[EXO & B.A.P FF_SUPER FANTASY IDOL(SFI) CH. 12]- 12TH FANTASY

Image

Author             : Azumi Aozora & Kunang

Main Cast        : Yang Shin Young (Sandy) (OC), Oh Sera (OC),  Oh Se Hun (EXO-K), Baek Hyun (EXO-K), Zelo (B.A.P), Lee Tae Min (SHINee),

Support Cast    : Thunder, D.O, Kai, Luhan

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship, fantasy, business entertainment

Rating              : PG-15

Summary        : Populer grup EXO boleh punya kekuatan super di MV mereka, tapi di dunia nyata ada dua orang yeoja yang memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kedua yeoja itu adalah Yang Shin Young, (17 tahun) dan Oh Sera (16 th). Dari mulai mereka mulai jadi trainee di JTUNE ent ada saja yang selalu mereka ributkan, dan lagi mereka sama-sama menyimpan rahasia. Rahasia kekuatan yang bisa berguna bagi mereka ataupun mencelakakan mereka ….

 

~~Chapter 12~~

 BY : AZUMI AOZORA

===== Oh Se Ra’s PoV =====

@Pulau Jeju….

Seperti yang sudah dikatakan oleh PD-nim, acara reality show berjudul Secret Idol Outing (SIO) adalah perpaduan antara The Romantic and Idol dengan Family Outing. Aku tidak tahu seperti apa kedua acara itu, jadi aku pun menonton acaranya lewat youtube.

Oh.., jadi begitu. Kami akan melakukan banyak games dan kegiatan lain yang seru di pulau ini, dan pada akhirnya…, kami akan “berpasangan”. Tentu saja hanya pura-pura. Tapiii…, bukankah di sini hanya ada 2 orang cewek dan 4 orang cowok? Apakah itu berarti akan ada pairing antara namja dan namja? Hahaha. Seandainya Luhan Oppa ikut.., mungkin di akhir akan terbentuk pairing HunHan.

Aku memikirkan kata-kata Zelo dan juga Sandy. Luhan menyukaiku hanya karena aku mirip Sehun? Sungguh, itu konyol sekali. Tapi…aku tidak terlalu memikirkannya karena aku menyukai Luhan hanya sebagai teman.

Tapi Kai.., apa yang membuat Zelo dan Sandy yakin bahwa Kai tidak baik untukku? Mengapa mereka bersikeras agar aku memilih antara Baekhyun dan Taemin? Sementara aku sendiri bingung dengan perasaanku.

Di Villa…

Sandy bersikap aneh sekali. Mengapa dia mengajak Taemin pergi belanja dengannya? Mengapa dia tidak mengajak Zelo atau Sehun Oppa saja?!

Aku menundukkan kepalaku. Diam-diam mengutuki diriku sendiri. Memangnya kenapa kalau Sandy eonni dan Taemin pergi ber-2? Kenapa aku harus merasa kesal?!

“Kau disini saja dengan Baek Hyun oppa jaga villa” kata Sandy padaku, “dan kalian…” Sandy menatap Sehun Oppa dan Zelo bergantian “Kalian pergi lah ke pelelangan ikan, tidak jauh kok, kalian pasti melewatinya tadi waktu lewat sini, beli ikan dan seafood lainnya untuk makan malam, arraseo?!”

“EONNI!!! YAAA!!! YANG SHIN YOUNG!!!!”umpat-ku. Kesal karena seenaknya saja Sandy menentukan siapa yang harus pergi belanja dan siapa yang harus tinggal menjaga villa! Menyebalkan!

Setelah Sehun Oppa dan Zelo pergi ke pelelangan ikan, kini hanya tinggal aku dan Baekhyun berdua. Kami hanya saling diam. Awkward.

“Kenapa harus aku yang jaga villa?” gumamku kesal. Mood-ku benar-benar jelek.

“Sera ssi.., bagaimana kalau kita main uno?” tanya Baekhyun tiba-tiba. Kedua matanya berbinar cerah dan senyumannya lebar sekali.

“Tidak mau! Aku tidak suka main uno!” tukasku dingin. Aku duduk di sofa dan mulai menyalakan TV. Tidak ada acara yang bagus!

“Kalau monopoli?” tanya Baekhyun lagi.

“Main monopoli ber-2 mana seru!”

“Hmmm.., uno blok?”

Aku menggeleng. “Tidak.”

“Ular tangga?” Baekhyun terus bertanya dengan bersemangat meskipun aku selalu menjawab dengan ketus.

Aku menghela nafas panjang. “Aku tidak mau main apapun.”

Baekhyun tetap tersenyum meskipun aku selalu menolak ide-nya. “Bagaimana kalau kita jalan-jalan?”

Aku terdiam sejenak, kemudian tersenyum. “Ayo!” aku langsung berdiri dengan bersemangat. “Tidak usah bawa kamera! Kamera-kamera ini merepotkan saja!” kataku. Seharusnya.., bila kami pergi ke manapun, kami harus membawa kamera atau handycam. Melakukan selca atau merekam teman pairing kita. Di villa ini saja banyak sekali dipasang kamera!

Aku mendekatkan wajahku ke kamera yang dipasang di dekat sofa dan mulai berbicara ke kamera itu. “Sandy eonni.., aku tidak mau jaga rumah. Membosankan! Aku juga tidak mau beres-beres rumah. Aku mau jalan-jalan saja. Bye-bye eonni.” Hah! Bagus! Sandy dan yang lain baru akan bisa melihat rekaman ini nanti.., saat acara ini ditayangkan.

