainnya merupakan meja putih paling panjang dan lebar dan di sana duduk 12 orang pria. Sama seperti BTOB, ke-12 pria itu juga dikelilingi oleh murid perempuan.

“Siapa mereka? Mereka idol juga ya seperti kalian?” tanyaku begitu aku duduk di samping Il Hoon.

Il Hoon mengangguk. “EXO.” Jawabnya dengan nada cuek. Il Hoon tidak terlihat tertarik, tapi juga tidak terdengar nada benci. Kurasa hubungan EXO dan BTOB di sekolah ini biasa-biasa saja. Bukan musuh, tapi bukan pula teman.

“Berisik sekali!” komentarku sambil menusuk-nusuk kimbab dengan sumpit. Suara nyaring dan berisik para fan-girls EXO dan BTOB membuatku tidak nafsu makan.

“Kenapa sekolah ini harus punya banyak kingka sih?!” tukasku kesal.

Peniel dan teman-temannya tertawa. “Tunggu sampai VIXX datang.” Kata Peniel.

“VIXX?”

Min Hyuk mengangguk. “Hmm. Meja di tengah itu meja VIXX. Mereka tidak masuk sejak 3 hari lalu.”

“Padahal matahari sekarang tidak terlalu bersinar terik.” Kata Il Hoon. Aku mengerutkan keningku. Il Hoon bicara apa? Kenapa dia tiba-tiba membicarakan cuaca?! Il Hoon nyengir padaku lalu kembali makan dengan tenang.

“Mungkin mereka ada syuting. Tapi aku tadi bertemu Leo hyung.” Kata Sung Jae sambil meminum buble tea. “Leo hyung berbicara dengan Hye Ri.”

Peniel dan member BTOB lainnya langsung menatapku dengan heran. Aku menatap mereka satu per satu. “Kenapa?” tanyaku. Kemudian aku teringat kata-kata Sung Jae. Sungjae bilang, pria bernama Leo itu memang jarang sekali berbicara apalagi pada orang asing. “Kalian belum pernah bicara padanya?” aku mendengus. “Jadi dia kingka juga? Haaahh…, kenapa para kingka harus sekolah di sini sih?!”

“Love, sebaiknya kau menjauhi Leo.” Kata Peniel dengan ekpresi serius.

Aku mengangguk. “Tenang saja. Aku juga tidak suka sifatnya.”

Peniel masih terus menatapku. “Aku sungguh-sungguh, Love. Kau harus menjauhi-nya. Jangan dekat-dekat VIXX maupun EXO.”

Aku tertawa. “Tenang saja. Aku kan pengikut BTOB.” Aku menjulurkan lidahku. Tapi tak ada satupun member BTOB yang tertawa. Mereka makan dengan serius dan menghindari tatapanku.

Ada apa ini? Apakah hubungan BTOB, EXO, dan VIXX tidak baik? apa kakakku menganggap EXO dan VIXX saingan mereka?

“Pen, tenang saja. Kau tahu kan aku bukan tipe gadis yang akan terpesona pada kingka.”

Peniel tersenyum. “Tentu saja, karena kau punya kakak yang paling tampan diantara semua kingka.”

Aku tertawa dan ingin memukul kakakku yang narsis itu, tapi Sung Jae sudah mendahuluiku. Sung Jae melingkarkan lengannya ke leher kakakku dan pura-pura mematahkan lehernya. Kami semua tertawa. Aku mengedipkan sebelah mataku pada Sung Jae. “Thanks, Sung Jae.”

Il Hoon merebut makanan Min Hyuk. Chang Sub dan Eun Kwang mengatakan hal-hal lucu. Semuanya kembali normal. Kurasa aku tidak boleh membicarakan EXO maupun VIXX lagi bila sedang bersama mereka. Yah, kurasa lama-lama aku akan terbiasa dengan tingkah konyol dan berisik anak-anak BTOB!

******

Tidak terasa sudah 1 minggu aku tinggal di Seoul. Aku berhati-hati menggunakan kekuatan sihir-ku agar tidak ada manusia yang melihat. Aku juga berhati-hati pada Peniel. Kakakku itu pasti akan memarahiku bila ia tahu aku sering menggunakan sihir di dorm BTOB maupun di sekolah.

Padahal seharusnya kakakku tenang dan percaya saja padaku. Kenapa sih kakakku sama paranoid-nya dengan orangtua kami?! Aku kan sudah ahli memakai sihir tanpa ketahuan. Lagipula untuk apa punya kekuatan sihir bila tidak digunakan! Aku bisa menghemat waktu dan tenaga dengan kekuatanku. Aku bisa mengejarkan PR tanpa harus menulis dengan tanganku. Aku bisa makan tanpa perlu menyuapkan makanannya ke mulutku. Aku bisa merapikan selimut dan pakaian tanpa perlu bersusah payah melipatnya.  Dan masih banyak lagi keuntungan yang kudapatkan bila memakai kekuatan sihir-ku. Aku hanya harus menjaga rahasia kan? Bukan tidak boleh menggunakannya.

