[EXO & B.A.P FF_SUPER FANTASY IDOL(SFI) CH. 13]- 13TH FANTASY

Image

Author             : Azumi Aozora & Kunang

Main Cast        : Yang Shin Young (Sandy) (OC), Oh Sera (OC),  Oh Se Hun (EXO-K), Baek Hyun (EXO-K), Zelo (B.A.P), Lee Tae Min (SHINee),

Support Cast   : Yang Seung Ho (MBLAQ, Shin Young’s oldest brother), Kai (EXO-K), Luhan (EXO-M), the rest of MBLAQ member, Bi/ Rain, Two-X members, EXO members, SHINee members

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship, fantasy, business entertainment

Rating             : PG-15

Summary         : Populer grup EXO boleh punya kekuatan super di MV mereka, tapi di dunia nyata ada dua orang yeoja yang memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kedua yeoja itu adalah Yang Shin Young, (17 tahun) dan Oh Sera (16 th). Dari mulai mereka mulai jadi trainee di JTUNE ent ada saja yang selalu mereka ributkan, dan lagi mereka sama-sama menyimpan rahasia. Rahasia kekuatan yang bisa berguna bagi mereka ataupun mencelakakan mereka ….

 

~~Chapter 13~~

 BY : KUNANG

========Shin Young/ Sandy PoV========

@ Kamar Shin

08.58 am

            “Aaarrgghhhh!!!! Kenapa sudah jam 9 lagiii??? Aku tidak mau banguunn!!!” umpatku kesal begitu melihat jam dinding sekilas, langsung saja aku menutupi tubuhku kembali dengan selimut.

            Aku sama sekali tidak pernah berpikir, dalam mimpi sekalipun Sehun oppa dan Zelo akan menyatakan perasaannya padaku pada saat yang bersamaan!! Bahkan sebelumnya aku hampir tidak pernah berpikir mereka mempunyai ‘perasaan’ khusus padaku.

            Tapi itu lah yang terjadi, mereka melakukannya bahkan Sehun oppa menciumku! Tapi kejadian selanjutnya membuatku merasa sangat bersalah padanya.

            Aku menampar Sehun oppa, rasanya hatiku ikut perih melihat wajah terlukanya yang dipantulkan cahaya bulan tadi malam. Aku tidak tahu bagaimana tangan ku bisa bereaksi demikian, tapi yang jelas ketika dia mencium ku, aku melihat masa lalunya bersama ku. Masa lalu menyakitkan yang kupikir bisa kulupakan….saat Sehun oppa berpikir aku yang menyebabkan kebakaran yang hampir merenggut nyawa adiknya.

Saat dia memintaku pergi dari hidupnya

—-Flash back—–

@Pinggir Pantai Jeju

*Memori*

            Aku menatap Sehun oppa yang sekarang sama sekali tidak mau menatapku. Apa sekarang dia tidak percaya lagi padaku?

“Bukan, bukan aku yang membakar istana! Aku akan tahu kalau memang kekuatan ku yang membuat kebakaran itu, tapi…”

Namja di depan ku, Oh Se Hun, memalingkan wajahnya, mulutnya bergetar dan terbuka namun tak ada kata-kata yang keluar. Aku tahu, dia sangat marah. Dan terlebih dia sangat kecewa padaku.

“Oppa! Percayalah pada—“

“JADI MAKSUDMU SERA BERBOHONG?! KAU YANG BERBOHONG!” umpat Se Hun, suaranya menggelegar. Rasanya hati ku mengkerut seketika, sakit seperti di remas.

“Se hun oppa..”

“Aku tak mau mendengar apapun lagi” potong Se hun dingin, sekarang air mataku sudah tak terbendung “Pergilah Candy, pergi yang jauh… pergi yang jauh dari ku”

*memori end*

            PLAKKK

            Aku menampar keras Sehun oppa setelah berhasil mendorong tubuhnya mejauhiku. Sedetik kemudian aku baru sadar apa yang sudah kulakukan, dengan takut-takut aku melirik ke arah Sehun oppa yang hanya menunduk dalam diam. Aku bisa melihat jelas kalau dia sangat terluka dengan kelakuan ku barusan.

            “Mianhae….” Sehun oppa berbicara pelan “Aku tidak tahu kau akan semarah ini, aku hanya ingin mengungkapkan kalau sejak dulu aku menyukaimu, sangat”

            “Aku ….” aku tidak melanjutkan kata-kataku ketika begitu saja bayangan Zelo berkelebat di pikiranku, Sehun oppa sejak awal aku bertemu dengannya di Mato adalah satu-satunya orang yang berhasil membuatku kembali tersenyum, walau dia sempat menyakitiku tapi aku tahu dia juga sama-sama menderita sepertiku.

Lalu Zelo, giant maknae yang sering mengganggu dan menjahiliku tapi dia selalu ada saat aku membutuhkannya bahkan saat ingatan ku hilang dan harus kembali ke bumi. Dia satu-satunya orang yang hampir selalu ada di sisiku.

            Dan kenapa aku harus melihat bayangan masa lalu saat Sehun oppa mengusirku? Rasanya hatiku begitu sakit, apa arti perasaan ini?

            “Candy, apa kau juga menyukaiku?” tanya Sehun oppa, dia masih terlihat kecewa walau aku masih melihat sedikit sinar harapan di wajah tampannya.

            “Oppa… mian, aku… tidak tahu, aku butuh waktu… aku…” ntah mengapa aku tidak bisa mengontrol kata-kataku, Sehun oppa menatapku cemas dan hendak menyentuh tanganku yang bergetar tapi langsung kutepis.

            “Candy?” namja jangkung di hadapanku terlihat makin cemas “Kau terlihat pucat, j..jangan-jangan.. apa kau melihat masa lalu ku yang buruk?”

