Malaikat Sayap Putih, Hitam, atau Abu? (Chapter 1)

Malaikat Sayap Putih, Hitam, atau Abu?

 

Title     : Malaikat Sayap Putih, Hitam, atau Abu?

Genre  : romance, friendship, family

Author : Azumi Aozora

Length : Chaptered

Casts :

  1. Krystal (Jung Soo Jung)
  2. Kai (Kim Jong In)
  3. Shim Chang Min
  4. Lee Tae Min
  5. Key
  6. No Min Woo (Ex member Trax)
  7. Baek Hyun
  8. Su Ho
  9. Kim Jae Joong
  10. Jessica
  11. Another EXO, SHINee, f(x), TVXQ, and SNSD member

Summary : Krystal dan Kai dijuluki sebagai “Tom and Jerry” oleh netizen. Semua orang tahu bagaimana buruknya hubungan mereka berdua. Mulai dari perang di twitter, di acara musik, red carpet, reality show, dll. Banyak netizen yang menduga “permusuhan” diantara mereka berdua hanyalah akting untuk menaikkan popularitas saja. Lalu bagaimana jika suatu hari Lee Soo Man  memutuskan untuk memasangkan Kai dan Krystal dalam sebuah acara reality show… We Got Married?! Apakah hubungan mereka akan membaik atau justru semakin buruk? Bagaimana dengan masa lalu Kai dan Krystal? Apa yang membuat mereka saling benci? Dan apa yang membuat Krystal trauma menghadapi pers? Siapa malaikat sayap putih dan malaikat sayap hitam yang selalu Krystal bicarakan? Lalu kini.., muncul malaikat sayap abu-abu?

Let’s read this story. Enjoy ~~~ ^_^

–        Chapter 1 –

“APA KAU TIDAK BOSAN DENGAN BERITA SEMACAM INI?” Manager f(x) melemparkan koran ke hadapanku.

Aku mengangkat wajahku dari Ipad. Aku juga sedang membaca berita yang serupa dengan yang ada di koran. Dan.., jujur saja aku tidak peduli. Aku baik-baik saja ketika netizen di luar sana membicarakan mengenai diriku dan Kai. Setidaknya aku tidak berbohong mengenai diriku. Aku sama sekali tidak jaim alias jaga image. Aku tidak pernah berpura-pura baik ataupun jahat. Semua yang kulakukan berdasarkan apa yang kupikirkan dan kurasakan.

“Oppa.., kau harus mengakui … dengan seringnya media massa membahas diriku, popularitas f(x) menjadi meningkat.” Kataku sambil tersenyum pada manager-ku.

Manager-ku membelalakkan matanya, tapi ia tidak berkata apa-apa. Ia hanya menghela nafas berat. Aku tahu.., jauh di dalam lubuk hatinya, ia setuju denganku.

“Ngomong-ngomong.., pose Kai di koran ini yang paling daebak!!!! Huwahahahaha…” Aku terbahak-bahak melihat foto Kai yang terjatuh dengan tangan terentang dan mulut menganga lebar di acara penghargaan musik tadi malam. Ya, terjatuh karena kaki-ku.

“Soo Jung~ah…,” panggil Victoria eonni. Cepat-cepat aku menghampiri Vic eonni yang membawa banyak sekali belanjaan.

“Aigoo eomma. Banyak sekali!!!!” keluhku sambil membawa sebagian tas belanjaan dari tangan Victoria. Aku dan para member f(x) lainnya memang sering memanggil Victoria eonni dengan sebutan eomma, karena dia sangat menyayangi dan mengurus kami layaknya seorang ibu. Selain itu Vic eonni sangat pandai memasak.

“Nuna…, kau benar-benar hanya mengundang artis SM? Nampaknya semua bahan makanan ini akan cukup untuk lebih dari 200 orang!” seorang namja kurus memakai jaket pink masuk sambil membawa belanjaan.

“Key Oppa!!!!!!” pekikku. Senang melihat Key ada di apartemen kami.

“YAAAA!!! Tadi malam kau benar-benar DAEBAK!!!! Hahahaha.” Key menjatuhkan belanjaan di lantai dan mengguncang-guncang bahuku dengan kedua tangannya.

