Gay or Guy? (Chapter 2)

Title                 : Gay or Guy? (Chapter 2)

Author                        : Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Main Casts      : Kim Min Ah (OC), Kim Myung Soo/L (Infinite), Lee Sung Yeol (Infinite), Kim Sung Gyu (Infinite)

Support Casts : Nam Woo Hyun (Infinite), Jang Dong Woo (Infinite), Lee Ho Won/Hoya (Infinite), Lee Sung Jong (Infinite)

Genre              : Romance, Friendship, Family, Comedy

Length            : Series (maybe 3 or 4 chapters)

Rating             : PG+15

Summary        : Kim Min Ah dan Kim Myung Soo sudah bersahabat sejak mereka masih memakai popok. Tidak ada yang bisa memisahkan mereka berdua, bahkan ketika Min Ah harus pindah ke London bersama keluarganya. Dipisahkan benua dan samudera tidak membuat persahabatan mereka putus. Lalu apa yang terjadi saat suatu hari, setelah hampir 6 tahun tidak bertemu, Myung Soo tiba-tiba saja muncul di depan pintu apartemen Min Ah di London dan memaksanya agar kembali ke Korea untuk membantu Myung Soo?

“Min Ah~ya.., aku…aku melakukan kesalahan besar. Aku menyatakan perasaanku pada Sung Yeol. Kau harus membantuku, karena sekarang Sung Yeol menjauhiku. Hanya kau yang bisa kuandalkan. Kau harus berpura-pura menjadi pacarku. Aku tidak mau Sung Yeol menjauhiku. Karena aku… aku sangat mencintainya.”

Apakah Min Ah berhasil membantu Myung Soo? Bagaimana reaksi netizen? Dan apa yang terjadi ketika member Infinite yang lain ternyata diam-diam menyukai Min Ah? Akankah persahabatan Min Ah dan Myung Soo berakhir?

Image

 

== Chapter 2 ==

Selama di pesawat menuju Korea, tak henti-hentinya aku terkikik geli melihat Myung Soo yang duduk di sebelahku. Bagaimana tidak, Myung Soo memakai wig ikal panjang dan kacamata. Ia juga memakai kaos SNSD-ku yang memang ukurannya sangat besar bila kupakai, tapi saat Myung Soo memakainya, kaos itu terlihat pas dan bagus di badannya.

“Hihihi…hihihi…., kau cocok sekali jadi member SNSD yang ke-10. Kau jauh lebih cantik dari YoonA! Daebak!!!”

Myung Soo membuka kacamata hitamnya dan menatapku dengan laser glare andalannya. “Tunggu pembalasanku Kim Min Ah!” gertaknya.

Aku hanya mengangkat bahu cuek. Sejak keluar dari apartemenku, Myung Soo memang sengaja kudandani sebagai cewek. Aku tidak mau ada fans yang mengenali Myung Soo! Aku tidak mau terlibat skandal!

Tadinya malah aku ingin Myung Soo memakai dress, tapi Myung Soo menolak habis-habisan. Hmm…, jadi ternyata tidak semua pria gay senang menjadi wanita ya? Apa itu berarti Myung Soo menganggap dirinya tetap pria dan Sung Yeol Oppa sebagai wanita-nya? Ah, molla!!

Aku masih tidak habis pikir kenapa bisa sahabatku ini menjadi gay?! Lihatlah dia. Sebagai seorang pria, wajah dan tubuh Myung Soo bisa dibilang perfect. Apakah kata-kata pepatah itu benar? Bahwa di dunia ini ada 2 kemungkinan bagi pria tampan? Kalau tidak bad boy, yaa berarti gay?

Yah.., aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Bagiku Myung Soo tetaplah Myung Soo. Tidak ada yang berubah.

Aku menatap Myung Soo dengan sorot jahil. “Eonni, punggungku pegal sekali. Di Seoul nanti bagaimana kalau kita body massage dan pergi ke salon?”

“YAH! Kim Min Ah!!!” bentak Myung Soo.