            “Gwenchana, Aku.. ng… ke villa duluan” kataku sambil berdiri dan tanpa berpikir panjang berlari ke arah villa meninggalkan Sehun oppa, perlahan aku menyentuh bibirku yang masih hangat dengan perasaan tidak tenang. Apakah ini cinta? Kenapa aku merasa ini salah

Zelo…

            Ntah mengapa aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada diriku yang satu lagi, wujud asliku.

*Flash back end*

============/Still Shin PoV/=============

 

Akhirnya setelah beberapa lama bergelung di selimut, aku pun memutuskan untuk bangun dan bersiap-siap. Sepertinya Sera sudah ke luar kamar duluan. Syukurlah, dia tidak perlu melihatku dalam keadaan kacau seperti ini. Setelah mandi dan mengenakan riasan senatural mungkin, aku pun turun ke bawah.

“Huwahahahaha…hahahaha…hahaha…”

Zelo? Pikirku begitu mendengar suara tawa yang begitu familiar di telingaku, aku pun melongokkan kepalaku ke arah ruang makan. Zelo tertawa sambil terbungkuk-bungkuk. Dia mencengkram kursi di samping Sera sambil berjongkok. Air matanya keluar saking lama-nya tertawa. Tak lama aku melihat Tae Min oppa bergabung dari mereka.

Apa sih yang mereka bicarakan sampai Zelo tertawa seperti itu? Haruskah aku bertanya? Tapi… setelah kejadian tadi malam dengan Zelo, rasanya aku belum sanggup berbicara normal dengannya, yang jelas aku harus menata hatiku. Setelah menarik nafas panjang, aku pun mengumpulkan keberanian untuk bergabung bersama mereka.

“Oh.., sekarang orang gila-nya ada 2. Yang satu tertawa sendiri, yang satu sering bicara sendiri” ungkap Sera begitu melihatku, dia menyeringai ke arah ku dan Zelo.

“Ehem” Zelo berdeham dan langsung memasang tampang coolnya, dia tersenyum tipis ke arahku, dengan agak bingung aku pun duduk di kursi paling ujung jauh dari mereka. Aku bisa merasakan Sera memperhatikan aku dan Zelo, dia pasti tahu ada yang aneh antara kami.

“Morning Candy”  Sehun berbisik padaku,  membuatku menoleh ke arahnya yang ntah sejak kapan duduk di sebelahku, sementara Zelo duduk di sebrang Sehun oppa. Aku bisa melihat mereka berdua saling bertukar pandang. Ada apa ini? Karena kekuatannya Zelo mungkin saja tahu kalau Sehun oppa menyatakan perasaannya padaku tadi malam, tapi aku tidak tahu sebaliknya.

Tak lama kemudian, sarapan pun disajikan oleh Zelo. Aku hanya diam begitu melihat makanan favoritku tersaji, makanan yang khusus eomma ku buatkan setiap aku ulang tahun. Sebenarnya hari ini bukan ulang tahun ku yang sebenarnya. Ketika umur tiga tahun, aku pernah nyaris terbunuh karena kekuatan fire ku sendiri, tapi aku berhasil selamat. Ibu ku selalu berkata bahwa hari dimana aku selamat adalah hari kelahiranku.

Rasanya seperti masakan yang selalu dibuat ibuku, selain lezat juga membuat suasana hati ku lebih baik

“Gomawo Zelo, you’re the only one who know me well” bisikku tanpa sadar, begitu saja, aku sama sekali tidak tahu kalau Sehun oppa yang duduk disampingku mendengarnya.

 

=======*****======

 

Hasil dari game pick song untuk menentukan pairing yaitu aku dengan Baek Hyun oppa, Zelo dengan Sera sedangkan Sehun oppa dengan Tae Min oppa. Syukurlah aku tidak perlu bersama Zelo ataupun Sehun oppa, karena pasti akan terlihat awkward. Dan untung juga aku tidak harus bersama Sera, karena si maknae sok tahu ini pasti akan mencoba mencari tahu apa yang terjadi antara aku, Zelo dan Sehun. Tae Min atau Baekhyun oppa adalah pilihan terbaik saat ini, dan beruntungnya aku karena Baek Hyun oppa juga memilih lagu MBLAQ.

Tapi, kenapa rasanya aku sangat kesal?

Tanpa aku sadari, sedari tadi aku terus memperhatikan Zelo dan Sera yang saling bertatapan. Kadang mereka terlihat serius, tapi kemudian mereka berdua tersenyum. Aku tahu, mereka pasti saling berkomunikasi menggunakan telepati, tapi apa yang mereka bicarakan sampai memilih menggunakan telepati? Sepenting apa sampai tidak bicara normal saja? Menyebalkan!

“Sandy-ah, kau cemburu pada mereka?”

“EHH???!!!!” aku langsung mengalihkan pandanganku ke arah namja yang hampir selalu menggunakan eyeliner di sampingku, dia menatapku sambil tersenyum meledek “ANNI!! Kau salah paham Baek oppa!”

“Kau tak bisa membohongiku! Karena aku juga merasakannya tapi aku lebih pandai menutupinya. Oh ya, kau tahu? ekspresi mu mirip dengan seseorang” katanya lagi sambil menunjuk ke arah Sehun oppa yang ternyata sedang memandang ku tapi langsung membuang mukanya ketika menyadari aku balas menatapnya “Dari tadi Se hun terus memperhatikan mu, tapi sepertinya kau tidak sadar karena kau terus memperhatikan Sera dan Zelo, aku jadi kasihan pada Sehun”

“Aku tidak memperhatikan mereka!”renggutku sambil menarik tangan Baek Hyun oppa menjauh dari Zelo dan Sera, tapi aku sempat melongok ke belakang dan melihat PDnim mendorong tubuh Sera ke arah Zelo, tanpa sadar aku meremas tanganku yang memegang lengan Baek Hyun oppa dengan kuat.

