[EXO & B.A.P FF_SUPER FANTASY IDOL(SFI) CH. 10]- 10TH FANTASY

Image

Author             : Azumi Aozora & Kunang

Main Cast        : Yang Shin Young (Sandy) (OC), Oh Sera (OC),  Oh Se Hun (EXO-K), Baek Hyun (EXO-K), Zelo (B.A.P), Lee Tae Min (SHINee),

Support Cast    : Kai, Sehun, Thunder

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship, business entertainment

Rating              : PG-15

Summary        : Populer grup EXO boleh punya kekuatan super di MV mereka, tapi di dunia nyata ada dua orang yeoja yang memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kedua yeoja itu adalah Yang Shin Young, (17 tahun) dan Oh Sera (16 th). Dari mulai mereka mulai jadi trainee di JTUNE ent ada saja yang selalu mereka ributkan, dan lagi mereka sama-sama menyimpan rahasia. Rahasia kekuatan yang bisa berguna bagi mereka ataupun mencelakakan mereka ….

 

~~Chapter 10~~

 BY : AZUMI AOZORA

==== Thunder / Cheondoong’s PoV =====

Tae Min tertawa sambil menganguk-anguk “Tentu saja! Begitu aku merebut Crystal of life dari Zelo, aku akan memberi -mu apa yang kau inginkan.”

“Baguslah.” Gumam-ku. Tae Min pun berdiri dari kursinya dan berjalan mendekatiku.

“Kau sudah tahu kan apa tugas- mu selanjutnya?” bisik Tae Min sambil menepuk pundak -ku , “Jangan sampai gagal!”

“Tentu saja, Yang Mulia.” Kataku sambil tersenyum. Membungkuk hormat, lalu pergi.

Senyumku berganti menjadi sebuah seringai. Cih! Dasar bodoh! Dia pikir.., dia bisa memanfaatkanku? Justru aku lah yang memanfaatkan dia. Selalu. Sejak dulu.

Bukan aku yang harus menuruti kata-kata Lee Tae Min. Tapi dia-lah yang harus menurutiku. Aku bukan boneka-nya (seperti yang selama ini ia kira). Justru.., sejak dulu.., dia-lah boneka-ku.

Tujuanku yang sebenarnya hanya 1. Menghancurkan Raja biadab itu! Kim Soo Hyun.

Hanya saja.., sulit sekali rasanya membuat raja berhati iblis itu menderita. Terlalu banyak yang harus ku-korbankan. Termasuk adik tiri-ku sendiri.

Dengan salah satu kekuatanku, aku bisa tiba di penjara bawah tanah dalam sekejap mata. Penjara bawah tanah itu seperti ruang isolasi. Kami tidak bisa menggunakan kekuatan Mato kami. Hanya orang-orang tertentu yang tetap bisa menggunakan kekuatan di dalam penjara.

Yang Shin Young terlihat kaget. Begitupula dengan namja bernama Baekhyun.

“Bu.. bukankah kau… Cheondoong MBLAQ sunbaenim?! Ba.. bagaimana bisa…?” gumam Baek hyun, dia terlihat kebingungan sekali.

“Nee.. aku adalah Cheondoong. Selamat datang di planet Mato alien dari bumi, dan naeui yeodongsaeng (adik perempuan ku), Sandy.” Kataku sambil menatap Shin Young alias Sandy dengan intens.

 “Yeodeongsaeng? Aku?” mata Sandy melebar tak percaya.

 “Belum waktunya membahas hal itu Sandy-ah, yang jelas sekarang aku akan menolong kalian keluar dari tempat mengerikan ini.” Kataku. Aku mendekati Sandy, membungkuk, lalu memegang puncak kepalanya. “Maafkan aku.., Sandy. Tanpamu…, semuanya tidak akan pernah berjalan sesuai keinginanku.”

==== End of Cheondoong PoV ====

 

 

==== Author PoV ====

*Flashback*

@Istana Mato, 12 tahun yang lalu….

Seorang namja kecil, dengan tubuh kurus dan rambut gondrong terlihat murung. Ia melepaskan mahkota pangeran yang ia kenakan, lalu menyerahkannya pada seorang namja yang lebih tinggi dan lebih besar darinya.

“Ambil saja, Cheondoong hyung. Lagipula…, mulai minggu depan..kau-lah yang akan jadi pangeran. Hhhhh.., aku merindukkan ayahku. Seandainya ayahku bisa hidup lagi.” Anak yang lebih kecil menundukkan kepalanya dengan sedih.

Anak kecil bernama Lee Tae Min itu baru saja kehilangan ayahnya 2 minggu yang lalu. Ayahnya adalah Raja di Planet Mato. Di Mato, wanita tidak diperbolehkan memimpin istana sendirian. Karena ayah Taemin tidak memiliki adik maupun kakak, maka gelar Raja akan dialihkan pada adik atau kakak sang Ratu. Ratu Eun Hye (ibu Taemin) memiliki kakak laki-laki, yang merupakan ayah kandung Cheondoong.

