Bad Oppa or Good Oppa? (Chapter 6)

Title                                         : Bad Oppa or Good Oppa?

Genre                                      : romance, friendship, family

Author                                     : Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Length                                     : Chaptered

Casts                                       : – Kris (EXO-M)

–          Kim Min Ah (OC)

–          Luhan (EXO-M)

–          Kai (EXO-K)

–          SuHo (EXO-K)

–          Lee Eun Hye (OC)

–          Byun Baek Hyun (EXO-K)

–          Jong Hyun (CN Blue)

–          Jung Jin Young (B1A4)

–         And the other EXO members

 

Chapter 6 : Not Impossible

==== Kim Min Ah PoV ====

Begitu menerima e-mail dari Kris, aku segera berlari keluar dari auditorium. Berkali-kali aku mencoba menghubungi ponselnya. Tidak aktif.

Aku berlari sekuat tenaga menuju hotel tempat kami menginap. Mencari-cari Kris di restoran, di taman, di lobi hotel, di sepanjang lantai 10 (kamar-nya terkunci) – tapi percuma. Kris sudah pergi. Dia benar-benar sudah pergi.

Air mataku mengalir deras. Keringat membasahi wajah dan pakaian-ku. Orang-orang melihat ke arah-ku  penasaran.

Kris…, kau pergi ke mana?????

Aku menelepon penjaga rumah-ku.

“Nyonya Han…, kalau Kris datang ke rumah, jangan biarkan dia keluar. Tahan dia. Arra?”

Aku berlari ke luar hotel dan menyetop taksi. Tujuanku kali ini hanya 1. Bandara. Mungkin kris masih ada di bandara.

Tuhan.., kumohon.., biarkan aku bertemu dengan Kris. Kumohon….

Selama di perjalanan, aku hanya bisa menangis. Supir taksi memberiku setumpuk tissue.

Aku masih terus menghubungi ponsel Kris. Masih tetap sama. Tidak aktif.

Begitu sampai di bandara, segera saja aku berlari mencari-cari Kris. Kris pergi ke mana? Kanada? Korea? Taiwan?

Aku melihat jadwal penerbangan. Penerbangan paling awal ke Korea adalah 10 menit yang lalu. Mungkin-kah Kris ke Korea? Kuharap dia pergi ke rumah kami dulu untuk mengambil barang, sehingga Nyonya Han bisa menahan-nya.

Penerbangan pertama ke Taiwan masih satu jam lagi, dan penerbangan paling awal ke Kanada baru 2 jam lagi.

Aku masih terus berjalan cepat sambil memandang berkeliling. Sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Kris.

Ponsel-ku berbunyi. Nomor tak dikenal.

“Yeoboseyo…” kataku dengan suara bergetar.

“Min Ah ssi, ini Kai.”

Kai??? Teman satu band Kris? Yang pernah mengantarku ke kampus satu kali?

“Kai.., kau tahu ke mana Kris pergi? Apakah Kris memberitahumu? Tolong beritahu aku…” cerocosku langsung panjang lebar.

“Kupikir Kris bersama-mu di Jepang. Aku tidak bisa menghubungi ponselnya, karena itulah aku meneleponmu.” Jawaban Kai membuatku lemas lagi. Jadi..Kai juga tidak tahu.

“Kai…, boleh minta tolong? Begitu Kris meneleponmu, tolong beritahu aku di mana dia berada. Bisa kan… Kai?”

“Ada apa Min?” tanya Kai heran.

Aku menghela napas berat. “Ceritanya panjang. Bisa kan kau membantuku? Tapi jangan beritahu dia kalau aku mencarinya…” aku berhenti sejenak, menarik nafas panjang. “Tolong bantu aku menemukan Kris, Kai….”

==== End of Min Ah PoV =====

******

===== Kris PoV ======

Aku menarik koperku sambil menatap menara Tokyo. Mataku menyipit, silau karena cahaya matahari. Setelah agak lama menatap sekeliling, mencoba mengingat-ingat sesuatu, aku pun kembali berjalan.

