[EXO & B.A.P FF_SUPER FANTASY IDOL(SFI) CH. 9]- 9TH FANTASY

 Image

Author             : Azumi Aozora & Kunang

Main Cast        : Yang Shin Young (Sandy) (OC), Oh Sera (OC),  Oh Se Hun (EXO-K), Baek Hyun (EXO-K), Zelo (B.A.P), Kai (EXO-K), Lee Tae Min (SHINee), Luhan (EXO-M)

Support Cast   : Yang Seung Ho (MBLAQ, Shin Young’s oldest brother), the rest of MBLAQ member, Bi/ Rain, Two-X members, EXO members, SHINee members

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship, business entertainment

Rating             : PG-15

Summary         : Populer grup EXO boleh punya kekuatan super di MV mereka, tapi di dunia nyata ada dua orang yeoja yang memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kedua yeoja itu adalah Yang Shin Young, (17 tahun) dan Oh Sera (16 th). Dari mulai mereka mulai jadi trainee di JTUNE ent ada saja yang selalu mereka ributkan, dan lagi mereka sama-sama menyimpan rahasia. Rahasia kekuatan yang bisa berguna bagi mereka ataupun mencelakakan mereka ….

 

~~Chapter 9~~

 BY : KUNANG

======Yang Shin Young/Sandy POV====

@Penjara Bawah Tanah

“Tempat ini…?” aku menyipitkan mataku, mencoba membiasakan mataku di tempat yang rasanya dingin dan gelap ini. Aku mendapati diriku tertidur di lantai yang dingin dan pengap, sepanjang yang bisa kulihat, hanya teralis besi yang kulihat mengelilingi diriku. Seketika itu juga air mata ku jatuh, aku ingat… rasanya aku hampir mengingat semuanya…

Sehun oppa

Zelo

Sera

Tae Min oppa

dan juga…

Sepertinya ingatan mu sudah mulai pulih

Tiba-tiba saja suara berat terdengar di telingaku. Telepati. Jangtung ku langsung berdegup kencang. Aku mengingat suara berat ini, refleks aku pindah dan duduk di pojok sambil  menjauhi teralis besi. Memeluk lututku.

Bagaimana rasanya kembali ke sini? Tempat yang paling cocok untuk mu, monster

Aku langsung menutup telingaku. Rasanya hatiku sangat sakit ketika mendengar kata ‘monster’ yang dia tujukan padaku. Tapi sepertinya percuma, aku tetap mendengar suara itu yang mulai tertawa, tawa kejam dan dingin sang raja.

“AKU BUKAN MONSTER!”

Kau monster, sebentar lagi kau akan mengingatnya sendiri… Kalung itu, kejadian-kejadian itu, memangnya kau tak ingat?

                             

***Flashback, Shin 12 years old**

@Elementary School in Mato’s PLANET

 

            “Hati-hati! Jangan dekat-dekat dengan dia, atau dia akan membakar mu”

            “Bagaimana mungkin dia bisa bersekolah disini? Dia bisa membakar satu sekolah ini seketika, kau tahu, gosipnya dia bahkan pernah membakar rumah orang tuanya!”

            Aku hanya diam di depan kelas sementara siswa lainnya tetap membicarakanku, Mato sama saja dengan bumi, di bumi orang-orang mengira aku adalah anak aneh pembawa sial yang bisa tiba-tiba membuat sekitarku terbakar. Begitupun di Mato. Aku dianggap anak berbahaya dengan kekuatan menakutkan. Tak lama kemudian aku memutuskan untuk membolos saja, lagi pula itu pasti yang diinginkan teman-temanku. Anni, mereka bukan temanku, hanya orang-orang sial yang kebetulan sekelas dengaku.

            Temanku hanya seorang, Cheondoong oppa. Setidaknya itu yang dia bilang padaku. Dia bilang kalau dia sama denganku, kami sama-sama pernah tingga di bumi dan juga memiliki kekuatan yang bisa menyakiti orang lain. Aku melihat ke arah gedung senior high di depanku yang sepi, teringat kalau sekolah Cheondoong oppa sedang kunjungan ke planet lain.

            Sandy, hanya aku yang mengerti kamu, dan hanya aku yang mengetahui semua hal tentang mu. Jangan berharap pada orang lain karena pada akhirnya mereka akan menyakitimu.

            Itu yang sering Cheondoong oppa katakan padaku. Dia juga selalu berkata ingin balas dendam dengan keluarga kerajaan yang telah membuat keluarga angkatnya disini terbunuh.

            Padahal aku berharap, kata-kata eomma ku benar, disini akan ada yang menerimaku. Lagipula disini aku bisa belajar untuk mengendalikan kekuatanku. Ya, kekuatanku adalah fire, aku bukan penduduk Mato, hanya nenekku yang merupakan keturunan langsung rakyat Mato, sedangkan ibuku diwarisi kekuatan Mato yang membuatnya bisa menggandakan diri dan membaca masa lalu orang lain.