“Benar kan?” Aku nyengir lebar. “Hanya Oppa yang mengerti aku.” Kataku sambil mendelik ke arah manager-ku yang bersiap-siap pergi dari apartemen kami.

Key balas nyengir dan mengacak-acak rambutku. “Kajja! Vic Nuna meminta bantuanku menyiapkan barbeque party untuk nanti malam.”

“Party?”

Key mengangguk. “Hmmm.., Vic nuna tidak memberitahumu? Nanti malam akan ada barbeque party di taman belakang apartemen kalian, untuk merayakan keberhasilan f(x) memenangkan triple crown tadi malam.”

“Kalian berdua.., ayo cepat bantu aku! Sebentar lagi SungMin Oppa, Hyoyeon, Tae Min, dan D.O juga akan datang membantu.” Victoria sudah memakai celemek dan berjalan hilir mudik membawa belanjaan ke dapur.

“D.O? Member EXO datang juga?”

Victoria mengangguk. “Hmm…”

“EOMMA!!!!!!” pekikku.

“Aigoo…, baby Krystal…, berhentilah merajuk. Kau pasti senang. Dia juga akan datang.”

Dia? Jong In maksud eomma?” cibirku.

Victoria tertawa, lalu menggeleng. “Bukan. Maksudku.., Dia…, seseorang yang spesial bagimu. Dia baru saja tiba dari Jepang hari ini.”

“Jinja??? Apa eomma serius?” pekikku heboh.

“Hmm.” Victoria mengangguk.

“Huwaaaaahhhhh!!!!! Asyiiiikkkkk!!!!! Gomawo eomma!!!!!” langsung saja kupeluk dan kucium pipi kanan dan kiri Victoria eonni.

“YA!! YA!!! Apa yang kalian lakukan?” Key Oppa datang dari dapur sambil memegang pisau dan daging.

“Oppa!!! Kau terlihat menyeramkan!”

Key melirik pisau di tangan kanan-nya. “Cepat bantu aku, Soo Jung! Atau kalau tidak nasibmu akan sama seperti daging-daging ini!”

“Hahaha.., ne..ne.. Oppa.” Aku pun berlari ke dapur dengan langkah riang.

Tentu saja aku merasa bahagia. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan “Dia”, dan nanti malam… “Dia” akan datang.❤

******

Pukul 19.00 KST

Untung saja ada Sung Min Oppa, Tae Min, dan D.O yang membantu kami menyiapkan barbeque party malam ini. Mereka bertiga jago memasak, meski tidak sehebat Key Oppa dan Victoria eonni.

Donghae Oppa, Si Won Oppa, Shindong Oppa, Tae Yeon eonni, Soo Young eonni, Onew Oppa, dan Min Ho Oppa membantu menyiapkan pesta, sampai menghias taman belakang apartemen kami dengan balon dan bunga. Benar-benar “Wah”! kupikir barbeque party ini hanya pesta makan-makan biasa. Tapi ternyata….

“Lee Soo Man sajangnim juga akan datang.” Kata Vic eonni.

“Mwo?” tuh kan! Apa kubilang! Pesta ini bukan hanya sekedar makan-makan! Bila Lee Soo Man sajangnim hadir.., berarti ada “sesuatu”. Feeling-ku jadi tidak enak. Dan tambah buruk begitu aku melihat seorang namja tinggi berkulit tan, jaket kulit hitam, dengan wajah belagu-nya yang dingin – datang bersama member EXO-K yang lain : Se Hun, Su Ho, Baek Hyun, dan Chan Yeol. Kai berjalan bersebelahan dengan Se Hun, membuatnya terlihat seperti kopi disamping susu. Se Hun itu putih dan mulus sekali. Kadang aku juga iri pada kemulusan wajahnya. Sementara Kai alias Jong In berkulit cokelat. Tan.

“Woaaaahhhh…, wanginya enak.” Su Ho mengelus-elus perutnya sambil mendekat ke arahku.

“Jangan sampai air liurmu menetes di panggangan, Su Ho Oppa!” kataku pada leader EXO-K itu.

Su Ho tertawa. “Hahaha…, aku sudah tidak sabar Soo Jung ssi.”

“Butuh bantuan?” tanya Baek Hyun.

Aku mengangguk. “Baek Hyun Oppa.., seseorang di sana butuh bantuan untuk menyembunyikan wajahnya dari pers.” Aku menatap Kai. Kai balas menatapku dengan tajam.

