[EXO & B.A.P FF_SUPER FANTASY IDOL(SFI) CH. 6]- 6TH FANTASY

 Image

Author             : Azumi Aozora & Kunang

Main Cast        : Yang Shin Young (Sandy) (OC), Oh Se Ra (OC),  Oh Se Hun (EXO-K), Baek Hyun (EXO-K), Zelo (B.A.P),  Lee Tae Min (SHINee),

Support Cast   : Thunder, Kai (EXO-K), Luhan (EXO-M)

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship, business entertainment

Rating              : PG-15

Summary        : Populer grup EXO boleh punya kekuatan super di MV mereka, tapi di dunia nyata ada dua orang yeoja yang memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kedua yeoja itu adalah Yang Shin Young, (17 tahun) dan Oh Se Ra (16 th). Dari mulai mereka mulai jadi trainee di JTUNE ent ada saja yang selalu mereka ributkan, dan lagi mereka sama-sama menyimpan rahasia. Rahasia kekuatan yang bisa berguna bagi mereka ataupun mencelakakan mereka ….

 

 ~~ Chapter 6 ~~

BY : AZUMI AOZORA

 

=== Oh Se Ra’s PoV ===

@Pesta Ulang Tahun SeHun…..

“Nuna, kajja pulang…” rajuk Leo

“Tapi…”

“Noona…. huaaa …akuu mau pulaaanggggg!!” Leo mulai menangis sambil tetap menarik kaki Sandy.

“Dia adikku oppadeul, sudahh.. cup cup jangan menangis, ayo pulang bersama nuna.” kata Sandy sambil menggendong Leo dengan tangan kiri-nya yang bebas. Leo terlihat tidak terkejut dengan borgol yang terpasang antara Sandy dan aku. Pasti sebelumnya dia ke JTUNE dulu jadi bisa mengira Sandy sedang bersamaku.

Sandy mulai berjalan menuju pintu.., dan otomatis aku ikut tertarik, karena tangan kami di-borgol oleh Rain sajangnim.

“Se Ra…..” Panggil Sehun.

 Aku hanya mengangkat sebelah tangan-ku yang bebas. “Sepertinya aku terpaksa menginap di apartemen Sandy. Adik-nya benar-benar manja dan nakal.” Kataku sambil melirik Leo alias Zelo dengan sinis. Leo hanya mengerjap-ngerjapkan matanya. Merasa tak berdosa.

 

Selama naik Taxi menuju apartemen Sandy, Leo tak henti-hentinya mendelik marah pada Sandy. Leo duduk di antara aku dan Sandy. Dia terus saja menyilangkan kedua lengannya di depan dada sambil menggembungkan pipinya dan melotot memandang Sandy.

Aku bertanya-tanya.., apakah pada saat Zelo berubah menjadi Leo, pola pikirnya dan emosi-nya berubah menjadi seperti anak-anak?

 

@Apartemen Sandy…

Apartemen Sandy tidak se-luas apartemen EXO. Apartemen mungil itu hanya terdiri dari 1 kamar tidur, dapur minimalis, kamar mandi, juga ruang tengah dan ruang tamu yang dijadikan satu.

Aku terpaksa ikut ke manapun Sandy pergi. Bahkan ketika salah satu dari kami harus pergi ke toilet. Sangat menyiksa!

Leo duduk di sofa. Masih terlihat marah.

“Cepat rubah aku!” Kata Leo. Ia membungkus tubuhnya dengan selimut besar dan tebal.

Aku melirik Sandy – yang hanya menghela nafas panjang – lalu mendekati Leo. Sandy berjongkok, tapi aku tetap berdiri. Perlahan Sandy mendekatkan wajahnya pada Leo dan mengecup pipi kanan Leo. Sandy kembali berdiri.

Tak lama, sosok Leo berubah menjadi Zelo. Kaki dan tangan-nya yang memanjang jadi tidak tertutupi selimut. Kini aku mengerti mengapa tadi Leo menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia tidak mungkin berubah menjadi Zelo di saat ia hanya memakai baju anak-anak! Itu jugalah salah satu alasan mengapa Zelo selalu membawa tas ransel yang berisi pakaian dewasa dan anak-anak.

“Kupikir kau baru akan pulang dari acara fanmeeting besok?” kata Sandy pada Zelo.

Zelo hanya menatap datar Sandy, lalu tanpa menjawab pertanyaan Sandy, ia pun berjalan begitu saja ke kamar Sandy. Masih menutupi tubuh tingginya dengan selimut.

Beberapa saat kemudian, Zelo keluar dengan memakai jaket merah dan celana jins. Ia pergi ke dapur. Sandy mengikutinya. Dan aku…lagi-lagi terpaksa mengikuti ke manapun Sandy pergi.

Zelo meraih sekaleng coke dari dalam lemari pendingin, lalu meminumnya sekali teguk.

“Kenapa kau tidak bilang kalau pulang lebih awal?” tanya Sandy.

Zelo mendelik. “Kalau kau tahu aku pulang lebih awal.., maka kau tidak akan datang ke ulangtahun Sehun?”

Aku hanya memutar kedua bola mataku. Ya ampuun.., aku seperti kambing congek saja!

Cepat-cepat aku menarik Sandy ke ruang tengah.

“YAAA!!!! Oh Se Raaaa!!! Sakit tau!!!!” pekik Sandy. Dia pikir tanganku juga tidak sakit apa ya ditarik-tarik terus olehnya?!

