[EXO & B.A.P FF_SUPER FANTASY IDOL(SFI) CH. 2]- 2nd FANTASY

Title : Super Fantasy Idol (SFI)

Chapt : 2

Author           : Azumi Aozora (@AzmiWiantina) and Kunang (@helloimnia)

Main Cast        :

* Yang Shin Young(OC),

* Oh Se Ra (OC)

* Oh Se Hun (EXO-K)

* Byun Baek Hyun (EXO-K)

* Zelo (B.A.P) ====> Leo

* Lee Tae Min (SHINee)

Support Cast: EXO K. EXO M (support cast trgantung yg muncul tiap chap)

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship, business entertainment, fantasy

Rating              : PG-15

 

Summary        : Populer grup EXO boleh punya kekuatan super di MV mereka, tapi di dunia nyata ada dua orang yeoja yang memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kedua yeoja itu adalah Yang Shin Young, (17 tahun) dan Oh Se Ra (16 th). Dari mulai mereka mulai jadi trainee di JTUNE ent ada saja yang selalu mereka ributkan, dan lagi mereka sama-sama menyimpan rahasia. Rahasia kekuatan yang bisa berguna bagi mereka ataupun mencelakakan mereka ….

2ND Fantasy (by :Azumi Aozora)

==== Oh Se Ra PoV =====

“Bumi itu indah, menarik, dan penuh tantangan. Tapi bumi bukanlah tempat yang cocok untukmu, Se Ra.”

 

Kata-kata Raja beberapa waktu lalu masih memenuhi kepalaku.

Ya. Aku bukan manusia bumi. Aku berasal dari planet Mato. Planet yang terletak jutaan tahun cahaya dari bumi.

Raja bilang…, bumi itu indah, menarik, dan penuh tantangan. Tapi menurutku…, bumi sama sekali tidak indah dan sangat membosankan!

Kehidupan di planet Mato jauh lebih maju dibanding manusia di planet biru ini. Kehidupan di planet Mato serba mudah dan cepat. Terlebih kami punya kekuatan istimewa yang tidak dimiliki manusia bumi.

Seandainya “orang itu” tidak tinggal di bumi…, aku juga pasti tidak mau datang ke planet yang lebih banyak lautan-nya dibanding daratan-nya ini.

Aku penasaran mengapa “orang itu” sangat betah tinggal di bumi dan hanya sesekali kembali ke planet Mato. Aku ingin tahu banyak hal…..

“Se Ra ~ ya….” Panggil sebuah suara lembut. “Kau mau makan apa?”

Aku hanya menatap datar namja di hadapanku. Wajahnya berbinar cerah. Aku benci mengakuinya, tapi … wajah “orang itu” memang sangat mirip denganku.

“Aku benci makanan di planet ini!” Jawabku ketus.

“Orang itu” hanya terbahak-bahak sambil mengacak-acak rambut panjangku. Aku menghindar, dan hanya dalam waktu kurang dari satu detik, aku sudah tiba di ruang TV.

“Kau benci makanan di planet ini, tapi kau malah tiba-tiba ingin tinggal di sini, menjadi trainee JTUNE, sekolah di sekolah manusia. Apakah itu karena kau ingin selalu bersama kakak-mu tercinta ini, Se Ra ~ ya ?” namja itu berjalan menghampiriku.

“Cih!” aku mendengus. “Aku punya tujuan.”

Orang yang mengaku sebagai kakak-ku itu mengangkat sebelah alis matanya. “Dan kau masih tidak mau memberitahuku apa tujuanmu itu?” dia tersenyum lagi.

Aku menatapnya agak lama. “Raja memintaku melakukan sesuatu.” Kataku, berbohong.

“Paman? Apa yang paman Kim Soo Hyun inginkan?”

“Kau tidak perlu tahu, Oh Se Hun!” tukasku dingin.

“Sudah kubilang …., panggil aku Oppa.”

“Untuk apa?”

“Karena aku kakak-mu. Saat kau tiba di bumi, kau otomatis bisa menguasai berbagai bahasa bumi. Tidakkah kau mengerti, di Korea… Oppa berarti kakak laki-laki?”

Aku hanya mendengus. Sehun malah membalasnya dengan senyuman.

Cih! Kakak macam apa yang meninggalkan adiknya dan malah tinggal sendirian di bumi?! Kakak macam apa yang membiarkan adiknya terkurung di istana, sementara dia bebas berkeliaran di sini?!

