Bad Oppa or Good Oppa? (Chapter 7)

Image

Title                                         : Bad Oppa or Good Oppa?

Genre                                      : romance, friendship, family

Author                                     : Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Length                                     : Chaptered

Casts                                       : – Kris (EXO-M)

–          Kim Min Ah (OC)

–          Luhan (EXO-M)

–          Kai (EXO-K)

–          SuHo (EXO-K)

–          Lee Eun Hye (OC)

–          Byun Baek Hyun (EXO-K)

–          Jong Hyun (CN Blue)

–          Jung Jin Young (B1A4)

–         And the other EXO members

 

Chapter 7 : The Worst is Over Now…, really?

=== Kim Min Ah’s PoV ====

“Aku benar-benar mencintai Kim Min Ah. Sekarang kalian bisa berhenti berpura-pura menikah, Mom. Rencana-mu  berhasil.”

Aku tersedak mendengar kata-kata Kris. “Mwo? Pura-pura?” aku menatap ayahku dan ibu Kris bergantian.

Ibu Kris tersenyum hangat. “Ternyata aku ketahuan lebih cepat. Hhhh.., tapi baguslah. Rencana kita berjalan sesuai harapan…” ibu Kris menatap ayahku. “Harapan kita bertiga sejak kuliah akhirnya terkabul.  Kuharap di surga sana…Min Gi juga ikut berbahagia..”

Ayahku mengangguk. Mulutnya terus membentuk senyuman bahagia. “Syukurlah.” Hanya itu yang dia katakan.

“Tunggu…, bisakah kalian menjelaskan apa yang terjadi?”

Sepertinya diantara kami, hanya aku yang masih belum mengerti.

“Kami tidak sungguh-sungguh menikah.” Kata Ayahku. “Yi Seul adalah sahabat baikku sejak kecil. Karena Yi Seul-lah aku bisa bertemu dengan ibumu, Min.” ayahku menatap ibu Kris dengan penuh sayang. Kini aku bisa melihatnya. Tatapan sayang itu seperti tatapan sayang seorang kakak kepada adiknya.

Ibu Kris tersenyum, lalu menatapku dan Kris bergantian. “Aku, ayahmu, dan ibumu ingin agar suatu hari nanti kita bisa menjadi keluarga. Tapi..ternyata sangat sulit. Tidak pernah ada kesempatan di masa lalu untuk mempertemukan kalian. Kris.., kau selalu menghindar saat kuberitahu agar bertemu dengan anak sahabatku. Dan Min Ah.., kau juga tidak pernah bertemu Kris, kecuali saat kalian berumur 10 tahun, di Jepang. Karena itulah.., aku berpikir, meskipun ide kami ini sangat ekstrim dan tidak masuk akal, tapi akhirnya kalian bisa bertemu, dan apa yang kami bertiga inginkan kini tercapai.” Mata Ibu Kris berkaca-kaca. Dia tersenyum padaku dengan lembut. “Ibumu juga pasti merasa bahagia sekarang.”

“Aku pernah bertemu dengan Min Ah 5 tahun yang lalu, di Canada.” Kata Kris datar.

Aku langsung menatapnya. Kris menyeringai. “Pabo! Kau pasti tidak ingat.” Kris mengangkat bahu. “Lagipula.., saat itu aku memakai masker, jadi mungkin kau tidak akan mengenaliku.” Kris mengeluarkan sebuah gelang perak ber-bandul kelinci kecil dan menggoyang-goyangkannya di hadapan wajahku. “Tapi gelang ini.., kau pasti mengingatnya, bukan?” Kris tersenyum.

=== End of Min Ah PoV===

*Flashback*

Tokyo, Jepang, 12 tahun yang lalu….

“Aku nggak akan pernah menikah. Aku nggak mau seperti ayah yang meninggalkan istri dan anaknya. Lebih baik kalau aku sudah besar nanti, nggak usah punya anak dan istri. Aku mau sama Mommy aja sampai aku tua.” Ujar seorang anak laki-laki berwajah blasteran, dengan rambut kemerahan, agak ikal se-bahu.

Seorang wanita cantik, dengan wajah sembab karena habis menangis, berjongkok dan mengelus-elus kepala anak itu penuh sayang. “Kris.., dia anak sahabat Mommy. Dia baik dan cantik, mommy ingin kau berteman dengannya.”

“Tidak mau!” anak laki-laki itu menyilangkan kedua lengannya di depan dada sambil cemberut.

“Kita akan tinggal di sini sementara. Kau harus bersikap baik Kris, okay?”

Anak laki-laki itu tidak menjawab.

“Rambutmu sudah panjang sekali, Kris. Besok kita potong ya?”

Anak laki-laki itu masih juga tidak menjawab.