Baek Hyun terbahak-bahak. “Oh ayolah…, Soo Jung ssi.., Jong In ssi.., bisa tidak malam ini kalian berhenti membuatku tertawa karena kekonyolan kalian?”

Aku dan Kai sama-sama mendelik ke arah Baek Hyun. Baek Hyun hanya nyengir sambil mengangkat kedua tangannya. Tanda menyerah.

“Ck…ck…ck.., bahkan sejak menjadi trainee pun kalian sudah bermusuhan.” Onew menghampiri kami sambil membawa balon yang tersisa. “Tapi…, mau tidak mau..harus kuakui popularitas kalian meningkat, Soo Jung.., Jong In. Di saat idol-idol lain melakukan fake musuhan, fake relationship, dan berbagai stunt lainnya…, kalian menghebohkan media karena ulah asli kalian.” Onew Oppa mengangkat ibu jarinya. Aku hanya tersenyum lebar karena pujiannya barusan. Tapi jujur saja, aku muak harus selalu bertemu Jong In akhir-akhir ini.

Dulu, 3 tahun lalu, ketika aku debut lebih dulu daripada Jong In…., rasanya aku puas sekali. Aku tahu dia iri setengah mati padaku waktu itu. Padahal kami masuk SM, menjadi trainee dalam waktu yang sama, tapi ternyata aku debut lebih dulu daripada dia. Dan sekarang, setelah EXO debut, aku jadi sering bertemu lagi dengan Jong In. Di acara musik, reality show, pemotretan, radio show, dll.

“Sebenarnya…, apa yang membuat kalian jadi musuh bebuyutan?” tanya sebuah suara bass. “Aku melihat berita kalian di internet.”

“Yun Ho Oppa!!!!” aku kaget ketika melihat namja tampan dan tinggi yang baru saja bergabung di taman. Mataku membelalak begitu melihat ada 1 namja lain yang ikut bergabung. Sekilas, namja itu terlihat agak mirip Kai. Hanya saja versi lebih tampan, lebih dewasa, dan tentunya lebih baik.

“Chang Min Oppa…” bisikku pelan. Aku mencium lenganku yang bau daging. Sial! aku belum sempat ganti baju!

“Eomma!!!! Aku ganti baju dulu.” Aku menghampiri Victoria eonni dan berbisik padanya. Vic eonni memberiku tanda Oke dengan jarinya.

Aku berjalan berjinjit di balik orang-orang, Berharap Chang Min Oppa tidak melihatku. Rambutku sekarang acak-acakkan, pakaianku kusut dan bau daging. Terlebih aku masih memakai celemek yang kotor dan bau asap!

“Krystal~ah…”

Deg! Langkahku terhenti. Hafal betul siapa pemilik suara ini. Karena masih saja tidak bergerak, suara itu memanggilku lagi. “Krystal~ah.., Soo Jung~ah…”

Aku merasakan bahuku disentuh oleh sebuah tangan besar dan hangat. Perlahan aku membalikkan badanku.

“Max Oppa…” kataku grogi.

Chang Min tersenyum manis. “Aku selalu suka saat kau memanggilku Max. Sama seperti 10 tahun lalu.”

“Aku…aku ganti baju dulu ya Oppa.., bajuku bau daging dan bau asap…”

“Tidak apa-apa. Wangimu enak.” Chang Min Oppa memelukku dengan erat.

“Op…Oppa…”

“Bagaimana kabarmu Krystal~ah?”

Aku mengangguk. “Baik.” Aku bicara dengan susah payah karena sesak. Jantungku berdebar kencang sekali, ditambah pelukan Chang Min Oppa yang sangat erat.

“Oppa.., bauku enak.., tapi aku tidak enak kalau dimakan.”

“Hahahahaha…” Chang Min Oppa terbahak-bahak. Ia melepaskan pelukannya, menatapku lekat-lekat sambil tersenyum lebar. “Kau sudah besar, Soo Jung~ah.., sudah setahun kita tidak bertemu.”

Aku mengangguk. “Hmmm.., aku senang bisa melihatmu lagi, Oppa.”

