[EXO & B.A.P FF_SUPER FANTASY IDOL(SFI) CH. 7]- 7TH FANTASY

 ImageICTI

Author             : Azumi Aozora & Kunang

Main Cast        : Yang Shin Young (Sandy) (OC), Oh Se Ra (OC),  Oh Se Hun (EXO-K), Baek Hyun (EXO-K), Zelo (B.A.P), Kai (EXO-K), Lee Tae Min (SHINee),

Support Cast   : Yang Seung Ho (MBLAQ, Shin Young’s oldest brother), the rest of MBLAQ member, Bi/ Rain, Two-X members, EXO members

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship, business entertainment

Rating             : PG-15

Summary         : Populer grup EXO boleh punya kekuatan super di MV mereka, tapi di dunia nyata ada dua orang yeoja yang memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kedua yeoja itu adalah Yang Shin Young, (17 tahun) dan Oh Se Ra (16 th). Dari mulai mereka mulai jadi trainee di JTUNE ent ada saja yang selalu mereka ributkan, dan lagi mereka sama-sama menyimpan rahasia. Rahasia kekuatan yang bisa berguna bagi mereka ataupun mencelakakan mereka ….

 

 ~~ Chapter 7 ~~

BY ; KUNANG

 

——-Yang Shin Young/Sandy PoV——

 

@Anyang High School, Jam istirahat

 

Anni… tidak mungkin, gadis itu pasti bukan aku… gadis itu tidak mungkin aku….

            Dari kemarin, masa lalu Sehun terus melayang-layang di pikiranku. Seandainya aku tidak melihat terlalu banyak, dan seandainya saja dia tidak memelukku, mungkin aku tidak akan memikirkannya. Tapi bayangan lalu Sehun kemarin begitu nyata, seolah aku bukan hanya menonton masa lalu Sehun tapi menjadi bagiannya, menjadi gadis dalam bayangan Sehun. Apa aku sudah gila? Mana mungkin aku pernah bertemu dengan Sehun di Mato?

Oh Sehun

“Aku mau makan di atap saja, aku bawa kue” kataku pada Zelo begitu mataku menangkap sosok namja yang terus menghantui pikiranku dari kemarin, dia sedang makan di meja kantin bersama Oh Se Ra tak jauh dari tempatku berdiri bersama Zelo. Sepertinya yeoka itu menyadari pandanganku, karena kemudian dia menatapku penuh tanya, langsung saja aku berbalik dan pergi sebelum oppanya sempat melihatku.

“Terserah kau” kata Zelo dengan nada dingin sambil mengikutiku melewati koridor-koridor sekolah, aku langsung memelototinya. Namja ini benar-benar aneh, sejak pulang dari fanmeeting, Zelo jadi makin sering uring-uringan dan ntah mengapa aku merasa dia jadi jauh lebih over protektif padaku. Contohnya saja, dia sampai mengikutiku ijin ke toilet ketika kelas sedang berjalan.

“Zelo! kemarin Seung Ho oppa memberiku smartphone baru!!! Taaa—daa!! Samsung Nexus hehe..” aku memperlihatkan smartphone baru ku begitu kami duduk di pipa besar yang tergeletak di atap sekolah, setengah berharap suasana dingin antara kami akan cair. Tapi Zelo tetap melihat lurus ke arah mataku, diam, bahkan tidak memakan kue strawberry yang aku buatkan untuknya. Agak gugup dengan tatapan tak biasa Zelo aku meminum air mineral yang kubawa.

“Apa yang kau lakukan tepat pulang sekolah kemarin di taman?”

“Uhuk uhuk…” aku langsung tersedak begitu mendengar pertanyaan Zelo, pertanyaan itu menarik otakku kembali ke memori kemarin saat aku dipeluk oleh Sehun, saat aku melihat Sehun dan juga gadis yang sangat mirip dengan aku (aku masih tak bisa memikirkan gadis itu adalah benar-benar aku). Tapi bagaimana mungkin Zelo tahu? Dia kan pulang lebih cepat karena ada schedule BAP?

Seolah membaca pikiranku, Zelo pun berdiri dan mengeluarkan smartphonenya lalu menunjukkan foto yang membuat mataku melebar, foto aku dan Sehun sedang berpelukan di taman sekolah kemarin!

“Ba.. bagaimana bisa…” aku berdiri untuk menatap foto itu lebih jelas, dan bersamaan dengan itu Zelo menghapus foto itu.