“Min Ah dan ayahnya akan menjemput kita di sini.” Wanita itu memandang berkeliling. “Dingin sekali di sini ya, Kris. Tapi pemandangnnya sangat indah…,”

Anak laki-laki itu ikut-ikutan mengagumi menara Tokyo, seperti ibunya.

“Yi Seul..” seorang Pria tersenyum lebar, berlari mendekati wanita itu sambil menuntun tangan seorang anak perempuan. Pria itu memeluk Yiseul, lalu mengacak-acak rambut Kris. “Waah.., ini pasti Yi Fan. Kau sudah besar sekali, nak.” Pria itu menarik anak-nya mendekati Kris. “Min Ah, ini Wu Yi Fan, dia dan ibunya akan tinggal bersama kita sementara ini.”

Anak perempuan bernama Min Ah itu menatap Kris, lalu menatap ayahnya. “Appa, apakah dia bisa berbicara bahasa Korea?”

“Tentu saja aku bisa!” kata Kris ketus. “Kau pikir aku alien ya?”

“Woaahhh.., daebak!!! Bahasa Korea-mu lancar sekali. Kupikir kau orang asing. Senang bertemu denganmu, Yi Fan ssi.” Min Ah menggenggam tangan Kris dan menggoyang-goyangkan kedua tangannya dengan riang. “Kau cantik sekali seperti Barbie, Yi Fan ssi.”

“Hahahahaha….hahaha…hahahahaha…” ayah Min Ah dan Ibu Kris tertawa terbahak-bahak. Kris alias Yi Fan menatap Min Ah dengan kesal. Min Ah hanya menatap mereka bertiga dengan bingung.

 

 

 

Tokyo, 12 tahun yang lalu, 2 minggu kemudian sejak pertemuan pertama Kris dan Min Ah…

“Lebih baik hidup sendiri saja ya, ahjumma? Jadi tidak usah sedih kalau orang yang dekat sama kita meninggal atau pergi meninggalkan kita.” Ujar Min Ah polos.

Ibu Kris mengelus-ngelus kepala gadis itu penuh sayang. “Hidup sendiri itu tidak enak, Miin. Lebih enak kalau punya keluarga. Min beruntung karena masih ada ayah Min. Aku juga berharap.., di masa depan.., kau dan Yi Fan akan menjadi keluarga.”

“Yi Fan akan jadi eonni-ku?”

Ibu Kris tertawa. “Hahaha.., memangnya Yi Fan cantik sekali ya?”

Min Ah mengangguk. “Hmm.., seperti Barbie.”

“Hahahaha.., sebenarnya Yi Fan itu bukan anak pe-…”

“MOOOM!!!!” Tiba-tiba saja Kris datang dan langsung menutup mulut ibunya dengan kedua tangannya yang kecil.

“Don’t dare to tell her!” ancam Kris.Ibu Kris mengangguk.

“Kau akan jadi eonni-ku, Yi Fan ssi. Huwaaa.., aku akan punya eonni yang sangat cantik…”

“Ne..ne..” Kris mengangguk kaku. Lalu menggaruk-garuk kepalanya. “Ng-ng.., Miin.., maafkan aku.., karena…” Kris menelan ludahnya. “Karena.., boneka kelinci dari tanah liat yang kau buatkan untukku saat aku ulangtahun kemarin..ng-ng.. jatuh dan jadi patah…”

Min Ah membuka mulutnya, lalu menggeleng sambil tersenyum. “Gwenchana. Aku akan membuatkannya lagi untukmu, Yi Fan eonni.”

Kris tersenyum. “Gomawo, Miin.”

 

 

 

Kanada, 5 tahun yang lalu……

“KRIS!” Bentak seorang wanita cantik ber-gaun biru.

“Hhhh.., bisakah Mom berhenti? Minggu lalu Mom ingin agar aku ke Korea untuk bertemu gadis itu,,dan sekarang Mom bilang gadis itu ada di sini? Di Kanada? Cih! Aku pergi. Banyak urusan yang lebih penting daripada perjodohan konyol, Mom.” Kris pergi sambil menenteng gitar di punggungnya.

Sementara itu, seorang gadis berambut panjang, dengan pipi agak chubby dan mata kecil –berjalan keluar dari hotel tempat ia dan ayahnya menginap. Wajahnya yang cantik terlihat kesal dan lelah. Ia tak habis pikir, bagaimana mungkin waktu yang harusnya dipakai untuk berlibur bersama ayahnya (yang biasanya super sibuk) ini, kini harus juga dikorbankan. Pekerjaan…pekerjaan…dan pekerjaan. Hanya itu yang ada di otak ayahnya. Ditambah lagi,,, nanti malam ayahnya akan bertemu dengan sahabatnya sejak kecil. Ayahnya memang meminta ia ikut, tapii.., bukan ini yang ia inginkan. Ia hanya ingin menikmati quality time bersama ayahnya berdua saja. Sangat susah mendapatkan “waktu” ayahnya  yang super sibuk itu!

