Moonlight Destiny (Chapter 1)

Title                 : Moonlight Destiny

Author                        : Azumi Aozora & Kunang

Main Cast       : Park Chan Rin (OC), Han Hee / Honey Lau (OC), Oh Se Hun (EXO-K), Kim Jong In / Kai (EXO-K), Jung Dae Hyun (B.A.P), Yoo Young Jae (B.A.P)

Support Cast  : Park Chan Yeol (EXO-K), Henry Lau (Suju-M), Cho Ye Eun (OC), Cho Kyu Hyun (Suju), Lee Taemin (SHINee), Him Chan (B.A.P), EXO, B.A.P, SHINee, and Suju members

Length            : sequel

Genre              : Fantasy, family, romance, life, friendship, mystery

Rating                         : PG+15

Summary        : Bagaimana bila berbagai makhluk yang kau kira hanya ada di negeri dongeng, kini benar-benar nyata? Guardian angel, devil, werewolf, spirit, dan vampire. Kau tidak pernah menyadari dirimu berbeda dan special, hingga kau bertemu mereka. Lalu apa yang akan terjadi saat kau mengetahui berbagai rahasia gelap yang seharusnya tidak kau ketahui?

Image

Masa depan bisa berubah sesuai pilihan yang kita ambil. Tapi, apakah takdir bisa berubah?

Inilah kisah kita. Takdir kita.

 

1st Destiny – By : Azumi Aozora

===== Author PoV =====

@Hutan, malam bulan purnama….

Awan-awan gelap bergerak perlahan, seiring hembusan angin, menampakkan rembulan yang sejak tadi tersembunyi.

“Auuuuuuuuuuuuu…..” lolongan serigala yang memilukan terdengar di seluruh penjuru hutan.

“Auuuuuuuuuu… Auuuuuu…..” Terdengar berbagai sahutan serigala lain.

Bulan malam ini terlihat bulat sempurna. Cahaya-nya yang terang menyinari bulu-bulu cokelat halus seekor serigala besar. Serigala itu terus melolong. Suaranya terdengar sangat menyayat hati.

Serigala cokelat itu berlari di sepanjang hutan. Kaki-kakinya yang besar meninggalkan jejak di tanah yang basah.

Ketika sampai di puncak tebing, serigala itu menatap bulan yang terlihat lebih dekat. “Auuuuuuuuuuuuuuuuu….” Sekali lagi, lolongan yang panjang menyuarakan kepedihannya. Kedua sudut matanya basah karena air mata. Seolah meratapi nasib yang menimpanya.

Sementara itu, di sisi lain hutan…..

Seorang pria tampan berjalan dengan tenang di jalan setapak. Cahaya rembulan yang menyinari tubuhnya perlahan membuat tubuhnya memudar, transparan. Kedua tanduk kecil runcing mulai muncul dari kepalanya. Gigi taring-nya memanjang, begitupula dengan kuku-kuku kaki dan tangannya yang tajam. Sayap hitam lebar-nya yang mulai terentang membuat dahan pepohonan di sekitarnya patah.

“Sial!” umpat pria itu. Dia paling benci bulan purnama. Karena saat bulan purnama tiba, ia akan otomatis kembali ke wujud aslinya. Devil.

Devil berwajah tampan itu masuk ke dalam gua yang sangat gelap. Ia bisa berubah wujud menjadi apa yang ia inginkan lagi. Ya, salah satu keistimewaan devil itu adalah dapat berubah wujud menjadi binatang dan makhluk apapun (kecuali menjadi angel).

Perlahan tubuhnya menyusut drastis. “Meooongg…”

Kali ini ia memutuskan untuk menjadi seekor kucing. Ia membaringkan tubuhnya di dekat dinding gua. Menunggu fajar datang, di saat bulan purnama menghilang.

=== End of Author PoV ===

====== Park Chan Rin PoV =======

“Rin-Riiiiiinnnnnnn…..” suara bass berat kakakku membuatku terbangun. Aku menutupi kepalaku dengan selimut, tapi Chan Yeol oppa menarik selimutku.

“Kau tidak akan pergi sekolah?” tanya Chan Yeol.

Aku pun akhirnya bangun dengan malas. “Sekarang kita benar-benar punya saudara tiri ya?” aku mendengus mengingat pesta pernikahan ayah kami semalam.

Semalam, ayah kami resmi menikah dengan seorang wanita yang sudah memiliki 2 orang anak. Selama seminggu kedepan ayah kami dan istri barunya bulan madu ke luar negeri. Sementara kedua saudara tiri kami sudah mulai pindah ke rumah kami.

Aku memang tidak bisa mengingat bagaimana ibuku, karena ibuku meninggal saat aku masih bayi. Aku tidak tahu bagaimana kasih sayang seorang ibu. Tapi…bukan berarti aku senang mendapat ibu baru.