            Aku terus berjalan, seperti biasa, ke danau kecil di hutan belakang sekolah…dengan menyendiri aku bisa tenang, kalau tenang, aku tidak akan membakar siapapun. Sebaliknya kalau emosiku tidak stabil, aku bisa membakar sekitarku.

            “Kau bolos lagi Candy?” tanpa aku duga seorang namja cilik dengan kulit putih susu dan wajah tirus sudah duduk di atas batu, seketika itu juga angin sepoi sepoi menerpa wajahku dan memainkan rambut ikal  yang biasanya menutupi sebagian wajahku. Sekaligus membawa aroma yang manis dan sejuk dari arah namja itu.

            “Oh Se Hun, apa yang—”

            “Kau..ternyata manis…like a candy” Namja cilik yang bernama Oh Se Hun itu menatapku terus dengan ekspresi yang membuatku bingung, kenapa dia terus melihatku?. Aku tak terlalu mengenal dia, tapi semua orang selalu membicarakannya karena ketampanan dan kekuatannya yang membuat orang lain kagum

 “Kenapa kau menyembunyikan wajah manismu selama ini putri pemurung?” tambahnya lagi

            “Pergilah! Apa kau tidak takut aku bakar?” ancamku, tapi Sehun malah tertawa, dan anehnya tawa nya malah terdengar menyenangkan di telingaku. Sehun, namja yang aneh. Aku baru di Mato selama kurang dari sebulan, dan hanya namja ini yang berani dekat dengan ku. Aku juga pertama kali bertemu dengannya disini.

            “JANGAN TERTAWA!” Aku mengibaskan tanganku, dan seketika itu juga pergelangan tangan Sehun memerah, seperti terbakar. Sebenarnya aku tidak bermaksud melukai dia, kekuatan itu selalu saja muncul walau tanpa aku inginkan. Tapi tidak apa-apa, karena aku dengar Sehun punya kekuatan ‘healing’, bukan kah artinya dia bisa menyembuhkan lukanya sendiri?

            Tapi apa benar tidak apa-apa?

            “Aishhh…. “ Sehun langsung berlari ke arah danau dan mencelupkan tangannya yang kemerahan, dia menggigit bibirnya sedangkan angin menerpa tangannya yang terluka.

            “Kau… tidak bisa menyembuhkan dirimu sendiri?” aku menatap tangannya yang memerah dengan cemas

            “Hahahahaha…. aku hanya bisa menyembuhkan luka fisik orang lain,.. ups mian, aku tidak akan tertawa, kalau tidak, aku bisa terbakar lagi” kata Sehun sambil tersenyum, kemudian dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku bajunya dan menyodorkannya ke arahku.

            “Ini kan?” aku menatap bimbang kotak obat yang aku terima dari Sehun. Ya, obat ini hampir sama dengan di bumi, semacam obat oles untuk luka bakar. Bedanya yang di Mato jauh lebih efektif  “Kau sudah mengira ini akan terjadi?”

            “Tentu saja, karena aku ingin berteman dengan mu jadi tentunya aku harus persiapan kan?, oya mau kah kau mengobatiku?”

            Teman? Aku menatap bimbang Oh Sehun. Selama ini tidak ada yang mau berteman denganku, tapi dia mau? Entah mengapa aku sangat senang sekaligus takut. Aku takut pada akhirnya akan menyakiti Sehun karena kekuatan ku. Tapi rasa senangku pada akhirnya melebihi ketakutan ku.

            Aku menganguk

“Assa!”pekik Sehun, dan pada akhirnya aku mengoleskan obat itu di lengannya.

“Candy kau tahu—“

“Nama ku Sandy”

“Aku lebih senang memanggilmu Candy, karena kau manis seperti Candy” kata Sehun sambil menjulurkan lidahnya, aku menatapnya tajam. Aku bisa merasa tubuhku memanas, maka aku langsung berlari ke arah sungai dan membasuh kepalaku.

“Gawat juga ya, kekuatan mu” Sehun entah sejak kapan berdiri di belakangku yang hampir basah kuyup “kau tahu Candy, dulu juga aku tidak bisa mengendalikan kekuatan angin ku, tapi benda ini membantuku”

Aku berbalik dan mendapati Sehun tersenyum ke arahku sambil melepas kalung yang melekat di lehernya, tanpa sempat aku cegah, dia mengalungkan kalung indah berbentuk hexagonal itu padaku “Ini nullification stone, dia bisa membantumu mengendalikan kekuatan mu”

“Yeppeo! ~”gumamku tanpa sadar

“hmm… Candy, mau kah kapan-kapan kita melihat langit malam bersama?”