Aku duduk di sofa dan mulai menyalakan TV. Sandy sepertinya ingin pergi ke dapur, tapi aku menarik tanganku.

Zelo keluar dari dapur. “Aku pulang dulu. Sampai nanti, Putri..” kata Zelo padaku. Lalu ia menatap Sandy. “Sampai nanti, Sandy..” Zelo pun keluar dari apartemen Sandy.

“YAAAA!! Zelo!!!” Panggil Sandy. Sandy menghempaskan tubuhnya ke sofa. “Bila dia memanggilku Sandy.., itu artinya dia benar-benar marah padaku. Hhhhhh…, tapi kenapa dia marah?”

“Dia cemburu, pabo!” tukasku.

“Mwo?”

Aku berdecak tak sabar. “Yang Shin Young.., kau pikir aku tidak tahu, hah?!”

“Mwo?” Sandy malah bertanya lagi.

“Candy…yang sering Sehun bicarakan, itu kau kan?!”

Sandy hanya mendengus.

“Pokoknya aku tidak mau kau jadi kakak ipar-ku! Sampai jagad raya ini kiamat pun aku tidak mau!” tegasku dengan nada dingin. “Lebih baik kau bersama Zelo saja. Jangan dekati kakakku!”

Tanpa kuduga, Sandy tertawa terbahak-bahak. Aku menatapnya kesal.

“Hey..Oh Se Ra.., aku juga tidak mau punya adik sepertimu!”

Aku mengangguk. “Bagus!”

Sandy memicingkan matanya. “Kupikir.., ada sesuatu antara kau dan Zelo.., dan..ngomong-ngomong…., apakah di planet Mato sana kau adalah seorang putri? Huwahahahaha…hahahaha….” Sandy terbahak-bahak lagi.

Aku semakin kesal dibuatnya. “Aku bukan putri!” tukasku. “Sejak kecil aku diasuh oleh pamanku, dan pamanku itu menikah dengan ratu, jadi aku terpaksa tinggal di istana.”

Sandy menatapku serius. Wajahnya seperti hendak menanyakan sesuatu, tapi tidak jadi. Aku tahu apa yang akan dia tanyakan, jadi aku kembali bicara. “Orang tuaku meninggal sejak aku berusia 5 tahun. Aku tidak ingat wajah mereka. Aku bahkan hampir melupakan wajah Sehun…”

Sandy menggenggam tanganku dengan tangannya yang diborgol. Ia berjengit sedikit, lalu menggenggam tanganku semakin erat sambil tersenyum tulus. Aneh. Rasanya aneh sekali melihat si bawel dan si bossy Sandy tersenyum tulus padaku seperti itu!

*****

 

Gara-gara tangan kami di borgol oleh Rain sajangnim, aku jadi harus dekat-dekat Sandy! Kami bolos sekolah. Lagipula…percuma kalau kami sekolah. Sandy tidak mau masuk ke kelas 1. Aku juga tidak mau masuk ke kelas 2. Jadi, lebih baik kami diam di apartemen Sandy saja.

Kami tidak banyak bicara satu sama lain. Hanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sandy membaca banyak sekali majalah dan komik, sedangkan aku hanya menonton TV.

Sehun menelepon-ku terus sejak tadi pagi, tapi aku mengabaikannya. Pukul 12 siang…, Sehun kembali menelepon. Aku tetap mengabaikannya.

“Jangan membenci kakak-mu. Dia sangat menyayangi-mu…” tiba-tiba saja Sandy bicara padaku.

Aku menatap Sandy dingin. “Sok tahu!”

Sandy mengangkat bahu-nya. “Tentu saja aku tahu.” Sandy mendekatkan wajahnya padaku dan berbisik. “Aku juga tahu…, dulu, saat kau kecil.., kau pernah memakai gaun pengantin dan bermain nikah-nikahan dengan seorang anak laki-laki…”

Aku terkejut. “Bagaimana kau bisa tahu? Apa Sehun yang menceritakannya padamu?” tanyaku tak suka.

Sandy mengerutkan kening-nya. “Tunggu.., itu bukan kenangan buruk-mu kan? Tapi kenapa aku bisa….” Sandy tidak melanjutkan kata-katanya.

“Itu kenangan burukku! Seseorang mencuri ciuman pertamaku!” tukasku kesal.

“Omo ~~.., siapa? Anak laki-laki itu? Siapa?” Sandy tampak penasaran.

“Untuk apa kau harus tahu?!” kataku galak. “Sekali lagi kuperingatkan kau, Sandy…, jangan dekat-dekat dengan kakakku!”

“Ne ~~~” Sandy mencibir. “Aku juga tidak mau dekat-dekat namja aneh itu!”

******

 

Fiuh.., akhirnyaaaaa…, sore hari aku bisa terbebas dari Sandy!!!!!

Rain sajangnim banyak memberikan petuah panjang lebar yang bagiku hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri.

Meskipun selama 24 jam kemarin aku dan Sandy menghabiskan waktu berdua, tapi tetap saja tidak bisa merubah banyak hal. Mungkin pada dasarnya sifat kami hampir mirip. Sama-sama keras kepala. Kami tidak pernah cocok!