Chan Yeol mengelus-elus kepalaku. “Baik-baiklah dengan Han Hee di sekolah. Ia mungkin belum terbiasa di Korea. Sekolah di Korea pasti berbeda dengan China dan Kanada.”

Aku mendelik pada kakakku. “Kalau kau mengkhawatirkannya, kenapa kau tidak temani saja dia ke sekolah?” bentakku.

“Aigoooo~~~ kau cemburu, Rinrin? Aigooo~~~ lucunyaaaa…” Chanyeol malah nyengir lebar  sambil mencubit kedua pipiku.

Aku hanya mendengus melihat senyuman bodohnya. “Aku mau mandi. Sana keluar!”

Tok…tok…tok….

Terdengar suara ketukan di pintu kamarku. Seorang pria berambut pirang melongokkan kepalanya ke dalam kamar. “Chan Rin, aku membuatkanmu omurice favoritmu.” Ujar pria itu sambil tersenyum manis.

“Gomawo Henry hyung.” Malah Chan Yeol yang menjawab.

Yap. Henry. Henry Super Junior-M kini resmi menjadi kakak tiriku. Seandainya saja dia bukan kakak tiriku, mungkin sikapku padanya akan lebih baik. Seperti ketika ibunya belum mengenal ayahku.

Tanpa berkata apapun, aku segera masuk ke kamar mandi dan membanting pintu-nya dengan keras.

@Hankuk Senior High School….

Selama di perjalanan menuju sekolah, Han Hee tak henti-hentinya berceloteh. Rasanya kepalaku pusing mendengar ocehannya. Dia memang pandai berbahasa Korea, meski masih terdengar aksen Kanada. Tapi, tak ada satupun perkataannya yang masuk di otakku.

Kami sama-sama kelas 3. Tapi kenapa dia harus masuk di sekolah yang sama denganku sih?! Kuharap ia tidak sekelas denganku.

“…….. waaah,,, banyak juga cowok tampan di sini. Hehehehe…” kata Han Hee. Ia berjalan agak lebih depan dariku. Terlihat bersemangat sekali. “………….” Aku tidak memperhatikan lagi apa yang ia katakan, sampai kemudian ia berhenti berjalan dengan tiba-tiba. Wajahnya terlihat pucat sesaat, kemudian senyuman lebar mengembang di wajahnya. “Aku tidak pernah melihat ada hantu tampan sebelumnya.”

“Eh?” tanyaku. Bingung dengan apa yang Han Hee katakan. Apa maksudnya? Hantu? Apa barusan aku salah dengar?

Pandangan mata Han Hee tertuju ke samping kiriku. Aku melihat tidak ada siapapun yang berdiri di sampingku. Kemudian, Han Hee membalikkan badannya, seolah melihat sesuatu.

“Kau pasti tidak percaya kalau aku bilang…, aku bisa melihat hantu.” Han Hee nyengir lebar. Entah hanya perasaanku saja atau pada kenyataannya justru sifat Han Hee yang periang lebih mirip kakak kandungku, Chanyeol. Sifatku dan Chanyeol bagaikan bumi dan langit.

Aku terdiam sejenak. Menatap Han Hee datar. “Aku percaya.” Kataku.

Han Hee menjulurkan lidahnya. “Bohong. Kau pasti tidak percaya. Hahahaha.” Han Hee berjalan mundur, wajahnya yang cerah terus menghadap padaku. “Woaaaaaaaa!!!!” Han Hee tiba-tiba saja terjatuh ke belakang karena menghindari menabrak seekor kucing putih.

“Sakiiiit….” Keluh Han Hee sambil mengelus-elus pantat-nya, tapi ia nyengir.

“Meooooonggg….” Kucing Persia berbulu putih itu menghampiriku.

Aku lapar. Kata si kucing.

“Kau lapar?” aku membungkuk dan menggendong kucing itu.

Dia bohong. Dia baru saja makan. Kata seekor kupu-kupu cantik yang sedang hinggap di dinding, di sampingku.

“Kau sudah kenyang-kan? Dasar kucing manja. Hahahaha..” aku tertawa lepas.

Han Hee menatapku dengan aneh. Lalu ia nyengir lebar. “Rupanya kau penyayang kucing. Kau tidak pernah tersenyum lebar dan tertawa seperti itu di depan manusia, tapi di depan kucing…. Kau bisa tertawa lepas.”

“Tidak juga,” kataku ketus. Sambil tetap menggendong kucing itu, aku pun meninggalkan Han Hee.

“Tungguuuuuu!!! Antar aku ke ruang kepala sekolaaaahhhh….” Han Hee mengejarku. “Hei pecinta kucing! Tungguuuu!!!!!”

“Jangan memanggilku dengan sebutan konyol itu!” bentakku. Han Hee hanya nyengir cuek. Sama seperti Chan Yeol bila sudah kubentak. Padahal orang lain menjauhiku karena sifat keras dan anti-sosialku.

