[EXO & B.A.P FF_SUPER FANTASY IDOL(SFI) CH. 5]- 5TH FANTASY

Image,

Author             : Azumi Aozora & Kunang

Main Cast        : Yang Shin Young (Sandy) (OC), Oh Se Ra (OC),  Oh Se Hun (EXO-K), Baek Hyun (EXO-K), Zelo (B.A.P), Kai (EXO-K), Lee Tae Min (SHINee),

Support Cast   : Yang Seung Ho (MBLAQ, Shin Young’s oldest brother), the rest of MBLAQ member, Bi/ Rain, Two-X members, EXO members

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship, business entertainment

Rating             : PG-15

Summary         : Populer grup EXO boleh punya kekuatan super di MV mereka, tapi di dunia nyata ada dua orang yeoja yang memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kedua yeoja itu adalah Yang Shin Young, (17 tahun) dan Oh Se Ra (16 th). Dari mulai mereka mulai jadi trainee di JTUNE ent ada saja yang selalu mereka ributkan, dan lagi mereka sama-sama menyimpan rahasia. Rahasia kekuatan yang bisa berguna bagi mereka ataupun mencelakakan mereka ….

 

 ~~ Chapter 5 ~~

BY : KUNANG

 

——-Yang Shin Young/Sandy PoV——

@Ballroom station tv 20.00 KST

 

Sekarang adalah acara makan-makan setelah acara musik selesai. Sebenarnya aku malas kemari dan sudah menyiapkan alasan agar bisa menghindari acara ini. Sebisa mungkin aku tidak ingin berinteraksi dengan banyak orang. Akhir-akhir ini kekuatanku untuk membaca masa lalu orang-orang semakin sensitif, hanya dengan kontak fisik sebentar saja aku bisa melihat kilasan masa lalu orang tersebut. Tapi Zelo bilang tidak masalah karena akan menemaniku.

“Sandy-ah?” seseorang menepuk pundakku, membuatku berjengit dan langsung berbalik, ternyata Dae hyun oppa baru saja keluar lift diikuti dengan Him chan oppa.

“Oppa!”

“Hahahha.. mian bukan maksudku mengagetkanmu” tambahnya masih dengan dialek busannya yang kental.

“Bagaimana penampilan kami?”

“Cool!” kataku sambil mengacungkan kedua ibu jariku. Dae hyun oppa dan Him chan oppa benar-benar berubah, di panggung mereka membawakan lagu Crash dengan pembawaan yang fresh dan sangat anak muda sekarang mereka berubah menjadi jauh lebih manly menggunakan jas putih yang senada dengan bawahannya. Benar-benar cocok.

Dae hyun dan Him chan oppa tersenyum puas, “Bagaimana kalau kita bareng-bareng ke dalam?” ajak Him chan oppa, Dae hyun oppa menganguk setuju.

“Aku menunggu Zelo, oppa duluan saja” kataku, sambil melihat ke arah lift yang sekarang terbuka lagi. Tapi bukannya Zelo yang kulihat, melainkan seorang namja jangkung berkulit putih susu.

“Baiklah, kalau begitu kami duluan ya!” kata Himchan oppa sambil menepuk kepala ku, membuatku terpejam, takut kalau tiba-tiba ada bayangan yang muncul. Untunglah tidak

“Oke oppa~”

“Oh yahh…. kau manis sekali dengan gaun itu, Sandy!” tambah Him chan lagi sambil mengedipkan matanya ke arahku sebelum di tarik Dae Hyun yang hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah hyungnya itu. Him chan oppa emang kadang-kadang genit dengan yeoja yang dikenalnya, dan aku sudah terbiasa.

“APA?” kataku galak pada namja yang masih berdiri depan lift itu, namja yang tak lain adalah Oh Se Hun.

“Tidak apa-apa” entah mengapa aku merasa Se hun kesal, dia berjalan mendekatiku lalu menarikku ke pojok ruangan “Kau tahu kan besok pulang sekolah…”

“Aku tahu… meeting kan? tenang, sudah kubuat proposal untuk study tour nanti” jawabku tenang. Tapi dia masih terlihat kesal. Apa aku melakukan kesalahan? Rasanya tidak mungkin, tadi di sekolah saja dia masih seperti biasa malah tertawa-tawa dengan anggota student council yang lain. Ya benar, sekarang Se hun adalah School rep di Anyang high, dan aku terpaksa harus menjadi wakilnya.

“APA LAGI?” tambahku kesal.

“Tadi Himchan sunbae menepuk kepalamu” kata Se Hun sambil menggembungkan pipinya, membuatku hampir berpikir dia sangat cute tapi aku langsung mengenyahkan pikiran itu.