Aku memang sudah memperingatkan Sandy agar tidak dekat-dekat Sehun, tapi sikap-nya itu malah jadi terlihat aneh. Seperti saat di sekolah tadi, Sandy terlihat ingin menghampiri Sehun yang sedang makan di kantin denganku, tapi Sandy juga terlihat ingin segera menyembunyikan wajahnya dari Sehun. Wajah Sandy terlihat pucat. Apakah jangan-jangan… Sandy menyukai kakakku? Tapi.., bagaimana dengan Zelo? Kupikir dia menyukai Zelo…

 

@Atap gedung sekolah…

Aku menatap langit yang cerah. Tidak seru! Seharusnya hujan turun…

Hujan pun langsung turun dengan deras. Aku tersenyum lebar. Aku suka hujan.

“Aku benci hujan! Bisakah kau hentikan hujannya, Tuan Putri?” tiba-tiba saja Zelo menghampiriku sambil tersenyum miring.

Aku tidak memedulikan kata-katanya dan terus saja menurunkan hujan. “Kenapa kau bisa berubah jadi anak kecil dan tinggal di bumi?” tanyaku pada Zelo.

Zelo mengulurkan tangannya menghadap langit. Air hujan membasahi telapak tangannya. Dasar! Katanya dia benci hujan?!

“Apakah kau menyayangi Paman-mu?” tanya Zelo.

“Tentu saja.” Kataku. Aneh sekali pertanyaannya barusan!

“Kalau begitu.., kau pasti tidak akan percaya dengan apa yang kukatakan.”

“Apa?”

Zelo mengangkat kedua bahunya. “Aku tidak mau bilang.”

“YAAAA!!! Zelo!!! Cepat katakan!”

“Tidak mau.”

“Aku akan membantumu agar bisa bersama dengan Sandy.” Tawarku.

“Aku selalu bersama dengannya.”

“Maksudku bukan sebagai sahabat, bodoh! Tapi sebagai sepasang kekasih! Aku akan membantumu.” Kataku sambil menatapnya serius.

Zelo tertawa terbahak-bahak. Aku hanya mendengus. Dia mirip Sandy! Senang sekali menertawakanku.

Zelo menepuk-nepuk pundakku. “Kalau kau ingin membantuku…, bantu aku agar terbebas dari kutukan ini. Bantu aku agar bisa mendapatkan kekuatanku kembali.”

Aku mengernyitkan keningku. “Kutukan?”

Zelo menggelengkan kepalanya. “Dan jangan berani-berani mencampuri urusanku dengan Shin Young! Aku bukan anak kecil!”

“Kau anak kecil. Kau Leo..” kataku sambil menahan senyum.

Zelo terlihat tidak suka. Ia hanya menatapku dingin. Lalu raut wajahnya berubah serius. “Lee Tae Min mengetahui sesuatu. Dia pasti tahu bagaimana caranya agar aku bisa terbebas dari kutukanku dan mendapatkan kekuatanku kembali.”

“Taemin?”

“Ya, Taemin. Saudara tirimu sekaligus tunanganmu.”

Aku mendengus. “Tunangan? Yang benar saja!”

“Saat kalian kecil.., bukannya kalian pernah bermain nikah-nikahan? Kau bahkan memakai gaun pengantin.”

Aku memicingkan mataku lagi. “Bagaimana kau bisa tahu? Kita pernah bertemu saat masih kecil?”

Zelo menyeringai. “Pabo!”

Zelo meletakkan kedua tangannya di pundakku dan membungkuk agar matanya sejajar dengan mataku. “Kau mau membantuku kan.., Tuan Putri?”

******

 

19.00 KST…

Aku dan Sehun mengunjungi dorm EXO-K untuk minta makan malam pada D.O. Masakan D.O sangat enak. Sudah enak.., gratis pula! Hahaha.

Aku masih bingung dengan apa yang dikatakan Zelo tadi siang. Apa hubungan Zelo dengan Pamanku dan Taemin? Dia bahkan pernah bertemu denganku saat aku masih kecil?!

Begitu memasuki dorm EXO, pikiranku masih dipenuhi berbagai hal, sampai-sampai aku tidak memperhatikan langkahku dan menubruk dada bidang Kai.

“Annyeong…” Kai tersenyum.

“Eh..” aku hanya bisa bengong.

Chanyeol, Suho, dan Baekhyun sedang tertawa-tawa di ruang TV sambil bercerita banyak hal lucu. Tapi, begitu aku menghampiri mereka, si bawel Baekhyun – entah kenapa – tiba-tiba saja berhenti bicara.

Akhir-akhir ini Baekhyun tidak se-bawel biasanya. Dia selalu langsung memasang sikap cool begitu aku datang. Sangat tidak cocok dengan image-nya!

Aku mencium wangi masakan dari arah dapur. Seperti wangi kare, udang, dan sosis panggang.

“Hallo…” tiba-tiba saja Taemin muncul dari dapur sambil membawa piring berisi udang saus manis pedas.

“Taemin membantuku memasak.” Kata D.O, keluar dari dapur sambil membawa se-panci kare panas dan wangi.

“Waaahhhh…, asyiiikkkkk!!!!! Aku sudah lapaaarrrr!!!!” teriak Chanyeol sambil tersenyum lebar. Cepat-cepat ia berlari menuju meja makan dan duduk tepat di depan panci berisi kare diletakkan.

Suho, Baekhyun, Sehun, dan Kai juga ikut menghampiri meja makan. Aku duduk di antara D.O dan Taemin.

“Yaah!! Chanyeol.., aku tahu kau sudah sangat kelaparan. Makan saja. Hahahaha.” Kata D.O pada Chanyeol. Wajah Chanyeol seketika jadi cerah. Ia tersenyum lebar sekali dan langsung melahap masakan D.O.  dan Taemin. Kami hanya tertawa melihatnya.