Gadis berambut panjang itu berjalan tak tentu arah. Lama-lama ia merasa lelah, dan terduduk di bawah pepohonan rindang. Tak jauh dari tempatnya duduk, di pinggir jalan sebrang taman, terlihat sekelompok anak muda yang sedang mempersiapkan sebuah penampilan. Mereka semua memakai masker, hanya satu orang yang sedang menggambar yang tidak memakai masker. Orang itu sesekali menatap ke arah gadis itu. Gadis itu berpikir,mungkin orang itu sedang melukis taman di sekeliling gadis itu.

Orang-orang mulai berkerumun ketika sekelompok remaja itu memulai permainan mereka. Gadis itu ikut berdiri dan mendekat ke arah mereka, menikmati lagu-lagu yang mereka bawakan. Meskipun kebanyakan lagu-nya berbahasa asing : bahasa Jerman, Jepang, Inggris, dan China – tapi gadis itu bisa merasakan “pesan” lagu itu. Seketika membuat mood-nya bangkit lagi.

Ketika permainan mereka berakhir, banyak orang yang memberikan uang pada mereka. Gadis itu meraba-raba saku celana-nya. Sial! dia lupa membawa uang! Kemudian, sebuah ide terlintas di kepalanya. Ia mendekati sekelompok remaja yang memakai masker hitam itu. “Thanks for making me smile again. Today is a bad day, but I can smile again now. Thank you…” gadis itu tersenyum, melepas sebuah gelang perak ber-bandul kelinci kecil kesayangannya, lalu meletakkan gelang itu di atas tas gitar yang terbuka, kemudian berbalik dan berjalan pergi.

 

 

 

Kanada, 4 tahun yang lalu…..

Sabtu, Pukul 11 siang…,

“Bangun Kris!” seorang wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda itu membuka gorden jendela kamar Kris. Membuat kamarnya benderang karena cahaya matahari. Kelima pemuda yang masih tertidur pulas itu mengerang karena silau.

Kris terduduk sambil mengucek-ngucek matanya. Keempat temannya juga ikut bangun. Yi Seul masih menatap anak satu-satunya itu dengan gemas. “Kapan sih kau akan membawa anak gadis ke rumah? Kenapa hanya laki-laki yang selalu datang kemari?!”

Kris menguap lebar. Tidak memedulikan kata-kata ibunya.

“Good morning, tante…” sapa Chanyeol yang baru terbangun. Dia tertidur di samping Kris. Kris tidur di antara Chanyeol dan Kai. Sementara Lay dan Alex tidur di karpet tebal, di bawah.

“Malam minggu ini kau akan pergi ke mana? Kencan bersama Kai? Chanyeol? Lay? Atau Alex?” sindir ibu Kris.

“Mom! I’m not gay!”

“So, why you never date a girl?”

Kris mendengus. “Hanya karena aku belum menemukan gadis yang tepat, bukan berarti aku gay!” Kris turun dari tempat tidurnya, menghampiri ibunya dan memeluk ibunya dari belakang. “Lagipula.., lebih baik kalau aku terus bersama Mom kan?”

Ibu Kris memukul pantat Kris dengan keras.

“Aaawww!!! Mom!” Kris mengerang kesakitan.

“Cepat mandi, lalu siapkan pakaian-mu untuk besok. Besok kita pergi ke Paris.”

Kris mengangkat sebelah alis matanya yang tajam. “Acara apa? Bisakah aku tidak ikut?”

“Sahabatku sejak kecil ulang tahun, dia dan anaknya sedang ada di Paris sejak sebulan yang lalu.”

“Dan kau ingin agar aku bertemu dengan anak sahabatmu itu, Mom? Aku yakin dia cantik sekali kan?” sindir Kris, sambil memutar kedua bola matanya. “Pilihannya hanya ada 2, Mom. Aku tidak ikut. Atau…aku ikut, tapi  di sana aku akan jalan-jalan sendirian. Bagaimana?”

 

 

Korea Selatan, 3 tahun yang lalu….

@Kedai Kopi…

“Min Ah sepertinya sangat mencintai pria itu, Jong hyun…” ujar pria setengah baya. “Jong Hyun sepertinya anak yang baik. Dia kuliah di kampus yang sama seperti Min Ah, jurusan bisnis. Aku sudah beberapa kali bertemu dengannya. Maafkan aku, Yi Seul..”

Wanita yang duduk di depan Pria itu tersenyum sambil menggenggam tangan pria itu di atas meja. “Tidak apa-apa. Yang penting Min Ah bahagia bukan? Hhhhh.., aku juga berharap Kris segera menemukan gadis yang tepat.”

Pria itu mengangguk. “Mungkin kita memang tidak bisa menjadi besan.”

