Mistake (Chapter 1)

Title                 : Mistake

Author            : Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Genre              : romance, family, friendship

Length             : series

Casts               : Lee Min Ah (OC / reader), Lee Min Ho, Lee Sung Jong (Infinite), Kim Myung Soo / L (Infinite), Kim Jae Joong (JYJ), Shim Chang Min (TVXQ), Infinite, JYJ, TVXQ, and SHINee members.

 

 This Fanfiction is dedicated to Kim Myung Soo❤

–          Chapter 1 – “First Mistake”

Bagaimana rasanya mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai? Aku tahu rasanya.

Bagaimana rasanya setiap hari melihat orang yang kau cintai bersikap baik padamu, tapi bukan demi dirimu, melainkan demi menjaga persahabatannya dengan kakakmu? Aku tahu rasanya.

Bagaimana rasanya ketika orang yang kau cintai berada dekat denganmu, namun selalu terasa jauh darimu? Aku tahu rasanya.

Bagaimana rasanya saat orang yang kau cintai sama sekali tidak pernah memikirkanmu, sedangkan dirinya berarti segalanya bagimu dan selalu ada di dalam otak dan hatimu setiap detik? Aku tahu rasanya.

Aku tahu semuanya salah.

Kesalahan besar karena aku mencintai orang itu. Kesalahan besar karena terus mencintai orang yang salah.

Kesalahan besar karena aku merasakan perasaan yang seharusnya tidak pernah kurasakan.

Kesalahan besar karena aku mengabaikan seseorang yang benar-benar tulus mencintaiku, dan malah terus mengejar seseorang yang salah.

Tapi benarkah semua ini suatu kesalahan?

Salahkah aku bila aku memiliki perasaan ini?

Salahkah aku bila mencintainya?

Salahkah bila aku mencintai seseorang yang tidak akan pernah mungkin balas mencintaiku sampai kapanpun? Sampai jagad raya ini lenyap sekalipun?

Salahkah aku?

******

Orang lain mungkin mengira aku memiliki keluarga yang sangat sempurna. Bukan berarti aku tidak bahagia dengan keluargaku, hanya saja…keluargaku sedikit rumit.

Sebelum ayah dan ibuku menikah, mereka menikah dengan orang lain terlebih dahulu dan membawa anak hasil pernikahan mereka yang terdahulu itu. Ibuku membawa anaknya yang bernama Kim Jae Joong. Ayahku membawa anaknya yang bernama Lee Min Ho. Setelah ayah dan ibuku menikah, mereka mempunyai anak yang bernama Lee Sung Jong, dan 2 tahun kemudian lahirlah aku, Lee Min Ah.

Kami hidup bersama. Secara genetik… Min Ho Oppa dan Jae Joong Oppa memang tidak memiliki hubungan darah. Sedangkan aku memiliki setengah darah yang sama dengan mereka. Sungjong adalah satu-satunya kakak yang memiliki hubungan darah paling erat denganku, tapi secara fisik.., aku hanya sedikit mirip dengannya. Aku lebih mirip perpaduan antara Min Ho Oppa dan Jae Joong Oppa. Selain itu, hanya sedikit sekali kemiripan antara aku dan Sung Jong. Dari segi sifat pun.., Sung Jong sangat berbeda denganku. Kadang aku heran.., sebenarnya yang jadi kakak itu aku atau dia!

Karena itulah.., hanya Sung Jong satu-satunya kakak laki-lakiku yang tidak kupanggil Oppa. Sifatnya yang kekanakan tidak pantas menjadikan dia Oppa-ku. Sung Jong juga sering iri bila Min Ho Oppa dan Jae Joong Oppa lebih memperhatikanku dibanding dia. Sung Jong selalu ingin tampil lebih baik dariku, dan aku juga tidak pernah mau kalah darinya. Kami sering bertengkar seperti Tom and Jerry. Intinya kami tidak pernah cocok. Aneh memang, padahal secara genetik dia-lah kakakku “yang sesungguhnya”, tapi rasanya dia seperti anak tetangga!

