[EXO & B.A.P FF_Super Fantasy Idol(SFI) Ch. 1]- 1st Fantasy

Title : Super Fantasy Idol (SFI)

Chapt : 1

Author           : Azumi Aozora (@AzmiWiantina) and Kunang (@helloimnia)

Main Cast        :

* Yang Shin Young(OC),

* Oh Se Ra (OC)

* Oh Se Hun (EXO-K)

* Byun Baek Hyun (EXO-K)

* Zelo (B.A.P)

* Lee Tae Min (SHINee)

Support Cast: Cheondoong (MBLAQ), Yang Seung Hoon (Shin’s brother), Rain, eomma dan appa Shin (support cast trgantung yg muncul tiap chap)

Length             : sequel

Genre              : Family, romance, life, friendship, business entertainment, fantasy

Rating              : PG-15

 

Summary        : Populer grup EXO boleh punya kekuatan super di MV mereka, tapi di dunia nyata ada dua orang yeoja yang memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Kedua yeoja itu adalah Yang Shin Young, (17 tahun) dan Oh Se Ra (16 th). Dari mulai mereka mulai jadi trainee di JTUNE ent ada saja yang selalu mereka ributkan, dan lagi mereka sama-sama menyimpan rahasia. Rahasia kekuatan yang bisa berguna bagi mereka ataupun mencelakakan mereka ….

1st Fantasy (by : Kunang)

 

~~Author PoV~~

Shin Young (10 years old)

Seorang gadis kecil berkaca mata tebal dengan tas soonja yang digendongnya berjalan tergesa-gesa memasuki sebuah rumah mewah bertingkat tiga. Wajahnya dihiasi senyum, sedangkan kedua tangan mungilnya mendekap erat sebuah buku, seolah buku tersebut sangat berharga. Ya, memang bagi gadis itu, buku itu sangat berharga, lebih berharga dibanding uang jajannya ataupun coklat yang sangat disukainya, buku itu-lebih tepatnya adalah rapot nilai sekolahnya. Akhirnya setelah dengan susah payah, dengan bantuan oppa tertuanya yang mengajarinya setiap malam, dia bisa mendapatkan nilai 90 pertamanya di rapot. Dan tentunya orang tuanya akan bangga bukan? Karena selama ini dia merasa yang bisa membuat bangga orang tuanya selalu saja kedua kakak laki-lakinya, Seung Ho oppa dan Seung Hoon oppa, karena mereka berdua begitu berbakat dan pintar.

“Eomma… eomma di kamar? Shin-“ baru saja gadis kecil yang ternyata bernama Shin Young membuka sedikit pintu kamar orang tuanya

“BAIKLAH, KALAU ITU MAUMU, KITA CERAI!” suara ayahnya menggelegar, gadis kecil itu langsung mematung, seolah tak percaya dengan pendengarannya. Tapi dia lebih tak percaya lagi dengan kata-kata eommanya

“Bagus! Kalau begitu Seung Ho dan Seung Hoon ikut bersamaku! Kau boleh membawa Shin Young!” kata seorang yeoja lantang, membuat Shin Young jatuh terduduk. Sekarang dia benar-benar ingin menangis, bagaimana mungkin eomma yang dia pikir selalu menyayanginya tidak menginginkannya?

“Mwo?” suara berat seorang namja yang tak lain adalah appanya Shin Young, appa yang jarang dia dengar suaranya karena hampir tidak pernah appa nya itu bertemu dengannya saking sibuknya.

“Tunggu apa lagi? Kau appanya Shin Young kan? Kalian pergi! Seung Ho dan Seung Hoon ikut bersamaku! Rumah ini milikku! Perusahaan juga!“

“Apa maksudmu? Kau mau mengabaikan Shin Young heoh?”

“Aku… aku … apa kau tak sadar betapa beratnya aku membesarkan anak merepotkan itu?” Decak wanita itu sambil membelakangi suaminya “Dari bayi dia selalu sakit-sakitan, cerewet tapi otaknya bodoh, fisiknya lemah, yang dia tau cuman main dan bercanda dengan teman-temannya, dia sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Seung Ho ataupun Seung Hoon, kau tahu nilai rapot Seung Ho dan Seung Hoon? Mereka berdua mendapatkan nilai perfect 100 di semua pelajaran. Dan Shin Young?, aku yakin tidak ada nilainya yang di atas  70”

“KAU INI…”

“ Hikss….” Kali ini Shin Young jatuh terduduk, tubuh mungilnya tak sengaja mendorong pintu kamar itu, membuat kedua orang yang sedang bertengkar itu berhenti

“Shin…?”

“KAU.. Benar-benar ibu yang kejam!” namja dewasa itu pun lalu mendekati Shin Young dan langsung menggendong putri kecilnya itu “Kau tahu, aku sebagai appanya percaya kalau suatu saat Shin Young akan jadi gadis yang selalu bisa jadi no 1! Dan ketika saat itu tiba, kau akan menyesal telah mengabaikannya!”

