Malaikat Sayap Putih, Hitam, atau Abu? (Chapter 3)

Malaikat Sayap Putih, Hitam, atau Abu? (Chapter 3)

 

Title     : Malaikat Sayap Putih, Hitam, atau Abu?

Genre  : romance, friendship, family

Author : Azumi Aozora

Length : Chaptered

Casts :

  1. Krystal (Jung Soo Jung)
  2. Kai (Kim Jong In)
  3. Shim Chang Min
  4. Lee Tae Min
  5. Key
  6. No Min Woo (Ex member Trax)
  7. Baek Hyun
  8. Su Ho
  9. Kim Jae Joong
  10. Jessica
  11. Another EXO, SHINee, f(x), TVXQ, and SNSD member

–          Chapter 3 –

“Apakah kau benar-benar nyata Oppa?” tanyaku.

“Tidak. Aku hanya khayalanmu.” Jawab No Min Woo.

Aku tersenyum. Kenyataan ini terlalu aneh. Terasa seperti mimpi.

“Kau membenciku? Kenapa kau baru muncul sekarang? Terlalu sibuk dengan syutingmu? Dengan pacar-pacar barumu?” tanyaku datar.

Min Woo tersenyum. Terlihat dua lesung pipit di pipinya.

“Aku bangga padamu, Krystal.”

Aku mendengus. “Dulu aku benar-benar bodoh kan? Kupikir kau benar-benar membenciku. Tapi sebenarnya akulah yang membenci diriku sendiri. Aku hanya takut mengakuinya. Tapi.., kau dulu memang brengsek sekali, Oppa. Kau harus rela saat kutampar dan kupukul. Ayo keluar, dan berdirilah seperti laki-laki sejati!” kataku tegas. Aku membuka pintu mobil. Berdiri di tepi jalan. Di bawah kami tebing dan air laut. Udara terasa asin.

Min Woo Oppa mengikutiku. Berdiri di sampingku. “Oke. Silakan pukul aku.” Katanya sambil memejamkan mata.

Aku menonjok lengan dan dadanya dengan keras.

“Tidak sakit.” Kata Min Woo sambil menahan senyum.

Kali ini aku menendang tulang kering kakinya.

“Aaaawwww!!!!” Min Woo menjerit kesakitan.

Aku tertawa dan langsung memeluknya dengan erat. “Apakah sekarang kita bisa kembali seperti dulu? Aku tidak keberatan pakai topeng lagi.” Aku tersenyum lebar.

Min Woo Oppa memegang kedua lenganku dan menatapku dengan sedih. “Waktu yang akan bicara, Krystal~ah…, biarkan waktu yang menjawab. Karena mungkin saja.., sekarang kau sadar.., bukan aku yang terbaik. Tapi bagiku.., kau selalu yang terbaik.” Min Woo Oppa memelukku. Aku tidak mengerti apa maksudnya.

“Kai sudah datang.” Kata Min Woo.

“Kai?” aku bingung. “Kenapa Kai ada di…?” aku menoleh ke belakang. Kai menepikan audi hitam-nya di dekat kami. Ia keluar dari dalam mobil. Berdiri di samping Min Woo.

“Terima kasih Kai…” ujar Min Woo. Perlahan ia menyerahkan tanganku pada Kai.

“Mwo????”

Min Woo Oppa meremas puncak kepalaku dengan lembut. “Aku menantikan mimpi-mimpimu yang belum terwujud. Jadi bintang Hollywood?” Min Woo Oppa mengedipkan sebelah matanya.

“Apa maksudnya ini? Kai! Kenapa kau ada di sini? Bagaimana kau tahu?” teriakku pada Kai.

“Hyung.., dia sangat berisik. Gendang telingaku serasa mau pecah tiap dia bicara.” Keluh Kai pada Min Woo. Min Woo Oppa tertawa. Sangat tidak sopan!

Kai menarik tanganku dan mendorongku masuk ke dalam mobilnya. “Oppa!!! Min Woo Oppa!!!!” teriakku. Tapi Min Woo Oppa hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum.

Kai memacu mobilnya dengan kencang. “OPPAAAAA!!!!!” teriakku.

“YAAA!!! Bahaya tau! Masukkan kepalamu ke dalam mobil!” bentak Kai.