Aku bukan penyayang kucing. Aku hanya orang aneh yang bisa mengerti bahasa binatang.

===== End of Park Chan Rin PoV ====

===== Dae Hyun PoV =====

“YA! HYUNG! KAU MAU KE MANAAAA????” teriak Zelo, begitu tadi pagi-pagi sekali aku menyelinap kabur dari dorm.

“Aku mau bertemu gadis yang kusukai. Hehehe…” aku melambaikan tanganku dan segera berlari pergi menuju Hankuk Senior High School.

Tapi.., ketika di perjalanan, aku baru sadar kalau aku sama sekali tidak menyamar, dan orang-orang mengenaliku.

Sebelum menimbulkan keributan, aku pun memutuskan untuk merubah wujudku menjadi hantu. Aku hanya membuat tubuhku transparan, sehingga manusia-manusia itu tidak akan melihatku.

Dan di sinilah aku sekarang. Hankuk Senior High School!

Hampir setiap hari aku menyempatkan kemari untuk bertemu dengan gadis yang kusukai. Manusia pertama yang kusukai.

Gadis manusia ini unik. Dia bisa mengerti bahasa binatang. Aku pertama kali bertemu dengannya beberapa bulan yang lalu, saat aku sedang berwujud singa.

Saat itu, di hutan, kaki-ku terluka karena tertembak peluru seorang pemburu. Darah yang keluar sangat banyak. Kekuatanku melemah. Aku tidak bisa kembali berubah menjadi manusia, maupun wujud asliku…. devil.

Gadis bertubuh tinggi dan berambut hitam panjang itu kebetulan sedang camping di hutan. Aku tidak pernah mengira sebelumnya, akan ada manusia yang membantuku di saat aku berwujud binatang buas. Manusia normal pasti akan menjerit dan lari. Manusia normal tidak akan mendekatiku dan mengobati luka-ku. Singa gunung ganas yang sedang sekarat.

Terima kasih. Kau tidak takut padaku? Saat itu aku mengaum.

“Aku tidak takut padamu. Kau tidak jahat.” Katanya. Saat itu aku hanya bisa tercengang.

Aku sengaja menemui gadis unik itu lagi pada malam hari-nya. Aku berubah wujud menjadi ular. Aku merayap mendekati tenda-nya. Kau sudah tidur? Desis-ku. Gadis itu pun tiba-tiba saja keluar dari tenda-nya dan berbicara padaku. “Aku tahu kau tidak akan menggigit kami. Tapi bahaya kalau kau tetap ada di sini. Guru-guru akan membunuhmu.” Kata gadis itu. Saat itu-lah aku yakin dengan kemampuan istimewa gadis itu. Ia bisa mengerti apa yang binatang katakan. Semua binatang!

Mulai saat itu.., aku mencari tahu semua tentang gadis itu. Aku tahu dimana rumahnya, di mana sekolahnya, dan aku tidak pernah menyangka gadis bernama Chan Rin itu ternyata adalah adik dari Chan Yeol EXO. Tentu saja aku mengenal Chanyeol. Sama sepertiku, dia idol rookie terkenal. Tapi berbeda denganku, Chanyeol hanya manusia biasa.

Kembali ke masa sekarang, ngomong-ngomong.., sekarang sudah hampir bel masuk, tapi Chan Rin belum juga datang. Aneh. Tidak biasanya gadis itu datang telat.

Oh.., itu dia! Aku tersenyum begitu melihat gadis berambut panjang itu berjalan di koridor sekolah. Ia berjalan dengan seorang temannya. Aku berjalan tepat di samping Chan Rin, dan ikut berhenti saat gadis itu berhenti berjalan.

“Aku tidak pernah melihat ada hantu tampan sebelumnya.” Ujar teman Chan Rin. Mata gadis berambut ikal itu benar-benar MENATAPKU!

Belum pernah ada manusia yang menatapku langsung, seolah-olah aku bukanlah hantu!

Mungkinkah teman Chan Rin itu bisa melihat hantu? Gawat! Jangan sampai dia menyadari kalau aku adalah Dae Hyun B.A.P! Meskipun sekarang aku adalah hantu transparan, tapi wajahku tetaplah wajah asliku.

Cepat-cepat aku pergi dari sana, dan ketika sudah yakin gadis berambut ikal itu sudah tidak melihatku lagi, aku pun berubah menjadi seekor kucing Persia berbulu putih.

Huft. Untunglah. Jangan sampai aku bertemu lagi dengan gadis ini saat wujudku hantu, maupun saat aku kembali ke wujud asliku!

===== End of Dae Hyun PoV ======

 

 

===== Kim Jong In / Kai PoV ======

@Ruang latihan dance EXO….