Wanita itu tertawa dan ikut mengangguk. “Mungkin. Tapi kuharap Min Ah dan Kris setidaknya bisa menjadi sahabat baik seperti kita berdua.”

 

 

Korea Selatan, 1 tahun yang lalu…..

@Rumah Keluarga Kim….

“Min Ah sedang pertukaran pelajar di Belanda sampai 6 bulan ke depan.Hhhh.., aku senang ia tidak berlarut-larut dalam kesedihan.” Ujar seorang Pria. Ia menyeduh secangkir peach tea hangat untuk seorang wanita berambut ikal.

Wanita yang duduk di ruang makan itu perlahan menghampiri pria itu dan menepuk pundaknya hangat. “Mungkin Min Ah dan Jong Hyun memang tidak berjodoh.”

Pria itu mengangguk. “Meskipun Min Ah tidak menceritakan apa yang terjadi padaku, tapi.. aku tahu dia sangat sedih. Aku tidak menyangka Jonghyun ternyata tidak se-baik yang kukira dulu, padahal aku sudah menganggap anak itu sebagai anakku sendiri. Kupikir aku bisa mempercayakan Min Ah padanya, tapi…ternyata dia tidak bisa menjaga Min Ah.”

Wanita itu menyeruput teh hangat rasa peach yang sudah jadi. “JunSu, bagaimana kalau kita mewujudkan mimpi kita bertiga semasa kuliah? Untuk menjadi sebuah keluarga? Menjadi besan? Aku yakin, di surga sana…. Min Gi juga setuju.”

Pria itu mengangguk. “Kalau Kris…, aku yakin. Aku yakin Kris bisa menjaga Min Ah. Tapi bukankah sejak dulu kita selalu gagal mempertemukan mereka berdua?”

Wanita itu tersenyum. “Aku ada ide. Tapi.., mungkin bukan ide yang baik. Aku tidak bisa memikirkan cara lain. Kris sangat keras kepala. Kupikir.., ini adalah satu-satunya cara yang bisa kita lakukan agar Kris bisa bertemu dengan Min Ah. Agar mereka bisa sering bertemu.”

“Bagaimana caranya?”

“Mari kita menikah, Jun Su ssi. Kita pura-pura menikah.”

 

*End of Flashback*

 

 

== Kim Min Ah’s PoV ==

Dua hari telah berlalu sejak aku tahu kalau ayahku dan ibu Kris hanya “pura-pura menikah”. Ibu Kris dan Kris tetap tinggal di rumah kami. Dan seolah tidak ada yang terjadi, Kris masih bersikap sama seperti biasanya. Bossy, sok memerintah, dan menyebalkan!

Bukankah saat makan malam bersama itu Kris bilang pada ibunya bahwa dia mencintaiku? Beginikah sikap orang yang berkata mencintaiku? Apa bedanya dengan sebelum-sebelumnya saat ia pertama kali datang ke sini?!

Lalu.., gadis bernama Shin Ae itu.., siapa dia sebenarnya? Gadis bayaran Kris? Atau…jangan-jangan…gadis itu sungguh-sungguh kekasih Kris?! Apakah Kris sama playboy-nya dengan Jonghyun??? Sial!!! Aku tidak akan pernah mempercayai kata-katanya lagi!

Ponsel-ku berbunyi. Ada message dari Kris.

Buatkan aku kopi. Simpan di depan pintu kamarku.

Aku membelalakkan mataku. Apaan sih dia?! Bisa kan dia turun ke dapur dan membuat kopi sendiri?! Atau tinggal meminta nyonya Han untuk membuatkannya kopi! Kenapa harus menyuruhku?!

Seolah bisa tahu apa yang kupikirkan, Kris langsung mengirimi aku pesan lagi.

Jangan meminta Nyonya Han yang membuatkannya. Aku tahu rasanya berbeda. Jadi jangan berani-berani menipuku, Miin.

Aku mendengus. Dasar angry bird menyebalkan!

Aaarrrggghhh!!!! Aku memukul-mukul kepalaku. Kenapa aku bisa menyukai orang menyebalkan seperti diaaaaa?????!!!! Kenapa aku tidak menyukai Luhan saja??? Hhhhh….

Ngomong-ngomong soal Luhan.., aku belum bertemu lagi dengannya sejak makan malam itu. Dia juga tidak pernah meneleponku lagi.

Dengan malas, aku pun turun ke dapur dan membuatkan Kris kopi. Sempat terlintas di otakku untuk mencampur kopi itu dengan garam, tapi tidak jadi. Bisa-bisa Kris membunuhku malam ini. Atau…, yang lebih mengerikan dari itu. Mana orangtua kami sedang tidak ada di rumah. Ayahku pergi ke Paris, sementara Ibu Kris kembali ke Kanada selama beberapa hari ke depan untuk mengurus bisnis-nya. Di rumah jadi hanya ada aku, Kris, dan kedua pengurus rumah : Nyonya Han dan Paman Han.