Ada tempat yang ingin kukunjungi. Saat umurku 10 tahun, aku dan ibuku pernah tinggal di Tokyo selama 2 minggu.

“Aku nggak akan pernah menikah. Aku nggak mau seperti ayah yang meninggalkan istri dan anaknya. Lebih baik kalau aku sudah besar nanti, nggak usah punya anak dan istri. Aku mau sama Mommy aja sampai aku tua.”

Aku tersenyum karena mengingat percakapanku dengan ibuku saat aku berumur 10 tahun. Di sini. Di Tokyo. Kini aku bisa mengingat dengan jelas, aku mengatakan kalimat itu di sini. Di sebrang menara Tokyo.

Aku memasuki kedai kopi. Duduk di kursi dekat jendela. Dari tempatku, aku bisa melihat menara Tokyo dari kejauhan dengan jelas.

Ponsel-ku masih tetap dimatikan. Aku tahu.., Min Ah pasti akan mencariku. Aku tidak ingin membuat gadis itu semakin terluka. Lebih baik aku pergi. Satu tahun…. Dua tahun…, saat aku kembali lagi ke rumah itu nanti, kuharap Min Ah sudah melupakanku dan bersama dengan seseorang yang tepat untuk-nya. Meskipun aku ragu, apakah aku bisa melupakannya…?

Pelayan mengantarkan espresso pesanan-ku. Gadis-gadis yang ada di kedai itu menatapku sambil tersenyum. Aku hanya balas menatap mereka datar.

Sejak dulu.., aku tidak pernah memedulikan wanita. Satu-satunya wanita yang ingin kujaga seumur hidupku hanyalah ibuku.

Tapi Min Ah berbeda. Sejak pertama kali ibuku memberitahuku kalau dia akan menikah lagi, dan menunjukkan foto Min Ah dan ayahnya, aku tahu ada sesuatu yang tidak asing dengan gadis itu. Rasanya seperti sudah mengenalnya seumur hidupku.

Bukannya aku sok romantis atau menggombal. Tapi itulah yang kurasakan. Kris.., si  cowok ber-darah dingin yang selalu mengabaikan perempuan, malah tertarik dengan calon adik tiri-nya sendiri. Itu yang kurasakan dulu.

Kupikir.., aku bisa menjauhinya. Tidak mudah tinggal satu rumah dengan gadis itu. Meskipun sikapku padanya selalu kasar dan menyebalkan, tapi gadis itu selalu datang kembali padaku.

Dan malam itu…, aku melakukan kesalahan paling bodoh. Aku tidak sanggup lagi menahan perasaanku. Awalnya.., kupikir Min Ah masih mencintai Jong Hyun, tapi malam itu aku sadar…, dia juga mencintaiku.

Tapi.., justru  karena itulah…aku harus pergi. Seandainya dia tidak balas mencintaiku, mungkin aku akan tetap tinggal. Tidak masalah bagiku bila hanya aku saja yang mencintainya.

Karena dia juga mencintaiku.., maka aku harus pergi. Kami tidak mungkin bisa bersama.

Aku membuka e-mail lewat tab-ku. Ada e-mail dari Alex.

From : alex@gmail.com

Subject : pesanan

Hei bro, ini sketsa yang kubuat saat street performance kita yang pertama di kanada. Kenapa kau tiba-tiba menanyakan gambar ini? Untung saja aku masih menyimpannya, karena kupikir objek yang kulukis itu sangat cantik. Hehe. Dia gadis Korea kan? Makanya kau menanyakannya? Kenapa? Kau bertemu dengannya di Korea sekarang? Wow!!! Bukankah itu takdir? Hahaha.