Ada banyak sekali hal yang ingin kuketahui. Selain itu…, aku punya hidden agenda. Aku punya banyak misi yang harus kuselesaikan di bumi.

“Aku lapar sekali, Se Ra ~ ya…, bagaimana kalau kita pergi ke dorm EXO saja? Kita makan masakan D.O hyung yang sangat lezat itu, bagaimana?” Se Hun memohon dengan aegyo-nya.

“Pergi saja sendiri!” kataku kesal, sambil memijit-mijit remote TV dengan cepat. Bosan.

Se Hun mengangguk. “Baiklah.., aku pergi sendiri.” Se Hun berjalan menuju pintu. Tapi tak lama dia kembali lagi. “Se Ra ~ ya…, kau tega membuatku kelaparan?” rajuk Se Hun.

“Mwo? Pergi saja ke D.O.”

“Tolong hentikan hujan-nya…, aku tidak mau hujan-hujanan.”

“Hujan? Bukannya tadi cuaca sangat cerah?” aku menyeringai.

“Se Ra ~ ya…”

Petir menggelegar. Hujan pun turun semakin deras.

“Kau pakai jas hujan dan payung saja. Oh..jangan lupa pakai helm juga. Kau kan hobi sekali keluar dengan memakai helm.” aku tersenyum miring. Se Hun itu aneh sekali. Aku tahu dia menjadi idol terkenal di planet ini. Tapi..bukankah berlebihan melakukan penyamaran yang mencolok, seperti memakai helm ke café?!

“Oh Se Ra….”

“YAAAA!! Hentikan!!!” pekikku. Se Hun mulai mengangkat rambut panjangku dengan kekuatan angin-nya. Rambutku meliuk-meliuk dan saling membelit, mencuat ke sana kemari.

“YAAAA!!!! Oh Se Hun!!!”

“Hentikan hujan-nya…”

“Tidak mau!” hujan turun semakin deras.

Aku dan SeHun hanya saling tatap dengan tajam.

Kini tanpa disangka-sangka angin topan besar ikut menambah gelap suasana.

Ting Tong…. Ting Tong…

Padahal pintu terkunci, tapi tiba-tiba saja Lee Tae Min sudah berada di samping kami.

“Sudah kuduga…, ini ulah kalian.” Lee Tae Min tersenyum. “Para peramal cuaca pasti akhir-akhir ini merasa kebingungan karena ulahmu, Se Ra.”

“Hyung.., untuk apa kau membunyikan bel? Dengan kekuatan invisible-mu itu.., kau bisa masuk kapan saja.” Se Hun memeluk Tae Min brotherly. Seketika angin kencang berhenti bertiup. Tapi hujan masih terus turun dengan deras.

“Aku akan mengambilkanmu handuk dan pakaian, hyung. Bajumu basah sekali.” Se Hun berlari ke lantai 2.

“Sudah lama kita tidak bertemu, Se Ra.” Tae Min tersenyum. Aku hanya balas tersenyum tipis. Tae Min mendekatiku dan memelukku. Tapi aku tidak membalasnya. Bajuku jadi ikut basah karena Tae Min.

“Bagaimana kabar ibuku dan… ayah tiri-ku?” Tae Min duduk di sampingku.

“Baik. Paman…, maksudku…  Yang Mulia Raja .. baik-baik saja. Yang Mulia Ratu juga.”

Tae Min menggenggam kedua tanganku. “Terima kasih karena sudah menjaga ibuku.”  Tae Min tersenyum lembut, tapi beberapa detik kemudian wajah Tae Min berubah dingin dan menyeramkan. Ia mendekatkan wajahnya ke telingaku, lalu berbisik. “Tapi jangan harap aku akan menuruti keinginan Paman-mu.”

Bulu kudukku merinding. Wajah Tae Min sudah kembali tersenyum manis. “Aku tidak peduli soal kekuasaan, Se Ra.., Tidak penting memiliki planet Mato atau tidak. Yang kuinginkan hanyalah….”

“Ini hyung. Cepat ganti pakaian-mu.” Se Hun tiba-tiba datang sambil membawa handuk dan pakaian untuk Tae Min.

“Gomawo Sehunnie ~~” Tae Min langsung melepas kemeja-nya yang basah kuyup, dan menggantinya dengan kaus hitam milik Se Hun.