Aku meletakkan kopi panas itu di depan pintu kamar Kris, lalu cepat-cepat masuk ke dalam kamarku dan mengunci pintunya. Bergidik ngeri. Aku menyentuh wajahku yang terasa panas. “Pabo!! Pabo!!! Kris tidak mungkin berbuat seperti itu! Pabo!” Aku memukul-mukul kepalaku, malu sendiri dengan pikiranku. Cepat-cepat aku naik ke atas tempat tidur dan menutupi wajahku dengan selimut.

Pukul 11 malam.., aku masih tidak bisa tidur.

Cetaaarrr!!!

Aku terlonjak kaget mendengar suara petir di luar sana. Hujan turun dengan sangat deras.

Tiba-tiba semua jadi gelap. Mati lampu.

Aku masih berbaring di atas tempat tidurku.

Tuk…tuk… tuk…

“Aaarrrrgghhhhh!!!!!!” aku menjerit mendengar suara aneh yang berasal dari balkon kamar-ku itu.

Tuk..tuk…tuk..

Sepertinya hanya suara tetesan hujan yang mengenai pegangan besi balkon. Bocor.

Tenang…, tenang Min Ah. Kataku pada diri sendiri.

“Min Ah…” Panggil Kris. Tok..tok..tok.., Kris terus mengetuk pintu kamarku. “Kau baik-baik saja? Kenapa kau menjerit?” tanyanya.

“Aku tidak apa-apa. Hanya sedang mencari lampu emergency.”

“Kau yakin baik-baik saja?”

“Hmmm…”

Hening. Tiba-tiba saja aku merasa takut. Kris sepertinya sudah kembali ke kamarnya.

Aku mencoba memejamkan mataku. Kantuk…, ayolah cepat datang…

Aku terlalu malas dan takut untuk bangkit dari tempat tidur dan menyalakan lampu emergency, sehingga aku hanya menyalakan senter dari ponsel-ku.

Aku menatap sekeliling kamarku. Bayangan-bayangan benda yang jadi terlihat aneh karena cahaya senter membuatku bergidik. Dasar penakut! Aku mengutuk diriku.

Tuk..tuk…tuk…

Suara aneh itu terdengar lagi. Aku mencoba mengabaikannya. Pasti hanya air hujan.

Tuk…tuk…tuk..

Suaranya semakin lama semakin keras.

Bulu kudukku meremang.

Tanpa pikir panjang lagi, aku segara bangkit dan berlari keluar dari kamarku. “Kriiisss!!!!” panggilku. Ceklek. Pintu kamar Kris tidak dikunci. “Kris!!!” panggilku lagi. Tidak ada jawaban. Hanya terdengar suara nafas teratur. Rupanya Kris sudah tertidur pulas.

Aku menghampiri Kris. Sebuah lampu emergency kecil bersinar remang-remang dari meja belajar Kris. Di luar hujan masih turun dengan sangat deras. Suara petir yang keras juga membuat suasana malam ini jadi semakin mencekam.

Aku hendak menghampiri sofa yang terletak di dekat jendela. Mungkin aku bisa tidur di sana. Tapiii.., aku mengurungkan niatku. Bagaimana kalau tiba-tiba ada sesuatu muncul dari jendela???? Aaarrrrgghhhh!!!! Sepertinya aku terlalu banyak nonton film horror!

Aku melirik tempat tidur Kris yang berukuran king size. Kris tertidur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya. Mungkin aku bisa berbagi tempat tidur dengannya. Tidak apa-apa… lagipula Kris sudah tertidur.

Perlahan aku membaringkan tubuhku di samping Kris. Tempat tidur Kris sangat besar. Aku yakin sampai bangun nanti aku akan tetap berada di pinggi seperti ini. Yap. Tidak usah khawatir, Kim Min Ah! Kau akan baik-baik saja. Kataku menenangkan diri.

Lagipula.., aku lebih takut pada hantu dibanding takut pada Kris.

Keesokan paginya….

Aku merasa kepanasan. Padahal tadi malam aku merasa sangat kedinginan. Aku tidak berani berbagi selimut dengan Kris, karena takut akan membangunkannya. Jadi semalaman aku hanya tidur di pinggir tempat tidur. Kedinginan. Tapi.., kenapa sekarang aku merasa kepanasan?

Aku menggeliat. Duk! Tanganku mengenai sesuatu yang lembut tapi keras dan bidang. Perlahan aku membuka mataku. “Aaaarrrggghhhh!!!!” Aku membelalak ngeri melihat tubuh Kris yang sangat dekat denganku. Selimut menutupi kami berdua. Kris hanya memakai celana panjang, tanpa memakai baju. Jadi.., barusan tanganku mengenai dada Kris yang telanjang???