Alex

Aku mendownload attachment picture yang Alex kirim. Sesaat, aku hanya bisa terdiam. Benar. Gadis itu adalah Kim Min Ah. Gadis yang kutemui saat di Kanada. Ternyata memang dia. Bukankah itu menjawab pertanyaan mengapa aku seperti sudah mengenalnya seumur hidupku?

Tapi tetap saja masih terasa ada yang kurang…,

Apakah sebelum-sebelumnya juga kami pernah bertemu? Tapi kapan?

*Flashback*

Aku, Alex, Kai, Chanyeol, dan Lay sudah sering tampil di festival-festival sekolah, di pesta-pesta, café, dan restoran. Tapi ini adalah street performance kami yang pertama. Kami ingin mencoba tampil di jalanan.

Kami sudah siap dengan peralatan musik masing-masing. Orang-orang yang berjalan melirik kami penuh minat. Ada juga yang cuek. Mungkin menganggap kami hanyalah segerombol anak nakal tak berguna yang lebih memilih musik daripada sekolah.

Aku memakai masker. Tidak ingin cewek-cewek yang menonton kami hanya karena wajah-ku. Aku ingin orang-orang melihat kemampuan kami, bukan wajah tampan kami.

Kai, Chanyeol, dan Lay juga sudah memakai masker. Hanya tinggal Alex yang masih belum memakai masker-nya. Dia duduk di balik drum-set nya sambil menggambar. Selain jago bermain drum, Alex juga pandai sekali melukis dan membuat sketsa wajah orang.

Kai menyetem gitar-nya. Chanyeol juga sudah siap dengan bass-nya. Lay menekan tombol-tombol keyboard. Tapi si Alex masih saja asyik menggambar.

Beberapa orang sudah mulai berkerumun. Menanti penampilan kami.

Aku mendekati Alex. “Berhenti menggambar. Sebentar lagi kita mulai.” Kataku tegas. “Dan.., pakai masker-mu! Para gadis itu hanya akan melihat wajah-mu, bukan kemampuan-mu, jadi pakailah masker-mu.”

“Oke..oke..dduizhang. Sebentar lagi. Aku sedang menggambar gadis itu.” Jawab Alex cuek sambil sesekali menatap seorang gadis berambut hitam-panjang, dengan mata sipit dan pipi agak chubby yang sedang duduk di bawah pohon. Pandangan mata gadis itu menerawang. Terlihat sangat sedih…, tapi sekaligus terlihat sangat…cantik.

“Bukankah dia sangat cantik, Kris? Aku suka gadis asia. Hehehe. Mungkin kapan-kapan aku harus tinggal di Korea atau Jepang. Hehehe.”

Aku mengamati gadis itu. Tidak seperti gadis lain, gadis itu terlihat berbeda.

“Nah.., selesaaaii!! Ayo kita mulai.” Alex memasukkan lukisannya ke dalam tas gitar-ku, lalu memakai masker-nya.

Ketika kami memulai permainan kami, gadis yang dilukis Alex itu juga ikut melihat penampilan kami. Ia berdiri, di bawah pohon. Seketika, wajah murungnya berubah cerah. Gadis itu tersenyum tipis. Aku sadar, selama bernyanyi dan bermain gitar…, aku tak bisa memalingkan wajahku dari gadis itu.

Orang-orang memberi kami beberapa lembar dollar ke dalam tas gitar Kai yang terbuka. Gadis itu juga ikut mendekat ke arah kami. Tapi tidak seperti orang lain yang member kami uang, gadis itu melepaskan gelang perak dengan bandul kelinci yang ia pakai, lalu meletakkannya di atas tas gitar Kai.

“Thanks for making me smile again. Today is a bad day, but I can smile again now. Thank you…” gadis itu tersenyum lebar pada kami, lalu pergi.

Alex cepat-cepat mendekati tas gitar Kai, tapi sebelum ia sempat meraih gelang yang gadis itu berikan, aku sudah mengambilnya. “I got it!” kataku pada Alex sambil tersenyum penuh kemenangan.