Kami berlatih lebih keras untuk menampilkan yang terbaik pada comeback kami. Meskipun ada saat-saat tertentu di mana aku tidak bisa ikut latihan, tapi aku segera mengejar ketinggalanku.

Ada yang lucu dengan dance lagu Wolf kami ini. Aku, Kai, si dancing machine yang biasanya langsung menguasai semua gerakan dance dengan cepat, ternyata pada dance Wolf ini agak sedikit lambat.

Jujur saja, aku tidak begitu suka dengan tema comeback kami ini. Kenapa harus wolf? Kenapa harus sesuatu yang kubenci?!

Kenapa tidak sekalian saja pakai kostum serigala?! Dan di saat bulan purnama, aku tidak perlu memakai kostum!

Oke, aku tahu aku berlebihan. Aku senang kami comeback. Tentu saja aku senang. Tapi.., kata-kata “wolf” sedikit menggangguku. Meski sudah hampir 4 tahun berlalu…, aku masih belum bisa menerima apa yang terjadi padaku.

Member EXO yang lain sudah istirahat sejak tadi. Kini di ruang dance hanya tinggal aku sendiri. Aku terbaring lemas di lantai. Nafasku memburu. Keringat membanjiri seluruh wajah-ku.

“Hey dongsaeng….” Tiba-tiba saja seseorang masuk. Cahaya menyilaukan yang terpancar dari wajah angel-nya membuat mataku menyipit. Angel itu kemudian berubah wujud menjadi manusia. Menyadari kalau kini aku tidak mampu berdekatan dengan kaum-ku lagi. Kini aku hanyalah angel terkutuk.

“Ada apa, Tae Min hyung?” tanyaku, menatap wajah kakak satu ayah-ku itu dengan tajam. Sama sepertiku, ia sudah lama tinggal di bumi. Tapi berbeda denganku, ia tidak dikutuk. Ia bebas berkeliaran dan menggunakan kekuatan angel-nya.

Tae Min tersenyum manis. Putra mahkota kaum angel itu menepuk-nepuk pundakku brotherly. “Aku akan memberitahumu satu rahasia besar yang baru kuketahui tadi malam. Aku tak sengaja mendengar percakapan ayah dan ibu.”

Ayah kami….dan ibu-nya. Bukan ibuku. Aku tidak pernah bertemu ibuku.

“Aku tahu bagaimana cara menghilangkan kutukanmu.” Kata Tae Min.

Aku menatapnya dengan malas, padahal dalam hati aku sangat penasaran. “Jangan bercanda denganku, hyung.” Kataku dingin.

Tae Min tertawa. “Aku tidak bercanda.” Tae Min menatapku dengan serius. “Kau harus menemukan takdir-mu.”

Aku mengerjap. “Takdir-ku?” aku tidak mengerti.

Tae Min tersenyum. “Maksudku…, cinta sejatimu. Takdir-mu.”

Aku menyeringai. “Bukankah sejak dulu aku sudah bertemu dengan takdir-ku?!”

Pandangan Tae Min mengeras. Ia menggertakkan gigi-nya. Menahan amarah. “Putri iblis itu bukan takdirmu!”

Aku mendengus. “Hanya karena dia bukan dari kaum kita, hanya karena kebetulan saja dia berasal dari kalangan musuh kita, apakah kau pantas membenci-nya?”

“Apakah kau pantas mencintai-nya?” Tae Min malah balas bertanya.

Aku menatap Tae Min penuh kebencian, tapi Tae Min malah tersenyum. “Takdir tidak pernah berubah. Sejak dulu takdir tidak pernah berubah, kau harus tahu itu, dongsaeng-ku.” Tae Min kembali menepuk-nepuk pundakku. “Kau akan segera bertemu dengan orang yang mirip dengan-nya.”

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Satu pesanku…, kau harus ingat. Dia bukan takdir-mu.” Tae Min tersenyum.

======= End of Kai PoV ======

 

 

===== Author PoV =======

@Gedung KBS….

Chan Rin dan Han Hee berhasil masuk ke dalam gedung KBS, karena mereka memiliki staff card yang diberikan oleh Chan Yeol. Hari ini adalah debut pertama Henry sebagai soloist. Han Hee memaksa Chan Rin untuk menemani-nya datang ke acara music bank, dengan alasan ia belum hafal jalan-jalan di Korea.

Han Hee berjalan di sepanjang koridor gedung dengan riang. Sementara Chan Rin terlihat kesal berada di samping gadis super periang itu.

“Omo ~~~, di Korea banyak sekali pria tampan. Kkkkkkkk…..” Han Hee tak henti-hentinya berceloteh. Seperti biasa.

Chan Rin hanya mendengus, kemudian berhenti. “Di sana itu ruang ganti. Kau tinggal cari saja pintu yang ada tulisan nama Henry. Sudah ya. Aku pulang.” Chan Rin membalikkan badannya.