“Lalu?” tanyaku bingung “itu bukan hal besar, lagi pula aku sudah terbiasa”

 

Puk puk

 

Aku terkejut ketika Sehun menepuk kepalaku, membuatku mengerjap dan menatap matanya dan saat itu juga aku merasa hanyut dalam tatapannya….

DEG

Bayangan-bayangan masa lalu Sehun muncul di depanku, bagai film yang diputar kembali. Seorang namja cilik yang sepertinya adalah Sehun versi kecil (sekitar 12 tahun) terkurung dalam sebuah ruangan besar yang terbuat dari besi, seluruh ruangan tersebut dipenuhi angin yang sangat besar hingga menerbangkan kertas-kertas dan tak terkecuali buku-buku besar yang asalnya tersimpan di rak. Aku  bisa melihat, rak-rak buku yang berat itu sekarang sudah hampir lepas dari lantai.

Hanya Sehun yang berdiri tegak di depan pintu besi, kedua tangannya memegang jeruji yang bergetar hebat sedangkan air mata menggenangi matanya. Benda-benda berterbangan menjauhinya, seolah-olah angin itu berasal dari namja itu. Aku menggelengkan kepalaku, apa Sehun punya kekuatan sepertiku?

Sehun bisa mengendalikan angin?

 “JEBAL!! JANGAN BUAT AKU MELUPAKAN DIA!! JANGAN SAKITI DIA!!” sehun mulai berteriak “JANGAN—-“ aku tidak dapat mendengar lagi apa yang dikatakan Sehun karena suara deru angin yang semakin keras,  pintu sekaligus ruangan besi itu mulai bergoyang lebih kencang dan—“

“Candy, candy… kau baik-baik saja? Candy!!”

“Eh…” aku mengerjapkan mataku dan langsung mundur selangkah, akhirnya aku keluar juga dari memori Sehun cilik. Sehun yang sekarang melihatku dengan khawatir.

“Kau… siapa sebenarnya?” tanyaku, masih bingung dengan apa yang tadi kulihat “Apa benar, kau.. bisa memunculkan angin? Siapa yang tak ingin kau lupakan?”

“Apa maksud mu?” Sehun terlihat sangat terkejut sekaligus bingung “Ba..bagaimana bisa…”

“Ah….” *haduhh apa yang kukatakan? Entah mengapa aku jadi penasaran begini* aku pun menggelengkan kepalaku “Lupakan saja, aku mau… ke toilet…” kataku sambil berjalan ke arah lift.

“Tapi kan toilet ada di—“

“SEHUNNN!!! SINI!! Sajangnim memanggil kita sekarang!” kata seorang namja cute, membuat Sehun tak jadi mengikutiku, dia memandangku tajam sebelum mengikuti Luhan sunbae ke arah ballroom. Aku pun memencet tombol lift. Seandainya Zelo cepat kemari, aku benar-benar bingung.

Triiing..

Pintu lift terbuka.

“Zelo….” Aku yang berdiri di depan pintu lift membelalak kaget menatap anak kecil berpakaian kebesaran bersama seorang yeoja yang terlihat bingung, yeoja yang tak lain adalah Oh Se Ra, aku pun cepat-cepat aku menutup mulutku.

“Shin…” Bisikan Leo membuatku sadar, segera aku masuk ke dalam lift dan memangku Leo. Memencet tombol menuju atap lalu berdiri di pojok untuk jaga-jaga agar orang-orang yang masuk lift tidak menyadari kalau Leo menggunakan pakaian kebesaran. Aku bisa merasakan tatapan tajam Sera, tapi aku tak peduli. Akhirnya kami pun tiba di atap gedung ini, sekarang hanya ada aku, leo dan Se ra.

“Jadi… kau Zelo? Atau kau leo? Anni…kau adalah keduanya, tapi bagaimana bisa?”  Sera menatap Leo yang sudah berdiri di sampingku. Baiklah sepertinya gara-gara kecerobohanku, kali ini rahasia Zelo terbongkar di depan Se Ra, setelah berpikir sejenak. Aku pun mencium dahi Leo sebelum menghampiri Sera.

“Maknae, kita harus bicara empat mata” Aku mengajaknya ke arah pagar, membelakangi Leo “—hanya kita saja” tambahku ketika Se Ra  hendak memalingkan kepalanya. Dia menatapku penuh protes.

“Baiklah asal beritahu aku, jadi Zelo dan Leo orang yang sama kan?” tanya Se Ra, aku memejamkan mataku sekilas merasakan angin menerpa tubuhku. Sehun jelas punya kekuatan angin, bukankah Se Ra juga adiknya? Jangan bilang kalau dia juga punya kekuatan.

“Yaa!! Sandy! Kau mendengarkan ku tidak sih?!”

