Moonlight Destiny (Chapter 4)

Title                 : Moonlight Destiny

Author                        : Azumi Aozora (@AzmiWiantina) & Kunang (@helloimnia)

Main Cast       : Park Chan Rin (OC), Han Hee / Honey Lau (OC), Oh Se Hun (EXO-K), Kim Jong In / Kai (EXO-K), Jung Dae Hyun (B.A.P), Yoo Young Jae (B.A.P)

Support Cast  : Park Chan Yeol (EXO-K), Henry Lau (Suju-M), Lee Taemin (SHINee), Kim Myung Soo / L (Infinite), Lu Han (EXO-M), Wu Zun, EXO and B.A.P members

Length            : sequel

Genre              : Fantasy, family, romance, life, friendship, mystery

Rating                         : PG+15

Summary        : Bagaimana bila berbagai makhluk yang kau kira hanya ada di negeri dongeng, kini benar-benar nyata? Guardian angel, devil, werewolf, spirit, dan vampire. Kau tidak pernah menyadari dirimu berbeda dan special, hingga kau bertemu mereka. Lalu apa yang akan terjadi saat kau mengetahui berbagai rahasia gelap yang seharusnya tidak kau ketahui?

Image

Masa depan bisa berubah sesuai pilihan yang kita ambil. Tapi, apakah takdir bisa berubah?

Inilah kisah kita. Takdir kita.

 

 

4th Destiny – By : Kunang

 

=========Author PoV==========

@Puri tua

 

“Tempat apa ini?” seorang yeoja berambut panjang menatap nanar sekelilingnya, dia terlihat benar-benar shock dengan apa yang baru saja terjadi pada dirinya dan juga namja yang sekarang sudah melepaskan pelukannya dari yeoja itu.

Tentu saja yeoja itu kebingungan, tempat yang sekarang dia lihat lebih seperti ruangan besar yang sudah sangat tua dengan penerangan temaram. Rasa dingin yang tidak biasa terasa menusuk sampai ke tulang sumsumnya. Belum lagi bagaimana caranya namja di hadapannya bisa membawanya ke tempat ‘dingin’ seperti ini? Bukankah beberapa detik lalu mereka hampir saja tertabrak?

“Sehun-ah, kenapa kau tidak menjawab ku?” sekali lagi yeoja yang bernama Chan Rin itu bertanya, tapi namja berpipi tirus itu hanya terdiam dan menatap dengan pandangan kosong ke arah Chan rin, seolah ada hal lain yang dipikirkannya.

“Sehun-ah, gwenchana?” sekarang Chan rin dengan cemas malah meletakkan telapak tanganny di dahi Sehun, membuat namja tampan itu agak tersentak dan langsung menyambar pergelangan tangan Chan rin. Gadis itu mengerjap bingung, dia sama sekali tak sadar kalau darah yang telah berhenti keluar dari telapak tangannya membuat Sehun hampir lupa diri.

“Kau benar-benar menyusahkan Park Chan Rin”

“Mwo?”

Sehun tidak berkata apapun lagi, dia hanya tersenyum pahit dan kemudian melepaskan pergelangan tangan Chan rin setelah meneguk air liur di mulutnya. Kemudian matanya yang tajam pun beralih ke arah jendela besar yang terbuka, memperlihatkan bulan yang hampir bulat sempurna.

Besok bulan purnama, ntah mengapa perasaannya makin tidak enak

==========Still Author PoV =========

@Keesokkan harinya, jam istirahat sekolah

 

“Jadi kau sama sekali tidak ingat bagaimana caranya kau bisa kembali ke rumah?” Han hee terlihat begitu heboh ketika akhirnya Chan rin menceritakan apa yang terjadi pada dirinya kemarin. Tentu saja, kecuali soal namja yang membawanya adalah Oh Sehun.

“Shttt…. bisa kah kau tidak berisik?!” yeoja yang bernama Chan rin itu melihat ke sekeliling mereka, memastikan tidak ada orang yang mendengar. Sekarang mereka berdua sedang duduk di bangku taman sekolah.

“Okee.. aku tidak berisik, jadi bagaimana?”

 “Sudah kubilang kan tadi, kalau aku sama sekali tidak ingat bagaimana aku bisa pulang ke rumah?! Yang kuingat, aku sedang di sebuah bangunan tua anni.. mungkin sebuah puri tua dan kemudian aku sudah terbangun di tempat tidur pagi harinya”

“Aneh sekali…. sepertinya yang membawa mu bukan manusia biasa. Chan rin, kau benar-benar tidak tahu siapa yang membawamu?”

Chan rin diam sesaat kemudian menggeleng ragu, dia sama sekali tidak tahu kenapa dia harus berbohong. Tapi yang jelas, sekarang gadis itu benar-benar penasaran dengan maknae exo itu. Apa mungkin yang dikatakak Han hee benar? Kalau Oh Se Hun bukan manusia biasa? Jadi kalau dia bukan manusia, lalu…

“Kau tahu Chan-chan, Kai oppa benar-benar mencemaskan mu” Kata-kata Han hee membuyarkan lamunan Chan rin, ntah mengapa gadis itu tertarik pada kata-kata saudara tirinya itu.

“Jeongmal yo?”