Sung Jong merasa menang dariku saat dia berhasil debut dalam sebuah boyband bernama Infinite. Dia berharap bisa menjadi penyanyi yang sukses seperti Jae Joong Oppa, dan aktor yang sukses seperti Min Ho Oppa.

Aku tidak pernah merasa kalah dari Sung Jong, karena impianku berbeda dengannya, dan dengan kedua kakakku yang lain. Meskipun mereka bertiga sangat populer, aku tidak ingin menjadi populer. Aku tidak ingin menjadi idol. Aku tidak ingin menjadi penyanyi, model, maupun aktris!

Aku hanya ingin menjadi pelukis!

Pelukis yang hidupnya tenang…, bisa jalan-jalan ke manapun dengan damai dan tanpa gangguan dari para fans!

Pelukis yang lukisannya akan dihargai sangat tinggi oleh semua orang, bahkan kalau bisa.., aku ingin lukisanku tak ternilai harganya. Karena aku melukis bukan untuk menjadi terkenal ataupun banyak uang. Aku hanya melukis untuk diriku sendiri.

Pilihanku untuk tidak tersentuh dunia selebrtiti dan memilih jalur yang tenang mungkin disebabkan oleh ketiga kakakku. Sejak kecil aku sudah terbiasa melihat kakak-kakakku dibuntuti papparazi dan sassaeng fans!

Di saat aku masih sekolah dasar, Jae Joong Oppa sudah menjadi idol terkenal, bersama grup-nya yang dulu (TVXQ). Setiap hari ada saja teman sekolahku yang meminta foto dan tanda tangan Jae Joong Oppa.

Lalu saat aku di junior high school..,nama Min Ho Oppa terkenal di seluruh Asia berkat aktingnya yang bagus dalam sebuah drama. Kali ini makin buruk, karena teman-teman sekolahku semakin gencar mendekatiku hanya karena Min Ho Oppa adalah kakakku. Setiap hari aku selalu kewalahan membawa pulang hadiah-hadiah yang teman-temanku berikan untuk Min Ho Oppa.

Itulah mengapa aku membenci segala hal tentang popularitas. Aku tidak pernah menyalahkan kakak-kakakku karena memilih hidup sebagai penyanyi dan aktor. Bukan salah mereka bila mereka terkenal. Bukan salah mereka bila orang-orang menyukai mereka. Semua itu salahku. Salahku karena membiarkan orang-orang (teman-teman sekolahku) tahu mereka adalah kakak-kakakku.

Di saat aku sudah mencapai titik ter-jenuhku, aku meminta ayah dan ibuku agar memindahkanku ke luar negeri. Setidaknya di sana tidak akan ada yang menggangguku.

Aku pindah ke Jerman dan tinggal bersama nenek dari pihak ibuku selama 3 tahun. Min Ho Oppa dan Jae Joong Oppa sering mengunjungiku. Meskipun mereka tidak rela melepaskanku pergi dari rumah, tapi mereka bisa memahamiku dan menghargai keputusanku.

Aku bersyukur karena di saat karir kedua kakakku itu semakin memuncak, aku tidak berada di Korea, sehingga tidak akan ada fans-fans yang menggangguku. Tapi aku merasa sedih karena di saat kedua kakakku semakin sukses, aku tidak bisa berada di samping mereka.

Aku tidak heran saat  mengetahui Sung Jong debut. Sejak dulu dia memang ingin populer seperti Min Ho Oppa dan Jae Joong Oppa. Aneh memang, di saat aku berada sangat jauh dari Sung Jong, aku malah merindukannya. Rindu pertengkaran-pertengkaran konyol kami. Karena tidak seperti kedua kakak tertuaku, selama 3 tahun aku tinggal di Jerman,,, Sung Jong belum pernah sekalipun mengunjungiku! Aku tahu dia sibuk dengan training dan persiapan debut-nya. Tapi tetap saja…, aku merasa dia tidak menganggapku sebagai adiknya! Itu membuatku bertekad tidak akan menganggapnya kakakku se-tibanya aku di Korea nanti!