“YAA!! Sakitt! Kau kenapa sih Sandy?” protes Baek Hyun oppa, tapi aku tidak mempedulikannya, seharusnya si bawel ini berterima kasih padaku tidak perlu melihat kejadian barusan.

 

==========*******=========

@Jet Boat, tengah Laut Jejudo

AKU?!! DIVING?!!!

MENYELAM??!!

Kalau aku boleh memilih, aku lebih memilih bungee jumping, sky diving atau naik jet coaster 10 kali daripada berenang apalagi menyelam! 

“Ini tidak adil…” kataku shock begitu menyadari bahwa misi ku dan Baek Hyun oppa adalah berpetualang di bawah laut. Aku sama sekali tidak bisa berenang dan lebih lagi aku selalu takut melihat orang yang berenang atau menyelam, bagaimana kalau mereka tidak kembali lagi? Aaaahhhh !! seandainya aku memperhatikan apa yang dijelaskan oleh PDnim tadi, aku pasti akan langsung minta misi ku ditukar! Atau kalau itu tidak mungkin, aku akan kabur saja!

“Shin kau tidak perlu cemas seperti itu” Baek Hyun oppa yang duduk di sebelahku tiba-tiba merapikan poni yang menutupi wajahku karena angin kencang, kami memang sedang menuju diving spot dengan menggunakan jet boat. Aku tidak takut naik boat, yang aku takut adalah masuk ke dalam air.

Jjamkaman… sejak kapan Baek Hyun oppa memanggil ku ‘Shin’?

Baek Hyun terlihat agak grogi saat aku menatapnya tajam, aneh, sejak dia naik boat denganku entah mengapa Baek Hyun oppa tidak seperti biasanya. Dia lebih pendiam, dan begitu memperhatikanku. Dia sepertinya tahu kecemasanku dan tidak segan-segan menggenggam tanganku dengan erat.

Di dunia ini yang memanggilku dengan sebutan ‘Shin’ hanya appaku, Seung Ho oppa, Seung Hoon oppa, Cheondoong oppa dan Zelo. Tapi jelas-jelas yang di depanku ini adalah sosok Baek Hyun!

“Kenapa kau melihatku seperti itu? Jangan-jangan…. Kau menyukai Byun Baek Hyun??!!”

Aku tertawa geli, sesaat melupakan ketakutan ku. Aku tahu sekarang dengan jelas kalau namja di sebelahku bukan lah Baek Hyun oppa. Aku tahu jelas siapa dia! Langsung saja aku cubit kedua pipinya dengan gemas.

“YYAA… Shin, eh maksudku Sandy, kau kenapa sih?”

“Oppa! Kau tidak perlu berakting lagi!”kataku sambil mengedip ke arahnya, sosok Baek Hyun oppa di sampingku terlihat kaget tapi kemudian dia tersenyum sambil mengacak-acak rambutku, tak lupa dia balas wink padaku.

Sebenarnya banyak yang ingin aku tanyakan padanya, apa yang dia lakukan selama ini? Bagaimana mungkin dia bisa ke Jeju? Apa dia akan terus di bumi ini? Dimana Baek Hyun oppa yang asli? Dan banyak hal lainnya. Tapi aku tahu, sekarang bukanlah saat yang tepat.

“Si giant baby itu yang meminta ku kemari” bisik nya di telingaku “Mianhae Shin, aku sudah membuatmu susah selama ini”

Zelo?

Bagaimana mungkin? Jadi Zelo sudah bertemu dengan ‘oppa’ setelah kejadian di Mato? Kenapa Zelo tidak memberitahuku?

“Anni oppa… bagaimana pun kau tetap oppa ku, kau tidak perlu minta maaf padaku” kataku, sosok Baek Hyun tersenyum padaku.

“O ya Shin…walau awalnya aku tak setuju, tapi sekarang aku mengakuinya” bisik ‘oppa’ lagi, aku menyipit bingung tak mengerti apa yang dibicarakannya.

“Mwoya oppa?”

“Aku setuju dengan hubungan kalian, kalian pacaran kan?” pertanyaan ‘oppa’ refleks membuat wajahku memanas, bahkan angin laut tidak bisa mendinginkan wajahku.

“Oppa! Ini…. aishhh…” entah mengapa rasanya lidahku tercekat, rasanya sangat sulit berkata-kata apalagi menyangkal. Apa-apaan ini? Jadi selama ini ‘oppa’ mengira aku pacaran dengan Zelo?

“Ehem…ehemm….kita sudah sampai di diving spot” suara PD Nim membuatku sadar kalau aku tidak hanya berdua dengan namja di sebelahku, coordie eonni yang ikut bersama kami menatapku dengan tatapan setengah iri, setengah kagum. Ahh.. aku lupa kalau kami masih recording, orang-orang kan mengira kalau pria disampingku ini adalah Baek Hyun!

            Kembali aku merasa cemas, dengan lambat-lambat aku menggunakan peralatan diving dan melakukan pemanasan. Tapi kecemasan ku sedikit berkurang karena ‘oppa’ terus memberi ku semangat, dan lagi aku tidak perlu menyelam seorang diri, aku akan menyelam bersama dengan ‘oppa’ dan itu artinya dia akan selalu menggenggam lenganku selama diving.

“Baiklah… Shin kau siap?!” tanya namja di sebelahku saat kami hendak turun ke laut, aku menggigit bibirku berusaha memantapkan hatiku.

“Tentu saja aku siap”

Tentu saja aku siap, Cheondoong oppa

 

=========// Still Shin PoV//===========

            Dua jam kemudian

 

            Di luar dugaan, diving sangat menyenangkan dan kau sama sekali tidak perlu tahu cara berenang! Walau pada awalnya aku merasa takut, tapi ketika aku melihat ke bawah laut, aku merasa ada di dunia yang berbeda. Dunia yang sangat indah! Berbagai macam terumbu karang dengan ikan yang beraneka warna, bahkan ubur-ubur dan hewan lainnya benar benar membuat ku takjub! Dan lagi misi yang aku dan Cheondoong oppa lakukan sangatlah mudah, aku hanya perlu mencari 5 hewan yang diberikan gambarnya oleh PD Nim.