Tae Min masih terus menatapku sambil tersenyum manis. Di luar, hujan turun semakin deras. Sepertinya seharian ini aku akan terus menurunkan hujan.

Suasana hatiku sedang benar-benar buruk.

********

@Anyang High School….

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah baru-ku. Gedung-nya kalah mewah dan kalah besar bila dibandingkan dengan sekolahku saat di Planet Mato. Sepanjang jalan, orang-orang terus menatapku.

“Sepertinya aku pernah melihatnya.., tapi di mana ya?”

“Dia mirip Se Hun EXO-K tidak sih? Mirip sekali ya?”

Aku tidak memedulikan ocehan orang-orang. Dengan badan tegak dan pandangan lurus, aku terus berjalan.

“Hey maknae!” panggil sebuah suara. Aku tahu suara siapa ini. Dengan malas aku membalikkan badanku dan menatap seorang yeoja yang tersenyum miring. Di sebelahnya, berdiri seorang namja tinggi berambut pirang.

“Ada apa?” tanyaku ketus. “Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak saling mengganggu saat berada di luar gedung JTUNE, Sandy ssi?” tanyaku ramah, tapi dengan senyum sinis.

Yeoja bernama Sandy alias Yang Shin Young itu hanya mendengus sambil menyilangkan lengannya di dada. “Sebagai leader…, aku hanya ingin mengingatkanmu untuk tidak datang telat saat latihan sore nanti.” Ujarnya bossy.

Aku mendengus. “Aku tidak pernah telat.”

Sandy mengangguk. “Bagus. Kalau begitu.., sampai nanti. Ayo, Zelo.”

Sandy berjalan pergi. Namja tinggi yang dipanggil Zelo itu masih terdiam dan hanya menatapku. “Sepertinya wajahmu tidak asing.” Kata Zelo.

Aku menatap Zelo dengan sinis. Pasti dia juga menyadari kemiripan-ku dengan Se Hun.

Wajah pria di hadapanku itu juga terasa tidak asing, tapi aku tidak peduli. Tanpa mengatakan apapun, aku berbalik dan berjalan pergi. Aku masih bisa merasakan tatapan Zelo menembus punggungku.

*******

@Dorm EXO…..

Aku memang kurang suka makanan di bumi, tapi dibandingkan dengan masakan SeHun, ataupun makanan di resto2 dekat rumah Sehun, masakan D.O jauh lebih lumayan.

“Annyeong, Se Ra…” sapa SuHo, leade EXO-K ramah. Sudah beberapa kali aku bertemu dengan EXO-K, tapi tidak dengan EXO-M.

Diantara semua member EXO-K, yang paling kuhormati hanyalah SuHo.

Aku tidak suka melihat ulah iseng dan suara berisik si duo pembuat onar Chanyeol dan Baekhyun. D.O memang jago memasak, tapi aku tidak suka cara dia menatapku. Seperti mengetahui pikiranku.

Seorang laki-laki itu seharusnya bersikap seperti Kai. Diantara semua member EXO-K, hanya Kai yang paling kukagumi. Dia manly, gentle, dan pengertian. Dan yang paling penting… dia tidak bawel seperti si happy virus Chanyeol, Baekhyun, dan SeHun!

Ting Tong…

Bel berbunyi.

Se Hun membukakan pintu. 6 orang namja yang belum pernah kulihat seelumnya berdiri di depan pintu. Pasti mereka EXO-M.

“Luhaaaaannnnn….” sehun langsung memeluk namja pirang berwajah baby face. Aku mendengus.

“Oh.., kau pasti Se Ra. Sehun sering cerita tentangmu. Annyeong…aku Luhan. Kudengar kau baru saja pindah dari London minggu lalu.” cowok berwajah cute itu tersenyum lembut sambil mengulurkan tangannya.

Aku melirik Se Hun sekilas. London?

Yah, terserah sajalah.

Lagipula…mana ada manusia yang percaya kalau kini ada 2 alien d bumi. Oh.., 3, dengan Tae Min.

“Se Ra.” aku balas menjabat tangan Luhan.

“Woaaahhhh…, wajahmu merah sekali Luhan ssi., hati-hati nanti ada yang cemburu.” Baekhyun merangkul pundak Luhan sambil tersenyum jail menatap SeHun. Sehun hanya berdecak.

