Gay or Guy?

Title                 : Gay or Guy?

Author                        : Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Main Casts      : Kim Min Ah (OC), Kim Myung Soo/L (Infinite), Lee Sung Yeol (Infinite), Kim Sung Gyu (Infinite)

Support Casts : Nam Woo Hyun (Infinite), Jang Dong Woo (Infinite), Lee Ho Won/Hoya (Infinite), Lee Sung Jong (Infinite)

Genre              : Romance, Friendship, Family, Comedy

Length            : Series

Rating             : PG+15

Summary        : Kim Min Ah dan Kim Myung Soo sudah bersahabat sejak mereka masih memakai popok. Tidak ada yang bisa memisahkan mereka berdua, bahkan ketika Min Ah harus pindah ke London bersama keluarganya. Dipisahkan benua dan samudera tidak membuat persahabatan mereka putus. Lalu apa yang terjadi saat suatu hari, setelah hampir 6 tahun tidak bertemu, Myung Soo tiba-tiba saja muncul di depan pintu apartemen Min Ah di London dan memaksanya agar kembali ke Korea untuk membantu Myung Soo?

“Min Ah~ya.., aku…aku melakukan kesalahan besar. Aku menyatakan perasaanku pada Sung Yeol. Kau harus membantuku, karena sekarang Sung Yeol menjauhiku. Hanya kau yang bisa kuandalkan. Kau harus berpura-pura menjadi pacarku. Aku tidak mau Sung Yeol menjauhiku. Karena aku… aku sangat mencintainya.”

Apakah Min Ah berhasil membantu Myung Soo? Bagaimana reaksi netizen? Dan apa yang terjadi ketika member Infinite yang lain ternyata diam-diam menyukai Min Ah? Akankah persahabatan Min Ah dan Myung Soo berakhir?

Poster Gay or Guy

 

== Chapter 1 ==

London Fashion Company, 14.00 PM

“Kim Min Ah, ada paket kiriman dari Korea untukmu.” Ujar salah satu rekan kerjaku, Angelina, begitu aku keluar dari ruangan boss-ku dan berjalan menuju meja kerja-ku.

“Paket?” tanyaku bingung. Paket apa? Rasanya aku tidak membeli barang online shop dari Korea. Aku melihat sebuah kotak besar berbungkus kado dan plastik di atas meja-ku.

“Dorky? Siapa itu Dorky?” Tanya Catherine, mengintip di balik meja-nya. Wajah gadis itu berbinar-binar penasaran.

Aku mendecakkan lidahku. KIM MYUNG SOO!!!! Si bodoh itu sengaja mengirimkan paket ke kantorku lagi! Aku sudah bisa menebak apa isinya. Pasti benda-benda aneh lagi seperti dulu! Saat itu aku malu sekali ketika membuka paket yang Myung Soo kirimkan padaku, yang ternyata berisi peralatan makan bayi. Saat itu semua orang mengira aku hamil dan bertanya macam-macam hal yang memalukan!

“Aku akan membukanya di rumah.” Kataku sambil menggertakkan gigi. Tapi, sebelum aku sempat menyembunyikan kado itu di bawah meja, Catherine cepat-cepat meraih kado itu dan menyerahkannya pada Angelina.

“Kau harus membukanya di sini! Atau kami yang akan membukanya.” Catherine dan Angelina nyengir lebar.

“Hey!!! Jangaan!!!” Aku berusaha berlari ke sana kemari merebut kado sialan itu dari mereka. “Cat, An, jangaan!!!”

Para pegawai lain menatap kami penasaran. Kami berlari-lari di sepanjang lantai 8, sampai kemudian sebuah suara tajam membuat kami terdiam.

“CATHERINE DUPPONT! ANGELINA WATSON! KIM MIN AH! Kenapa kalian malah lari-lari dan bukannya bekerja?! Apakah kalian sudah menyelesaikan design pakaian musim panas yang kuminta?” Mrs.Tara menatap kami tajam sambil berkacak pinggang. Boss kami ini memang terkenal disiplin dan galak.

Kami bertiga terdiam dan saling melirik diam-diam. Sial!

“Kalian tahu kan saat jam kerja kalian tidak boleh bermain-main? Apalagi kalian pegawai baru di sini. Apakah kalian ingin dipecat?”

“Tidak Mrs…” kata kami bertiga bersamaan, sambil menundukkan kepala kami.

“Kemarikan benda itu, Ms.Duppont!” Mrs.Tara menatap Catherine yang sedang memegang paketku.

Aku membelalakkan mataku. Ya Tuhan.., bagaimana kalau Mrs.Tara melihat benda-benda aneh?! AKU PASTI AKAN MEMBUNUH KIM MYUNG SOO!!!!

Cat menyerahkan paket itu pada Mrs.Tara, lalu tanpa kuduga Mrs.Tara ternyata menyerahkannya padaku.

“Thank you so much, Mrs….” Aku tersenyum lega.

“Buka.” Perintah Mrs.Tara.

“APA???”

“Buka dan lihat apa isinya, Ms.Kim. Aku tidak mau kedua temanmu itu tidak fokus saat bekerja nanti karena paket-mu ini. Jadi, buka sekarang.”

Aku menahan napas, tahu kata-kata boss kami itu tidak bisa dibantah. Perlahan, aku pun membuka bungkus kadonya. Aku berdoa semoga kali ini si dorky Myung Soo tidak mengirimiku barang yang aneh-aneh lagi.