Han hee menganguk, sama sekali tidak terbersit sedikitpun rasa cemburu di matanya malah gadis manis itu terlihat sangat bersemangat untuk menceritakannya “Saat aku mengatakan pada Kai oppa kalau aku tak bisa menemukanmu, dia terlihat begitu panik dan kami pun mencarimu seharian eh.. ternyata pas aku pulang, kau sudah tiduran di tempat tidurmu”

“Ahh…”

“Rasanya baru kali ini aku melihat dia begitu panik, hehehe…”  tambah Han hee memelintir rambutnya yang ikal sambil berpikir. Tanpa sadar gadis itu bicara sendiri “Kalau aku yang hilang bagaimana ya? Apa Daehyun oppa akan cemas… ah sepertinya tidak mungkin, dia kan bilang kalau dia membenciku”

“Eh… kau bilang ‘Dae’ siapa?” Chan rin yang tidak begitu memperhatikan kata-kata Han hee terlihat bingung, Han hee langsung menekapkan mulutnya dan menggeleng.

“Bukan siapa-siapa” elak nya tapi tetap saja membuat Chan rin menyipit curiga “Oh yang lebih penting… kau tahu Chan-chan?.. aku senang kau mulai terbuka pada ku hehehe, aaaa aku sukaaaa Chan Chaaannnn!!!”

“YAAA!!! JANGAN PELUK AKUUUUU!!!”

 

===========Han Hee PoV=========

@Yang San Vocal’s Course

16.00 KST

 

“Kau… salah satu guru vokal ku?” aku mengerjapkan mata tak percaya mendapati namja berpipi tirus dan berambut coklat menatap ku dengan malas.  Aku benar-benar tidak menyangka kalau guru di tempat les vokal baru ku adalah si namja hantu tampan yang tak lain adalah Jung Dae Hyun BAP!! Tapi.. apa yang dia lakukan disini? memangnya dia tidak cukup sibuk dengan kegiatannya?

“Kalau kau tidak suka, baiklah.. aku juga tidak akan…”

“JJANKAMMM!!! AKU SUKA!! Ah….” aku langsung menekapkan mulutku, ntah mengapa namja satu ini selalu membuatku tidak fokus. Mungkin karena aku mulai mengidolakannya? Hehehe… “Maksud ku.. aku senang kalau kau mau menjadi guru ku”

“Tapi aku tidak suka kau menjadi murid ku, pendek” katanya sambil memukul kepalaku dengan pulpen yang dari tadi dibawanya membuatku mengaduh. Sebenarnya aku penasaran sekali, kenapa sih hantu satu ini sepertinya ingin sekali aku membencinya? Tapi itu tidak akan terjadi karena dia sama sekali tidak melakukan hal yang membuatku membencinya hehehe…

“Kekekekeke”

“YAA!! Sekali lagi kau tertawa, kau akan aku keluarkan dari tempat ini!” Sentak Dae hyun oppa, membuatku langsung terdiam, benar-benar deh.. apa namja ini tidak bisa berhenti pasang tampang galak di depan ku?

“Ada masalah?”

“Anniyo oppa”

“Ckk.. aigooooo!!! Jangan pernah panggil aku ‘oppa’, panggil aku seonsaeng!” katanya dengan nada memerintah. Sebenarnya aku tidak terlalu fokus dengan apa yang dikatakannya, karena menatap wajahnya saja sudah menarik seluruh indra ku untuk fokus dengan yang kulihat. Aku hanya menganguk tanpa mengerti apa-apa.

“Dan jangan pasang muka bodoh seperti ini!”

“AWWW… APPO huhuhuhu” aku pura-pura pasang tampang kesal ketika Dae oppa eh salah Jung seonsaeng mencubit pipiku “Aihhh.. seonsaeng… kau mencubitku karena aku cute kan? haha…”

“Ckk…You wish!” Daehyun oppa menggeleng-gelengkan kepala melihat aku yang malah tersenyum lebar “ aku tak menyangka gadis sepertimu mau menjadi penyanyi”

“Tentu saja aku mau, apa kau tak tahu kalau impian ku adalah menjadi seorang multitalented artist?”

Dae hyun oppa menghembuskan nafas panjang, membuat senyum ku sedikit memudar “Kita lihat saja, sampai dimana kepercayaan dirimu itu ada Lau Haksaeng”

 

=======Han Hee PoV end =====

======= Kai PoV =========

@Yang San  Vocal Course, 2 hour later

 

Sudah hampir satu bulan sejak aku berhubungan dengan Han Hee, dan rasanya semua masih sama saja. Selain wajah dan sifatnya, aku merasa ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang aku rasakan dan terima dalam diri Princess Aster dan belum aku rasakan ada pada diri Han Hee. Mungkin sesuatu itu yang banyak manusia sebut dengan ‘cinta’. Rasanya selama ini aku hanya diperlakukan sebagai ‘oppa’ nya bukan ‘namja chingu’. Tapi aku masih yakin, dengan berjalannya waktu aku akan membuat Han hee menyukaiku.

Dan hal lainnya yang mengusik pikiranku, makin lama aku mengenal Han hee, ntah mengapa aku merasa sifat cerianya sedikit tidak alami. Seolah ada satu sisi gelap dari dirinya yang sama sekali tidak aku ketahui. Tapi semoga yang ini hanyalah halusinasiku.

“Han—-“ kata-kata ku berhenti begitu melihat sosok mungil Han Hee keluar dari gedung tempat kursus bersama dengan seorang namja bermuka masam. Dia terlihat sangat bersemangat menyodorkan kertas yang sepertinya berisi materi latihannya pada namja itu, Aku tidak pernah melihat wajah Han hee secerah itu.