“YAAAHHH!!! Chang Min!! Bagaimana kabarmu?” tiba-tiba saja Shindong Oppa dan SiWon Oppa datang dan memeluk Chang Min Oppa brotherly. Aku jadi punya kesempatan untuk menyelinap pergi ke atas, ganti baju, dan berdandan.

Aku tersenyum lebar. Tanpa sadar mataku dan mata Kai beradu. Seperti biasa dia menatapku dingin. Cepat-cepat aku memalingkan wajahku. Huh! Merusak mood saja!

Pesta barbeque berlangsung meriah sekali. Hampir semua artis SM datang, kecuali BoA eonni, semua member EXO-M, Kang-in Oppa, Hee Chul Oppa, Lee Teuk Oppa, Eun Hyuk Oppa, Seo Hyun eonni, Jong Hyun Oppa, dan KangTa Oppa. Beberapa staff SME juga hadir, termasuk Lee Soo Man sajangnim.

Sudah lama sekali kami semua tidak berkumpul dalam acara santai seperti ini. Senior-senior yang sudah berumur lebih dari 20 tahun menegak soju dan wine, sementara aku dan para junior lainnya harus puas hanya dengan jus dan minuman bersoda.

“Kau belajar memasak dari Victoria nuna?” aku senang karena Chang Min Oppa memilih duduk di sampingku.

Aku mengangguk dengan bersemangat. “Hmm. Kapan-kapan Oppa harus mencoba masakanku. Kali ini aku janji…, pasti tidak sehancur yang waktu itu.”

Chang Min tersenyum lebar. “Benarkah?” godanya sambil mengangkat sebelah alis matanya. Dengan raut wajah dan tatapan menusuk-nya itu Chang Min Oppa terlihat mirip Kai. Aku mendengus. Apaan sih aku ini?! Kenapa membanding-bandingkan Chang Min Oppa yang milyaran kali jauuuuh lebih baik dengan Kai?!

“Soo Jung…, Chang Min…, apa pendapat kalian tentang reality show semacam We Got Married?” tiba-tiba saja Lee Soo Man sajangnim menghampiri kami. Kontan aku dan Chang Min Oppa berdiri dan membungkuk memberi hormat.

“We Got Married? Menurut saya…, acaranya bagus.” Kata Chang Min Oppa diplomatis.

“Di Jepang juga ada acara semacam itu bukan?”

“Ne, Sajangnim.”

“Bagaimana menurutmu, Soo Jung?”

Omo ~~~ apa ini pertanda sajangnim akan memasangkan aku dan Chang Min Oppa dalam acara We Got Married? Kyaaaaaa!!!!!! >_<

“Mmmm.., saya pikir… acara itu sangat menghibur dan punya rating yang bagus. Bisa membuat idola yang bergabung menjadi semakin populer.” Jawabku.

Lee Soo Man sajangnim terbahak-bahak, lalu mengangguk. “Pilihanku tepat.”

“Eh?”

“Aku hanya berpikir Soo Jung.., hanya memprediksi. Tapi biasanya prediksiku tepat.” Setelah mengatakan itu, Lee Soo Man sajangnim pun pergi, meninggalkan aku dan Chang Min Oppa yang kebingungan.

******

Esok harinya….

Aku menunggu Tae Min selesai latihan dance di lantai 3. Hari ini aku sudah janji akan menemani Tae Min membeli kado untuk ulang tahun ibunya.

Netizen sering mengira diantara semua member SHINee, aku paling dekat dengan Min Ho Oppa. Tapi sebenarnya aku lebih dekat dengan Key Oppa dan Tae Min. Key Oppa gampang dekat dengan siapapun karena sifat easy going-nya, sementara aku sudah dekat dengan Tae Min sejak kami masih jadi trainee.

Aku duduk-duduk di kantin SME, mengunyah permen karet sambil memainkan smartphone-ku. Sesekali mengecek me2day dan twitter.

“Hyung…, kau bawa kacamata hitam? Boleh kupinjam? Mataku sakit sekali melihat warna pink terang.”

Tsk!

Tanpa melihat pun aku sudah tau dari mana asalnya suara menyebalkan ini!

Kai menatapku tajam dengan raut wajah sinis-nya yang biasa. Di sebelahnya, Su Ho memukul pelan kepala Kai sambil tertawa. “Hahaha…, YAAA!!! Jangan begitu. Sebagai leader, aku harus mengajarimu bicara sopan.” Ujar Su Ho. Dia pun menghampiriku dan duduk di hadapanku, sementara Kai memilih meja yang jauh dariku.