Ya, jadi no 1, sejak saat itu, Shin Young selalu ingin menjadi no 1. Tidak ada lagi Shin Young yang dulu, yang hanya bisa tertawa menyadari kebodohannya, tidak ada lagi Shin Young yang sering dibully oleh teman-temannya. Walaupun berat, gadis itu sudah bertekad untuk tumbuh menjadi Shin yang kuat dan selalu menjadi no 1, dengan begitu dia bisa memenuhi janjinya pada ayahnya dan dirinya sendiri, yaitu membuat ibunya menyesal karena sudah mengabaikannya.

~~~ Shin Young’s PoV~~~~

Shin Young’s (17 years old*korean age*)

@Anyang High School of Art

Students Council Room

“Mimpi itu lagi ya?” seseorang  mengusap air mata di wajahku, akhh… lagi-lagi saking lelahnya aku tertidur di pundaknya.

“Zelo…” Aku mengerjapkan mataku, bangun dan berdiri lalu menatap namja di sampingku  yang masih duduk “Kau tidak di kelas? Ahh… aku sudah ketiduran berapa lama?”

“Mimpi itu lagi?” Tanya namja pirang di depanku, lagi, dasar namja keras kepala, dia tidak mengindahkan pertanyaanku.

“Yaa!…. Baiklah Choi Jun Hong! Aku mimpi itu lagi, sekarang katakan padaku kenapa kau tidak di kelas?” Jawabku agak kesal, tapi Zelo hanya tersenyum kecil dan si giant baby ini malah ikut berdiri, membuatku harus menengadah untuk menatap wajahnya yang tirus.

“Tidak ada Shin Youngie~ jadi tidak seru ….” Jawab Zelo sambil menggembungkan pipinya, dasar, dia mulai sok imut lagi! Oya, cuma Zelo temanku yang biasa memanggil namaku dengan nama asliku selain keluargaku tentunya.

“Jadi maksud mu menemani aku tidur di ruang students council ini lebih seru dibanding ke kelas?”

“Memang… apa kau tahu ekspresi mu ketika tidur itu sangat lucu?” Zelo  tiba-tiba tertawa menyebalkan membuatku makin kesal, apa yang lucu coba? Tapi aku sedang tidak mood untuk menanggapi si wakil School Rep aneh ini, masih banyak yang harus aku lakukan. Maka aku pun memakai jas sekolah ku, dan bersiap pulang sekolah. Walau sebenarnya aku tidak akan pulang.

“Temani aku latihan dance di TS Ent yu? Temani saja, kaki mu kan sedang cedera, kau tak perlu menari” Zelo mengikuti langkahku ke luar ruangan, menyusuri koridor-koridor sekolah yang sudah agak sepi.  Wajar sudah sekitar 15 menit sejak bel pulang sekolah berbunyi. Beberapa siswa yang masih ada memberi  jalan pada kami, menatap kami penuh kagum dan beberapa  orang aku yakin memandang kami dengan iri.

Oya, aku adalah Yang Shin Young lebih sering dipanggil Sandy tapi orang terdekatku memanggilku dengan nama asli. Aku adalah siswa tahun kedua di Anyang High School of Arts sekaligus trainee di JTUNE ent. Aku sudah di trainee selama hampir lima tahun disana, mengikuti jejak oppa ku, Seung Ho MBLAQ. Sebenarnya aku sudah ditawari debut beberapa bulan lalu, tapi aku menolak, karena kalau aku ikut debut bersama Two-X sunbaenim itu artinya aku harus jadi maknae mereka. Dan aku benci jadi maknae, aku harus jadi leader seperti oppaku.

Dan namja di sebelahku ini, sudah lebih dulu debut dariku. Nama aslinya Choi Jun Hong, stage namenya Zelo. Dia benar-benar giant baby, tingginya 184 cm padahal masih seumur denganku! Dan dia saat ini adalah magnae grup rookie B.A.P yang sedang naik daun.

“Tidakk,, sibuk!” jawabku tegas membuat Zelo mengerucutkan bibirnya, tapi sepertinya dia tidak menyerah. Sekarang si namja yang pantang menyerah  ini merangkulku dan mulai berbisik

“Biar aku tebak, rencana mu sore ini ke Jtune latihan dance sampai malam, les piano sampai sore disambung les vokal, dan juga kerja part time di café dari sore ini sampai malam, wahhh… kau benar-benar hebat Yang Shin Young! Bagaimana kau bisa melakukan semuanya sekaligus? Kau bisa membelah diri seperti amuba ya?

“Zelo, awas….!” Bisikku dengan agak mengancam, tapi Zelo malah tertawa. Mau tak mau aku tersenyum tipis, aku memang tidak bisa marah dengan temanku satu ini. Anni, mungkin dia teman ku satu-satunya saat ini. Pertemanan kami diawali dari sesuatu yang tidak biasa, aku tidak sengaja mengetahui rahasianya dan dia juga mengetahui rahasiaku. Bisa dikatakan kami teman yang saling berbagi rahasia.

“Nahh… begitu dong, senyum”

“Pabo!” Kataku masih tersenyum menatap eskpresi Zelo yang kekanakkan, tapi senyum tipisku menghilang ketika dia tiba-tiba saja muncul, si orang aneh.