VIXX masih belum masuk sekolah. EXO dan BTOB seperti biasa selalu menimbulkan kehebohan dimanapun mereka berada. Fangirls dimana-mana! Aku benci anak-anak perempuan mendekatiku karena aku dekat dengan BTOB. Meskipun mereka tidak tahu aku adalah adik Peniel, tapi tetap saja aku merasa terganggu.

Karena itulah, aku mulai terbiasa menjauhi BTOB di sekolah, meskipun tidak bisa benar-benar menjauhi Sung Jae dan Il Hoon karena mereka satu kelas denganku. Saat istirahat, aku tidak lagi makan di meja BTOB meskipun kakakku memaksaku, tapi akhirnya ia menyerah juga dan membiarkan aku makan sendirian di kelas ataupun di taman.

Pria aneh dan pendiam bernama Leo masih selalu tertidur di bawah pohon yang sama, di posisi yang sama, dan dengan posisi tidur yang sama setiap jam istirahat. Aku jadi tidak bisa menaiki pohon itu lagi. Aku tidak mau pria aneh itu mengintipku lagi! jadi, aku pun hanya makan di dekat lapangan tennis tak jauh dari taman tempat Leo tertidur. Tempat ini sepi, karena itulah aku suka. Mungkin pria bernama Leo itu juga menyukai tempat sepi. Tapi bisa saja dia hanya kesepian karena teman-teman VIXX-nya tidak juga masuk sekolah. Sudah satu minggu lebih VIXX tidak masuk. Kenapa hanya Leo yang masuk?! Apa dia satu-satunya member VIXX yang tidak punya kegiatan?

Kakakku dan BTOB juga terkadang harus pulang lebih cepat di tengah jam pelajaran  ataupun masuk ke sekolah siang karena ada syuting ataupun acara musik yang harus mereka hadiri. Grup bernama EXO juga sering terlihat tidak lengkap. Sepertinya mereka juga sedang banyak pekerjaan. Sampai sekarang aku tidak mengerti mengapa kakakku ingin menjadi idol! Padahal menurutku, kehidupan idol tidaklah menyenangkan. Menjadi terkenal tidaklah menyenangkan. Aku lebih suka ketenangan.

Aku juga masih tidak mengerti mengapa kakaku memintaku menjauhi EXO dan VIXX. Sejak dulu aku bukan tipe penurut. Bila kakakku mengatakan jangan, justru aku jadi semakin ingin melakukan apa yang ia larang.

Ada 2 orang member EXO di kelasku. Kalau tidak salah namanya Sehun dan Tao. Haaahhh, ada Sung Jae dan Il Hoon di kelas saja sudah membuatku pusing, ditambah lagi Sehun dan Tao EXO. Jangan bilang nanti ada member VIXX juga di kelas ini! Aku tidak perlu tambahan kingka di kelasku yang bisa membuat anak-anak perempuan di kelasku semakin berisik.

Dari apa yang kuperhatikan, EXO sama populernya dengan BTOB di sekolah ini. Entahlah bagaimana dengan VIXX. Kurasa aku akan tahu bila mereka masuk nanti. Leo VIXX memiliki banyak fangirls juga meskipun sikapnya sangat anti-sosial. Sejauh ini tidak ada yang aneh dengan EXO maupun Leo (yah, Leo memang aneh, tapi dia kan hanya murid biasa) tapi kenapa kakaku memintaku menjauhi VIXX dan EXO? Kesimpulanku saat ini adalah : kakakku hanya tidak ingin kalah populer dari VIXX dan EXO. Hah, dasar idol!

******

Malam ini BTOB tidak pulang ke dorm karena mereka harus syuting sebuah acara reality show MTV sampai pagi. Besok juga sepertinya mereka tidak akan masuk sekolah.

Meskipun dulu aku mengeluh karena harus tidur di ruangan yang sama dengan ketujuh namja BTOB, tapi sekarang setelah hampir 2 minggu tinggal bersama rasanya tidur sendirian jadi agak aneh. Dorm ini jadi terasa sangat sepi tanpa kehadiran ketujuh namja berisik itu.

Tapi ada enaknya juga BTOB tidak ada di dorm. Aku bisa menggunakan kekuatan sihir-ku sesuka hati. Aku melirik jam dinding. Pukul 10 malam. Aku belum mengantuk. Aku membereskan toples berisi kue kering yang berserakan di ruang TV dan mematikan TV menggunakan kekuatanku. Dalam sekejap ruangan bersih.