“WOAAAHHHH CD INFINITE DAN POSTER!!!!!” Pekik Catherine heboh. Gadis berambut pirang itu memang fans K-Pop sejati. “POSTERNYA ADA TANDA TANGAN SEMUA MEMBER INFINITE? HEY!!! APAKAH INI ASLI?? BAGAIMANA KAU BISA MENDAPATKANNYA? KYAAAAAA!!!!”

“Ms.Duppont! Diam!” bentak Mrs.Tara. “Ms.Kim.., ikut ke ruanganku sekarang!”

Bahu-ku terkulai lemas. Gawat! Mrs.Tara pasti akan memberiku hukuman. Aku pun mengikuti Mrs.Tara ke ruangannya dengan gontai.

Mrs.Tara menutup pintu ruangannya dan menguncinya. “Duduk-lah..” kata Mrs.Tara lembut sambil tersenyum. Aku membelalakkan mataku, tidak mengira boss-ku yang galak itu ternyata bisa tersenyum juga. Gawat…. Gawat… GAWAT! Biasanya orang yang tidak pernah tersenyum, sekalinya ia tersenyum pasti ada sesuatu yang mengerikan!

Hhhhh.., selamat tinggal London fashion company….

Sepertinya aku akan segera keluar dari perusahaan ini. Padahal ini adalah perusahaan impian-ku. Aku beruntung karena setelah magang di sini saat kuliah, begitu aku lulus perusahaan ini mau menerimaku. Sebagian besar designer pasti ingin bekerja di perusahaan fashion nomor-3 terbaik di seluruh dunia ini.

“Kim Min Ah, bisakah kau memberikan poster bertanda tangan Infinite itu padaku?” Mrs.Tara tiba-tiba saja meraih kedua tanganku dan menatapku dengan mata memohon.

“APA?” saking shock-nya, aku berteriak.

“Kau harus merahasiakan ini, Ms.Kim. Sejak dulu aku tergila-gila pada K-Pop. Aku sering pergi ke Korea untuk menonton konser, tapi tidak pernah menghadiri fan-meeting. Aku malu karena aku terlalu tua untuk menghadiri fan-meeting.” Mrs.Tara tertawa renyah. Aku hanya bisa terbelalak lebar.

“Anda…, fans-nya Infinite?” tanyaku.

Mrs.Tara mengangguk bersemangat. “Hmmm.., Infinite, TVXQ, Shinhwa, Super Junior, Big Bang, Beast, MBLAQ, Ze-A, SHINee, 2PM, 2AM, Teen Top, B.A.P, EXO, aku suka semua…”

Aku hanya mengangguk, tak percaya boss-ku yang super dingin dan galak ini ternyata bisa juga bersikap layaknya anak ABG penggemar K-Pop!

“Ms.Kim.., bagaimana kau bisa mendapatkan tanda tangan Infinite?”

“Eh? Itu.., mmm.., saudaraku bekerja di manajemen Woolim. Hehehe.” Kataku berbohong. Sepertinya memberi tahu Mrs.Tara kalau aku adalah sahabat L Infinite bukanlah hal yang baik. Bagaimana kalau tiba-tiba saja dia memintaku membawa Infinite kemari?!

Mrs.Tara tersenyum lembut dan mengangguk. “Syukurlah, berarti tidak masalah bukan bila aku meminta poster dengan tanda tangan itu? Kau bisa meminta poster itu lagi pada saudaramu.”

“Ah.., iya. Tidak apa-apa, Mrs.Tara. Kau boleh sekalian mengambil CD albumnya.” Kataku sambil meletakkan CD dan poster Infinite di atas meja Mrs.Tara.

“Benarkah?? Waaahhh.., kau baik sekali, Ms.Kim! terima kasih!!! Aku sudah mendownload album New Challenge ini lewat i-tunes sebenarnya, tapi memiliki album fisiknya sepertinya bagus juga.” Mrs.Tara tertawa lebar dengan mata berbinar cerah.

Aku yang masih shock hanya bisa tersenyum lemah.

“Ms.Kim…, aku akan mempromosikan-mu untuk naik jabatan.”

“Eh? Mrs.Tara…,kau tidak perlu…”

“Kau harus merahasiakan semua ini!” kata Mrs.Tara, kembali bersikap dingin.

Aku pun hanya mengangguk.

“Kau boleh keluar.” Kata Mrs.Tara.

Aku membungkukkan badanku, dan beranjak pergi. Begitu tangangku memegang pintu, Mrs.Tara memanggilku. “Ms.Kim…, terima kasih banyak.” Mrs Tara tersenyum lebar.

******

@Apartemen, 21.00 PM

Dorky : KAU MEMBERIKAN POSTER DAN ALBUM BARUKU PADA ORANG LAIN????

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku menatap layar laptop-ku. Setiap hari, tidak peduli se-larut apapun, Myung Soo pasti selalu mengirimiku message. Kami biasanya chatting lewat line, kakao talk, ataupun yahoo messenger.

Aku pun mengetik balasan.

Snow_White : Dia bukan orang lain. Dia BOSS-KU!!! dan terima kasih padamu, MyungSoo, sepertinya aku akan naik jabatan! Hahahaha

Dorky : Jadi kau belum mendengarkan lagu baruku? T___T

Snow_White : Aku sudah melihat video Man In Love. Tenang saja.