 

Hari-hariku menjadi jauh lebih baik sejak aku mengenal Sehun. Dan kekuatanku juga sudah lumayan bisa aku kendalikan. Sedikit demi sedikit aku tahu cara untuk tersenyum dan menerima kekuatanku. Eomma sangat senang dengan perubahanku, dan ini semua karena Sehun oppa. Ya, Sehun tahu kalau aku manusia bumi dan di bumi aku memanggil kakak laki-laki ku dengan sebutan ‘oppa’, dan dia memaksa aku memanggilnya seperti itu juga.

 

Dan akhirnya Sehun mengajakku bertemu kedua temannya dan adiknya di padang rumput. Awalnya aku agak ragu, aku bisa saja tiba-tiba mengeluarkan percikkan api kalau saja aku sedikit kesal

“Hallo, Sera…”

“Waahhh.., Kak Candy kan?” Gadis yang tak lain adalah adiknya Sehun itu tersenyum lebar dan mengulurkan tangannya, aku terkekeh mengingat dia ternyata sangat mirip dengan Sehun dan menjabat tangannya.

 “Aku Sandy. Senang akhirnya bisa bertemu denganmu.”

“Aku Lee Tae Min” ucap namja cute di sebelah Sera sambil tersenyum tipis, dia sepertinya lebih dewasa beberapa tahun dibanding kami.

“Nah… kalau yang ini”

“Aku sudah tahu, dia Zelo, dia sekelas dengan ku di ‘Dangerous Ability Class’” kata ku, Zelo menganguk. Dangerous Ability Class adalah kelas khusus yang diadakan seminggu sekali untuk siswa yang dianggap memiliki kekuatan yang berbahaya dan sulit dikendalikan. Tapi aku tak mengerti, Zelo tidak pernah terlihat memiliki kekuatan yang berbahaya.

“Ya…  aku dan Shin sudah saling kenal kok, dia bahkan sudah hampir  membakarku sepuluh kali, sayang yah gagal?” ujar Zelo sambil tersenyum mengejek, aku langsung menggembungkan pipiku. Sebal. Sama dengan Oh Sehun, Zelo juga tidak takut dekat-dekat denganku, tapi yang membedakannya Zelo senang sekali menggangguku!

“YAA! SHIN! Kenapa tiba-tiba kau membuat udara jadi panas? Aku kan hanya bercanda! Awaass yaa!! Jangan menimbulkan api atau….”

Tik tik tik…

Hujan tiba-tiba membasahi tubuh kami semua, membuat tubuhku mendingin. Aku melihat mereka satu persatu dengan wajah penuh tanda tanya, pasti salah satu dari mereka ada yang bisa menurunkan hujan.

“Aku yang melakukannya!” Sera tersenyum senang, menampakkan barisan giginya yang rapih.

Aku merasa tubuhku menjadi sangat dingin, karena kekuatan api ku, aku sangat lemah dengan air hujan.

“SERA!  APA YANG KAU LAKUKAN BODOH?! HENTIKAN HUJANNYA! CEPAT!” Aku bisa melihat Sehun tiba-tiba mengguncang tubuh adiknya yang kebingungan, bersamaan dengan itu tubuhku melemah dan jatuh. Yang ku ingat terakhir kali hanyalah wajah khawatir Zelo  menopang tubuhku yang hendak jatuh.

“SHINN?! IREOHNA!”

 

**Flashback End**

“Hey! Kau baik-baik saja?!”

“ZELO!!!!” Aku tersentak, seketika itu juga bayangan-bayangan masa lalu itu menghilang. Ya, aku ingat, dan aku merasa kapan saja aku bisa mengingat kejadian setelahnya.

“Sandy, kau baik-baik saja kan?”

“Byun Baek Hyun?” mulutku menganga begitu melihat Baek Hyun oppa sudah ada di depanku “Kau.. disini? bagaimana mungkin?”

“Ceritanya panjang” Baek Hyun oppa duduk disebelahku, dia memijit mijit kepalanya jelas sekali pasti dia merasa kesakitan. Pasti ulah orang itu, Lee Tae Min. Aku juga, dulu, pernah merasakannya, saat dia benar-benar marah ketika istana terbakar. Nyaris membunuh Sera…

Lagi, aku merasa memori-memori masa lalu menghantam kepalaku, membuatku kesakitan. Belum lagi kalung yang melingkar di leher ku membuat ku merasa sesak. Pasti kalung ini yang membuatku sakit dan mengembalikan ingatan ku, seseorang telah memodifikasi kalung nya.

Aku tak ingin mengingatnya, Zelo benar… lebih baik tidak ingat…

 

“Bukan, bukan aku yang membakar istana! Aku akan tahu kalau memang kekuatan ku yang membuat kebakaran itu, tapi…”

Namja di depan ku, Oh Se Hun, memalingkan wajahnya, mulutnya bergetar dan terbuka namun tak ada kata-kata yang keluar. Aku tahu, dia sangat marah.

