[EXO & B.A.P FF_SUPER FANTASY IDOL(SFI) CH. 3]- 3RD FANTASY

Image

Title : Super Fantasy Idol (SFI) 

Chapt : 3

Author           : Azumi Aozora and Kunang

Main Cast        :

* Yang Shin Young(OC),

* Oh Se Ra (OC)

* Oh Se Hun (EXO-K)

* Byun Baek Hyun (EXO-K)

* Zelo (B.A.P) ====> Leo

* Lee Tae Min (SHINee)

Support Cast:, Park Chan Yeol, Lu Han, B.A.P member (Yongguk, Himchan, Daehyun, Youngjae, Jongup)

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship, business entertainment, fantasy

Rating              : PG-15

 

 

Summary        : Populer grup EXO boleh punya kekuatan super di MV mereka, tapi di dunia nyata ada dua orang yeoja yang memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kedua yeoja itu adalah Yang Shin Young, (17 tahun) dan Oh Se Ra (16 th). Dari mulai mereka mulai jadi trainee di JTUNE ent ada saja yang selalu mereka ributkan, dan lagi mereka sama-sama menyimpan rahasia. Rahasia kekuatan yang bisa berguna bagi mereka ataupun mencelakakan mereka ….

3rd Fantasy by Kunang

 

======Yang Shin Young (Sandy) PoV=========

@Anyang High School

 

            Ada sesuatu antara Zelo dan Se Ra

 

            Lagi, aku memergoki Zelo sedang berbincang dengan Se Ra. Aku memang sedang mencari Zelo yang belum juga kembali dari kantin, tapi aku sama sekali tidak mengira dia sedang mengobrol dengan si maknae menyebalkan itu di atap sekolah. Mereka terlihat akrab, Zelo yang selama aku mengenalnya hanya dekat dengan ku dan hyung –hyungnya di B.A.P  bahkan sekarang sedang memegang pundak Se Ra.

 

            “Huuuhhhh…” aku menghembuskan nafas panjang sebelum memutuskan untuk kembali ke kelas duluan, rasanya agak kesal. Selain itu, melihat Se Ra dan Zelo bersama mengingatkan ku pada kejadian di restaurant kemarin…

 

==Flashback==

@Cafe~

 

From : ZeloThePororo@mail.com 

            Shin, kau masih di Cafe kan? Aku di restaurant jepang  tak jauh dari cafe tempat kau part time. Tolong akuuu… aku berubah jadi Leo! Dan sekarang bersembunyi di toilet 

            “Kenapa Zelo harus berubah di saat-saat seperti ini?” aku menatap iphone ku dengan kesal, mau bagaimana lagi? Untung saja Leo memanggil ku tepat saat jam kerja part time ku berakhir. Aku pun langsung mengambil tas selempang ku dan berlari ke arah restaurant Jepang tersebut, tapi sepertinya di dalam ramai sekali?

 

            “KYAAA~~~ Kau tahuu!! Disana member EXO-K sedang makan!! Aku harus memberi tahu temanku!!”

            “Ahhh…. member B.A.P sudah pergi yahh?? Tapi beneran kan ada baekhyun dan EXO –K yang lain?” pekik cewek bertubuh besar yang berdiri di samping ku.

 

            Aku memperhatikan cewek-cewek yang sedang mengerumuni meja dari balik kaca, EXO-K? Aku jadi teringat namja ddeokbokki yang kutemui beberapa hari lalu. Pantas saja aku merasa pernah melihatnya, aku baru sadar kalau dia salah satu member EXO-K. Pintu depan terlihat penuh oleh fans, baiklah sepertinya aku harus menggunakan penyamaranku karena aku harus ke toilet cowok.

 

            “Shinnn!! Kau benar-benar penyelamatku!!” ucap Leo heboh dan langsung mencium pipiku begitu aku memasuki salah satu kabin toilet, yup, aku berhasil lewat pintu belakang. Sepertinya hampir tidak ada yang menyadari penyamaranku kecuali orang aneh yang memakai helm di dalam cafe, dia menatapku terus. Apa penyamaranku terlalu aneh? Dan tadi juga di depan toilet cowok ini, ada Oh Se Ra. Sedang apa dia disitu?

 

            “Baiklah, aku tunggu di luar…” kata ku sambil membuka pintu kabin toilet dan tak lama Zelo pun ke luar, dia sudah kembali ke tubuh asalnya. Maka zelo pun keluar dari toilet, dan aku mengikuti dari belakang.

 

            “Kau.., kapan kau masuk?” tanya Se Ra pada Zelo, yeoja itu terlihat bingung.

 

Zelo mengangkat bahu-nya. “Setengah jam yang lalu. Kenapa? Kau menungguku? Setengah jam yang lalu kau ke toilet wanita juga kan? Kau masih di sini? Apakah kau menungguku?”

 

Se Ra mendengus. “Aku menunggu Leo.”