“Ahh… k.. kau menjemputku?” kata gadis itu begitu melihatku, ntah mengapa aku bisa merasakan nada kecewa dalam suaranya. Jangan bilang Han hee suka namja di sebelahnya ini? Ya, namja ini, si Devil Jung Dae Hyun! Selain itu dia adalah salah satu dari orang yang sering mengikuti Chan Rin. Yang jelas aku tak bisa membiarkan hal ini.

“Wahh… ternyata kau sudah dijemput namja chingu mu” kata Daehyun ringan, syukurlah dia tahu posisiku. Sedangkan Han hee menatapku yang sudah merangkulnya dengan wajah shock.

“Nee… Han Hee adalah yeojachingu ku”

“Kai oppa!”

Dae hyun tersenyum ke arah kami, ntah mengapa rasanya aku bisa melihat raut kecewa terlukis di wajah yeojaku.  Apa mungkin dia kecewa karena Dae Hyun sepertinya tidak peduli dengan yang dikatakan oleh ku?

 “Oh ya… karena lambat laun kalian pasti akan tahu, aku akan memberi tahu kalian, aku adalah namja chingu nya Park Chan Rin”

“MWO?” Han hee tersentak kaget, sedangkan aku hanya diam walau tak kalah shocknya.

Namja chingu Park Chan Rin ? Bagaimana bisa?!

 

=======Someone PoV========

@Atap Gedung Lantai 10

 

            “Hahahhahahha… kau kalah langkah ya? Sesuai dugaan, Honey ku pasti akan tertarik pada Dae Hyun. Tapi tak kusangka, dia setuju jadi yeoja chingunya Kai” Kataku sambil mengamati ‘kejadian’ di bawah. Aku tidak perlu alat pendengaran ataupun teropong untuk melihat dengan jelas kejadian di bawah. Dengan ‘kekuatan’ ku, aku bisa melakukannya semudah membalikkan telapak tangan.

            “Pangeran… sebenarnya apa tujuan Pangeran memberi tugas ‘aneh’ seperti itu pada Dae hyun?” tanya seseorang yang sedari tadi ada di belakang ku. Aku bisa merasakan dia juga ikut melihat kejadian di bawah. Tapi sekarang sudah tidak ada tontonan lagi karena Honey sudah pergi dengan Kai dan Daehyun pun sudah pergi menembus kegelapan malam dengan kekuatannya.

“Memangnya kenapa? Suka-suka ku kan mau memberi dia tugas apa? Aku adalah gurunya!” kata ku tegas “Dan harus kubilang berapa kali sih? jangan panggil aku ‘pangeran’ disini!”

“Padahal pang – maksudku hyung tahu dengan jelas kalau Han hee sulit membenci orang, karena… “

Ssshhhhhh

            Pagar besi yang kupegang perlahan meleleh karena suhu super panas yang keluar dari tanganku “Jangan diteruskan! Kau tahu kan kalau aku tak suka membahas hal ini?”

            “Tapi hyung…”

“YOO YOUNG JAE! KUPERINGATKAN!

“Hyung, jangan bilang kalau kau masih menganggap Han hee adalah adikmu?” Young jae menarik nafas panjang sebelum melanjutkan “Kau sendiri tahu kan Hyung! dia bukan Xi Zhen Han, dia bukan princess Aster! DIA BUKAN ADIK MU!!”

Kata-kata Young Jae membuatku naik darah, dengan gerakan super cepat aku sudah berada di belakang namja itu. Kuku ku yang bisa tumbuh secara otomatis terlihat mengkilap di bawah cahaya matahari senja, memperlihatkan ketajamannya yang luar biasa. Tapi Young Jae hanya terdiam.

“Sekali lagi kau bilang hal yang tidak masuk akan seperti tadi, aku tidak akan membiarkan mu hidup Young jae ah~ “Kata ku sambil menusukkan sedikit kuku ku di lehernya, perlahan darah merah segar mengalir membasahi lehernya yang putih. Tidak terlalu deras karena aku tidak menusuknya di bagian vital

“Kau pasti tahu kan walau saat ini kekuatan ku terbatas, aku masih bisa membunuhmu Young jae-ah?”

“Nee….”

“Jadi kali ini pun kau tidak akan menghalangi ku, arraseo?” tanya ku lagi. Young Jae hanya menganguk sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Good….” kataku sambil mendengus dan melepaskan Young jae yang masih terpaku di tempatnya. Mataku menatap tajam ke arah Young jae, aku tahu ada yang disembunyikan namja ini padaku dan semua kaum-ku. Tapi tidak masalah, aku masih membutuhkannya. “Kau harus ingat Young jae ah, jangan pernah mencampuri urusan ku, kau hanya cukup menonton dan menjaga Honey”

“Hyung.. dari dulu ada hal yang membuatku penasaran, kenapa kau meminta ku menjaga Han Hee?”

Aku hanya tersenyum pahit, seandainya aku bisa, seandainya kutukan ini tidak ada, aku sendiri yang akan menjaganya.

“Hyung?”