“Oppa! Percayalah pada—“

“JADI MAKSUDMU SERA BERBOHONG?! KAU YANG BERBOHONG!” umpat Se Hun, suaranya menggelegar. Rasanya hati ku mengkerut seketika, sakit seperti di remas.

“Se hun oppa..”

“Aku tak mau mendengar apapun lagi” potong Se hun dingin, sekarang air mataku sudah tak terbendung “Pergilah Candy, pergi yang jauh… pergi yang jauh dari ku”

           

            Memori yang lainnya pun tiba-tiba muncul, dan aku langsung tahu, ini bukan memoriku. Tapi memori eomma ku, tapi bagaimana bisa?

            Aku menatap diriku sendiri yang sedang terbaring di rumahku yang dulu, di Mato. Disamping tubuhku, aku mendapati eomma dan Zelo sedang berbicara serius.

 

            “Zelo –ah… gomawo sudah menyelamatkan Shin, tapi bisakah aku meminta pertolongan mu sekali lagi?”suara khas eomma membuat ku menangis. Aku rindu padanya. Seharusnya aku tahu dari dulu kalau memori ku tentang eomma ku yang jahat hanya memori palsu.

            “Tentu saja eommonim, aku  berjanji akan melindungi Shin apapun yang terjadi”

            “Tolong bawa pergi Shin dari sini, bawa dia kembali ke bumi, buat dia melupakan semua kejadian di sini, aku ingin dia bahagia bersama ayah dan kedua oppanya dan ….” eomma ku terdiam sesaat seolah memantapkan hatinya, kemudian eomma ku berbisik “Ambil kekuatan Shin… aku tak mau dia dituduh macan-macam lagi seperti di sini”

            “Ta.. tapi itu..”

            “Kau bisa melakukannya dengan kekuatan mu!”

            “K..kau tahu aku punya ‘Stealing ability’” Zelo tertegun. Aku langsung tahu, stealing ability adalah kemampuan untuk mencuri ‘kekuatan’ orang lain. Dan itu pasti alasan Zelo dimasukkan ke Dangerous Ability Class “Tapi, kalau kekuatan Mato diambil dari Shin, dia tidak akan bisa bertahan hidup”

            “Karena itu, aku minta tolong kau mengambil kekuatan ku dan memberikannya pada Shin… Zelo, jebal, kau tahu kan umurku tidak lama lagi”

            Zelo hanya terdiam, cukup lama dan akhirnya dia menarik nafas panjang “Baiklah …”, nampa pirang itu menggaruk kepalanya “tapi Shin memiliki kekuatan mato yang istimewa, aku tidak bisa benar-benar menghapus ingatannya, bisa jadi dia akan mendapatkan ingatan lain yang sama-sama buruk”

            “Benarkah? Lalu..” eomma ku terlihat khawatir, tapi kemudian Zelo tersenyum menenangkan.

            “Tenang saja, aku akan menjaga Shin, akan kubuat dia tidak pernah bersedih”

            “Gomawo Zelo, seandainya Shin mengingat kembali kejadian saat di Mato, aku ingin kau memberitahunya kalau aku sangat menyayanginya”

            Air mata ku mengalir, lebih deras saat ini, aku salah… eomma ku tidak pernah jahat padaku, dia bahkan mengorbankan nyawanya hanya untukku.

           

*****/Zelo PoV/****

Sementara itu

@Capsule, Universe (?)

 

“Apa kau tahu sesuatu tentang ku? Kau bilang dulu kita bersahabat” kata Sehun setelah kesunyian yang panjang diantara kami. Aku menghembuskan nafas panjang masih memegang senter yang menyinari tubuhku “Apa benar aku pernah bertemu dengan Candy di Mato?”

“Walaupun aku tahu, kau pikir aku akan memberitahumu?” aku mendelik padanya, hatiku benar-benar tidak tenang. Selama bertahun-tahun ini ingin sekali aku memukul Sehun, orang yang telah melukai hati satu-satunya yeoja yang berharga bagiku.

“Apa sih masalah ku denganmu? Aishh…” sehun berdecak, kemudian dia menatap luar angkasa yang gelap di depannya, seperti sedang melamun “Semoga Candy dan Sera baik-baik saja…”

“Sera pasti baik-baik saja bersama pamanmu tapi Shin ….”

“Ada apa dengan Candy?”

“Bukan urusanmu, aku yang akan menyelamatkan Shin!” jawab ku keras kepala, Sehun menatap tajam ke arahku.

“Shin –ah, nekoya *milikku*” tambahku lagi, tiba-tiba.

“MWO?”

“Shin atau yang kau panggil Candy itu yeoja ku!, aku yang akan menyelamatkan dia dulu maupun sekarang!”

“Apa maksudmu? Jangan bercanda!” aku bisa melihat Sehun sekarang mengepalkan kedua telapak tangannya, rahangnya mengeras, dia terlihat sangat kesal. Aku tertawa miris, sudah kuduga, meski sudah kuhapus ingatannya tentang Shin, pada akhirnya dia jatuh hati lagi pada Shin .