Menunggu Leo? Aku menatap Se Ra dan Zelo bergantian. Jadi sebelumnya Leo bertemu dengan Se Ra juga? Dan apakah benar, Se Ra menunggu Zelo? Padahal mereka baru bertemu kemarin, tapi mereka memang sempat ditinggalkan berdua saja, apa setelah itu mereka jadi akrab? Haduhh kenapa di kepalaku begitu banyak pertanyaan?

 

“Apakah kau melihat anak kecil di dalam?” tanya Se Ra pada Zelo. “Sepertinya dia tersesat.”

 

“Tidak ada anak kecil di dalam. Mungkin kau berhalusinasi. Sampai ketemu nanti.” Zelo menyeringai, kemudian tangan kirinya menangkap pergelangan tangan ku erat lalu menuntunku pergi. Aku masih bisa merasa Se Ra memperhatikan kami pergi, dan saat aku akan melewati meja ke arah pintu keluar, aku berpapasan kembali dengan si orang berhelm, kali ini juga dia memperhatikanku dengan tatapan coolnya dan aku agak terkejut ketika dia membuka kaca helmnya sekilas sebelum melewatiku.

 

Dia si namja ddeokbokki, Oh Se Hun!

 

=Flashback end =

 

            “Kau sedang melamunkan siapa Candy? Pasti aku!” suara seseorang membuyarkan lamunan ku. Di di ujung tangga, seorang namja jangkung berkulit putih bagai pualam yang baru saja tadi aku pikirkan menyandar di pegangan tangga, senyum tipis terlukis di bibirnya.

 

            “….” bingo! Pikir ku, tapi tidak mungkin kan kalau aku bilang memang memikirkan dia?

            “Kalau kau diam saja, berarti tebakan ku benar”

 

            “Aku tidak peduli dan lagi nama ku Sandy bukan Candy” kata ku sambil melewatinya, tapi namja yang tak lain adalah maknae EXO-K ini malah mengikutiku. Apa yang dia inginkan? Dia begitu populer dan selalu bersama teman-temannya yang ribut itu, kenapa dia malah mengikutiku? Aku sedang malas meladeni siapapun saat ini.

 

            “Menurutku nama ‘Candy’ lebih cocok untukmu, tapi aku akan mencoba memanggilmu dengan nama populer mu itu kalau kau memanggilku oppa, bagaimana?” aku melirik Se Hun, berpikir.

 

            “Lebih baik kau panggil aku Candy saja” kata ku tak mau ambil pusing, tapi Se Hun malah tertawa.

 

            “Kau mirip dengan Se Ra! Dia juga tidak mau memanggilku ‘oppa’. Ehh Candy, kau tidak bersama pengawalmu itu? Kalau tidak salah dia maknae B.A.P kan?” tanya Se Hun lagi kali ini dia menghadang jalan ku, membuatku berhenti.

 

            “Teman ku sedang sibuk” kataku singkat dan dingin, entah mengapa teringat Se Ra dan Zelo berbicara dengan akrab membuatku agak kesal, berbeda dengan ekspresi Se Hun yang sekarang makin terlihat ceria.

 

            “Oh! Kalian hanya ‘teman’ ya?”

 

“Heoh?” aku mendelik tak mengerti “Apa maksud mu?”

“Sudahlah, yang jelas sekarang kau ikut aku!” katanya sambil tiba-tiba menggenggam pergelangan tangan ku dan menarikku melewati lorong-lorong sekolah…

 

            Deg

 

            Kilatan-kilatan masa lalu kembali muncul membentang di pikiran ku, di suatu tempat gelap yang sama sekali tak kukenal, samar-samar aku masih dapat melihat puing – puing bangunan berserakkan.  Ada beberapa sosok tubuh yang terkulai di puing-puing itu, penuh luka. Dan tepat di tengah puing-puing tersebut, seorang namja kecil duduk sambil menunduk, aku bisa mendengar suara tangisan pelan tapi penuh kepedihan, apa itu tangisannya?

 

            “Lihat dance ku!”

            “Eh?” suara Se Hun membuyarkan bayangan yang terbentuk. Rupanya maknae EXO-K ini sudah melepaskan tanganku, apa tadi memorinya? Tempat apa yang aku lihat tadi? Kenapa begitu asing – seolah bukan tempat di dunia ini?. Aku menggoyangkan kepalaku, melihat ke sekeliling, sejak kapan aku sampai di ruang musik?

 

            “Wae Candy-ah? Gwenchanayo? Kau kelihatan pucat” sekarang Se Hun yang sedang memilih lagu menatapku khawatir, aku menggeleng. Tapi sepertinya dia tidak percaya pada ku dan ketika dia mencoba memegang dahiku, refleks aku melangkah mundur.

 

            “Gwenchana Se Hun sunbae” kata ku agak gugup, jujur kalau bisa aku tidak ingin melihat masa lalu buruk siapapun. Tidak ada untungnya melihat sisi gelap seseorang. Sejujurnya aku sangat membenci kekuatan ini, aku jadi tahu kelemahan seseorang dan takut menyinggung masa lalunya. Kalau orang mengetahui aku mengetahui masa lalunya aku akan dicap sok tahu dan ditinggalkan, selalu begitU, dan itu sangat menyakitkan.