“Annyeong.., Soo Jung ssi.” Sapa SuHo ramah. Tersenyum lebar.

Aku hanya membalas senyumannya seadanya. Masih kesal dengan ucapan Kai barusan. Apa Kai bilang? Matanya sakit karena melihat warna baju-ku yang pink terang?! Key Oppa juga sering pakai baju dan jaket pink, tapi Kai sama sekali tidak mengomentarinya. Lalu.., sekalinya aku pakai PINK???!!!!

“Kau sendirian? Tidak ada acara?” tanya Su Ho.

“Aku menunggu Tae Min. Oppa baru selesai latihan?” tanyaku. Meskipun bisa dibilang Su Ho dan member EXO lainnya (kecuali Kai, Tao, dan Se Hun) adalah junior-ku karena debut 3 tahun setelahku, tapi bagaimanapun umur mereka lebih tua dariku. Jadi, aku menolak saat mereka memanggilku Sunbae. Aku juga lebih nyaman memanggil namja yang lebih tua dariku dengan sebutan Oppa.

“Kami latihan lagu baru kami.” Jawab Su Ho.

Bukannya aku tidak respek pada Su Ho Oppa, tapi suasana hatiku jadi buruk gara-gara ada Kai dan ucapannya barusan.

Ada notifikasi dari twitter.

Kai men-tweet sambil me-mention-ku.

JongIn_Kim @Krystal PINK!

Aku membelalakkan mataku sambil mendengus keras. Su Ho Oppa menatapku heran. Aku menatap Kai di sebrang. Dia pura-pura tidak melihatku, dan terus saja asyik dengan komputer tablet-nya sambil meminum jus strawberry.

Tiba-tiba aku mendapat ide. Langsung saja kubalas mention Kai barusan.

Krystal @JongIn_Kim yang kau minum itu PINK sekali! Membuat mataku sakit!

Sekilas, Kai melihat ke arahku, kemudian kembali melihat tablet-nya.

JongIn_Kim @Krystal Tapi rasanya sangat enak. Tidak seperti MAKHLUK PINK di yang duduk di sana!

“YAAAAA!!!!!!!” Teriakku pada Kai. Su Ho terlonjak kaget karena teriakan-ku. Kai hanya berkata “Mwo?” dengan wajah bego.

Krystal @JongIn_Kim MAKHLUK HITAM PAHIT, TIDAK ENAK, JELEK!

JongIn_Kim Jauh lebih baik daripada makhluk PINK! RT Krystal @JongIn_Kim MAKHLUK HITAM PAHIT, TIDAK ENAK, JELEK!

“Soo Jung~ah.., maaf lama..hehehe.” Tae Min tiba-tiba saja datang dengan wajah polosnya sambil tersenyum manis.

“Tae Min…, kau tahu caranya meng-hack twitter orang?” tanyaku, dengan wajah kesal.

“Eh?” Tae Min bingung. Dia menggaruk-garuk kepalanya. “Aku tidak punya twitter, bagaimana aku bisa tahu caranya meng-hack? Hehehe. Kau baik-baik saja, Soo Jung~ah? Oh.., Su Ho hyung…, annyeong. Eh.. ada Jong In juga di sana…”

Kai mengangkat sebelah tangannya pada Tae Min. Aku mendengus. Cepat-cepat kugandeng tangan Tae Min. “Ayo pergi!” kataku ketus, menyeret Tae Min dengan langkah lebar-lebar.

*******

KRYSTAL f(x) Terlihat Akrab dengan Idol SM yang Lain, Kecuali KAI EXO-K? NYATA atau Hanya AKTING?

 

Entah untuk ke-berapa kalinya manager f(x) melemparkan koran ke hadapanku. “Kau tidak pernah capek menjadi bahan gossip, Jung Soo Jung ssi?” tanyanya dengan nada mematikan. Di koran itu terdapat foto aku dan Tae Min yang terlihat akrab. Sepertinya diambil oleh paparazzi kemarin sore saat aku mengantar Tae Min membeli hadiah. Lalu ada fotoku dan foto Kai (entah saat acara apa). Di foto itu kami saling tatap tajam, dan terdapat tulisan versus diantara foto kami.