“APA YANG KAU LAKUKAN??????” pekikku. “TURUNKAN AKUUUU!!!!”

“PD-nim mencarimu. Dan seharusnya kau berterima kasih padaku. Akulah yang mmeberitahu Min Woo hyung lokasi kita syuting. Aku juga yang menyarankan dia membawamu pergi untuk sementara.”

“Kenapa?” aku menyipitkan mataku. Menatap Kai. Curiga.

“Agar kau berhenti bersikap bodoh!” bentak Kai. “Mulai sekarang fokuslah pada apa yang kau kerjakan! Bukankah kau tahu orang seperti apa Lee Soo Man?! Kau ingin menghancurkan hidup hyung lagi? Kau ingin menghancurkan hidupmu juga? Sadarlah Jung Soo Jung! Kau sudah dewasa! Orang dewasa tidak merajuk seperti anak kecil! Orang dewasa tidak akan bersikap bodoh untuk kesenangan sesaat! Yakin saja suatu hari nanti kau dan Min Woo hyung akan bersama lagi. Saling percaya saja. Tidakkah itu cukup??!” cerocos Kai berapi-api. Aku hanya terdiam. Benar apa yang ia katakan. Semuanya benar.

Kai kembali bicara. “Apakah dua orang yang saling mencintai harus memberitahu kepada seluruh dunia sebesar apa cinta mereka berdua? Apakah seluruh dunia harus tahu? Tidak. Soo Jung. Hanya kedua orang itu yang merasakan. Itu sudah cukup.” Kai menghela nafas sejenak. “Mulai sekarang…, cobalah berpikir lebih dewasa dan lebih realistis. Seluruh dunia saat ini tidak perlu tahu. Kalau dunia tahu, kalau sajangnim tahu, bukan hanya karir kau dan Min Woo hyung saja yang hancur. Tapi karir f(x) juga. Tidakkah kau merasa kasihan pada teman-temanmu?”

Lagi-lagi aku hanya terdiam.

“Soo Jung ssi.., kalau kau ingin bertemu Min Woo hyung, berkencan dengannya diam-diam, aku akan membantumu. Tapi satu pesanku. Jadilah Krystal yang dulu. Yang pemberani, yang pantang menyerah mencapai impiannya. Dan …, jangan sampai ketahuan sajangnim.” Kai mengedipkan sebelah matanya.

Ada satu hal yang menggangguku. Darimana Kai tahu? Kenapa dia bisa tahu tentang Min Woo Oppa dan aku?

“Kai…, kenapa… kenapa kau bisa tahu? Dan kenapa kau mau membantuku?” tanyaku penasaran.

Kai menghela nafas berat. “Ingatanmu payah sekali!”

“Eh?”

Kai mengangkat bahu. “Biarkan waktu yang menjawab.”

Aku mendengus. “Hari ini kau dan Min Woo Oppa mengatakan kalimat yang sama. Apakah sebelumnya kalian janjian?” aku tersenyum sinis.

“Kalimat apa?” Kai pura-pura bego.

“Sudahlah!” aku mengibaskan tanganku. “Meskipun kau baik dan pernah menolongku. Lebih baik kau tetap menjadi musuhku.”

“Karena dengan menjadi musuhku…, kau akan membuatku lebih bahagia. Karena aku punya hal lain untuk dipikirkan.” Lanjut Kai.

“Ehhh???” aku bingung. Aneh. Rasanya aku pernah mengatakan kalimat itu. Tapi kapan?

Kai menyeringai. “Itu kalimatmu. Dulu sekali. Sudah lama. Haaahh.., dasar! Sudah kubilang ingatanmu itu perlu di reparasi! Haruskah kita mampir ke bengkel otak dulu?”

Aku memukul kepala Kai. “Bodoh!”

Aku menghempaskan tubuhku ke jok mobil. Merasa terganggu dengan kata-kata Kai. Sebagian ingatanku hilang? Ingatan yang mana? Aku bisa dengan jelas mengingat Min Woo Oppa. Apakah itu berarti aku kehilangan ingatan sebelum aku bertemu Min Woo Oppa? Kapan? Kenapa?