Aku menjentikkan tangan dan dua detik kemudian hoodie kuning-ku melayang dari kamar dan mendarat dengan mulus di tanganku. Aku segera memakai hoodie kesayanganku itu, memakai sneaker orange, kemudian keluar dari dorm setelah mengunci pintu.

Aku belum sempat jalan-jalan di sekitar dorm. Aku tidak perlu takut pada manusia jahat ataupun hantu. Aku selalu percaya kekuatan sihirku jauh lebih hebat dibanding kekuatan manusia maupun hantu.

Aku lahir dan besar di Chicago. Selama di Chicago, hanya sedikit penyihir yang kutemui. Keluargaku merupakan salah satu keturunan penyihir kuno dari zaman sebelum masehi. Aku belajar mengendalikan kekuatan sihirku sejak kelas 1 Sekolah Dasar, dibantu oleh ayah dan ibuku.

Aku selalu bertanya-tanya apakah di dunia nyata sekolah sihir benar-benar ada seperti di film Harry Potter? Tapi ayahku bilang tidak ada. Penyihir juga kini jumlahnya sangat langka. Tujuh ratus tahun lalu, penyihir berguguran di medan perang. Aku tahu, selain penyihir, makhluk-makhluk mitos dan legenda lainnya pun hidup diantara manusia.

Mungkin manusia memang tidak menyadarinya, tapi kami benar-benar ada. Kami tidak boleh membiarkan manusia tahu siapa kami sebenarnya. Kalau manusia tahu, maka bisa saja penyihir yang tersisa akan di-eksploitasi oleh manusia. Dijadikan kelinci percobaan,  diperbudak, bahkan lebih parah lagi disiksa dan dibunuh.

Penyihir bukan makhluk abadi. Kami sama seperti manusia, hanya saja kami memiliki kekuatan sihir yang tidak manusia miliki. Meskipun manusia bisa membunuh kami, tapi aku selalu percaya kekuatan sihir-ku akan membuatku bertahan. Karena itulah aku tidak pernah takut pada manusia ataupun makhluk lainnya yang ada di muka bumi ini. Prinsipku adalah : hidup dengan tenang dan damai tanpa saling mengganggu.

Jalanan sekitar dorm BTOB sangat sepi. Aku menatap langit yang bertabur bintang. Aku selalu menyukai suasana yang damai seperti ini. Tidak ada polusi suara.

Tak terasa aku sudah berjalan cukup jauh dari dorm. Sekarang sudah pukul 11 malam. Aku masih belum mengantuk juga! Aku melihat sebuah taman yang cukup luas. Taman itu dipenuhi pepohonan, bunga, dan ada air mancur. Ada jalan setapak dan juga kursi-kursi berjejer di pinggir-nya. Semacam central park di Amerika, tapi jauh lebih kecil.

Aku berjalan di taman itu. Aku bertaruh, pasti saat siang hari taman ini terlihat sangat indah dan ramai. Ah, ramai. Aku tidak suka keramaian. Aku bukan orang yang anti-sosial, tapi aku juga bukan orang yang terlalu nyaman berada diantara banyak orang, apalagi orang yang tidak kukenal.

Aku duduk di salah satu bangku kayu. Aku bisa mendengar suara jangkrik di sekitarku. Lagi-lagi aku menatap langit. Sungguh, langit malam ini sangat indah. Aku tidak bosan memandangnya. Entah kenapa malam ini bintang-bintang bersinar lebih terang dari biasanya. Aku memang tidak bisa membaca rasi bintang. Tapi aku yakin, setiap rasi bintang memiliki arti yang berbeda.

Aku jadi ingat ibuku yang pandai membaca rasi bintang. Ibuku selalu mengaitkan segala sesuatu dengan benda langit yang menakjubkan tersebut. Tak jarang ibuku membaca masa depan melalui gugusan bintang.

Penyihir memiliki bola Kristal? Ya, kami memang punya. Tapi tidak semua penyihir bisa membaca ataupun menerawang masa depan melalui bola Kristal. Beberapa penyihir bisa membaca masa depan ataupun masa lalu dari kartu tarot, dari dedaunan, dari batu-batuan, tulang belulang, ataupun dari gugusan bintang seperti ibuku.

Kalau aku? Kurasa aku masih harus banyak belajar. Aku tidak punya kekuatan-kekuatan spesial. Kekuatan-kekuatan sihir yang kubisa hanyalah yang bisa membuat kehidupan sehari-hariku menjadi mudah. Membuatku jadi pemalas.

Karena itulah aku sangat menginginkan sekolah sihir benar-benar ada. Ah, sayang sekali semua itu hanya ada dalam film. Aku kan ingin mengasah kekuatan sihir-ku. Aku ingin belajar tentang sihir, bukan tentang Fisika ataupun Matematika yang membuat rambutku rontok!

Ponselku berdering. Ibuku! Aku tersenyum lebar dan mengangkat ponsel-ku.