“Aku tak menyangka, bahkan walau ingatan mu hilang kau akan tetap mencari Shin” ujar ku agak kesal “Padahal kau sudah punya segalanya di Mato, tidak bisa kah kau melupakan Shin?!”

            Sehun membeku begitu mendengar kata- kata ku, membuatku menyipit curiga.

            “Jadi Shin tidak memberi tahu siapa orang yang dia lihat di masa lalu mu itu? Lihat.. bahkan Shin ingin kau melupakannya!”

            “Apa benar… Candy, adalah ….” Sehun terlihat shock sekaligus bingung “Jadi yang paling berharga bagi ku dulu itu adalah Candy, pantas saja…” dia pun lalu kembali menatap ku “Dan… Zelo, apa hubungan mu dengan Candy”

“Dia..” aku berpikir sesaat sambil mengarahkan senter ke wajah ku “Sudah aku bilang sebelumnya kan? Shin itu yeojachingku, bukan sekadar itu saja, dia juga bakal jadi pengantin ku kelak”

“Zelo, sebaiknya kau jangan bercanda atau“  Sehun sekarang sudah berdiri dari kursinya, dia menatapku tajam. Tapi aku sama sekali tidak gentar, aku ingin membuatnya sadar kalau aku lah yang lebih pantas bersama Shin.

“Kau tahu, aku dan dia bahkan sudah berciuman, bukan hanya sekali tapi—-“

BUKK

Trekk

Tubuh ku yang sedang duduk di kursi capsule tiba-tiba terhempas ke bawah oleh angin keras yang tiba-tiba menerjang tubuhku. Sedangkan senter yang ku pegang terlempar ke arah berlawanan. Seketika itu juga tubuhku kembali mengecil, menjadi Leo kembali.

“Sebaiknya kau tidak bicara macam-macam Zelo! Aku tahu Candy dan kau hanya berteman, jadi diam dan jangan membuat ku kesal” kata Sehun tajam dan dingin, lalu memutar kursinya dan membelakangi ku.

Aku tahu jelas, dia cemburu.

Aku menghembuskan nafas panjang sambil menatap angkasa luar. Seandai nya saja Sehun tidak mencari Shin, seandainya saja aku berhasil membujuk Shin menjauhi Sehun. Kami pasti tidak akan kembali ke Mato. Kalau bisa memilih, aku ingin tinggal bersama Shin di bumi, tanpa orang-orang planet asal ku yang menyakiti Shin dan tanpa seorang Oh Sehun dalam hidup kami.

 

            ****/ Sehun PoV/*****

@Taman Belakang Istana

 

            “Sera-ah… kau di istana kah? Cepatlah kemari! Aku ada di taman belakang istana” aku mengirim telepati pada Sera begitu aku sampai di taman belakang istana. Taman ini masih sama dengan dulu, dipenuhi oleh bunga-bunga beraneka jenis yang wanginya jauh lebih menyenangkan dari bunga apapun yang ada di bumi. Tapi entah mengapa aku tidak merasa senang kembali ke tempat ini.

            “Sehun? Benarkah itu kau?!”

            “Tentu saja, kau pikir siapa lagi yang punya suara semerdu aku?”

            Sera tak menjawab telepatiku yang terakhir, aku yakin dia sedang menuju kemari. Kalau perkiraan Zelo benar, Sera pasti sedang di istana.

            “K.. kau… benar-benar kembali?” akhirnya seorang gadis dengan dress putih yang tak lain adalah adikku, muncul dari pintu belakang istana. Dia terlihat tidak percaya, aku tersenyum dan menganguk pada Sera yang masih tertegun. Senyum nya yang indah pun kemudian mengembang dan tak menunggu lama dia berjalan menghampiri ku.

            “Akhirnya kau pulang!”

            “Sudah kubilang kan, kalau Sera memang di Mato dia pasti akan baik-baik saja” ucap suara kekanakan yang menyebalkan, aku langsung menunduk dan melemparkan pandangan kesalku pada bocah di belakangku. Leo masih memakai pakaian versi dewasanya yang kebesaran sehingga dia harus menggulung lengan baju dan celananya. Sera mengerenyit, sepertinya dia baru menyadari ada Leo di belakang ku

 “Aku tidak salah kan? Raja dan Lee Tae Min tidak akan membiarkan Sera terluka”

            “Zelo, eh.. maksudku Leo.. kau dan kakakku, kalian? Bagaimana bisa?”

            “Ceritanya panjang” kata ku cepat “kau sendiri, bagaimana bisa kau tiba-tiba disini? dan apa kau tahu dimana Candy?”