“Baekhyun Oppa, ayo kita pergi!” ajakku bersemangat sambil tersenyum lebar. Mood-ku berubah seketika. Aku suka jalan-jalan!

Baekhyun hanya terdiam kaku dan menatapku aneh. Kenapa? Kenapa ekspresinya seperti itu?

“Kau memanggilku Oppa?” tanya Baekhyun pelan.

“Mwo? Memangnya kenapa? Aku juga refleks memanggilmu Oppa. Kau tidak suka? Kau ingin aku memanggilmu bacon? Atau baekki?”

Baekhyun nyengir lebar. “Anni. Aku suka. Kau harus terus memanggilku Oppa.”

“Tidak mau!” tukasku cepat. “Semua itu tergantung. Tergantung apakah sikapmu layak untuk disebut Oppa atau tidak.”

Baekhyun tertawa. “Hahaha. Baiklah. Ayo~~” dengan casual, Baekhyun menarik tanganku dan menuntunku ke luar. Rasanya aneh. Tapi aku suka karena sepanjang perjalanan, Baekhyun selalu menuntun tanganku. Seolah ia takut aku tersesat dan menghilang.

Kami berjalan-jalan di sepanjang pantai. Menikmati indahnya laut dan pemandangan di sekeliling kami. Rasanya begitu luas…bebas… tidak terbatas.

Pantai-pantai di Pulau Jeju tidak kalah bila dibandingkan dengan pantai yang ada di Mato. Hanya saja bedanya…, langit di Mato tidak se-biru ini. Langit siang hari di Mato selalu perpaduan unik antara warna biru-pink-dan kuning.

Banyak sekali turis asing maupun turis local yang bermain-main di pantai. Berjemur, main volli, bahkan tidak sedikit yang menampakkan kemesraan mereka di depan umum.

Aku dan Baekhyun sama-sama memalingkan wajah kami ketika melihat sepasang kekasih yang saling merangkul erat sambil berciuman. Tanpa sadar aku semakin mempercepat langkahku, meninggalkan pasangan-pasangan yang sedang kasmaran itu.

Setelah agak jauh, aku baru sadar…, genggaman tangan kami menjadi aneh. “Tanganmu basah.” Kataku. Berhenti dan menatap Baekhyun.

Baekhyun tertawa kaku. Dia melepaskan tangannya dan me-ngelap keringat di tangannya itu ke baju-nya. Setelah itu, suasana kembali terasa awkward. Baekhyun menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.

Pandangan mataku tertuju pada beberapa orang yang bermain sepeda di pinggir pantai. “Aku ingin main sepeda.” Celetukku tiba-tiba. “Tapi aku tidak bisa mengendarainya.”

“Mwo? Huwahahahaha…, kau tidak bisa main sepeda? Hahahaha.” Baekhyun terbahak-bahak.

Aku mendelik kesal padanya. “Sehun selalu melarangku bermain kendaraan di Mato yang mirip sepeda di sini. Karena itulah kau harus mengajariku.”

“Apakah Sehun tidak akan marah padaku?” tanya Baekhyun polos.

Aku mendengus tak sabar. “Dia tidak akan tahu. Lagipula…kita tidak membawa kamera, dan untungnya tidak ada cameramen yang membuntuti kita.”

Baekhyun tampak berpikir sejenak. “Hmmm…”

“Ayolaaahhh~~~” bujukku. “Baekhyun Oppa!” tukasku tak sabar.

Baekhyun nyengir. “Baiklah…”

Kami berlari dengan bersemangat ke tempat penyewaan sepeda. Tapi sialnya.., tidak ada sepeda yang tersisa! Semuanya sudah habis di sewa. Kalaupun harus menunggu.., itu sekitar 2 jam lagi, baru akan ada sepeda yang dikembalikan.

Bahuku langsung terkulai lemas. Begitupula dengan Baekhyun. Tapi perkataan si pemilik penyewaan sepeda itu kembali membuatku bersemangat. “Apakah kalian mau mencoba naik kuda di sepanjang pantai?”

Kuda? Seperti Lihorse di Mato, tapi bedanya tidak bisa terbang?!

“Aku mau!” kataku langsung. Aku menatap Baekhyun. Ekspresi wajahnya terlihat horror. “Aku tidak bisa naik kuda.” Katanya pelan.

“Aku akan mengajarimu.” Kataku.

Baekhyun menggeleng. Wajahnya pucat sekali.

Aku berpikir sejenak. “Kalau begitu.., kita naik kuda sama-sama saja.”

“Mwo?”

 

Orang-orang tak henti-hentinya melihat ke arah kami. Ada beberapa alasan mengapa mereka melihat kami terus. Yang pertama : tentu saja karena Baekhyun adalah seorang idol terkenal di bumi ini. Orang-orang pasti tahu siapa dia.

Alasan yang ke-2…, saat ini kami naik kuda. Aku duduk di belakang, dan Baekhyun duduk di depanku. Aku tidak pernah menyangka ternyata Baekhyun se-begitu takutnya pada kuda. Posisi duduk Baekhyun saat ini memang sedikit aneh untuk ukuran cowok. Dia duduk menyamping.

Bila aku yang duduk di depan dan menyamping.., itu sih wajar. Tapi ini kebalikannya. Seolah aku adalah sang Pangeran dan Baekhyun sang Putri!

Beberapa orang terkikik geli melihat kami. Orang-orang tak henti-hentinya menjepret-jepretkan kamera ponsel mereka pada kami.