“Candy? Kita bertemu lagi”  seorang namja jangkung dengan kulit putih bagai pualam dan rambut coklat kehitaman tiba-tiba menghadang jalanku, aku mengerenyitkan dahiku menatap namja ulzzang di depanku.

“Kau..” mata ku menyipit menatap namja di depanku, kenapa dari banyak sekolah dia harus satu sekolah denganku??

“Ohh… mian, aku belum memperkenalkan diri ku kemarin, nama ku Oh Se Hun, pindahan dari Busan sekaligus lawan mu di pemilihan School rep bulan depan” potong Se Hun yang sekarang sudah mengulurkan tangannya “Bagaimana kaki mu? Sudah baikkan?”

“Aku…” kata-kataku seketika dipotong Zelo

“Dia bukan Candy, tapi Sandy” Zelo terlihat tidak senang , tapi anehnya dia membalas uluran tangan Se Hun yang sebenarnya diarahkan padaku “ Jadi kau Se Hun maknae EXO-K yang terkenal itu? Kenalkan aku Zelo wakil rep disini, aku tidak tahu bagaimana kau tahu kaki Sandy sakit tapi dia memang sudah baikkan. Nah sekarang kami sudah mengenalmu, sekarang ijinkan kami lewat karena kami sangaaaattttt sibuk”

“Oh ya Candy!!” Se Hun menghalangiku yang hendak lewat, membuatku berbalik menatap wajahnya yang yahh aku akui dia tampan, tapi tetap saja menyebalkan. Sejak kejadian kemarin aku malas berurusan lagi dengan dia.

“Wae?” tanyaku setengah kesal tapi Se Hun hanya tertawa kecil dan berjalan ke arahku, dan berhenti untuk menepuk pundak ku sambil berbisik.

“Aku dengar kau selalu jadi nomor 1 kan, lihat saja mulai sekarang kau akan jadi Ms. No 2”

“MWOYA!! APA MAKSUD MU?!!!”  Aku seketika berbalik dan mendapati dia sudah menghilang, aneh…. Cepat sekali dia menghilang?

Seperti…. Angin?

 

*Kalau mau tau pertemuan pertama Sehun dan Shin Young, baca ampe abis😄

=========== Author PoV=========

Beberapa jam kemudian

@Cafe

“Akhirnya…. kau memutuskan ke dunia ini juga ya? Tapi oppa tidak pernah menyangka kau jadi trainee di JTUNE ent, sebenarnya apa rencana mu?” tanya seorang namja tampan yang tak lain adalah Sehun. Di depannya duduk seorang yeoja yang kalau dilihat dengan teliti memiliki kemiripan dengan Se Hun, kecuali warna bola matanya. Rambutnya yang cokelat panjang sepinggang sengaja diuraikan. Terlihat sangat kontras dengan kulit putihnya.

“Bukan urusan mu” jawab yeoja di depannya, nada suaranya terdengar tidak sabar “Se Hun cepat kata kan apa maumu menemuiku?”

“Kau tanya mau ku? Aku ingin kau memanggilku ‘oppa’ seperti biasanya para yeoja disini memanggil kakak laki-laki bahkan idolanya” jawab Se Hun tak mampu menyembunyikan senyumnya.

“Cih… dasar sudah kuduga kau cuma ingin menggodaku, sudah becandanya, Aku harus buru-buru pergi!”

“Ahahahhahahhahaha…. Kau lucu sekali, bukannya dengan ‘kekuatan’ mu kau bisa kemanapun dengan cepat? Tinggal ….”

“STOP!” sentak Se Ra membuat beberapa pelanggan lain melihat mereka, setelah yakin orang-orang tidak memperhatikan mereka lagi, yeoja itu berbisik “Dasar kau Oh Se Hun! Kau Cuma ingin aku dihukum kan oleh raja? Lagian  kau pikir aku disini karena keinginanku? Dan lagi mentang- mentang kau begitu terkenal disini….”

“Kalau aku tidak begini, aku bisa dalam masalah loh!” Se Hun menunjuk dirinya yang menggunakan penyamaran lengkap yang menurut Se Ra sudah kelewatan. Masa dia selain menggunakan jaket dengan kerah berdiri, plus masker, namja ini masih pakai helm? Sudah seperti mau ngebajak restoran saja.

“Terserah kau saja! Aku pergi” Se Ra bangun dan tanpa melirik oppa kandungnya itu, ia pun berlalu ke luar café, sedangkan Se Hun masih menatap punggung Se Ra sampai gadis itu hilang dari balik pintu keluar café. Dan ketika Se hun akan memutuskan untuk pergi, matanya menangkap sosok yang sangat dikenalnya sedang menanyakan pesanan dengan ramah dan penuh senyum pada seorang pelanggan. Dia hampir tidak mempercayai matanya, gadis itu gadis jutek yang sama dengan yang ditemuinya di sekolah dan kemarin malam kan?

“Candy? Tapi.. sepertinya aneh..” tanpa sadar apa yang dilakukannya, mata Se Hun terpaku pada Shin Young sampai yeoja itu menghilang di balik pintu dapur cafe. Ntah mengapa namja itu lebih senang memanggil Sandy/Shin young dengan sebutan Candy.