Dorky : Tetap saja kau belum mendengarkan semua lagu di album itu!

Snow_White : Aku akan men-download-nya nanti.

Tidak ada balasan dari Myung Soo. 10 menit berlalu, masih juga tidak ada balasan.

Snow_White : tenang saja. Aku tidak akan mendownload yang illegal!

Snow_White : MyungSoo, kau marah padaku?

Snow_White : YAH!!! DORKY!! KAU TIDUR????

Aku membaringkan tubuhku di atas tempat tidur. Sepertinya Myung Soo kali ini benar-benar marah.

Dorky : Aku sedih… L

Snow_White : Mianhae, MyungSoo~ya.., aku tidak bisa menolak permintaan Boss-ku.

Dorky : Bukan karena itu. Aku sedih karena hal lain.

Snow_White : Jinja???? Kau tidak marah padaku???

Dorky : IYA! AKU AKAN MENGIRIMKAN LAGI ALBUM BARUKU NANTI! KE APARTEMEN-MU!

Snow_White : Kau marah padaku… T__T

Dorky : Aishh!!! Tidak! Sungguh. Aku hanya sedang kesal.

Snow_White : Kenapa? Karena CEO-mu? Fans-mu?

Dorky : Sepertinya aku harus mengakuinya. Sepertinya aku memang sudah berubah.

Snow_White : Mwo? Hahaha. YAH! Kau kenapa Myung Soo~ya???? JANGAN BUNUH DIRI!!!!

Dorky : Pabo! Tentu saja tidak!

Dorky : Aku sudah memikirkannya baik-baik. Ternyata aku memang menyukainya.

Snow_White : MWO?? MWO??? SIAPAAA???? Kau tidak pernah cerita padaku! T__T

Dorky : Sebenarnya aku sudah lama merasakan perasaan ini.

Dorky : Rasanya semakin hari aku semakin yakin.

Snow_White : Siapa gadis itu? Artis? Atau..teman kampus-mu?

Dorky : Aku merasa sangat nyaman bersama-nya.

Snow_White : Siapa?

Dorky : Tapi aku tidak tahu apakah ia juga mencintaiku atau tidak.

Snow_White : YAH! KIM MYUNG SOO!!! SIAPA GADIS ITU??? Tidak akan ada gadis yang menolakmu, Pabo! Sejak dulu selalu banyak gadis yang menyukaimu, yah.., kecuali aku, karena aku tahu kau sebenarnya dorky! Hahahaha….

Dorky : -___-

Dorky : Lee Sung Yeol

Snow_White : Mwo? Ada apa dengan Sung yeol Oppa?

Dorky : Aku mencintainya

Snow_White : MWOOO???

Dorky : Sepertinya aku memang gay sejak dulu…

Snow_White : KAU JANGAN BERCANDA! TIDAK LUCU! HAHAHA

 

Dorky Sign out

YAH! Kenapa Myung Soo tiba-tiba sign-out??? Si pabo ini! Sudah kuduga dia marah padaku dan menjahiliku! Gay??? Hahaha. Lucu sekali Kim Myung Soo!

Sejak balita sampai sekarang, aku tahu banyak sekali wanita yang mengejar-ngejar Myung Soo. Dengan wajah sempurna-nya siapa sih yang tidak akan menyukainya? Well, kecuali kalau kau sudah mengenalnya luar-dalam sepertiku. LOL.

Aku tahu.., Myung Soo pernah patah hati saat junior high school dulu. Cinta pertamanya, pacar pertamanya, satu-satunya gadis yang ia cintai ternyata selingkuh dan meninggalkannya. Sejak saat itu Myung Soo tidak pernah pacaran lagi.

Tapi.., gay? Hahaha. Lelucon yang bagus, Kim Myung Soo! Aku tidak percaya dia gay! Dia hanya menggunakan pairing yang fans berikan padanya. MyungYeol. MyungSoo – SungYeol. Hahaha.

******

Sejak malam itu, Myung Soo tidak pernah mengungkit-ungkit lagi masalah “gay”. Myung Soo kembali jadi si dorky yang konyol. Kami masih sering chatting. Kadang ia membangunkanku hanya untuk curhat hal yang sebenarnya tidak penting. Hahaha. Ada-ada saja!

Hhhh.., aku merindukan sahabatku yang satu itu. Sudah 6 tahun kami tidak bertemu. Aku memang tidak pernah punya kesempatan untuk bertemu Myung Soo. Selain karena sibuk dengan kuliahku (aku kuliah lebih cepat dibanding yang lain), aku juga tidak pernah bertemu Myung Soo saat aku pergi ke Korea. Myung Soo sangat sibuk dengan jadwal-nya sebagai idol. Konser di berbagai negara, syuting film, promo album dan single.

Pernah juga Myung Soo ke London di sela-sela photoshoot Infinite di Inggris, tapi saat itu aku sedang pergi ke Paris. Intinya, aku dan MyungSoo tidak pernah berjodoh untuk bertemu selama 6 tahun ini.

Mungkin karena aku anak tunggal, aku jadi merasa ketergantungan pada Myung Soo sejak dulu. Sejak kami bayi. Kadang Myung Soo bersikap seperti kakak dan kadang seperti adik bagiku. Yah.., lebih sering seperti adik sih, karena sifat pabo-nya yang dia sembunyikan dari orang lain. LOL.