“Aaaaaarrrggghhhhh!!!!!” Aku menjerit lagi sambil melompat turun dari tempat tidur.

“Mmmm…, berisik sekali! Kau mengganggu tidurku, Min! Aku masih ngantuk!” kata Kris, dengan mata terpejam.

“Apa yang kau lakukan semalam, Kris?” bentakku.

“Apa?” Kris perlahan membuka matanya dan menatapku dengan bingung.

“Kenapa aku bisa memakai selimut? Dan kenapa kau tidur di dekatku? Dan kenapa sebelah tanganmu memelukku?”

Kris menyeringai. “Pabo! Kau sendiri yang mendekatiku karena kedinginan kan? Dasar! Kupikir ada hantu yang tidur di kasurku. Ternyata hanya seseorang yang takut hantu.” Sindir Kris.

Aku menatapnya dengan kesal.

Kris mengangkat sebelah alis matanya dan tersenyum separuh. “Kenapa kau masih di sini? Mau tidur lagi di tempat tidurku yang nyaman?” Kris menepuk-nepuk tempat tidurnya.

Aku meraih guling dan melemparkannya tepat ke wajah Kris. Kris hanya terbahak-bahak. Aku pun segera keluar dari dalam kamar Kris sambil menghentak-hentakkan kaki.

@ruang makan….

Aku memakan roti panggangku dengan damai, sampai kemudian Kris datang dan merusak mood-ku.

“Buatkan aku sereal dan cappuccino, Min.” perintah Kris.

Aku hanya menatapnya datar tanpa mengatakan apapun.

“Apa?” kata Kris galak. Lalu wajahnya berubah jahil. Dia tersenyum separuh. “Masih belum cukup ya memandangi wajahku semalaman?”

“Cih!” aku mendengus. “Aku pergi ke kampus duluan!” aku meminum susu cokelat, lalu segera bangkit berdiri.

Kris menahan lenganku. “Aku ikut.”

“Kenapa kau tidak pergi sendiri saja?”

“Motorku ada di rumah Shin Ae nuna.”

Aku memelototi-nya. “LALU KENAPA KAU TIDAK MEMINTANYA MENJEMPUTMU SAJA, PABO?!”

Kris mengorek-ngorek telinganya. “Bisakah kau bicara dengan lebih beradab, Miin? Ini bukan zaman purba.”

Aku menyentakkan lengan Kris. “Aku pergi!” kataku ketus. Huh! Dasar playboy!

********

Kris tidak masuk kuliah.

Si bodoh itu! Kenapa dia tidak meminta Shin Ae tercinta-nya menjemputnya saja sih?! Atau.., dia kan bisa naik bus atau naik taksi! Atau.,,, meminjam mobil ayahku!

Aku pulang ke rumah pukul 1 siang. Hari ini hanya ada 2 mata kuliah. Eun Hye terus-terusan meneleponku. Mencecarku agar segera menceritakan semuanya padanya. Dia tahu dari Luhan.

Luhan…, hhhh…, aku harus bertemu dengannya dan meminta maaf padanya karena membuatnya terlibat dalam semua kekacauan ini.

Ada sebuah mobil subaru terparkir di depan rumah. Motor Kris juga sudah ada di dalam garasi.

“Aku pulang…” kataku.

“Oh.., kau sudah pulang.” Seorang gadis mungil tersenyum padaku. Tangannya menenteng piring berisi pasta. Gadis itu memakai celemek. Wajahnya yang penuh keringat tetap terlihat cantik sekali. “Aku memasak banyak makanan. Ayo.., kami semua menunggumu.” Gadis itu berjalan ke arah dapur. Bersikap seolah ini adalah rumahnya sendiri.

“Ada tugas tidak?” tanya Kris datar. Ia turun dari lantai 2.

Aku hanya menatap Kris dingin. Tanpa memedulikan pertanyaannya, aku pun segera naik menuju ke kamarku.

Di tangga, kami berpapasan. Kris menahan lenganku. “Kau baik-baik saja, Min? kenapa wajahmu pucat? Kau sakit?”

Aku menepis tangan Kris. “Bantu saja pacarmu memasak!”

“Apa?”

“Shin Ae sedang memasak di dapur! Kau turun saja sana! Tidak usah pedulikan aku!” bentakku.

Kris tersenyum lebar. Ingin sekali rasanya aku menimpuk Kris dengan batu! Kenapa dia malah senyum-senyum sih! Dasar bodoh! Otak-nya sudah rusak ya?!

“Yoo Geun… Yoora.., tunggu Pamaaannn.., jangan lari-lariiiii…” tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria. Rasanya suara ini terdengar seperti….

“Kai????” aku terkejut melihat Kai yang berlari-lari di rumahku. Mengejar kedua balita kembar.

“Kenaaaa!!!!” Kai memeluk si kembar Yoogeun dan Yoora. Kedua balita itu tertawa senang sambil bertepuk tangan.