“Lama sekali” pikir Se Hun, ia pun melihat ke sekeliling, berpikir mungkin Candy akan keluar melalui pintu lain. Tapi alih-alih menemukan gadis yang dicarinya, matanya bertemu dengan mata seorang anak kecil, namja yang sepertinya baru berumur 5 tahun. Anak kecil itu terus melihatnya tajam sambil memakan es krimnya.  Se Hun tidak ambil pusing, mungkin saja anak kecil itu merasa aneh dengan penyamarannya. Maka namja itu pun kembali menatap pintu dimana Shin Young tadi menghilang.

Tapi setelah ditunggu beberapa lama, Shin Young tidak muncul lagi. Membuat namja itu pun menarik nafas, dan dengan perasaan sedikit kecewa pun pergi.

================Author PoV end============

===============Zelo PoV ==================

Oh Se Hun… ada yang tidak beres dengan namja ini

“Huff…” aku menyendokkan es Krim ku sambil masih menatap tajam namja yang  sekarang sendirian, masih menggunakan helmnya, sementara sekelompok anak SMA yang duduk tak jauh dari ku masih ribut ketika melihatku. Apa mereka belum pernah melihat anak kecil yang lucu yah? -_- .. menyedihkan.

“Kyaaa!!! Cute sekalii!! Kira-kira siapa ya namanya??”

“Adikk!! Kau datang dengan dengan siapa? Mau noona beli kan es Krim lagi?”

“Sirrheo!” kataku sambil mehrong, tapi bukannya tersinggung, mereka malah makin ribut -____-”

Oya, aku, seperti Shin Young juga memiliki kekuatan. Aku bisa berubah menjadi anak kecil begitu aku berada dalam ruangan yang gelap dan aku bisa kembali lagi ke wujud asliku yang berumur 17 tahun dengan suatu cara, tapi tidak akan kuberitahu sekarang, kalian harus menebaknya sendiri dulu. :p

Leo (Anggap Leo itu Zelo yang bertubuh kecil)

“Aneh sekali….kenapa sih bukannya pergi saja!” bisikku kesal sambil memakan strawberry, Shin Young sudah masuk ke dalam dapur restoran tapi si namja ini masih diam disana. Untung saja aku memutuskan untuk makan es krim dulu di tempat Shin Young part time, kebetulan aku sangat suka yoghurt ice cream with fruits dan anak-anak selalu dikasih bonus strawberry lebih banyak.

“Mwo?” aku agak terkejut karena tiba-tiba Se Hun berbalik dan menatapku, apa dia sadar aku memperhatikanya? Aku tidak peduli. Sambil terus memakan es Krim ku aku balas menatapnya tajam. Hahhaha dia pasti merasa aneh karena dipelototin anak kecil, sepintar-pintarnya orang ini dia tidak akan mengira kalau aku adalah Zelo yang ditemuinya tadi di sekolah. Tapi tak berapa lama dia kembali menatap ke arah pintu dapur, dan setelah beberapa saat dia pun pergi.

Satu hal yang aku yakin, entah apa alasannya, Se Hun tertarik pada Shin Youngie. Mungkin aku harus mulai berhati-hati dengan namja satu ini, jangan sampai dia mengetahui rahasia Shin dan menyakiti Shin pada akhirnya.

================Zelo PoV end=======

================Shin Young PoV===========

@JTUNE ent

Kalau ada diantara kalian yang melihat aku saat ini ada di tempat les piano, sedang kerja part time di café ataupun sedang di JTUNE ent, kalian tidak sedang melihat kembaranku –karena aku tidak punya saudara kembar- , mereka semua adalah aku.Yup, aku memiliki kekuatan ‘doppleganger’ yaitu bisa menggandakan diri maksimal menjadi 3 orang (2 wujud palsuku dan 1 wujud asliku) dalam waktu maksimal 3 jam perhari. Dan setelah tiga jam ‘wujud palsuku’ akan menghilang dan kembali menjadi satu orang yaitu ‘wujud asliku’ yang sekarang sedang di Jtune ent. Dan yang tahu hal ini hanya seorang : Zelo. Ini lah rahasia ku bisa ahli berbagai alat musik dan lainnya, walau tubuh palsuku yang berlatih piano, tapi itu sama dengan aku yang berlatih piano. Praktis bukan? Tapi tentu saja, aku akan lebih capai 3 kali lipat saat wujud palsuku menghilang.

“JJAMKAM!” seseorang membuat pintu elevator yang hendak tertutup, kembali terbuka. Dan kemudian seorang yeoja berambut panjang coklat dan lurus dengan gaya idol, jaket kulit, dress berwarna pastel dan sepatu boots berhak tinggi masuk. Kenapa rasanya dia mirip dengan seseorang ya? Tapi siapa?

“Hmmmm”