Myung Soo selalu ada untukku. Di saat aku patah hati, di saat aku bahagia karena menjadi juara melukis, saat aku di bully geng quenka, saat kakak kelas populer menyatakan cinta padaku, pokoknya Myung Soo selalu ada kapanpun.

Sebenarnnya aku sangat sedih saat harus berpisah dengannya 6 tahun lalu. Kupikir persahabatan kami tidak akan berlanjut, tapi nyatanya justru persahabatan kami semakin erat. Meskipun aku sering sekali merasa kesal pada Myung Soo, tapi kami tidak pernah marahan lebih dari 24 jam!

Dulu banyak sekali orang yang mengira kami pacaran. Kami tidak pernah mempedulikan semua omongan orang itu. Myung Soo adalah sahabat terbaikku sejak aku lahir dan kuharap sampai aku mati nanti.

Aku tidak pernah berpikir Myung Soo sebagai pria. Maksudku.., Myung Soo ya Myung Soo. Aku tidak pernah merasa canggung di dekatnya. Aku juga tidak pernah mencintainya seperti aku mencintai mantan-mantanku. Myung Soo akan selalu menjadi Myung Soo bagiku.

******

Hari Minggu… waktunya bersantai!!!! Horeeeee!!!! Sejak pagi aku hanya malas-malasan di depan TV. Padahal siang ini ayah dan ibuku akan datang kemari. Yah, kuharap ibuku membawa banyak makanan. Hehehe.

Sejak lulus kuliah, aku memang menyewa apartemen-ku sendiri. Aku ingin belajar hidup mandiri. Selain itu, jarak kantor-ku sangat jauh dengan rumah kami.

Ting Tong…. Ting Tong…

Terdengar suara bel. Pasti ayah dan ibuku! Tanpa melihat lewat intercom, aku pun segera membuka pintu. Dan… betapa terkejutnya aku melihat siapa yang ada di depan pintu. Kim Myung Soo!!!!

“Myung Soo???” aku masih tidak percaya Myung Soo ada di sini! Di depan mataku!

“YAH! Kau tidak senang melihatku?” tanya Myung Soo dengan nada dingin, lalu ia pun nyengir lebar.

“Pabo!” aku pun langsung memeluknya dengan erat. “Kenapa kau tidak bilang mau datang ke sini? Aku kan ingin memintamu membawakan banyak makanan!”

“Hahahaha. Pabo! Kau lebih suka melihat makanan daripada melihatku?” Myung Soo cemberut.

“Tentu saja aku lebih suka makanan! Hahahaa…, ayo masuk! Kau tidak membawa koper?”

Myung Soo mengikutiku masuk ke dalam apartemen. Dia menunjukkan tas ransel kecil-nya.

“Kau hanya bawa ini? Kau akan pulang lagi ya?” aku kecewa karena Myung Soo hanya akan berada di sini sebentar saja.

Myung Soo mengangguk. “Hmm. Tapi aku akan pulang bersamamu. Kau harus ikut aku ke Korea.” Myung Soo berkata serius sambil menatapku tajam.

“Mwo? Hahaha. Mana mungkin! Aku harus mengambil cuti dulu, baru bisa ke Korea.” Aku mengambil soda dingin dan menyerahkannya pada Myung Soo. Myung Soo duduk di sofa, aku pun mengikutinya.

“Ada masalah apa, Myung soo~ya?” tanyaku serius. Aku tahu pasti ada sesuatu.

Myung Soo menyandarkan kepalanya ke bahu-ku. Matanya terpejam. “Min Ah~ya.., aku…aku melakukan kesalahan besar.” Myung Soo menghela nafas panjang. “Aku menyatakan perasaanku pada Sung Yeol. Kau harus membantuku, karena sekarang Sung Yeol menjauhiku. Hanya kau yang bisa kuandalkan. Kau harus berpura-pura menjadi pacarku. Aku tidak mau Sung Yeol menjauhiku. Karena aku… aku sangat mencintainya.”

“MWO???? Kau.. serius?” aku menoleh, menatap Myung Soo.

Mata Myung Soo masih terpejam. “Aku tahu seharusnya aku tidak menyatakan perasaanku padanya. Kupikir.., dia… kupikir dia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Tapi ternyata… tidak.  Sejak saat itu Sung Yeol jadi menjauhiku. Semuanya jadi tidak terasa sama lagi, Min Ah~ya. Aku tidak mau Sung Yeol menjauhiku. Lebih baik seperti dulu…, tapi…” Myung Soo menghela nafas panjang. Aku bisa merasakan air matanya yang panas membasahi pundakku.

Aku membelai kepala Myung Soo dengan sebelah tanganku. “Mungkin dia hanya butuh waktu, Myung Soo~ya.., mungkin dia…”

“Tidak!” Potong Myung Soo. Myung Soo membuka matanya dan menatapku lekat-lekat. “Min Ah~ya.., hanya kau yang bisa membantuku. Kumohon.., bantu aku Min Ah~ya.., bantu aku agar Sung Yeol percaya aku hanya bercanda. Aku ingin dia menganggap pengakuanku waktu itu hanya candaan.”