“Shit!” umpat Alex. “But I have her picture.” Alex nyengir lebar.

*End of Flashback*

Aku masih memandang hasil scan lukisan Alex. Min Ah 5 tahun yang lalu…

Bagaimana mungkin aku bisa melupakan kejadian 5 tahun lalu?! Kini aku ingat. Gadis itu ternyata Kim Min Ah…

Ada satu lagi e-mail baru dari Alex.

From : alex@gmail.com

Subject : Your Mother

Hei Bro, aku baru saja melihat ibumu  masuk ke dalam rumah-mu yang dulu. Kupikir rumah itu sudah dijual. Apakah kau berencana kembali ke Kanada? Atau hanya ibumu saja yang akan tinggal di sini?

Ibumu sudah berhenti mencoba menjodoh-jodohkanmu dengan anak gadis teman-nya kan? Parah sekali kalau ingat dulu kau sering sekali kabur saat acara perjodohan yang direncanakan ibumu. Hahaha.

Eh, kalau gadis yang ibumu jodohkan untukmu itu cantik..dan kau tidak mau. Kenalkan saja padaku, oke? Hahaha.

Kuharap aku ada di Korea sekarang dan kita nge-band bersama lagi.

Alex

 

Ibuku ada di Kanada????

Tapi bagaimana bisa??? Bukankah baru saja kemarin ibuku memberi tahuku kalau dia ikut ayah Min Ah ke Australia?!

Selama ini ibuku selalu ikut ayah Min Ah bepergian ke luar negeri. Ayah Min Ah pergi ke Australia kemarin dan baru akan pulang seminggu kemudian. Ibuku bilang.., dia ikut bersama ayah Min Ah.

Kenapa ibuku berbohong????

==== End of Kris PoV ====

******

=== Min Ah PoV ==

Satu minggu sudah berlalu sejak Kris menghilang.

Aku kembali ke Korea, kembali kuliah, kembali menjalani kehidupanku seperti sebelum-sebelumnya. Tapi semuanya tidak pernah terasa sama lagi.

Ayahku dan ibu Kris baru akan pulang sore ini dari Australia. Mereka tidak tahu Kris menghilang. Atau mungkin ibu Kris tahu di mana Kris berada. Tapi Kris pasti berbohong pada ibunya, dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, karena dia sangat mencintai ibunya lebih dari apapun.

Dia tidak mungkin berkata…ia mencintaiku dan harus pergi dari rumah ini. Kris pasti akan mencari alasan lain. Ia tidak mungkin membuat ibunya sedih dan merasa bersalah.

Kai.., sama sepertiku. Lost contact dengan Kris. Begitupula dengan Chanyeol dan Lay. Kai bahkan meng-contact sahabat mereka saat di Kanada, Alex. Tapi Alex juga tidak tahu di mana Kris berada dan apa yang terjadi padanya.

Satu-satunya pesan yang kuterima dari Kris adalah 3 hari yang lalu. Aku mencoba meneleponnya setelah ia mengirimkan pesan itu, tapi ponsel-nya di-non-aktifkan.

‘As long as we can see the same sky, breathe the same air, step on the same planet, then you and I are not impossible.’

Aku masih hafal betul message yang Kris kirim padaku itu.

Kris…, semoga kamu baik-baik saja di manapun kamu berada saat ini.

Luhan mengantarku sampai ke rumah. Semenjak Kris menghilang, Luhan selalu ada di sampingku. Aku bahkan mempercayainya dan menceritakan tentang Kris yang sebenarnya pada Luhan. Hanya Eun Hye, Mi Young, dan Luhan yang tahu tentang Kris dan aku.

Aku melihat pantulan diriku di kaca spion. Benar-benar terlihat seperti zombie.