            Aku merasa Sera langsung menghindari tatapan ku begitu aku menanyakan Candy, entah mengapa aku merasa cemas “Paman menjemputku, dan soal gadis itu…”

            “Kau sudah ingat semuanya yah?” kata Leo, aku melempar pandangan kesal padanya. Dia mau tetap besar maupun jadi Leo seperti sekarang sama saja, tetap menyebalkan “Aku tidak punya banyak waktu, dan aku memang belum ingat apa-apa, tapi bukan itu masalahnya! Aku harus menemukan Candy! Sera kau tahu dimana dia?”

            “Aku.. aku tidak tahu….” ucap Sera gugup, aku langsung tahu pasti ada sesuatu yang disembunyikannya.

            “Sera! Sini sebentar” Zelo tiba-tiba memanggil adikku, Sera menurut dan menundukkan wajahnya sehingga sejajar dengan wajah Zelo

            “Mwo?”

            Perlahan Leo mendekatkan wajahnya pada Sera dan sebelum sempat aku cegah dia mencium pipi Sera.

            Cup

            “ZELO!!! APA YANG KAU LAKUKAN ????!!!” teriak ku tidak terima, aku sudah hampir akan menonjok nya ketika akhirnya aku menyadari sesuatu.

            Bukan kah dulu juga ada kejadian seperti ini? Ya, aku ingat! tapi dulu bukan Zelo yang melakukannya pada Sera melainkan Lee Tae Min, dia yang merebut first kiss Sera, aku mengamuk dan akhirnya Zelo menghapus ingatan ku.

            “Daebak… ternyata kau bisa kembali dengan ciuman ku juga?”  Sera malah terlihat takjub begitu melihat tubuh Leo yang perlahan membesar seperti tumbuh secara mendadak, sebenarnya aku kesal sekali tapi ini bukan waktunya aku membuat perhitungan dengan bocah satu ini.

            “Baiklah… aku pergi tuan putri dan …” Zelo melirikku tajam, kemudian tersenyum sinis “sang pangeran ”

            “Memangnya kau tahu dimana Candy?”

            “Aku punya beberapa perkiraan” kata Zelo sambil merapikan rambutnya, dia pun berbalik dan beranjak pergi, walau tidak menggunakan kekuatan apapun, dia bergerak cukup cepat. Aku hendak mengejarnya, tapi Sera menahan bahu ku.

            “Sera? Lepaskan! Aku harus mengejar Zelo!” Kata ku tak sabar, tapi Sera tetap menahan bahu ku “OH SERA! Dengarkan aku!” Aku memalingkan kepala ku dan mendapati Sera menunduk, poni nya menghalangi ku melihat wajahnya.

            Tik.. tik…tik….

            Hujan rintik-rintik turun dan makin lama semakin deras, aku menatap ke arah Zelo tadi pergi tapi sudah tidak bisa melihat diri nya lagi. Kalau sudah begini, akan sulit mengejarnya.

            “Sera, wae?”

Sera mendongakkan wajahnya, aku bisa melihat bulir bulir air mata jatuh dari mata abu-abunya. Entah bagaimana aku bisa membedakannya dengan air hujan yang membasahi kami.

“Sera, kenapa kau menangis? Uljima” aku langsung mengusap air matanya yang jatuh, sedangkan Sera terus menatap ku dengan tatapan yang tidak ku mengerti, membuatku gelisah. Apa yang membuatnya seperti ini. Aku pun langsung memeluk adikku erat, aku baru sadar sudah begitu lama aku tidak memeluknya. Sera sama sekali tidak menolak.

“Sehun, anni… Sehun oppa” bisik Sera, dia mengeratkan tangannya yang melingkar di tubuh ku “jebal…. kajima (jangan pergi), demi aku, kajima”

 

/// Sehun PoV end///

 

/// Author PoV///

@Sebuah kamar di Istana

 

Lee Tae Min mengetuk-ngetukkan tangannya di meja, seulas senyum tipis tampak di wajah tampannya. Dia merasa puas, sejauh ini semua berjalan sesuai dengan rencananya.

“Jadi kau bilang Sehun sudah kembali ke istana, dan Zelo menuju penjara bawah tanah Thanatos?”

“Ya, aku melihatnya sendiri” jawab seorang namja tinggi dengan wajah mungil dan putih bagai pualam. Bola matanya yang merah kehitaman terlihat berkilat-kilat “Aku melakukan semua nya sesuai dengan instruksi mu Yang Mulia, jadi apakah nanti aku bisa menagih apa yang kau janjikan?”

Tae Min tertawa sambil menganguk-anguk “Tentu saja! Begitu aku merebut Crystal of life dari Zelo, aku akan memberi mu apa yang kau ingin kan”

“Baguslah” Gumam namja jangkung itu, Tae Min pun berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati pemuda jangkung itu.