“YAH! KIM MYUNG SOO!!! Kau jauh-jauh kemari dan memaksa-ku pergi ke Korea hanya untuk memintaku pura-pura menjadi pacarmu di depan Sung Yeol Oppa? Kenapa kau tidak menyewa gadis Korea lainnya saja? Seperti di film-film…, mungkin kau akan jatuh cinta pada gadis itu dan melupakan Sung Yeol Oppa.”

“Aish,,, Kim Min Ah.., jinja…” Myung Soo mengacak-acak rambutnya sambil menatapku tajam. “Di dunia ini aku tidak bisa mempercayai gadis manapun selain kau! Hanya kau sahabatku! Hanya kau yang bisa membantuku!” bentak Myung Soo.

Aku menatap Myung Soo dalam-dalam. “Kau.., benar-benar mencintai Sung Yeol Oppa?”

Myung Soo mengangguk.

“Seperti saat kau mencintai Lee Shin Ae dulu?”

Myung Soo mengangguk lagi.

“Sejak kapan?”

Myung Soo menghembuskan napas panjang. “Aku tidak tahu. Mungkin sejak dulu. Mungkin sejak lahir.., tapi aku baru menyadarinya sekarang. Mungkin karena itulah Shin Ae meninggalkanku. Karena dia sadar….aku bukan pria sejati.” Myung Soo tersenyum lemah.

“Myung Soo~ya.., aku tahu kau sangat terluka karena Lee Shin Ae, tapi.., bukan berarti semua wanita di dunia ini seperti Shin Ae. Di luar sana pasti ada wanita lain yang memang tepat untukmu. Lee Shin Ae tidak pantas membuatmu berubah, Myung Soo ~ya…”

Myung Soo menatapku dengan pandangan terluka. “Kau tidak mempercayaiku? Kau menganggapku aneh? Kau berubah membenci-ku?” tanyanya dengan nada dingin.

Aku menggeleng, lalu memeluk Myung Soo dengan erat. “Tentu saja tidak. Kau selamanya adalah Kim Myung Soo. Aku mempercayaimu. Selalu.”

“Kau mau membantuku?”

“Tentu saja. Tapi…, aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku, Myung Soo~ya.”

“Kau lebih mencintai pekerjaanmu daripada aku?”

Ting Tong… Ting Tong….

Terdengar suara bel berbunyi lagi.

“Pasti ayah dan ibuku.” Aku pun berdiri dan berjalan menuju pintu, tanpa sempat menjawab pertanyaan Myung Soo. Pekerjaan dan Myung Soo adalah 2 hal yang berbeda, tapi sama pentingnya bagiku.

“Eomma, Appa…” kataku begitu membuka pintu.

Eomma memelukku.  “Kau belum mandi ya?” protes eomma.

“Hehehe…” aku hanya nyengir lebar.

“Oh, Myung Soo???” ayahku terkejut melihat Myung Soo. Myung Soo membungkukkan badannya.

“Myung Soo!!! Apa kabar??” Ibuku langsung memeluk Myung Soo sambil menangis. “Bagaimana kabarmu dan kabar ibumu?” Ibuku memang sahabat Ibu-nya Myung Soo sejak kuliah.

Myung Soo tersenyum. “Eomma baik-baik saja. Maafkan aku karena aku datang kemari terburu-buru, dan aku tidak memberitahu eomma akan datang kemari.”

“Benarkah? Apakah eomma-mu tidak akan khawatir?” tanya ibuku. Myung Soo menggeleng.

Hal yang tidak kuduga terjadi. Myung Soo tiba-tiba saja berlutut di depan ayah di ibuku. Kami semua terbelalak kaget.

“Myung Soo~ya…”

“Paman…Bibi.., bisakah kalian mengabulkan permohonanku? Kumohon.., biarkan Min Ah tinggal di Korea bersama-ku. Aku.., aku sangat membutuhkan Min Ah. Aku tidak bisa hidup tanpa Min Ah…”

“KIM MYUNG SOO!!!” Bentakku. Benar-benar si dorky ini! Mentang-mentang dia aktor hebat! Pura-pura menangis segala, hah?!

Aku mendekati Myung Soo dan berbisik padanya. “Yah! Myung Soo! Apa yang kau lakukan???!! Berdiri, Pabo! Aku tidak akan ke Korea!”

“Kau lebih mencintai pekerjaanmu daripada aku, tapi aku yakin ibumu lebih mencintaiku daripada kau.” Bisik Myung Soo sambil menyeringai puas.

Myung Soo menarik tanganku dan membuatku berlutut. Aduh! Sial! lututku sakit! Myung Soo menahan bahu-ku sekuat tenaga agar aku tidak bisa berdiri.

“Paman…Bibi.., aku berjanji akan menjaga Min Ah dengan baik. Kumohon izinkan kami tinggal bersama di Seoul.”

“Myung Soo…” Ibuku berurai air mata dan langsung memeluk Myung Soo. “Terima kasih Myung Soo~ya.., sejak dulu aku selalu menanti-nantikan saat kau berbicara seperti ini.”

“MWO???” Aku memekik kaget.

Myung Soo mengedipkan sebelah matanya padaku. “Apa kubilang?” kata Myung Soo tanpa suara.

“Tentu saja aku akan mengizikanmu membawa Min Ah.” Kata Ibuku. Masih memeluk Myung Soo.

“Kau pasti akan menjaga Min Ah dengan baik, kan?” tanya ayahku.

Myung Soo mengangguk. “Tentu saja, Paman.”