Lagi-lagi.., tidak seperti biasanya, Baekhyun tidak berbuat onar. Biasanya dia dan Chanyeol adalah si duo pembuat onar.

“Udang pedas manis ini buatanku. Cobalah..” kata Taemin sambil tersenyum cute.

Aku hanya menatap Taemin datar. Masih memikirkan kata-kata Zelo.

“Kau mengenal Zelo?” tanpa bisa kucegah, pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutku. Semua member EXO-K langsung menatapku.

Taemin tersenyum. “Tentu saja. Dia maknae B.A.P yang satu sekolah denganmu, bukan?”

Aku masih terus menatap Taemin sambil memakan kare. Sebenarnya ada hubungan apa antara Taemin dan Zelo? Dulu…Zelo pernah bilang.., Taemin adalah mantan sahabatnya. Kenapa dulu mereka bersahabat dan sekarang tidak? Apa yang menyebabkan Zelo membenci Taemin?

Taemin menoleh ke arahku sambil tersenyum. Perlahan dia mendekatiku, lalu mengelap sudut bibirku dengan serbet. Wajahnya hanya berjarak beberapa cm dari wajahku. Taemin berbisik. “Siapa yang lebih kau percayai, Se Ra? Aku.., atau Zelo?” Taemin tersenyum misterius. Lalu dia kembali berbicara, masih dengan suara pelan. “Zelo pasti berkata agar kau hati-hati padaku bukan? Aku pun akan mengatakan hal yang sama. Berhati-hatilah padanya. Dia mengetahui banyak hal yang tidak kau ketahui. Termasuk tentang Sehun dan seseorang di masa lalu Sehun.”

“Apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

Taemin tersenyum manis. “Lama-lama kau akan mengerti….”

“Ehem!” Sehun berdehem.

“Duuh.., panas sekali ya di sini..” kata D.O sambil mengipasi dirinya dengan sebelah tangan. D.O melirik Baekhyun jahil. Sementara Kai hanya menatap kami penasaran. Suho dan Chanyeol pura-pura tidak melihat ke arah kami.

Taemin menarik dirinya ke posisi semula. “Bagaimana masakanku? Enak bukan?” tanyanya riang pada yang lain.

“Enyak..enyak..” Chanyeol mengacungkan kedua ibu jarinya. Mulutnya penuh makanan.

Baekhyun menatap aku dan Taemin bergantian, lalu kembali makan dengan tenang.

“Aku panas sekali…, kau tidak merasa kepanasan, Chanyeol?” kata D.O.

Chanyeol menggeleng. “Tidak. Aku tidak kepanasan, tapi kepedesan! Hahahaha. Ngomong-ngomong.., makan malam hari ini benar-benar luar biasa!! Hahaha.., Taemin,,sering-seringlah datang kemari dan memasak untuk kami. Hahaha..”

“Ne.” Taemin tersenyum riang.

“Tapi gawat kalau Taemin sering kemari.” Kata D.O tiba-tiba. “Bisa-bisa rumah ini kebakaran karena ada seseorang yang sangat panas! Hahahaha….” D.O terbahak-bahak sambil terus menatap Baekhyun.

Aku tidak mengerti dengan yang D.O katakan. Dasar orang aneh! Dari tadi bicara tentang panas-panas terus. Jelas-jelas cuaca sekarang dingin. Ditambah lagi, sejak tadi aku menurunkan hujan deras.

Baekhyun menusuk-nusuk udang di piringnya dengan garpu. Dia terus menusuk-nusuk udang itu dengan raut wajah kesal. Satu lagi orang aneh di meja makan ini!

“Dia memang aneh. Tapi aku bukan orang aneh.” Kata D.O sambil mengedipkan sebelah matanya padaku.

Aku mengernyit. Bingung. Lagi-lagi aku merasa D.O bisa membaca pikiranku.

“D.O hyung…” kata Sehun, sambil menatap D.O serius.

“Ne.” D.O pun terdiam dan tidak berbicara hal-hal aneh lagi selama sisa makan malam.

*******

 

Keesokan harinya, @JTUNE entertainment…..

Seperti biasa, aku datang ke gedung JTUNE dengan kekuatan bergerak superku. Aku pergi dari rumah pukul 4 kurang 5 menit. Dan pukul 4 kurang 3 menit, aku sudah sampai di depan gedung.

Aku menunggu pintu lift terbuka. Triiing. Lift kosong. Aku pun masuk.

“Tunggu akuu!!!!” teriak seseorang. Aku mengernyitkan keningku. Sandy? Tumben dia datang pas-pasan?! Biasanya dia selalu datang jauh lebih awal. Dia juga sering bawel padaku soal waktu. Dia tidak suka karena aku sering datang pas-pasan.

Nafas Sandy terengah-engah. Sepertinya tadi dia berlari-lari di jalan. Aku menekan tombol close. Lift pun menutup.

Sandy menyandarkan tubuhnya pada lift. “Hey SeRa.., apakah langit di planet Mato sangat cemerlang? Apakah kau bisa melihat banyak sekali planet dan bintang dengan bentuk yang unik? Apakah awan putihnya benar-benar indah?” tanya Sandy penuh rasa ingin tahu.

“Kenapa kau bertanya hal itu? Kau ingin pergi ke Mato?” tanyaku.