Aku memegang tali kendali kuda itu dengan kedua tanganku. Dari pinggir, aku bisa melihat kuping Baekhyun merah sekali. Sejak tadi ia juga hanya diam saja.

“Kau takut?” tanyaku.

Baekhyun hanya terdiam.

Aku tertawa dan semakin senang menggodanya. “Bagaimana kalau kita balapan dengan pengendara kuda yang lain di depan sana? Aku pembalap yang hebat.”

“YAA!!! Jangan!” bentak Baekhyun. Nadanya ketakutan.

Aku hanya tertawa, kemudian memacu kuda kami semakin kencang. Baekhyun berteriak. Aku semakin bersemangat memacu kuda kami. Tanpa kuduga, kuda kami tersandung bebatuan.

“AAAAAAARRRGGGHHH” Teriak Baekhyun saat kuda kami terjatuh, dan kami pun otomatis terjatuh, terlempar ke depan.

BRUGGG

Sial! Sekujur tubuhku terasa sakit sekali. Selama beberapa detik, aku hanya terdiam sebelum akhirnya mencerna apa yang terjadi pada kami. Tubuhku menimpa tubuh Baekhyun daaaannn…, yang paling mengerikan adalah bibirku menempel di bibirnya!

Aku hanya mengerjap-ngerjapkan mataku. Bibir kami masih menempel. Mata kami sama-sama membelalak lebar.

Aku tidak bisa berpikir. Detik berikutnya, Baekhyun memeluk punggungku dan dalam sekejap membalikkan posisi tubuh kami. Kini giliran aku yang berada di bawah. Pasir terasa panas di punggungku. Baekhyun memejamkan matanya dan mulai menciumku.

Aku masih membelalakkan mataku. Apa yang dia lakukan?! Dengan sekuat tenaga, aku pun mendorong tubuh Baekhyun menjauhiku. Dan dengan kekuatanku, aku pun berlari secepat kilat menuju villa, meninggalkan Baekhyun.

 

Aku terus mengunci diriku di dalam kamarku dan Sandy. Tidak perlu khawatir karena Sandy punya duplikat kunci-nya.

Selama sisa hari itu aku terus berbaring. Mencoba memahami apa yang baru saja terjadi antara aku dan Baekhyun. Kenapa dia melakukan hal itu? Dan kenapa jantungku rasanya mau copot?!

AAARRRGGHHHHH!!!!!

Tak terasa hari sudah berubah gelap. Sandy dan Taemin sudah kembali membawa banyak sekali belanjaan, sementara Zelo dan Sehun masih belum pulang.

Sesekali aku keluar kamar untuk ke toilet. Dalam hati mengutuk pembuat villa ini. Kenapa mereka tidak membuat toilet di dalam kamar sih?!

Untungnya, selama aku ke luar kamar, aku tidak berpapasan dengan Baekhyun. Entah di mana dia berada saat ini.

“Se Ra, jadi bagaimana siang tadi? Apa yang terjadi antara kau dan Baek Hyun oppa?” tanya Sandy antusias begitu aku masuk kamar lagi. Entah kenapa wajahku memanas mendengar pertanyaan Sandy barusan.

 “Tidak terjadi apa-apa!” jawabku ketus. Keras kepala. Aku langsung naik ke tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhku dengan selimut dan bantal.

“Sera-ahh… cerita kan pada eonni!” kata Sandy sambil merebut bantal yang menutupi wajahku. “Jadi bagaimana? Apa Baek hyun oppa menembak mu? Apa kalian jadian? Apa kalian ciuman?”

            “YAAA!! AKU MAU TIDUR!!” bentakku, sambil merebut bantal yang Sandy pegang dengan secepat kilat. Seketika itu juga aku langsung menurunkan hujan dengan deras saking kesal-nya.

            “Oh Se Ra! Hentikan hujannya! Sehun oppa sedang di luar!” pekik Sandy. Oh, benar. Aku pun mengecilkan hujan.

Beberapa menit berlalu, sampai kemudian aku mendengar Sandy berbicara. Kupikir ia berbicara padaku, tapi ternyata ia bicara sendiri! “Ommo!!! Kau adalah Yang Shin Young! Tentu saja kau dapat melakukannya sekaligus! Kenapa akhir-akhir ini otakku terus loading?!”

            “Salah satu tanda kegilaan adalah bicara sendiri” kata-ku dengan nada datar, sambil menatap Sandy dari balik selimut seolah dia adalah orang tidak waras.

*****

 

Keesokan harinya….

Alarm ponsel-ku terus berbunyi dengan sangat nyaring. Sejujurnya aku sangat malas untuk bangun! Aku tidak ingin bertemu Baekhyun!

“Aaarrgghhhh!!!! Kenapa sudah jam 9 lagiii??? Aku tidak mau banguunn!!!” lagi-lagi, Sandy bicara sendiri. Ternyata bukan hanya aku yang malas bangun. Hoaaaahhmmmm…, tapi mau tak mau aku harus bangun. Perutku keroncongan sekali.

Aku pun keluar dari kamar, meninggalkan Sandy yang masih bergelung di balik selimut.

Aroma wangi makanan tercium dari arah dapur, ternyata makanan sudah tersedia di atas meja.

“Zelo?” aku terkejut melihat Zelo memakai celemek dan tampak sibuk menata makanan di meja makan.

“Aku tidak percaya masakan-mu layak untuk dimakan!”

Zelo mendelik sekilas padaku, kemudian dia tersenyum. Makin lama makin lebar. Seolah bisa tahu isi otak-ku. Oh, benar, aku lupa! Dia kan memang bisa membaca pikiran! Kekuatan sialan!