Aku heran. Ada apa sih dengan manusia di bumi?! HunHan.. Alias SeHun & Luhan.., mereka kan sama-sama laki-laki! Aku tidak mengerti dengan pola pikir makhluk bumi. Makhluk bumi senang sekali “pairing” idolanya. Apa itu namanya..? Yaoi ya kalau tidak salah? Aku tidak mengerti. Dan kelakuan SeHun yang manja pada Luhan di depanku kini membuatku jijik. Bagaimana mungkin orang kekanakan seperti itu bisa menjadi kakak-ku?!

Satu per satu anggota EXO-M memperkenalkan diri mereka. Aku balas memperkenalkan diriku dengan sopan. Sepertinya aku akan lebih menyukai EXO-M daripada EXO-K. Di M tidak ada makhluk-makhluk berisik, bawel, dan menyebalkan seperti SeHun, BaekHyun, dan Chanyeol! Yah.., kuharap.

*******

@Ruang Latihan Dance JTUNE, 17.00 KST

Musik hip hop mengalun dengan kencang. Aku dan Sandy mengikuti gerakan-gerakan rumit pelatih dance kami.

Harus kuakui, cewek bernama Sandy itu memang sangat jago dance. Sepertinya dia memang terlahir untuk menjadi seorang dancer.

“YAAAA!!! Oh Se Ra!!! Gerakan apa itu hah?! Jangan melamun saat latihan!” bentak Sandy. Aku mendengus. Pelatih kami saja tidak membentakku. Apa-apaan si cewek bossy ini marah-marah hanya karena konsentrasi-ku sedikit buyar?!

Pelatih Han mematikan CD player, lalu menatapku. “Kau sakit, Se Ra ssi? Wajahmu pucat sekali.”

“Tidak.” Kataku, lalu menatap  Sandy. “Kau mau bertanding ballet denganku?” tantangku.

“Mwo?” Sandy menyeringai. Dia menyilangkan kedua lengannya di dada. “Oke. Jangan menangis nantinya Oh Se Ra. Karena kau pasti kalah.” Ujarnya penuh percaya diri.

“Pelatih Han.., bagaimana kalau kau jadi juri kami?” tanyaku pada pelatih.

Namja kurus berusia 30-an itu mengangguk. “Oke.”

“Aku duluan.” Kata Sandy. Yeoja itu memang senang sekali selalu jadi yang pertama dan yang terbaik.

Pelatih Han memilih CD lagu pengiring. “Ok.., start!”

Sandy memulai gerakan-nya dengan luwes. Sudah kuduga, gadis ini memang jago menari apapun. Tapii.., dalam hal ballet…, aku tidak akan kalah begitu saja. Balet merupakan dance utama di planet Mato. Setiap ada perayaan apapun, ballet pasti selalu dibawakan oleh orang-orang planet Mato. Aku tidak mengira ternyata ballet juga lumayan terkenal di bumi. Hal ini membuatku berpikir.., apakah mungkin orang-orang planet Mato dan Bumi masih bersaudara? Karena begitu banyak persamaan di antara kami. Tapi.., tentunya manusia bumi tidak memiliki kekuatan seperti orang-orang planet Mato.

Sandy mengakhiri gerakannya dengan indah. Pelatih Han bertepuk tangan dengan keras. Aku ikut bertepuk tangan sambil tersenyum setengah.

“Giliranku.”

Aku mengikuti semua gerakan Sandy tadi. Sandy hanya membelalakkan matanya. Aku menyeringai. Sandy boleh jago dalam dance apapun. Tapi.., dalam hal ballet.., sepertinya aku lebih unggul. Ditambah lagi dengan kekuatanku, aku bisa bergerak dengan super cepat saat melakukan spin. Aku melakukan gerakan berputar dengan satu kaki, dengan sangat cepat. Pelatih Han membuka mulutnya tak percaya.

Aku mengakhiri gerakanku dengan sempurna. Pelatih Han bertepuk tangan keras. Sementara Sandy masih terus menatapku.

Prok..prok…prok…

Tanpa kuduga, ternyata sejak tadi kami kedatangan seorang penonton.

“Zelo? Kenapa kemari?” tanya Sandy pada seorang namja tinggi berambut pirang. Namja itu berjalan menghampiri Sandy, memberinya sekaleng minuman soda dingin. Sandy tersenyum dan menerima soda itu. Aku mengernyitkan dahiku. Kukira si yeoja bossy itu tidak bisa tersenyum lembut. Apa mereka sepasang kekasih?