Sandy menggeleng. “Anio. Hanya saja.., aku.., maksudku Zelo… pernah berkata seperti itu.” Kata Sandy tanpa menatapku. Aku tahu dia berbohong.

Triing..

Pintu lift terbuka. Kami pun keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ruang latihan dance.

“Omo..~~ Bi Oppa…” Sandy heran mengapa Rain sajangnim sudah berada di dalam ruang latihan.

“Annyeong, sajangnim…” kataku sambil membungkuk sopan. Jangan bilang dia datang untuk mem-borgol tangan kami lagi! Awas saja!

Rain tersenyum lebar. “Waktu debut kalian sudah semakin dekat. Kuharap kalian berlatih lebih keras lagi dan bisa bekerja sama dengan baik.” Kata Rain sajangnim penuh wibawa.

“Ne.” kataku dan Sandy bersamaan.

“Selain itu.., meskipun kalian belum resmi debut sebagai penyanyi, aku sudah memikirkan beberapa rencana agar nama kalian mulai dikenal masyarakat. Sandy…” Rain sajangnim menatap Sandy. Sandy terlihat tegang. Rain tersenyum hangat. “Jangan tegang begitu. Hal yang kuminta tidak sulit. Minggu depan.., kau akan syuting sebuah iklan parfum bersama seorang idol pria. Pihak management masih mendiskusikan siapa idol pria yang paling tepat untuk memerankan iklan tersebut, tapi sejauh ini kami sudah sepakat akan memasangkanmu dengan Daehyun B.A.P, tapi tentu saja keputusan itu belum fix. Beberapa manager mengusulkan nama lain. Kami akan mendiskusikannya lebih lanjut. Tapi sampai saat ini, Daehyun tetap jadi prioritas.”

“Ne, Oppa.” Sandy mengangguk patuh.

“Lalu, Sera..” Rain sajangnim kini menatapku. “Mulai lusa, kau juga akan syuting. Tapi berbeda dengan Sandy, kau bukan syuting iklan, melainkan syuting sebagai bintang video klip. Pihak SM Entertainment memintaku untuk melibatkan kau dalam video klip terbaru SHINee yang akan dirilis dua minggu lagi.”

“Ne, sajangnim.” Kataku. SHINee?? Berarti aku akan sering bertemu dengan Taemin. Aku akan mencoba mengorek banyak hal padanya tentang Zelo dan tentang segala hal yang tidak kuketahui tapi tampaknya dia ketahui.

“…. Kau akan menjadi bintang utama di video klip itu bersama Baekhyun.” lanjut Rain sajangnim.

“Eeehh??? Baekhyun????”

“Hmm.” Rain mengangguk. “Baekhyun EXO-K. Dia bintang utama pria di video klip terbaru SHINee nanti.”

*******

 

2 hari kemudian…..

Aku izin tidak masuk sekolah karena harus syuting untuk MV terbaru SHINee. Syuting diadakan di sebuah daerah yang sering dijadikan tempat untuk camping.

Aku terkagum-kagum melihat pemandangan di sekitarku. Aku tidak mengira, ternyata di bumi ada juga tempat se-indah ini.

Mobil tidak bisa masuk karena jalanan yang sempit. Kami berjalan di jalan setapak. Kiri dan kanan kami dipenuhi pepohonan tinggi dengan daun yang rimbun. Cahaya matahari masuk melewati celah-celah dedaunan. Tidak panas dan juga tidak dingin. Cuacanya benar-benar sejuk.

Kami juga melewati sebuah air terjun setinggi 7 meter dengan aliran air yang sangat deras. Air yang berasal dari air terjun itu terus mengalir sepanjang jalan menjadi sebuah sungai yang sangat indah. Air-nya benar-benar jernih. Ingin sekali rasanya aku mandi di sungai penuh bebatuan besar itu!

“Hoh..hoh.., apakah kau tidak merasa capek, Se Ra ssi?” tanya Key yang berjalan di belakangku.

Aku menoleh pada Key yang terlihat kelelahan. “Tidak.” Kataku sambil menggeleng. Aku pun berjalan lebih cepat, menyusul Onew dan Taemin yang sudah berjalan jauh di depan, sementara Key tertinggal di belakang bersama Baekhyun.

Tak lama, kami pun sampai di sebuah villa yang terbuat dari kayu. Woaaahh.., benar-benar unik. Aku tidak pernah melihat rumah yang terbuat dari kayu se-indah ini di planet Mato!

Villa itu cukup besar. Halaman rumputnya benar-benar luas. Dan ada taman bunga di sisi kiri halaman. Wewangian bunga bercampur kayu hutan semakin menambah asri suasana. Sebelah kanan halaman rumput langsung terhubung dengan anak sungai. Suara percikan air, kicauan burung, pemandangan yang indah. Aaaah.., aku sangat beruntung bisa datang ke tempat ini.

Kami masuk ke dalam villa. Terdapat 6 kamar tidur. SHINee mendapat salah satu kamar tidur paling besar. Baekhyun satu kamar dengan manajer SHINee. Sutradara mendapat 1 kamar. 1 kamar yang paling besar lainnya berisi ke-6 kru pembuat MV. 1 kamar berukuran sedang ditempati ke-5 fashion stylist and make up SHINee. Aku beruntung karena mendapatkan 1 kamar, meskipun kamar itu tidak se-besar kamar yang ditempati SHINee.