“Mwo?” Tanya yeoja itu begitu menyadari aku memperhatikannya, aku menggeleng dan setelah dia sibuk dengan hp nya, aku kembali menatap sepatunya dengan agak kesal. Kaki ku masih sedikit sakit dan belum diperbolehkan menggunakan high heels lagi. Bukan berarti aku suka pakai high heels, tapi ini karena aku merasa pendek, aku yakin si yeoja sepatu boots ini lebih tinggi dariku walau tanpa sepatunya. Dia menatap tombol lift sekilas namun tidak memencetnya, jangan bilang dia juga mau ke lantai 8 ke ruang training? Apa dia trainee baru? Mungkin aku harus sedikit menganggunya.

Triiingggg

 

“AWWW!!! YAA!!”  si gadis sepatu boots ini terdengar kesal ketika aku menabrak bahunya dari belakang tepat saat pintu lift terbuka, membuatnya hampir saja kehilangan keseimbangan dan terjatuh. “KAU SENGAJA YA!!”

“Terus kalau aku sengaja, kenapa?” jawabku sambil berbalik dan tersenyum penuh arti “Sepertinya kau bukan penari yang baik karena keseimbangan mu sangat buruk”

“MWO?”

“Sekarang bukan cuma keseimbangan mu yang buruk, tapi juga pendengaran mu ya?” kata ku lagi, masih ingin melihat sejauh mana mentalnya. Kebanyakkan trainee baru disini terutama yeoja tidak berani pada trainee senior apalagi kalau mereka tahu kalau aku adalah Yang Shin Young aka Sandy yang sudah training di JTUNE ent ini selama hampir 5 tahun.

“APA MASALAH MU HEOH?” tanpa aku duga si yeoja sepatu boots ini menaikkan nada suaranya

“Masalah ku…”

CTARRR

 

“Eh…. Petir?” aku langsung berlari kecil ke arah jendela terdekat, dan anehnya ntah sejak kapan hujan telah turun deras di luar. Padahal aku yakin sekali tadi di luar cuaca sangat cerah. Ehh…. Oh ya tadi kan aku dan si yeoja sepatu boots, aku berbalik tapi tidak bisa menemukan yeoja itu.

Tapi yang jelas, tidak mungkin kan gara-gara  aku dan yeoja itu bertengkar cuaca jadi mendadak hujan?

===============Still Shin Young PoV==============

@Ruang Latihan vokal JTUNE ent

“Sandy …. ?” seseorang membuka pintu ruang latihan vokal, membuatku yang sedang menyanyi langsung berhenti.  Aku mengerjap tak percaya menatap namja di depanku, aku pikir MBLAQ baru pulang dari fan meeting mereka besok lusa. Kondisi ku sekarang benar-benar kusut dan dark circle dimataku terlihat parah, tapi yang lebih parah sekarang Cheondoong oppa melihatnya!!!  Dan masalah terbesarnya dia adalah idolaku!

“Aaahhh~~ oppa, annyeong”

“Kau kelihatan kurang sehat” Cheondoong oppa kali ini mendekatiku dan mencek dahiku dengan punggung tangannya “untunglah tidak panas”

DEG….

 

Kilatan-kilatan masa lalu seolah terbentang di depan mataku, disana… di sudut ruangan dengan penerangan remang-remang seorang namja bertubuh kurus yang tak lain Cheondoong versi kanak-kanak merentangkan tangannya seolah mencoba melindungi gadis di belakangnya. Tangan kanannya memegang pisau… dan anehnya dia tersenyum, tapi senyum itu berubah menjadi seringai

“AKU TIDAK TAKUT!!! AKU AKAN MEMBUNUH APPA, KALAU APPA MENYAKITI NOONA!!”

 

“Sandy? …. Gwenchana??”

“LEPAS! Haahh… hahhh…..” aku mencoba mengatur nafasku, sementara keringat dingin mengaliri tengkukku dan rasa dingin kembali membuat bulu kudukku meregang begitu mengingat ekspresi Cheondoong versi kecil tadi.

“Sandy? Ada apa?”

“Eh..” Aku menggelengkan kepalaku, baru menyadari di depanku, Cheondoong oppa menatapku penuh khawatir. Dia pasti kaget aku tiba-tiba mendorongnya.

Aneh…. Aku pikir kekuatanku yang ini sudah lama hilang … selama ini aku sudah baik-baik saja bersentuhan dengan orang lain tapi. Ya, terkadang aku bisa melihat masa lalu orang yang menyentuhku, tapi itu sama- sekali tidak menyenangkan karena aku hanya bisa melihat masa lalu yang buruk. Jadi… apa benar tadi masa lalu Cheondoong oppa?

“Sandy?”

“Ahh.. mianhae oppa, aku hanya sedikit lelah”

“Jinjjayo?” Cheondoong oppa menatapku, mencoba mencari kebenaran. Ntah mengapa aku masih takut menatap wajahnya, aku masih teringat seringaiannya tadi. Dan …dan dia bilang akan membunuh appa nya?

“Nee…. Ng… oppa, ada apa oppa kemari?”

“Oh ya, tadi Rain hyung— “

“Oh rupanya kau disini Sandy!”  Seorang namja yang tak kalah tampan dan lagi dewasa  masuk, dia tak lain adalah Rain oppa, pemusik kelas dunia, produser sekaligus mentor di JTUNE ent, di belakangnya seorang yeoja mengikutinya- Eh, bukankah dia si yeoja sepatu boots???