“Kau tenang saja, aku sudah atur foto ini agar tidak tersebar—kau tahu kan, aku jago meng-hack, jadi sekarang tidak akan ada bukti fisik lagi kalau kalian… berpelukan” Zelo menekankan kata terakhir yang dia ucapkan seolah kata itu begitu menyakitkannya.

“Jun Hong –ah…apakah mungkin.. kau marah?” tanyaku hati-hati, Zelo menatapku penuh arti lalu menarik nafas panjang.

“Menurutmu?”  Tanya balik Zelo, kemudian dia berjalan ke arahku dan tiba-tiba memelukku dari belakang, awalnya aku agak terkejut tapi akhirnya aku memutuskan membiarkan kepalanya beristirahat di bahuku begitu mendengarnya menarik nafas panjang.

“Molla, makanya aku bertanya”

“Aku tidak marah hanya...” Zelo membiarkan kata-katanya menggantung

“Hanya?”

“Tidak akan kuberitahu! Mehrong! Kau jadi cewek ga peka banget ya? kalau begini terus, siapa cowok yang mau dekat denganmu?” ejek Zelo, membuatku otomatis menggembungkan pipiku

“Haaahhhh?? Ya sudah!! Sana! Tidak usah peluk aku! Kau tidak mau dekat denganku kan?”kataku sambil berusaha melepaskan pelukan Zelo, tapi namja ini sama sekali tidak berniat melepaskan aku dan hanya diam saja, membuatku merasa ada yang tidak beres.

“Shin~ah..jebal, lupakan saja apapun yang kau lihat dalam masa lalu Sehun, itu hanya kenangan buruk” bisik Zelo dan kulihat matanya terpejam, ntah mengapa Zelo terlihat begitu kelelahan. Perlahan aku menggenggam kedua tangannya yang melingkar di pinggangku, berusaha melepaskannya.

“Hahahha.. apa yang kau bicarakan? Sudah aku—“

“Aku serius Shin, lebih baik kau menjauhi Sehun, kalau perlu kita pindah sekolah saja, aku tak ingin kau terluka lagi…”

Lagi?

Tik tik tik….

Butiran gerimis kecil tiba-tiba turun dan dengan cepat berubah menjadi hujan deras, langsung saja aku dan Zelo membereskan kue lalu Zelo pun menarikku kembali ke kelas

“Arghhh!! Aku benar-benar benci hujan!” rutuk Zelo, dan aku langsung mengambil sapu tangan untuk mengelap wajah cutenya yang basah.

“Sepertinya kita harus sewa pawang hujan agar Se Ra tidak seenaknya” candaku sambil mencoba tersenyum, dan untuk pertama kalinya setelah dia kembali dari fan meeting, Zelo tersenyum padaku.

 

————///————-

Seminggu kemudian

@Mobil Van, to Gang Nam station

 

Ini adalah cf (Commercial Film aka Iklan) pertamaku –walau sebelumnya aku pernah muncul di cf, tapi baru kali ini aku bintang utamanya-  tapi entah mengapa yang heboh malah kedua oppaku.

“Shin, siapa yang jadi lawan main mu? Adegannya seperti apa? Tidak berbahaya kan? Terus ga ada skinship kan?” tanya Seung Hoon oppa entah sudah ke-berapa puluh kalinya dari kemarin. Aku curiga kalau Seung Ho oppa kelepasan bicara pada Seung Hoon oppa.

“Oppa… “ aku agak menjauhkan hp ku karena suara oppa sudah terlalu keras, sejenak aku melihat ke arah jalanan. Yups hari ini adalah hari syuting cf pertama ku,entah mengapa aku merasa tegang sekaligus sangat bergairah, bahkan interogasi Seung Hoon oppa tidak membuat moodku buruk “Bukannya aku sudah bilang tadi pagi kalau aku membintangi iklan bersama Dae Hyun sshi bahkan kemarin..”

“Baiklah…. oppa mengerti, oppa mengerti kalau hanya pelukan tapi tetap saja… YAA—SUSTER SEBENTAR!! Aishhh biarkan pasien itu menunggu sebentar lagi!”

“Seung Hoon oppa~ annyeong! Selamat bekerja oppa!”

“Ehh… Shin!! Tunggu- aku—“

*piiiiiipp*

“Sister complex” rutukku sambil melihat layar handphone ku, ada aku, Seung Ho oppa dan Seung Hoon oppa. Oppa kedua ku itu memang yang paling protektif walau sekarang dia sudah tidak terlalu sering memantauku karena pekerjaannya, sedangkan Seung Ho oppa selalu mengkhawatirkanku seolah-olah aku ini anak kecil yang baru masuk dunia entertain ment. Kemarin aja Seung Ho oppa memberiku ceramah mengenai manners entah sudah ke-berapa puluh kali.