Ayahku mengangguk dan menepuk-nepuk bahu Myung Soo. “Kalau begitu.., pergilah. Mungkin sekitar 2 atau 3 minggu lagi kami akan menyusul ke Korea untuk bertemu ayah dan ibumu. Pertunangan kalian sebaiknya memang diadakan di Korea.”

“Appa!!! Bagaimana dengan pekerjaanku???” Pekikku.

“Kau bisa bekerja di Korea. Kau juga bisa membuka butik-mu sendiiri. Aku akan mendukung-mu.”

“Shirreo!”

“Paman..Bibi.., sebaiknya aku tinggal dulu di sini selama beberapa hari, sambil menunggu Min Ah mengurus kepindahan kami ke Seoul. Min Ah juga bisa menyiapkan surat pengunduran diri-nya…”

“Kim Myung Soo! Aku benci Kau!!!” jerit-ku. Cepat-cepat aku berlari ke kamarku dan mengunci pintu.

Myung Soo Pabo! Jahat! Egois! Bagaimana mungkin dia memanfaatkan ayah dan ibuku juga?! Dasar devil!!!!

“Min Ah lebih mencintai pekerjaannya, maafkan aku…. Paman, Bibi, karena bersikap seperti ini. Tapi..,lebih sulit bagiku meninggalkan pekerjaanku.” Aku masih bisa mendengar suara Myung Soo.

Aku membuka pintu kamarku dan berteriak. “KIM MYUNG SOO !!! MULAI SAAT INI KAU BUKAN SAHABATKU LAGI!!!!”

BLAM!

Aku pun membanting pintu dengan keras. Aku berbaring di tempat tidur dan menangis. Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku menangis karena ulah bodoh Myung Soo. Sudah 6 tahun. Terakhir kali adalah saat Myung Soo sakit dan membuat kencan-ku dengan long crush-ku gagal total!

Ibu dan ayahku terus menerus mengetuk pintu kamarku, tapi aku tidak memedulikan mereka.

“Min Ah~ya.., kami pulang dulu. Kau harus makan. Aku sudah menyiapkan makan malam untuk kalian. Telepon aku kalau kau dan Myung Soo akan ke Korea, ne?” kata ibuku. Aku hanya terdiam.

Hari sudah gelap. Aku melirik jam dinding. Pukul 7 malam.

Tok..tok..tok..

“Min Ah~ya…., ayo makan…aku sudah lapar.” Myung Soo mengetuk pintu kamarku. Aku tidak menjawabnya. “Min Ah~ya.., aku lapar. Min Ah! Kim Min Ah! Kau tidak mau makan? Aku akan menghabiskan semua makanan in!”

“MAKAN SAJA SENDIRI, BODOH!!!!” Pekikku pada akhirnya. Kesal mendengar suara Myung Soo.

“Oke. Aku akan makan semuanya.” Jawab Myung Soo tenang. Kemudian hening. Aku menghela nafas panjang. Perutku keroncongan. Seharian ini aku hanya makan sepotong roti gandum. Semua ini gara-gara Kim Myung Soo!!!!

Pukul 8 malam. Aku menggeliat di tempat tidur. Menahan lapar.

Pada akhirnya, karena tidak kuat menahan lapar, aku pun membuka pintu kamarku perlahan. Mengintip. Myung Soo tertidur di sofa. TV menyala dengan suara pelan. Aku pun keluar dari kamarku dengan hati-hati menuju dapur.

Cepat-cepat aku memakan masakan ibuku di atas meja. Ternyata si dorky tidak menghabiskan semuanya! Aku makan dengan cepat. Bulgogi, kimchee, mandu ramyeon. Semuanya aku habiskan dengan cepat.

Tiba-tiba saja aku merasakan ada sesuatu di punggungku. “Mianhae..” bisik suara parau. Pelan.

“Kyaaaaaaaaa!!!!!!!!!” jeritku heboh dan langsung berdiri. Ternyata Myung Soo!  Saking terlalu konsentrasinya melahap makanan, aku jadi mengira Myung Soo hantu. Tadi Myung Soo menempelkan pipinya di punggungku. Cepat-cepat aku berjalan ke kamarku sambil membawa mandu ramyeon. “Jangan bicara padaku!” bentakku, ketika Myung Soo membuka mulutnya untuk bicara.

Klik. Aku mengunci pintu kamarku.

“YAH! Min Ah! Di sini dingin sekali! Mana remote pemanas ruangannya? Yah! Min Ah!!!” Myung Soo menggedor-gedor pintu kamarku. “Aiissshhh!!!! Kau ingin membuatku mati beku?? YAH! Min Ah!!!!”

Aku tidak memedulikan Myung Soo dan terus saja makan di atas tempat tidurku. Huh! Biarkan saja dia kedinginan. Siapa suruh dia bersikap egois!

Setelah makan, aku berbaring dan tertidur. Aku tidak tahu berapa lama aku tertidur, sampai kemudian aku terbangun pada pukul 1 dini hari. Aku membenarkan posisi tidurku dan menarik selimutku sampai menutupi kepala.

Aisshhh!!!! Kenapa aku jadi tidak bisa tidur lagi?! Tiba-tiba saja aku teringat Myung Soo. Dia tidak mati kedinginan kan?