 

            “Hmm…. baiklah” Se Hun terlihat sedikit kecewa, tapi detik kemudian dia menjadi ceria kembali “Candy, aku sudah ikut mendaftar sebagai calon School rep loh!”

 

            “Ohh…” kata ku tak tertarik sedikit pun, memang cara pemilihan School rep di Anyang berbeda dengan sekolah lain, pemilihan disini ditentukan dari nilai ujian. Jadi kalau kau berniat jadi School rep, yang jelas nilai ujian mu harus paling besar bukan hanya di bandingkan dengan seangkatan tapi satu sekolah.  “Lalu apa maksudmu membawa ku kemari?”

 

            “Aku ingin kau melihat sekaligus menilai dance ku, atau sekalian battle dance denganku. Aku dengar kau sangat baik menari bahkan sering jadi back dancer ketika Rain dan MBLAQ sunbaenim konser kan?” katanya sambil tersenyum.

 

            “Lawan aku!” suara khas seseorang membuatku membalikkan badan, entah sejak kapan Zelo berdiri di pintu masuk ruangan musik sambil menatap tajam ke arah Se Hun dan aku bergantian. Lalu namja jangkung ini berjalan ke arah kami, dan sekarang tepat berada di depanku, menatapku khawatir lalu menepuk kepalaku dan berbisik “Kau pasti telah melihat bayangan-bayangan itu lagi ya?”

 

            “Nee…” kata ku, ikut berbisik. Aku bisa mendengar SeHun menghentak-hentakkan kakinya tidak sabar di belakang ku.

            “Baiklah, aku akan melawan mu! Kalau aku menang, Candy…” Se Hun menatap ku lembut “Kau harus bersedia menjadi wakil school rep kalau nanti aku memenangkan pemilihan school rep”

 

            “Itu—-“ kata-kata ku dipotong oleh Zelo

            “Baiklah, tapi kalau aku menang, jangan dekati Shin Young lagi!” kata-kata Zelo membuatku agak terkejut, baru kali ini aku melihat dia  begitu serius menerima tantangan seseorang. Sehun hanya menganguk dan tampak masih tenang, seolah sudah tahu kata-kata itu akan muncul dari mulut Zelo.

            “Dan kau, Candy, adalah juri kami” kata Se Hun, sepertinya mereka serius.

 

            Aku menatap Zelo dan Sehun bergantian, aku tahu Zelo adalah dancer yang paling handal setelah Jong Up oppa di B.A.P dan untuk Oh Se Hun, dia juga tidak bisa diremehkan karena dia adalah penari terbaik di EXO-K setelah Kai oppa. Bagaimana hasil dari battle dance antara kedua maknae grup rookie ini?? Aku sama sekali tak bisa membayangkan hasilnya!

 

            **********

@Dorm B.A.P

 

            “Kenapa dia? Kalian berantem lagi?” tanya seorang namja berotot yang tak lain adalah Jong Up oppa, main dancer B.A.P begitu aku dan Leo main ke dorm mereka. Kemarin Yongguk oppa, leader B.A.P ulang tahun, dia sudah berjanji untuk mentraktir kami makan sepuasnya di dorm hari ini, dan dia menyuruh kami delivery apa saja yang kami ingin kan.

 

            “Entahlah, tanya saja dia” kata ku, sengaja duduk di samping Yongguk oppa, masih agak kesal dengan Leo yang masih tidak mau bicara dan malah memilih memeluk Jong Up oppa, dasar kekanakkan -_-“. Zelo memang sudah berubah lagi jadi leo karena tadi listrik sempat mati sesaat.

 

            Oya biar kujelaskan, semua member B.A.P mengetahui rahasia Zelo kalau Zelo bisa berubah menjadi Leo, dan sebaliknya. Tapi mereka sama sekali tidak tahu kalau Zelo adalah alien. Tadinya kami ingin merahasiakannya, tapi rahasia zelo terbongkar saat tak sengaja dia berubah jadi Leo di dorm B.A.P. Untung saja mereka dapat mendengarkan penjelasan kami, dan tetap menerima Zelo

 

            “Kalian mau pesan apa??” Seorang namja berambut hitam dengan wajah tirus datang dari kamar dengan handphone di tangannya, mukanya terlihat berseri-seri, aku yakin karena hari ini Himchan oppa tidak perlu memasak dan bisa makan sepuasnya, gratis pula. Sementara di ruang tengah aku bisa mendengar suara Young Jae oppa dan Daehyun oppa sedang main PS dengan heboh.

 

            “Kalian pesan apa saja oppa?”

