Apakah Kamu Bahagia?

Annyeong… ^^

Sebelumnya saya mau minta maaf buat readers yg nunggu2 Bad Oppa or Good Oppa chapter 7, karena belum bisa di post sekarang. Masih dalam proses penulisan. Hehe.

Kali ini saya mau mem-posting FF oneshoot tentang Kris – Krystal – dan Kai.

enjoy.. =)

Judul              : Apakah Kamu Bahagia?

Author            : Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Genre             : Romance

Rating             : General

Cast                : Kai (EXO-K), Kris (EXO-M), Krystal f(x), and the other SM Family.

 

“Apakah kamu bahagia?”

Kata-kata itulah yang selalu ingin aku tanyakan padamu. Tapi sebanyak apapun waktu yang kita habiskan bersama, aku selalu melihat kedua bola mata jernih itu menatapku seperti dulu. Tersenyum seperti dulu. Menangis seperti dulu. Penuh rasa ingin tahu. Kadang tak terbaca, tanpa ekspresi. Kadang sinis penuh pemikiran. Kadang menenangkan seperti samudera. Kadang menyala seperti api. Semuanya masih sama seperti dulu.

Kamu bilang…kamu itu robot. Banyak orang berkata demikian tentang dirimu. Tapi bagiku kamu lebih hidup dibanding makhluk hidup manapun yang pernah kutemui. Pemikiranmu, sikapmu, caramu berbicara (meskipun kamu memang jarang bicara).

Kamu jarang tertawa, tapi kamu tersenyum. Kamu menanggapi segala sesuatu dengan positif. Kamu tidak membiarkan masalah, tapi menyelesaikannya. Menurut orang lain, kamu mungkin memang kurang ramah, kaku, dingin. Tapi bagiku – ketika aku melihat kedua mata tajam itu – aku merasa hangat.

“Apakah kamu bahagia?”

Sepertinya kalimat itu lebih cocok ditujukkan padaku. Karena kamu sepertinya sangat bahagia. Aku ingin berkata aku bahagia melihatmu bahagia. Tapi sebagian hatiku mengkhianatiku. Air mataku mengelabuiku.

Tidak bisakah aku menjadi tangga nada-mu yang berikutnya? Yang terakhir? Yang akan mengunci-mu pada sebuah nada yang tak akan pernah membuatmu merasa bosan. Yang akan membuatmu terus mengingat nada itu di dalam kepala dan hatimu.

Aku bukanlah awal, dan mungkin memang bukan akhir dari perjalananmu. Aku hanyalah sebuah titik, tidak terlihat, tapi di saat kamu mencariku – kamu akan menemukanku. Di manapun kamu akan menemukanku. Karena aku adalah titik yang diam-diam mengikuti setiap pola garis yang kamu lewati.

Apakah kamu bahagia? Ya, kamu terlihat bahagia.

Apakah aku bahagia? Ya, aku bahagia karena mengenalmu.

Apakah aku bahagia? Ya, karena aku terlahir ke dunia ini dan bertemu denganmu.

Jadi, apakah aku bahagia? Hanya aku yang tahu jawabannya.

@Kantin gedung SM Entertainment, 11.00 KST

Kantin sepi. Aku duduk di dekat jendela. Menulis coretan-coretan tak jelas. Kadang aku memang suka menulis. Menumpahkan semua isi kepalaku.

“Surat cinta?” tanya sebuah suara berat.

Aku terlonjak kaget dan cepat-cepat menutupi kertas itu dengan kedua tanganku. Kim Jong In alias Kai duduk di hadapanku sambil meminum espresso.

Aku menatap Kai tajam. Kai hanya balas tersenyum misterius.

“Mau bertaruh denganku, Krystal?” tantang Kai.

“Apa?” tanyaku ketus.

“Minggu depan, di acara ulang tahun SM.., bukankah kita sudah sepakat akan mengikuti lomba-lomba? Kalau aku menang darimu.., kau harus menyerahkan surat cinta itu pada orang yang kau maksud.”

“Ini bukan surat cinta!” tukasku kesal, sambil menatap Kai dingin.

Kai hanya terkekeh dan mengangkat bahu cuek. “Yah.., apapun itu.., aku hanya ingin kau jujur padanya. Terutama.., jujur pada dirimu sendiri, Krys…”

Aku hanya terdiam. Kai jadi sangat mengganggu di saat ia seolah tahu semuanya tentang diriku.