Tapi suasana hatiku langsung berubah 180 derajat begitu aku naik ke perahu karet yang telah disediakan, bukan karena matahari terik yang tiba-tiba menyinariku, tapi pemandangan  di dek kapal pesiar yang tak jauh dari perahu karetku.

Zelo dan Sera, mereka berpelukkan

Gyuutt

Tanpa sadar aku memegang dadaku yang terasa sesak dan memukul-mukul nya. Ada apa ini? Apa ini side effect setelah diving? Mungkin saja, mengingat aku berada di bawah laut lebih dari sejam.

 “Zelo…, Sera….” Panggilku setelah melepaskan peralatan diving ku, berharap yang aku lihat bukanlah mereka berdua. Dan sepertinya itu hanya harapan, karena sekarang aku bisa melihat jelas kedua wajah mereka yang menatap ke arahku. Aku sampai tak menyadari perahu karetku mendekati kapal pesiar.

“Shin, kau baik-baik saja?” tanya Cheondoong oppa cemas- yang masih menyamar menjadi Baek Hyun oppa- saat perahu karet kami sudah merapat ke kapal pesiar. Zelo dan Sera ada tepat di atas kami jadi sekarang tidak ada yang memperhatikanku dan Cheondoong oppa. Tadi PD Nim menyuruh kami langsung masuk ke kapal pesiar setelah diving.

“Aishhh ada apa ini?! Kenapa Zelo dengan Sera… bukannya dia namjachingumu Shin? YAA SHIN?”

“Gwenchana oppa” kataku datar “Dan lagi oppa salah paham, Zelo… hanya sahabatku”

“Mwo?”

“Oppa……. bawa aku ke pantai, sekarang, aku tidak mau disini, aku ingin bersama oppa, bolehkan oppa?”

Seolah mengerti yang aku rasakan, tanpa bertanya lebih banyak lagi, Cheondoong oppa kembali ke sosok aslinya dan tersenyum menenangkan “Tentu saja!”

 

========Still Shin PoV=======

@Villa, malam harinya

 

“Eonni!! Kau kenapa sih? Dari siang tadi kau marah-marah terus padaku!” protes Sera saat aku menaruh dengan ‘sedikit’ kasar sekerangjang besar sayuran yang biasa dipakai untuk pelengkap samgyupsal. Memang untuk makan malam ini kami akan BBQ di luar villa yang langsung menghadap ke arah pantai.

“Aku tidak marah kok, lagi pula kenapa aku harus marah?” sindirku sambil menatap Sera dan Zelo yang sekarang mencuci sayuran di keran, kedua maknae itu tidak bisa protes karena aku dan Baekhyun oppa (yang sebenarnya tadi adalah Cheondoong oppa) berhasil menyelesaikan misi tadi siang lebih cepat, dan yang paling lambat atau bahkan malah keasyikan lovey dovey seperti kedua maknae menyebalkan ini dapat hukuman harus menuruti apapun kata pemenang malam ini.

Zelo dan Sera…. jadi apa Zelo hanya bercanda saat mengutarakan perasaannya padaku? Dia selalu mengerjaiku saat aku ulang tahun, tapi kalau memang hanya ‘bercanda,’ kali ini dia sudah sangat kelewatan!

Apa yang sebenarnya Zelo sukai adalah Sera? Aishhh….. pabo! Kenapa kau jadi kepikiran terus Yang Shin Young! Aku memukul dahiku pelan setelah menarik nafas panjang.

Cess

Sesuatu yang dingin menempel di dahiku, saat aku mendongak aku mendapati sekaleng soda dingin di hadapanku.

“Candy-ah, kupikir kebiasaanmu memukul sendiri kepalamu sudah hilang, jangan seperti itu arraseo?! Nih ambil!” ujar Sehun oppa sambil menepuk kepalaku, dengan agak ragu aku mengambil sekaleng soda yang dia sodorkan.

Kenapa  aku merasa dinasihati oppa kandungku?

“Gomawo oppa” kataku sambil tersenyum dan kemudian baru kusadari ada sepasang mata yang sedari tadi menatap kami. Pemilik mata tersebut  tak lain adalah Zelo, dia langsung membuang muka begitu menyadari aku balas menatapnya. Dengan agak kesal akupun memutuskan untuk memeriksa belanjaan saja.

“Eh…. Taemin oppa, tadi kau tidak lupa membeli chili paste kan?” tanya ku cemas begitu menyadari ada satu bahan penting yang kurang untuk steamed kimchi chicken yang akan kubuat.

“Bukannya ada soysauce, jadi aku pikir tidak perlu membeli chili paste” kata Tae Min oppa dengan wajah innocentnya, aku hanya bisa menarik nafas panjang, bagaimana mungkin soysauce bisa menggantikan chili paste?? Aku beranjak ke dalam untuk mengambil jaketku.  Baiklah sepertinya aku harus keluar untuk membeli chili paste.

“Sandy, kau mau keluar?” tanya Baekhyun oppa yang sedari tadi sibuk mengiris daging begitu melihatku keluar dari rumah, sepertinya dia menyadari aku menggunakan jaketku. Aku hanya menganguk.

“AKU IKUT!” seperti dejavu, Sehun oppa dan Zelo mengangkat tangan bersamaan, dan kemudian mereka saling bertatapan sebelum menatapku, refleks aku menghindari tatapan Zelo dan tersenyum semanis mungkin ke arah Sehun oppa.

“Kajjja Sehunnie oppa!”