Cheondoong menepuk-nepuk pundak Taemin. “Kau sedih karena kau tidak akan menjadi Pangeran lagi?”

Taemin menggeleng. “Bukan. Aku sedih karena tidak bisa bertemu ayahku lagi. Apakah aku bisa pergi ke surga, hyung?”

Cheondoong tersenyum. “Tidak perlu. Aku akan membuat ayahmu menemui-mu besok. Hanya satu hari. Manfaatkan-lah besok dengan baik.”

“Bagaimana bisa?” mata bulat Taemin me-lebar tak percaya.

Cheondoong tersenyum misterius. “Tentu saja bisa. Hanya aku yang bisa mewujudkannya.” Cheondoong memakai mahkota pangeran yang diberikan Taemin. Sebentar lagi …., ayahnya-lah yang akan menjadi raja Mato, dan ia akan menjadi Pangeran.

 

 

 

@Padang rumput Mato, 10 tahun yang lalu….

Cheondoong bersembunyi di balik sebuah pohon besar. Dia menatap seorang anak laki-laki dan perempuan dengan geram.

Anak laki-laki dan perempuan yang memakai mahkota dan tiara itu berlari-lari di padang rumput dengan riang. Senyum bahagia menghiasi wajah mereka.

Cheondoong mengepalkan tangannya dengan keras. Sejak 2 tahun yang lalu.., harusnya ia-lah yang menjadi pangeran. Ayahnya sekarang akan menjadi raja seandainya saja Paman dari gadis kecil itu tidak menghancurkan segalanya.

Orang-orang mungkin tidak tahu. Tapi ia tahu. Ia tahu.., Kim Soo Hyun-lah yang membuat ayahnya menjadi gila. Kim Soo Hyun-lah yang membuat ayahnya menderita. Kim Soo Hyun sengaja menghancurkan ayah Cheondoong demi kekuasaan. Menikahi ibu Taemin? Hanya demi menjadi raja? Cih!

Cheondoong benar-benar marah. Bagaimanapun caranya.., ia harus mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.

Cheondoong memejamkan matanya. Dalam sekejap,,,ia berubah menjadi sosok Oh SeHun. Ya.., dia memiliki kekuatan berubah wujud menjadi orang lain. Kekuatan yang benar-benar berguna. Karena ia tidak hanya berubah secara fisik, melainkan mendapatkan kekuatan orang tersebut selama ia berubah.

Cheondoong menggelengkan kepalanya. Tidak. Ia tidak bisa menjadi Oh Se Hun. Entah bagaimana, tapi gadis kecil sialan bernama Oh Se Ra itu pernah mencurigainya beberapa kali saat ia berubah menjadi Sehun. “Bagaimana mungkin dia bisa mengenali penyamaran sempurna -ku?” tanya Cheondoong dalam hati.

Detik berikutnya, Cheondoong berubah menjadi Zelo. Perlahan ia mulai keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri Taemin dan Sera yang masih bermain kejar-kejaran.

 

 

@Elementary School Mato, 9 tahun yang lalu….

“Sandy, hanya aku yang mengerti kamu, dan hanya aku yang mengetahui semua hal tentang-mu. Jangan berharap pada orang lain karena pada akhirnya mereka akan menyakitimu.” Kata Cheondoong pada seorang gadis kecil.

Ya, hanya Cheondoong yang tahu semua hal tentang gadis itu. Tentu saja ia tahu. Meskipun gadis kecil itu tidak tahu. Ia adalah adik tiri-Cheondoong. Mereka memiliki ibu yang sama. Ibu Cheondoong bercerai dengan ayahnya sejak ia kecil, dan menikah lagi dengan manusia bumi.

Gadis setengah Bumi-setengah Mato ini memiliki kekuatan yang luar biasa. Api.

Cheondoong berpikir…ia bisa memanfaatkannya. Akhirnya ia menemukan celah untuk membalaskan dendam-nya.

 

 

@Ruang bermain di dalam istana, 8 tahun yang lalu

Api berkobar, menjilat habis semua barang yang ada di dalam ruangan bermain itu, termasuk tubuh seorang gadis kecil berambut panjang.

“OPPAAAAAA!!!!!! SEHUN OPPAAAAAA!!!! TOLOOONG AKUUUU!!!! HUWAAAAA…. OPPAAAAA!!!!! TAEMIIIIIINNNNNN!!!!! ZELOOOOOO!!!! HUWAAAAAAAA!!!!” gadis kecil itu terus menangis dan menjerit ketakutan. Api mulai menjilati kaki dan tangannya. Ia hanya bisa menjerit kesakitan.

Cheondoong tersenyum puas. Kekuatan yang ia miliki ternyata sangat luar biasa. Ia berubah menjadi Sandy, dan bisa menggunakan kekuatan seperti yang Sandy miliki.

Kekuatan Sandy benar-benar hebat. Dalam sekejap bisa membakar seluruh ruangan itu.

“Hahahaha.., dengan begini.., raja sialan itu akan menderita. Ia akan kehilangan keponakannya tersayang. Ia akan gila.., kemudian mati perlahan. Oh Se Ra…, selamat tinggal.” Cheondoong (yang masih berwujud Sandy) tersenyum sinis, kemudian pergi.