Aku memang tidak bisa mengingat jelas beberapa kejadian saat aku kecil. Kenapa? Kenapa aku tidak bisa ingat?

“Waktu yang akan bicara, Krystal~ah…, biarkan waktu yang menjawab. Karena mungkin saja.., sekarang kau sadar.., bukan aku yang terbaik. Tapi bagiku.., kau selalu yang terbaik.”

Kenapa Min Woo Oppa bicara seperti itu? Apakah dia tidak pede dengan dirinya sekarang? Sekarang aku memang bukan Krystal yang dulu lagi. Sekarang aku adalah idol. Halyu star. Tapi bagiku…, Min Woo Oppa tetap yang terbaik.

Kemudian aku melirik Kai di sampingku. Akhir-akhir ini Kai lebih mengganggu daripada biasanya.

Saat dia bersikap agak baik…, dia jadi lebih mengganggu!

*****

Esok harinya….

17.00 KST

Setelah selesai latihan dance bersama f(x), aku tetap berada di tempat latihan, sementara Vic eonni pergi belanja bersama Amber eonni, Yuri eonni, dan Sunny eonni. Sulli eonni langsung menuju lokasi syuting To The Beautiful You. Luna eonni langsung menuju KBS radio.

Sepertinya hanya aku yang tidak ada acara. Besok pagi, aku harus syuting WGM lagi bersama Kai. Haaah.., aku harus tahan selalu bertemu dengan Kai. Tapi setidaknya karena kai mau membantuku dan Min Woo Oppa, aku akan mencoba bersikap baik padanya. Tapi seperti sudah kubilang sebelumnya, sangat susah bersikap baik pada Kai. Selalu saja ada hal yang membuatku naik darah.

Lagipula… Kai lebih asyik kalau dia menyebalkan. Lebih asyik memaki Kai daripada tersenyum padanya. Seperti kemarin. Rasanya aneh sekali bicara baik-baik dengannya.

“Soo Jung~ah…, YAAA!!!!! Dasar kau ya!!! Kudengar saat syuting WGM kemarin… kau dan Kai kabur naik mobil Kai. Hahahaha.” Suara cempreng Key Oppa memenuhi studio dance.

Key Oppa memakai T-shirt pink, celana pendek, dan handuk kecil yang melingkar di lehernya. Sepertinya dia juga baru selesai latihan.

Key Oppa duduk di lantai. Menatapku dengan pandangan jahil sambil menahan senyum.

“Jadi kalian sudah bukan musuh lagi?” goda Key.

“Tentu saja dia musuhku! Aneh sekali kalau dia bersikap baik! Rasanya aku ingin muntah!” bentakku.

“Huwahahahaha….” Key terbahak-bahak.

“Tae Min mana?” tanyaku. Aku belum cerita tentang Min Woo Oppa padanya. Aku sudah cerita pada Vic eonni tadi malam. Hanya Vic eonni dan Tae Min yang tahu masa laluku dengan Min Woo Oppa. Sebenarnya aku ingin cerita pada Key Oppa. Tapiii.., bukannya aku tidak percaya padanya. Hanya saja…, karena sifat easy going Key Oppa, dia juga kadang suka keceplosan kalau sedang mengobrol bareng-bareng yang lain. Maksudnya sih bercanda pastinya. Tapi.., kalau sampai sajangnim mendengar bisa bahaya. Sajangnim sangat pintar dan peka. Candaan pun bisa berujung masalah!

“Tae Min aku suruh beli ice cream baskin robbins.” Ujar Key cuek. Dia membaringkan tubuhnya di lantai studio.

Aku berdecak. Dasar Key! Sukanya memerintah Tae Min! kasihan sekali Tae Min jadi maknae di SHINee, kalau aku yang jadi maknae di SHINee…akan kutendang hyung semacam Key ini!

“Kalau aku terlahir sebagai cowok…, kira-kira aku akan masuk grup mana ya? SHINee? Suju? TVXQ? Ah., aku tidak mungkin masuk suju atau TVXQ. Mereka jauh lebih tua dariku.”

“Mungkin kau akan masuk SHINee. Jadi kita ber-6. Pasti asyik! Eeeh.., tapi kemungkinan besar kau akan masuk EXO! Jadi kau akan bertengkar dengan Kai setiap detik! Hahahaha.” Key terbahak-bahak. Aku mendelik kesal padanya.