“Min Ah ssi. Annyeong! Maaf membuat rumahmu kacau. Hehehe. Keponakanku sedang nakal-nakalnya. Ayah mereka sedang bertugas ke luar negeri selama 2 minggu, jadi aku harus mengurus mereka. Hehehe. Kasihan Shin Ae nuna kewalahan.”

“Mwo???”

Kris menatapku sambil menahan senyum. “Shin Ae nuna itu kakak perempuannya Kai. Umurnya 10 tahun lebih tua dariku. Tapi dia terlihat awet muda kan? Dan.., aku berterima kasih padanya karena sudah membantuku. Berkat Shin Ae nuna.., aku jadi bisa melihat wajah cemburu-mu, Miin…” Kris tersenyum. Aku menendang kaki-nya sekuat tenaga. “Aaaawwww!!!!” Kris menjerit kesakitan.

Cepat-cepat aku turun dan menghampiri Kai. Jadi.., selama ini Kai tahu? Kai tahu Kris berada di mana, saat aku kebingungan mencarinya karena tiba-tiba menghilang dari Jepang????

“Maafkan aku Min Ah ssi.., hehehe…” Kai nyengir lebar sambil membentuk tanda peace dengan jarinya. “Sebenarnya…, Lay, Chanyeol, dan Alex juga tahu. Tapii.., karena Kris bilang kami harus pura-pura tidak tahu, jadii…”

“Tidak apa-apa, Kai ssi.” Kataku sambil tersenyum manis. Aku langsung menoleh pada Kris dan menatapnya dengan icy glare.

“Makanan sudah siaaappp…” panggil Shin Ae dari ruang makan.

“Iya Nunaaa…” balas Kai. “Ayo, Yoogeun,,,Yoora,,, eomma kalian sudah selesai masak. Kita makan-makaaannn….”

“Holleeeeee!!!!!” pekik si kembar cadel. Aku tersenyum melihat kedua balita itu, lalu membungkuk dan mengacak-acak rambut si kembar.

“Keponakanmu lucu sekali, Kai…, boleh kugendong?”

Kai mengangguk. “Tentu.”

Aku menggendong Yoora. Yoora perempuan. Yoogeun laki-laki. Mereka kembar yang sangat identik!

Yoora menggeliat-geliat di gendonganku. Tangannya menggapai-gapai Kris. “Klis..Klis…”

“Woaahhhh…, kau ingin kugendong, cantik? Sini…” Kris mengambil Yoora dari gendonganku. Aku menatap Kris kesal.

Yoogeun menarik-narik ujung baju-ku. Aku tersenyum dan menggendong Yoogeun.

Kai tertawa. “Hahahaha…hahaha… kalian terlihat seperti sebuah keluarga yang sudah menikah dan memiliki anak kembar! Hahahaha…” Kai pun menjepret-jepretkan kamera ponselnya. Aku tersenyum canggung, lalu diam-diam melirik Kris. Tanpa kuduga, Kris tersenyum hangat padaku. Cepat-cepat aku memalingkan wajahku yang terasa panas.

Apa-apaan sih si angry bird ini! Sebentar-sebentar bersikap jahat, lalu baik, lalu jahat lagi, lalu baik lagi!

“Annyeong!!!!!” tiba-tiba saja terdengar suara koor cowok-cowok. Lay dan Chanyeol masuk sambil membawa banyak plastik berisi makanan ringan.

“Kriiiissss….!!!! I’m comiiiiingggg!!!!!” ujar seorang bule tampan sambil tersenyum lebar. Tapi.., senyumannya lenyap begitu melihat kami yang sedang menggendong keponakan Kai.

“Alex! Kenapa tidak bilang kau datang ke Seoul?” Kris menghampiri Alex dan memeluknya dengan sebelah tangan.

“Sejak kapan kau punya anak, Kris?” tanya bule itu.

“Apa?”

Alex menunjuk Yoora yang terlihat nyaman dalam gendongan Kris. Balita berusia 2 tahun itu tersenyum pada Alex.

“Tapi dia tidak mirip denganmu.” Kata Alex.

Kris memukul kepala Alex pelan. “She is not my daughter, stupid!”

Alex terkekeh. “Hehehe…, so, that’s mean…” Alex menatapku. “She is available….”

“No!” tandas Kris.

“Annyeong…, Min Ah ssi!!! Ini kedua kalinya kita bertemu kan??? Dulu kita pernah bertemu saat di Kanda. Aku juga yang melukis wajahmu.” Bule bernama Alex itu menghampiriku dan memelukku.

Kris menarik ransel Alex, membuatnya menjauhiku.

“You look more beautiful now, Min Ah ssi.” Alex tersenyum.

Aku balas tersenyum. “You look more handsome than your picture at yahoo messenger too, Alex ssi.”