“SERAAAAAAAA!!!!!!!” teriak Taemin, berlari-lari menghampiri ruang bermain yang dilalap api. Sekilas, ia melihat Sandy (yang sebenarnya adalah Cheondoong yang menyamar jadi Sandy). Taemin segera membawa SeRa ke luar dari ruangan itu. Meski itu berarti ia mempertaruhkan seluruh jiwa dan raga-nya.

“Cih! Lee Tae Min. Aku tidak membenci-mu. Aku hanya kasihan kalau kau ikut mati juga. Biar saja-lah. Aku tidak peduli.” Cheondoong pun segera menghilang dari tempat itu.

 

*End of Flashback*

 

 

 

===== Author PoV =====

“Sehun, anni… Sehun oppa” bisik Sera, dia mengeratkan tangannya yang melingkar di tubuh Sehun. “jebal…. kajima (jangan pergi), demi aku, kajima..”

Sehun balas memeluk Sera dengan erat. “Uljima (jangan menangis), Sera~ya…, aku tidak akan meninggalkanmu…”

Hujan perlahan mengecil, hanya tinggal rintik-rintik kecil.

“Kau bohong. Kau pasti akan meninggalkanku. Kau akan meninggalkanku lagi demi gadis itu.”

Sehun mengelus kepala Sera penuh sayang, lalu mengecup keningnya. “Mianhae, Sera~ya.., mianhae…. Karena kau selama ini mengira aku meninggalkanmu. Aku tidak pernah meninggalkanmu. Aku hanya mencari sesuatu yang hilang. Di sini…” Sehun menunjuk kepalanya. “Dan di sini.” Sehun menunjuk hati-nya. “Rasanya sakit sekali Sera~ya.., sakit sekali mencari sesuatu yang aku sendiri tidak tahu pasti apa sesuatu… atau seseorang itu. Aku tidak pernah meninggalkanmu. Aku hanya ingin kau berada di tempat yang aman, di dalam istana, bersama Paman. Maafkan aku Sera~ya..” Sehun memeluk Sera semakin erat.

“Sehun!!!! Sera!!!” panggil suara namja dan yeoja.

“Candy?? Baekhyun hyung???” Sehun melepas Sera dan langsung menghampiri Sandy dan Baekhyun. “Kalian baik-baik saja?”

Tanpa mereka sadari, Cheondoong (yang berubah wujud menjadi Taemin, dan menggunakan kekuatan invisible Taemin) segera membopong Sera. Membawa Sera pergi. “Oppaaaaaa!!!!!” teriak Sera, sebelum akhirnya menghilang.

“SERAAAAAA!!!!!”

“KENAPA DIA MELAYANG SENDIRI DAN TIBA-TIBA HILANG???!!!” Pekik Baekhyun cemas.

“Taemin-kah?” gumam Sehun. “Kajja!” Sehun menunutun tangan Sandy dan Baekhyun. Berlari pergi. Menyusuri lorong-lorong istana. Memasuki ruangan terdalam istana.

 

Sementara itu, @Penjara Thanatos, underground….

“UHUK UHUK….” Zelo menatap tangannya yang penuh dengan darah, bersamaan dengan itu rasa sakit yang luar biasa terasa mencabik dirinya, seolah mengiris seluruh permukaan kulitnya.

“AAARGHHHHHHHH!!!!!!!!!” Zelo melolong kesakitan.

“Pabo! KENAPA KAU MENELANNYA????!!!!” bentak Tae Min. Geram. Sekaligus cemas.

Darah terus keluar dari mulut Zelo. Taemin memanggil Sehun memakai telepati. “Sehun.., tolong aku.”

“YAAAA!!!! Zelo!!! Bertahanlah!!! Jangan mati, bodoh!!! Urusan kita belum selesai!” Tae Min menahan kepala Zelo agar tidak terkena lantai batu yang keras.

“AAAARRRRGGGHHHHHH!!!!!!!” Zelo terus saja menjerit. Benar-benar menyayat hati.

“JANGAN MATI, DASAR BODOH!!!!” Tanpa Taemin duga, air matanya mengalir dengan deras. “Zelo!!! Zelo!!!”

“Sehun.., tolong aku. Zelo sekarat.”

Taemin terus mengirim telepati pada Sehun, tapi tidak ada balasan dari Sehun.

“Biarkan saja dia mati.” Tiba-tiba saja, Cheondoong (yang berubah wujud menjadi Taemin) muncul di hadapan Taemin dan Zelo.

Taemin membelalakkan matanya. “Siapa kau?”

Cheondoong tertawa terbahak-bahak. “Hahahahaha. Aku? Aku adalah kau. Sisi gelap-mu. Aku adalah Lee Tae Min.”

“Kau bukan aku.” Kata Taemin pada Cheondoong (dalam wujud Taemin). Cheondoong hanya terbahak-bahak.