Aku berjalan ke pojok ruangan, mengambil handuk dan sebotol air mineral. “Jadi, siapa pemenangnya?” tanyaku pada pelatih Han.

Pelatih Han menggaruk kepalanya.

“Kau yang menang.” Tanpa kuduga, malah Zelo yang menjawab. Sandy menatap namja di sebelahnya dengan kesal. Namja itu menatap Sandy. “Tarianmu sempurna, Shin Young~ah.., tapi speed gadis itu sangat bagus. Dia menang hanya karena… speed.” Zelo menatapku tajam. Entah kenapa perasaanku langsung jadi tidak enak.

“Sandy ssi…,” Stylist kami berdiri di depan pintu masuk ruang latihan. “Bi sajangnim memanggilmu ke ruangannya.”

Sandy menatap Zelo dan aku bergantian, kemudian pergi mengikuti stylist kami. Pelatih Han juga ikut keluar sambil berbicara di ponselnya. Kini..hanya tinggal aku dan Zelo.

Aku hendak berjalan keluar ruang latihan, tapi tiba-tiba Zelo menahanku. Dia mencengkram tanganku dengan keras sambil menatapku lekat-lekat.

“Siapa kau sebenarnya?” tanyanya dingin.

Aku balas menatap Zelo dengan tajam. Lalu tersenyum miring. “Aku? Aku Oh Se Ra.” Jawabku tenang.

Zelo mengamati wajahku intens. Seperti mengingat-ngingat sesuatu. Tangannya yang besar masih mengcengkram lenganku dengan sangat keras. Aku menahan rasa sakit. Aku tidak akan kalah dengan namja aneh ini!

“Kau mirip….”

Aku mendengus. “Oh Se Hun?” potongku. “Ya. Dia memang kakak-ku. Kenapa? Kau ngefans padanya? Apakah kau termasuk manusia aneh yang senang yaoi?”

Tanpa kuduga, Zelo malah tertawa terbahak-bahak. “Huwahahaha…hahahaha…”

Aku hanya menatapnya dengan kesal. Tiba-tiba saja wajah Zelo kembali mengeras. “Aaah.., jadi begitu rupanya…, dia kakak-mu? Pantas saja.” namja itu tersenyum aneh. “Manusia eh? Aku? Lalu.. kau sendiri apa? Monster?” namja itu mendekatkan wajahnya padaku, lalu berkata pelan. “Bumi tidak membosankan seperti yang kau bayangkan bukan, Yang Mulia?”

Zelo tersenyum misterius. Kemudian, dia pun berbalik dan berjalan pergi. Aku menatap punggungnya yang semakin menjauh. Apa maksudnya? Siapa dia sebenarnya? Apakah dia.., orang planet Mato? Tapi siapa? Aku tidak pernah melihatnya sebelum ini.

Aku meringis kesakitan. Terdapat bercak-bercak ungu di lenganku. Dasar namja sialan! Akan kubalas nanti kalau aku bertemu lagi dengannya!

*******

@Restoran Jepang…., 19.00 KST

Aku duduk sambil menyilangkan lengan. “Lepaskan helm-mu, Oh Se Hun! Kau malah membuat orang-orang semakin mencurigaimu.”

Se Hun menggeleng. “Aku tidak mau membuat keributan. Bagaimana kalau orang-orang ini meminta tanda tanganku dan berfoto denganku? Aku mau makan dengan tenang, Se Ra~ya…”

“Ck…ck…ck.., terserah kau sajalah.” Kataku akhirnya. Aku membuka-buka buku menu. Makanan apa ini?!

Aku terpaksa menuruti SeHun yang ingin makan malam di restoran ini, karena hari ini D.O tidak masak. D.O ada pemotretan bersama SuHo dan Onew SHINee.

“Kupikir kalian sudah makan duluan… hahahaha…” ujar suara berat. Duh! Aku hafal betul suara salah satu pembuat onar di EXO ini. “Kalian pasti menunggu aku datang kan?” Chanyeol duduk di sebelahku.

“Aku mau baby octopus sama salmon…” ujar Baekhyun heboh. Dia merebut buku menu SeHun dan memilih dengan bersemangat.