Oh Baby SAY YES Baby SAY YES

nan meonghaniseoseo balabogoiss-eo

Hp ku kembali berbunyi –Seung Ho oppa sendiri yang mengganti semua ringtone hpku dengan lagu MBLAQ-, kali ini e-mail, dengan agak ragu aku membuka inbox e-mail ku. Ternyata benar Oh Se Hun. Oya mengenai memorinya yang kulihat ketika di taman, aku sama sekali belum memberitahunya. Malah beberapa hari ini aku terus menghindarinya. Aku tidak tahu kenapa, aku sendiri tidak mengerti dengan diriku.

From : ohsehunthewind@mail.com

Candy!!! Kau membuatku hampir gila! Bisa kah kau tidak mengacuhkanku?

Aigoo~ kau yang membuatku hampir gila Oh Se Hun! Gara- gara kau aku mulai bermimpi aneh tentang kau dan langit yang kulihat di memorimu. Aku pun mengabaikan e-mail sehun.

Lagu Monalisa by MBLAQ terdengar lagi~

From : ohsehunthewind@mail.com

Baiklah, aku tidak akan memintamu melihat masa lalu ku lagi, tapi kau tetap wakil school rep! Bertanggung jawablah sedikit!

Kau yang harusnya bertanggung jawab, kau ketuanya kan? walaupun aku tidak ikut rapat, aku selalu mengirimkan tugas student council yang dibebankan padaku ke Se Hun tepat waktu via e-mail. Pikirku dengan agak kesal lalu mematikan ponselku bersamaan dengan mobil van yang sudah berhenti. Ternyata sudah sampai.

Aku pun keluar bersama manager dan coordi eonni untuk berjalan sampai ke station bawah tanah Gang Nam. Jadi skenario dalam iklan ini, aku akan naik KTX tepat saat Dae oppa hendak turun dari KTX. Ketika pintu kereta terbuka kami saling berpapasan dan Dae oppa tertarik padaku karena wangi parfumku dan tidak jadi turun KTX, dia pun mencariku di KTX yang penuh dan akhirnya menemukanku karena aroma parfumku.

Intinya itu adalah love at first sight , iklan ini mengingatkan ku saat pertama kali aku bertemu dengan Cheondoong oppa empat tahun lalu. Dia benar-benar membuatku terpesona dengan ketampanannya. He’s really inhuman!

 “Annyeong haseyo, Sandy imnida” kataku sambil membungkukkan tubuhku 90 derajat ke arah produser, dia tersenyum puas.

“Woahh… kau terlihat sangat fresh dan manis, aku yakin kau dan dia akan jadi couple icon yang pas untuk produk kami, oya panggil saja aku Nam PD” kata namja setengah baya yang terlihat menyenangkan itu “Berarti tinggal Cheondoong MBLAQ, kuharap dia datang tepat waktu”

“Eh…” aku mengerjapkan mataku, shock“Cheondoong oppa?”

“Ah… aku lupa memberi tahu perubahannya padamu, yang jelas sekarang kau membintangi iklanku ini dengan —-haa… dia datang!”

“Anneyonghaseyo, joneun Cheondoong MBLAQ imnida” kata seorang namja jangkung, berwajah mungil dengan wajah seputih susu. Dia menggunakan coat berwarna hitam yang senada dengan syal dan jeans hitamnya. Namja yang dulu selalu diam-diam aku kagumi, sekaligus akhir-akhir ini sering aku hindari.

 kenapa harus dia??

**********

 

“CUT! CUT!! CUT!!! NG!” pekik Nam PD sambil melotot ke arahku, yang masih menunduk ke lantai kereta, tidak berani melihat wajah Cheondoong oppa. Tidak hanya Cheondoong oppa, Nam PD dan semua staff pasti terkejut karena aku tiba-tiba mendorong oppa saat adegan dia merangkulku. Dan ini bukan untuk pertama kalinya, aku sudah mendorongnya tiga kali!

“Jwesonghamnida… jwesonghamnida….  tolong berikan aku kesempatan sekali lagi” kataku membungkuk pada Nam PD dan Cheondoong oppa dengan keadaan yang benar-benar kacau.

“Kau…. ckk… Apa aku perlu mengajarimu akting? Kau hanya tinggal menganggap kalau Cheondoong sshi itu namja yang kau suka!, lagi pula kalian satu managemen kan?”