Cepat-cepat aku mencubit lengannya, lalu berbisik. “Kau tidak usah bicara. Kakek-kakek yang di sana melihat ke arahmu terus tau! Mungkin dia curiga. Kenapa zaman sekarang bisa ada wanita yang sangat cantik tapi suara-nya seperti pria? Hahahaha..hahaha…hahahaha….” aku terbahak-bahak tanpa henti. Beberapa penumpang melihat ke arahku dengan pandangan terganggu.

Myung Soo menutupi wajahnya dengan koran. “Aku mau tidur.” Katanya pelan. “Aku tidak kenal gadis gila di sebelahku ini.”

“Hahahaa..hahaha..hahaha…” tidak tahu kenapa aku tidak bisa berhenti tertawa. Otak-ku penuh dengan Myung Soo yang memakai berbagai macam baju cewek dengan rambut panjang sambil dance lagu-lagu girl-group. LOL.

Akhirnya kami sampai juga di Korea.

Padahal selama di pesawat tadi aku terus tidur, tapi kenapa aku masih merasa ngantuk? Selama berada di taxi menuju apartemen Infinite, aku juga tertidur.

“Min Ah~ya.., bangun.., kita sudah sampai.” Myung Soo mengguncang-guncang bahuku.

“Mmmm…” aku membuka mataku dan menatap Myung Soo. Bingung.

“Kau kenapa? Jet lag? Wajahmu pucat sekali.” Myung Soo ternyata sudah membuka wig-nya, tapi ia masih memakai kaos SNSD-ku.

Aku hanya menggeleng lemah. Aku mengikuti Myung Soo masuk ke gedung apartemen Infinite sambil menarik koper besar-ku. Rasanya kepalaku memang pusing. Mungkin karena sudah lama tidak naik pesawat.

Kami berhenti di depan pintu apartemen, Myung Soo memasukkan kode. “Apakah Dong Woo hyung mengganti password-nya lagi?” Myung Soo bicara sendiri. Ia mengeluarkan ponselnya. “Min Ah , aku pinjam ponselmu. Ponselku mati.”

Aku pun menyerahkan ponselku. Myung Soo sepertinya menelepon salah satu member Infinite. “Sung Gyu hyung, tolong buka pintunya, aku di depan.”

Drap…drap..drap.., terdengar langkah kaki. Klik. Pintu terbuka.

“YAH!!! KIM MYUNG SOO!!! KAU KE MANA SAJA, HAH???” Teriak Kim Sung Gyu. Wajahnya terlihat kesal sekaligus khawatir.

“Myung Soo~ya.., kenapa kau tidak memberi kabar pada kami? Ibumu juga tidak tahu. Kau mau membuat ibumu jantungan?” cerocos Jang Dong Woo.

Aku menatap Myung Soo. “Yah! Kau masih belum menelepon ibumu? Aiiishhh!!!! Jinja!” aku merebut ponselku dari tangan Myung Soo dan cepat-cepat menekan nomor Ibu Myung Soo. Aku memberitahu-nya kalau Myung Soo pergi ke London untuk menemuiku dan sekarang ia sudah kembali ke Seoul. Aku tidak memberitahu Ibu Myung Soo kalau aku juga ikut ke Seoul.

“Ehm, Myung Soo.., siapa gadis cantik ini?” tanya Nam Woo Hyun sambil tersenyum lebar. Matanya berkilat-kilat penuh selidik.

Myung Soo langsung merangkul pundakku dengan sebelah tangannya. “Dia pacarku.” Kata Myung Soo.

“Mwo???” semua member Infinite membelalakkan matanya lebar-lebar.

Kepalaku terasa pusing lagi. Rasanya aku ingin muntah. “Myung Soo ~ya.., aku mau ke toilet.” Kataku lemah.  Aku menutupi mulutku dengan kedua tanganku. Mencoba menahan keinginan untuk muntah.

“Kim Myung Soo! Jadi waktu itu kau tidak berbohong?” Sung Yeol menatap Myung Soo. Aah.., mungkin maksud Sung Yeol adalah Myung Soo tidak berbohong padanya soal dia memiliki pacar. Bahwa pengakuan cinta-nya pada Sung Yeol hanyalah candaan. Bagus Kim Myung Soo! Setidaknya rencanamu untuk meyakinkan Sung Yeol berhasil. Aku bisa segera pulang ke London.