Perlahan aku membuka pintu kamarku. Myung Soo tertidur di sofa sambil memeluk boneka Winnie The Pooh-ku. Aku ingat, boneka itu kado Myung Soo untukku saat ulang tahunku yang ke-10. Salah satu boneka favoritku.

Myung Soo mendengkur pelan. Aku menghembuskan nafas panjang. se-kesal dan se-benci apapun aku pada Myung Soo, pada akhirnya aku tidak bisa mengabaikannya.

Aku berjalan lagi ke kamarku, membawa remote pemanas ruangan dan selimut. Aku menyalakan pemanas dan menyelimuti Myung Soo sampai leher.

Myung Soo memang egois. Tapi aku juga sering bersikap egois.

Tapi sekarang Myung Soo sudah keterlaluan. Hanya demi Sung Yeol tercinta-nya dia tega membuatku keluar dari perusahaan favoritku!

Hhhhh…, apa yang harus kulakukan?

Keesokan harinya…,

Aku bangun pagi-pagi sekali. Menyiapkan sarapan sereal dan susu untuk diriku sendiri. Myung Soo bangun dan menghampiriku. “Aku lapar.” Myung Soo merajuk seperti anak kecil. Aku tidak memedulikannya.

“YAH! Kim Min Ah! Sampai kapan kau mau mengabaikanku?” bentak Myung Soo. Matanya yang tajam menatapku dengan tatapan terluka.

“Aku pergi kerja dulu.” kataku dingin. “Kau boleh tinggal di sini selama kau mau. Aku tidak akan keluar dari pekerjaanku. Kalau kau mau makan.., beli saja di luar dengan uangmu sendiri. Aku tidak punya stock makanan. Aku selalu makan di kantor.”

“Ibumu menaruh banyak makanan di kulkas.” Myung Soo menyeringai.

“Ini maksudmu? Aku akan membawanya ke kantor.” Aku menenteng tas besar berisi makanan dari ibuku.

“YAH!!! KIM MIN AH!!!!!”

“Semoga kau senang.” Kataku sambil menyeringai.

“Aiissshhh!!!! Jinja!!!” Myung Soo mengacak-acak rambutnya.

Selama di kantor, aku tidak bisa fokus bekerja. Kepalaku dipenuhi Myung Soo sialan! “Dorky menyebalkaaaannnn!!!!!!” tanpa sadar aku memekik pelan. Untung hanya Angelina yang mendengarku.

“Kau baik-baik saja?” tanya Angelina. Cemas. Aku mengangguk lemah.

Saat makan siang…, aku kembali teringat Myung Soo. Apakah dia kelaparan? Bagaimana kalau dia tidak bisa keluar dari apartemenku? Bagaimana kalau orang-orang mengenalinya sebagai L Infinite?

Aaarrrgggghhhh!!!! Aku bisa gila karena si dorky!!!!!

“Ya Tuhan!!! L Infinite menghilang!!” pekik Catherine heboh.

Aku tersedak. “Uhuk…uhuk…, apa kau bilang, Cat?”

Catherine tetap fokus pada ipad-nya. “Banyak gossip tentang tidak hadir-nya L di berbagai acara TV. Member Infinite bilang L sakit, tapi netizen banyak yang tidak percaya. Ada yang bilang L depresi dan sedang menjalani rehabilitasi. Ada juga yang bilang L sudah bosan jadi idol, sehingga dia kabur ke luar negeri.”

Aku mendengus. Netizen selalu saja ingin tahu kehidupan para idol Korea.

“L sudah 1 minggu menghilang. Mungkin dia memang sakit.” Kata Catherine. Dia pun beralih melihat video-video B.A.P di youtube. “Kyaaaa…. Young Jae!!!!!!” Pekik Catherine heboh. Seharusnya Mrs.Tara menceritakan “little secret”-nya pada Cat, mereka berdua pasti akan cocok bergossip tentang K-Pop!

Tunggu! Aku baru sadar apa yang Cat katakan barusan. L menghilang selama 1 minggu??? Bukankah L baru ada di sini 2 hari?! Apakah sebelum kemari dia “menghilang” entah ke mana?

Selama sisa jam kerja aku sama sekali tidak bisa fokus! Aku ingin segera sampai di apartemen-ku.

Pukul 6 sore, aku tiba di apartemen. Tidak ada tanda-tanda kehidupan. “Myung Soo?” panggilku. Tidak ada jawaban. Apakah dia pergi ke luar?

Aku berjalan ke ruang tengah, dan di sanalah Myung Soo berada. Ia sedang asyik bermain games di ativ smart-PC nya. Kebiasaan Myung Soo tidak pernah berubah. Ia tidak akan memedulikan apapun bila sedang konsentrasi bermain games. Bahkan bila terjadi gempa sekalipun, ia tidak akan sadar. Sama seperti saat ia tertidur. Myung Soo tidak akan bangun meskipun angin puting beliung menghancurkan kamarnya!

“Myung Soo, kau sudah makan?” tanyaku.

Myung Soo tidak menjawab pertanyaanku. Kedua alis matanya yang tebal hampir menyatu. Entah karena ia terlalu konsentrasi bermain games, atau karena ia sedang marah.

“Kau ingin aku pergi ke Korea bersama-mu?” tanyaku. Myung Soo langsung meletakkan ativ smart-PC nya dan menatapku tajam. Ia hanya mengangguk.