Malam harinya, para kru membuat pesta barbeque di halaman. Member SHINee ikut membantu, termasuk Baekhyun. Aku menghela napas panjang. Kenapa harus Baekhyun yang menjadi bintang utama video kilp SHINee??? Kenapa bukan Kai saja??? Hhhh…

Aku mengeluarkan ponselku. Apakah aku harus menelepon Kai? Aku selalu ingin bicara banyak hal padanya, tapi aku tidak pernah memiliki keberanian untuk memulai lebih dulu. Di planet Mato.., Pria lah yang memulai lebih dulu, bukan wanita. Tidak seperti di bumi. Baik wanita maupun pria bisa memulai lebih dulu.

“Se Ra..” seseorang menyentuh pundakku. Aku terlonjak kaget. Taemin tersenyum manis. “Mau jalan-jalan?” tawar-nya. “Ada padang rumput yang indah seperti di Mato.” Tanpa menungguku, Taemin berjalan ke arah hutan. Aku terdiam sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk mengikuti Taemin.

Taemin berjalan cepat, dan dengan kekuatanku- aku bisa menyusulnya. Kami melewati pepohonan. Cahaya rembulan menjadi satu-satunya penerangan kami saat ini.

Saat kecil, kami sering bermain bersama di hutan seperti ini. Hutan di planet Mato tak jauh berbeda dengan di bumi. Hanya saja lebih indah.

Taemin remaja berbeda dengan Taemin kanak-kanak. Taemin terlihat seperti bukan Taemin. Dan ada sebagian kenangan tentang Taemin yang tidak bisa kuingat. Tapi sialnya aku selalu mengingat kenangan saat aku berumur 10 tahun, saat bermain menjadi pengantin wanita dan Taemin menjadi pengantin pria. Di altar.., tanpa kuduga Taemin mencium bibirku. Dia berani-beraninya mencuri ciuman pertamaku! Tapii.., sepertinya ada yang janggal. Seperti ada kepingan puzzle yang belum menyatu. Bukan. Sepertinya Taemin menciumku bukan tanpa alasan, sebelumnya ada seseorang yang memprovokasi-nya, seseorang yang…

Aaarrrggghhhh!!! Aku tidak bisa mengingatnya!!!

Aku mengacak-acak rambutku dengan kesal. Kenapa aku tidak bisa mengingat semua masa laluku? Seperti ada beberapa bagian yang sengaja dihapuskan dari memori-ku.

“Apakah aku dan Zelo pernah bertemu saat di Mato dulu?” tanyaku.

Taemin tidak menjawabku. Dia hanya terus berjalan dan aku pun mengikutinya.

Kami sampai di sebuah padang rumput yang luas. Langit kelam yang penuh bintang membentang di atas kami. Taemin membaringkan tubuhnya, telentang di atas rerumputan.

Aku hanya duduk di samping Taemin dan terus saja menatapnya. Taemin menolehkan kepalanya lalu tersenyum hangat. “Kau ingat? Dulu kita sering kabur malam-malam seperti ini dan membuat pamanmu kesal?”

Aku tersenyum tipis. “Tentu saja aku ingat.” Kataku. “Kenapa kau tidak pernah kembali ke Mato? Seperti Sehun saja!”

Taemin mengulurkan tangannya dan menggenggam jemariku dengan erat. “Aku harus menemukan sesuatu. Sesuatu yang bisa membuatku menjadi kuat.”

“Apa itu?” tanyaku.

Taemin meremas jemariku hangat. “Kau mempercayaiku kan, Se Ra?” tanya Taemin. Dia menatapku dengan kedua bola matanya yang jernih. “Kau harus mempercayaiku. Dan jangan pernah mempercayai Zelo. Ya, kau pernah bertemu dengannya, dulu.., sering. Zelo dulu sahabatku. Jadi, tentu saja kau sering bertemu dengannya.”

“Tapi aku tidak ingat pernah bertemu dengannya…” kataku.

Taemin menatapku tajam. “Tentu saja. Dia menghapus sebagian memori-mu…”

“Zelo? Kenapa?”

Taemin mengangkat bahu. “Aku tidak tahu, tapi yang pasti.., semuanya berhubungan. Kau – Zelo – Sehun – gadis itu – ayah tiriku– dan aku…”

“Gadis,,,itu? Siapa?”

Taemin menatapku dalam-dalam. “Belum saatnya kau tahu, Sera.., kalau kau tahu sekarang.., aku takut kau akan semakin membenci Sehun.”

Aku hanya terdiam. Firasatku buruk. Aku menebak. Hanya mengira-ngira, jangan-jangan gadis itu adalah….

Sebelum aku berpikir lebih jauh, Taemin memelukku dengan erat. “Bantu aku mendapatkan benda itu, Sera. Kalau kau membantuku.., maka aku juga akan membantumu mengembalikan semua memorimu yang hilang. Bukan hanya itu, aku juga akan membantumu melenyapkan seseorang yang membuat Sehun meninggalkanmu…”

Aku hanya bisa terdiam dalam pelukan Taemin. Aku tidak tahu ….apakah aku harus mempercayainya…, atau tidak. Siapa yang harus kupercayai? Taemin? Zelo? Sehun?

“Benda seperti apa yang kau inginkan, Taemin?”

Taemin melepas pelukannya dan menatapku lekat-lekat. “Crystal of Life. Kau pernah dengar? Benda legenda yang seharusnya menjadi milik kakek buyutku.”