“Sebaiknya kau tidak berbicara banmal pada Shin” kata seorang namja membuatku dan Se ra berbalik, Zelo sudah kembali ke wujud semulanya, dia terlihat kesal “walaupun kau tuan putri aku tidak akan membiarkan kau kasar pada Shin!”

“Jun Hong~ah..—“ aku terdiam begitu Zelo memberi isyarat padaku untuk diam, dan sahabatku ini berdiri di sampingku.

“Seperti dugaanmu, aku bisa menjadi anak kecil, berkat bantuan dari paman tercintamu”

*Zelo?* pikirku bingung sambil menatap wajahnya, Zelo tersenyum tipis dan menggenggam tanganku erat, entah mengapa perlakuannya membuatku sedikit lebih tenang.

“Shin, perkenalkan sekali lagi, dia Oh Se Ra dan sama sepertiku, dia adalah alien dari Planet Mato”

 

———————-****

@Keesokkan harinya, setelah meeting

 

Zelo hari ini tidak masuk karena ada fanmeeting di Singapura bersama anggota BAP lainnya. Sahabatku itu masih berutang penjelasan lebih lanjut padaku, tapi dia bilang akan mengatakan segalanya setelah kembali ke Seoul besok lusa. Baiklah sekarang sudah cukup jelas, jadi  Oh Se Ra juga berasal dari planet mato, berarti oppanya, Oh Se Hun yang sedang seruangan dengan ku juga adalah…

Alien?

Sehun menyadari tatapanku dan seperti biasa, memberi senyuman khas nya padaku. Padahal dia sedang membahas proposal yang aku buat dengan Sungjae oppa yang memang seangkatan dengan Sehun dan anggota student council juga.

“Baiklah, kalau begitu aku akan print ini sekarang dan serahkan pada Kim seonsangnim” kata Sungjae sambil melambaikan flashdisk di tangannya “Bye Sandy! Bye Sehun, aku langsung pulang ya!”

“Bye..” kata Sehun entah mengapa dia terlihat senang menatap Sung jae yang keluar dari ruangan “Nah…”

“Nah?”

“Sekarang hanya tinggal kita berdua” Sehun berdiri dan berjalan ke sofa tempatku sedang duduk sambil mengerjakan tugas di laptopku. Aku langsung mengambil jarak ketika dia duduk di sebelahku.

“Apa maumu?”

“Pantas saja, ntah mengapa aku tertarik padamu” kata-kata Sehun membuatku bingung, apa maksud alien yang satu ini? “Candy, waktu itu kau melihat masa lalu ku kan?”

Aku menekapkan mulutku, bagaimana ini, apakah ini artinya kekuatanku sudah ketahuan, tapi—

“Kau tak usah berpikir untuk menyangkal, aku sudah menyelidiki dan tidak ada kemungkinan kau tahu kekuatanku seandainya kau tidak melihatnya langsung- atau melihat nya secara tidak sengaja” kata Sehun, dan seketika itu rok ku tersingkap sedikit.

“YAA!!”

“hahahaaha…aku hanya bercanda” katanya sambil menggembungkan pipinya begitu aku melempar laser glare ku ke arahnya.

“Baiklah, aku tahu kalau kau bisa mengeluarkan angin dan  kau tahu aku bisa melihat masa lalu orang lain, jadi bagaimana? Sepertinya ini harus jadi rahasia diantara kita”

Sehun tersenyum puas “Memang itu yang aku mau, tapi…. Candy, aku punya satu permintaan…”

 

————Sehun PoV———–

           

Kalian pasti penasaran kenapa aku memilih tinggal di bumi dan meninggalkan adik kesayangan ku kan? Sebenarnya aku kehilangan ingatan saat aku berusia 12 tahun di Mato, entah mengapa aku tidak mengingat satupun kejadian saat aku berusia 12. Aku merasa ada hal sangat penting yang telah aku lupakan. Dan ketika itu, aku menemukan kertas yang aku yakin adalah tulisan tanganku walau aku tak ingat pernah menulisnya. Kertas itu telah terbakar setengah dan bertuliskan ….. , yang sangat berharga bagiku, ada di planet bumi. Makanya aku kemari untuk menemukan sesuatu yang berharga bagiku, dan aku meninggalkan Se Ra karena sebelumnya aku tidak tahu sekeras apa dibumi, aku tak ingin Se ra menderita.

Dan sepertinya Candy bisa membantuku. Dia akhirnya menceritakan memoriku yang dia lihat di stasiun TV dan juga tadi dia membaca masa lalu ku. Dan kini bisa kusimpulkan, ada seseorang yang benar-benar ingin aku temui, tapi aku belum tahu siapa orang itu. Lagipula, sepertinya memakai kekuatannya membuat Candy kelelahan. Aku tak mau memaksanya.