Tanpa menjawab pertanyaan Sung Yeol, Myung Soo langsung menarik tanganku dan berlari menuju toilet.

“Uweeekkk…” aku muntah. Myung Soo mengelus-elus belakang leherku dengan lembut. Segera aku membersihkan toilet dan mencuci mulutku. Biasanya wanita tidak suka bila pria melihatnya muntah ataupun dalam keadaan kacau dan kotor. Tapi ini kan Myung Soo. Aku tidak merasa perlu mengusirnya dari toilet.

“Gwenchana?” Tanya Myung Soo khawatir. “Mianhae…” katanya dengan nada menyesal.

Aku menyeringai. “Yah! Kenapa minta maaf?” setelah selesai mencuci mulutku, aku pun keluar dari toilet. Tanpa kuduga, semua member Infinite sudah berdiri di dekat pintu toilet.

“Kau baik-baik saja?” tanya Sung Gyu. Aku tersenyum dan mengangguk. Omo~~~ Kim Sung Gyu asli sekarang berada di depan mataku!!!! Ini pertama kalinya aku bertemu Infinite secara langsung. Myung Soo memang menjadi trainee Woolim entertainment dan debut sebagai Infinite saat aku berada di London. Aku juga tidak punya kesempatan untuk menonton konser mereka secara langsung.

“Dong Woo hyung, Sung Yeol~ya.., bisa tidak kalian tidur di kamar Sung Gyu hyung atau di kamar Hoya hyung?” tanya Myung Soo. Dong Woo dan Sung Yeol mengangguk.

Myung Soo menarik tanganku, tapi aku bertahan. “Tunggu.” Kataku. Aku menatap member Infinite lalu membungkukkan badanku. Rasanya tidak sopan bila aku tidak memperkenalkan diriku. “Annyeong haseyo, aku Kim Min Ah. Selama beberapa hari ke depan mungkin aku akan merepotkan kalian semua. Maafkan aku.”

“Ah.., gwenchana..gwenchana.., anggap saja ini rumahmu sendiri, ne?” kata Sung Gyu sambil tersenyum hangat.

Myung Soo merangkul pundakku. “Kau mau minum teh manis hangat?” tanyanya. Aku mengangguk lalu mengikutinya berjalan menuju kamar-nya. Aku tahu Myung Soo satu kamar dengan Dong Woo dan Sung Yeol.

Aku berbaring di tempat tidur Myung Soo. Myung Soo menyelimuti-ku, lalu keluar dan kembali lagi beberapa menit kemudian sambil membawa se-gelas teh manis hangat.

“Istirahat-lah. Kau ingin makan sesuatu?” tanya Myung Soo. Aku menggeleng.

“Aku akan tidur di kamar Sung Jong.” Kata Myung Soo. Sebelum keluar, Myung Soo menepuk-nepuk kepalaku pelan.

Aku pun terlelap ke alam mimpi.

*******

Keesokan harinya….

Aku merasa tubuhku sudah terasa segar bugar lagi. Kruyuuuukkkk.., Hahaha. Ternyata aku kelaparan!

Aku melirik jam kecil di meja Myung Soo. Pukul 7 pagi.

Tercium aroma makanan. Cepat-cepat aku menuju kamar mandi dan mencuci wajahku. Setelah mengganti pakaian, aku pun keluar dari dalam kamar Myung Soo.

“Oh, kau sudah bangun? Selamat pagi Kim Min Ah ssi. Aku Nam Woo Hyun.” Woo Hyun menyambutku dengan senyum cheesy-nya. Aku terkikik pelan. Sekarang aku mengerti mengapa Inspirit menyebutnya Nam Grease.

Aku balas menjabat tangan Woo Hyun. Woo Hyun membimbingku ke meja makan. Member Infinite yang lain sudah berada di meja makan.

Myung Soo menghampiriku dan menyentuh keningku. “Kau sudah baikkan?” tanyanya cemas. Aku mengangguk.

“Sepertinya kita kekurangan 1 kursi.” Kata Dong Woo.

“Kim Min Ah ssi.., kau duduk bersamaku saja.” Kata Woo Hyun. “Kau bisa duduk di pangkuanku.” Woo Hyun nyengir lebar sambil mengedip-ngedipkan matanya genit.