“Pangeran…, kau benar-benar bodoh. Awalnya aku tidak membencimu, tapi.., dulu.., kau membuat rencana-ku gagal. Gadis yang kau cintai itu…, seharusnya dia mati sejak dulu. Terbakar. Tapi kau malah menyelamatkannya. Dan sialnya, kalian berdua selamat. Cih! Sekarang.., aku tidak peduli lagi soal posisi raja ataupun pangeran. Yang paling penting.., aku sudah membalaskan dendam-ku. Ayah tiri-mu itu.., lihatlah betapa terpuruknya dia. Lama-lama dia akan gila…, lalu mati mengenaskan. Hahahaha…, dan Kau… Lee Tae Min, tahukah kau apa yang kulakukan dengan kekuatanmu ini? Aku membunuh gadis yang kau cintai. Ya.., aku membunuh Oh Se Ra.” Cheondoong mulai berubah wujud menjadi wujud aslinya.

“Kau…”

“Ya. Aku. Kau tidak ingat kan kalau aku memiliki kekuatan special ini? Berterima kasih-lah padaku, karena saat ayahmu sudah meninggal, aku selalu memenuhi harapan-mu untuk bertemu lagi dengan ayahmu. Kau pikir itu ayah-mu hah? Hahahaha… Bahkan.., tanpa kau ketahui.., aku-lah yang menghapus dan memodifikasi ingatan mereka, termasuk sedikit ingatanmu. Aku harus berterima kasih padanya.” Cheondoong menatap Zelo yang masih menggeliat-geliat kesakitan. “Aku selalu menikmati setiap saat aku berubah menjadi Zelo. Kekuatannya sangat brilliant. Hahahaha…”

“Kau…” Taemin menatap Cheondoong. Menggunakan salah satu kekuatannya, membuat Cheondoong kesakitan. Cheondoong menggeliat kesakitan di lantai. Tapi anehnya ia malah tertawa di sela-sela erangan-nya.

“Tidak ada gunanya. Aaaarrggghhh…, hahahaha…, sakit ini. Tidak ada gunanya. Apakah kau tuli? Gadis yang kau cintai sudah mati. Oh Sera sudah mati.” Cheondoong berkata terbata-bata. Seperti orang gila, ia menjerit kesakitan dan tertawa di saat bersamaan.

“Bohong!” tukas Taemin tegas. Cheondoong malah tertawa semakin keras.

Taemin…, Taemin…. Kau di mana?

Suara ibu Taemin memenuhi kepala Tae Min. Telepati.

Se Ra meninggal.

Detik itu juga, rasanya jagad raya berhenti berputar. Taemin hanya bisa terdiam kaku.

==== End of Author PoV =====

 

 

===== Tae Min’s PoV =====

Se Ra meninggal

Aku menggelengkan kepalaku. Tidak mungkin! Bohong! Semuanya pasti hanya tipuan!

“HAHAHAHAHAHA….”

“DIAM KAU, SETAN!!!!” pekikku pada Cheondoong. Detik berikutnya, tawa Cheondoong berhenti. Ia terdiam kaku. Entah pingsan, entah mati. Aku tidak peduli!

Zelo terengah-engah. Mulut dan wajahnya penuh darah. Perlahan, Zelo menggapai tanganku dan meremas jemariku pelan. “Aku baik-baik saja. Uhuk…uhuk…, pergilah….”

“Sera tidak mungkin….” Aku menggelengkan kepalaku. Air mataku mengalir deras. “Bagaimana kalau dia benar-benar…”

Taemin hyung.., kau di mana? Jangan biarkan Cheondoong lolos!

Suara  Sehun tiba-tiba memenuhi kepalaku. Suaranya terdengar serak dan berat.

Sera? Bagaimana dengan Sera? Dia baik-baik saja kan?

Tidak ada balasan dari Sehun.

Jantungku berdetak kencang. Detik itu juga aku langsung melesat secepat kilat menuju ruangan utama istana.

 

Aku benci suasana seperti ini. Aura kematian memenuhi seluruh penjuru istana. 12 tahun yang lalu…., aku kehilangan ayahku. Di tempat ini. Sekarang.., di tempat yang sama.., haruskah aku kehilangan gadis yang kucintai juga?

Suara tangisan terdengar di mana-mana. Ayah tiri-ku meraung-raung pilu di samping peti mati Se Ra. Sehun hanya berdiri seperti patung. Tanpa ekspresi. Tanpa jiwa.

Semuanya terlihat buram di mata-ku. Air mata menghalangi pandanganku. Aku berjalan terseok-seok. Menghampiri peti mati Sera.

Di sana…, terbaring sosok SeRa. Cantik. Bahkan dalam tidur panjang-nya pun ia masih terlihat cantik. Aku berlutut. Perlahan menyentuh wajah dingin-nya dengan jemariku.

Sejak dulu.., aku bisa me-rela-kan semuanya. Kekuasaan…, posisi Pangeran bahkan Raja.

Harus-kah sekarang aku me-relakan Sera juga? Lalu apa guna-nya aku hidup?

“Se Ra…” panggilku. Pelan.