“Sudah kubilang…, ada sesuatu antara kau dan Kris. Tapi semuanya tidak akan berjalan sesuai keinginan kalian. Sudahlah, lupakan saja Kris! Lagipula…sekarang dia menghilang entah ke mana. Lebih baik kau bersama dengan Luhan saja. Atau Suho? Atau perlu kukenalkan dengan cowok lain yang lebih tampan?”

Aku teringat kata-kata Eun Hye waktu itu. Dasar Eun Hye si boy crazy!

Luhan menepikan mobil di depan rumahku, lalu melirikku. Aku hanya terdiam. Sama sekali tidak berniat turun.

“Mau minum kopi?” tanya Luhan. Aku mengangguk lemah. Luhan kembali mengemudikan mobil, menjauhi rumahku.

Luhan sangat baik dan menyenangkan. Tapi dia bukan Kris. Saat ini aku hanya ingin melihat Kris baik-baik saja. Aku takut sesuatu yang buruk menimpanya…

Starbucks penuh. Beruntung kami masih kebagian tempat. Aku memesan frappucino favoritku.

“Kau mau nonton The hobbit? Sepertinya seru juga.., seperti Lord of The Rings.” Kata Luhan.

Aku mengangguk. “Hmm..”

Triing..

Ada message dari Nyonya Han.

Aggaeshi, Tuan dan Nyonya sudah pulang satu jam yang lalu. Tuan Kris juga baru saja datang. Nyonya terlihat marah sekali pada Tuan Kris.

Aku segera bangkit berdiri,

“Ada apa?” tanya Luhan cemas.

“Aku harus pulang….” Kataku. Kris pulang…., ibunya marah…, ada apa dengan Kris?

Luhan menahan tanganku. “Biar kuantar…” Luhan menuntunku sambil sesekali melirikku. “Kris?” tanyanya, seolah bisa menebak pikiranku.

Aku hanya mengangguk.

Luhan tersenyum, tapi kali ini terlihat sedih. “Aku akan membantumu.”

“Terima kasih.” Kataku sungguh-sungguh. Maafkan aku Luhan…, dan terima kasih.

Luhan mengantarku sampai depan rumah. Aku senang Kris pulang.., tapi sekaligus cemas. Kenapa ibu Kris sampai marah padanya?

“Aku ingin menikah dengannya, Mommy…” terdengar suara Kris. Aku terpaku sejenak. Jantungku berdebar kencang sekali. Apa yang Kris katakan barusan? Menikah?

Cepat-cepat aku masuk ke dalam rumah. Tapi yang kulihat selanjutnya membuat dadaku sakit.

Di sofa, Kris duduk mengalungkan sebelah lengannya ke pundak seorang gadis mungil cantik. Benar-benar cantik seperti peri.

“Kris..” kataku sambil berjalan pelan.

Ibu Kris – yang duduk di hadapan Kris dan gadis itu – menatapku, lalu berjalan menghampiriku. “Min Ah, sayang…, kau sudah pulang?”

Aku tidak memedulikannya, dan hanya terus menatap Kris dan gadis itu bergantian.

Kris menatapku datar dan angkuh. Khas Kris. Gadis itu tersenyum manis padaku.

“Siapa dia?” tanyaku.

“Sudah kubilang.., aku ingin menikah dengan Shin Ae.” Kata Kris dingin pada ibunya, sama sekali tidak memedulikan pertanyaanku barusan.

Wajah ibu Kris memucat. Ia menggeleng pelan. “Tidak…, kau tidak boleh menikah dengannya!”

“Kenapa?” tantang Kris.

“Sebaiknya aku pulang.” Kata gadis mungil itu. Kulitnya benar-benar sangat putih dan mulus. Ia mengecup pipi kanan Kris, membungkuk hormat pada ibu Kris, lalu berjalan keluar dari rumah.

Kris menyeringai. “Besok aku akan mengundangnya makan malam di sini.” setelah mengatakan itu, Kris pun berjalan pergi menuju kamarnya di lantai 2.