“Eeeehh?? Kau tidak mau menonton Chan Yeol Oppa dan Henry Oppa tampil?” tanya Han Hee.

Chan Rin hanya mengangkat sebelah tangannya, tanpa berbalik. Dia terus saja berjalan pergi meninggalkan Han Hee.

Han Hee menganggukkan kepalanya. “Yosh! Aku harus menemukan ruangan Oppa.” Gadis yang mahir 4 bahasa itu kemudian berjalan di sepanjang lorong gedung, melewati deretan pintu, mencari pintu dengan papan nama Henry.

Han Hee berhenti di depan pintu bertuliskan EXO. “Waaahh.., ini ruangan Chan Yeol Oppa….”

Tiba-tiba saja pintu itu terbuka. Ada sekitar 11 orang pria tampan yang menatap Han Hee. Han Hee tidak menemukan Chan Yeol diantara mereka.

“Annyeong haseyo.” Han Hee membungkukkan badannya dengan sopan. Bagaimanapun, mereka adalah teman-teman Oppa-nya. Ini pertama kalinya ia bertemu dengan EXO.

Tanpa Han Hee duga, salah satu diantara mereka tiba-tiba saja berlari menghampirinya dan memeluknya dengan erat.

“Princess…, ini benar-benar kau kan?” tanya suara bass pria itu.

“Eeeehhhh???? Princesss? Siapa itu princess?” tanya Han Hee tak mengerti.

Pria berkulit tan itu melepaskan pelukannya dan menatap Han Hee dengan mata berbinar. Dengan tatapan yang seolah menandakan kerinduan. Tapi.., seketika senyuman pria itu lenyap.

“Kau hanya mirip dengannya.” Kata Pria itu. Matanya terlihat sedih. “Tapi mungkin kau adalah takdirku.”

“Haaah????” mulut Han Hee menganga. Syok dengan apa yang dikatakan pria itu. “Apakah dia sedang berlatih drama?” tanya Han Hee pada ke-10 cowok yang berdiri di belakang pria berkulit tan itu.

Kesepuluh cowok itu hanya mengangkat bahu. Kompak. Mereka juga sama bingungnya dengan Han Hee.

Sementara itu…..

Chan Rin terus berjalan menuju pintu keluar gedung KBS. Dia tidak mau bertemu Chan Yeol. Dia tidak ingin semakin banyak orang yang mengetahui hubungannya dengan Chan Yeol. Cukup member EXO saja yang tahu kalau dia adalah adik kandung Chan Yeol. Artis lain.., terutama fans EXO tidak perlu tahu.

“Park Chan Rin ssi…” panggil seseorang.

Chan Rin berhenti berjalan. Seorang pria berjalan menghampirinya dengan senyuman lebar. Chan Rin menyipitkan matanya. Mengapa member B.A.P bisa mengenalnya? Pasti gara-gara Chanyeol!

“Kau datang untuk melihat performance kakak-mu?” tanya pria itu. Chan Rin tahu.., pria itu adalah salah satu member B.A.P, tapi ini pertama kalinya ia berbicara dengan pria itu. Dia juga tidak tahu siapa nama pria itu.

“Tidak.” Jawab Chan Rin datar.

Pria itu tampaknya tidak terpengaruh dengan sikap dingin Chan Rin. “Aku baru saja selesai syuting iklan. Kau mau pulang? Mau kuantar?”

“Tidak perlu. Permisi.” Chan Rin menjawab dengan ketus. Ia pun kemudian kembali berjalan. Meninggalkan pria itu.

“Tunggu.” Pria itu menahan tangan Chan Rin.

“Sikapmu pada manusia dan binatang itu berbeda ya? Hehehe.” Pria itu terkekeh. “Kau begitu menyayangi binatang, tapi kenapa kau tidak bisa menyayangi manusia?”

“Apa maksudmu?” tanya Chan Rin datar.

Pria itu tersenyum. “Namaku Jung Dae Hyun. Aku akan membuatmu menyukaiku.”

Chan Rin mendengus. “Kau gila!” Chan Rin melepaskan tangan Dae Hyun, kemudian kembali berjalan pergi.

“Hati-hati di jalan, Chan Rin ssi…” teriak Dae Hyun. Chan Rin sama sekali tidak memedulikan pria aneh itu lagi.

Ketika Chan Rin hampir sampai di depan pintu masuk gedung, ia melihat Chan Yeol yang baru saja masuk, bersama seorang gadis. Chan Rin tahu.., gadis itu sudah lama dekat dengan Chan Yeol.

“Jangan pacaran saja, bukankah kau harus segera naik ke panggung?!” sindir Chan Rin.

“Rinriiiiiiiinnnnn!!!!” Chan Yeol langsung memeluk Chan Rin dengan erat. “Kau sengaja datang untuk melihatku tampil? Hehehe.”