Aku tidak memedulikan raungan jeritan ayah tiri-ku yang berlutut di sebrang-ku, dan isak tangis semua orang yang ada di ruangan ini. Pandanganku hanya terfokus pada tubuh beku Sera.

Dada-ku terasa sesak sekali. Tuhan…, tidak bisa-kah setidaknya aku memiliki satu saja yang paling berharga bagiku?

“Se Ra..” panggilku lagi. Aku menyentuh wajah-nya dengan hati-hati. “Aku mencintaimu, Sera.” Bisikku halus. Air mataku menetesi wajah Sera.

Seandainya ini adalah cerita fantasi seperti di film-film yang aku tonton…, maka air mata-ku pasti akan membuat Sera hidup kembali.

Tapi ini bukan cerita. Ini adalah kenyataan yang harus kuhadapi.

Bahkan bila jatah hidupku masih tersisa ribuan tahun ke depan, detik ini juga aku sudah mati.

Seandainya ada Crystal of Life.., mungkin.., hanya mungkin… Sera masih bisa tertolong.

Zelo.

Sesaat aku melupakannya. Kuharap Zelo bertahan.

“Periksa keadaan Zelo. Pastikan dia selamat dan sembuh total!” perintahku tegas pada team medis istana. Beberapa team medis membungkuk hormat.

“Aku baik-baik saja.”

“Zelo!!!!”

Detik itu juga, aku percaya keajaiban benar-benar ada.

Zelo tersenyum lebar. Dia berjalan gagah menghampiriku. Seolah beberapa saat yang lalu dia tidak pernah terluka.

Zelo meremas pundakku. Memberiku kekuatan. Dan tanpa kuduga, dia juga memberiku harapan.

“Ternyata proses menyakitkan itu adalah harga yang harus dibayar demi Crystal of Life. Aku baru sadar, seperti itulah cara menggunakan crystal of life. Bukan hanya dengan memiliki-nya. Ternyata apa yang dulu kakek buyutku katakan benar. Telan saja kalung itu bila kau ataupun kalung itu dalam bahaya.” Zelo menirukan suara kakek-nya, ia tersenyum padaku. Sorot mata-nya seolah meyakinkanku kalau semuanya akan baik-baik saja.

“Syukurlah kau baik-baik saja, Zelo~ya…” kataku dengan suara serak.

Zelo mengangguk. “Hmmm. Maafkan aku karena semua kesalahpahaman kita dulu.”

Aku mengangguk dan tersenyum lemah. “Maafkan aku juga. Tidakkah kau merindukan masa kecil kita? Bersama Sera?” aku menolehkan kepalaku, agar Zelo tidak melihat air mataku yang menetes.

Zelo membungkuk di sampingku. Menatap peti mati Sera. Perlahan Zelo menyentuh kening Sera dengan telapak tangannya yang besar. Zelo memejamkan matanya. Mengalirkan seluruh kekuatan yang ia dapatkan dari Crystal of Life.

Berkat Crystal of Life, Zelo bisa mendapatkan kekuatannya kembali dan terbebas dari kutukan ayah tiri-ku. Bahkan, Zelo kini memiliki semua kekuatan Mato.

Dulu.., aku memang menginginkan kekuatan itu. Siapa yang tidak ingin memiliki semua kekuatan yang ada di planet Mato?! Menjadi yang terkuat. Mengalahkan ayah tiri-ku.

Tapi kini aku sadar. Semua itu tidak penting. Karena yang terpenting bagiku hanyalah Sera. Asalkan Sera hidup, aku tidak akan meminta apapun lagi.

Zelo membuka matanya, dan tanpa semua orang duga, Sera pun ikut membuka matanya perlahan. Rona pias dan beku di wajahnya tergantikan dengan rona kemerahan. Jantungnya mulai berdegup kembali. Nafasnya mulai berhembus lagi. Aroma kehidupan seketika memenuhi ruangan.

“Sehun Oppa.” Itu kalimat yang Sera ucapkan pertama kali.

Aku tersenyum. Asalkan Sera hidup, aku tidak akan meminta apapun lagi. Bahkan aku tidak akan meminta dia balas mencintaiku.

Ya, asalkan Sera hidup.

=== End of Tae Min PoV ===

 

 

=== Oh Sera’s PoV ====

Silau.

Begitu membuka mata, entah kenapa semuanya terasa sangat menyilaukan.

“Sehun Oppa.” Panggilku.

Aku baru sadar ternyata aku berbaring di atas tumpukan kelopak bunga. Di atas… peti mati? Tapi bagaimana…..?

Sebelum aku menyuarakan pikiranku, serangkaian kilasan peristiwa memenuhi kepalaku. Semuanya. Sangat jelas. Aku melihat tubuhku menggeliat kesakitan, bagaimana rasanya saat jantungku dipaksa berhenti berdetak. Bagaimana keadaan sebelum dan setelah itu. Semuanya bisa kulihat dengan jelas.

Aku langsung menatap Zelo. Dia tersenyum. Aku tahu,,, semua ingatan yang dimasukkan ke dalam kepalaku ini ulahnya.