“Eh…” aku terkejut ketika kepala Candy  tiba-tiba beristirahat di pundakku, entah mengapa aku merasa senang sekaligus gugup dibuatnya. Maka aku pun tidak berusaha untuk mengganggunya, tapi kemudian sesuatu menarik perhatianku.

Candy menangis

Aku teringat ketika pertama kali bertemu, dia juga tertidur sambil menangis. Membuatku cemas dengan yang diimpikannya.

“shhttt… uljima…” bisikku di telinganya, tapi percuma, Candy tetap menangis dalam diam. Ntah mengapa rasanya hatiku ikut sakit melihat air matanya yang mengalir, walaupun aku coba terus menghapusnya dengan tisu, tapi percuma saja air matanya tetap mengalir.

“Apa yang harus aku lakukan agar kau tidak menangis Candy-ah?”  bisikku lagi, tak ingin melihat dia menangis tapi juga tak tega membangunkannya. Dan ntah mengapa, melihat Candy seperti ini membuatku ingin ikut menangis.

—————-Shin PoV————-

 

“Jun hong!” aku tersentak dan  tiba-tiba terbangun, entah sejak kapan aku sudah tertidur di bahu Zelo, eh.. Anni dia bukan Zelo tapi Sehun. Aku melihat arlojiku, sudah jam 4, aku harus latihan tapi….

“Sudah berapa lama aku tertidur?” ucap namja di samping ku, sadar jarak kami terlalu dekat aku pun menjauh. Eh tapi kenapa mata Se Hun merah dan basah?

Seperti habis menangis, tapi kenapa?

“Candy, ahh… jangan salah sangka, mata ku hanya kelilipan saja” kata Se Hun tiba-tiba, ia pun langsung berdiri dan mengaduk aduk tas nya “mana ya tetes mata, ah… ini!”

Aku memegang wajahku, kering, dan pandangan ku kembali pada tisu yang berserakan di meja. Apa Sehun menghapus air mata ku saat aku tidur? Beberapa lama kami hanya saling diam, Sehun sibuk dengan obat tetes matanya dan aku sibuk dengan pikiran ku sendiri.

Entah mengapa, aku merasa ada yang aneh dengan diriku juga Sehun

Dreeetttt……dreeeetttttt………..

Aku menatap layar smartphone ku yang sudah berubah menjadi foto, di tengah nya tertulis ‘Jun hong~ie’ , langsung saja aku angkat telponnya.

“Shin, kau baik-baik saja? Kau dimana? Kenapa kau baru mengangkat telpon mu? Kau tidak terlibat dalam masalah kan?” cerocos Zelo disebrang, cukup keras sampai membuatku menjauhkan sedikit hp ku.

“Mian, aku tertidur lagi, hp ku hanya digetar, aku baik-baik saja Jun Hongah” kataku sedikit berbohong, sejujurnya aku merasa kurang baik “Kau tidak usah mengkhawatirkanku”

“Syukurlah, lusa kami akan kembali ke Seoul dan aku usahakan siang lusa masuk sekolah meskipun terlambat, eh… bukan kah sekarang sudah waktunya kau pergi training kan? apa kau masih di sekolah”

“Ahh… aku hampir terlambat, baiklah aku tutup dulu ya Jun Hong-ah, jangan lupa oleh-oleh yang aku inginkan dan…” aku menatap Sehun yang masih asyik dengan tasnya lalu berbisik pada Junhong “jangan lupa hindari tempat gelap”

“Nee.. dan Shin… kekuatan doppleganger mu… “

“Aku tidak akan menggunakannya…” kataku lagi, sebenarnya aku akan menggunakannya karena ada yang harus kulakukan. Dalam hati aku berjanji ini adalah terakhir kalinya aku membohongi Zelo.

“Baiklah, hati-hati Shin ….bye, I love you

I Love You ?

*piiippp*

Sambungan terputus, tapi aku tetap terdiam di posisiku. Terlalu terkejut untuk melakukan apapun…

“Candy kau baik baik saja?”

Aku menganguk ragu pada Sehun yang entah sejak kapan berdiri di depanku lalu menurunkan hp ku “Aku baik-baik saja”

Baru kali ini aku mendengar Zelo mengatakan tiga patah kata itu padaku, dan kenapa sekarang perasaan ku menjadi semakin aneh?

Oh Se Hun dan Choi Jun Hong, apa yang kalian lakukan padaku?

 

——————————-Still Shin Young PoV ————————-

Keesokkan harinya

@Jtune comp, Rain Bi room

 

“Katakan padaku sekarang, apa kalian akan hancur dengan hal kecil seperti ini? JAWAB!” Bentak Rain oppa pada ku dan yeoja di sebelahku, kalau ada orang yang membuatku takut dimarahi orang ini adalah orang kedua setelah ibuku.