“Tidurmu nyenyak?” tanyanya dengan nada meledek. “Oh, tentu saja sekarang aku bisa memasak dengan enak. Tidak seperti dulu. Kau lupa aku punya itu?”

Aku mendengus keras seperti kuda. Oh, Kuda. Sial! aku kembali teringat kejadian kemarin. Dan mengingat kejadian aneh dan memalukan di hadapan Zelo bukanlah sikap yang bijak.

Zelo tertawa terbahak-bahak. Aku menatapnya dengan tajam dan menusuk. Benar kan! Dia pasti baru saja membaca isi kepalaku!

“Huwahahahaha…hahahaha…hahaha…” Zelo masih tertawa sambil terbungkuk-bungkuk. Dia mencengkram kursi di sampingku sambil berjongkok. Air matanya keluar saking lama-nya tertawa.

Taemin masuk ke dalam ruang makan sambil menatap Zelo dengan tatapan aneh.

“Zelo berubah jadi gila.” Kataku.

Taemin tersenyum dan duduk di hadapanku.

Tak lama, Sandy masuk. “Oh.., sekarang orang gila-nya ada 2. Yang satu tertawa sendiri, yang satu sering bicara sendiri.” Kataku sambil menyeringai pada Zelo dan Sandy.

Tanpa kuduga, Zelo langsung berhenti tertawa begitu Sandy datang. Dia berdehem dan memasang tampang cool.

Sandy duduk jauh dari kami, sementara Zelo duduk di sampingku. Sandy tidak bicara apa-apa. Ia hanya menundukkan kepalanya. Aku terus memerhatikannya dan bisa melihat ada lingkaran hitam di matanya. Tanda kurang tidur. Lalu aku menatap Zelo di sampingku. Dia juga memiliki lingkaran hitam di bawah matanya. Hah! Ada apa ini? Apa yang membuat mereka sama-sama tidak bisa tidur?

Beberapa menit kemudian, Sehun dan Baekhyun datang. Aku menghindari menatap Baekhyun, dan sebagai gantinya terus menatap Sehun. Sama seperti Sandy dan Zelo, Sehun juga terlihat kurang tidur.

Aku merasa ada sesuatu yang terjadi antara mereka ber-3.

Zelo : berhenti menebak-nebak! Kau sendiri terlihat mencurigakan. Meskipun aku sudah tahu apa sebabnya. Hahahahaha.

Zelo yang duduk di sampingku mulai mengganggu-ku dengan telepatinya.

Aku : licik!

Posisi duduk kami saat ini adalah : Baekhyun – Zelo – aku.

Di sebrang Baekhyun ada Sandy. Di sebrang Zelo ada Sehun. Dan di sebrangku ada Taemin. Bagus! Aku tidak perlu menatap wajah Baekhyun.

Zelo : berterima kasihlah padaku. Karena aku duduk di sini.

Aku : Cih!

Harus kuakui.., ini adalah sarapan bersama yang paling awkward yang pernah kualami. Satu-satunya percakapan yang terjadi hanyalah telepati antara aku dan Zelo. Semuanya terdiam. Tapi mungkin diantara mereka ada yang saling telepati juga.

Zelo : tidak ada. Hanya kita berdua yang mengobrol.

Seperti biasa, Zelo membaca pikiranku.

Aku memakan sarapan-ku sambil menatap Zelo.

Aku : ceritakan padaku apa yang terjadi antara kalian!

Zelo : tidak mau! Ra-ha-si-a.

Aku : Kau benar-benar makhluk paling licik se-jagad raya, Zelo!

Zelo (tertawa) : Hahaha. Kau baru sadar, Tuan Putri? Hahaha.

Aku mendengus keras dan cepat-cepat menghabiskan makananku.

“Morniing…” tiba-tiba saja PD-nim datang, diikuti serombongan kru yang membawa kamera. Aku baru sadar, ruangan ini pun sejak tadi sudah dilengkapi kamera. Itu berarti semua adegan tadi terekam. Yah.., kecuali percakapan rahasiaku dengan Zelo. Tidak akan ada yang tahu isi percakapan telepati kami.

“Setelah kalian selesai sarapan.., kita akan mengadakan games untuk menentukan pairing.” Kata produser acara ini.

Aku dan Zelo saling tatap. Zelo hanya mengangkat bahu.

Zelo : kau ingin ber-pasangan denganku?

Aku : NO WAY!!!

Zelo : Hahahaha. Aku mengerti. Kau pasti ingin berpasangan dengan Taemin.

Aku : dia jauh lebih baik darimu. Setidaknya dia tidak berisik dan mengganggu isi kepalaku!

PD-nim menatap kami semua dan menjelaskan aturan mainnya. Jadi.., karena acara ini perpaduan antara The romantic and idol dengan family outing.., kini cara menentukan pasangan untuk hari ini pun mirip dengan yang di acara The Romantic and Idol.

Akan terbentuk 3 pairing. Tentu saja pairing-nya bisa siapa saja. Bisa saja aku pairing dengan Sandy. Itu tidak masalah. Karena ini hanya games.