Aku menghela napas panjang. Hidupku tidak akan tenang selama ada mereka! Aku memandang berkeliling. Mana Kai?

Orang-orang mulai memperhatikan kami sambil menunjuk-nunjuk. Beberapa orang memotret dan merekam kami dengan ponsel mereka.

Ketiga makhluk yang menjadi tontonan malah cuek-cuek saja. “YAAAA!! Kalian berdua!! Pakai Helm!!!!!” teriakku kesal. Harus kuakui, memakai helm seperti SeHun cukup efektif. Setidaknya orang-orang hanya berbisik-bisik dan tersenyum geli, tidak berkerumun sambil menjepret-jepretkan kamera seperti sekarang ini! Bahkan beberapa gadis menjerit-jerit sambil menatap Chanyeol dan BaekHyun.

Aku menggebrak meja, lalu berdiri dan berjalan pergi. “Se Ra ~ya…” panggil SeHun.

“Aku mau ke toilet.” Kataku tanpa berbalik.

“Kita bertemu lagi.” Tiba-tiba seorang namja tinggi pirang menghalangi jalanku.

“Minggir.” Kataku dingin sambil mendorong tubuh Zelo. Zelo terhuyung, tapi tidak sampai jatuh.  Aku pun berjalan cepat menuju toilet.

Beberapa gadis heboh berdandan di depan cermin. “Hari ini banyak sekali idol yang makan di sini. Aku harus dandan secantik mungkin menarik perhatian mereka. Kyaaaaa…, tadi semua member BAP, lalu barusan muncul Chanyeol.., BaekHyun…, kyaaaaaa….!!!!!”

Aku mendengus keras. Ketiga gadis itu mendelik ke arahku. Aku membasuh wajahku dengan air dingin berkali-kali. Ketiga gadis itu masih menatapku intens.

Tiba-tiba saja lampu padam. “KYaaaaaa…!!!!” jerit gadis-gadis itu ketakutan. Tapi detik berikutnya, lampu kembali menyala.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku. Manusia bumi memang aneh!

Ketika keluar dari toilet, di depan pintu toilet berdiri seorang anak laki-laki kecil yang menatapku dengan tajam. Anak itu menggendong ransel besar. Dia hanya terus menatapku  dengan serius.

Aku tersenyum sambil membungkukkan badanku. “Kau sedang apa di sini, adik kecil? Kau mau ke toilet? Toilet pria ada di sebelah sana. Oya.., mana ibumu?”  aku mengelus-elus rambut anak itu.

Anak kecil itu menggeleng.

“Kau tersesat?” tanyaku. “Ayo.., aku antar ke bagian informasi. Mungkin ibumu juga sedang mencarimu.” Aku menuntun tangan anak itu.

Anak itu menggoyang-goyangkan tanganku. “Nuna.., kau aneh. Kenapa kau baik pada anak laki-laki kecil sepertiku? Tapi bersikap jahat pada laki-laki dewasa?”

“Eeehh?” Kami berhenti berjalan.

“Aku melihat Nuna memarahi kedua hyung tadi. Nuna bahkan menggebrak meja. Apakah nuna…, pedofil?”

“YAAAAA!!!!” pekikku, sambil menatap anak itu tajam. Anak lucu ini ternyata tidak selucu yang kukira sebelumnya.

Anak laki-laki itu terkikik-kikik geli. “Hihihi…hihihi…, kau lebih cocok bersikap seperti ini, Nuna. Oh ya.., namaku Leo. Sampai ketemu lagi nanti Nuna…” anak laki-laki itu pun berbalik dan berjalan menuju toilet pria.

“YAAAA!! Adik kecil! Kau yakin tidak tersesat???” tanyaku. Tapi anak itu sudah masuk ke dalam toilet. Hhhhh.., baiklah. Meskipun anak kecil itu kurang ajar, tapi aku akan membantunya. Siapa tahu saat ini ibunya sedang kebingungan mencari anak nakal ini!

Aku berdiri di depan toilet pria. Duh! Lama sekali sih anak itu!

Beberapa pria yang keluar dan masuk ke toilet menatapku heran. Sudah 20 menit berlalu, tapi anak kecil itu belum keluar-keluar juga!

Tiba-tiba seorang pria kurus – bertopi, berkacamata hitam, dengan mantel biru tebal dan syal kuning melilit leher-nya berjalan ke arah toilet. Pria itu tersentak melihatku, lalu cepat-cepat masuk ke dalam toilet.