“PD nim..” Cheondoong oppa tiba-tiba bersuara “Saya minta break dulu, ijinkan saya bicara dengan Sandy empat mata”

“Cheondoong oppa?” aku menatap Cheondoong oppa bingung dan tanpa kuduga Nam PD menganguk

“Baiklah, hanya 15 menit saja”

“Khamsamnida, Sandy kajja” Cheondoong oppa tiba-tiba menarik ujung lengan bajuku dan berlari keluar kereta. Ia membawaku ke arah pojok statiun yang agak sepi, tapi tiba-tiba—entah bagaimana caranya, KAMI SUDAH ADA DI RUANG LATIHAN VOCAL JTUNE!!!

“A….INI?”

Teleportation” Cheondoong oppa tersenyum ke arahku yang masih shock menatap ke sekitarku “Aku sepertimu Sandy, aku manusia yang punya kekuatan, dan kekuatanku adalah bisa berpindah kemanapun sekehendakku, yahh…. tentu saja ada jarak tertentu”

“O… oppa juga?”

“Nee… tapi dulu aku tidak bisa mengontrol kekuatanku, alhasil, tanpa keinginanku aku berpindah ke tempat yang tak kukenal. Jadi seseorang memberikan ini padaku” Cheondoong oppa mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin emas putih berbentuk hexagonal dari saku bajunya “Ini nullification stone, jadi kalau kau memakai kalung ini, kau akan bisa mengendalikan kekuatanmu”

“Ke…. kenapa oppa tahu kalau.. aku punya kekuatan?”

“Sandy, I know everythings about you” kata Cheondoong oppa sambil tertawa kecil dan mengacak rambutku “Aku bisa menebak masa lalu apa yang kau lihat dalam diriku, tapi… aku ingin kau percaya padaku”

“Wae?” tanyaku masih bingung, ini semua rasanya terlalu mendadak. Seperti nya aku memerlukan waktu untuk mencerna semua ini.

CTAKKK

“aw…. sakittt…” aku menggosok dahiku yang di ddakbam oleh Cheondoong oppa, dia terkekeh geli

“Yang jelas… untuk saat ini kau cukup tahu sampai sini Yang Shin Young! Kita masih harus syuting iklan”  katanya lagi, dia berhenti terkekeh dan memamerkan senyumnya, ntah mengapa senyumnya tidak melegakanku. Setelah apa yang kulihat tadi dalam memori Cheondoong oppa, aku masih merasa takut.

Flashback

Tepat saat Cheondoong oppa merangkulku, seketika itu juga kenangan Cheondoong oppa terbentang di hadapanku. Disana, di pojok ruangan yang remang-remang, seorang namja jangkung berusia tak lebih dari lima belas tahun berdiri, ekspresinya terlihat begitu menakutkan, sementara darah menetes dari tangannya yang menggenggam pisau berlumuran darah. Tak jauh di belakangnya, seorang gadis yang lebih dewasa darinya menangis…

“Cheondoong-ah… kau… hik hik…”

“Noona, gwenchana, ini bukan salahku, bukan salah kita…. mulai hari ini kita bebas”

Flashback end

 

“Setelah kupikirkan, kalung ini lebih cocok dipakai olehmu” kata-kata Cheondoong oppa membuatku tersadar dari lamunanku, dan belum sempat aku mengatakan apapun, Cheondoong oppa mengalungkan kalung berbentuk hexagonal itu di leherku “Yeppeo, anggap saja aku meminjamkan kalung ini padamu, kau tinggal berpikir tidak ingin kekuatanmu muncul, maka kekuatanmu tidak akan bekerja”

“Tapi…”

“Pakai saja” Cheondoong oppa tersenyum padaku, aku ikut mencoba tersenyum, walau sepertinya gagal. Pasti senyumku terlihat aneh “Sandy, mungkin kau perlu waktu untuk memahaminya, tapi sekarang, uri cf must go on!”

 

————Still Sandy PoV———-

Beberapa hari kemudian

@Dance Practice room, JTUNE Comp

 

“OH SE RA!!! AWAS KAU YA!!!”

Aku meremas jemari tanganku, kesal, sambil mengawasi kerumunan wartawan yang sejak pagi sudah berkumpul di depan gerbang kantor kami. Bukan hanya mereka, ada juga sekumpulan fans yang aku yakin adalah Exotics ataupun fansnya Baek Hyun oppa. Dan tujuan mereka sama, ingin tahu kejelasan dimana si maknae menyebalkan Oh Se Ra dan Baek Hyun oppa menghilang. Ya, sudah dua hari ini mereka tiba-tiba saja menghilang ketika syuting MV SHINee di Gwang Ju.