“Kau mencintai Honey kan?” tanyaku, aku bisa melihat ekspresi wajahnya berubah “Aku tahu kau mencintai Honey, jadi ‘siapapun kau sebenarnya’ aku percaya kau tidak akan menyakitinya”

 

==========Someone PoV end=============

========= Young Jae PoV ============

@Cafe, keesokkan harinya

 

“Oppa! Kau tahu, siapa yang menjadi guru les vocal ku?” Han hee menurunkan kertas-kertas soal yang sedang aku periksa, matanya yang lincah menatapku penuh semangat. Ya, sudah sebulan ini setiap seminggu sekali aku selalu menyempatkan diriku untuk mengajarinya matematika, pelajaran yang menurutnya paling sulit se-jagat raya.

“Dae hyun kan?” jawabku, sama sekali tak tertarik walau sebenarnya entah mengapa aku merasa kesal. Tanpa sengaja aku menceritakan pada Daehyun kalau Han hee akan memulai les vocal di Yang San vocal course, dan tidak kusangka dia memanfaatkan informasi dariku.

“Yahhh… kau sudah tahu, tidak seru ah!” sekarang dia menggembungkan pipinya dan menyandarkan kepalanya ke meja, sementara tangan kirinya mencoret-coret kertas yang hampir penuh dengan rumus-rumus matematika.

“Apa yang kau gambar?” mataku tertarik melihat gambar abstrak orang bersayap putih dan besar sedangkan di atas kepalanya ada lingkaran dengan warna senada. Han Hee tidak menjawab ku dan lanjut menggambar satu orang lagi, kepala bulat orang itu ada tanduknya dengan senyum asimetris di wajahnya.

“Oppa, kalau kau pastilah ‘angel’ lebih tepatnya ‘guardian angle’ yang selalu menjaga ku” kata Han hee sambil menulis “Yong Cai” di atas gambar orang bersayap, Yong Cai memang nama ku dalam bahasa mandarin. Tak lama jemarinya pun berpindah dan menulis nama “Da Xian” di atas gambar orang yang bertanduk “Kalau orang ini, mungkin cocok jadi devil aneh kali ya oppa?”

“Maksudmu Daehyun?”

“Siapa lagi? Ah… aku benar-benar masih tidak percaya kalau Chan Rin dan Dae hyun oppa berhubungan” Dengan lesu Han hee melepaskan pulpennya yang dia pakai coret-coret tadi dan menenggelamkan wajahnya di meja.  Aku hanya bisa tersenyum tipis sambil menepuk nepuk rambutnya.

“Wae? Kau cemburu? Bukan kah kau punya ‘Kai oppa’ mu itu?”

Selain itu, kau mempunyai ku yang selalu memihakmu Han Hee~ah..

Han hee hanya diam, aku sudah mengenal gadis ini sejak lama jadi aku bisa tahu  kalau dia patah hati, mungkin..

 “Anni… bukan seperti itu oppa” kata Han Hee sambil bangun, dari sorot wajahnya aku tahu dia terlihat sedih “Kau ingat oppa, dulu aku sangat nge-fans dengan Oguri Shun, aktor Jepang itu, dan begitu dia menikah rasanya aku sangat sedih, ya.. perasaan seperti itu”

“Geotjimal”

“A.. aku tidak berbohong!”

Aku hanya tertawa kecil melihat ekspresi Han Hee yang terlihat ngambek, kemudian akupun membalikkan kertas, memperlihatkan kertas yang tadi aku periksa. Perlahan wajah yeoja di depanku berubah cerah melihat kertas di depannya.

“OPPA?! JAWABAN KU BENAR SEMUA? AKU DAPAT 100?”

“Eh… “ aku berpura-pura pasang muka serius “Mian, ini bukan jawabanmu, tapi jawaban adikku, nah ini hasil mu yang sebenarnya” kataku sambil membalikkan kertas jawaban dengan angka 60 besar berwarna merah. Angka nol nya sengaja aku gambar dengan mata dan mulut dengan lidah terjulur.

“YAAA!!  YOO YOUNG JAE KAU SENGAJA KAN!!!”

“Mehrong hahahhaha…” kata ku sambil menjulurkan lidah, Han Hee terlihat agak kesal tapi kemudian dia ikut tertawa dengan ku.

Rasanya hanya Han Hee lah alasan ku untuk menerima takdir-ku, meski harus ‘membuang’ semuanya dan menghadapi rintangan di depan ku kelak. Demi gadis ini, aku akan melakukannya.

Karena dialah ‘angle’ bagiku.

 

=========Someone PoV========

@Malam bulan purnama, hutan

 

Aku benci bulan purnama

Sekaligus aku menyukainya

Bagi ku, ini adalah tahun ke-empatku harus mengalami penderitaan menjadi manusia serigala, tentu saja tidak sepenuhnya menderita karena saat aku menjadi manusia serigala, saat itu pula aku bisa menggunakan ‘kekuatan’ ku. Dengan mudah aku bisa memburu jiwa-jiwa manusia untuk meningkatkan kekuatan ku saat kembali ke tubuh asalku.

Dan terlebih lagi, aku bisa melolong untuk melepaskan sedikit beban di kepalaku.

“Auuuuuuuuuuuuuuu” lolong ku panjang, disambut lolongan serigala lainnya. Setiap malam bulan purnama aku selalu bersumpah untuk membuat angle yang membuat ku dan adikku menderita menerima balasan setimpal.

Ya… dan aku sangat mengenal ‘angle’ itu. Dia berada sangat dekat dengan ku dan aku yakin dia tidak menyadari jati diriku.