“MOOOMMM!!!” kataku riang. Setelah berada jauh dari Mom dan Dad, barulah aku merasa merindukan mereka. Ah, klise.

“Love, kau belum tidur? Di sana sekarang sudah hampir tengah malam kan?” tanya Mom dengan nada cemas.

“Aku belum ngantuk, Mom. Lagipula Peniel tidak ada di dorm. Dia sibuk sekali dengan dunia idol-nya.” Aku mendengus keras.

“Tapi sekarang kau ada di dorm kan, Love?”

“Errrr…Ya. Tentu, Mom.” Kataku berbohong.

“Hati-hati Love. Entah kenapa firasatku sedikit tidak enak.”

“Bintang di sini bagus, Mom! Mom harus lihat!” potongku, mengalihkan pembicaraan. Masa ibuku tahu aku berbohong?! “Aku melihatnya lewat jendela kamar. Hehehe.”

“Love, beberapa hari ini bintang-bintang di langit tidak bisa kubaca dengan jelas seperti biasanya. Aku jadi cemas. Aku takut sesuatu yang buruk menimpamu atau Peniel.”

“Mom.., Mom tenang saja. Mom dan Dad juga harus berhati-hati. Kau tahu aku juga tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa kalian.”

“I love you, dear.” Kata Ibuku lembut.

“I love you too, Mom.” Aku tersenyum. Aku merasakan angin dingin menerpa wajahku. Sepertinya aku harus segera kembali ke dorm. “Mom, besok aku telepon Mom ya, aku mau tidur. Sepertinya aku mulai mengantuk.” Kataku, lagi-lagi berbohong. Aku tidak mau Mom mendengar perubahan suara di sekitarku ketika aku berjalan menuju dorm. Siapa tahu di jalan nanti ada suara mobil atau suara orang berbicara kan?! Mom pasti akan langsung tahu sekarang aku berada di luar.

Setelah sambungan telepon terputus, aku pun bangkit berdiri dan hendak berjalan meninggalkan taman, tapi tiba-tiba saja aku mematung mendengar suara lolongan serigala yang terdengar kesakitan.

Aku menatap sekelilingku. Suara lolongan itu terasa sangat dekat. Apakah ada manusia serigala di sini? Aku memang belum pernah bertemu manusia serigala ataupun makhluk lain selain penyihir, tapi aku tidak takut.

Penyihir tidak perlu menggunakan tongkat sihir, tapi di beberapa keadaan tongkat sihir memang diperlukan, seperti digunakan untuk bertarung yang memerlukan kekuatan sihir sangat besar. Aku menyimpan tongkat sihirku di dalam koper di dorm. Aku berdoa semoga aku tidak perlu memakai tongkat sihir malam ini.

“Auuuuuuuu…..grrrrrrrr….” lolongan dan geraman serigala kembali terdengar.

“Grrrrrrrrrrr….grrrrrrr…” terdengar geraman lain.

Aku berlari mendekati sumber suara. Kemudian aku melihatnya! Tak jauh dari tempatku berdiri, diantara pepohonan, seekor serigala besar berbulu putih sedang menggeram ke arah seorang pria. Gawat! Jangan-jangan serigala itu mau melukai pria itu!

Ya, kupikir begitu. Tapi ketika pria itu membalikkan badannya dan menatapku, barulah aku sadar dugaanku barusan adalah salah. Pria itu memiliki wajah pucat, dengan mata kuning cemerlang yang bersinar di kegelapan. Pria itu menyeringai padaku, menampakkan kedua taring-nya yang runcing. Taring dan bibirnya dipenuhi darah. Aku melihat kaki serigala yang dipenuhi luka. Apakah vampire itu baru saja menghisap darah serigala? Tapi kenapa? Bukankah vampire suka darah manusia?

Oh tidak! Aku penyihir, dan aku manusia. Aku mundur perlahan. Vampire berwajah tampan tapi mengerikan itu tetap diam berdiri di tempatnya dan hanya menatapku tajam.

“Gggrrrrrr….” Serigala di depan sang vampire menggeram lagi dan mulai menyerang sang vampire. Vampire itu menghindar serangan sang serigala dengan lincah. Aku hanya berdiri dan terpaku melihat kejadian langka di depanku. Ini pertama kalinya aku bertemu vampire dan serigala! Apakah mereka tahu aku penyihir? Apakah itu sebabnya sang vampire tidak meminum darahku? Apakah vampire benci darah penyihir?

Sang serigala melolong kesakitan ketika si vampire menancapkkan taringnya yang tajam dalam-dalam ke dalam leher serigala. Seketika, serigala pun ambruk ke tanah. Bulu-bulunya yang putih dipenuhi darah merah.