“Sebelum datang kemari…, kau pergi ke mana? Orang-orang banyak membicarakanmu di internet. Katanya kau sudah menghilang selama 1 minggu.” Aku menyilangkan kedua lenganku di depan dada sambil menatap Myung Soo tajam, layaknya seorang ibu yang menginterogasi anak-nya yang bandel dan bolos sekolah.

“Aku…, pergi berpikir.” Jawab Myung Soo datar.

“Berpikir? Tentang Sung Yeol Oppa?” tebakku.

Myung Soo mengangguk pelan. “Aku tidak ingin kembali. Sung Yeol menjauhiku. Karena itulah…aku terpaksa memintamu kembali ke Korea. Setelah kupikirkan baik-baik….hanya kau lah yang bisa membantuku.”

Aku menghela nafas panjang berkali-kali. “YAH! Kim Myung Soo! Apa yang akan kau berikan padaku kalau aku membantumu?”

“Kau mau membantuku?” mata Myung Soo membelalak.

“Tergantung apa yang akan kau berikan padaku.”

“Jinjaa???” Myung Soo tersenyum lebar. Langsung saja dia menghampiriku dan memelukku. “Gomawooooo Min Ah~ya…, aku akan memberikan apapun.”

“Benarkah?” tanyaku.

Myung Soo mengangguk. “Hmm..”

“Kalau begitu kau harus berjanji 1 hal padaku. Setelah hubunganmu dan Sung Yeol Oppa membaik seperti dulu.., kau harus memberitahu orang tua-ku kalau kita hanya pura-pura pacaran. Dan kuharap hubungan kalian segera membaik, sehingga sebelum ayah dan ibuku ke Korea untuk bertemu orangtua-mu, kau sudah memberitahu mereka yang sebenarnya. Aku tidak akan keluar dari perusahaanku. Aku akan mengambil cuti selama 2 minggu. Aku akan bilang pada boss-ku kalau sepupu kesayanganku sakit kanker otak stadium 3. Dan selama 2 minggu ini aku harus menemaninya di Korea.”

Myung Soo mengangguk. “Oke.”

“Daaan…, satu lagi…, kau harus membiarkanku tinggal di apartemen Infinite. Aku tidak mau tinggal bersama ibumu. Aku mau 1 kamar untuk diriku sendiri di apartemenmu.”

“Mwo? Tapi…”

Aku menatap Myung Soo tajam. Myung Soo menghela nafas. “Oke..oke…”

“Aku tidak mau orang lain tahu tentang hubungan kita, selain member Infinite.”

“Oke.”

“Selama di Korea kau harus menuruti semua keinginanku.”

“Arrasseo.” Tukas Myung Soo cepat.

“Satu lagi.., “

“Sejak tadi kau terus bilang satu lagi…”

“Dilarang protes!” tukasku. Myung Soo mengangkat kedua tangannya, tanda menyerah.

“Kau tahu kan kalau aku nge-fans sekali pada Sung Gyu Oppa?”

“Ne.” jawab Myung Soo malas.

“Kau harus membantuku agar Sung Gyu Oppa menjadi pacar-ku.”

“Mwo???” Myung Soo membuka mulutnya lebar-lebar. “Kau pikir Sung Gyu hyung akan menyukaimu…?”

Aku menendang kaki Myung Soo dengan keras.

“Aduh! YAAAH!!”

“Kau bilang kau akan memberikan apapun padaku. Jadi.., kau juga harus mengabulkan keinginanku yang satu itu.”

“Oke..oke..”

“Bagus.” Aku tersenyum puas.

“Jadi, lusa kita pergi ke Seoul?” tanya Myung Soo memastikan.

“Besok. Kita pergi besok siang. Boss-ku pasti akan setuju, karena aku punya rahasia-nya.”

Myung Soo hanya menatapku dengan penuh tanya. Ia menggeleng, tak peduli. “Aku lapar. Kau tidak memasak?” tanya Myung Soo.

Aku menegadahkan tanganku. “Berikan kartu kredit-mu.”

“Hah? Untuk apa?”

“Membeli makanan, Pabo! Kau pikir membeli makanan tidak perlu pakai uang?!” aku tersenyum saat Myung Soo menyerahkan semua kartu kreditnya padaku.

Kim Myung Soo, sebaiknya mulai saat ini kau jadi anak penurut. Aku akan membantumu dan tentu saja menjaga rahasia gelap-mu itu.

Ya Tuhaan.., aku masih tidak percaya sahabat baikku ternyata gay!

*****

–          TBC –

5 thoughts on “Gay or Guy?

  1. mimiii aku masi ga percaya ciyusan itu si L beneran gay di ff kmu -_-

    apa g mungkin itu cuman modus (?) biar dia bisa bawa min ah balik ke korea?? hehehhe sebenernya dia suka min ah

    *masi ga terima yeol ditempak L -peluk yeol eraaaaaaaaattttttttttttttttttt >,<.. ga rela punya saingan L!! MUEHEHEHEHE *dijitak daehyun

    hehehe lanjutttt miiiii.. ecieee pengen jadi pacarnya sunggyu lalalala~~ titip salam buat dongwoo /labil/

      • Habisaannn ga ktampangan (?) Si L ituu hahahaha dan knapa harus yeol?? Wkwk

        Heuuu ga mau saingan pokoknya ama member infinite trutama sungjong sii *abis kdang aq pikir dia cantik (?) Wkwk

        Hahahhaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s