Tapi ini belum saatnya balas dendam, masih ada yang harus kulakukan

Aura seseorang mengusik diriku, dengan sigap aku berbalik dan menggeram ke arah pohon besar yang berada hanya sekitar 5 meter di depan ku. Aku tahu dia datang, aku yang memanggilnya.

“Gu.. guru… apa kau benar-benar guru ku?” akhirnya seseorang keluar dari balik pintu, ya dia bukan orang biasa. Seandainya dia tidak berlindung di bawah bayangan pohon dan terkena cahaya bulan, wujud devilnya akan tampak.

Perlahan, seperti menuruti kehendakku, awan hitam perlahan menutupi bulan purnama. Mambuatku perlahan kembali ke wujud ‘manusia’ ku. Namja di depan ku, Jung Dae Hyun menatapku tak berkedip.

“Jung Dae Hyun, aku dengar kau masih belum berhasil menjalan kan tugas mu” kata ku setelah bergerak super cepat dan menepuk pundaknya, Dae hyun yang terkejut langsung mundur beberapa langkah.

“Guru, aku sedang berusaha” kata nya, dia sama sekali tidak melihat ke arah ku. Aku hanya mendengus, dasar payah.

“Berusaha? Yang aku lihat kau malah sibuk ‘merayu’ yeoja chingu baru mu itu” kata ku sambil tersenyum meremehkan, Daehyun terlihat terkejut.

“ANNI! Akuu…”

“Cukup! Aku tidak butuh alasan mu!” potong ku cepat “Kau sama sekali tidak mengenal Honey Lau, tapi aku sedang berbaik hati, aku akan memberi tahu satu hal yang bisa membuat dia membencimu, mungkin untuk selama-lamanya”

Namja berkulit putih di depanku menyipit curiga “Kenapa… kenapa guru membantu ku? Kenapa guru sangat ingin gadis itu membenciku?”

Aku tidak menjawab, aku tidak mau membagi jawaban itu sekarang pada siapapun. Hanya senyuman pahit yang terlukis di wajahku.

“Guru?”

Kau akan tahu alasannya suatu saat nanti Jung Dae Hyun

 

========Someone PoV end========

========Han Hee PoV ============

Beberapa hari kemudian

 

“Eh bukan kah itu Chan-chan?!” gumam ku ketika  melihat seorang yeoja menggunakan jaket besar, topi dan kacamata sedang berjongkok di balik kotak pos besar. Dia tampak sedang mengamati sesuatu dengan teropong kecil yang di bawanya.

“CHAN CHAN!!” Aku menepuk pundaknya, dan tanpa kusangka saudara tiriku ini sangat terkejut sampai mendorong ku untuk ikut bersembunyi di balik kotak pos itu. Tangannya dengan sigap memblokir mulutku dengan kencang sehingga sekarang aku tidak bisa bicara apapun.

“Shttt!! Bisa kau kau diam sebentar saja!” desisnya kesal, aku mau tak mau menganguk sebelum kehabisan nafas. Dan akhirnya dia melepaskan tangannya, whew….Tapi setelah itu, gadis berambut lurus ini kembali sibuk mengamati sesuatu di depannya.

“Apa sih yang sedang kau lihat?” tanya ku hampir berbisik, tapi Chan-chan sama sekali tidak mempedulikan ku. Aku yang penasaran pun akhirnya ikut menatap ke arah yang dilihat Chan-chan, mata ku menyipit ke arah sebuah jendela cafe di seberang jalan yang cukup jauh untuk melihat dengan jelas siapa yang dilihat oleh Chan-chan.

Samar-samar ntah mengapa aku yakin yang diperhatikan Chan-chan adalah namja berambut blonde dengan kulit putih susu, seketika mataku melebar. Jjankam… bukan kah namja itu…

“Chan chan.. jangan bilang kau stalking Oh Sehun?!”

Chan chan menatapku dengan pandangan aneh, kemudia dia kembali melihat ke arah Sehun. Rasanya aneh juga mendapati gadis cool seperti Chan-chan sampai mengikuti seorang namja, mungkin setidaknya satu kali saja seorang gadis akan diam-diam mengikuti namja yang disukainya. Dulu pun sat aku tinggal di kanada, aku pernah mengikuti idolaku, tapi hanya sebentar karena aku kehilangan jejaknya.

Eh.. tapi bukan kah Chan-chan sudah punya Daehyun oppa? Buat apa dia mengikuti Sehun? Atau Sehun oppa? Ishh.. aku masih bingung siapa yang harus aku panggil ‘oppa’

“Ah dia pergi!”desis Chan chan, dia pun berdiri dan meninggalkan ku untuk menyebrang. Dengan agak bingung aku mengikuti gadis ini, untung saja lampu untuk pejalan kaki yang menyebrang sedang hijau.

Sebentar, kenapa aku jadi stalking Oh Sehun juga?

Aku pun mengikuti Chan-chan yang sekarang sembunyi di balik pohon menunggu Oh Sehun yang sedang membayar di kassa. Tak lama, namja jangkung itu pun keluar dari cafe dan melewati pohon tempat kami bersembunyi.

Deg

Entah mengapa tiba-tiba kaki ku menjadi berat, rasanya ada sebuah aura dingin yang membuat diriku lemah dan bulu kudukku merinding. Dan sebelum aku menyadari apapun, aku sudah duduk terjatuh sambil memeluk diriku sendiri.