“HENTIKAN!!!!” Teriakku, dan seketika tubuh si vampire dikelilingi angin dan daun-daunan yang kuterbangkan. Tapi percuma saja, ternyata kekuatan bertarungku memang payah, vampire itu bisa menepis debu dan daun-daun di sekelilingnya.

Aku mengangkat ranting-ranting tajam di tanah dengan kekuatanku dan berusaha menancapkan ranting-ranting tajam itu ke leher si vampire, tapi lagi-lagi si vampire bisa menepisnya dengan mudah.

Dalam sekejap mata, vampire itu melesat ke arahku dan menatapku dari jarak yang sangat dekat. Tujuh centimeter. Dalam jarak sedekat itu, aku bisa merasakan nafas sang vampire. Bola matanya yang kuning bercahaya menatapku dengan tajam. Sisa-sisa darah serigala masih menempel di mulutnya. Taringnya sudah memendek kembali, dan ia menyeringai menampakkan gigi-nya yang normal seperti manusia.

Aku tidak pernah tahu ternyata apa yang ditulis oleh manusia tentang vampire ada benarnya juga. Vampire sangat tampan. Tampan dan mengerikan. Tapi aku tidak takut. Aku juga tidak suka cara si vampire menyakiti serigala putih malang itu. Aku selalu ingat prinsipku : hidup dengan tenang dan damai tanpa saling mengganggu.

“Kenapa kau membunuhnya?” tanyaku pada sang vampire. “Kau haus? Kau tidak bisa mendapatkan darah manusia malam ini sehingga kau membunuh serigala?” tanyaku dengan berani.

Vampire itu menyeringai dan kemudian tertawa terbahak-bahak. Aku hanya memandangnya dengan jijik. Setelah berhenti tertawa, vampire itu mendekatiku lagi dan mengulurkan tangannya padaku. Kulitnya yang dingin menyentuh pipiku perlahan. Vampire itu menatapku lekat-lekat. “Kau special.” Kata vampire itu sambil tersenyum. Wajahnya yang bengis berubah lembut.

Aku mendengus. “Maaf. Tapi aku bukan manusia bodoh yang akan jatuh cinta pada vampire tampan seperti di film-film dan novel!”

“Hahahaha…hahaha…” lagi-lagi vampire itu terbahak-bahak. Kemudian tawa-nya tiba-tiba terhenti. Serigala yang tergeletak tak jauh dari kami kini bangkit kembali dan menggeram ke arah sang vampire.

“Aku tidak membunuh serigala itu. Dia hanya membuatku marah. Obati serigala itu. Aku tahu kau bisa menyembuhkannya. Dan aku tahu kau bukan hanya manusia.” Kata sang vampire dengan nada dingin kemudian ia menghilang.

Serigala masih menggeram. Aku mendekati serigala yang penuh luka itu. Jadi vampire tadi tahu aku penyihir?

“Tenanglah.., aku tidak akan menyakitimu.” Kataku pada serigala. Serigala itu melolong. Aku berjongkok di depan serigala, mengelus kepalanya perlahan agar ia tidak takut padaku. Kalau tidak salah dulu ayahku pernah berkata hubungan serigala dan penyihir kurang baik sejak zaman nenek moyang kami. Kami bukan teman dan bukan pula musuh. Aku tidak ingin serigala ini menganggap aku adalah musuhnya.

Aku memutuskan untuk menggunakan kekuatan sihir-ku dan mengobati serigala yang sekarat ini. Cahaya keperakan muncul dari tanganku. Perlahan luka serigala mulai menutup. Pendarahan berhenti. Nafas serigala mulai teratur. Matanya yang sayu perlahan mulai menutup, dan serigala itu pun terkulai di pangkuanku. Tertidur.

Detik berikutnya, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Tubuh besar dan berbulu serigala putih ini mulai berubah bentuk menjadi mengurus dan memanjang. Moncongnya berubah menjadi mulut dan hidung manusia. Tungkai-tungkainya pun memanjang dan berubah bentuk menjadi kaki dan tangan manusia.

Setelah serigala itu berubah ke wujud manusia sepenuhnya, aku benar-benar shock. Pria ini…, dia kan salah satu member EXO! Aku pernah melihat wajahnya di sekolah!

“KRIS!!! KRIS!!!” beberapa orang pria berlari ke arah kami.

“KRIS!!!” seorang pria yang kukenal mengguncang-guncang tubuh Kris.

“Tao?” kataku.

Tao tampak terkejut melihatku. Tiga member EXO di samping Tao sama terkejutnya dengan Tao. Kemudian pria berkulit tan menggendong Kris dan secepat kilat menghilang dari hadapan kami.

Tao dan dua member EXO lain masih menatapku. “Jadi.., kalian adalah manusia serigala?”

Seorang pria berwajah lembut tersenyum padaku dan mengulurkan tangannya padaku, membantuku berdiri. “Shin Hye Ri kan? Aku Suho. Terima kasih sudah menolong Kris.” pria bernama Suho itu tersenyum tulus.