            “Untuk aku, daehyun dan youngjae, 3 porsi jjangmyun, 3 porsi kimbap, 3 pan pizza ukuran big, 3 set sushi, dan 3 potong ayam~~” katanya bangga, dasar mentang-mentang sedang tidak ada manager mereka. Lagian Himchan oppa ini lupa apa perjuangan diet dia untuk kurus seperti sekarang?

 

            “Aku satu set sushi saja oppa” kata ku sambil terkadang memperhatikan Yongguk oppa yang sedang memainkan tab nya, sepertinya sedang membuka situs fancafe mereka. Dia memang member paling normal, manly, dewasa dan kuhormati diantara member B.A.P. Yang paling kekanakkan tentu saja Him chan oppa dan Zelo -,-‘

 

            “Akuu… sama dengan kalian!!” kata Jong Up oppa~ “dan bisa kah kau belikan saja bocah ini makanan yang ada strawberry nya~ moodnya sedang buruk karena berantem dengan Sandy”

 

            “Roger! Aku akan memesankannya es krim with strawberry, juga kue tart penuh strawberry hehe.. jadi Yongguk bisa tiup lilin lagi, eh kau ingin apa Yongguk?”  tanya Him chan oppa yang memang paling cerewet diantara member B.A.P Pantas saja dia diberi peran eomma dalam grup.

 

            “Yaa Kim Him Chan!! apa tidak cukup beli satu macam makanan saja?! Aku tidak mau bayar kalau kalian memesan sebanyak itu!”

            “Tapi aku punya ini” Himchan oppa terkekeh jahil sambil memperlihatkan sebuah dompet kulit berwarna hitam yang tadi disimpannya di kantung jaketnya, lalu langsung kabur begitu dikejar oleh Yongguk oppa yang baru sadar dompetnya diambil chingunya itu.

 

            “Wae Zelo~ah?” tanya Jong Up oppa yang selalu saja penasaran kalau aku dan Leo mulai ribut “sudah kubilang, kau ini namja, sesekali kau mengalah pada Sandy”

 

            “Bukan itu…. “ kata bocah kecil itu, mata ku menyipit, akhirnya si maknae tukang ngadu ini bicara juga “Hyung tahu kan Oh Se Hun, maknae EXO-K?”

            “Sandy pacaran dengan Se Hun?” kata-kata Young Jae oppa membuatku yang sedang minum langsung tersedak, ini namja sejak kapan sudah nangkring di ruang tengah. Lagian apa-apaan kesimpulannya itu?

 

“Jadi kamu ditolak nih Leo?” tambah namja yang memakai topeng sehingga menutupi sebagian wajahnya, dia berdiri di belakang Young Jae oppa. Dasar kedua orang ini memang Mr. Gosip!

 

“HYUNG!” Leo menatap kesal Young jae dan Daehyun oppa, lalu tatapannya beralih pada ku “Ini gara-gara kau…”

 

“Jebal…. Leo kau ini berlebihan, aku cuman memilih Se Hun sebagai—“

 

“MWOO???  Sandy, kau lebih memilih maknae EXO dibanding maknae kami???” Himchan oppa yang sepertinya sudah sukses dari kejaran Yongguk oppa, duduk di sebelah ku. Baiklah, ada yang kulupakan tadi, bukan dua tapi disini ada tiga orang tukang gosip! Sementara dari kejauhan, aku bisa mendengar suara Yongguk oppa, jangan bilang dia dikunci lagi di kamar mandi oleh Himchan oppa -_-

 

“Oppa…. biar aku jelaskan, tadi itu Zelo dan Se Hun sshi dance battle, aku jurinya, dan Zelo marah karena aku memilih Se Hun sebagai pemenangnya”

 

“Memangnya dance dia lebih baik dibanding Zelo?” tanya Jong Up oppa, membuatku terdiam. Jujur begitu aku melihat tarian Zelo dan Se Hun tadi di sekolah, aku sulit memutuskan siapa yang terbaik diantara mereka, dan karena aku sedang agak kesal dengan Zelo jadi saja aku memutuskan Se Hun pemenangnya.

 

“Sandy~ah?” tanya Jong up oppa lembut, sementara Leo masih memeluknya. Leo memang paling dekat dengan Jong Up oppa.

 

“Dia juga….” aku tak meneruskan kata-kata ku, tidak mungkin aku mengatakan ‘karena aku kesal melihat Zelo akrab dengan Se Ra’ kan? “Leo juga memilih Se Ra sebagai pemenang waktu aku battle dance dengannya!”

 

“Tapi kan aku bilang tarian mu sempurna, Se Ra memang lebih baik karena speed nya” rungut Leo tidak mau kalah, tapi dia langsung menunduk begitu menyadari pandangan hyung-hyungnya “Baiklah, aku yang salah… mian” katanya pada akhirnya.

 

“Kau memaafkan Leo kan Sandy?” tanya Himchan oppa, sepertinya dia dan member lainnya khawatir aku tidak akur dengan Leo dan membiarkan Leo tetap di wujud kecilnya

 

Aku tersenyum meledek pada Leo yang masih cemberut  “Tentu saja, dia kan masih anak kecil”

“Hahahhaah syukur lah ya Leo-ah hahhaha” kata Dae Hyun oppa sambil mengacak rambut Leo.