“Sandy, aku keluar duluan ya! Sudah dipanggil Seung Ho hyung nih, lagian sudah ada Rain hyung” kata Cheondoong oppa, aku hanya menganguk, masih tak sanggup menatap wajahnya . Lalu ia pun berbincang sebentar dengan Rain oppa sebelum pergi.

“Kau!” si yeoja sepatu boots itu mendelik, terkejut menatapku sedangkan aku hanya terkekeh. Ternyata benar dia trainee baru disini, dia pasti menyesal karena tidak sopan padaku tadi.

“Kalian sudah saling kenal?” Rain oppa terlihat agak terkejut

“Yeoja ini yang sengaja menabrakku di tangga!” seru yeoja si sepatu boots, sial, kenapa dia harus laporan gitu? “Kau tahu? hak sepatuku sampai patah!”

“HAAAHHH?? Aku cuman menyenggolmu sedikit! Kau saja, keseimbangan mu buruk, baru disenggol sedikit saja sudah hampir jatuh begitu” aku mencoba membela diriku, walau aku yakin percuma, Rain oppa sudah begitu mengenal kejailanku pada trainee baru

“Sandy, kau berulah lagi?” tanya Rain oppa, aku hanya diam dan tak menjawab pertanyannya, membuat Rain oppa geleng-geleng kepala “Aku tidak mau tahu, pokoknya kalian harus bisa kompak dan akur, oya…. Shin Young, kenalkan ini Oh Se Ra, trainee baru disini. Aku menemukannya saat audisi kemarin. Dia pernah jadi trainee di tempat lain, jadi dia tidak perlu mulai dari awal lagi”

“Ohh… “ jawabku tak tertarik, tapi kata-kata Rain oppa selanjutnya membuatku sangat terkejut

“Aku memutuskan, Sandy dan Se Ra akan debut menjadi grup duo! Bagaimana? Untuk waktunya tergantung kalian, kalau kalian mampu membuktikan kalian layak, aku akan membuat kalian debut awal tahun ini!”

“Haaahhhhh????????!!!!!!”

“Ehhhhh…???!!!!!!!!!”

Aku menatap Se Ra dan Rain oppa bergantian, Se Ra juga terlihat tidak percaya tapi Rain oppa malah tersenyum puas. Apa-apaan ini??? kenapa tiba-tiba seperti ini? biasanya Rain oppa sangat perhitungan dan selalu mendiskusikan setiap keputusannya apalagi tentang pembentukan grup, aneh!

“YAK! Sudah saat nya kalian latihan! Kebetulan juga Han seonsaeng akan sedikit telat, tapi tidak masalah, kalian latihan dulu sendiri, Sandy bantú Sera ya! Aku percaya padamu..” Rain oppa pun menepuk pundakku lalu berbisik “Bukan kah kamu mau jadi leader?  Ini saatnya kamu buktikan padaku dan pada dunia”

“Tapi…” aku hendak menyahut, tapi senyuman Rain oppa membuatku tak bisa berkata-kata. Aku melihat lagi kea rah Se Ra yang kelihatan sangat tidak puas, ntah mengapa aku merasa anak ini akan sangat sulit untuk diajak kerja sama.

Dan ternyata 100% feeling ku benar!

 

==================Shin Young PoV END==============

Flashback, Sehari sebelumnya

 

=================Se Hun PoV===============

@Hongdae

23.00 KST

“Ahh…. Tteokbokki time!!” Kata ku riang begitu berhasil tiba di jalanan Hongdae yang sudah mulai agak sepi. Sambil meminum bubble tea yang ku bikin dan kubawa sendiri dari dorm aku menuju tempat jajanan yang biasa aku kunjungi. Yup, aku Oh Se Hun, kali ini juga berhasil menyelinap dari dorm. Aku memang kadang menyelinap ke luar  malam-malam untuk sekadar mencari angin atau makan snack seperti sekarang. Biasanya aku mengajak Chanyeol hyung dan Baek Hyun hyung atau member yang lain, tapi mereka semua kelelahan dan langsung tidur begitu sampai dorm.

“Ahjusshi… aku minta tteokbokki 1 porsi..” kata ku sambil duduk di kursi tinggi, di kedai jajanan itu. Aku membuka kaca mataku, tak masalah, karena ahjusshi ini sudah mengenalku dan tidak ada pengunjung lain kecuali seorang yeoja yang tertidur dengan kepala di meja. Rambut hitam bergelombangnya digeraikan hingga menutupi wajahnya yang menyender di meja. Tteokbokki di sampingnya sama sekali tidak disentuh.

“Aigoo… tteokbokki nya sudah habis, harusnya kau bilang dulu kalau mau kesini jadi bisa ku pisahkan untukmu”

“Yaaahh….” Aku menarik nafas, sedikit kesal, tapi akhirnya aku mengambil setusuk hot bar “gwenchana ahjusshi…”

“Nyamm… nyamm….” Aku pun memakan hot bar ku, tapi entah mengapa rasanya kurang asyik, aku melirik ahjusshi yang sibuk membereskan peralatan masaknya. Biasanya aku makan sambil mengobrol dengan ajusshi atau ahjusshi lain yang mampir kesini. Tapi memang aku kesini terlalu malam, jadi kemungkinan sudah tidak ada pembeli lain dan Han ahjusshi, penjual jajanan juga sedang sibuk beres-beres. Ahh… seandainya aku bisa makan tteokbokki, eh… bukannya disampingku ada tteokbokki?