Tanpa aku sadari.., kesalahan pertama di mulai dari sini.

@Incheon Airport, Korea Selatan….

Aku menarik koper besarku sambil tersenyum lebar. Aku senang bisa kembali ke Korea. Senang bisa berkumpul bersama keluargaku lagi, dan senang karena kini tidak akan ada seorangpun yang tahu fakta bahwa aku adalah adik kandung Lee Min Ho dan Kim Jae Joong. Oh, ditambah Lee Sung Jong! Kudengar sekarang Sung Jong sudah semakin terkenal.

Mungkin teman-temanku yang dulu masih mengingat siapa aku dan siapa kakak-kakaku, tapi…, aku yakin, di sekolah baruku, dengan penampilanku yang kini berbeda…, kuharap tidak ada yang mengenaliku sebagai Lee Min Ah si adik-nya Lee Min Ho dan Kim Jae Joong! Yap. Jae Joong Oppa selalu menggunakan marga “Kim”-nya, tapi itu tidak membuatnya berhenti menyayangi keluarga kami.

Aku sudah meminta agar Jae Joong Oppa dan Min Ho Oppa tidak menjemputku di bandara. Orang-orang akan heboh bila melihat mereka datang bersama-sama ke bandara hanya untuk menemui gadis sepertiku! Orang-orang akan mencurigai siapa aku dan apa hubunganku dengan mereka berdua!

“KYAAAAAAAAA!!!!!!”

Duh! Otomatis aku langsung menutup telingaku begitu mendengar jeritan heboh para gadis. Ada apa ini? Sepertinya akan ada idol yang keluar dari salah satu terminal ini.

Aku terus saja berjalan, sampai kemudian mataku menangkap beberapa buah banner bertuliskan Lee Sung Jong dan beberapa poster bergambar wajah close up Sung Jong.

Oh.., aku baru ingat. Min Ho Oppa bilang.., Sung Jong sedang sibuk konser di Jepang. Aku tidak mengira kami akan tiba di Korea di hari dan jam yang sama.

Aku terdiam, memperhatikan poster-poster dan banner bergambar wajah Sung Jong dan grup-nya. Mau tak mau aku tertawa pelan, rasanya aneh melihat Sung Jong se-populer ini!  Aku tidak mengira wajah konyol dan sok feminim-nya itu akan disukai banyak orang. Aku menebak-nebak… apakah sampai sekarang Sung Jong masih suka meniru gerakan-gerakan dance girlband?! Hahaha.

Aku tidak sadar Infinite berjalan melewatiku, sampai ada seseorang yang menubruk bahuku dan membuatku terjatuh.

“I’m so sorry, miss. Are you okay?” tanya sebuah suara. Suara cempreng ini…

Aku menatap Sung Jong dibalik kacamata hitam-ku. Aku berdiri tanpa menghiraukan uluran tangannya, dan menatap Sung Jong lekat-lekat. Entah dia bodoh atau apa! Rambutku yang panjang dan ikal memang aku cat menjadi pirang. Kulitku juga jadi lebih tan karena aku sering beraktivitas di luar selama di Jerman. Tapi itu bukan berarti Sung Jong melupakan wajahku kan?! Demi Tuhan! Aku adik kandungnya!

Ehem. Aku ingat.., kacamata hitamku masih terpasang. Pelahan aku membuka kacamata hitamku dan detik itu pula Sung Jong memekik nyaring. “KYAAAAAA!!!! MIN AAAAAAHHHHHH!!!! Kupikir kau orang bule!!!!! Kau sudah besar dan tinggii!!! Kau cantik sekaliiiii!!!” Sung Jong langsung memelukku dengan erat. “Kenapa kau tidak bilang akan kembali hari ini? Kenapa kau tidak pernah menghubungiku, hah?! Kau menganggap aku orang lain?”

Aku mendorong Sung Jong menjauh dan menatapnya tajam. “Kau juga tidak pernah mengunjungiku.”