“I know you better than yourself, Krystal. (Aku mengenalmu lebih baik daripada dirimu sendiri, Krystal).” Kata Kai pelan. “Krys love Kris.” Kai mengedipkan sebelah matanya, lalu berdiri. “Dia ada di ruang latihan EXO. Mungkin kau ingin bertemu dengannya sebelum ia kembali ke China besok. Oh, tapi mungkin sebentar lagi dia akan turun kemari.” Kai pun berjalan pergi.

Banyak orang yang mengira aku memiliki hubungan yang special dengan Kai. Para fans banyak sekali yang menganggap KaiStal itu nyata. Bahkan akhir-akhir ini TaeStal dan BaekStal juga mulai populer di kalangan fans.

Tapi…, tidak ada yang menyadari siapa yang sebenarnya kusukai. Hanya Kai yang tahu. Dia selalu tahu segala hal – yang bakan kadang aku sendiri tidak tahu – tentang diriku.

Tak lama, beberapa member EXO berjalan memasuki kantin. Mataku hanya terpaku padanya. Sosok tinggi itu. Ekspresi wajahnya yang datar, matanya yang tajam dan dingin, sikap angkuhnya. Tanpa kusadari, aku tersenyum melihatnya dari kejauhan.

Tapi detik berikutnya, senyumku lenyap. Kakakku, Jessica, menghampiri orang itu sambil tersenyum lebar. Jess mengelap wajah orang itu dengan tissue. Orang itu sekilas tersenyum tipis pada kakakku.

Apakah kamu bahagia, Kris?

Ya, kamu terlihat bahagia.

KrisTal. Kris.., dan Krystal. Semua itu hanya ada dalam mimpiku.

******

@ Pesta ulang tahun SM Entertainment…

Pesta berlangsung meriah sekali. Pesta hari ini khusus diadakan untuk keluarga besar SM. Tidak ada reporter apalagi papparazi. Pesta untuk umum baru akan diadakan besok malam.

Kami semua memakai pakaian casual. Tidak ada gaun maupun jas. Di pesta kali ini kami gila-gilaan mengikuti berbagai games dan lomba yang diadakan oleh panitia.

Karena tantangan Kai, aku jadi mengikuti banyak sekali lomba. Lomba melompat di dalam karung, menggelinding memakai kardus, menebak benda di dalam box, menghafal cepat, tebak lagu, makan cepat, dan masih banyak lagi.

“Woaaahhh…, daebakkk!!!! Kau mengikuti banyak sekali lomba.” Victoria merapikan rambutku yang berantakkan.

“Eomma.., Kai dan aku seri, kan?” tanyaku memastikan.

Victoria mengangguk. “Hmmm. Lomba kali ini akan jadi penentu. Sekarang.., makan dulu yang banyak biar menang! Hehehe…” Victoria menyodorkan beberapa potong red velvet padaku.

“Gomawo, eomma… (Terima kasih, Ibu..).” aku melahap semua kue yang Victoria berikan. Victoria memang sangat perhatian pada semua member f(x), terutama padaku, karena aku-lah yang paling muda.

Tak jauh dari kami, Kris berdiri di antara member EXO lain-nya. Jessica menghampiri Kris sambil membawakannya segelas susu soda.

Bukan hal yang asing lagi bila kakakku selalu bersama dengan Kris. Meskipun fans mengira kami tidak boleh pacaran selama menjadi idol, tapi sebenarnya…, boleh-boleh saja asalkan tidak ketahuan fans.

Jessica sangat senang saat mengetahui cukup banyak fans yang mengidolakan pairing dirinya dengan Kris. Yah.., para fans tidak tahu kalau mereka berdua pada kenyataannya memang sepasang kekasih.

Kris-Jessica-dan aku. Dulu.., sebelum debut, bahkan sejak kecil, kami sering bermain bersama. Kris tidak pernah menganggapku anak ingusan. Kris memperlakukanku sama seperti ia memperlakukan Jessica.

Tanpa kusadari, mungkin karena aku terlalu lama menatap Kris, Kris jadi menyadarinya dan balas menatapku. Aku tidak bisa menebak apa yang ia pikirkan.

Seseorang menepuk pundakku dan membuatku mengalihkan pandangan dari Kris. “Sebentar lagi lomba dance mulai..” ujar Tae Min sambil tersenyum riang.

Aku mengangguk. “Hmm…” lalu mengikuti Tae Min ke depan.