Kali ini Key menatapku serius. “Kalau kau jadi cowok.., kau akan suka girlgroup mana? Siapa?”

“Hmmm… f(x)? Ah.., tapi tidak ada Krystal kalau aku jadi cowok. Tidak ada yang lebih baik dari Krystal.” Aku mengedipkan sebelah mata pada Key.

“YAAAA!!!! Serius!!!!”

Aku hanya tertawa.

Key berguling-guling di lantai. “Kenapa aku belum pernah jatuh cinta????”

“Mwo? Jinja???”

Key duduk lalu mengangguk. Pipinya ia gembungkan.

“Hahaha.., Oppa! Kau kalah jauh dariku!” ujarku bangga.

Key semakin cemberut. Aku ingin tertawa melihat ekspresi konyolnya.

“Kalau aku jadi cowok.., berarti pasti ada 1 cowok SM yang jadi cewek. Hmmm.., Tae Min? bagaimana kalau seandainya dia cewek? Apa kau akan jatuh cinta padanya?”

“Molla!!! Aku pasti pasti pasti PASTI tidak akan suka padanya! Aku tidak suka cewek lemah!”

“Hmm.. kalau begitu..Kai? bagaimana kalau dia jadi cewek?”

Key Oppa menatapku. “Maka aku akan jadi sainganmu.”

“Eeehh???”

“Kalau kau cowok, dan Kai cewek. Kalian juga tidak akan jauh beda dari sekarang. Jadi pasti aku akan jadi sainganmu.” Ujar Key serius.

“Jadi sekarang …. Kau sainganku?” candaku.

“YAAAA!!!! Aku bukan HOMO!!!!!” bentak Key.

Aku terbahak – bahak. Puas sekali rasanya menjahili Key Oppa. Lagian ada-ada saja bahan obrolannya!

Hmmm.., kalau aku terlahir sebagai laki-laki…, mungkin aku tidak akan pernah membuat Min Woo Oppa menderita.

*****

7.00 KST.

Arena ice skatting di mall ini sengaja di booking untuk syuting WGM nanti. Sekarang, aku dan Kai bebas bermain-main dulu, sekalian pelemasan. Ah.., sudah lama aku tidak main ice skatting.

Aku puas sekali melihat Kai selalu terjatuh saat bermain ice skatting! Hahaha. Ternyata dia tidak bisa main ice skatting!

Aku meluncur ke sana kemari dengan banyak gaya, sambil menjulurkan lidahku panjang-panjang pada Kai. Kai hanya menatapku kesal.

“Bagaimana kalau kau merangkak saja seperti bayi? Atau.., kau sebaiknya duduk di gerobak dan ditarik oleh anjing-anjing? Hahahahaha.” Aku melakukan gerakan ballet. Kai semakin kesal.

Kai berjalan di tepi sambil berpegangan pada pegangan besi di sekeliling ruangan ice skatting. Aku menyeringai tiap kali meluncur dekat Kai.

“Lepaskan tanganmu Pabo! Beranilah! Kau ini laki-laki atau bukan sih?! Kalau jatuh juga tidak masalah. Bersyukurlah karena kau jatuh ke bawah, bukan ke atas! Hahahaa…” aku meluncur lagi, mengelilingi arena, lalu kembali mendekati Kai.

“Oh.., ayolah Kaaiii…, kau mau menghancurkan ratting WGM??? Kau mau fans-fans-mu menertawaimu?”

“Berisik!” ujar Kai dingin. Di saat seperti ini masih saja dia memasang tampang belagu-nya.

“Pegang syal-ku!” Aku menjulurkan syal-ku padanya. Membelitkan ujung yang satunya pada tanganku.

Ragu-ragu Kai mengambilnya. Aku meluncur perlahan-lahan. Di belakangku, Kai tampak ketakutan memegang syal-ku. Berkali-kali ia terjatuh. Aku hanya berdecak kesal.

“Sudahlah! Lebih baik aku mengajari kucingku main ice skatting!” aku pun pergi ke tepi. “PD-nim.., kau yakin kita akan syuting di sini? Kai sangat payah!”