“Tidak.” Jawab Chan Rin lugas.

Chan Yeol mencubit kedua pipi Chan Rin. “Gomawoooo…. Hahahaha…”

Gadis yang sekilas mirip Kyu Hyun Super Junior menghampiri Chan Rin. “Aku datang untuk melihat kakakku tampil bersama Henry Oppa dan Taemin.” Gadis bernama Cho Ye Eun itu tersenyum. Chan Rin sama sekali tidak membalas senyum-nya.

“Aku pulang.” Kata Chan Rin dingin. Ia pun segera pergi dari sana.

Guk….guk….guk…

Begitu berjalan keluar gedung, tak jauh dari tempat parkir, seekor anjing Siberian menggonggong pada Chan Rin. Ekornya yang besar dikibas-kibaskan.

Pelihara aku…. Kata anjing itu.

Chan Rin menghampiri anjing berbulu cokelat muda itu, lalu mengelus-elus kepalanya. “Maaf.., aku tidak bisa memelihara-mu. Aku tidak akan pernah memelihara binatang.”

Kenapa?

“Binatang lain akan iri. Hehehe.” Chan Rin tersenyum lembut. “Kau pasti akan menemukan pemilik-mu. Annyeong…” Chan Rin pun berjalan pergi.

Guk..Guk.., aku akan menemani-mu sampai rumah. Mungkin aku akan menemukan orang yang mau memelihara-ku di sekitar rumahmu.

“Gomawo…” Chan Rin tersenyum. Ia pun berjalan pulang, diikuti oleh anjing yang katanya mau mengantar-nya itu.

******

Pukul 23.00 KST, di sebuah hutan lebat…..

Seekor serigala besar berbulu cokelat berlari mengikuti aliran sungai. Mencari rusa. Air liur menetes di mulutnya. Serigala besar itu kelaparan.

Akhirnya, setelah lama berlari, serigala itu menemukan kumpulan rusa muda yang sedang minum di kaki sungai. Serigala itu menancapkan kuku-kuku panjangnya di tanah. Mengambil ancang-ancang untuk menerkam dan menggigit mangsa-nya.

Tapi, tiba-tiba saja sebuah pikiran menahan-nya. Pikiran manusia mengambil alih insting liar serigala itu. “Auuuuuuuuuu…..” serigala itu melolong panjang. Memilukan. Membuat sekumpulan rusa yang sedang minum di sungai itu lari tunggang-langgang. Menghindari bahaya yang mengintai mereka.

Serigala itu menatap bulan purnama ke-2 di bulan ini. Besok penderitaannya akan berakhir. Ia hanya perlu bertahan selama 2 kali setiap bulan. Ia harus rela insting binatang liar mengambil alih otak jernih-nya. Sebelumnya ia tidak bisa membedakan lagi mana pikirannya. Tapi kini.., setelah 4 tahun berlalu.., ia mulai bisa mengendalikan pikiran serigala-nya. Ia tidak mau membunuh manusia lagi.

“Kai…” tiba-tiba saja sesosok angel turun dari langit dan berdiri di hadapan serigala itu. Cahaya-nya yang menyilaukan membuat si serigala menunduk di tanah. Grrrrrr….grrrrrrrr…. serigala itu menggeram.

“Mianhae.., aku lupa.” Angel itu meminta maaf, lalu segera merubah wujudnya menjadi manusia.

Serigala itu mendengking kesakitan. Lee Tae Min membungkuk dan mengelus-elus kepala serigala itu. “Mianhae…” katanya. Meminta maaf lagi.

“Ayah ingin agar aku menyampaikan pesan padamu. Kau tahu kan.., sudah banyak sekali tugasku untuk menjaga manusia di bumi ini. Kali ini ayah ingin kau melakukan tugasmu sebagai guardian angel.”

Kenapa harus aku? Tanya serigala itu.

Tae Min tersenyum. “Anggap saja ini sebagai latihan. Suatu saat nanti.., saat kau terbebas dari kutukan yang raja iblis berikan padamu, kau akan kembali menjadi angel dan melakukan tugas-tugas mulia kaum kita. Anggap saja ini latihan awalmu, Kai.., dan siapa tahu kau akan segera menyadari siapa takdirmu…” Tae Min mengedipkan sebelah matanya.

Aku sudah bertemu dengannya. Mereka sangat mirip.

Tae Min menggeleng. “Dia bukan takdirmu.”

Dia takdirku. Kata serigala itu. Keras kepala.

“Dengar Kai, ayah bilang…, dunia ini akan menjadi semakin tidak aman. Akan datang spirit jahat dan kaum penghisap darah ke negeri ini. Hah! Seakan kehadiran para devil belum cukup!”

Tidak semua devil jahat. Kata serigala. Tae Min menatapnya tajam. Serigala itu mendengus. Apa yang harus kulakukan?