“Kenapa sih mereka tidak pulang saja?! Dasar tidak ada kerjaan! Dan apa lagi yang dilakukan Oh Se Ra dengan Baek Hyun!!” rutukku kesal, dan kembali mengecek smartphone ku. Ckk!! Sekarang berita Oh Se Ra dan Byun Baek Hyun hilang sudah menyebar di me2day dan situs-situs lainnya, dan makin buruknya banyak yang menyangka mereka kabur bersama karena hubungan mereka tidak disetujui company! Hanya tinggal waktu mereka menjadi TTWW di twitter!

Aku pun membuka situs official agensi kami, heol… sudah kuduga! Banyak yang menyalahkan Se Ra, maknae menyebalkan ini sebaiknya cepat muncul atau sebelum debut dia akan menjadi idol pertama yang memiliki banyak antis bahkan sebelum dia debut!

From : baekhyunnieyeobo

Siapa sih Oh Se Ra?! Kembalikan uri baek hyun! Cihh… gadis jalang itu pasti menggoda dan menyekap uri  Baekhyun oppa!! Bebaskan dia sebelum kami bertindak!!

Aku melihat beberapa pesan di situs agensi kami, isinya hampir sama, kebanyakan dari exotics yang ingin tahu keberadaan Baek Hyun sampai yang paling parah menghina Se Ra. Cih,, aku sama sekali tidak bisa membayangkan Se Ra menggoda Baek Hyun oppa. Ntah mengapa aku yakin dia bukan gadis seperti itu.

Tapi bagaimana mungkin mereka bisa hilang? Apa mereka benar-benar tersesat di hutan? Lalu bagaimana kalau mereka terluka atau ada binatang buas? Aku langsung menggelengkan kepala, anni.. Se Ra yeoja yang kuat dan aku yakin dia punya kekuatan, kenapa aku harus terus memusingkannya?

“Shin, kau baik-baik saja kan?” 

“Seung Ho oppa! Kau sudah datang!” aku berbalik dan langsung tersenyum lebar ketika melihat oppa ku membuka pintu, tapi senyum ku lenyap begitu melihat tangan kanannya yang ditopang dan diikat dengan semacam kain ke lehernya. Dia hanya terkekeh melihat ekspresiku.

“Hahhahaha….jangan khawatir, aku baik-baik saja…”

“OPPA! Jangan bilang ini gara-gara oppa melakukan back spin lagi kan?” aku menatap tajam mata Seung Ho oppa, dia menatapku tanpa berkedip sambil menggeleng cepat.

“Tidak kok… tanya saja G.O”

“Kalau begitu…” aku merasa dia berkata yang sebenarnya, tapi pasti masih ada yang oppaku itu sembunyikan “Kau latihan taekwondo lagi! A.. oppa! Kau menghindari tatapanku! Jawab! Oppa latihan lagi kan?”

“Hmm mian…”

“YAA! oppa sudah berjanji kan sudah berjanji tidak akan melakukannya lagi setidaknya sampai MBLAQ comeback!” omelku sambil memegang tangannya yang digips, oppa menggigit bibirnya. Aku tahu dia kesakitan tapi tidak mau menunjukkannya “Oppa… sakit kah? Ahhh.. eothokkhe? Kita ke dokter lagi ya oppa!”

“Kau ini, aku baru dari dokter jadi tidak usah cemas begitu” katanya sambil membenarkan poniku “Daripada itu, lebih baik kau beristirahat dan jangan dulu terlalu mengkhawatirkan Oh Se Ra sshi, muka mu pucat dan dark circle mu sekarang lebih parah dariku loh!”

“A.. aku tidak mengkhawatirkan dia!” kataku sambil berbalik dan melihat langit yang cerah dari balik kaca transparan, setengah berharap tiba-tiba langit akan segera mendung dan turun hujan. Setidaknya aku bisa tahu itu adalah ulahnya, dan dia masih baik-baik saja.

 

 

 

———–//Oh Sehun PoV//———–

Malam Harinya, 11.00 KST

 

“MWOYA??!! SE RA DAN BAEKHYUN TIDAK ADA DIMANAPUN??” sentakku begitu menerima kabar dari Key hyung, pantas saja perasaan ku tidak enak hari ini. Se Ra sama sekali tidak bisa aku hubungi sejak dia pergi untuk syuting MV SHINee kemarin. Aku benar-benar merasa cemas, dan aku tak habis pikir bagaimana dia bisa hilang bersama dengan Baek Hyun hyung?