“Zelo.., akhirnya kau pulang?” aku menyeringai.

“Saat di bumi.., kau tidak mengenaliku.”

“Aku tidak ingat.”

“Dan itu bukan ulahku.”

Aku tersenyum. “Sekarang aku tahu.”

“Sera…Sera…” kini semua orang (yang tadinya syok) mulai mengerumuniku.

“Sayang…, syukurlah….syukurlah…” Pamanku menangis sambil menggenggam jemariku dengan kedua tangannya.

Sandy.., Taemin.., Zelo.., Baekhyun…, Pamanku.., Ibu Taemin…, para pengawal…, rakyat Mato…, dari sekian orang yang mengerumuniku, hanya 1 orang yang ingin kulihat saat ini.

Sehun hanya berdiri. Agak jauh dari peti mati-ku. Ia menatapku datar dan tidak bergerak sama sekali. Seperti patung.

“Sehun Oppa…” perlahan aku bangkit. Orang-orang menepi, memberi-ku jalan.

“Oppa.” Panggilku lagi ketika aku sudah berdiri tepat di hadapannya.

Sehun masih tetap terdiam seperti patung. Tidak berkedip.

“Oppa!!” Aku mengguncang-guncang tubuhnya. Khawatir, karena Sehun terlihat seperti tidak memiliki nyawa.

Sehun berkedip. Akhirnya. Dan detik itu pula, air mata yang selama ini ia tahan tumpah dengan deras.

“Sera~ya…” Sehun langsung memelukku dengan erat. Air matanya yang hangat membasahi pundakku.

“Aku baik-baik saja Oppa.. aku baik-baik saja…”

Sehun menangis semakin keras. Sekarang aku sadar, Sehun benar-benar menyayangiku. Dan dia tidak pernah meninggalkanku.

“Sera…” panggil Tae Min.

Sehun melepaskan pelukannya dan menghapus sisa air mata di wajahnya. Sehun menggenggam tangan kiriku, tapi tidak terlalu dekat denganku. Seolah memberiku space. Memberiku kebebasan.

Kini, setelah semua ingatanku kembali (dan aku yakin, ingatan semua orang kini telah kembali. Berkat Zelo) – aku baru sadar kalau sejak dulu… Sehun selalu sangat overprotective padaku. Aku tersenyum ketika ingatan dimana Sehun menonjok Taemin melintasi benakku.

Taemin tersenyum hangat. “Terima kasih. Terima kasih karena kau hidup, Sera.”

Sebuah kalimat simple itu entah kenapa membuat dadaku hangat. Aku balas tersenyum. Sepertinya masih banyak hal yang harus kupikirkan baik-baik.

Sehun menatapku tajam. Sinis. Aku tersenyum geli. Sejak dulu.., beginilah cara Sehun menatapku, bila aku sudah keasyikan bermain terus dengan Taemin dan Zelo.

“Aku bukan anak kecil lagi, Oppa…” aku menjulurkan lidahku.

Sehun menghela nafas panjang. “Hhhhh…, aku tahu.” Tapi Sehun malah menggenggam tanganku semakin erat.

“Sera~ya…” Sandy tiba-tiba saja berlari dan langsung memelukku. “Mianhae…, Mianhae Sera~ya…, aku..hiks…”

Aku menepuk-nepuk punggung Sandy. Sandy terus saja terisak-isak. “Sudahlah…, jangan menangis.” Kataku. “Sandy eonni.” Tambahku.

Sandy langsung terdiam. Ajaib. Tangisannya langsung reda, dan dia langsung menatapku aneh. “Kau memanggilku eonni?” tanya-nya tak percaya. “Kau? Maknae menyebalkan sok tahu dan belagu – ini memanggilku eonni?”

“Aish..” aku mendelik, lalu tertawa. Sandy ikut tertawa renyah.

Aku meraih tangan Sandy dengan tangan kanan-ku, lalu menatap Sehun. Lalu menatap Zelo.

Aku tidak tahu.., apakah Sandy akan memilih kakak-ku.., atau sahabat kecil-ku?

Dan aku juga tidak tahu…, siapakah yang benar-benar kucintai dan benar-benar mencintaiku?

Hhhh.., ada hal yang lebih penting yang harus kupikirkan. Seperti…, alasan apa yang akan kami berikan pada manajemen kami. Kami menghilang serentak. Aku, Sandy, Taemin, Sehun, Baekhyun, Zelo, bahkan…Cheondoong.

Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Cheondoong. Bukan urusanku lagi. Dan aku juga tidak menaruh dendam padanya.

Kau harus punya hati yang bersih.

Aku langsung menatap Zelo begitu mendapat telepati darinya.

Seperti aku. Hatiku benar-benar bersih. Dan.., hey Sera! Jangan pernah berpikir untuk menjodohkan kakakmu dengan Shin Young! Awas kau ya!

Aku mendengus. Sial! Zelo jadi semakin menyebalkan setelah kini ia memiliki Crystal of Life di dalam tubuhnya, yang membuatnya memiliki semua kekuatan yang ada di Planet Mato.