Beberapa saat kemudian, Zelo keluar dari dalam toilet, diikuti pria aneh barusan.

“Kau.., kapan kau masuk?” tanyaku. Sepertinya aku tidak melihat Zelo masuk ke dalam toilet sejak aku menunggu anak kecil bernama Leo.

Zelo mengangkat bahu-nya. “Setengah jam yang lalu. Kenapa? Kau menungguku? Setengah jam yang lalu kau ke toilet wanita juga kan? Kau masih di sini? Apakah kau menungguku?”

Aku mendengus. “Aku menunggu Leo.”

Pria aneh bermantel tebal yang masih berdiri di belakang Zelo kini menatapku dan Zelo bergantian.

“Apakah kau melihat anak kecil di dalam?” tanyaku pada Zelo. “Sepertinya dia tersesat.”

“Tidak ada anak kecil di dalam. Mungkin kau berhalusinasi. Sampai ketemu nanti.” Zelo menyeringai. Dia berjalan sambil menuntun si pria aneh yang menyamar secara berlebihan. Aku membuka mulutku tak percaya. Dia benar-benar gay ya?! Ck…ck..ck…

Aku masih mengamati punggung mereka yang semakin menjauh. Siapa pria kurus dengan baju aneh itu? Idol?  Kenapa dia menyamar dengan aneh dan mencolok seperti itu?

Aku tersentak menyadari sesuatu. Pria kurus itu …. Menggendong tas ransel seperti yang Leo bawa.

Aku menengok ke kanan dan kiri, lalu masuk ke dalam toilet pria. “Leo…Leo.., kau ada di dalam?” aku melihat satu per satu bilik toilet. Tak ada siapa-siapa di sini. Aneh. Leo pergi ke mana? Apakah benar …aku hanya berhalusinasi? Tiba-tiba saja bulu kudukku meremang. Aku merasakan sesuatu yang hangat menyentuh pundakku. “Aaaaarrrggghhhh!!!!!”

“Hei, ini aku. Aku mencarimu ke mana-mana.”

“Ka..Kai?” fiuh. Syukurlah.

“Kenapa kau ada di toilet pria?”

“Eh..itu.., aku salah masuk ya?”

Kai tersenyum. “Ayo. Hyung sudah menunggumu.” Kai menuntun tanganku.

Aku hanya menatap wajah Kai dari pinggir. Kupikir dia tidak datang.

Orang-orang memang melihat ke arah kami. Penasaran. Tapi karena Kai memakai topi dan kacamata baca, orang-orang tidak akan langsung mengenalinya bila hanya menatap sekilas.

“Karena Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung tidak menyamar.., keadaan jadi kacau. Mereka menunggu di dalam van. Aku sudah memesan sushi. Kita makan di dalam mobil saja sambil pulang.”

Aku dan Kai masuk ke dalam van putih EXO. SeHun masih memakai helm-nya. Dia makan sushi dengan lahap. Tempat bento yang sudah kosong menumpuk di samping Baekhyun dan Chanyeol.

“Aaahhh.., aku masih lapaaarrrr…” kata Baek Hyun sambil menggembungkan pipi.

Aku mendelik padanya. “Mana bagianku? Kau menghabiskan semuanya kan?”

Baekhyun hanya terkekeh-kekeh. Chanyeol bersendawa keras.

Tsk! Dasar!

“Ini…” Kai mengulurkan sekotak sushi padaku. Aku menerimanya dengan ragu. “Kau tidak makan?”

“Seseorang menghabiskan makananku.” Kai mendelik pada Chanyeol. Si happy virus itu hanya membentuk tanda peace dengan jarinya sambil nyengir super lebar.

“Kau masih lapar hyung?” tanya Kai.

“Hmm.” Baekhyun dan Chanyeol mengangguk bersamaan.

“Kita ke rumahku saja dan delivery pizza, sambil nonton dvd horror. Bagaimana?” Usul SeHun. Kakakku yang aneh itu masih tetap memakai helm-nya.

Baekhyun dan Chanyeol mengangguk bersemangat. “Ayooooooo!!!!!” seru mereka heboh.

“Kai hyung.., kau bayar pizza-nya nanti ya?” kata SeHun.

“Hhhh.., oke.”