Cara membentuk pairingnya adalah dengan memilih lagu. Jadi, kami ber-6 akan dipisahkan di 6 ruangan yang berbeda. PD-nim dan para kru akan memutar beberapa buah lagu. Siapapun diantara kami yang menyukai lagu itu, ataupun menganggap lagu itu oke, diharapkan untuk keluar dari ruangan kami. Mungkin nantinya akan ada 3 atau 4 orang langsung yang keluar. Bila hal itu terjadi, maka akan ditentukan games selanjutnya untuk memilih menjadi 1 pasangan. Dan bisa saja dalam sebuah lagu hanya ada 1 orang yang keluar. Itu berarti dia harus menunggu siapapun nanti yang tidak kebagian pasangan.

Oke, kini semua orang sudah terpisah di ruangan masing-masing. Aku kebagian berada di ruang perpustakaan. Beruntung, aku bisa membaca-baca buku sambil menunggu lagu di-putar, atau ketika lagu yang di-putar tidak sesuai seleraku.

Kami ditemani masing-masing 1 kru yang membawa kamera. Aku ditemani oleh seorang kameramen yang lumayan asyik. Selama menunggu, dia banyak bertanya hal-hal yang masih bisa kujawab, tapi saat ia bertanya saat ini aku ingin pairing dengan siapa, aku sedikit kebingungan, sampai akhirnya kujawab : “Sehun. Karena aku rindu sekali bermain berdua dengan kakakku itu”.  Jawaban yang aman, diplomatis, dan tidak akan menimbulkan skandal.

Lagu pertama mulai terdengar. Soundtrack Full House yang berjudul I Think I Love You.

Jelas lagu ini bukan tipe-ku. Aku pun kembali membaca buku sampai lagu itu berakhir. Dalam hati penasaran juga siapa yang keluar untuk lagu ini. Siapa pairing pertama yang terbentuk?!

Lagu ke-2 mulai mengalun dan mau tak mau membuatku melakukan gerakan-gerakan dance. Yap. Salah satu lagu senior-ku, MBLAQ yang berjudul Monalisa. Oke, aku sangat suka lagu ini. Tapi.., bukan lagu yang paling kusuka. Dan entah kenapa aku punya feeling,,Sandy akan keluar demi lagu ini. Ini kan lagu kakak kandungnya!

Lagu ke-3.., lagu terakhir. Aku menarik nafas dalam-dalam. Di lagu terakhir ini..aku bisa keluar..bisa juga tidak. Bila ternyata aku tidak keluar.., maka aku akan berpasangan dengan siapapun yang belum memiliki pasangan.

Kira-kira.., siapa saja yang belum memiliki pasangan? Apakah semuanya sudah kecuali aku? Apakah di lagu pertama tadi Baekhyun keluar seorang diri sehingga ia akan berpasangan denganku sekarang? Aaarrrgggghhh..kuharap tidak! Lebih baik aku berpasangan dengan si bawel Zelo daripada dengan Baekhyun! Kalau Baekhyun.., pasti akan terasa aneh dan canggung.

Lagu ke-3… lagu berbahasa Jepang. My Heart Draws a Dream yang dibawakan oleh band Jepang L’arc-en-ciel. Ini benar-benar lagu favoritku! Aku harus keluar! Tidak peduli siapa pasanganku nanti! Tapi aku masih berharap…orang itu bukan Baekhyun!

Aku masih terdiam di dalam ruanganku. Menikmati lagu itu sambil ikut bernyanyi. Sejak tiba di bumi, aku memang menyukai lagu-lagu yang dibawakan oleh band Jepang ini. Kuharap di Mato ada band se-bagus ini.

Sebelum lagu berakhir, aku pun cepat-cepat keluar dari dalam ruanganku. Mulutku menganga begitu melihat siapa yang menunggu di ruang tengah. Zelo! Dia nyengir lebar padaku.

Zelo mulai berbicara lewat telepati.

Zelo : Kau senang kan.., karena berpasangan denganku?

Aku : You wish!

Zelo : Hahaha. Tidak usah berbohong. Aku bisa membaca isi kepalamu.

Aku : Sial! Kau sengaja ya? Kau sengaja melakukan ini?

Zelo : Apa?

Aku : Tidak usah pura-pura bego. Aku mengenal dirimu luar-dalam, Zelo!

Zelo : Hahaha.., bukankah ini waktunya kita ber-nostalgia? Dan heeyy.., aku ingin membantumu.

Percakapan kami terputus oleh PD-nim. “Kalian tidak usah saling tatap terus seperti itu. Kalian sudah menjadi pairing untuk seharian ini. Hahaha…” PD-nim mendorong tubuhku ke arah Zelo. Membuatku menubruk dadanya yang keras. Zelo memegang kedua lenganku sambil nyengir lebar.

“Ehem. SeRa.” Terdengar suara Sehun. Dia menatapku serius. “Hati-hati.” Kemudian ia menatap Zelo tajam. Seolah memperingatkan sesuatu.

Ow.., sekarang aku bisa melihat pairing yang lain. Sehun berpasangan dengan Taemin. Sedangkan Sandy dengan Baekhyun.

Zelo : di lagu pertama…, Sehun dan Taemin langsung keluar. Benar-benar lucu.

Aku (mendengus) : Apanya yang lucu? Dasar makhluk aneh!

Zelo (mengangkat bahu) : Taemin pikir.., kau akan keluar untuk lagu pertama itu. Sejak kecil kan kau suka lagu-lagu se-tipe itu. Kasihan Taeminnie…, dia tidak tahu sekarang kau sudah berubah. Hahaha.

Aku : Tidak lucu!

Zelo : Sedangkan Sehun.., dia tahu pasti Sandy tidak akan keluar untuk lagu seperti itu. Jadi dia pun memutuskan untuk keluar, tidak peduli siapa yang akan jadi pasangannya nanti, asalkan bukan Sandy. Dia bahkan berpikir…lebih baik ia berpasangan denganku. yah..like brother like sister. Kalian ternyata punya pikiran yang sama.