“Benda yang bisa membuatmu memiliki semua kekuatan? Yang bisa membuatmu berkuasa?” kataku.

Taemin tersenyum senang. “Kau mempelajari sejarah istana dengan baik.” Puji Taemin. “Ya, benda itu. Kau tidak tahu kan…, benda itu sekarang ada di bumi.”

“Benarkah? Tapi.., bagaimana bisa?”

“Zelo yang membawanya. Dia memiliki benda itu. Mungkin dia tidak sadar benda apa yang dia miliki, seberapa besar kekuatan benda itu bila digunakan.” Mata Taemin berkilat tajam.

Aku termenung. “Kutukan Zelo akan terhapus bila dia menggunakan benda itu, dan dia akan mendapatkan kekuatannya kembali….” Bisikku.

Taemin mencengkram pergelangan tanganku dengan kasar. Dia menatapku dingin dan tajam. “Karena itulah aku harus mendapatkan benda itu sebelum dia menyadarinya. Jangan biarkan dia mendapatkan kekuatannya kembali. Kalau iya.., dia pasti akan menghapus semua ingatanmu, Se Ra. Kau akan melupakan segalanya.”

*****

 

Keesokan harinya…

Kami syuting pagi-pagi sekali. Taemin membawakan se-cangkir greentea hangat untukku.

“Gomawo..” kataku. Jujur saja, aku masih bingung dengan percakapan kami tadi malam. Kalau diingat-ingat lagi.., dulu..saat Zelo berada dalam wujud Leo, Taemin pernah berusaha mencelakainya dengan menjatuhkan papan reklame besar ke arah Leo.

Awalnya aku tidak ingin mempercayai penglihatanku. Tapi, bila dikaitkan dengan permasalahan antara Taemin dan Zelo, aku yakin dulu Taemin-lah yang berusaha mencelakai Zelo.

Taemin.., maafkan aku.., karena saat ini aku belum bisa mengambil keputusan untuk sepenuhnya mempercayaimu atau tidak…

“Jangan pernah mempercayai siapapun…” aku teringat kata-kata yang pernah Zelo ucapkan padaku.

Kalau begitu…, sebaiknya aku memang tidak mempercayai Taemin maupun Zelo. Aku harus bisa mengungkap semua misteri ini sendirian.

“….yang pasti.., semuanya berhubungan. Kau – Zelo – Sehun – gadis itu – ayah tiriku– dan aku…” kata-kata Taemin tadi malam.

Ya, aku harus bisa mengungkap semuanya. Aku harus mengetahui kebenarannya.

“Oh Se Ra ssi…, Oh Se Ra ssi..” panggil salah satu fashion stylist SHINee, membuyarkan lamunanku.

“Ne..” aku pun menghampirinya dan mulai didandani.

Video klip terbaru SHINee nanti masih menonjolkan ciri khas SHINee. Baju-baju unik khas SHINee, dance rumit khas SHINee, perpaduan vocal dan rap khas SHINee. Bedanya, lagu kali ini perpaduan unik antara RnB, elektro, pop, dan ballad. Menghasilkan sebuah lagu yang one of a kind, easy listening, dengan gerakan dance ringan namun rumit, dan melodi indah yang sulit dilupakan siapapun yang mendengarnya.

Aku dan Baekhyun harus syuting beberapa adegan di dalam sungai yang airnya dangkal. Sutradara memintaku untuk melakukan gerakan dance-dance ringan sambil bercanda gurau dengan Baekhyun.

Video klip ini menceritakan tentang seorang pria yang sangat mencintai seorang wanita, tapi pria itu mengira sang wanita mencintai pria lain, padahal wanita itu juga mencintai pria itu. Wanita itu supel dan sering bergaul dengan banyak pria (member SHINee), dan membuat pria itu (Baekhyun) kehilangan harapannya. Tapi pria itu selalu menghargai setiap waktu yang dia habiskan bersama dengan wanita itu (aku), seperti bermain bersama di sungai – yang adegannya akan di take hari ini.

Di akhir cerita.., sampai kapanpun pria itu hanya bisa menjadi teman si wanita. Karena pria itu tidak pernah jujur dengan perasaannya, begitupula dengan sang wanita.

Pelajaran yang bisa diambil dari MV ini salah satunya adalah.., kau harus jujur dengan perasaanmu. Tidak peduli bila nantinya akan ditolak atau diterima, yang penting kau jujur pada dirimu sendiri.

Jangan sampai seperti tokoh pria dalam MV itu, karena dia mengira sang wanita mencintai pria lain, dia jadi tidak berani mengungkapkan perasaannya, sehingga sampai akhir mereka hanya berteman begitu-begitu saja.

Menurutku.., setiap wanita membutuhkan suatu kepastian. Dan pria harus memiliki sikap tegas menyangkut perasaannya. Aku tidak suka karakter pria di MV ini! Pria pengecut!

Aku berdiri di sungai. Air sungai yang se-dingin es menerpa kaki-ku yang telanjang. Aku memakai kaus hitam dan hotpants, sementara Baekhyun memakai kaus putih dan celana jins panjang. Baekhyun duduk di atas bebatuan besar. Adegan ini mengharuskan aku melakukan dance keren lalu dance cheesy yang membuat Baekhyun tertawa, hingga akhirnya Baekhyun terpaksa ikut menceburkan diri ke dalam sungai yang hanya setinggi setengah betis itu karena ditarik oleh-ku.

Aku benar-benar kedinginan. Tapi.., demi nama baik JTUNE…aku harus melakukan adegan ini dengan baik.