“Ya… aku dan semua kru disini sedang mencari keberadaan mereka, untuk saat ini hilangnya mereka masih dirahasiakan, tapi sepertinya wartawan sudah mulai curiga!” jelas Key hyung, dan tanpa pikir panjang aku mengambil jaket dan kunci mobilku.

“Baiklah hyung, gomawo, aku akan kesana sekarang juga”

—-Piip —

Aku mematikan sambungan dan langsung membuka pintu keluar, tanpa kuduga seorang yeoja berambut ikal panjang, dengan kulit putih pucat melihatku –terkejut. Tangan kanannya terangkat, dia pasti hendak mengetuk pintu.

“Candy?” seketika, tanpa menyadari yang aku lakukan, aku memeluk gadis di depanku. Melihatnya sekarang membuatku menyadari betapa aku sangat merindukannya selama ini, setelah –entah mengapa– dia menghindariku akhir-akhir ini.

“Se.. sehun sunbae”

“Mian Candy…” aku langsung melepaskan pelukanku, seketika hatiku bertanya-tanya, apa dia melihat masa lalu ku?  Apa dia mengetahui orang itu, orang yang kucari? Tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat, demi Tuhan Oh Sehun, sekarang ada hal yang harus lebih kau khawatirkan, adikmu!

“Apa kau tahu dimana Se Ra sekarang? Rain oppa mencarinya, dan… apa yang maknae itu pikirkan sih?! Ini sudah hampir seharian sejak dia menghilang bersama Baek Hyun oppa, apa dia tidak memikirkan apa yang akan disimpulkan orang-orang kalau dia menghilang bersama cowok? Maknae memang selalu menyusahkan”  Omel Sandy, tapi dia langsung salah tingkah begitu mata kami bertatapan, sepertinya dia baru menyadari kalau aku juga maknae di grupku sekaligus oppanya Se Ra

“Bukan , maksudku tadi…”

Aku pun tersenyum tipis, sebenarnya agak kesal juga dia memanggil Bacon hyung dengan sebutan ‘oppa’ sedangkan aku, tidak  “Aku juga sedang mencari Se Ra, kita  punya tujuan yang sama… kajja!”

“Ahh…e hhh… kita mau kemana??? YAAA— !! OH SEHUN! JANGAN TARIK TARIK TANGANKUU!!”

 

—————Shin Young/ Sandy PoV————–

 

Aku berjalan di hutan yang begitu indah dan cukup terang, rasanya baru kali ini aku melihat hutan seindah ini. Anginnya yang semilir sejuk, bau tanah bercampur air yang segar, hewan-hewan  berbulu dan lucu beraneka macam, suara air bergemericik, kilauan cahaya bagai permata dari balik dedaunan, aku sangat menyukainya. Dimana ini? Walaupun tempat ini agak mirip dengan hutan di bumi, tapi tempat ini jauh lebih indah..

“OPPA! KAU SANGAT KEREN!!” suara anak kecil yang ku kenal menarik perhatianku, aku pun mengikuti arah suara itu yang dekat dengan suara air yang bergemericik. Ternyata setelah kudekati itu adalah suara dari air terjun kecil, air nya begitu jernih dan kadang bergemerlapan bagai permata. “

“CANDY!!!! LOOK AT ME!!” suara seorang anak laki-laki membuatku menoleh ke arah tebing yang cukup tinggi, tempat berasalnya air terjun itu. Dan seketika itu juga aku melihat sesosok namja dengan kaos sleeveless berdiri di puncak tebing, wajahnya tidak terlihat jelas karena cahaya bintang yang menyerupai matahari di belakangnya. Tapi aku tahu, namja itu memandang ke arah yeoja tak jauh dariku, yeoja cilik itu melihat anak laki-laki itu dengan tatapan khawatir—yeoja cilik itu, sangat mirip —Aku? Anni itu aku, dan namja itu…

“SE HUN OPPA?!” aku terbangun, agak kebingungan mendapati diriku tertidur di jok mobil yang entah sejak kapan disandarkan, sedangkan sebuah jaket hitam besar menyelimuti tubuhku. Ah.. bukan kah aku di mobil Sehun? Dia mengajakku mencari Se Ra tadi malam, tapi kemana Sehun? Dan kenapa mobilnya sudah berhenti? Pikirku bingung, langit di luar sudah terang dan aku bisa melihat di depanku ada bangunan besar. Pasti kami sudah sampai.

jeonjaeng-iya oh~~~
geobjaeng-iya 
oh~~
 “Zelo?” aku menatap layar hp ku, dan tanpa pikir panjang aku mengangkatnya

“Shin, kau dimana?? Sekarang sudah jam 8, kenapa kau belum di sekolah? Kau tidak sakit kan? kenapa hp mu baru diangkat?”