 Aku : Kau jadi lebih menyebalkan daripada si orang aneh D.O.! hush! Sana! Jauh-jauh dari pikiranku! Jangan baca seenaknya!

Zelo : Hahahaha.

Aku : Diam kau, giant baby!

Zelo : Hahahaha. Mau kuberitahu isi kepala Taemin? Atau Baekhyun?

Aku : Berisik sekali kau!

Zelo : Ya…Ya.., aku tahu…kau rindu bermain denganku kaan. Balapan Lihorse.., tiduran di padang rumput dengan menyandarkan kepalamu di perutku, makan di rumahku…

Aku : Berisik!

Zelo : Lebih baik memilih antara Taemin atau Baekhyun. Kai tidak begitu baik bagimu. Apalagi Luhan. Mau kuberitahu satu rahasia? Tentang Luhan. Luhan itu… mendekatimu hanya karena kau sangat mirip dengan Sehun! Hahahaha…

 

“DIAM KAU, ZELO!!!!!” Tanpa sadar aku memaki Zelo dengan mulutku, bukan dengan telepati.

Semua orang jadi melihatku.

“Sejak tadi aku diam.” Zelo berkata dengan wajah polos-nya.

Aku menggertakkan gigiku. Sialan kau, Zelo!

********

 

=== Still Sera PoV ====

Aku berguling-guling di atas tempat tidurku yang besar dan empuk. Haaahhh.., rasanya menyenangkan. Meski banyak yang masih kupikirkan, tapi setidaknya kini semuanya sudah clear.

Semua kesalahpahaman di masa lalu antara Aku-Sehun-Sandy-Zelo-Taemin-dan Pamanku.

Soal Cheondoong.., dia sepertinya belum tahu semua kesalahpahaman itu. Kami juga tidak tahu dia berada di mana.

Tadi malam, saat acara makan malam bersama, Pamanku hampir saja melepaskan jabatannya sebagai raja. Pamanku memang keras, otoriter, dan tidak mau disanggah, tapi dia bukan orang jahat.

Dia tidak pernah bermaksud menikahi ibu Taemin hanya karena mengincar posisi raja. Semalam pamanku bercerita tentang kisah romantisnya dengan ibu Taemin. Kami semua akhirnya tahu.., ternyata mereka berdua sudah pacaran sejak zaman sekolah, jauh sebelum Ibu Taemin mengenal Ayah Taemin.

Dan soal ayah Cheondoong (yang menjadi gila), mungkin memang benar karena factor stress. Karena kalah bersaing dengan pamanku saat tes calon raja di parlemen. Ditambah lagi dengan dukungan dari ibu Taemin. Tapi pamanku berani bersumpah, kalau dia bukanlah sengaja ingin menghancurkan ayah Cheondoong.

Satu hal yang pamanku benar-benar salah adalah : mengusir Sandy dan membuat Sandy menderita. Pada akhirnya bukan hanya Sandy yang menderita. Tapi Sehun, Zelo, aku, dan Taemin juga jadi ikut menderita.

Tapi.., kami semua kini bisa mengerti. Semuanya hanyalah kesalahpahaman.

Seperti kata Zelo : kita harus punya hati yang bersih.

 

Dua hari kemudian…

@Bandara ruang angkasa Mato

Kami semua merasa.., kini saatnya-lah kami membereskan kekacauan yang kami timbulkan di bumi.

Apa alasan kami menghilang dalam waktu yang sangat lama? Bagaimana komentar para fans dan antifans? Apa yang netizen katakan tentang menghilangnya kami secara tiba-tiba tanpa kabar?

Semua itu mau tak mau harus kami hadapi begitu kami tiba di bumi. Dan.., jujur saja aku belum tahu bagaimana solusi-nya.

Yang paling penting…, aku senang bisa kembali ke bumi.

Aku tahu.., lambat laun…, aku tetap harus kembali ke Mato. Tentu saja aku akan kembali. Tapi tidak sebelum semuanya beres.

“Woaaaahhhh….” Baekhyun terkagum-kagum melihat segala kecanggihan di Bandar antariksa Mato.

Ke-ceriaan Baekhyun menulariku. Aku yang biasanya kaku dan dingin, mulai tertular virus Bacon. Dan sepertinya akan semakin parah di bumi nanti, karena plus Chanyeol. Baekyeol virus.

Zelo menolak tawaran pamanku untuk menjadi calon raja. Begitupula dengan Taemin. Bila mereka berdua menolak untuk menjadi kandidat calon raja di masa depan,,, lalu siapa yang akan jadi harapan? Sehun? Tapi Sehun sama sekali tidak memiliki garis darah keturunan Raja. Sekarang menjadi pangeran pun hanya karena paman kami yang menjadi raja. Sementara Taemin.., sudah jelas-jelas dia memiliki darah murni istana. Begitupula dengan Zelo (yang mendapatkannya dari kakek buyutnya).