 

“Apa kata babies (note : fandom B.A.P) kalau mereka tahu kau bisa jadi baby? Makanya baik-baiklah pada Sandy!” tambah Young Jae oppa sok pintar membuat Leo makin cemberut. Sedangkan Jongup dan Himchan oppa terkekeh melihat reaksi Leo.

 

TRIIINGGG

 

“Ahhh!! Itu makanannya sudah datang!” kata Himchan oppa dan dia pun langsung melesat ke luar diikuti Daehyun, Young jae dan Jong up oppa yang sepertinya juga sangat kelaparan. Sementara Zelo masih cemberut dikursinya, dasar, anak ini sepertinya harus makan strawberry dulu baru ceria lagi.

Tapi kok sepertinya ada yang kurang ya???

 

Ps.*beberapa jam kemudian, Yongguk oppa ditemukan pingsan kelaparan di toilet*

 

**********

Beberapa hari kemudian

 

@JTUNE ent, 22.00 pm

 

“Stop!, Sandy bisakah kau ulangi dari bagian awal? Coba kau tingkatkan lagi penghayatanmu”

 

“Nee seonsaeng” kata ku lalu menggelengkan kepalaku dan mula menyanyi, rasanya aku lelah sekali karena kedua wujud palsuku sudah menghilang dan satu wujud asli ku ini harus menanggung rasa lelah yang dirasakan kedua wujud palsuku yang tadi kerja part time sekaligus les piano.

“STOP! Sandy sshi— kau terlihat sudah kelelahan, kita lanjutkan latihannya besok”  kata Yoo soensaengnim yang sepertinya sudah capek mengajari ku menyanyi, berbeda dengan Se Ra yang sepertinya memang dilahirkan untuk menjadi penyanyi. Tapi aku percaya dengan kekuatan kerja keras, maka aku pun bisa lebih baik dibanding Oh Se Ra.

 

“Sandy sshi, katanya kau sudah training hampir lima tahun, masa baru seperti ini kau terlihat hampir pingsan begitu?” sindir Se Ra, aku langsung menatapnya tajam tapi rupanya dia malah membalasnya.

 

“Selanjutnya aku tidak akan kalah” kata ku pada Se Ra sebelum meninggalkan ruang latihan vocal. Aku benar-benar kehausan plus aku sedang tidak punya tenaga untuk berdebat dengan maknae kurang ajar ini. Dan ternyata ketika aku hendak mengambil botol minum isotonik di ruang latihan dance, member MBLAQ masih latihan mandiri untuk mempersiapkan comebacknya.

 

“Shin Young-ah…. gwenchana yo?”  seorang namja berkharisma yang tak lain adalah oppa ku sekaligus leader MBLAQ, Yang Seung Ho langsung berhenti menari untuk merangkulku begitu melihat ku masuk, member yang lain juga ikut berhenti menari “Kau terlihat pucat”

 

“Annyeong Sandy!!!” sapa Mir oppa ramah lalu berguling-guling di lantai ke arah seorang namja yang sejak tadi tertidur dengan handuk kecil di muka nya, namja yang tertidur itu ternyata Lee Joon oppa. Sedangkan G.O oppa tersenyum pada ku sebelum merebahkan badannya di lantai. Kalau Cheondoong oppa, dia sibuk di pojok ruangan mengaduk-aduk tasnya.

 

“Gwenchana oppa, aku hanya kelelahan dan haus” kata ku sambil menuruti Seung Ho oppa untuk duduk sambil menyandar di dinding, aku menyandar ke bahu oppa ku.

“Dongie-ah, ambilkan aku sebotol air”

 

“Nee hyung” Namja jangkung tinggi yang diperintah oppaku langsung mengambil botol minum dan menyodorkannya ke arahku, refleks aku menegakkan badan ku, seolah aku siap kabur. Sejak melihat masa lalu Cheondoong oppa, aku selalu jadi tegang begini kalau bertemu dengannya.

 

“Ada apa antara kau dan Cheondoong?” bisik Seungho oppa saat Cheondoong keluar untuk menerima telpon, sedangkan Lee Joon, Mir dan G.O oppa tertidur pulas di tengah ruang latihan

 

“Hanya ada sedikit masalah… tidak apa-apa oppa, aku bisa mengatasinya” kata ku sambil menyandar lagi di pundaknya. Untunglah Seung Ho oppa memang pengertian dan tidak bertanya lebih jauh. Dan tak lama aku pun tertidur di pundaknya.

 

*********

Sementara itu

00.30 KST

// Oh Se Hun PoV//

 

“Se Hunnie… kau  lagi apa sih? Tiduuurrrr ayoo!” Chanyeol hyung tiba-tiba merebut buku sejarah musik yang sedang ku baca, tidak tahu apa kalau besok aku ujian? sedangkan Baekhyun hyung malah duduk di samping ku dan menyalakan TV.