“Hoaam… Zelo, sepertinya aku akan membolos, aku ada di prefektur Gwang Ju”

“MWOYA?” suara terkejut Zelo membuatku sadar, ah… kenapa aku kelepasan? Dia pasti khawatir

“Tenang Zelo, aku tidak sendiri dan kau tahu aku bisa menjaga diriku , aku harus mencari Oh Se Ra, jadi…”

“Kau pergi bersama Oh Se Hun?”

“Eh.. aku…”

“Bukan kah sudah kubilang, jangan dekat dengannya! Tunggu, aku akan menyusulmu sekarang!”

Piiippp

“Zelo? Kenapa dia begitu marah?” decakku agak kesal sambil mencoba menghubungi Zelo kembali, tapi dia sama sekali tidak menerima telponku. Akhirnya setelah ketiga kalinya, aku menyerah, bagaimanapun kalau Zelo berkata ‘dia akan menyusulku kesini’ dia pasti akan melakukannya saat itu juga. “Dan bagaimana dia akan mengetahui keberadaanku? Prefektur Gwang Ju kan luas? Jangan bilang dia akan melacak handphoneku lagi”

Aku pun memutuskan untuk keluar dari mobil, bersamaan dengan itu rasa sakit yang sangat tiba-tiba menyerangku kepalaku tanpa ampun. Dunia serasa berputar, dan seketika itu sedikit demi sedikit bayangan mimpi yang kulihat tadi melintas di benakku, gadis mungil itu, namja cilik itu—Oh Sehun? Tanpa sadar aku menggigit bibirku, mencoba tidak berteriak ataupun menangis karena rasa sakit ini. Tiba-tiba ada sesuatu yang dinginnya menyengat menempel di bahuku, tangan seseorang yang mencoba membuatku berdiri.

“Gwenchanayo?”

“Aku..” tiba-tiba saja rasa sakit itu perlahan menghilang, dan aku tersadar kalau seorang namja cute, tinggi dan tampan sudah berdiri di depanku. Dia menatapku, lalu tersenyum miring, membuatku entah mengapa merinding “G.. gwenchanayo Lee Tae Min sunbae”

“Benarkah? Tadi kulihat sepertinya kau kesakitan” tanya nya lagi, sekarang dia sudah melepaskan tangannya dari bahuku, aku melihat ke sekeliling berharap ada seseorang, siapapun.

“Anni sunbae… aku hanya sedikit pusing”

“Semuanya pergi ke arah hutan mencari Oh Se Ra” kata Tae Min sunbae lagi, sepertinya dia menyadari pandanganku “Sehun sepertinya tidak tega membangunkanmu, dan aku baru saja datang lagi kemari dari Seoul, kau mau mencari Oh Se Ra kan?”

“Nee… “ kata ku singkat

 Sandy, apa yang kau pikirkan? Selama ini kan Lee Tae Min sunbae adalah salah satu orang yang kau sangat hormati karena kemampuan dancenya? Kenapa kau harus takut? Memangnya dia akan menggigitmu?

“Aku juga akan mencari Se Ra, bagaimana kalau kita pergi bersama?”

Aku menatap Tae Min sunbae, sedikit ragu, tapi akhirnya aku menganguk “Nee sunbae, keundae… apakah kau tahu rutenya?”

“ Tentu saja, aku punya peta rutenya, tapi sayang petanya hanya ada satu, jadi sebaiknya kita tidak terpisah, arra?!”

“Arraseo, sunbae”

Tae Min sunbae tersenyum puas sambil mengacak rambutku sekilas, aku membalas dengan senyum kaku “Good girl, pastikan kau tidak terjatuh ke jurang”

Tae Min oppa sunbae berbalik, dan berjalan menuju gunung, harus kah aku mengikutinya? Akhirnya pikiran logisku menang, tentu saja, lagipula ada bahaya apa bersama dengan Tae Min sunbae? Aku pun akhirnya  mengikuti langkah nya.

Seandainya saja kekuatan yang aku punya adalah melihat masa depan, bukan melihat masa lalu. Mungkin saja aku akan memastikan dulu apa yang mungkin akan terjadi padaku ketika ke gunung, Zelo-ah, Sehun oppa, untuk saat ini aku benar-benar berharap bisa cepat bertemu kalian.