“YAA!! Kau kenapa?” Chan –chan menatapku cemas, perhatiannya sudah tidak lagi pada Oh Sehun yang aku yakin sudah jauh dari kami “Kau pucat! Dan kenapa tubuh mu dingin seperti ini?”

Oh Se Hun … jangan-jangan dia bukan manusia biasa, entah mengapa aku merasa takut padanya.

 

=======Honey PoV end=======

=======Jung Dae Hyun PoV========

@Kediaman keluarga Park

 

“Jung seonsaeng!! Kau datang?! Hehhehe” suara cempreng yang sudah sangat aku kenal siapa pemiliknya menyambutku ketika memasuki kamarnya. Chan rin bercerita kalau Han hee sedang sakit, jadi aku gunakan alasan menengok gadis bawel ini supaya bisa masuk ke dalam rumahnya.

“Ternyata semangat mu itu tidak hilang ya walaupun sakit?” sindir ku sambil duduk di kursi sebelah tempat tidurnya, sementara Chan Rin duduk di kursi di depanku. “Lagi pula kau sakit apa? Sepertinya kau baik baik saja”

“Aku memang baik-baik saja hehe.. Chan-chan yang terlalu berlebihan!” jawabnya dengan gaya cerianya yang biasa. Wajah polos yang seolah tanpa beban itu, aku benar-benar membencinya.

“YAA!! Berlebihan bagaimana? Sampai tadi malam suhu tubuhmu tidak normal!” balas Chan rin sambil menddakbam ringan Han hee yang langsung mengaduh, entah mengapa rasanya Chan rin yang bersama dengan Han hee agak berbeda dengan Chan rin yang biasa.

Aku pun menatap ke sekeliling kamarnya. Dinding kamar yang colourful memang cocok dengan watak anehnya, rak buku pelajaran di depannya sangat rapih berbeda dengan rak berisi komik di sampingku. Sepertinya dia lebih suka membuka komik di banding buku pelajaran.

“Apa ini?” gumam ku sambil membuka sebuah frame yang tertelungkup di samping mejanya, mata ku melebar ketika melihat fotoku yang sedang perform.

“YAA!! KEMBALIKAN!” Han hee merebut frame dari tanganku, wajahnya terlihat begitu merah. Seorang gadis menyimpan fotoku di samping tempat tidurnya? Jangan bilang kalau gadis ini benar-benar menyukaiku? Anni… tidak mungkin, selama ini aku selalu melakukan hal yang buruk padanya, mana mungkin dia menyukai ku!

“Foto apa yang kau sembunyikan? Mencurigakan…” Delik Chan rin, tapi Han hee hanya tertawa kecil.

“Foto aku dengan Kai oppa, kau mau lihat chan-chan? Kami mesra sekali lohh… Hehehhe” bohong gadis yang sedang duduk di tempat tidurnya itu, aku hanya mendengus. Ternyata di luar dugaan, dia pintar berakting.

“Tidak perlu”

“Siapa yang mesra sekali?” suara seseorang membuat senyum di wajah Han hee menghilang, dan ketika aku berbalik seorang namja jangkung berkulit tan dengan tuksedo putih sudah berdiri di pintu yang terbuka. Alih-alih menatap Han hee, dia menatapku tajam. Tangannya memegang sebuket bunga mawar merah dan sekeranjang buah.

“Kai oppa! Kau habis pemotretan dimana? Style mu keren sekali!” kata gadis di sampingku dengan riang, dan akhirnya tatapan namja itu kembali pada Han Hee.

“Dasar kau ini!” Kai tersenyum lembut pada Han hee dan kemudian berjalan ke arah ku, aku pun otomatis berdiri dan membiarkan dia duduk di samping gadis bawel satu ini “Untuk mu chagiya”

“Waahhh.. gomawo oppa!”

Cup

Seolah itu suatu hal yang paling wajar, sekarang Kai mencium dahi Han hee. Ntah mengapa rasanya aku sedikit terganggu dengan pasangan ini. Aku  bisa melihat ekspresi terkejut  Han hee, sedangkan Chan Rin aku tak bisa membacanya.

“Sepertinya kau sudah baikkan ya?”

“Tentu saja hehehe…” kata gadis itu dengan suara ceria yang terdengar dibuat buat, sedangkan Chan rin memberi kode padaku untuk meninggalkan mereka berdua. Aku menganguk singkat dan hendak beranjak tapi kata-kata Han Hee membuatku berhenti.

“Daehyun oppa!” aku menengok dengan pandangan memperingatkan “Yaa~ ini kan bukan di kelas, biarkan aku memanggilmu ‘oppa’”

“Ckk terserahlah”

“Okee.. jadi Daehyun oppa, Chan chan dan Kai oppa bagaimana kalau sabtuini kita main? Hehe… aku memenangkan undian ini!!!” Han Hee mengeluarkan empat tiket dari balik laci meja sebelah tempat tidurnya dan menyerahkannya masing-masing tiketnya padaku, Chan rin dan Kai. Sedangkan dia sendiri memegang satu tiket.

Tiket itu, tanpa membacanya pun aku sudah tahu isinya karena diam-diam aku sendiri yang mengaturnya agar Han Hee memenangkan tiket ini dari undian. Diam-diam kemarin aku menyamar menjadi pemilik toko supermarket, gadis ini sama sekali tidak curiga saat aku persilahkan mengambil kupon undian. Mungkin sebentar lagi aku bisa menyelesaikan tugasku untuk membuat Han Hee membenciku, tapi ntah mengapa… rasanya aku tidak senang sama sekali.