Zelo ingin melepaskan crystal of life dari tubuhnya. Dia mulai rajin membaca buku-buku sejarah kuno dari perpustakaan Mato. Dia bahkan membawa setumpuk buku tebal ke bumi, untuk dia baca saat tiba di bumi. Siapa tahu dia dapat petunjuk dari buku-buku kuno itu.

Tapi.., meskipun Zelo berkata ia ingin melepaskan crystal of life karena itu menjadi beban baginya, Zelo tetap menikmati salah satu kekuatan barunya yang menyebalkan : membaca pikiran.

Aku tidak keberatan saat dia mengalahkanku dalam hal kecepatan. Atau sok pamer kekuatan menyembuhkan. Bahkan dengan belagu-nya dia terus-terusan menurunkan hujan. Padahal saat di bumi dulu…dia bilang….dia benci hujan. Dasar!

Tapi dari ratusan kekuatan yang kini dia miliki, kekuatan membaca pikiran itu-lah yang paling menyebalkan! Apalagi kalau digabungkan dengan kekuatan membaca masa depan! Sangat mengganggu!

Sepertinya dewa kesialan sedang ingin dekat-dekat denganku. Di dalam capsule ukuran besar yang kami gunakan untuk pergi ke bumi kini…, sial sekali karena aku harus duduk bersebelahan dengan Zelo!

Selama di perjalanan, aku mencoba tertidur. Telepati tidak akan masuk kalau aku tertidur. Tapi, sekeras apapun aku mencoba, aku tetap terjaga.

Zelo : Itu karena tadi malam kau terus begadang!

Haduuuuhhh…, mulai lagi si pembaca pikiran usil ini mengganggu ketenangan isi kepalaku!

Zelo : Aku sudah tahu.., hari ini kau beruntung karena duduk di sebelahku.

Zelo : Aku tahu kau pura-pura tertidur. Eh.., kau mau tahu apa yang akan terjadi begitu kita sampai di bumi? Hmmm.., masa depan bisa berubah tergantung pilihan yang kita ambil siih.., tapi.., aku bisa membaca masa depan secara kasar-nya. Kau penasaran?

Zelo : Hhhh.., oke…oke..silakan saja pura-pura tidur. Ya, aku tahu, aku memang berisik, dan seru saja mengganggu isi kepala-mu. Mengganggu isi kepala yang lain siih..tidak seru. Apa? Shin Young? Tidak…tidak. Aku harus menjaga pikirannya. Aku tidak mau menodai pikirannya dengan pikiranku. Hahahaha.

Aku : Dasar brengsek!

Zelo : Akhirnya kau membalas telepatiku. Terima kasih. Hahaha. Sekarang dengarkan apa yang kulihat di masa depan. Hmmm.., aaahh.., tidak asyik tapi kalau kuberitahu. Hahaha. Aku tahu! Barusan terlintas di otak-mu … kalau kau sangat penasaran! Kalau begitu, aku tidak jadi memberitahumu. Hahaha.

Zelo : karena kau penasaran dengan masa depanmu.., aku tidak akan memberitahumu. Aku akan diam. Aku akan tidur saja.

Aku : dasar sialan! Sana tidur! Jangan sok-soan membaca masa depanku! Dan jangan seenaknya baca pikiranku! Di bumi nanti.., sepertinya kau akan sangat cocok dengan D.O!

Zelo : Hahahaha.

Aku : kenapa kau tidak membaca masa depanmu sendiri? Masa depanmu dengan Sandy!

Zelo : aku tidak bisa membaca masa depanku sendiri, Pabo!

Aku : Oooh. Kalau begitu.., kau baca masa depan Sehun saja. Apakah dia akan menikah dengan Sandy?

Zelo : Awas KAU, Oh SeRa!!!!!

Aku : Hahahaha.

Zelo : Masa depan Sehun juga buram. Aku tidak bisa membacanya.

Aku : Kenapa?

Zelo : Mana aku tau!!!!

Aku : Oke…oke.., sekarang…Tuan peramal.., apa yang kau lihat tentang masa depanku?

Zelo : zzzzzzzzz…., aku mau tidur.

Aku : Sialan!

Zelo : Aku melihat.., kau bermain dengan kedua anak-mu. Kembar.

Aku : Mwo???? Anakku? Kau membaca terlalu jauh ya???

Zelo : aku membaca apa yang bisa kubaca dan kulihat!!! Sudah ah! Tidur sana!

Aku : siapa ayahnya?

Zelo : Mana aku tahuuuuu!!!!!! Aku tidak melihat wajahnya!

Zelo : Eh, SeRa…, atau kau ingin aku menggambarkan wajah anak-anak kembarmu? Mungkin kita bisa menebak-nebak…, perpaduan antara kau dan siapa yaa…

Aku : Tidak! Tidak! Terima kasih.

Zelo : Hahahaha. Oke. Sekarang aku benar-benar mau tidur. Sampai ketemu di bumi, SeRa! Ingat apa pesanku kan? Jangan memilih Kai atau Luhan. Kau harus memilih dengan benar antara Baekhyun…atau Taemin. Masa depan-mu tergantung pada apa yang kau pilih.

 

–          TBC –

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s