“Kau sudah tahu kan apa tugas mu selanjutnya?” bisik Tae Min sambil menepuk pundak namja yang lebih jangkung beberapa cm itu “Jangan sampai gagal”

“Tentu saja, Yang Mulia”

 

// Author PoV end//

 

// Yang Shin Young PoV//

 

@Penjara bawah tanah

 

“Kau beneran tidak apa-apa?” Baek Hyun oppa memegang dahi ku, dia terlihat khawatir. Pasti keadaan ku sekarang sangat kacau dan nafasku masih agak sesak, tapi masih lebih baik di banding tadi karena kepalaku sudah tidak terasa sakit lagi.

“Nee oppa… maaf membuat mu cemas” aku tersenyum penuh terima kasih ke arah Baek hyun oppa yang menyodori ku segelas air, aku pun minum. Aku baru sadar ada dua porsi makanan dan minuman tak jauh dari kami, makanan penjara. Masih sama seperti dulu. Hanya semacam roti dan air.

“Hei!! Di luar dugaan, roti ini enak juga ya!” Baek Hyun oppa tersenyum riang, mau tak mau aku heran. Dia benar-benar aneh, bukan kah dia sekarang sedang di penjara di planet yang bahkan sangat asing baginya. Kenapa dia masih terlihat ceria seperti itu?

“Sandy-ah, kenapa kau melihatku seperti itu?” Baek Hyun menatapku, masih dengan pipinya yang penuh dengan roti, ia pun menyodorkan roti jatah ku “Kau juga makan, biar cepat sembuh!”

“Oppa, kenapa kau masih bisa se-ceria ini? Kau tidak takut?”

“Takut? Kenapa aku harus takut? Kau tidak menakutkan kok” jawab Baek Hyun oppa sambil tertawa kecil, aku tersenyum tipis. Dalam hati aku merasa bersyukur setidaknya aku tidak sendirian “Lagipula, ada seseorang yang berkata kalau aku lebih cocok bersikap periang”

Aku mendapati muka Baek Hyun oppa yang tiba-tiba memerah, membuatku menyipit curiga “Oppa… jangan bilang kalau Oh Sera yang mengatakannya”

“Ba… bagaimana kau tahu?” pekik Baek Hyun oppa, dia terlihat bingung. Aku tersenyum melihat wajahnya yang sekarang semakin memerah, sudah kuduga dari gerak-geriknya saat bertemu pertama kali dengannya bersama Sera.

Alih-alih menjawab pertanyaannya, aku jadi semakin ingin menggodanya “Oppa, kau menyukai Oh Se Ra kan?

“Ba… Aku…sudah berhenti menggoda ku! Aku mau makan dengan tenang!” Baek hyun oppa terlihat salah tingkah membuatku tertawa kecil

“Hahahahhahaha…”

“Baik lah, kau benar… memangnya terlihat jelas ya kalau aku menyukai nya?”  kata namja cute itu pada akhirnya, aku menepuk-nepuk kepalanya.

“Sangat jelas sekali oppa” ledek ku, tapi dia hanya tersenyum. Aku langsung tahu Baek hyun benar-benar menyukai Sera, tapi itu berarti dia harus bersaing dengan Lee Tae Min oppa. Entah mengapa aku merasa cemas, Tae Min oppa tidak akan tinggal diam.

“Hey Sandy, kau yakin akan ada seseorang yang menolong kita?” tanya Baek Hyun oppa setelah agak lama kami hanya saling diam, sedangkan aku iseng menggambar hal-hal tidak penting dengan pasir yang bertebaran di sudut penjara dengan jari ku.

“Aku yakin, dulu juga dia datang menyelamatkan ku”

“Dulu? Jangan –jangan Sehunnie yah?” kata-kata Baek Hyun oppa membuat jari-jari ku berhenti, rasanya sekali lagi hati ku sangat sakit hanya dengan mendengar namanya.

“Eh… Shin, kau kenapa?”

“Anni… aku tidak apa-apa” aku langsung menatap ke atas, berharap air mata ku tidak mengalir lagi.

Plop

“WAAA!!!” Baek Hyun oppa terperanjat kaget dan mundur ke arah tembok penjara begitu seseorang yang sangat ku kenal tiba-tiba muncul, spontan aku berdiri. Orang ini, apa yang dia lakukan disini?

“Bu.. bukan kah kau… Cheondoong MBLAQ sunbaenim?! Ba.. bagaimana bisa…? gumam Baek hyun oppa lagi, dia terlihat kebingungan entah untuk keberapa kalinya.

“Nee.. aku adalah Cheondoong, selamat datang di planet Mato alien dari bumi dan naeui yeodongsaeng (adik perempuan ku), Sandy”

 “Aku?? Alien??” kata namja di sebelah ku, aku tidak terlalu peduli.

“Yeodeongsaeng? Aku?” mata ku melebar tak percaya, apa maksud Cheondoong oppa?