“YAAAH!! Nam Woo Hyun! Kau memalukan nama Infinite!” bentak Sung Gyu. “Min Ah ssi.., tidak semua member Infinite seperti Woo Hyun..”

Aku nyengir. “Aku tahu.”

“Kita makan di sofa saja.” Myung Soo menuntunku menuju ruang tengah. Myung Soo membawakan sandwich, omelet, dan susu untukku dan untuknya sendiri. Kami makan di sofa sambil menonton TV.

Aku makan dengan lahap. Myung Soo tertawa melihatku. “Sepertinya 1 porsi masih kurang. Karena itulah tadi aku meminta Sung Jong memasak lebih banyak. Sebentar.., aku ambil-kan lagi.” Myung Soo pergi ke ruang makan dan kembali membawakan 1 posri omelet untukku. Aku hanya terkekeh senang.

“Aaaahhhh…, enak sekali!!!!” seruku puas setelah menghabiskan 2 porsi omelet, 2 potong sandwich, dan 3 gelas susu cokelat.

Aku menyandarkan punggungku di sofa dengan nyaman. Myung Soo masih meminum susu fullcream-nya.

“Myung Soo ~ya.., aku jadi merasa tidak enak karena Dong Woo Oppa dan Sung Yeol Oppa jadi harus terusir dari kamar mereka.” Kataku pelan. “Kita harus segera membuat hubunganmu dan Sung Yeol Oppa membaik. Agar aku bisa segera pulang ke London.” Kataku riang. Myung Soo hanya menatapku tajam dan tanpa ekspresi.

Beberapa detik kemudian, Sung Yeol muncul dan duduk di sofa tak jauh dari kami. Ia ikut menonton TV. Kurasa aku harus memulai akting-ku.

“Chagiya.., kau makan dan minum seperti anak kecil.” Kataku pada Myung Soo. Aku tahu Sung Yeol diam-diam melihat ke arah kami.

“Waaah…pororo-pororo…”seru Sung Jong heboh, ikut bergabung bersama kami di ruang TV dan duduk di samping Sung Yeol. Aku masih ber-akting karena Sung Yeol masih ada di sini. Sung Jong fokus menonton Pororo, sedangkan Sung Yeol berkali-kali melihat ke arah kami.

Tepat ketika Sung Yeol melihat lagi ke arah kami, aku mencium bibir Myung Soo sekilas. Sung Yeol berdehem dan cepat-cepat memalingkan wajahnya. Sementara Myung Soo masih membelalakkan matanya padaku. Aku berdehem. Rasanya aneh mencium bibir Myung Soo. Biasanya aku mencium pipi atau keningnya di saat ia membuatku senang. Ini pertama kalinya aku mencium bibir Myung Soo. Meskipun hanya sekilas. Yah.., ini demi akting. Kuharap setelah ini Sung Yeol tidak menjauhi Myung Soo lagi. Kuharap aku segera pulang ke London.

“Aku mandi dulu.” kataku. Cepat-cepat pergi dari ruang TV.

Hari ini adalah pertama kalinya Myung Soo muncul kembali ke layar TV. Semua orang kini percaya Myung Soo bukannya menghilang selama 1 minggu kemarin, tapi karena sakit. Banyak sekali hadiah yang fans berikan untuk Myung Soo, disertai kartu ucapan yang kebanyakan berisi nasihat agar Myung Soo menjaga kesehatannya. Manajer Infinite membawa hadiah-hadiah itu ke dorm Infinite.

Manajer-manajer Infinite sepakat untuk merahasiakan identitasku dari CEO Woolim apalagi dari para fans. Jadi, hanya member Infinite dan para manajer mereka yang tahu.

Selama Infinite menjalani jadwal mereka yang padat, aku hanya diam di dalam dorm Infinite. Kadang aku keluar dan jalan-jalan sendiri. Seoul sudah banyak berubah.

Ini adalah hari ke-4 aku berada di dorm Infinite, tapi sepertinya hubungan Myung Soo dan Sung Yeol belum ada kemajuan. Entah kenapa Sung Yeol sepertinya selalu menjauhiku dan Myung Soo. Aku mengira-ngira.., jangan-jangan Sung Yeol cemburu padaku? Apakah sebenarnya ia menyukai Myung Soo?