 

===========Dae Hyun PoV end========

 

===========Author PoV============

@Lotte World, sabtu malam

 

“YEAYY!!!!  AAYOOO KITA NAIK SEKALI LAGI!!!” Han hee berteriak kegirangan sambil menunjuk ke arah jet roller coaster di hadapan mereka berempat. Ya, Han Hee mengajak Kai, Daehyun dan Chan rin double date ke lotte world dan ‘setengah memaksa’ mereka menaiki hampir semua wahana yang menantang adrenalin seperti Atlantis Adventure Roller Coaster, Gyro Drop (Wahana seperti histeria di dufan, tapi ini memiliki ketinggian 70 M dan dijatuhkan dengan kecepatan 100 km/jam) dan wahana menantang lainnya. Dan enaknya mereka main pada malam hari, pada malam hari tidak terlalu banyak orang dan tidak seterang siang hari sehingga dengan penyamaran ringan saja, tidak ada yang tahu kalau Kai Exo dan Daehyun BAP sedang bersama mereka.

 “Aku tidak mau main lagi!”  Chan Rin yang terlihat mual memilih duduk di kursi-kursi luar sebuah kafe, rasanya tenaganya sudah habis di tarik kesana-kemari oleh Han Hee, yang ternyata selain Happy Virus juga Extreme Ride Maniak.

“Yaahhh… tidak seru!” Han hee terlihat sedikit cemberut dan kemudian ia pun duduk di samping Chan Rin. Sementara Kai dan Daehyun mengikuti kedua gadis itu, Kai duduk di depan Han Hee dan Dae Hyun duduk di depan Chan rin.

“Sudahlah… kita makan saja dulu” kata namja berkulit gelap, dia tersenyum lembut ke arah kedua bersaudara itu “kalian mau makan apa?”

Akhirnya mereka sepakat untuk makan chinese food, dan tentu saja yang paling menikmatinya adalah Han Hee. Sepertinya rasa dari makanan itu belum disesuaikan dengan lidah orang korea. Chan rin sendiri, kalau bisa memilih lebih baik dia memakan bibimbap saja.

“Han Hee… wae? Kenapa melihat ke arah langit terus?” Chan rin menyadari dari tadi saudara tirinya itu terus menerus menatap langit tanpa bintang dan bulan itu. Sekarang mereka telah selesai makan malam.

“Chan-chan… bagaimana kalau kita pu…”

“Oh ya!” Daehyun memotong kata-kata Han Hee “kau tahu Chan Rin-ah, disini baru saja dibangun centre of science, bagaimana kalau setelah ini kita kesana!”

“Wah… sepertinya menarik” tanpa sadar Chan rin tersenyum membayangkan mungkin dia bisa bermain-main sambil membuktikan berbagai hukum fisika, itu jauh lebih menarik baginya dibandingkan harus naik wahana Atlantis Adventure Roller Coaster ataupun Gyro Drop.

“Han Hee… apa kau ingin pulang saja?” tanya Kai yang sedari tadi menyadari Han Hee tiba-tiba tidak seceria biasanya, dia tahu ada yang tidak beres dengan gadis berponi itu.

“Hahahhaha anni.. aku masih ingin tetap disini, kajja kita ke centre of science itu”

“Baiklah, kalau begitu aku bayar dulu makanannya sebentar” kata Kai, matanya masih terlihat tidak yakin dengan jawaban gadis itu, sementara yang lainnya menganguk.

“Han hee~ah… kau bisa bahasa mandarin kan?” Dae hyun tiba-tiba bertanya, seperti dugaannya Han Hee menganguk penuh semangat

“Aku lebih jago bahasa mandarin daripada korea, oppa”

“Disana ada yang menjual snack dari cina, tapi banyak tulisan dalam bahasa cina. Rasanya agak mencurigakan”

“Jadi kau mau aku menerjemahkannya?” jawab nya, sesuai rencana. Aku hanya menganguk dan dengan mudah gadis bodoh ini mau mengikutiku. Sedangkan Chan rin memilih tetap di kafe menunggu Kai yang sedang membayar.

“Toko mana oppa?” Han hee melihat ke sekeliling sambil mengikuti Daehyun yang terus berjalan lurus, makin lama mereka berdua makin menjauh dari kafe tempat mereka makan tadi dan ..

DRESSSS

Butir-butiran air kecil dengan cepat berganti dengan butiran air yang lebih besar, dan dengan sekejap membasahi tubuh mungil Han Hee yang hanya mengenakan baju tipis. Orang-orang berlarian berusaha mencari tempat berlindung, sedangkan gadis mungil itu tetap di tempatnya matanya mencari sosok yang sedari tadi diikutinya.

“Daehyun oppa?!”

GREP

 Sebuah tangan mencengkeram bahu Han Hee dengan erat hingga gadis itu bisa merasakan kuku-kuku tajam menyakiti kulitnya, membuatnya tak bisa membantah untuk ikut kemanapun pembawanya pergi.

 

=======Author PoV end========

=======Daehyun PoV==========

@House of Vampire

 

“OPPA!! JEBAL!!! BUKA PINTUNYA!!”