Aku melihat Kai yang menyeringai, menantang, tak jauh dari tempat aku dan Tae Min berdiri. Lomba kali ini bisa dibilang akan menentukan siapa pemenang antara aku dan Kai. Kami mengikuti beberapa lomba yang sama, dan hasilnya 3 menang, 3 kalah. Seri. Lomba ke-7 ini akan jadi penentu. Hanya Victoria, Kai, dan aku yang mengetahui tantangan konyol Kai.

Banyak sekali yang ikut lomba dance random ini. Dari TVXQ : Yun Ho. Dari SuJu : Eunhyuk, Shindong, dan Donghae. Dari SNSD : Yuri, Yoona,  Hyoyeon, dan SooYoung. Dari SHINee : Taemin, Key, dan Jonghyun. Dari f(x) : aku dan Amber. Dari EXO : Kai, Luhan, Sehun, dan Lay.

Para penonton bertepuk tangan riuh. Peraturan lomba ini adalah : kami harus melakukan dance lagu-lagu yang dimainkan dengan tepat. Bila ada kesalahan sedikit saja, maka para dewan juri akan menyebutkan nama kita, dan kita harus segera mundur dari arena lomba.

Lagu pertama mulai terdengar. SNSD Hoot. Aku memulai gerakan dance-ku. Mengikuti irama.

“Jong Hyun.. Lay..” sudah ada 2 orang yang gugur.

Lagu dipotong dan segera berubah menjadi TVXQ Mirotic. Aku menyukai TVXQ, jadi aku hafal gerakan-gerakan dance-nya.

“SooYoung…Yoona.” 2 orang gugur lagi.

Lagu ke-3 dan seterusnya, satu per-satu peserta mulai berguguran. Kebanyakan karena kesalahan kecil. Kurang cepat berganti gerakan dance saat pergantian lagu, salah melakukan gerakan simple, dan lain-lain.

Hingga lagu ke-10, hanya tinggal aku, Kai, dan Taemin yang bertahan. Lagu-lagu yang diputar selanjutnya juga hanya lagu-lagu f(x), EXO, dan SHINee. Kai dan TaeMin hafal sekali semua gerakan lagu-lagu f(x). Bahkan mereka membawakannya dengan penuh penjiwaan sekali. Nampaknya member f(x) akan bertambah 2 orang!

Aku juga tidak mau kalah. Aku melakukan gerakan-gerakan dance SHINee dan EXO dengan baik.

Aku tidak menyangka… lagu berikutnya adalah lagu H.O.T, aku hanya bisa terdiam, tidak hafal gerakan dance-nya, sementara Kai dan Taemin melakukan dance dengan sangat tepat.

“Krystal…” juri memanggil namaku.

Aku kalah. Tidak peduli siapa yang menang antara Kai dan Taemin, yang jelas aku sudah kalah dari Kai.

******

Kini aku mulai menyesali…, mengapa aku menyanggupi tantangan Kai?!

Aku tidak mungkin memberikan coretan-coretanku waktu itu pada Kris! Kris akan menyadari perasaanku padanya. Lalu, bagaimana dengan kakakku?

Empat hari sudah berlalu sejak pesta ulang tahun SM. Kai terus-menerus mengancamku agar aku segera memenuhi janjiku. Kalau tidak.., kai bilang dia tidak akan segan-segan membocorkan rahasiaku langsung pada Kris!

Sore ini.., dengan terpaksa, aku datang ke ruang latihan dance EXO. Sudah sejak setengah jam yang lalu aku mondar-mandir di depan pintu masuk. Sial! Kenapa aku harus menuruti kata-kata Kai?!

Tanpa kuduga, tiba-tiba saja seseorang membukakan pintu dari dalam, dan membuatku melompat mundur karena kaget.

“SooJung? Sedang apa kau di sini? Mencari Kai?” tanya Jessica.

Aku hanya bisa terpaku menatap kakakku. “Eonni melihat Kris latihan?” tanyaku, sedikit tergagap.

Jessica tersenyum sambil mengangguk. “Yap. Aku membawakannya lasagna buatanku. Member EXO lainnya juga sekalian kubawakan…”

“Nuna.., lasagna-nya benar-benar enak.” Teriak Chanyeol dari dalam. ‘Oh! Ada Krystal juga? Annyeong Krys..” Chanyeol melambaikan tangannya dengan riang sambil nyengir lebar.

Jessica menuntun tanganku dan membawaku masuk ke ruang latihan. Semua member EXO sedang beristirahat sambil memakan lasagna.

Jessica membawaku mendekat pada Kai dan Kris yang kebetulan duduk bersebelahan. “SooJung ingin bertemu denganmu Kai.” Kata kakakku.