“Tapi aku…”

“Sudah diam dan menunduk Sera-ah” bisikku sambil mendorong punggung Se Ra agar menunduk, dia harus belajar kalau Rain oppa sedang marah, dia sama sekali tidak boleh berkomentar kecuali ditanya.

Ya, aku akui tadi aku dan Se Ra membuat sedikit keributan. Hanya hal kecil, aku meminjam celana trainingnya dan lupa bilang, itu hanya hal kecil kan? lagi pula celana itu tergeletak begitu saja di luar tas nya. Tapi dia malah seolah-olah menuduhku sengaja mengambilnya dan mulai ribut-ribut.

“Sekarang apa yang akan kalian lakukan?” Rain menatapku dan Se Ra bergantian “Sandy, kau leadernya, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa orang-orang disini mengira kalau kalian bermusuhan!”

“Sebenarnya kami tidak bermusuhan oppa, aku hanya menggoda Se ra karena dia sangat cute, dan mungkin Se ra salah paham jadi….’

“Sudah! Aku tak mau mendengar lagi! Byung Min Hyung!” Rain oppa memanggil salah satu staff Jtune yang biasa menangani para trainee yang memiliki masalah, entah mengapa perasaan ku tak enak. Tak menunggu lama seorang pria berumur diawal 40 an membuka pintu sambil menggenggam sesuatu yang seperti besi dan menyerahkannya pada Rain oppa.

“Sandy, ulurkan tangan kanan mu” aku mendelik bingung tapi pada akhirnya aku ulurkan juga

“Se Ra, tangan kiri mu” agak lebih lama dariku, Se ra pun mengulurkan tangan kirinya. Sekarang aku mulai bertanya-tanya, apa yang akan Rain oppa lakukan? Tidak mungkin Rain oppa melakukan kekerasan pada kami dengan besi itu..ehh.. tunggu itu bukan besi biasa, bukan kah itu..

Hand cuff -Borgol?

TREK

Dan belum sempat aku berpikir lebih jauh, Rain oppa sudah memborgol tangan kananku dan tangan kiri Se Ra. Aku memandang bingung ke arah Se Ra yang sepertinya sama terkejutnya denganku.

“Rain sajangnim, apa artinya ini?” ucap Se Ra tak peraya, ya Se Ra memang masih memanggil Rain dengan Rain sajangnim seperti semua trainee yang masih relatif baru.

“Jangan bilang kalau oppa ingin aku dan Se Ra..”

“Benar! Aku ingin kalian tidak terpisahkan seharian ini, besok sore kalian baru dibebaskan” Rain oppa memperlihatkan kunci borgol kami kemudian memasukkannya ke saku bajunya “Cobalah untuk saling mengerti dan jangan berpikir untuk membukanya sebelum besok sore anak-anak bandel”

Aku melihat ke arah Se Ra, mulutnya terbuka tapi tidak ada kata-kata yang keluar. Dia kelihatan hampir bahkan lebih terkejut dari aku. Rain oppa melihat ke arah kami dan menepuk pundak kami berdua.

“Good luck, yang akrab ya!”        

“Ah.. nee..” kataku parau sambil melihat Rain oppa yang keluar dari ruangannya, meninggalkan kami berdua yang masih mematung.

 

—————/ Author PoV/———–

@Depan Gerbang JTUNE ent

20.00 KST

 

Seorang namja tinggi berhidung mancung berpakaian serba hitam kontras sekali dengan kulitnya yang sangat putih begitu saja muncul di pelataran parkir JTUNE ent. Perlahan dia menarik topinya dan mengeratkan syal nya menutupi sebagian wajanya yang cute begitu beberapa orang melintas dekat dengannya. Sepertinya orang-orang itu tidak sadar karena dia berdiri di balik bayangan pohon yang terbentuk dari lampu-lampu besar di sekeliling gedung JTUNE.

“Nah… ternyata benar.. dia ada disini…” Bibir namja yang tak lain adalah Lee Tae Min itu berubah menjadi senyuman ketika menyadari kedua gadis yang baru saja keluar dari gedung, tapi senyumnya menipis ketika melihat borgol yang menghubungkan kedua yeoja itu.

“Mungkin akan kulakukan lain kali, aku tak bisa mengambil resiko sang putri ikut terluka” Gumam namja itu, kemudian ia pun mengambil telepon genggamnya masih memperhatikan kedua gadis yang sekarang sepertinya sedang sibuk berdebat.

“Yoboseyo? Ah…. nee… Jadi apa dia saat ini ada disana?”

“……”

“Ah, jadi benar dia sedang latihan piano tepat saat ini, kau melihatnya langsung kan?”