TOK TOK TOK

“Oppa…oppa…aku takut, aku ingin keluar!! DAEHYUN OPPA!!! Hik hik hik…”

CTARRRR

Suara petir menggelegar memekakkan telinga, bahkan setelahnya aku tidak lagi mendengar suara teriakkan Han Hee dari balik pintu bangunan yang dirancang seperti puri tua tempat para vampire yang ada tepat di depanku. Tempat ini disebut House of Vampire,alah satu wahana di lotte world tapi sedang ditutup karena renovasi. Aku baru tahu dari guru ku kalau Han Hee sangat membenci vampire dan bangunan tua, dan aku yang membawanya kesini pun tentu akan dibenci nya kan?

Suara ketukan yang lebih lemah menyadarkan lamunan ku, suara ketukan itu entah mengapa membuatku sedikit cemas. Mataku seketika mengerjap ketika melihat cahaya kilat yang bagai membelah angkasa. Apakah aku sedikit berlebihan? Anni.. dia tidak akan mati kalau hanya terkurung sebentar kan?

Sudah lah Jung Dae hyun, semua akan baik-baik saja

CTARRRRR

DHUAAARRRR

Aku menuruni anak tangga, menjauhi House of Vampire. Membiarkan tubuhku diguyur oleh air hujan. Entah mengapa aku sama sekali tidak merasa senang, padahal aku yakin setelah ini Han Hee akan membenciku dan itu artinya misiku akan selesai

Tapi bagaimana kalau Han Hee memang sangat takut pada vampir dan bangunan tua? Haruskah aku melepaskan nya sekarang?

“OPPA!!” seorang gadis berlari ke arah ku, sementara namja di sampingnya memegang payung besar yang melindungi sebagian tubuh mereka dari hujan besar ini.

“Chan Rin-ah… Kai hyung”

“Oppa! Dimana Han Hee?”

Aku tak sanggup menatap Chan Rin dan hanya menggeleng lemah, dan seketika itu juga aku merasa kerah baju ku di tarik kuat.

“Kau berbohong, kau tahu dimana Han Hee!” suara Kai dingin di telingaku, rasanya saat ini aku tak bisa berpikir jernih. Padahal bisa saja aku berbohong dan mengatakan kalau Han Hee sudah pulang duluan atau apalah

 “YAA!!” Kai mengeratkan lebih keras cengkramannya “JUNG DAE HYUN JAWAB!! DIMANA HAN HEE?! KEMANA KAU BAWA DIA!!?”

Dan entah apa yang mempengaruhiku, aku menunjuk ke arah bangunan tua House of Vampire di depanku.

“OMMO!! Jangan bilang Han Hee ada disana!” pekik Chan rin, dan tanpa peduli dengan payungnya yang sudah jatuh ke tanah gadis itu berlari melewati ku.

“INGAT! AKU BELUM SELESAI MEMBUAT PERHITUNGAN DENGAMU!” Ancam Kai, dengan mudahnya dia mendorong ku jatuh.

Kenapa mereka berdua sangat khawatir? Memang separah apa sih dikunci dari dalam sebentar? Dengan langkah pelan aku pun berjalan menuju House of Vampire, ntah mengapa aku ingin membuktikan kalau kecemasan mereka berdua terlalu berlebihan.

“Kai oppa! Han Hee tak ada dimana pun!”

“Jinjja?”

“Tidak mungkin!” aku mendorong pintu dan masuk begitu mendengar kata-kata mereka dari balik pintu “Tadi dia ada disini!!”

“Tapi tadi ketika aku disini, pintunya sudah terbuka” kata Chan Rin cemas, bahkan Kai yang biasa cool terlihat gusar. Sedangkan mata ku terus mencari ke sekeliling ruangan yang dipenuhi manekin vampire ini, mencari ke setiap sudutnya. Tapi sekeras apapun aku mencari, aku tak bisa menemukan gadis itu.

            Bagaimana mungkin dia bisa menghilang?

 

TBC

 

 

6 thoughts on “Moonlight Destiny (Chapter 4)

  1. Omo! Aku semakin bngun yg pling jdi main castx bkanx chanrin,tpi knpa alur critax selalu han hee? Bkanx main cast prtma yg dtulis dlm crita itu yg akn menguasai alur crita dan main cast jga yg bkal bxk dpat musibah. Bkankah dsni dtlis kalau main cast prtma adl chan rin,tpi knpa han hee? Mian tor mgkin ada slh kata,tpi jujur aku jdi bngung sma critax,kalau bleh ksih sran bxkn critax chan rin. But its okay,bcz this story so amazing. I wait this story next chap.. Fightin.!😀

    • Gomawoooo yah udh baca ^^. Iya nih..kan penulisnya ada 2 orang. Aku sama kunang. Tokoh utama nya jg 2… Chan rin sama hanhee. Aku tugasnya nyeritain dari sisi chanrin. Part ganjil aku yg tulis. Part genap/ hanhee temen aku yg tulis. Hehehe.
      Makasih yaa udh baca + comment🙂

  2. Hah kasian hanhee, daehyun tega bnget sih melakukan itu semua, dan siapa lagi yg membawa hanhee pergi ka? Apa bnar dia takut sma vampire ka, pas sehun lewat waktu chanrin sma hanhee stalking juga tubuh hanhee langsung lemas kan ka, siapa juga yg someone pov ka? Kenapa dia seperti menggap hanhee adiknya ka? Apa hanhee akan baik2 aja ka? Semoga aja dia baik2 aja, lanjut baca iya ka ☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s