“Heii…. Kau….” Aku menggoyangkan bahu gadis di sebelahku, berharap bisa membeli tteokbokki yang dia punya, lagian tidak dimakan kan? Tapi yeoja ini hanya bergerak sedikit lalu diam lagi, setelah kuperhatikan ternyata dia menggunakan seragam yeoja Anyang Senior High School of Art, sekolah baru ku.  Tapi anehnya dia pakai high heels, bukannya siswi tidak boleh pakai high heels ya?

“Hiks…..”

“Heii…. Kau menangis?” kembali aku menggoyangkan bahunya, dan sepertinya kali ini berhasil. Dia terbangun. Matanya yang sembab melihat ku, mulutnya membulat. Dia pasti terkejut melihatku, member EXO di depannya dalam keadaan baru bangun,  atau jangan-jangan dia fansku? “Aku..”

“Siapapun kau, jangan bilang siapa-siapa kalau kau melihatku menangis!”

“Heoh??” kata-katanya membuatku bingung, memangnya dia siapa? Lagipula harusnya itu kata-kata aku, dengan sedikit revisi ‘Jangan bilang siapa-siapa kalau kau bertemu Se Hun EXO di jalanan Hong Dae tengah malam’ karena kalau berita ini sampai ke telinga manager hyung, aku bisa dihukum.

“Kau ingin tteokbokki ini kan?” Yeoja itu sepertinya menyadari  arah pandangan ku yang terkadang melihat tteokbokki “Ambil saja, dan sebagai gantinya….”

“Jangan bilang siapa-siapa kalau melihat mu menangis kan?” aku langsung mengambil piring tteokpokki nya, gadis itu mendengus kemudian tertawa kecil.  Aigoo.. sepertinya gadis ini sama sekali tidak sadar kalau aku adalah idol, mungkin lebih baik seperti ini.  Tak sengaja aku melihat name tag yang melekat di seragamnya “Kau…. Candy?  Rasa apa? Jadi kau bisa dimakan?”

“Eeehhh…. Ya ampun, name tag ini masih terpasang ya! Aku bukan Candy! Ini salah tulis” Gadis itu melepas name tag yang melekat di seragamnya dan memasukkannya ke tas selempangnya, kemudian melihatku yang sedang makan dengan ekspresi seolah melihat kucing kampung yang kelaparan sedang menyantap ikan asin -____-

“Ahjusshi.. aku duluan!” kata si gadis aneh itu, tapi dia sama sekali tidak menyapaku lagi dan malah pergi begitu saja.

“Nee… hati-hati “

“Gadis aneh…”

“Maksud mu Sandy-sshi ya?” Han ajusshi yang sepertinya sudah selesai beres-beres, entah sejak kapan sudah berdiri di depanku, matanya mengikuti mataku yang masih menatap si gadis aneh itu. Sepertinya kaki gadis itu sakit, dia terlihat agak pincang ketika berjalan.

“Ahjusshi kenal dia?”

“Tentu saja! Keluarga Yang sangat terkenal di daerah sini, kau tahu, oppa nya sangat terkenal? dia juga member Boyband sama seperti mu. Tapi dia sudah lama debut, kau tahu MBLAQ kan? Nah… oppa nya itu Yang Seung Ho leader MBLAQ, dulu Seung Ho sering kemari loh” Han ajusshi terlihat bangga dengan dirinya “Selain dia dan kau, masih banyak orang…”

“Ahjusshi… ceritakan lagi tentang Candy…” potongku begitu menyadari arah pembicaraan Han ajusshi yang mulai melenceng

“Cndy? maksudmu Sandy? Aku tidak terlalu tahu banyak tentang gadis itu, tapi Seung Ho selalu bercerita kalau adiknya itu sangat multitalented dan…”

“KYAA!!”

=================Se Hun PoV end===============

=================Shin Young PoV===============

“Ahjusshi aku duluan!”  kataku pada Han ajusshi, aku harus buru-buru pergi. Sudah terlalu lama dibanding biasanya aku bersama dengan ‘orang lain’, bisa bahaya kalau sampai terlalu akrab dengannya.

“Nee… hati-hati”

Aku pun menjejakkan kaki ku ke jalan, rasa sakit kembali menjalari kaki kiriku yang tadi cedera ketika latihan. Tapi aku memutuskan untuk menahannya, aku terus membisikkan pada diriku sendiri kalau kaki ku tidak sakit. Dorm ku hanya lima menit dari sini, dan aku tak mau merepotkan siapapun hanya karena kaki ku cedera.

Ahhh…seandainya aku menurut pada Eun Young eonni untuk menunggunya di kantor  Jtune sampai jadwal TWO-X selesai, aku bisa menumpang mobilnya karena dorm kami berdekatan…

“KYAA!!” aku kehilangan keseimbangan ketika salah satu high heelsku tersandung pembatas jalan, membuat badanku dengan sukses jatuh ke samping kanan. Bagus! Sekarang bukan hanya kaki kiri ku yang sakit, sepertinya kaki kanan ku juga.