Sung Jong menggaruk kepalanya. “Mianhae.., jadwalku benar-benar padat. Harusnya kau yang mengunjungiku!” Sung Jong melipat kedua tangannya di depan dada sambil mendelik kesal.

Aku tertawa melihatnya. Rasanya sudah se-abad aku tidak beradu mulut dengan Sung Jong.

Sung Jong nyengir dan meraih kedua tanganku lalu berjingkrak-jingkrak kegirangan seperti anak kecil.

Sesaat aku lupa kami sedang berada di mana, dan teriakan para fans itu kini menyadarkanku.

“Sung Jong…, dia siapa?” tanya salah satu teman Sung Jong yang bertubuh paling tinggi.

Para fans berteriak dengan marah. “OPPAAA!!! KENAPA KAU MEMEGANG TANGAN GADIS ITU?”

“KENAPA KAU MEMELUKNYAAAA????”

“SIAPA DIAAAAA OPPPPPPAAAAA????”

Aku menutup kedua telingaku. Berisik sekali! Aku hendak berjalan menjauh ketika Sung Jong tiba-tiba saja merangkul pundakku dan tersenyum pada fans-fansnya. “Kenalkan…, dia Lee Min Ah.., dia adalah a~”

Sebelum Sung Jong sempat berkata aku adalah adiknya…., aku menendang tulang kering Sung Jong dengan keras.

“Aduh!!!” Sung Jong mengerang kesakitan.

Aku mendekatkan wajahku padanya dan berbisik. “Awas kau! Jangan beritahu siapapun aku adalah adikmu!”

Aku menatap para fans Sung Jong. “Aku adalah musuhnya!” tukasku kencang, kemudian berbalik dan berjalan pergi sambil menyeret koperku.

“YAAAAA!!! Kenapa kau menendangku, hah?!” pekik Sung Jong.

Member Infinite yang lain tertawa dan menepuk-nepuk pundak Sung Jong, kecuali seorang namja berwajah dingin yang menatapku dengan tajam.

“YAAA!!!! MIN AAAHHH!! AWAS KAU YAAAA!!!” Sung Jong masih meneriaki diriku.

Aku berbalik dan menjulurkan lidahku padanya. Hahaha. Rasakan kau Sung Jong! Siapa suruh bersikap bego! Sudah tahu selama 3 tahun ini aku menghindar dari kepopuleran kedua kakak tertuaku…, masa sekarang ketika aku kembali…, aku harus berurusan dengan kepopulerannya!

No way! Tidak akan kubiarkan siapapun mengetahui hubunganku yang sebenarnya dengan Sung Jong, Min Ho Oppa, dan Jae Joong Oppa.

Tanpa kusadari…, ini adalah awal dari kesalahanku.

*******

Kehidupan senior high school-ku terasa damai. Normal. Tidak ada yang mencecarku soal kakak-kakaku.

Yah.., ada segelintir temanku yang percaya omonganku saat di bandara. Woaahh…papparazi hebat sekali! Dalam sekejap seluruh dunia langsung tahu aku adalah musuh Sung Jong!

Ternyata menjadi “musuh” seorang idol juga tidak enak. Orang-orang bertanya banyak hal padaku. Mengorek-ngorek informasi. Jadi saat itu juga kutegaskan pada mereka bahwa aku dan Sung Jong tidak dekat. Saat masih kecil aku membencinya, dan dia membenciku. Karena itulah dia musuhku.

Syukurlah, setelah aku mengatakan hal itu…, orang-orang berhenti mencecarku dengan berbagai pertanyaan.

Min Ho Oppa dan Jae Joong Oppa diam-diam masih suka mengantarku pergi ke sekolah. Aku tahu mereka berhati-hati agar tidak terlihat orang lain. Sungguh, aku sangat terharu karena kedua kakak tertuaku itu sangat mengerti diriku. Tidak seperti Sung Jong!

Aku bukannya tidak ingin menganggap mereka kakakku di depan orang lain. Hanya saja.., lebih baik bila orang lain tidak tahu. Aku hanya tidak ingin kejadian yang dulu terulang kembali.