Aku : ewww.., Sehun gay!

Zelo terbahak-bahak. Yang lain langsung menatapnya aneh. Termasuk PD-nim yang merasa terganggu karena pembicaraannya diganggu oleh suara tertawa Zelo yang tiba-tiba.

Aku menyeringai lebar.

Aku : Sekarang semua orang tahu kau gila! Hahaha.

Zelo : Tidak masalah. Btw, balik lagi ke topik tadi. Sebenarnya Sehun ingin pairing denganku bukan tanpa alasan. Dia ingin mengorek informasi dariku. Cih! Malas sekali. Lagipula.., aku ingin berpasangan denganmu hari ini.

Aku : kenapa? Agar kau bebas menggangguku seharian?

Zelo menatapku dengan serius.

Zelo : Sudah kubilang.., aku ingin membantumu. Kau sedang bingung. Dilemma.

Aku balas menatap Zelo dengan serius.

Aku : Kau tahu? Sekarang aku benar-benar berharap kau tidak memiliki crystal of life

Zelo (menghela nafas) : Aku juga. Aku masih mencari tahu caranya mengeluarkan Kristal ini. Kau pikir enak apa bisa membaca pikiran semua orang? Bagus kalau pikiran semua orang itu baik dan bersih. Kenyataannya.., Cih! Aku tahu banyak hal yang seharusnya tidak perlu ku-ketahui.

Zelo : Tapi Kristal ini masih berguna. Dan hari ini.., kuharap Kristal ini bisa membantumu.

Aku : Bagaimana caranya?

“Ehem! Zelo…Sera.., kuharap kalian memperhatikanku dulu. Aku tahu…, pandangan lovey dovey itu.” PD-nim menyeringai lebar. “Tapi kalian tidak akan tahu kalian harus pergi ke mana dan apa yang harus kalian lakukan nantinya. Kalian tadi tidak memperhatikan apa yang kukatakan kan?”

Zelo menatap PD-nim. “Kami berdua pergi ke laut menaiki sebuah kapal pesiar, dan nantinya kami harus melakukan beberapa misi yang ditulis oleh Anda lewat sebuah amplop pink.”

PD-nim menganga. Lalu berdehem dan kembali berbicara kepada semua orang.

Zelo mengedipkan sebelah matanya padaku. Aku tersenyum. Ada gunanya juga si baby giant ini punya kekuatan membaca pikiran!

Jadi, aku-Zelo akan berpetualang di lautan dengan kapal pesiar. Sandy-Baekhyun akan berpetualang di bawah laut, diving. Sementara Sehun-Taemin akan berpetualang di hutan.

*******

 

@Kapal Pesiar….

Orang-orang yang berada di kapal pesiar mini bersama kami mulai mengenali Zelo. Beberapa orang tak sungkan-sungkan minta foto bareng. Beberapa gadis tampak tidak suka melihatku. Duh, belum juga debut, antifans-ku sudah menggunung!

Kemarin-kemarin Baekhyun…dan sekarang Zelo. Fans mereka pasti sangat membenciku!

Zelo menuntunku ke luar. Angin laut menampar pipiku. Udara yang kuhirup juga terasa asin dan lembap.

Kru yang meliput kami mengikuti ke manapun kami pergi. Aku dan Zelo berdiri di dek kapal. Menatap lautan yang terbentang luas di hadapan kami. Kameramen yang berdiri di samping Zelo terdiam kaku. Seperti patung. Aku mulai curiga.

“Aku membuatnya menjadi patung untuk sementara.” Zelo tersenyum. Dia mematikan kamera.

“Bukankah nanti PD-nim akan curiga bila kita tidak punya rekaman?”

“Tenang saja. Kita akan merekam yang harus kita rekam. Tapi tidak sekarang. Ingat? Hari ini aku ingin membantumu.”

Aku melipat kedua lenganku di depan dada. “Bagaimana caranya kau membantuku?”

Zelo mengulurkan tangannya padaku, seolah memintaku menggenggamnya. “Dengan menunjukkan masa depan padamu.”

“Masa depanku?”

Zelo mengangguk. “Masa depan kita semua.”

Mataku menyipit. “Bukankah kau tidak bisa melihat masa depanmu sendiri?”

Zelo mengangguk. “Memang. Tapi aku bisa melihatnya lewat orang lain. Ingat apa yang pernah kukatakan? Masa depan seseorang bisa berubah, tergantung pada pilihan yang ia ambil. Untuk sekarang…, ada banyak pilihan yang sama kuat untuk kau ambil…, untuk Sandy ambil. Karena itulah aku bisa melihat banyak hal.., banyak masa depan. Aku sendiri tidak tahu mana yang akan jadi kenyataan.”

Zelo masih mengulurkan tangannya, menungguku. “Aku ingin membagi penglihatan tentang masa depan ini denganmu.”

“Kenapa?”

Zelo tersenyum lemah. “Karena aku butuh bantuanmu.”

“Apa yang bisa kubantu?” tanyaku bingung.

Zelo tersenyum tipis. “Kau akan tahu.”

Perlahan aku mulai mengulurkan tanganku dan menyambut tangan Zelo. Dia menggenggam tanganku dengan erat.

“Jangan terkejut. Semuanya akan terasa seperti menonton film.”