Aku merasa semua memperhatikanku yang sekarang menarik tangan Sehun oppa, dan tanpa aku duga dia malah melingkarkan tangannya di pinggangku lalu merangkulku erat.

“Kami pergi dulu ya! Mungkin akan sedikit lama” kata Sehun oppa riang, sedangkan aku hanya diam menatap ekspresi Zelo. Zelo hanya diam saja menatapku, tapi kenapa aku merasa dia sangat kecewa dan sakit hati?

Anni Shin, kau tidak boleh berpikir macam-macam, bukankah kau dan Zelo hanyalah sahabat baik, tapi …

==========//Sehun PoV//========

 

@Depan Mini market

 

“Untukku?” Candy tersenyum lebar saat aku menyodorkannya sekotak cokelat, tanpa aku sadari, aku ikut tersenyum. Aku memang sengaja menyiapkan cokelat kesukaannya, dan setelah membeli belanjaan rasanya ini waktu yang paling pas memberikannya. Dan untunglah akhirnya dia berbicara juga bahkan tersenyum, sejak pulang dari misi tadi siang Candy terlihat agak uring-uringan, aku sudah bisa menduga apa penyebabnya tapi aku sama sekali tidak mau memikirkannya.

“Tentu saja, eh Candy, kenapa sendal mu?” kata ku begitu menyadari dia tidak menggunakan sebelah sandalnya, seketika itu juga senyum di wajahnya memudar.

“Tali sendalnya lepas oppa, jadi tidak bisa dipakai, keudae gwenchana hehe.. kita kan lewat pantai, aku suka jalan telanjang kaki di atas pasir lagi pula..—ehh..apa yang kau lakukan oppa?” Candy tidak melanjutkan kata-katanya begitu melihatku berjongkok sambil membelakanginya.

“Naiklah…”

“Tapi….”Candy terlihat ragu, jelas sekali dia tidak terlihat senang dengan tawaranku.

“Candy-ah…. dulu di Mato kau tak pernah menolak ‘tumpangan’ ku?”

 “Baiklah… tapi aku berat loh oppa!”katanya sambil memeluk punggung ku, dan ternyata Candy tidak seringan yang kuduga walau aku masih bisa mengangkat tubuhnya di pungggungku dengan cukup mudah.

“Tenang saja, aku sudah biasa menggendong Luhan hyung, kau sih tidak seberapa”

“MWO?? Biasa?? Dengan Luhan oppa?!!” katanya shock, aku hanya tertawa kecil membayangkan wajah Candy yang terlihat shock “Waaaa HunHan is real!!!!”

“Heiii!!! Jangan salah sangka! Aku hanya pernah menggendongnya sekali waktu ada game di sebuah acara!”

“Hahahhahha! Geotjimal! Jelas sekali kau bilang tadi sudah biasa menggendong Luhan oppa!” godanya sambil memukul-mukul punggungku, hampir saja dia kehilangan keseimbangannya dan hendak terjatuh ke belakang tapi aku menunduk sedikit membuatnya kembali melingkarkan tangannya di bahu ku.

“Aku tidak bohong kok”

Bahagia itu ternyata sesederhana ini, bisa bersama dengan Candy saja, mendengar tawanya, semua terasa indah

Oppa.. sudah berapa yeoja yang pernah kau gendong seperti ini”

“Hmm… satu-satunya yeoja yang pernah aku gendong hanya kamu…” jawabku serius

“Haha… geotjimal! Aku tidak percaya, kau kan banyak yang naksir oppa, lalu Sera—“

“Aku serius, Sera tidak pernah mau aku gendong, dia lebih memilih menunggang lihorse” kataku tanpa sadar dengan nada tinggi “dan… walau mungkin banyak yang suka padaku, bukankah kau sendiri tahu siapa yang kusukai?”

“Eng…. nee…” jawab Candy singkat, dia terdiam sesaat “Ahh… aku jadi ingin menunggang lihorse seperti Sera! Zelo pernah berjanji akan mengajariku, tapi dia belum menepati janjinya”

“Candy… bisa kah setidaknya untuk saat ini saja kau tidak memikirkan atau membicarakan namja selain aku?”

“Oppa…”

“Walaupun aku tidak bisa membaca pikiran orang seperti Zelo atau D.O hyung, tapi aku bisa merasakannya”

“Apa maksud oppa?”

DRAP DRAP DRAP

Suara langkah seseorang membuatku menghentikan langkahku, siapa yang lari malam-malam seperti ini di pinggir pantai? Dan setelah dekat, aku baru bisa melihat jelas wajah mungilnya yang diterangi lampu disekitar pantai yang tidak terlalu terang.

Apa yang dia lakukan disini?

“Kau….” aku bisa merasakan tangan Candy melepaskan bahuku, tidak lagi memeluknya erat. Dan perlahan dia mendorong punggungku dan turun dari pangkuanku lalu berjalan ke arah sosok mungil di depan kamu “A..apa yang kau lakukan disini? dan ke.. kenapa tubuhmu?”

“Kenapa lama sekali? Kau tidak tahu, aku sangat khawatir padamu pabo!AAAA AKU KESAL!! AKU MAU CARI ES KRIM STRAWBERRY!!!!” umpat sosok kecil itu, dia mengerling ke arahku singkat sebelum berlari melewatiku dan Candy. Kembali aku melihat ke arah Candy yang pandangannya terus ke arah sosok kecil itu, tanpa sadar aku menggenggam tanganku erat.  Rasanya aku ingin memukul seseorang!

Apa aku harus mulai bisa menerimanya? Menerima kenyataan kalau ada namja lain yang lebih berarti bagi Candy?

“YAAAA ZE… LEO YAHHH!!!!! JJAMKAMAAANNNN!!!!!”