Kai menatapku heran. “Aku?” tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri. Kai melirik Kris, lalu menatapku. Kris ikut menatapku.

Jessica mendekati Kris dan menyuapi-nya beberapa potong lasagna. Aku menghela napas panjang, lalu mulai bicara pada Kai. “Aku tidak bisa.” Kataku. Jessica, Kris, dan member EXO lainnya kini mulai melihat ke arah kami.

“Aku tidak mau egois Kai. Ini. Ambilah.” Aku menyerahkan selembar kertas yang sudah kulipat kepada Kai. Kertas yang berisi coret-coretanku tentang Kris waktu di kantin. Kertas yang seharusnya kuberikan pada Kris.

“Selamanya aku tidak akan memberitahunya. Kau mengerti kan, Kai?” sebelum semua orang menyadari mataku yang mulai berkaca-kaca, aku segera pergi dari sana. Biar saja semua orang bingung dengan apa yang kukatakan barusan. Yang paling penting.., Kai mengerti. Aku ingin ia mengerti.., aku dan Kris tidak mungkin bisa bersama. Aku hanya ingin melihatnya bahagia, bersama kakakku.

Kalau kejujuran hanya akan membuat banyak orang terluka.., maka lebih baik selamanya aku tidak pernah jujur dengan perasaanku. Aku tidak ingin kakakku terluka.

******

@Festival Musik Tahunan….

EXO mendapatkan award sebagai best rookie of the year. Semua member EXO maju ke atas panggung dan memberikan beberapa ucapan terima kasih.

Kai, yang biasanya jarang bicara mewakili grup, kali ini berbicara setelah Suho selesai mengucapkan terima kasih. Tapi kalimat yang Kai ucapkan selanjutnya membuatku tak bisa berkata apa-apa.

“Terima kasih untuk seseorang.” Kai menatapku dari kejauhan. “Apakah kamu bahagia? Karena aku sangat bahagia bisa mengenalmu. Bagiku, kau bukanlah tangga nada yang berikutnya, karena kau adalah nada Do yang pertama dan yang terakhir.” Kai berhenti sejenak. “Aku bukanlah awal, dan mungkin memang bukan akhir dari perjalananmu. Aku hanyalah sebuah titik, tidak terlihat, tapi di saat kamu mencariku – kamu akan menemukanku. Di manapun kamu akan menemukanku. Karena aku adalah titik yang diam-diam mengikuti setiap pola garis yang kamu lewati.” Kai tersenyum. Banyak sekali reporter yang mengabadikan momen langka barusan.

Kai.., bagaimana mungkin dia hafal sebagian isi curhatan-ku untuk Kris? Dan.., mengapa dia membalas-nya?

“Apakah kamu bahagia?” Kai kembali berbicara. “Aku bahagia karena kau memutuskan untuk tidak memberikan surat itu padanya. Aku ingin kau bahagia karena dirimu, bukan karena melihatnya bahagia.”

Meski Kai menatapku dari kejauhan, tapi aku bisa merasakan tatapan intens-nya. “Aku ingin kamu bahagia, Jung Soo Jung. Saranghae…(aku mencintaimu).”

Semua yang hadir syok dengan pernyataan Kai barusan. Aku juga tidak sanggup berkedip.

Kai? Menyukaiku? Sejak kapan?

“Bagaimana kalau kita mencoba KaiStal dan melupakan yang dulu, Kris-Tal, meski sulit.” Kai memenggal kata Kris dan Tal. Tidak ada yang paham kecuali aku dan Kai. Orang-orang mengira dia memanggil namaku, padahal sebenarnya Kris dan aku. Kris dan Krystal. Kris-Tal.

Yah.., mungkin Kris-Tal memang tidak akan berjalan lancar. Sebaiknya aku mencoba Kai-Stal.

Apakah kamu bahagia, eonni?

Apakah kamu bahagia, Kris?

Apakah kamu bahagia, Kai?

Aku bahagia karena kalian bahagia. Aku juga ingin mendapatkan kebahagaiannku sendiri. KaiStal. Kuharap kami berakhir bahagia.

–          The End –

9 thoughts on “Apakah Kamu Bahagia?

  1. Pingback: KaiStal Couple ^.^ | Harumi Aiko

  2. Ya ampun nangis nangis, di kirain tadi krisTal tapi ending nya my favorite kapel Kaistal😀 chukae thor berhasil buat gue guling” gakk jelas hahahaha

  3. Pingback: KaiStal | wiantinaazmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s