Aku tidak mengerti apa maksudnya, sampai beberapa detik kemudian rasanya jiwaku tersedot ke dalam sebuah lubang hitam, dan tahu-tahu aku sudah berada di tempat yang berbeda. Sendirian.

“Zelo???” aku mencari-cari Zelo, tapi tidak kutemukan.

Aku berada di Mato!!! Bagaimana bisa??? Oh, benar! Ini masa depanku. Salah satu masa depanku. Entah nantinya jadi kenyataan atau tidak.

Aku berjalan di padang rumput itu, dan langsung berhenti begitu melihat pemandangan paling aneh.

Aku melihat diriku sendiri!

Diriku yang beberapa tahun lebih tua dariku. Memakai gaun biru dan tiara yang sangat cantik. Aku yang memakai gaun itu duduk di atas sebuah ayunan. Seorang pria berjubah raja mengayunkan ayunan itu pelan. Pria itu membelakangi aku yang sekarang.

Aku mendekati pria itu dan diriku di masa depan itu. Ya Tuhaann.., Taemin!

Meski tadi aku sudah bisa menduga siapa pria itu.., tapi tetap saja aku merasa terkejut. Aku terkejut melihat tatapan matanya pada wujudku di masa depan.

Taemin tersenyum lembut. Cara ia menatap.., rasanya tidak asing. Entah kapan tapi rasanya ia pernah menatapku seperti ini. Tapi juga terasa sedikit berbeda.

Taemin menghentikan ayunannya. Ia berjongkok kesatria di hadapan wujud masa depanku. Perlahan tangannya mengelus perut-ku dengan lembut. “Baby Min dan Baby Ra berkata mereka sangat senang hari ini…”

Wujud masa depanku tertawa renyah. “Benarkah?”

“Hmm.” Taemin mengangguk sambil tersenyum. Kedua tangannya masih memegang perutku. Seolah melindunginya. Seolah itu adalah hal yang paling berharga di seluruh jagad raya ini.

Wujud masa depanku menyentuh tangan Taemin. Tersenyum. Taemin balas tersenyum. Aku yang sekarang seperti bisa merasakan tatapan Taemin yang penuh cinta dan penuh sayang itu. Yang kulihat saat itu adalah ketulusan dan kejujuran.

Tiba-tiba saja rasanya jiwaku seperti tersedot ke dalam lubang hitam lagi. Detik berikutnya…, aku berada di sebuah tempat di bumi. Di depan sebuah Taman kanak-kanak.

Aku melihat diriku di masa depan sedang menuntun kedua anak kecil kembar laki-laki dan perempuan. Wajahku terlihat cerah dan bahagia. Masa depanku itu menghampiri seorang pria yang baru turun dari sebuah mobil.

“Aigoo~~~ kalian memang anak ayah yang paling pintar.” Pria itu menggendong kedua anak TK kembar itu. Masa depanku tertawa bahagia.

Aku yang sekarang kini bisa melihat jelas wajah pria itu. Baekhyun!

“Kau jadi harus bolos kerja beberapa jam…”  kata masa depanku.

Baekhyun nyengir. “Demi anak-anak dan istriku tercinta.., apa sih yang tidak bisa kulakukan?”

Mereka pun tertawa.

“Aigoo~~ anak-anak ayah sudah lulus TK.., ayo.. kalian mau makan apa?”

Tubuhku tertarik ke dalam lubang hitam lagi, dan tiba-tiba muncul di dalam sebuah kamar berukuran besar.

Aku melihat masa depanku duduk di atas tempat tidur. Masa depanku itu terlihat kusut. Wajahnya sembab karena air mata. Rambutnya seperti tidak pernah disisir. Make-up nya luntur dan berantakan.

Seorang pria dan seorang wanita yang tidak kukenal masuk ke dalam kamar itu dan menatap masa depanku dengan pandangan meremehkan.

“Pergi!” bentak pria itu pada masa depanku.

Masa depanku menatap pria itu dengan tatapan terluka, namun… terlihat rasa cinta dibalik tatapan terlukanya itu.

“Wanita lain lagi?” tanya masa depanku.

Pria itu memamerkan smirk-nya. “Bukan urusanmu. Karena aku tidak pernah mencintaimu.”

Ya Tuhaaann. Pria itu Kai!!!!

Sebelum aku yang sekarang berlari untuk menonjok wujud Kai di masa depan…, tubuh dan jiwaku ditarik kembali oleh lubang hitam.

Aku kembali berada di Mato. Di dalam ballroom istana yang telah di-dekorasi dengan sangat indah. Rasanya seperti berada di negeri bunga. Penuh bunga cantik dan wangi.

Di depan altar sana…, berdiri Sehun dan Sandy. Saling memasangkan cincin suci di jari mereka. Orang-orang bertepuk tangan riuh, kecuali satu orang pria yang duduk di barisan depan. Zelo.

Zelo masa depan tersenyum, tapi matanya terlihat sedih. Di samping Zelo masa depan…, duduklah masa depanku, dan di samping masa depanku duduk Taemin. Masa depanku menggenggam tangan Zelo. Seolah memberinya kekuatan. Zelo menoleh pada masa depanku dan tersenyum. “Yang Mulia.., setelah ini kalian berdua harus mengizinkanku tinggal di bumi selamanya. Karena rasanya…aku tidak sanggup hidup di bawah langit yang sama dengan mereka berdua.” Kata Zelo pelan sekali pada masa depanku dan Taemin.

Lagi-lagi aku tersedot lubang hitam.