Aku mulai melakukan dance-dance rumit, kebanyakan kuambil dari dance SHINee Lucifer dan Sherlock, lalu aku berputar-putar sambil bertepuk tangan, menggoyang-goyangkan pinggulku, melakukan gerakan-gerakan konyol. Baekhyun tertawa terpingkal-pingkal. Well.., harus kuakui, akting si bacon ternyata bagus juga!

Tapi.., ketika aku menarik tangan Baekhyun.., hal yang tak terduga pun terjadi. Baekhyun terpeleset di atas bebatuan licin dan menimpa tubuhku. Kami tercebur ke dalam sungai. Bajuku basah kuyup, dan kepalaku sakit karena terkena bebatuan kecil.

“Gwenchana?” tanya Baekhyun khawatir. Para kru dan semua member SHINee berlari menghampiri kami. Semuanya terlihat cemas.

Kepalaku memang sakit, tapi itu tidak seberapa. Sebelah telapak tangan Baekhyun melindungi kepalaku dari bebatuan kecil tajam, dan itu membuat punggung tangannya berdarah.

“Baek Hyun ~ ah…” salah seorang stylist menjerit panik. Taemin membantuku berdiri dan keluar dari dalam sungai, sementara Minho membantu Baekhyun.

“Hahaha.., tidak apa-apa.. tenang saja…” Baekhyun tersenyum. Kedua matanya yang kecil ikut tersenyum.

Salah seorang stylist mengobati luka di tangan Baekhyun. Syuting adegan Baekhyun dan aku untuk sementara dihentikan. Sutradara meminta kami mengganti baju kami yang basah dan meminum hot chocolate. Sementara syuting untuk SHINee dance di padang rumput jadi didahulukan.

Aku duduk sambil memegang cangkir berisi cokelat panas. Handuk melilit rambutku yang basah. Aku menatap Baekhyun yang masih diperban, agak jauh dari tempatku duduk.

“Se Ra.., Oh Se Ra…”

Tiba-tiba saja aku mendengar sebuah suara. Bukan. Bukan suara asli, melainkan sebuah telepati.

“Paman?” aku hafal betul suara berat ini. Suara pamanku.

“Se Ra.., Se Ra…” aku cepat-cepat berdiri dan berlari menuju hutan. “Se Ra…Se Ra..” suara pamanku semakin terdengar jelas. Pamanku ada di sini!

Dan di sinilah aku. Di tengah-tengah hutan, melihat sesosok pria tinggi penuh wibawa. Kim Soo Hyun. Paman-ku. Orang yang mengurusku sejak kecil, yang menggantikan ayah dan ibuku.

“Se Ra..” Pamanku tersenyum hangat.

“Paman? Kenapa paman ada di sini?” aku langsung memeluk pamanku.

Pamanku mengacak-acak rambutku. “Ayo pulang…”

Aku menggeleng. “Aku tidak bisa pulang sekarang, Paman. Masih banyak yang harus kulakukan di sini.”

Raut wajah pamanku menjadi dingin dan bengis. “Bumi tidak cocok untukmu Se Ra. Dan tidak seharusnya kau mencampuri urusanku dengan Taemin, Zelo, Sehun, dan gadis itu.”

“Apa maksud Paman?”

Detik berikutnya tatapan mata pamanku melembut. Ia mengulurkan sebelah tangannya dan menyentuh pipiku dengan tangannya yang besar dan hangat. “Pulanglah, Sera. Pulang ke Mato…, ke rumah kita..”

Aku menepis tangan pamanku. “Tidak! Aku tidak mau pulang!”

“Se Raaaa!!!!” tiba-tiba saja Baekhyun muncul dari belakangku.

“Baekhyun?”

Baekhyun berlari ke arahku dan menarik tanganku, tapi pamanku menarik tanganku yang satu lagi.

“Lepaskan Sera!!!!” kata Baekhyun tegas.

Pamanku menatap Baekhyun dingin. “Kau.., yang harus melepaskannya.”

“Aku tidak mau pulang, Paman.., aku mau di sini.., kumohon. Banyak hal yang ingin kuketahui….”

“Sudah cukup yang harus kau ketahui, Se Ra.” Pamanku mengangkat sebelah tangannya. Aku tahu..ia akan menggunakan kekuatannya untuk membuatku tertidur, dan ia akan membawaku pulang ke Mato.

“Jangaaaannnnn!!!!” Baekhyun berdiri di antara aku dan Pamanku, mengira pamanku akan memukulku.

Detik berikutnya, Baekhyun ambruk ke atas tanah yang dingin. Begitupula denganku.

*******

 

Aku tidak tahu waktu telah berlalu berapa lama…

Ketika aku membuka mataku, cahaya yang kulihat benar-benar membuat mataku sakit. Aku terbaring di atas sebuah tempat tidur besar dan empuk. Aku menghirup udara dalam-dalam. Segar. Bersih. Tanpa polusi.

Aku langsung terduduk. Bukan udara bumi!

Aku memandang sekeliling. Ini kamarku. Kamarku di dalam istana. Aku sudah pulang ke Planet Mato. Pasti Pamanku yang membawaku kemari!

Ketika aku hendak turun dari tempat tidur, aku melihat sesosok pria yang tertidur di atas karpet, di samping tempat tidurku.

“Baekhyun???”

Untuk apa pamanku membawa Baekhyun kemari?!

 

–          TBC –

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s