“……”

“Anni, jangan ganggu dia, jangan beri tahu kalau aku bertanya tentang nya

“……”

“Ok, bye..” Tae Min pun mematikan handphonenya dan kali ini senyum mengembang di bibirnya yang tipis.

Long time no see, Sandy, suatu kejutan melihatmu di bumi

 

————————–Author PoV end———————

————————Shin Young PoV—————-

@Dorm EXO

 

Triingg

Lift terbuka, dengan agak ragu aku keluar. Gara-gara borgol yang dipasang Rain oppa ini aku terpaksa harus melewati seharian ini bersamanya. Dan yang paling membuatku malas, Se Ra setengah memaksaku ikut dengannya ke dorm EXO karena salah satu membernya ada yang berulang tahun. Setelah berdebat sengit karena akupun ada rencana, kami memutuskan dengan undian dan aku kalah jadi aku harus mengikuti kemanapun Se Ra mau malam ini.

“Haaahhhhh…..” aku menarik nafas panjang *Dan sekarang aku akan ke dorm exo, bukankah itu artinya aku akan bertemu dengan Oh Se Hun? Ntah aku harus senang atau tidak*

“Sudah jangan pasang tampang seperti itu, memangnya cuma kamu yang benci harus seperti ini?” bisik Se Ra sinis, aku hanya mendengus. Se Ra pun menekan interkom dan tak berapa lama ada suara kaki menuju keluar. Se Ra tepat duduk di depan pintu sedangkan aku menghadap tembok, sebenarnya terlalu malas untuk sekadar pesta walaupun kecil-kecilan.

“Akhirnya kau datang juga Se Ra-ah!! Aishhh kau telat sekali! Oya kau bawa kado untuknya kan?”

“Dia belum datang kan? jadi aku tidak telat. Tenang walaupun dia menyebalkan, aku membawa hadiah untuknya” omel Se Ra pada namja di depannya, membuatku agak penasaran dan merapat sedikit pada Se Ra. Dan aku pun melihat seorang namja tinggi dan cute menatapku balik, mulutnya membentuk hurup o kecil.

“K.. kau bersama temanmu Se Ra?”

“Anneyong haseyo Park Chan yeol sunbaenim, Sandy imnida, mannaseo bangapseumnida” kataku memberi hormat, ini memang harus kulakukan bagaimanapun seperti kata oppa ku Yang Seung Ho, aku harus menjaga sopan santun pada senior ku.

“Ah.. ehh… panggil saja aku Chan Yeol oppa” kata namja itu, entah mengapa aku merasa dia agak gugup.

“Chan yeol, kau aneh sekali, sudah minggir kau mau membiarkan ku berdiri berapa lama lagi disini? eh.. Kai oppa ada kan?”

“Hahahhahahaha…. kau harus nya memanggilku oppa loh Se Ra-ah…” Chan yeol menepuk-nepuk kepala Se Ra dan kemudian tersenyum kepadaku “baiklah, cepat masuk, kau juga Sandy sshi, eh… kenapa dengan tangan kalian?”

“Panggil saja aku Sandy, oppa” kata ku, Chan yeol oppa menganguk dan tersenyum.

Aku dan Se Ra pun masuk, Se Ra menceritakan mengenai kejadian kami harus menggunakan borgol seharian ini pada Chan Yeol dan yang lainnya sambil memperkenalkanku dengan member EXO yang ada di dalam. Su Ho sunbae sedang membantu D.O sunbae mengatur meja makan, Baek Hyun sunbae sibuk menelpon pesanan makan  dan Kai sunbae  sibuk meniup balon, aku agak kaget ketika Se Ra menarik ku ka arah Kai sunbae.

“Sandy, kau panggil saja kami dengan sebutan ‘oppa’ yah” kata Su Ho ramah sambil memberikan sekaleng soda dingin padaku, melihat dia membuatku teringat Yongguk oppa. Bukan karena mereka mirip, tapi mereka sama-sama punya aura seorang kakak.

“Gomawo oppa”

“Cheon, waahhh… seandainya EXO-M ada, pasti mereka senang melihatmu” kata Su Ho oppa sambil tersenyum, tanpa sadar aku ikut tersenyum.

Sebentar, semua member EXO-K ada kecuali…… jangan bilang hari ini ulang tahun Se Hun?

“Yup, yang ulang tahun itu Se Hun” kata D.O oppa, aku langsung berbalik menatap namja itu.

“Kau ngomong sama siapa? Hahhahaha” Baek hyun duduk di tengah Se Ra dan Kai, aku langsung memutar mataku, kenapa aku merasa D.O oppa tadi seolah membaca pikiranku?