Alex terkekeh. Kris menatapku tajam dengan rahang terkatup.

“Kalian sering chatting?” tanya Kris.

“Thank you, Min Ah ssi…” kata Alex.

“You’re welcome. You must be hungry, Alex ssi.”

“Ne..” Alex mengangguk.

“YA!! YAA!!!!” Kris kesal karena kami mengabaikannya.

“Let’s eat together!!!!” kata Alex riang sambil merangkul bahu-ku dengan sebelah lengannya. Membimbingku menuju ruang makan.

Kris menatap kami berdua dengan tatapan mengerikan. Aku tersenyum manis. Sepertinya aku akan bisa membalasmu, Kris! Hahahahaha.

Lagipula…, aku masih single. Benar kan?

“Don’t touch her! You-Alex-Idiot!” Kris menyusul kami.

Aku benar-benar ingin tahu.., seperti apa hubungan aku dan Kris ke depan-nya. Apakah ia Mr.Right-ku? Apakah ia sungguh-sungguh mencintaiku? Apakah aku sungguh-sungguh mencintainya? Apakah kami bisa bersama selama-nya? Tapi se-lama apa?

–          TBC –

Huwaaaa…, sepertinya next chapter bakalan jadi penutup cerita Bad Oppa or Good Oppa ini.

Kira-kira.., Min Ah dan Kris akan berakhir seperti apa yaa?

Gomawooooo buat kalian yang udah ngikutin cerita ini dengan setia. Hehehe. Maaf kalau ceritanya nggak sesuai harapan kalian.

Next chapter bakal jadi akhir dari cerita Min Ah dan Kris.

Sampai ketemu di next chapter dan di cerita-cerita lainnya.

Oya.., sekarang ini aku lagi nge-garap cerita fantasy serial bareng temenku (Kunang). Main cast-nya : Sehun, Baekhyun, Taemin, Zelo. Mungkin nanti bakal aku post di sini juga. ^_^

36 thoughts on “Bad Oppa or Good Oppa? (Chapter 7)

  1. Waah….. Akhirnya setelah sekian lama cerita ini publish juga XD… Bagus banget min, kereen…. Lanjutan nya ditunggu ya…. :3 Lay jadi cameo horee…. Lay biased😄

  2. kok lma bgt sih thor bru d publis? Gilaa,pingsan(?) penasaran gw nungguin nya. Next chap segera yah thor,n panjangin lg ya ceritanya.hehehe

  3. Wahhhh
    Bagus thor, next chapter jangan lama-lama ya🙂
    Oh ya, yang malaikat sayap putih, hitam, atau abu itu kpan dilanjutin’a??

  4. Baru baca..

    Ini telat bgt postnya,feel nya jadi rada kurang ke akunya =,=

    akhrinya tunangan kah? Eph.. Liat deh ntar next xhap.. Jgn lama2 bgt eh:) smgt!

  5. halo thor, reader baru😀
    aku udah nunggu ff ini lamaaaaaa banget di exo fanfic
    akhirnya part ini kelar juga T.T
    Honestly, I’am wanna said one words, D-A-E-B-A-K kukuku
    seneng bgt si angry bird cembukur, update soon ya thor😀

    • Makasiiihhh *hug*
      krn exofanfic sempet di hack e-mailnya.., trus ke-pending2 terus buat di posting di sana.., aku posting d sini aja semuanya..hehehe
      gomawoo yaa udh baca ^^

    • annyeong.. ^^
      makasih yaa udah mampir di blog ini + ngasih komentar. hehehe.
      seneng deh klo yang pada baca apapun di blog ini ngasih “jejak” kayak kmu. *hugged by Kris* LOL
      oke.., tunggu chapter terakhirnya yaaa…, banyak godaan nih buat beresin chapter ini.

  6. Annyeong I’m new reader in here. I very like this ff,I hope author can write this next story.. I waiting this next story.. ^_^

  7. thor, aku baru baca ff nya sekarang. seru banget, feelnya dapet😀 next chap nya ditunggu thor, nunggu banget :> pokoknya ini ff daebak!❤

  8. KEREN! KEREN! FF INI BAGUS BANGET!!! AAAAA!!! Author chapter 8-nya kok blm di publish? T.T Aku excited bgt nunggunya T.T Huhuhu Pokoknya keep writing thor! Ff ini bener-bener jadi ff favoritku!!! Di tunggu Chapter selanjutnya~

  9. Thoooorrr!!… kereeenn!!! DAEBAK banget.. Kris cocok banget meranin peran itu… Wwoaaah pokoknya D.A.E.B.A.K banget lah…🙂
    oiya mian ya thor baru ninggalin ‘jejak’? di chapter ini *Lol… abis aku penasaran, dr chapter awal & langsung terus ke chapter2 berikutnya *sangking penasarannya* ^_^ gpp khan thor *ngarep* hehehehe😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s