 

————Lee Tae Min PoV—————–

@Hutan

 

            “Sunbae… mian, bisa kah kita istirahat sebentar?” rintih yeoja di depanku, aku tersenyum tipis sebelum berbalik menghadapnya. Sungguh aku cukup kagum dengan fisiknya, kami sudah berjalan selama 2 jam nonstop mendaki gunung, padahal aku tahu, dia akhir- akhir ini pasti merasa sakit.

“Baiklah…” kata ku akhirnya, sebenarnya aku ingin melihatnya lebih menderita. Setelah apa yang dia dulu lakukan pada Se Ra, ini belum apa-apa.  Sandy pun terlihat lega dan segera mengambil sebotol air dari tas gendongnya. Sementara aku ikut duduk di batu, tak jauh darinya, memperhatikan seuntai kalung yang tergantung di lehernya.

Gadis bodoh, dia tidak sadar kalau kalung itu yang membuat dia sakit dan lemah

“Sunbae, bolehkah aku memanggil mu ‘oppa’?”

Aku terdiam sesaat, berusaha mengendalikan diriku yang tiba-tiba ingin sekali menyakitinya.  Tidak, ini belum waktunya, kalau aku menyakitinya disini, paling tidak, akan ada seseorang yang sadar.

“Tentu saja” jawabku sambil tersenyum palsu

“Gomawo Tae Min oppa!” Sandy balas tersenyum, dia terlihat tidak setegang sebelumnya “Oppa, sebenarnya aku adalah fans oppa… aku…”

Aku pun hanya pura-pura mendengarkan kata-kata Sandy, sebentar lagi waktunya, sebentar lagi dan aku akan ajak dia kesana, lagi pula suara air sudah terdengar.

“Ahh.. mian oppa, pasti perkataanku membosankan ya? baiklah.. bagaimana kalau kita cari Se Ra lagi?”

“Nee..” jawabku singkat sambil mendahuluinya berjalan, ke tempat yang sudah aku rencanakan.

 

————Back to Sandy PoV———-

@Jembatan kayu

 

“Kenapa kau ragu seperti itu Candy-ah? Ayo jalan!” ajak Tae Min oppa yang berdiri tenang di tengah-tengah jembatan yang ditopang oleh kayu dan dipagari tali, sementara aku masih diam di pinggir. Tidak berani melihat ke bawah, ke arah sungai besar nan deras. Aku tidak terlalu takut ketinggian, tapi aku takut jatuh karena sama sekali tidak bisa berenang.

“Tapi…”

“Tidak apa-apa, bukan kah di jembatan itu tertulis berat maksimal nya 130 kg, berat ku dan kau tidak mungkin lebih dari itu, apalagi kau mungil” katanya meyakinkan.

“Baiklah…” aku pun melangkahkan kakiku ke kayu di depanku

Ckitttt

Kayu itu berdecit begitu menopang berat badanku, aku hampir mengira kalau kayu tersebut akan tiba-tiba patah. Aku pun menggenggam tali penahannya dengan lebih erat.

“SANDY! LIHAT AKIU!” suara keras Tae min oppa mengalahkan suara deras air terjun yang mengalir deras “Aku akan jalan duluan, lihat aku akan baik-baik saja!”

“Oppa…” aku pun melihat Tae Min oppa melewati jembatan dengan santai, seolah itu bukan masalah besar.

“SANDY! KAJJA! JANGAN LIHAT KE BAWAH!”

“Benar, aku bisa melakukannya, asal aku tidak melihat ke bawah, aku pasti bisa…” kataku pada diriku sendiri, akhirnya setelah mengumpulkan keberanianku, aku pun mulai melangkah.

“Oppa, aku hampir sampai” kataku setelah melewati hampir ¾ jembatan, tapi Tae Min oppa disebrang entah mengapa terlihat aneh, dia hanya diam sambil menatapku tajam. Entah mengapa aku merasakan firasat buruk.

“ARGGGGGGGGHH!!!!” kepalaku tiba-tiba sangat sakit, bahkan membuka matapun aku tak bisa. Aku merasa bisa jatuh kapan saja, dan aku merasa badanku bagai dihempaskan ke bawah ketika kayu yang menopang tubuhku patah.

BYURRR…

Aku menatap kayu yang tercebur ke sungai, hampir saja aku juga tercebur kalau saja aku terlambat memegang kayu lainnya. Sekarang aku hanya bergantung pada papan kayu.

“Oppa tolong…” bisikku lemas, sambil mencoba membuka mataku ditengah rasa sakit yang menyengat, tapi aku langsung tahu jawabannya ketika Tae Min oppa malah berbalik.

Dia tidak akan menolongku

tbc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s