“Eng… Sandy, kau suka mau ngemil? Buah kok jadi kau tak perlu takut gemuk” tanya Chan yeol oppa tiba-tiba padaku “Kau mau apa? Ada apel, strawberry-”

“Strawberry” kataku tanpa ragu, dan seketika itu juga aku teringat Zelo. Sedang apa dia sekarang? Rasanya aneh padahal hanya beberapa hari dia tidak disampingku. Sepertinya Chan yeol sadar dengan perubahan ekspresi ku, lalu dia pun menceritakan beberapa cerita lucu yang bisa membuatku bahkan Se Ra tersenyum. Baek Hyun dan Kai juga kadang menimpali.

“Ehhh… Se Hun datang!” Su Ho oppa terlihat sedikit panik, sebelah tangannya menutup sebagian iphonenya “ayo bersiap!”

“Ah.. kenapa aku harus terlibat rencana konyol ini” desis Se ra tapi ketika aku memperhatikan wajahnya dia tampak sangat senang. Apalagi saat Kai mengajak kami sembunyi di balik pintu. Dan aku, mau tak mau aku harus ikut bersembunyi. Tak lupa D.O oppa mematikan semua lampu di dorm.

“Se Ra kau yang membawa kue nya ya! ayo” kata Kai menyerahkan kue ke Se Ra, aku bisa melihat dia agak enggan tapi tidak kuasa menolak.

“Oppa tapi tanganku kan”

“Kau kan adiknya, kalau susah, kalian bisa membawanya berdua” katanya, dan akhirnya akupun membantu Se Ra memegang piring kue itu.

 “Anneyong… hyung!!! Bacon hyung~~ Suho hyung, kalian dimana? Aishh kenapa gelap sekali…” kata sebuah suara yang kukenal, aku mengintip dari balik pintu ruang makan dan bisa melihat sesosok namja meraba-raba dinding mencari saklar lampu, tapi sebelum dia berhasil..

“Sekarang!” Su Ho oppa memberi aba-aba dan kami pun keluar dari persembunyian kami.

 “Saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida… saranghaneun uri Sehunnie— Saengil chukka hamnida”

“Ka.. kalian, merencanakan ini…??” Se Hun melihat satu persatu hyung nya masih hanya dengan bantuan cahaya lilin kue dengan ekspresi tidak percaya dan hampir menangis, entah mengapa aku tersenyum melihatnya, dan akhirnya dia menatapku yang tepat ada di depannya, membawa kue ulang tahunnya.

“Candy?” dia menatapku tak percaya, seolah-olah tidak seharusnya aku ada disini, aku langsung cemberut.

“Nee… ini aku, kau tak suka? Oya ini bukan keing—“

“A…anni… na johae” kata-kata Se hun membuatku mengerjapkan mata, dia juga terlihat kebingungan, dan sebelum aku bisa berpikir lagi Se hun sudah meniup lilin membuat ruangan gelap, dan yang lainnya walau agak telat akhirnya bertepuk tangan.

Ctrekk

Su Ho oppa menyalakan lampu, dan dia pun tersenyum lebar “Sepertinya kalian sudah saling mengenal?”

“Hahahahaha kau cool sekali bilang seperti itu!” Baekhyun tertawa sambil menepuk-nepuk punggung Se hun, ahh… ini gara-gara Se hun tiba-tiba bicara yang tidak masuk akal.

“Ka… kalian salah sangka! A… aku hanya senang karena Candy, temanku datang, hanya itu… eh… Chan yeol hyung kau kenapa?”

“Jadi Sandy itu Candy?” Chan yeol oppa terlihat bingung

Mental breakdown” kata D.O sambil terkekeh, aku hanya menggeleng-gelengkan kepala bingung melihat Chan Yeol oppa entah sejak kapan sudah seperti tak bernyawa di kursinya.

“Ayooo sudah lebih baik kita potong kue!” Su Ho oppa akhirnya menengahi “Eh… ini anak siapa? Kau membawa pulang anak siapa ini Sehun ah?”

Aku mengikuti arah pandang Su Ho oppa dan mendapati seorang anak kecil memakai tas gendong  berdiri di depan pintu, tangannya disilangkan. Dan ekspresi nya jelas sangat tidak senang. Aku benar-benar tak habis pikir bagaimana bisa Leo kemari bersama Sehun??? Dan lagi bukannya BAP baru pulang dari fanmeeting mereka besok?

“Ze….Leo??” ucap Se Ra, aku melirik Se Ra yang terlihat bingung kemudian Leo

“Aku menemukannya berputar-putar di depan dorm, dia bilang sedang mencari dongsaeng ku Se Ra” jelas Sehun sambil hendak menuntun Leo mendekat ke arah kami, tapi Leo malah mengacuhkan Sehun dan berlari memeluk kaki ku.