Aku berada di bumi. Di dalam sebuah konser musik. Aku melihat Zelo masa depan duduk di depan sebuah grand piano hitam, di atas panggung. Ia mengenakan tuksedo. Wajahnya terlihat sangat bahagia. Zelo masa depan memainkan sebuah lagu klasik romantis, dan di sampingnya berdiri Sandy. Memakai gaun hitam anggun, bermain biola. Permainan musik mereka benar-benar sempurna. Tepuk tangan penonton membahana.

Pintu masuk aula konser terbuka tiba-tiba. “CANDYYYYY!!! CANDYYYYY!!!!” terdengar suara raungan seseorang. Sehun! Sehun masa depan terlihat kacau sekali. Dia terus memanggil nama Sandy sambil berurai air mata. Beberapa petugas keamanan mencengkram lengan Sehun. Tapi Sehun terus memberontak dan terus saja memanggil Candy.

Lubang hitam menelanku lagi. Kali ini terasa lebih menyesakkan. Rasanya jiwaku seperti tertinggal entah di mana, sedangkan tubuhku terasa seperti dihempaskan dari langit.

“Sera..” sebuah suara menyadarkanku. Udara asin dan lembap kembali menyapaku. Aku sudah kembali dari perjalanan jiwaku untuk melihat masa depan kami semua. Kemungkinan masa depan.

“Uljima…” Zelo menghapus air mata yang tanpa sadar menetes di pipiku.

“Sehun Oppa…” bisikku. Masih mengingat dengan jelas adegan terakhir tadi.

“Sekarang kau mengerti bukan? Kau mengerti mengapa aku membutuhkan bantuanmu?” tanya Zelo pelan. Aku menggeleng. “Aku tidak bisa membantu apapun.”

“Kau bisa.” Kata Zelo. “Kau lihat…, di masa depan kau dan Kai tidak bisa memiliki kehidupan yang baik. Tapi kau bisa memiliki kehidupan yang baik dengan Baekhyun ataupun Taemin. Semua itu tergantung pada jalan hidup mana yang kau pilih. Baekhyun dan Taemin bisa memberimu masa depan. Tapi aku….” Zelo berhenti sejenak dan menghela nafas berat.

“…..masa depanku dan Sandy akan membuat Sehun terluka. Begitupun sebaliknya. Seperti yang kau lihat. Aku butuh bantuanmu, Sera~ya.., mana yang harus kupilih?”

“Kau sebut itu bantuan? Dengan memilihkanmu masa depan?” tanyaku sinis. “Tentu saja aku ingin Sehun Oppa bahagia. Dan aku juga ingin kau bahagia.”

Zelo menggeleng pelan. “Untuk saat ini..masa depan itulah yang bisa kulihat dengan jelas. Aku baru melihat masa depan ini dengan jelas tadi malam, setelah aku menyatakan perasaanku pada Shin. Dan ternyata.., pada saat yang sama.., Sehun juga menyatakan perasaannya pada Shin.”

“Aku tidak bisa melihat Sehun Oppa menderita.” Kataku pelan sambil menatap lautan.

Zelo tersenyum. “Aku tahu. Bisa saja aku bersikap egois….,dengan tidak membagi penglihatan masa depan ini denganmu. Tapi aku tahu…aku harus membaginya denganmu.”

“Kenapa?” aku menatap Zelo heran.

“Karena kau sahabat kecilku.., dan juga adikku.” Zelo nyengir lebar sambil mengelus kepalaku.

“Pabo.” Gerutuku. Air mataku menetes lagi. “Eottokhe? Tidak bisakah kau dan Sandy bahagia di masa depan , dan Sehun Oppa pun bahagia?”

“Aku belum melihat masa depan seperti itu.”

Aku menatap Zelo lurus-lurus. “Bagaimana kalau aku mencintaimu?”

“Mwo?” Zelo kaget.

“Masa depan seperti apa yang akan kita semua miliki seandainya aku mencintaimu? Seandainya kau mencintaiku?”

“Aku….aku tidak tahu.”

“Dengan kekuatanmu…, bisakah kau membuatku mencintaimu lebih dari sekedar sahabat dan kakak? Dengan kekuatanmu…, bisakah kau membuat dirimu mencintaiku lebih dari seorang adik?”

Zelo memelukku dengan erat. “Kau benar-benar menyayangi Sehun ya…”

Aku mengangguk. “Hmm. Aku juga menyayangimu. Kau sama seperti Sehun. Kau juga sudah kuanggap sebagai kakakku.”

Zelo tersenyum. “Lalu bagaimana denganmu? Tidakkah kau menyayangi dirimu sendiri? Bukankah tadi kau melihat….masa depan yang kau miliki dengan Taemin maupun dengan Baekhyun sangatlah indah? Kau rela menukar semua itu dengan masa depan yang tidak pasti? Bersamaku? Bagaimana bila kita tidak memiliki masa depan?”

Aku menggeleng. “Aku percaya padamu.”

Zelo mengelus-elus rambut panjangku.

Tanpa kami sadari…, ada 2 pasang mata yang memperhatikan kami. Baekhyun dan Sandy. Mereka baru saja muncul ke permukaan laut setelah melakukan diving.

Mereka berdua naik ke atas perahu karet. Sandy melepas peralatan selam-nya, lalu menatap kami yang masih berpelukan di atas kapal pesiar.

“Zelo…, Sera….” Panggil Sandy. Perlahan perahu karet-nya mendekati kapal pesiar kami.

Aku melepas pelukan Zelo. “Apa yang harus kulakukan?” tanyaku pelan pada Zelo.

 

–          TBC –

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s