 

“Main PS aja yuk! Hehehhee….” tawar Baekhyun hyung bersiap mengambil psp, apa mereka tak sadar aku sedang belajar?

“Ide bagus! Bagaimana?, kau mau maen duluan Se Hunnie?” tambah Chanyeol hyung

 

 “Shirrreo hyunggg!~~~ aku masih mau belajarr!!!” kata ku kesal sambil memukul kedua hyung ku itu membabi buta dengan tangan kosong, Baek hyun  dan Chanyeol hyung yang sebelumnya mengaduh malah jadi tertawa melihatku.

“Kembalikan buku ku Chan yeol hyung!”pintaku sambil menggembungkan pipiku

 

“Waahhh… aku memang tidak bisa menolaknya, aegyo mu itu jjang!” ledek Chanyeol hyung sambil melemparkan buku ku dan langsung ku tangkap. Tapi anehnya dia malah tertawa, dasar Happy virus!

 

“Kok akhir-akhir ini kau rajin sekali Se Hunnie? Aku tahu kau mau ujian, tapi biasanya kau tidak seserius ini” tanya Baekhyun hyung sambil merangkulku yang sudah mulai membuka buku, Chanyeol hyung juga duduk di sebelahku dan menatapku penasaran. Ini BaekYeol couple kalau bisa ingin aku kunci di kamar saja biar tidak mengganggu ku.

 

“Aku hanya ingin nilai ku bagus”

“Geotjimal! Beri tahu alasannya! Ngg… jangan-jangan benar kata D.O ini ada hubungannya dengan yeoja yang kau panggil ‘Candy?’” tebak Chan Yeol, langsung membuatku membeku.

 

“Ba.. bagaimana…” aku memutar mataku

 

“EEEHHH!!! Siapa itu Candy?” Baekhyun hyung ikut heboh, sedangkan Chan yeol hyung sudah kegirangan sambil bertepuk tangan, seolah-olah aku bilang kalau dia menang lotre, untung saja Su Ho hyung keluar dari kamarnya.

 

“Jangan ribut, cepat tidur!” perintahnya, kami hanya menganguk dan kemudian Su Ho pun masuk lagi ke dalam kamarnya. Huuuhhh…..

 

“Kau suka Candy?” tanya Baek Hyun hyung polos

 

Deg.. aku terdiam sejenak, sementara Chanyeol dan baekhyun hyung tersenyum cengengesan

“ANNI! Kalian salah paham! Aku cuman ingin mengalahkannya!”

 

“Ahh.. tentu saja aku salah paham, kau kan sudah mempunyai seseorang yang kau sukai kan??” Ledek Chanyeol hyung

 

“Hahhh?” aku hanya bisa mengerutkan keningku, tapi sepertinya Baek Hyun mengerti karena dia juga malah ikut cengengesan.

 

“Siapa lagi kalau bukan Lu Han? Hahahhahahaha” kata Baek Hyun membuatku sebal, dasar, sepertinya bukan hanya fans yang suka ‘pairing’ idolanya. Hyung-hyung ku ini contoh nyatanya! -_-“

 

**************

Beberapa hari kemudian

//Still Se Hun Pov//

@Anyang High School, Jam pulang Sekolah

 

Aku tidak habis pikir, bagaimana bisa dia begitu multitalented!

 

Aku sudah membuktikan dengan kepalaku sendiri, gadis ini jago baik dalam hal pelajaran, musik maupun olahraga. Aku pun pernah memergoki dia memainkan beberapa alat musik seperti piano, biola, gitar, drum bahkan Janggu (alat musik tradisional korea), dan dia bukan hanya bisa tapi expert!

 

Makin lama aku bersekolah disini, makin sering aku mendengar cerita tentang Sandy baik dari teman-teman ku ataupun koran sekolah. Ada yang menyukainya dan tak sedikit yang membenci gadis yang dijuluki ‘ice princess’ ini karena sikap dinginnya atau iri pada talentnya, tapi yang jelas aku tahu bahwa hanya ada satu orang yang hampir selalu bersamanya, Zelo.

 

Dan aku merasa ada sesuatu yang aneh dalam diri Zelo, apa dia bukan manusia biasa?

 

“LIHATTT!! AKU BISAA!!” suara seorang yeoja dari arah lapangan basket membuatku menoleh ke samping, ternyata Candy sedang diajari bermain skateboard oleh Zelo.

 

“Siapa yang sedang kau lihat?” sesuatu yang dingin memegang bahuku, membuat ku berjengit

 

“Lu Han hyung? Kau mengagetkan ku!” kata ku agak kesal pada namja imut di samping ku yang menggunakan topi dan kacamata hitam, pantas saja tangannya dingin. Dia sedang memegang segelas bubble tea yang tinggal setengah.