“Cut!!” teriak PD-nim.

“Eeeehhhh???” Aku dan Kai syok.

PD-nim bertepuk tangan. “Bagus. Bagus sekali. Sangat alami.”

“Kau merekam kami, PD-nim?” tanyaku.

PD-nim mengangguk. “Hmm.., sebenarnya tadi itu kami rekam semuanya. Oke, syuting cukup sampai di sini. Terima kasih karena kerja keras kalian. Kuharap rating-nya bagus.”

“Haaaahhh???” Aku dan Kai hanya bisa melongo. Syuting yang aneh! Dan apa-apaan itu tadi! Merekam-ku tanpa sepengetahuanku! Yah, tapi sudahlah. Toh aku juga tidak terlalu peduli dengan reality show ini.

Kai masih mencoba belajar ice skatting. Aku menghela nafas. Tak sabar.

Aku mengulurkan tanganku padanya. “Aku akan melatihmu.” Kataku ketus.

Kai menatapku heran. “Benarkah?” lalu dia menatap tanganku jijik, seolah di tanganku ada racun mematikan.

Cepat-cepat aku meraih kedua tangannya. Aku meluncur mundur, Kai kutarik agar meluncur maju.

“YAAAA!!! YAAA!!! STOP!!!!” teriak Kai.

“Ck…ck..ck.., kau hebat kebut-kebutan mobil, tapi takut main ice skatting?”

“YAAAA!!! Berhenti!!! Pegang tanganku!! Awas kalau kau melepaskannya lagi seprti dulu! Aku bisa gegar otak lagi!”

Aku memicingkan mataku. “Dulu?” tanyaku. “Kita pernah main ice skatting bersama sebelumnya?”

Kai berdecak. “Ck..ck..ck.., sudah kubilang…kau perlu mengunjungi bengkel otak!”

Aku menendang sebelah kaki Kai. Kai menjerit dan terjatuh. Tapi tangannya masih kupegang.

“YAAAA!!! KAU MAU MEMATAHKAN KAKIKU JUGA??????”

Aku terbahak-bahak.

“Ini semua karenamu. Aku tidak bisa main ice skatting karenamu.” Kata Kai.

“Eh?”

“Aku benci katak karenamu. Aku suka makan pedas karena ulahmu dulu. Aku belajar dance karenamu. Aku masuk SM karena kau yang memaksaku!”

“Haah? Apa yang kau katakan barusan? Karena aku?” tanyaku bingung.

Tiba-tiba saja tatapan mata Kai melembut. Bukan tatapan Kai yang biasanya. Tapi anehnya, aku seperti pernah melihat jenis tatapan ini.

“Sampai kau bisa mengingat semuanya.., aku akan selalu jadi musuhmu.”

–          TBC –

41 thoughts on “Malaikat Sayap Putih, Hitam, atau Abu? (Chapter 3)

  1. aaaaaa!!!! lanjutt doongg, >.< suka sama ceritanya dehh, lagi siap siap denger lanjutan ehhhh-..- TBC LANJUT YA EONNIII hrus lanjut!! hahah

  2. KEREN BGT
    kenalin aku reader baru
    aku suka banget ceritanya
    aku suka banget pemeranya
    aku jg suka banget cara menceritakanya
    yang paling aku suka saat KaiStal moment
    di sini semua serba keren
    idenya utk bikin malaikat bersayap itu kreatif bgt, sebelumnya G ada cerita yang kyk gini
    pokoknya harus lanjut terus… g boleh berhenti
    kutunggu ya

  3. Waa…
    Author hebat! Ceritanya bikin penasaran!
    Daebak thor! Cepetin ya chapter 4 nya…
    Udah bolak balik nyamperin blog author, tapi belum ada juga chapter 4-nya…
    Aku tunggu loh thor!🙂

  4. huhhu bagus banget ^·^
    kenalin, aku reader baru..
    next chapt ditunggu yaa
    oh iya ^·^ aku skrg mulai lirik2 EXO brkat FFmu thor hehe
    *sblumny aku ga begitu update group rookie*

  5. Pingback: Malaikat Sayap Putih, Hitam, Atau Abu? (Chapter 4) | wiantinaazmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s