Aku sekolah di salah satu sekolah terbaik di Korea. Meskipun hobiku adalah melukis dan ingin menjadi pelukis hebat, tapi aku juga menyukai science. Nilai-nilaiku selalu baik dalam pelajaran apapun. Sepertinya aku mewarisi otak jenius Min Ho Oppa.

Setelah jam istirahat selesai, aku heran melihat teman-teman se-kelasku sibuk berdandan. Anak-anak cowok juga tidak biasanya memperhatikan penampilan mereka.

“Ada apa? Kenapa semuanya tampak heboh?” tanyaku pada Ji Eun, salah satu teman se-kelasku.

Ji Eun yang sedang merapikan rambutnya menatapku tak percaya. “Kau tidak pernah baca pengumuman di majalah dinding ya?”

Aku menggeleng.

Ji Eun mengangguk. “Aku juga. Tapiiii….YA TUHAANNN!!!! Ini berita penting! Bahkan gossipnya sudah menyebar sejak 3 hari yang lalu.., kau tidak tahu?”

Aku menggeleng lagi.

“Sekolah kita akan tampil di sebuah acara TV!” pekik Ji Eun riang.

“Oh,” gumamku datar, sama sekali tidak tertarik.

“Kita akan diliput bersama Infinite! Infinite akan datang kemari!!!! KYAAAA!!!!” Ji Eun menjerit heboh. Diikuti cewek-cewek lain yang entah kenapa ikut menjerit juga.

“MWOOOO???” pekikku tak percaya. Gawat! Seandainya si bodoh Sung Jong salah bicara.., habis sudah kehidupan tenangku di sekolah ini!

2 jam pelajaran terakhir ditiadakan karena sekolah kami kedatangan Infinite dan kru salah satu stasiun TV populer. Kami semua diminta berkumpul di gymnasium. Ruangan itu sudah di dekorasi sedemikian rupa. Ada panggung di depan sana, dan kami semua diminta duduk.

Aku tahu saat ini Sung Jong dan grup-nya sedang mempromosikan mini album terbaru mereka. Tapi..dari sekian banyak sekolah…kenapa mereka harus datang ke sekolahku?!

Aku duduk di barisan paling belakang. Tidak repot-repot berdandan heboh seperti yang lain. Seandainya boleh pulang.., aku ingin pulang saat ini juga!

Aku memang belum pernah melihat Sung Jong dan grup-nya tampil secara langsung. Aku hanya pernah melihat mereka lewat televisi. Tidak seperti dulu.., saat Jae Joong Oppa dan grup TVXQ-nya tampil live di stasiun TV maupun konser, aku pasti selalu datang menonton.

Sama seperti idol yang lain, member Infinite semuanya terlihat tampan dan mempesona. Tipikal idol.

Mempunyai kakak-kakak idol dan aktor terkenal membuatku sudah kebal dengan pesona idol. Sejak kecil …..aku juga sudah terbiasa bertemu dengan idol-idol lain temannya Jae Joong Oppa dan Min Ho Oppa. Tidak ada yang special dengan mereka. Mereka sama saja dengan kita, hanya saja mereka diberi kelebihan lain yaitu menjadi terkenal. Tapi bagiku.., terkenal bukanlah suatu kelebihan apalagi anugerah. Terkenal itu sebuah bencana bagiku. Karena itulah aku tidak ingin jadi terkenal!

Semua orang (terutama para siswi) menjerit keras dan heboh begitu Infinite naik ke atas panggung. Aku menutup telingaku saking berisiknya!

Dari kejauhan, aku melihat Infinite membawakan sebuah lagu berjudul “Man In Love”. Hmm.., ternyata lumayan. Mau tak mau harus kuakui, kemampuan menyanyi dan dance Sung Jong bagus juga.