“HOREEEEEEE!!!!!” Si Trio pembuat onar (Baekhyun, Sehun, dan Chanyeol) saling ber-high-five dengan riang.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku.

“Kau mau duduk di depan?” tanya Kai.

“Eh?”

Kai pindah ke jok pengemudi. “Ayo.” Katanya.

Aku pun turun, lalu pindah ke depan. “Kupikir manajer kalian yang menyetir.”

Kai menggeleng. “Kalau urusan main dan makan.., biasanya kami menyetir sendiri. Aku selalu jadi supir.” Kai tersenyum tipis. “Ayo, sambil dimakan saja sushi-nya.” Kai mulai memacu van dengan kecepatan sedang.

Selama di perjalanan, aku hanya makan sambil terdiam. Sesekali melihat wajah Kai dari samping. Di jok belakang, si trio pembuat onar mengobrol sambil tertawa-tawa keras. Kadang Kai ikut menimpali sambil tersenyum.

Sungguh.., seharusnya seorang pria itu seperti Kai.

******

@Anyang high school, jam istirahat….

Aku berdiri di atas atap gedung sekolah. Hujan gerimis sejak 15 menit yang lalu. Kali ini, hujan turun bukan karena ulahku. Padahal suasana hatiku sedang bagus. Tapi hujan malah turun.

Tapi tidak masalah. Aku suka hujan. Aku menegadahkan sebelah tangan. Rintikkan air hujan membasahi telapak tanganku.

“Apa yang kau lakukan?” tiba-tiba saja Zelo sudah berdiri di sampingku.

Aku menatapnya sekilas. Sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan konyol-nya barusan. Sudah jelas-jelas dia melihatku bermain air hujan! Untuk apa dia bertanya lagi?!

“Apa yang kau lakukan di bumi, Yang Mulia Putri Zelda?”

Aku terdiam. Kaget. Bagaimana dia bisa…?

“Kau sungguh tidak mengenalku? Atau…hanya berpura-pura tidak mengenalku?” Zelo menyeringai.

“Siapa kau?” tanyaku.

Zelo mencengkram kedua bahu-ku dengan keras. “Bilang pada Yang Mulia Raja.., Paman-mu yang Hebat itu…, keputusanku masih tetap sama seperti dulu. Aku tidak akan menyerahkan benda itu padanya. Aku juga tidak akan kembali ke Mato. Aku lebih suka di sini.”

“Apa maksudmu? Benda apa?”

Zelo memicingkan matanya. “Kau sungguh tidak tahu? Kau tidak tahu siapa aku?”

Aku menggeleng. “Kau.., rakyat Mato?”

Zelo terbahak-bahak sampai mengeluarkan air mata. Aku merasa sangat kesal dengan sikap-nya. Hujan turun dengan sangat deras. Zelo menepuk-nepuk pundakku. “Akting-mu bagus sekali, Putri. Yang pasti.., aku tidak akan pernah kembali ke planet Mato. Benda itu tidak akan pernah kuserahkan pada paman-mu. Oh ya.., ngomong-ngomong.., kalau kau datang ke bumi bukan untuk mencari-ku.., lalu untuk apa? Untuk bertemu tunangan-mu? Lee Tae Min?”

“Mwo???” ada apa dengan orang ini? Apa yang dia bicarakan? Dasar gila! Tae Min tunanganku? Siapa bilang?! Tae Min itu anak tiri paman-ku!

Zelo menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kau pikir aku tidak tahu apa tujuan TaeMin datang ke bumi? Tentu saja atas perintah paman-mu. Ayah tiri-nya.”

Aku hanya terdiam. Sama sekali tidak mengerti apa yang dia katakan.

“Dulu dia memang sahabat-ku.., tapi itu dulu.” Zelo membungkukkan badannya. Menatapku intens. “Karena kau baik pada Leo…, akan kuberitahu satu rahasia. Lee Tae Min.., tidak sebaik yang kau kira sebelumnya. Berhati-hatilah padanya. Dan… jangan pernah mempercayai siapapun.” Zelo menepuk-nepuk pundakku, lalu berbalik dan berjalan pergi. Tapi baru beberapa langkah, dia berhenti lalu berbalik menatapku. “Hentikan hujan-nya. Aku benci hujan.” Zelo menyeringai, kemudian benar-benar pergi.

=== TBC ====

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s