“Di mana vampire itu?” geram Tao padaku.

“Entahlah. Dia menghilang.” Kataku.

“Kau baik-baik saja, Hye Ri sshi?” tanya Suho lagi dengan ramah. Aku mengangguk.

“Jangan beritahu siapapun tentang hal ini. Anggap saja malam ini kau tidak melihat apapun.” Kata seorang pria berwajah imut. Tapi berbeda dengan wajahnya, kata-kata pria itu sangat tajam dan dingin.

“Xiumin~ah, tolong bersikap ramah pada Hye Ri sshi. Dia sudah menolong Kris.” kata Suho pada pria imut itu.

“Aku akan menjaga rahasia kalian. Tapi…kuharap kalian juga menjaga rahasia-ku. Terutama pada kakakku. Tolong jangan beritahu kakakku bahwa malam ini aku menggunakan kekuatanku dan bertemu kalian.”

Suho tersenyum dan mengangguk. “Tentu. Sekali lagi, terima kasih, Hyeri sshi. Sampai jumpa besok di sekolah.” Suho tersenyum lagi kemudian menatap Tao. “Tao, tolong antar Hyeri pulang.”

“Tidak perlu!” kataku cepat-cepat. Tao menatapku dengan tajam. “Sampai nanti.” Aku membungkukkan badanku pada mereka bertiga kemudian berjalan pergi.

Ya Tuhaann…, ternyata EXO adalah klan manusia serigala! Sekarang semuanya terasa masuk akal. Sekarang aku tahu mengapa Peniel berkata aku harus menjauhi EXO. EXO bukan manusia biasa, tapi manusia serigala!

******

Keesokan harinya…..

BTOB tidak masuk. Peniel meneleponku dan berkata ia dan teman-temannya baru akan tiba di dorm siang ini, jadi mereka membolos sekolah.

Aku masih memikirkan kejadian tadi malam. EXO si manusia serigala. Lalu vampire itu. Aku menduga Peniel tahu siapa EXO yang sebenarnya. Tiba-tiba saja aku berhenti berjalan. Tunggu! Jangan-jangan.., VIXX juga bukan manusia biasa! Karena itulah Peniel memintaku menjauhi mereka juga.

Kalau begitu siapa VIXX yang sebenarnya? Apakah mereka sama-sama manusia serigala seperti EXO tapi dari klan yang berbeda?

Tanpa sadar, aku sudah tiba di dalam kelas dan duduk di kursi-ku. Sudah cukup banyak anak yang datang. Sebentar lagi bel masuk berbunyi.

“Hyeri sshi, gomawo karena sudah menyelamatkan Kris gege.” Tiba-tiba saja Tao menghampiriku dan tersenyum padaku. Wajahnya yang sangar berubah chlidish saat ia tersenyum.

Aku balas tersenyum tipis dan kemudian mengabaikan Tao. Anak-anak perempuan menatap kami. Aku tidak ingin mereka mengira yang bukan-bukan. Aku merasakan tatapan seseorang. Aku menoleh dan benar saja Oh Sehun sedang menatapku dengan tajam. Tempat duduknya tak jauh dariku. Sehun mengangguk tanpa berbicara apapun padaku. Sepertinya dia juga berterimakasih. Tao kembali ke kursi-nya. Bel masuk berbunyi.

Kemudian terdengar teriakan para fangirls di luar kelas. Duh, pagi-pagi sudah berisik! Tidak mungkin BTOB! Mereka kan bolos sekolah hari ini. Apakah member EXO belum datang semua ya? Tapi setahuku mereka selalu datang bersama-sama, seperti BTOB.

“Akhirnya VIXX masuk sekolaaahh!!! Kyaaaaaa!!!” anak-anak perempuan di kelasku mulai ikut-ikutan heboh dan langsung berlari keluar kelas untuk menyambut kedatangan VIXX.

Aku hanya menghela nafas panjang. Tidak tertarik. Aku mendengar dengusan nafas keras dari sampingku. Sehun terlihat tegang. Aku menatapnya dengan heran.

“KYAAAAAAA!!!!!!!!” anak-anak perempuan di kelas menjerit heboh saat seorang pria masuk. Pria itu berambut pirang dan berwajah cute. Ia tersenyum lebar dan menyambut berbagai hadiah yang diberikan fangirls-nya dengan riang. Sepertinya dia tipe yang ramah.

“Hyuk!!! Kami merindukanmuuu!!!!” koor anak-anak perempuan.

“Aku juga. Kalian suka konsep MV baru VIXX?” pria cute bernama Hyuk itu mengedipkan matanya.

“KYAAAAAA!!!!! Kyeoptaaaaaaaaa!!!!!”