Tae Min kembali mengelus kepala sang serigala. “Ayah memintamu menjaga seorang manusia. Dia manusia special. Aku juga tidak mengerti mengapa ayah menganggapnya special. Tapi yang pasti.., kau harus menjaga-nya. Akan banyak bahaya yang datang padanya. Kau harus memastikan ia aman.”

Siapa manusia itu?

“Park Chan Rin.”

Chan Rin? Bukankah dia adik Chan Yeol?

Tae Min mengangguk.

Kenapa harus aku yang menjaga Chan Rin?

Tae Min menatap serigala itu dengan lembut. “Aku tidak tahu, Kai.”

Di bagian lain hutan….

Jung Dae Hyun duduk di dahan sebuah pohon besar. Ia menatap bulan purnama yang bersinar lembut. Sayap hitam panjang Dae Hyun dikibas-kibaskan.

Dae Hyun mengamati kuku-kuku tangannya yang runcing. Ia menekankan kuku-kuku tajamnya di tangannya sendiri. Darah hitam mengalir. Dae Hyun menyeringai.

Kekuatan Dae Hyun semakin melemah. Ia tahu.., ia harus menghisap jiwa manusia suci. Selama ini, ia tidak pernah mau. Ia hanya mau menghisap jiwa-jiwa manusia jahat.

“Jiwa manusia jahat tidak akan memberimu kekuatan.” Tiba-tiba saja seorang devil lain duduk di sampingnya. “Salah satu tugas kita adalah membuat jiwa manusia suci mengikuti jalan sesat kita, lalu setelah itu…, kau hisap jiwa mereka. Tidak ada gunanya menghisap jiwa manusia yang pada dasarnya kotor dan jahat. Kau mau kuajari?”

“Untuk apa kau kemari, Him Chan hyung?” tanya Dae Hyun. Mengabaikan tawaran Him Chan. Ya, teman satu grup-nya itu memang sama sepertinya. Devil. Tidak ada yang tahu, selain Dae Hyun sendiri.

Him Chan tersenyum. Saat tersenyum, hilang sudah raut wajah dingin devilish-nya. “Siapa tahu kau kesepian. Aku takut kau membunuh dirimu sendiri.”

Dae Hyun menyeringai. “Kuharap aku bisa membunuh diriku sendiri.”

Him Chan berdecak. “Masih meratapi nasib mengapa kau dilahirkan sebagai devil?”

Dae Hyun terdiam. Sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan yang Dae Hyun yakin Him Chan sendiri sudah tahu jawabannya.

“Guru memberi kita tugas lagi.” Kata Him Chan.

“Kalau aku tidak menjalankan tugasku.., akankah guru membunuhku?” tanya Dae Hyun.

“Hahahaha…hahahaha…” Him Chan tertawa terbahak-bahak. “Jangan harap! Hahahaha. Dia akan terus membiarkanmu meratapi nasib.”

Dae Hyun mengangkat sebelah alis matanya. “Tidak lucu, hyung!”

“Hahahaha…hahaha…” Him Chan masih terus terbahak-bahak.

Dae Hyun akhirnya memutuskan untuk mengabaikan temannya yang gila itu. Dae Hyun kembali menatap langit dan rembulan.

“Hey, Dae! Kau sudah dengar gossip?” tanya Him Chan.

“Pria sejati tidak akan bergossip, hyung!” ledek Dae Hyun.

Him Chan nyengir. “Tapi devil sejati senang bergossip. Hahaha.”

Dae Hyun mengangguk. “Kau memang devil sejati.”

“Hahahaha…, kau akan senang mendengar gossip ini. Jadi, beberapa saingan kita…, para vampire dan para spirit jahat akan mulai meng-invasi dunia ini. Itu akan membuat para angel sialan kewalahan! Hahahaha.”

Dae Hyun menatap Him Chan dengan tatapan aneh. “Kenapa kau pikir aku akan senang mendengar berita ini?”

Him Chan mengangguk. “Tentu saja. Itu artinya guru tidak akan terlalu memperhatikanmu. Guru mungkin akan sibuk bersaing dengan para spirit jahat dan vampire. Daaan…, para angel sialan itu akan semakin sibuk! Hahahaha.”

Dae Hyun melompat turun dari dahan pohon dan mendarat dengan mulus di tanah. Sayap hitam-nya yang terentang lebar ia kibas-kibaskan lagi, seolah bersiap terbang. “Ngomong-ngomong.., apa tugas yang guru berikan padaku kali ini?”

“Oh benar! Aku hampir lupa.” Him Chan ikut turun dari atas dahan.

“Jung Dae Hyun…, kau harus membuat seorang manusia membencimu.” Kata Him Chan.

Dae Hyun mendengus. “Bukankah itu tugas yang aneh?”