“Gwenchana?” seorang namja mengulurkan tangan ke arahku, aku mendongak menatap tangannya ragu. Apa aku harus menerima uluran tangannya? Tapi aku adalah Yang Shin Young, selama ini aku selalu berusaha untuk tidak bergantung apalagi dengan orang yang baru saja ku kenal.

“Tidak usah ragu begitu!” Tanpa menunggu reaksi ku dia memegang kedua tanganku, membantu ku bangun. Dengan agak menahan sakit aku pun berhasil berdiri, tapi tanpa sepatu ku, karena sepatuku lepas.

“Sudah sewajarnya kalau ada yang menolong mu, kau menerimanya dan cukup mengucapkan terima kasih”

“Biar aku—“ aku tak melajutkan kata-kata ku melihat namja itu memunguti sepatu ku, siapa namja itu? Rasanya aku familiar, dengan tampang seperti itu dengan mudah dia bisa menjadi idol. Atau jangan-jangan dia memang idol?

“Ayo, naik” namja tteokbokki ini sekarang malah berjongkok di depanku, apa maksudnya? Jangan bilang dia mau menggendongku?

“Tunggu apa lagi? Aku bukan orang jahat kok, kata Han ajusshi kau tinggal dekat sini, biar kuantar, kau tidak bisa jalan kan? Anni… sebaiknya kau obati dulu lukamu, di sebrang sana ada klinik 24 jam kan? Kuantar kesana”

“….” Aku menatap si namja tteobokki dengan ragu, kenapa dia baik padaku? Apa aku lebih baik menerima bantuannya? Anni… aku tidak boleh tergantung pada orang lain. Dan lagi digendong olehnya berarti kemungkinan besar aku akan menyentuhnya, dan bagaimana kalau aku sampai melihat apa yang harusnya tidak ku lihat?

 

“Kembalikan sepatu ku, aku tidak memerlukan bantuan mu” kata ku dingin, ya, pasti selanjutnya  dia akan tersinggung lalu menyumpah-nyumpahi sambil meninggalkan aku kan? Tidak apa-apa, aku sudah biasa. Tapi ternyata di luar dugaan, dia malah tertawa.

“Hahahhahaha……”

“MWO?”

“Kau benar-benar lucu, keras kepala sekali, apa perlu aku menggendong mu paksa?”  ledek si namja tteokbokki ini membuatku kesal. Kenapa sih dia bersikeras untuk membuatku berutang budi padanya? Dasar namja aneh. Baru saja aku mau menyuruhnya berhenti tertawa, dia sudah  berhenti duluan. Mata tajamnya melihat ke arah belakang ku, refleks aku mengikuti arah pandangannya…

“Seung hoon oppa?” mata ku membulat melihat oppa ku itu, dia masih menggunakan jas putihnya. Oppa ku yang satu ini memang masih berkuliah di universitas kedokteran dan yang aku tahu saat ini seharusnya dia ada jaga malam di rumah sakit, kenapa dia bisa tahu aku disini?

“Siapa yang berani-berani nya mau menggendong dongsaengku?” Seung hoon oppa menatap tajam si namja tteokpokki yang masih terlihat sama- percaya diri dan tenang “ Aigoo…. Kenapa kaki mu jadi terluka seperti ini Shin? Kita ke rumah sakit dulu ya!”

“Ah…Kau pasti oppa nya ya? Ngg….aku tidak bermaksud apa-apa kok hyung..aku…”

“Siapa yang kau panggil hyung?” Seung Hoon oppa masih menatap si namja tteobokki ini, seolah men-scan seluruh tubuhnya, dasar! Mulai deh oppa ku yang satu ini, dia memang lebih protektif di banding Seung Ho oppa

“Shin, siapa dia?”

“Dia menolong ku oppa” jawabku, lalu berbalik ke arah si namja tteokbokki “khansamnida, aku akan pulang bersama oppa ku saja, kajja oppa”

“Oke” Seung Hoon oppa menatap si namja tteokbokki dengan enggan, lalu menganguk “siapa pun kau, terima kasih sudah menolong adikku”

“Ahh.. cheonmaneyo”

“Kajja Shin” Seung Hoon oppa mengambil sepatu ku dari si namja tteobokki dan menggendongku ala bridal style ke arah mobil sport hitam yang diparkirnya tak jauh dari kedai tteokbokki.  Tanpa sadar apa yang aku lakukan, aku menatap ke belakang mencari sosok si namja tteokbokki, tapi anehnya dia sudah menghilang.

Ntah mengapa aku merasa aku akan bertemu dengan si namja tteokbokki ini lagi, feelingku biasanya benar. Mungkin untuk sementara waktu aku harus berhenti ke tempat tteokbokki agar tidak bertemu dengannya. Ntahlah.. aku takut, aku takut kalau sampai dia masuk ke dalam kehidupanku…. apalagi sampai merubah dunia ku.

===========tbc======================

One thought on “[EXO & B.A.P FF_Super Fantasy Idol(SFI) Ch. 1]- 1st Fantasy

  1. Wuaahh… Ak telat banget yah bc ini ff…
    Chap 1 aja udah bagus ceritanya, jd penasaran bc chap2 selanjutnya.
    Ak sk ff nya krn ad my hunnie… Hehehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s