 

“Kau saja yang melamun, eh kau lihat apa? Aku datang kesini untuk menjemput mu” katanya sambil merangkulku, dasar! Apa dia tidak sadar kalau beberapa siswa mulai memperhatikan kami? Aku yakin dalam waktu tidak sampai beberapa menit sudah ada yang memposting fotoku dan Lu Han -_-“.

 

“Buat ku” tanpa menunggu jawabannya aku mengambil bubble tea dia dan meminumnya sampai habis. Ahh… aku memang butuh minuman dingin seperti ini di hari yang ‘panas’ ini. Candy sekarang sedang di skateboardnya lagi dan mencoba gerakan zigzag, sementara Zelo menuntunnya. Entah mengapa aku merasa sedikit iri.

 

“Jadi dia Candy yah?? Wah wahh…. jangan bilang kalau yang bersamanya itu pacarnya?”

 

“Dia bukan pacarnya!” sentakku refleks, lansung aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal sementara Lu Han hyung mulai tersenyum menyebalkan “Kau, tahu darimana dia Candy?” pertanyaan bodoh Oh Se Hun! Tentu saja dari mana lagi kalau bukan BaekYeol couple itu!

 

“Kau suka gadis itu?”

 

“ANNI!!” Jawabku cepat, walau sebenarnya aku tak yakin dengan jawabannya. Kenapa aku harus suka dengan ‘manusia’? “Sudah lah hyung ayo kita pulang!”

 

*********

//Zelo PoV//

 

“Shin~ah….” aku menatap Shin Young yang saat ini sedang latihan biola di tempat lesnya dari balik kaca. Alunan musik klasik mengalun dengan indah, aku memang tidak mengerti musik klasik tapi yang jelas aku menyukai permainan Shin.

 

Aku belum memberi tahu Shin mengenai siapa sebenarnya Oh Se Ra dan Oh Se Hun, aku takut memberi tahunya akan membuat yeoja ini terlibat dalam masalah antara kami. Aku yakin Shin merasa ada yang aneh antara aku dan Se Ra juga Se Hun, tapi dia gadis yang baik. Dia menungguku untuk menceritakannya.

 

Aku tetap berada di depan sana, sudah hampir 3 jam dan wujud palsu Shin akan menghilang. Aku harus memastikan tidak ada orang yang melihat wujudnya menghilang. Tapi baru saja aku hendak duduk di kursi depan tempat les ini saat seseorang yang sangat ku kenal tiba-tiba muncul begitu saja di depan kaca tempat aku memperhatikan Shin tadi!

 

“Lee Tae Min…”

“Rupanya dia yah yang bisa membuat kutukan Raja pada mu sementara hilang” Tae Min tersenyum ke arah ku kemudian kembali menatap punggung Shin yang masih memainkan biolanya. Aku mengepalkan tanganku kuat, berusaha menahan keinginan untuk memukul namja yang pernah kuanggap sebagai sahabatku itu “Sepertinya aku pernah melihat gadis itu sebelumnya”

 

“Jangan ganggu dia!” kata ku dingin, sementara Tae Min balas tersenyum miring. Sepertinya dia sudah tahu tentang aku yang berubah menjadi Leo, tentu saja dengan kekuatan invisible nya dia bisa kemanapun tanpa diketahui siapapun, karna dia bisa tidak terlihat. Tapi sejauh mana dia tahu mengenai Shin?

“Kalau begitu tentunya kau bisa memberi ku benda itu kan?” ucapan Tae Min membuatku bergidik, darimana dia tahu aku membawa benda itu dari planet Mato?

 

“Apa maksud mu?” aku pura-pura tidak mengerti, Tae Min mendengus, dia pasti tahu aku berbohong.

 

“Ayolah Zelo-ah… kau tahu tidak mungkin bisa membohongi aku, apalagi kita pernah bersahabat lama. Jadi lebih baik kau memberi ku benda itu, lalu aku akan meminta Raja untuk memaafkan mu jadi kau bisa kembali ke planet Mato, bagaimana? Tawaran ku tidak buruk kan?”

“Kalau aku tidak mau?”

 

“Tentunya aku tidak punya pilihan lain” Tae Min kembali tersenyum sinis dan sesaat itu juga senyumnya menghilang begitu menoleh lagi ke dalam ruangan, ke arah kursi yang tadi di duduki Shin. Aku menatap jam ku, ternyata memang sudah waktunya Shin menghilang. Baguslah sepertinya Tae Min tidak melihat saat Shin menghilang.

 

“Kalau kau mencari dia, dia sudah pulang lewat jalan belakang” kata ku sambil tetap mengawasi Tae Min yang masih mencari sosok Shin di dalam dari balik kaca. “Jangan ganggu dia”

 

“Wae? Dia kan hanya manusia biasa? Atau jangan bilang kalau kau menyukai manusia? Hahahhahahaha…. “

“Lee Tae Min…”

 

“Seharusnya kau memanggilku ‘hyung’ bukan kah itu aturan di korea?” Tae Min melihat arlojinya dan kemudian mendekatiku, menepuk pundakku seraya berbisik sambil tersenyum sadis, tatapan tajamnya membuatku membeku “Sebaiknya mulai sekarang kau jaga Shin mu itu baik-baik dan jangan coba ganggu urusanku dengan Se Ra!”