Him Chan mengangkat bahu. “Mana aku tahu. Oh, dan jangan berpikir kali ini kau akan melaksanakan tugasmu dengan mudah…” HimChan menyeringai devilish. Ia mendekatkan wajahnya pada Dae Hyun dan berbisik. “Menurut gossip.. manusia ini adalah manusia yang kuat dan special. Kau harus membuatnya membenci-mu, Dae Hyun ssi.”

“Memangnya siapa manusia itu?”

“Han Hee…, atau yang lebih sering disebut Honey Lau.” Him Chan terkekeh. “Guru bilang.., ini adalah salah satu jalan bagimu. Untuk mengetahui takdirmu.” Him Chan mundur. “Goodluck, sahabatku! Kuharap kau berhasil.” Him Chan mengibaskan sayap hitam-nya, kemudian terbang ke langit, menembus awan gelap.

“Auuuuuuuuuu….” Dae Hyun mendengar suara lolongan serigala dari kejauhan. Suara serigala yang memilukan itu menggema di seluruh hutan. Dae Hyun hanya menghela nafas panjang. Ia memang tidak bisa melolong seperti serigala itu untuk melepaskan beban di kepalanya.

Salah satu jalan untuk mengetahui takdir…..

Seperti apakah takdir yang harus ia jalani?

–          TBC –

Cuap-cuap dari Azumi :

Annyeong!!! Akhirnyaaaaaaaaa…., setelah berdiskusi dengan Kunang.., kami berdua kembali lagi di dunia per-FF-an. Hehehe. *We are back!!!! Back… * joged Sherlock. LOL.

Seperti biasa.., tema utama yang kami sajikan ber-bau fantasy.❤

I always love fantasy and romance story. Kalau Stephanie Meyer bilang : “Cinta adalah bagian terbaik dari cerita apapun”, maka Azumi tambahin quotes-nya : “Fantasy adalah bagian paling istimewa dari cerita apapun”, karena dengan fantasy…. Kita bebas berimajinasi. Meng-eksplorasi imajinasi kita. Tanpa batas!

Mungkin part awal ini agak terlalu garing dan serius. Yah.., namanya juga awal. Azumi Cuma mau memaparkan cerita awal dari masing-masing center characters.

Konflik akan mulai terjadi di part-2 dan seterusnya.

Oke deh.., I hope you all enjoy this story. Don’t forget to leave any comment.

Regards,

Azumi Aozora

Park Chan Rin’s poster :

Image

Han Hee’s poster :

Image

18 thoughts on “Moonlight Destiny (Chapter 1)

  1. Yeyy aku suka crita fantasy romance,. Tpi kenapa sehun blum mncul di part ini? Bkankah sehun trmasuk main cast jga tor? Hehehe aku hrap endingx akn bhgia😀

  2. wooowww…
    aku suka… hehehe
    lg ngesearch ff ketemu ni ff.
    chap 1nya aja daebak banget.. apalagi lanjutannya..#maap ya thor komennya sangat tidak penting

  3. sumpah fantasy.a keren bgt thor. .
    tp sayang mrka sbg mrka mksud.a mrka sbg member exo n bap bkn org biasa, klo org biasa pasti feel.a dpt bgt. . .
    just my opinion aja. . .
    tp bnrn ko fantasy.a keren abis.

  4. part 1 baru pengenalan caracter jd loem tau mau coment ap sprti’y bkalan seru…okey u/ membuktikan saiia lnjutkan baca’y ^^ *wink wink….

  5. Kk aku penggemar ff ini setahun yang lalu sebelum jadi fujoshi… Hmm eonni aku boleh minta izin gk?? Publish ulang ini dengan cast yg berbeda?? Jadi ff yaoi boleh gak?? Entah kenapa gw cinta banget sama ff ini sampe pengen publish lagi sama versi yg berbeda. Hmm tapi kalo gak boleh sih gak papa eon. Hehe aku menghargai kok karya author… Ya udah thor aku pamit dulu ya. Dipikirin baik baik ya tapi gak maksa kok /plakk sama aja. Hehehe

  6. Pingback: KaiStal | wiantinaazmi

  7. Hai salam kenal ka, aku readers baru disini, ijin baca ffnya ya ka 😁
    Wah ceritanya menarik bnget, siapa takdir daehyun sma takdir kai? Penasaran bnget 😆
    Apa kai berubah jadi serigala karena dulunya dia pacaran sma iblis ka?
    Sehunnya belum muncul, lanjut baca ke chaptee selanjutnya ya ka ☺

  8. Hai ka aku reders baru disini, salam kenal ya ka 😄
    Aku suka sma ceritanya, apalagi yg berbau fantasy gini 😆
    Siapa takdir daehyun sma kai? Sehun belum muncul disini
    Kai tadinya angel da dia dikutuk jadi serigala apa karena pacaran sma devil ka?
    Penasaran, ijin lanjut baca ceritanya ya ka ☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s