==========Shin PoV==========

@Depan convenient store (aka mini market) *inget kalau minimarket di korea suka ada tempat untuk duduk di luar / dalam mini marketnya, jadi bisa makan disitu*

 

“Leo-ah… kau bisa sakit kalau makan es krim sebanyak itu!” aku merebut cup es krim strawberry ke-limanya, dan si bocah  kecil ini malah menatapku dengan kesal. Dia sama sekali tidak menanggapiku dan mengambil cup es krim lainnya di plastik belanjaannya. Sebenarnya bocah ini beli es krim berapa cup sih??

Sebenarnya aku sangat penasaran, bagaimana mungkin Zelo berubah kembali menjadi Leo bocah kecil berumur 5 tahun?? Bukan kah kutukkan raja Kim Soo Hyun sudah hilang? Dan bukankah dia sekarang punya crystal of life di tubuhnya?

“YAA!! LEO!! Bukan kah sudah kubilang, jangan makan es krim sebanyak itu! Kau bisa sakit perut!” kataku kesal sambil merebut kembali es krim yang baru saja dia buka plus plastik belanjaan yang penuh dengan es krim strawberry dan eh…. aku menyipitkan mataku begitu melihat sebungkus es krim pisang yang aku sukai.

“Berikan es krim ku AHJUMMA!!”

AH

AHJUMMA??

“YAA!! Bocah!!” oke sip, Leo ataupun Zelo sama saja, sudah benar-benar membuatku kesal seharian ini. Dan sekarang ditambah dia memanggilku ahjumma??!!! Aku langsung berdiri dan mengangkat plastik belanjaan penuh berisi es krim tinggi-tinggi “Berani-berani nya bocah seperti mu memanggilku ahjumma? Lebih baik kau sadar posisi mu bocah pendek”

“MWO?! Kau curang Shin! YAAAA KEMBALIKAN ES KRIM KU!!!”

“Coba saja kalau bisa hahahahahaha” aku tertawa penuh kemenangan melihat wajah kesal Leo, dengan tubuhnya sekarang yang kecil dan pendek tidak mungkin dia menjangkau plastik es krimnya.

“YAAA YANG SHIN YOUNG!!!!” tanpa kuduga, leo berdiri di kursinya dan mulai naik ke atas meja kayu di depannya. Tapi rupanya pijakannya tidak tepat karena tiba-tiba bocah satu ini kehilangan keseimbangannya. Refleks aku langsung menarik tangan kanan mungilnya tapi…

Dziiiiiinggggggg……..

#Hening#

Krik krik……

“S..Shin… kau tahu kan.. a… aku ti…tidak sengaja”

Aku hanya diam sambil menunduk, terlalu shock, berusaha mencerna apa yang terjadi diantara aku dan bocah ini.

Dan akhirnya setelah beberapa detik yang bagaikan bermenit-menit aku menyadari apa yang terjadi!

Tangan Leo menyentuh dadaku!!!

“S..shin.. kau tidak marah kan? i..ingat.. aku hanya bocah berumur 5 tahun dan..” ucap Leo gugup dan akhirnya aku bisa merasakan tangannya melepaskan dadaku. Bocah berumur 5 tahun? Cihhh anak ini!!

“YAAAA CHOI JUN HONG!!! MATI KAU!!!”

            DUAKKK

            “AAAAAAAAWWWWW” ntah sejak kapan Leo sudah tumbang dan terduduk sambil memegang kaki dan tangan kirinya yang terluka, kontan aku menatap tanganku bingung. jangan bilang kalau tadi aku refleks menonjoknya???!! “Shinnn.. bukan kah sudah kubilang aku tidak sengaja T.T”

            “A….Aku… miannn,, kau tak apa-apa leo-ah?? Mana yang sakit?”

 

============Still Shin PoV===========

 

03.00 KST

@Teras Villa

 

            “Aaaahhhh sudah lewat tengah malam???!!! Aku benar-benar lupa waktu! Eothokkhe?” rutukku sambil menatap villa dihadapan kami. Aku benar-benar tidak memperhatikan waktu, pasti yang lain sekarang sudah tidur.

            “Aku bawa kunci cadangan kok” Leo mengeluarkan kunci di saku bajunya, aha.. akhirnya dia berbicara juga, dari tadi di jalan, Leo hanya diam saja. Sebenarnya dari tadi aku ingin bertanya kenapa dia bisa berubah menjadi Leo kembali? kenapa dia mengikuti aku dan Sehun oppa…

            SEHUN OPPA?!! YA TUHAN!!! Bukankah aku tadi meninggalkan dia sendiri di pinggir pantai???? Bagaimana ini? Dia pasti sangat marah padaku

            ckrek

            Pintu terbuka, seperti yang aku duga ruangan sudah gelap, hanya lampu kecil yang menyala dan memberi penerangan temaram. Mungkin yang lainnya sudah di kamar masing-masing dan tidur, dan besok pasti aku diomeli karena tidak juga kembali dari mini market.

            “Shin…” Leo memanggilku, refleks aku duduk untuk memeriksa tangan dan kakinya yang lecet karena jatuh dari meja saat aku tidak sengaja memukulnya

            “Leo-ah,, bagaimana lukamu? Mian.. aku membuatmu seperti ini”

            “Shin ah… ternyata aku memang tidak bisa kalau tidak denganmu”

            “Hm?”

            Cup

            Sesuatu yang hangat menempel dibibirku, dan seketika itu juga pikiranku blank. Yang kutahu, aku memejamkan mataku dan membiarkan dia mengulum bibirku.  Sebelum aku sempat mencerna apa yang terjadi, sosok Zelo sudah di depanku dan mengangkat tubuhku hingga berdiri.

            “Kenapa? Kaget? Sekarang aku bisa dengan cepat kembali ke tubuhku semula plus baju yang kugunakan akan otomatis sesuai mengikuti ukuran tubuhku” jelas Zelo, tapi aku hanya terdiam dan menunduk. Apa yang terjadi denganku? Rasanya aku begitu gugup dan tak sanggup menatap wajah Zelo.