Pagi ini tak henti-hentinya aku menatap Sung Yeol. Dia sama sekali tidak berbicara pada Myung Soo sejak 4 hari yang lalu.

Setelah sarapan, Infinite bersiap-siap pergi ke lokasi syuting Iklan Pepsi. Aku duduk di ruang TV sambil menggambar design pakaian pria. Biasanya aku lebih suka men-design pakaian wanita, tapi entah kenapa begitu melihat Infinite setiap hari rasanya aku ingin membuat pakaian untuk mereka.

Empat hari berada di dorm Infinite membuatku sadar betapa beratnya tugas seorang leader. Anak-anak ini susah sekali diatur. Benar apa kata fans. Dorm Infinite sangat berantakan. Pakaian kotor di mana-mana, buku-buku, CD games dan film berserakan. Kadang aku salut pada Sung Gyu yang begitu sabar menghadapi anak-anak ini.

“Kau men-design baju untuk kami?” tiba-tiba saja Myung Soo membungkukkan badannya dan melihat hasil karyaku.

Aku menegadahkan kepalaku dan menatap Myung Soo. “Hmm.., bagaimana menurutmu?”

Myung Soo mengangguk-anggukkan kepalanya. “Tidak terlalu buruk.”

“YAH! Apa maksudmu? Jelas-jelas bagus!” tukasku kesal. Myung Soo hanya menyeringai.

“Waaahhh.., bagus sekali nuna…, aku suka yang ini..” Sung Jong melihat hasil corat-coretku.

“Design yang itu memang untukmu, Sung Jong~ah.., aku tahu seleramu.” Kataku.

Sung Jong bertepuk tangan senang. “Waahh…, nuna memang daebakk!!!!” aku hanya terkekeh.

Member Infinite yang lain juga jadi ikut-ikutan melihat design-ku. “Woaaahhh…keren!!” puji Dong Woo. “My Style. Kekekeke….”

“Aku pasti terlihat lebih tampan memakai baju itu.” Kata Woo Hyun. Narsis.

“Woaahhh.., suka…suka…, aku suka sekali!” Kata Sung Yeol riang. Kemudian dia melihatku dan Myung Soo, lalu cepat-cepat menjauhkan kepalanya dariku.

“Kita pergi dulu. Hari ini kau ada rencana keluar?” tanya Myung Soo. Aku menggeleng. Detik berikutnya, tanpa kuduga, Myung Soo mencium bibirku dengan lembut. Mataku membelalak. Aku tahu Myung Soo melakukan ini karena Sung Yeol.

Hey Kim Min Ah!!!! Kenapa jantungmu berdebar-debar???!

Myung Soo itu sahabatmu, dan dia gay! Kenapa jantungmu harus berdebar karena seorang gay?!

Berbeda dengan ciuman singkatku waktu itu, kali ini Myung Soo menciumku dalam-dalam. Aku hanya mematung.

“ehem..ehem..” terdengar berbagai siulan jahil anak-anak Infinite.

Myung Soo menepuk-nepuk kepalaku, kemudian pergi diikuti member Infinite yang lain.

“Dadah Nuna..” Sung Jong melambaikan tangannya. “Aku akan membawakanmu ayam goreng nanti.”

“Gomawo Sung Jong~ah..” aku balas melambaikan tanganku.

Aku menghela nafas panjang, lalu menepuk-nepuk pipiku.

Aneh. Benar-benar aneh.

******

Malam ini kami merayakan kemenangan Infinite di berbagai acara musik. Infinite memenangkan Triple Crown! Menyapu habis semua penghargaan di berbagai chart acara musik mingguan.

Infinite membeli banyak sekali makanan dan minuman. Aku, Sung Gyu, dan Hoya memanggang daging, sementara Myung Soo dan Sung Jong membeli minuman ke supermarket. Dong Woo dan Sung Yeol memotong buah dan menata meja makan.

Kami semua makan dengan lahap sekali. Member Infinite meminum banyak soju. Hanya aku dan Sung Jong yang tidak minum. Aku tidak begitu suka soju.