“Belum waktunya membahas hal itu Sandy-ah, yang jelas sekarang aku akan menolong kalian keluar dari tempat mengerikan ini”

 

/// Author PoV///

Beberapa jam kemudian

@Penjara Thanatos, underground

 

“SHIIINNNNN!!!!  SHIIIIINNNN KAU DIMANA?” seorang namja jangkung berambut pirang terlihat panik mencari di penjara yang remang-remang itu. Dia membawa dua buah senter, yang satu di sorotkan ke arah tubuhnya dan satunya lagi dia pakai untuk menerangi sekelilingnya. Ya, Zelo berhasil menembus penjagaan ketat para penjaga Thanatos karena dia tahu jalan rahasia, jalan yang pernah dia lalui saat dia menyelamatkan Shin dulu.

Penjara Thanatos adalah penjara terbesar di planet Mato. Penjara ini terdiri dari ruangan-ruangan besar dengan teralis besi mengelilinginya. Selain itu penjara ini terletak di bawah tanah dan dijaga oleh para pengawal dengan kekuatan yang luar biasa. Penjara ini terletak di bawah tanah karena orang-orang Mato tidak akan bisa menggunakan kekuatannya di bawah tanah-kecuali orang-orang tertentu yang memiliki kekuatan berbahaya.

“Shin, kau dimana?” gumam namja jangkung itu, sudah setengah jam lebih dia mencari di penjara yang luas itu tapi nihil.

“Sayang sekali, padahal kau sudah jauh-jauh ke sini tapi tidak bisa menemukan gadis itu

“Lee Tae Min..” Zelo menegakkan tubuhnya dan berbalik, benar saja seorang namja berambut gelap dan berwajah tampan sudah berdiri di atas tangga tak jauh darinya, namja itu menyilangkan kedua tangannya. Senyum tidak simetris tersinggung di wajah nya.”DIMANA SHIN? DIMANA KAU MENAHANNYA?!”

“Kau pikir semudah itu aku akan memberi tahu mu?” ujar Tae Min tenang sambil menuruni tangga, senyum di wajahnya telah lenyap “Sepertinya kali ini pun kau lebih memilih di pihak gadis itu dibanding aku, padahal kau tahu jelas, dulu dia membakar istana dan karena dia juga, Sera terluka”

Zelo menatap tajam Tae Min yang berjalan ke arahnya,  “Aku percaya pada Shin, kalau dia bilang tidak melakukannya, artinya dia memang tidak melakukannya!”

“Aku sudah bosan mendengar ocehan mu itu”

TRAANGG

 Tae Min memukul teralis penjara di sebelahnya sampai besi yang dipukulnya bengkok dan lepas, wajahnya terlihat sangat kesal.

“Kau masih saja gampang marah” ucap Zelo, tanpa dia sadari dia sudah mundur beberapa langkah sambil memegang liontin di balik bajunya. Jantungnya berdegup cepat. Zelo tahu jelas kenapa Tae Min disini, dia menginginkan Crystal of Life yang sekarang tergantung di lehernya.

“Seharusnya kau tidak membuatku kesal Choi Jun Hong, tadinya aku mau berbaik hati memberi tahu mu dimana ‘Shin mu’ itu kalau kau memberikan Crystal of life” Tae Min menarik kerah baju Zelo dan

BUAK

“ARGH” Zelo mengaduh ketika tubuh jangkungnya dihempaskan ke tembok penjara yang dingin, Zelo tersenyum kecut sambil menggigit bibirnya menahan sakit yang terasa di seluruh tubuhnya, ia pun mengeluarkan liontin berbentuk hexagonal sebesar uang logam yang mirip dengan nullification stone, bedanya crystal of life berwarna keemasan dan akan bercahaya semakin terang di tempat yang lebih gelap. “Kau ingin ini ya?”

“BERIKAN PADAKU!”

“Aku mengenal mu terlalu baik Lee Tae Min, aku tahu kau tak akan mengembalikan Shin walaupun aku memberikan mu ini”

“CHOI JUN HONG! KUPERINGAT KAN”

“Sebelum ada benda ini kau tidak seperti ini Lee Tae Min” ucap Zelo sambil melepaskan crystal of life dari kalung itu “Bagaimana ya.. kalau crystal ini hilang saja?”

“HENTIKAN!!” Teriak Tae Min begitu Zelo memasukkan crystal itu ke mulutnya, tapi terlambat, Zelo telah menelannya.

“Sekarang benda itu sudah hilang” Zelo tersenyum puas, sementara Tae Min terlihat geram sekaligus kesal.

“Kau…. benar-benar menelannya?”

“Ya.. tentu—-“ Zelo memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sangat sesak dan sakit, belum pernah rasanya dia sesakit ini.

“UHUK UHUK….” Zelo menatap tangannya yang penuh dengan darah, bersamaan dengan itu rasa sakit yang luar biasa terasa mencabik dirinya, seolah mengiris seluruh permukaan kulitnya.

“AAARGHHHHHHHH!!!!!!!!!”

***TBC sodara-sodara***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s