Ketika tiba sesi tanya jawab, semua murid tampak antusias. Yah.., member Infinite juga menjawab semua pertanyaan dengan diplomatis. Aku tidak terlalu peduli, sampai kemudian muncul sebuah pertanyaan dari salah satu cewek kelas 1. “Sung Jong ssi.., apakah benar kau dan Lee Min Ah eonni bermusuhan sejak kecil?”

Mataku langsung tertuju pada junior-ku itu. Sial! berani-beraninya dia membawa-bawa namaku.

“Lee Min Ah? Kelas 3-A?” Sung Jong tersenyum. Matanya terlihat mencari-cariku di barisan belakang.

Saat mata kami bertemu, aku menatapnya dengan tajam. Memberi isyarat agar dia tidak mengatakan hal yang sebenarnya tentang hubungan kami.

“Sebenarnya…, kami tidak bermusuhan. Kami hanya sering beradu mulut.” Sung Jong tertawa pelan.

Terdengar bisik-bisik keras di sekitarku. “Wooah.., kau bilang kalian tidak dekat. Tapi dari cara Sung Jong Oppa bicara..sepertinya kalian terlihat dekat.” Bisik salah satu teman sekelasku.

Sung Jong kembali berbicara, seolah dia mendengar apa yang teman sekelasku katakan. “Kami tidak dekat. Kami hanya kenal. Mungkin karena sifat kami mirip, kami jadi sering bertengkar saat kecil.”

Fiuh. Aku menghela nafas lega.

“Kami tidak dekat!” kataku menegaskan pada salah satu teman sekelasku itu.

Hal berikutnya sama sekali tidak terduga. “Lee Min Ah ssi. Maukah kau naik ke atas panggung dan menyanyi untuk kami?” tanya Sung Jong dengan wajah sok cute-nya.

“Mwo?” mataku membelalak lebar.

Semua orang bertepuk tangan dan memintaku untuk maju. “Maju..maju..maju…nyanyi..nyanyi…nyanyi..” koor semua orang.

Aku menggertakan gigiku. Sial!

“Ayo, Min Ah..” bahkan para guru-pun memintaku naik ke atas panggung. Kamera kini terfokus ke wajahku. Sial!

Aku menghela nafas panjang. Hhhh.., baiklah. Sung Jong akan benar-benar menyesali hal ini!

Aku meneggakkan tubuhku dan melangkah dengan percaya diri. Dia pikir dia bisa mempermalukanku, hah?! Jangan harap!

Meskipun aku benci popularitas, tapi bukan berarti aku tidak tahu bagaimana caranya bersikap layaknya idola. Hidup bersama Jae Joong Oppa dan Min Oppa sejak aku lahir membuatku mengerti bagaimana caranya ber-akting, menyanyi, dan bermain alat musik. Hanya bedanya.., aku tidak ingin berada di dunia itu. Aku ingin memilih duniaku sendiri.

Sung Jong tersenyum manis saat aku tiba di hadapannya. Awas kau Sung Jong! Akan kutunjukkan kalau aku jauh lebih baik darimu tanpa harus menjadi terkenal!

Semua member Infinite menatapku. Well, ini pertama kalinya aku menatap mereka secara langsung dan se-dekat ini.

“Kau mau menyanyi lagu apa?” tanya seorang member Infinite. Kalau tidak salah dia leader-nya. Aku tidak hafal nama-nama mereka.

“Kami akan mengiringi nyanyianmu.” Member Infinite yang bertubuh paling tinggi tersenyum lebar. Yang lain mengangguk sambil tersenyum. Hanya 1 member Infinite yang menatapku datar dan dingin. Namja berwajah dingin dan bermata tajam itu meraih gitar listrik-nya.

“Aku akan menyanyikan lagu TVXQ. Midoyo.” Kataku sambil menatap Sung Jong tajam. Sung Jong hanya nyengir dan mempersilakan aku duduk di depan sebuah grand piano putih.

“Good luck.” Sung Jong mengedipkan sebelah matanya padaku.

Oh, dia pikir aku akan mempermalukan diriku sendiri ya?!

Oke.., aku menenangkan diriku. Mencoba mengingat nada dan lirik yang pernah kumainkan bersama Jae Joong Oppa 5 tahun yang lalu.