Aku menutup telingaku. Anak-anak pria di kelas telihat cuek, tapi tidak ada yang tingkahnya aneh seperti Sehun dan Tao. Mereka berdua menatap Hyuk dengan tajam dan penuh permusuhan. Aku menatap Sehun, Tao, dan Hyuk bergantian. Jangan-jangan dugaanku benar! Apakah Hyuk manusia serigala juga?

Teriakan anak-anak perempuan semakin keras ketika ada 1 lagi pria yang masuk ke kelas. “KYAAAAA!!!! KYAAAA!!!! HONG BIIIIIINNNNNN!!!”

Seorang pria berambut cokelat keemasan dengan wajah menawan masuk ke dalam kelas. Senyuman manis dan lebar tersungging di bibirnya. Aku membelalakkan mataku. Pria itu….

“Hong Bin~ah”

“Lee Hong Biiinnn!!!!” panggil para fans-nya.

Mataku masih terpaku pada pria bernama Hongbin itu. Pria itu juga tampak terkejut melihatku. Kemudian tanpa kuduga, pria itu berjalan ke arahku dan duduk di kursi kosong di sampingku. Para fangirls-nya protes keras. Sehun dan Tao menatap pria itu dengan tajam dan penuh benci.

“Hallo, kita bertemu lagi. Namaku Lee Hongbin.” Pria itu tersenyum hangat padaku.

Mataku masih membelalak lebar. Tidak percaya dengan apa yang kulihat. Pria ini…. adalah vampire yang kutemui tadi malam!

–          TBC –

Annyeong ^^

Aku kembali menuliskan cerita fantasy. Padahal Moonlight Destiny (MD) aja belum beres. Hehehe. Tenaang.., MD pasti beres dan sebentar lagi tamat. Mungkin di chapter 14 MD bakal tamat. Hehe.

Semoga kalian suka cerita Forbidden Star (FS) ini. Aku sengaja menghadirkan cerita fantasy yang nggak terlalu berat. MD kan berat dan penuh misteri tuh…, sampai bingung kan baca-nya? Huwehehehe.

Aku selalu suka cerita fantasy. ^_^. Semoga baik cerita ini (FS) maupun MD tidak mengecewakan kalian.

Alasan aku memakai cast VIXX dan BTOB adalah karena mereka juga grup favoritku. Hehehe. Menurutku, mereka juga layak mendapatkan banyak penghargaan seperti EXO. ^^

Oke deh, ditunggu komentar dan saran-sarannya yaa. Gomawo ^^

38 thoughts on “Forbidden Star

  1. Hwaaa eonnn, banyak banget idol disini
    Tapi yg Q kenal cuma EXO
    Sisany masih lum kenalan (?) #ehhh

    Ceritany lebih ringan dibanding MD ko eonnn

    Di BtoB cuma peniel doang yg penyihir atau semua member
    Asikkk EXO manusia serigala semua <3<3
    Itu VIXX semua vampire jga kah???

      • . ,,,,,
        ::‧(◦ˆ ⌣ ˆ◦)::‧(y)
        ‎​. Sii!!! Đéh… Eonnn
        Nanti Q kenalan sama mereka,
         -̶̶•̸Ϟ•̸ °•·· τнäиκ чöü ··•° •̸Ϟ•̸-̶• Recomendny🙂

  2. Wah,daebak.. =))
    Ceritanya menarik…
    Bikin deg deg kan…
    Ditunggu kelanjutannya Thor…
    Oh iya, Ak masih baru di blog ini..o(^^o)

  3. miii miannn baru koment hehehehe~~ aku ilang ingatan mau lanjut baca gara2 arashi #loh

    hehheheh castnya banyaakk haduhh aku ga apal nih ama vixx cuman tahu hongbin, n sama leo #amnesia

    jadi exo manusia serigala, kalio vixx vampire truss kalo btob?? zombie kah??

    karakter ceweknyaa bandel hehe ga terlalu angkuh kayak biasa, tapi jd refreshing critanya, like it!

    penasarannn lanjutannya, ppalli wa okayyy :*

    • N…. arashi ada yg baru-kah? Udh gak update banget arashi… ;(

      Ayo makanya kenalan dulu ama vixx. Keren lho….liat MV vixx yg on and on, hyde, sama G.R.8.U…lol

      Liat aja nanti N…btob zombie apa bukan. Wkwkwk.
      Gomawo udh baca N…><

      • Adaa judulnya karedok *dijitak sho maksudnya p.a.r.a.d.o.x heheehe tapi aku masih lebih suka endless game yg jadi ost kazoku game /tapi rapp nya sho di paradox cetar ♥♡♥♡♡♡

        Iyee dehh kapan2 ekeu knalan

        Hoohhh penasarannn makhluk apa onohh ama jangan2 penyihir kayak hye ri??