Ibu Kris mengepalkan tangannya. Menahan amarah.

Tanpa sadar air mataku mengalir. Sebelum ibu Kris menyadarinya, cepat-cepat aku berlari menuju kamarku dan mengunci pintunya.

Kris sialan!!!!!

Dia menghilang selama 1 minggu, dan pulang membawa seorang gadis. Apa katanya tadi? Menikah? Dengan gadis itu?

Lalu bagaimana denganku??? Apakah dia hanya mempermainkanku? Pura-pura mencintaiku? Pura-pura meninggalkanku demi ibunya?

Dasar brengsek!!!

Kris brengsek!! Sialan!!! Nappeun namja!!!!

Bodoh! Kenapa aku selalu jatuh cinta pada seorang bad boy?!!!

*******

Keesokan harinya….

Mataku benar-benar terlihat seperti mata panda. Semalaman tidak bisa tidur. Kris sialan itu terus-terusan memenuhi kepalaku!

Aku tidak mau keluar dari dalam kamar! Aku tidak mau bertemu Kris!

Ini hari minggu. Jadi aku hanya berbaring saja di tempat tidurku. Menutupi kepalaku dengan selimut.

Ponselku berdering. Luhan.

“Yeoboseyo..” kataku dengan suara serak.

“Kau baik-baik saja?” tanya Luhan.

Aku menghela nafas panjang. Kuharap aku bisa mencintai pria baik seperti Luhan…

Kalau aku dan Luhan sering bersama…, apakah aku bisa mencintainya?

“Luhan ssi.., malam ini…,kau mau makan malam bersama di rumahku?” tanyaku. Menggigit bibir bawahku. Sial! Aku tidak mau memanfaatkan Luhan, tapi…

Yah…, kuharap Luhan menolak.

“Oke,,,” jawab Luhan. Dia pasti tersenyum di sebrang sana.

Hatiku terasa berat sekali. Mianhae, Luhan….

@Ruang Makan, 19.30 KST….

Gadis mungil cantik bernama Shin Ae itu sudah datang. Ia terlihat mempesona sekali dengan dress putih-nya. Rambutnya yang ikal dan indah dibiarkan terurai melewati bahu-nya yang ramping. Benar-benar sempurna.

Tak lama, Luhan datang bergabung bersama kami. Sekilas, ia menatap Kris dan Shin Ae heran, lalu menatapku. Aku menatapnya lama. Luhan hanya tersenyum. Dia duduk di sebelahku, lalu menggenggam tanganku sambil berbisik. “Gwenchana. Aku mengerti.”

Kris menatap kami tajam dan datar. Ayahku dan ibu Kris terlihat tegang. Mereka berdua saling tatap penuh arti.

Makanan sudah tersaji. Kami makan dalam diam. Atmosfer sama sekali tidak mengenakkan. Makanan pun jadi terasa hambar.

“Mom, kenapa kau tidak setuju bila aku menikah dengan Shin Ae?” tanya Kris, memecah kesunyian, tapi malah menambah ketegangan.

“Kau masih belum lulus kuliah, Kris.” Jawab Ibu Kris. Datar.

Kris mendengus. “Sebentar lagi aku lulus.”

“Apakah kau benar-benar mencintai gadis itu? Kapan kau mengenalnya?” tanya Ibu Kris dingin.

“Apakah penting kapan aku mengenalnya?” Kris malah balik bertanya.

Kris dan ibunya saling tatap tajam. Ayahku terlihat ingin melerai, tapi tidak bisa.

“Mommy.., kau benar-benar keras kepala. Sampai kapan kau akan terus berpura-pura, Mom?” tanya Kris. Aku menatap Kris. Sama sekali tidak mengerti apa yang ia katakan.

“Apa maksudmu Kris?” tanya ibunya.