 

*********

//Shin Young (Sandy) PoV//

@Jam pulang sekolah, Anyang High School of arts

 

“Apa? Nilai ku kalah dari Oh Se Hun?” aku menatap Yoo seonsaeng tak percaya, selama ini aku selalu mendapat nilai terbaik di sekolah, tapi sekarang aku dikalahkan oleh murid baru itu?

 

“Nee Sandy, kau bisa bandingkan hasil mu dan dia” Yoo seonsaengnim menyodorkan selembar kertas yang memperlihatkan hasil ujian Se Hun. Dia dan aku sama-sama mengambil jurusan musik dan ternyata benar, nilai tari modern ku kalah darinya. Rasanya aku benar-benar tidak terima!

 

“Baiklah…. jadi seonsaeng memanggilku untuk memberi tahuku soal ini?”

 

“Bukan itu saja Sandy, kau tahu kan kalau Se Hun juga mendaftar menjadi school rep kan? tapi kau bisa menjadi wakilnya kalau kau mau”

“Nee seonsaeng, aku mengerti, Khamsamnida” kata ku masih mencoba menahan kekesalanku dan pergi ke luar ruang guru. Namja yang bernama Oh Se Hun benar-benar pembawa masalah! Karena dia aku tidak bisa seperti oppa ku menjadi School rep tiga tahun berturut-turut, lagian kenapa sih dia harus memaksa jadi School rep? Dia kan sudah kelas tiga!

 

Kalau begini, tak ada jalan selain belajar dan berlatih lebih keras untuk ujian mendatang!

“Sandy, apa yang dikatakan Yoo seonsaeng?” tanya Zelo yang menunggu di balik pintu, aku tersenyum kecut.

“Aku kalah dari Oh Se Hun… tapi tenang saja, aku bisa merebut jabatan itu lagi semeter depan!” jawabku penuh semangat, tapi Zelo sama sekali tidak ikut menyemangatiku, dia malah terlihat cemas “Wae Zelo-ah?”

 

“Ikut aku!” Zelo menarikku melewati lorong-lorong sekolah dan akhirnya sampai di taman belakang sekolah yang sepi, setelah memastikan tidak ada orang dia menatapku dengan cara yang tidak biasa.

 

“Wae? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku?” kata ku bingung saat Zelo menatapku sambil menaruh kedua tangannya di pundakku.

“Shin, bisa kah kau berhenti sementara menggunakan kekuatan doppleganger mu? Jebal”

 

“Wae? Kau tahu kan aku tidak bisa melakukan itu?” aku tersenyum, ini bukan pertama kalinya Zelo memintaku berhenti “Kalau kau takut aku kecapaian, tenang saja! Aku selalu makan banyak, minum vitamin dan….”

 

“Bukan itu!”

 

“Lalu apa? Kenapa aku tidak boleh menggunakan kekuatan ku? Kau tahu kan Zelo~ah, kekuatan itu sudah banyak menolong ku menjadi Shin yang sekarang, walau aku sekarang kalah dari orang lain… ibu ku benar, aku tidak sehebat oppa” tanpa sadar air mata ku menetes, langsung saja aku menghapusnya, tidak tidak tidak….. Shin tidak boleh menangis. Tidak ada Shin yang cengeng seperti dulu!

 

“Anni Shin, kau hebat! Uljima…”

 

“Tapi….” aku terdiam saat Zelo menatap mataku yang berkaca-kaca .

“Shin… kau punya aku, aku akan membantu mu, untuk beberapa waktu ini kau jangan gunakan kekuatan mu dulu! Arraseo?!” pinta Zelo sambil memegang wajahku dengan tangannya, menghapus air mataku yang hampir jatuh.

 

Aku menghela nafas “Baiklah… tapi kau harus memberi tahu alasannya”

 

“Baiklah, tapi bisakah kau menunggu? Aku tidak bisa mengucapkannya sekarang” jelas Zelo, dia terlihat sedikit lebih lega.

“Oke aku akan menunggu, sebaiknya alasan mu bagus Choi Jun Hong, atau aku tidak akan pernah sudi mencium mu” kata ku bercanda, Zelo akhirnya tersenyum dan merangkul pundakku.

 

“Kalau kau tidak mau, aku kan bisa mencium mu duluan hehe…” katanya sambil mencubit pipiku, langsung saja kujitak kepalanya dan alhasil Zelo mengaduh kesakitan, rasakan!

 

Aku menatap Zelo yang telah tersenyum ke arahku. Mianhae Zelo~ah… sepertinya aku tidak akan bisa menepati janji ku. Aku akan menggunakan kekuatanku diam-diam tanpa kau sadari.

 

************

TBC

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s