            “Shin? Ah… kau marah?  Mi..mian aku tadi tidak bermaksud…”

            “A..aku tidak apa-apa, aku ke kamar duluan, jaljja!!”

            “SHIN!”

            DRAP DRAP DRAP

            Aku tidak memperhatikan panggila Zelo dan setengah berlari menaiki tangga, ada apa ini? Aku sama sekali tidak menolak ataupun marah saat Zelo mencium bibirku, malah aku merasa sangat bahagia sekaligus gugup, rasanya ada kembang api yang menyala begitu saja di kepalaku aaaaaaa shin! Micheosseo??!!

            Apakah ini artinya aku mencintai Zelo? Sahabatku sendiri? Apa mungkin sahabat baik yang kedekatannya sudah seperti saudara sendiri menjadi sepasang kekasih? Tapi bukankan Zelo dan Sera…

            Ckrekk

            Aku membuka pintu kamarku dan Sera, tanpa kuduga, Sera sudah duduk di hadapanku. Ntah mengapa ekspresinya terlihat sangat kesal, aku pikir dia sudah tertidur.

            “Kau belum tidur Sera-ah?” kataku sambil mengalihkan pandanganku dari Sera, dia terlalu mirip dengan kakaknya.

            “Sandy, kali ini kau sudah kelewatan! aku harus berbicara denganmu!” ucap Sera ketus, dia memberi isyarat padaku untuk berjalan ke arah balkon, dengan ragu aku mengikutinya. Ada apa ini? Kenapa perasaan ku tidak enak?

            “Apa yang mau kau bicarakan?”

            “Sampai kapan kau mau mempermainkan perasaan oppa ku?”

            “Hahhh???”

            “Aku melihatnya Sandy, kau ciuman dengan Zelo di ruang tengah tadi, bukan hanya aku, tapi Sehun oppa juga! Apa kau tidak sadar betapa hancurnya hati Sehun oppa!?”

            “Sera-ah… kau kenapa? Kenapa kau menangis?” tanya ku cemas melihat air matanya yang menetes, dan lagi Ya Tuhan.. Sehun oppa melihatku dan Zelo tadi, bagaimana ini?

            “Sandy, apa kau tahu apa yang telah Sehun oppa lakukan untuk mu? Sebesar apa dia mencintaimu? Bahkan ketika ingatannya telah hilang dulu, bertahun tahun, setiap hari dia terus bertanya pada semua orang, mencoba mencari tahu apa yang dia lupakan, terkadang dia menangis tanpa sebab yang dia sendiri tidak tahu, dia bahkan sering mengigaukanmu dalam tidurnya, dan akhirnya dia menemukanmu, mengingatmu, kau tahu betapa bahagianya dia? Tapi kini kau….”

            “Sera…”

            “Eonni… Sandy eonni jebal, balas perasaan Sehun oppa, kau tahu kan Sehun oppa sangat mencintaimu? Mungkin aku bersalah pada Zelo, tapi aku paling tidak bisa melihat oppa ku menderita”

            “…….” kata-kata Sera bagai menohok jantung ku, aku baru sadar kalau Sehun oppa begitu menyayangiku. Apakah aku tega menyakiti hatinya? Apakah aku lebih baik mengikuti permintaan Sera? Aku memegang dadaku dan memejamkan mataku, ya… hatiku tidak bisa dibohongi, meski sempat goyah yang kucintai tetap orang itu, melihatnya bersama wanita lain membuat diriku cemburu, bersamanya saja membuatku bahagia, dan setiap hari yang kulalui bersamanya seolah sesuatu yang sangat wajar.

            Ya, aku mencintai Zelo, sejak dulu tanpa sadar aku sudah mencintainya

            Tapi bagaimana dengan Sehun oppa?

            “SANDY! Kenapa kau diam saja?? Heiii!” Sera mengguncang tubuhku dan mengangkat kepalaku yang menunduk “Eoh… kau menangis?”

            BRUK

            Seketika itu tubuhku ambruk dan jatuh terduduk, rasanya aku benar-benar tidak punya tenaga. Sedangkan Sera tetap berdiri di hadapanku. Diam.

            “Mianhae..hik…mianhae… aku… aku mencintai Zelo, ternyata aku memang tidak bisa kalau tidak dengan Zelo

            “Sandy eonni…. ta.. tapi…” Sera terdengar gugup, aku merasa dia ketakutan, tapi kenapa? Apa segitu takutnya dia jika oppa nya patah hati? Tapi bagaimana denganku? Haruskan aku membohongi perasaanku pada Zelo?

            “Sudah cukup Sera…”

            Suara ini? Jangan-jangan…. Aku pun mendongak ke arah atas  setelah sebelumnya menghapus air mataku, dan benar saja Sehun oppa sedang berdiri di atas atap, wajahnya terhalang oleh topi yang dia pakai, tidak biasanya dia memakai topi malam hari.

            “O.. OPPA?! Tapi….K..kau mendengar semuanya oppa?” Sera menekapkan mulutnya shock

            “Sera… ini masalahku dengan Candy, tidak baik kalau kau ikut terlibat” kata Sehun datar “dan Candy-ah, bisakah kau datang ke tempat kemarin? “

            “Oppa…” sekali lagi aku menatap ke arah Sehun oppa, tapi dia sudah menghilang. Aku tahu jelas, tempat kemarin itu adalah tempat dia menyatakan perasaan padaku, di pinggir pantai.

            Aku tahu, aku tidak boleh memberi harapan palsu pada Sehun oppa lagi. Dengan kekuatan yang tersisa aku berdiri, memeluk Sera yang masih berdiri sambil terisak “Mianhae Sera ah…. “

=========// Author PoV//========

04.30 KST

            Semburat warna jingga tampak di ujung langit yang terlihat berbatasan dengan laut, tanda sang surya hendak terbit dan menyinari dunia. Air laut juga memantulkan warna kejinggaan itu menimbulkan perpaduan warna biru dan jingga yang indah. Di pinggir pantai, tampak seorang namja duduk sambil menatap langit yang masih menampakkan bintang yang sudah terlihat pudar.