        Sama samaa hehehhe *peluukkk

  4. Tuh kan iya, telat lagi bacanya :3
    Kalo ada sekolah kaya gitu, asyik jg klo bisa skolah dsana. Pasti VIXX juga bkan manusia ya? ssah ngbayanginnya soalnya member VIXX yang aku tau cuma Hong Bin doang. Cepet lanjutin ya eonn, gak klah mnarik sm SFI dan MD

  5. Kyaaaaaa!!>< ffnya bgus eon, lanjut2^^ kyknya lama2 aku jdi suka cerita fantasy nih, hehe😀
    Bgus eon, lnjut yaa^-^ dtungguuu~

  6. Eonni, next chap eon, jangan biarkan saya penasaran setengah hidup😀 ceritanya benar” membuat kita masuk ke dunia fantasy🙂

  7. Wah,
    keren ceritanya.
    Wlwpun ga tau member btob n vixx,
    Tp feel nya dpt.
    penyihir, manusia serigala n vampire….
    Hmmm
    Penasaran ma benang merah nya ^_^

  8. Pingback: Forbidden Star (Chapter 2) | wiantinaazmi

  9. annyeong annyeong….new reader g sengaja nyangkut ksni awal kisah *hallah…. niat’y lg nyari2 ff ttg Leo vixx trus nyasar kesini cerita’y bagus bnyak namja bertebaran waaakkkzzzzz…*tiba2 hujan bunga
    tp btob yg knal cman minhyuk donk tp gpp lah yaaa…..
    slam kenal dr yeojachingu’y Leo my prince latte *wink wink….
    ijin acak2 blog’y yaw….*bow

  10. KE to the REN pokoknya!!!! Kapan apdet thooor???? ini hye ri beruntung bangeeeet x) BtoB ilhoonnya banyakin dong~ *puppy eyes* terusterusterusterus itu Leo vampire juga bukan,sih? disaat semua membs VIXX ngilang dia malah tidur dibawah pohon -_-” oke, intinya, ff ini DAE to the HYUN–Eh maksudnya DAE to the BAK. apdet thorrrr!

  11. Pingback: Forbidden Star (Chapter 3) | wiantinaazmi

  12. Pingback: Forbidden Star (Chapter 4) | wiantinaazmi

  13. Waaahh..ketemu ffnya hyeri(walau oc sih :D) sma bb yang lagi gw demen VIXX ,,Duhh mana ada si ultimate bias Kris lagi >.<
    Klo di VIXX tuh aq demen bgt sama si Ken,wajahnya itu lho mengingatkan aku sama aktor India ,udah lupa siapa XDD
    Klo BTOB lagi dlm masa pengenalan member
    Sayang B.A.P Gak masuk hahaha..

    • Hehe. Sengaja OC biar pembaca bisa bayangin itu mereka. Tp aku sendiri sih bayanginnya Hyeri, krn aku suka hyeri.🙂
      Kmu suka Girls day jg? Hehehehe. Samaaa >__<.
      Tp y udah deh….udh terlanjur karakternya ini. Hahaha.
      Di VIXX aku suka semua & bias ku biasanya ganti2. Tp skrg ini lg sukaaaaa bgt N.🙂
      Gomawooo udah baca + comment.🙂
      Oh ya klo FF BAP sama EXO bisa baca Monnlight Destiny sama Super Fantasy Idol.😉

      • Ini comment aku kepotong deh -_- bete.
        Aku mau bilang… Nih FF udh lamaaa bgt aku tulisnya sebelum girls day sama vixx kolaborasi bawain lagu troublemaker. Eh pas liat kolaborasi itu aku sukaaaa liat hyeri ken, tp ya udah sih FF ini karakternya udah terlanjur gak ada Ken sebagai pemeran utamanya. Hahaha

  14. Haha iyaaa…aq ni Dai5y
    Hyeri bias aq ^^
    Iya VIXX sekarang lagi menghiasi hari”ku ..
    Lagunya ok ,MV nya Woww
    Member”nya cakep hahaha…
    aku suka baca ff bergenre Fantasy !lanjutkan inspirasimu , hwaiting ^^

  15. Pingback: Forbidden Star (Chapter 5 END) | wiantinaazmi

  16. Annyeong! nyasar karena review vixx eternity dan sampailah kesini. ngebayangin anak vixx adalah vampire itu………. dan awal-awal ini baru suka sama mereka.😀 oh ya, ada ff-nya infinite nggak kak? kamsahsmnida.

  17. Hai eon..
    Kyaa ffnya keren.. *lebay hehehe
    Aku selalu suka novel fantasy soalnya kita bisa berimajinasi tentang kehidupan yang sama sekali kita nggak bisa duga..
    Kalo MD nggak terlalu berat kok bahasanya tapi kayak misterius gitu keren.. soalnya aku penggemar ff MD
    Semangat eon.. maaf baru baca ff.mu tapi keren.. Fighting eon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s