Selama makan, Infinite banyak bercerita tentang kehidupan mereka selama ini padaku. Ternyata mereka memang konyol dan jauh dari kesan jaim (jaga image). Aku suka sifat mereka yang apa adanya.

Sung Yeol si chodding banyak membuat lelucon. Tapi.., lagi-lagi dia menghindari berbicara pada Myung Soo. Sepertinya aku harus bicara pada Sung Yeol.

Tak lama setelah soju habis, satu per satu member Infinite tertidur di meja. Hanya aku, Sung Yeol, dan Sung Jong yang masih terjaga.

“Ck..ck..ck..” Sung Jong mendecakkan lidahnya dan dengan rajin membereskan piring dan sumpit kotor ke dapur.

Sung Yeol berdiri, lalu berjalan agak terhuyung menuju balkon. Aku ikut berdiri dan mengikuti Sung Yeol.

Aku harus bicara pada Sung Yeol. Aku harus tahu bagaimana sebenarnya perasaan Sung Yeol pada Myung Soo. Mengapa sampai sekarang hubungan mereka masih renggang? Apakah Sung yeol tidak percaya aku adalah pacar Myung Soo? Ataukah Sung Yeol justru cemburu padaku karena sebenarnya ia mencintai Myung soo?

“Sung Yeol ssi…” aku mendekati Sung Yeol yang bersandar di pagar balkon. Wajahnya yang kemerahan menatapku penuh tanya. “Sung Yeol ssi.., sebenarnya…”

“Min Ah ssi.., kau jangan salah paham.” Potong Sung Yeol.

“Ne?” aku tak mengerti.

“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Myung Soo. Semua itu hanya fan-service. Kau tidak perlu cemburu padaku. Myung Soo bilang kau cemburu padaku makanya datang kemari. Aku akan terus menjauhi Myung Soo kalau itu membuatmu senang. Kami berdua hanya sahabat baik, Min Ah ssi..”

“MWO??? Apa maksudmu? Cemburu? Aku?” oke…kini aku mulai bingung. Sung Yeol mengangguk.

“Bukankah kau menjauhi Myung Soo karena karena Myung Soo menyatakan cinta-nya  padamu?” aku menatap Sung Yeol tajam.

“Eeehh??? Siapa bilang?” Pekik Sung yeol horror, lalu ia tertawa. “Mana mungkin, Min Ah ssi. Sudah kubilang semua itu hanya fan service. Kau tidak perlu khawatir.”

“Jadi.., kau menjauhi Myung Soo bukan karena itu?”

Sung Yeol mengangguk. “Ne.”

“Myung Soo tidak pernah menyatakan cinta padamu?”

Sung Yeol mengangguk lagi. “Ne. Tidak pernah.”

“Kau menjauhi Myung Soo karena kau pikir aku tidak suka kau dekat-dekat Myung Soo?”

Sung Yeol mengangguk. “Hmm.”

“Apakah kau gay?”

“Tentu saja aku straight!” pekik Sung Yeol, menatapku dengan pandangan terluka.

KIM MYUNG SOO!!! Awas kau ya! Ternyata selama ini Myung Soo hanya mempermainkan-ku?! Menjahiliku?!

“Sung Yeol ssi. Aku bukan pacar Myung Soo. Kami hanya pura-pura.” Kataku akhirnya.

“MWOOO?????” pekik Sung Yeol. Matanya membelalak lebar.

Aku mengangguk. “Kau mau bekerja sama denganku? Bagaimana kalau kita balas menjahilinya?”

“Bagaimana caranya?” tanya Sung yeol.

Aku tersenyum penuh makna.

Kim Myung Soo!!!!! Kali ini kau benar-benar keterlaluan! Lelucon yang sangat tidak lucu!

–          TBC –

7 thoughts on “Gay or Guy? (Chapter 2)

  1. Hahaha trxta myung bhong ya,jgn” myung bnaran suka sma min ah. Aigo aku jdi smangat buat bca ff ini. Next chap jgn lma” tor.🙂

  2. Wah wah…
    Eon Ak baca 1-2 langsung…
    Dan itu sungguh luar biasa..
    Di luar dugaan..
    Siapa yah kira-kira memberi lain yang suka sama min ah…
    Apa Chap.3 udah ada eon?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s