Jari-jariku yang panjang mulai menekan tuts piano. Sebuah nada yang lembut mulai mengalun, dan aku pun mulai bernyanyi…

Tanpa kuduga, seseorang mengiringi permainan piano dan nyanyianku. Mataku tertuju pada member Infinite yang berwajah dingin itu. Dia mengiringiku dengan permainan gitar-nya yang sempurna.

Selama bernyanyi dan memainkan piano, mataku tak pernah lepas dari namja aneh itu. Kupikir dia membenciku karena tatapan dinginnya yang menusuk itu, tapi ternyata dia malah membantuku membuat nyanyianku semakin sempurna dengan iringan gitar-nya.

Sama sepertiku, namja itu pun terus menatapku. Tanpa ekspresi. Aku tidak bisa menebak apa yang ia pikirkan. Aku mencatat dalam otakku, lain kali…aku harus menanyakan tentang namja aneh itu pada Sung Jong! Apakah namja aneh itu selalu menatap semua orang dengan tatapan menusuk dan mengintimidasi seperti ini?!

Ketika permainan piano dan nyanyianku berakhir, semua orang bertepuk tangan riuh, termasuk member Infinite. Aku menatap Sung Jong, tidak menduga….ternyata ia ikut tersenyum dan bertepuk tangan untukku. Apa-apaan ini?! Kupikir dia akan merasa syok karena aku bisa menyanyi lebih baik darinya. Kenapa ia malah terlihat senang?!

Sung Jong menghampiriku dan menepuk-nepuk pundakku. “Kau seharusnya mengikuti jejak kakak-kakakmu, hahaha.” Bisiknya.

“No Way!” aku mendorong tubuhnya menjauh.

Si namja aneh terus melihat ke arah kami. Aku hanya bisa terpaku ketika melihatnya tersenyum tipis.

Siapa yang menyangka, ternyata si namja berwajah kaku seperti batu itu bisa tersenyum juga!

Detik itu juga, aku merasakan perasaan aneh.

Kesalahanku terus dimulai sejak saat ini.

Seandainya saat ini aku tahu.., aku tidak akan pernah maju ke atas panggung. Aku tidak akan berpura-pura sebagai musuh Sung Jong. Aku akan membiarkan semua orang tahu Sung Jong adalah kakakku.

Ya. Seandainya saat ini aku tahu kejadian apa yang menantiku di depan sana.

–          TBC –

6 thoughts on “Mistake (Chapter 1)

  1. miiii………

    huaaa jadi nebak-nebak,, itu kata-kata ‘mistake’ terus ngulang-ngulang kayaknya bakal terjadi sesuatu yang bikinn Min Ah nyesel bget bisa suka ama L

    tapi kenapaa??? masa si L nya ga suka juga ama Min ntar?? haha *baiklahh ntar terjawab di part2 selanjutnya may be*

    typically Min Ah yahh hehehhe sifatnya kayak gtu hehehe

    sung yeol cuman disebut dikit *iyalahhh* huhuhu

    wahhhh~~~ kayak Mi young punya 3 oppa (?) *inget cheondoong, seung ho ama seunghoon di sfi*😄

    Lanjuttt lanjuttt!!! hehehhehe~~~ pnasaran inii!! SFI nya juga ditunggu hari ini lohhh

    Hwaiting Miiii!!! ^^b, kece FF nyaa… tapi roman2 nya bakal sedih nih T.T moga ntar ga sad ending

  2. Eon..
    Ak penasaran banget…
    Ak suka sama cerita nya…
    Eon, kelanjutannya belum ada yah?
    Jadi,nanti yang di suka min ah itu L ya?

  3. ini ff udah mau setaun gak dilanjut-lanjutin x-(
    Mungkin mksud mistake disini Min Ah suka sma Myung Soo tpi Myung Soo ngra Min Ah pcaran Sung Jong. Pokoknya ini wajib dilanjutin, sayang ff kece kl gk lanjut🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s