Kris menyeringai. “Mommy pikir.., aku tidak akan pernah menikah ya? Mommy pikir aku akan selamanya terus bersama mommy, makanya kau melakukan hal ini?” kata Kris. Kami hanya menatap Kris. Bingung.

Kris mendengus. “Tidak seru! Pakai cara ini pun mommy tetap keras kepala. Sampai akhir.., mommy baru akan mengaku kalau aku duluan yang mengaku ya?” Kris tersenyum, lalu kembali bicara. “Berkat mommy.., aku jadi bisa bertemu dengannya lagi.” Kris memotong steak-nya. “Ternyata dia ya… gadis yang sejak dulu mommy ingin jodohkan denganku? Anak sahabat mommy?” Kris mengangkat wajahnya, dan menatap ibunya.

Ibu Kris membuka mulutnya lebar. “Kris.., sejak kapan kau…”

“Aku mencintainya, Mom. Jadi kumohon.., berhentilah berpura-pura. Sekarang aku akan mengaku, jadi mommy juga tolong mengaku…” Kris menatap ibunya, lalu menatapku, lalu menatap ayahku.

“Aku benar-benar mencintai Kim Min Ah. Sekarang kalian bisa berhenti berpura-pura menikah, Mom. Rencana-mu  berhasil.”

–          TBC –

29 thoughts on “Bad Oppa or Good Oppa? (Chapter 6)

  1. mimiiii…. hehehhehehe

    kereennnn!!! hahahha aku sama sekali ga nyangka rencananya eomma dan appa nya Min dan Kris >_>,, haduhh nekat amattt pke pura2 nikah segala

    teruss itu kenapa si Kris bisa tau mommy nya pura2? hahaha

    lanjuttt yahhh!! hahahhaha😄,, btw bodor lah yg koment di shiningstory, di part2 awal kan tetem kurang eksis, pada di tanyain mana si tetemnya, ko cuman dikit? haha

    • kris bisa tau knp mommy nya pura2… liat aja chapter selanjutnya. hehehe.
      tapi itu dia udh mulai curiga…pas alex ngirim email k dia dan bilang dia liat ibunya d kanada. padahal ibunya jelas2 bilang k kris…klo dia lg ikut k aussie sama ayah minah.
      hehe…
      gomawo N udh baca🙂

  2. Hallo, aku reader baru disini Babykkoming imnida….. 99 lines, Kris biased. Hehe, aku suka banget sama Fanfict satu ini, bahasa nya ringan, dan santai. Alur ceritanya juga seru dan gak nge- bosenin. Keep writing thor^^

  3. wohoho aku bener-bener tertarik ama ff ini chingu, suka ama jalan ceritanya😀

    dari part 1 ampe part 6 ini makin kesini makin bagus, jadi bingung mau comment apa hehe, pokoknya Daebakkkkk!

    yang pasti masih nunggu banget deh part 7 nya, hwaiting ya🙂

  4. waaaaa senengnya waktu jalan jalan part 6nya udh dipost ^^
    itu shinae sebenernya siapa? luhan suka ya sama minah? hohoho
    duhh aku bingung mau komen apa lagi, hmmmm -_-
    suho g keliatan lg ya? wkwk padahal aku kira kl mau cinta segitiga atau apalah, nanti cowok ketiganya suho atau kai (maybe) eh tp salah, malah suho g pernah keliatan lg
    min jangan di-end-in dulu ffnya yah, belom rela kl end di next part u.u
    oke segitu saja min, next parrt buruan yahhh, kan part ini udh dipost dari tanggal 24 december, sekarang sudah januari😀
    oiya selamat tahun baru bua mimin🙂
    segitu sajah
    salam cipok!

  5. Oooh..lalalala..happy ending wkwk…

    Suka bgt..good ff… Mana lanjutannya?

    Ckck… Luhan gmana? Ama mi young aja ya? Huehue.. Knpa slalu luhan yg tersakiti di ff#plak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s