            “Sehun oppa…” suara seorang gadis membuyarkan lamunan namja tersebut, dia pun menengok ke arah belakang dan mendapati yeoja yang sangat dia sukai tersenyum. Tapi bukan senyum yang dia inginkan. Dia tetap cantik, walaupun terlihat begitu lelah karena dua hari tidak tidur.

            “Duduk lah disampingku Candy” pinta namja itu sambil menunjuk pasir di sampingnya, gadis yang dipanggil Candy itu mengikuti kata-kata Sehun.

            “Sehun oppa.. aku—“

            “Shttt!! Ini belum saatnya!” kata Sehun sambil menutup mulut Candy dengan jarinya, walau sepertinya gadis itu tidak sadar tapi Sehun sadar dengan kehadiran sosok lain diantara mereka “Zelo-ah… kau juga kesini!”

            “Zelo??!!”  sentak Candy kaget dan langsung berbalik, dan benar saja sesosok namja jangkung berambut blonde mendekati mereka, tangannya memegang senter yang diarahkan ke dirinya.

            “Shin? Kau kenapa disini? apa artinya ini Oh Sehun?” tanya Zelo bingung begitu sudah ada di samping mereka, ikut duduk di samping gadis yang dipanggilnya Shin.

            “Bu.. bukankah itu crystal of life?? “ Candy atau Shin terbelalak menatap liontin yang digunakan Zelo.

            “Yup, dengan suatu cara, benda ini berhasil keluar dari tubuhku, thanks Shin, ini semua berkatmu”

            “Haaahhhhh??”

            “Daripada itu, apa maksud mu memanggilku Oh Sehun? Dan kenapa kau memanggil Shin juga?”

            “Candy, bukankah ada yang ingin kau katakan padaku dan Zelo? Bukankah kau sudah punya jawaban kemarin?” tanya Sehun tiba-tiba, mengabaikan pertanyaan Zelo begitu saja.

            “Aku….” Sandy tiba-tiba berdiri menghadap ke arah Sehun yang masih duduk, dan tiba-tiba gadis itu  menundukkan tubuhnya “Mianhae oppa… aku tidak bisa menerima oppa, aku… aku…”

            “Shin-ah menyukaiku” tanpa gadis itu duga, Zelo memeluknya dari belakang “Mianhae hyung, tapi Shin-ah naekkoyaa!”

            “Hahahhaha tumben sekali kau memanggilku ‘hyung’ dan darimana kepercayaan diri itu? Bisa saja kan Candy menolakmu juga”

            “Crystal of life ini, aku membaca di salah satu buku kuno kalau crystal ini akan keluar dari tubuh orang yang menggunakannya kalau orang itu dicium oleh gadis/pria yang mencintainya, itu artinya Shin mencintaiku” jelas Zelo sambil melepaskan pelukannya pada Shin tapi tetap menggenggam tangan gadis itu “Hyung, bisakah kita tetap menjadi sahabat?”

            “Tentu saja” kata Sehun sambil menepuk pundak Zelo lalu menatap Candy intens “Candy, kalau kau berubah pikiran, kau tahu kan aku selalu menunggumu?”

            “OPP—“

            “YAA HYUNG!!”

            “Hahhahaha aku hanya bercanda” Sehun terkekeh sambil berdiri dan membersihkan celana panjangnya dari pasir yang menempel “Tapi, bukankah masa depan tergantung dengan pilihan yang kita pilih? Mungkin saja….ah.. jangan pikirkan apa yang kukatakan, aku pergi duluan, aku ngantukk sekali”

            “Oppa… gomawo” kata Candy setengah berbisik, Sehun tersenyum sambil kemudian menepuk kepala gadis itu.

            “Tenang saja hyung, aku akan selalu menjaga Shin”

            “Aku tahu, selama ini kau sudah menjaganya” Sehun menepuk pundak Zelo dan tersenyum ke arah mereka berdua “bye.. kalian jangan lama-lama di pantai, kita masih ada recording nanti siang, pastikan kalian sempat tidur”

            “Oppa juga”

            Sehun menganguk dan tanpa menoleh lagi dia meninggalkan pasangan tersebut, gadis yang dicintainya bersama dengan sahabat kecilnya. Sebenarnya dadanya terasa sangat sesak dan sakit. Tapi mungkin dengan berjalannya waktu rasa sakit itu akan perlahan menghilang, walau namja itu sama sekali tidak tahu kapan rasa sakit itu hilang.

            Tapi bukankah masa depan tidak bisa ditebak? Ya, namja itu sadar, baik dia, Zelo dan Candy pasti akan lebih fokus pada karir mereka selama ini. Belum tentu suatu saat Zelo dan Candy akan menikah, bolehkan dia masih memiliki harapan memiliki Candy?

            Sehun tersenyum kecil ke arah adiknya yang sudah menunggunya dengan cemas di villa.

            Ahh.. apa yang kau pikirkan Oh Se Hun, bukankah selain Candy masih banyak gadis lain?

            “Oppa, kau baik-baik saja?” tanya gadis yang tak lain adalah adiknya Sehun, namja itu tersenyum sambil memandangnya penuh arti

            “Oh Se ra! Coba kau bukan adik kandungku”

            “Heoh?? Oppa!! Kau kenapa?? Kau tidak sakit kan?”

            “Hhahahahha aku hanya bercanda, dan aku baik-baik saja, ayo ke dalam” Sehun merangkul Sera dan mereka pun masuk ke dalam villa bersamaan dengan terbitnya sang Surya.

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s