“Noona, kajja pulang…”

“Tapi…”

“Noona…. huaaa …akuu mau pulaaanggggg!!” Leo mulai menangis sambil tetap menarik kakiku, dia benar-benar seperti nangis sungguhan.

“Dia adikku oppadeul, sudahh.. cup cup jangan menangis, ayo pulang bersama noona” kataku sambil menggendong Leo dengan tangan kiriku yang bebas, Leo terlihat tidak terkejut dengan borgol yang terpasang antara aku dan Se Ra. Pasti sebelumnya dia ke JTUNE dulu jadi bisa mengira aku bersama Se Ra. “Oppa deul aku pulang duluan yah, dan .. “ aku menatap ragu ke arah Se hun” Se Hun .. Eng..oppa… saengil chukkae”

“Ah… gomawo yo” katanya sambil tersenyum,, dia sama sekali tidak mempedulikan Leo yang terus menatapnya seolah siap membunuhnya.

Tunggu, apa mungkin Leo cemburu?

 

—————–/Still Shin Young PoV/—————–

Beberapa hari kemudian

@Taman sekolah Anyang High, Pulang Sekolah

 

“Candy apa ada hal baru yang kau lihat?” tanya Se hun begitu aku melepaskan tangannya dan terbebas dari kenangan-kenangan masa lalu Se hun.

Aku menggeleng “Anni… yang kulihat sama dengan kemarin, kau dikurung dan berteriak tidak ingin melupakan seseorang, tidak ingin orang itu disakiti, dan pada akhirnya kau menghancurkan tempat kurungan mu itu kemudian menangis di tengah puing-puingnya” kataku, sebenarnya ada fakta lain yang aku sembunyikan. Aku melihat  banyak orang yang meninggal di puing-puing itu.

“Pertanyaannya siapa orang itu? Dan kenapa dia begitu berharga untukku?” katanya sambil menunduk memandangku “Kau bisa melihat masa laluku hanya dengan memegang tanganku, apa kalau lebih dari itu, bisakah kau melihat masa laluku lebih dalam?”

“Maksudmu?”

“Mian, aku akan berbuat sedikit lancang, anggap saja ini hadiah untuk ulang tahun ku waktu itu”

“Ehh??” jantungku rasanya hampir copot begitu Se hun tiba-tiba menarikku ke dalam pelukannya, tangannya memeluk erat punggungku. Rasa hangat dan nyaman yang familiar mengaliri seluruh tubuhku, rasa apa ini?

“Jebal Sandy, aku ingin tahu siapa orang itu”

DEG

Bagai film yang diputar di layar besar, kenangan-kenangan Se hun kembali terbentang di depanku. Kali ini yang kulihat berbeda dengan kenangan Se hun sebelumnya, sekarang aku melihat sosok kecil Se hun tidur terlentang di atap bangunan sambil menatap langit. Di sampingnya juga tidur seseorang. Aku tidak pernah melihat langit begitu cemerlang dan indah seperti langit yang kulihat sekarang. Cahaya bintang terlihat lebih besar dan bukan hanya berupa titik saja, bahkan aku bisa melihat beberapa bentuk yang indah tapi tidak berkelipan di langitnya, apa itu planet yang dekat dengan Mato?

“Woaahhh…. tempat ini indah sekali oppa” kata suara di samping Se hun, sepertinya suara anak perempuan. Apa anak perempuan ini adalah orang yang dicari Se hun? Kenapa aku merasa suaranya familiar. Tapi aku tak bisa melihat wajahnya lebih jelas karena dia membelakangiku.

“Benarkah?” Sehun bangun dari posisi tidurnya dan duduk menyamping ke arah gadis itu “Di bumi tidak ada yang seperti ini? Sayang sekali haha…”

“Nee… tapi langit di bumi juga indah, apalagi ketika ada bintang jatuh” kata suara anak perempuan itu lagi, aku memfokuskan pandanganku pada anak perempuan itu. Rambut panjang itu, nada suara itu…

“Bintang jatuh? Aku harus melihatnya! Suatu saat aku akan ke bumi” kata Se hun kecil sambil terkekeh, tiba-tiba gadis kecil itu bangun dari posisi tidurnya dan menghadap mukanya ke arah Sehun

“Yakso? Kau harus kesana ya oppa!” gadis cilik itu mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Sehun, sekarang aku bisa melihat gadis cilik itu dengan jelas. Gadis mungil itu berambut hitam, agak ikal dengan lesung pipi yang tampak ketika dia tersenyum, matanya agak besar, bulu matanya lentik dan hidungnya lurus juga mancung.

 

Seketika kesadaran menghantamku.

Bukan kah gadis kecil itu aku? Tapi bagaimana mungkin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s