Aku hanya nyengir cuek. Kembali merapikan kuku jari tanganku.

“Kau tidak membaca mention orang-orang di twitter?” tanya manager-ku.

Aku menggeleng. “Aku belum mengecek twitter lagi. Kai sialan itu pasti mengirimi-ku tweet aneh-aneh lagi.”

“KALIAN PIKIR KALIAN ANAK TK???????!!!!” sepertinya manager-ku sudah habis kesabarannya.

Aku mengorek-ngorek kupingku. “Aigoo.. Oppa. Santai saja. Ini bukan yang pertama kalinya.”

“Benarkah?” tanyanya pelan sambil memcingkan mata. “Aku menyerah.” Ujarnya sambil mengangkat kedua tangan. “Kalian tunggu saja apa tindakan sajangnim. Buka internet. Baca mention orang-orang padamu. Buka blog. Apapun. Semuanya tentang permusuhan bodoh kalian!” manager-ku langsung pergi dari apartemenku tanpa berbalik lagi.

Sebelum sempat meraih Ipad, ponselku berdering.

“Ne, eonni?” kataku pada kakak-ku, Jessica.

“Kau baik-baik saja Soo Jung?” tanya kakakku. Cemas.

“Ne. Memangnya ada apa?”

Tiba-tiba saja manager-ku masuk lagi. “Soo Jung! Jangan keluar! Banyak wartawan di bawah. Aku akan memanggil bodyguard. Kita langsung ke gedung SM. Lee Soo Man sajangnim ingin bicara denganmu.”

“MWO????” cepat-cepat aku melihat ke bawah lewat jendela. Benar saja. Sudah banyak sekali wartawan berkerumun di depan apartemen kami. Ada juga fans-fans yang membawa banner. Pasti bukan fans-ku. Mungkin fans Kai. Beberapa tulisan itu bernada sama : BERHENTILAH BERPURA-PURA MENJADI MUSUH KAI KAMI! JANGAN BIARKAN REPUTASI KAI JADI BURUK!

KAI TIDAK JELEK! KAU-LAH YANG JELEK!

Mwo? Jadi mereka membaca twitter-ku? Kenapa hanya aku yang di protes?!

“Apa fans-fans-ku melakukan hal semacam itu pada Kai?” tanyaku pada manager-ku. Tapi manager-ku tidak menggubris perkataanku. Ia sibuk bicara di telepon.

Astaga! Telepon! Aku lupa kalau Jessica sedang bicara padaku di telepon!
“SOO JUUUNG!! YAAA!! SOO JUNG! Kau tidak apa-apa? Kenapa tidak bicara? Kau membuatku khawatir tau!”

“Hehehe.., sorry eonni. Aku lupa meninggalkan ponselku di sofa. Aku baik-baik saja. Eonni tenang saja. Ne.. ne.., aku tahu. Oke, bye… I love you too eonni.”

Aku menghela nafas panjang.

Pers…, paparazzi.., kerumunan orang…

Tiba-tiba saja kepalaku jadi pusing.

“Soo Jung.., ayo. Bodyguard sudah siap. Jangan bicara apapun pada pers.” Kata manager-ku.

Aku hanya mengangguk lemah. Aku benci suasana ini! Untungnya tidak separah 5 tahun yang lalu. Hhhhh….

Aku berharap Vic eonni, Sulli eonni, Amber eonni, dan Luna eonni ada di sini sekarang. Aku takut menghadapi semua ini sendirian. Ah.., harusnya tadi aku tidak pulang ke apartemen sendirian. Harusnya aku menunggu di studio saja.

Manager-ku merangkul pundakku dengan sebelah tangannya. Melindungi wajahku dengan tangan besar-nya. Beberapa bodyguard berjalan di depan, kiri, kanan, dan belakangku. Para wartawan langsung menyerbu kami.

“Krystal ssi.., apakah kau dan Kai benar-benar bermusuhan? Apa yang membuat kalian bermusuhan? Apakah hanya taktik SM untuk menaikkan popularitas kalian?”

“Apakah sebenarnya kau dan Kai bersahabat baik? Seperti kau dan Lee Tae Min?”

“Apa sebenarnya hubunganmu dengan Lee Tae Min?”

“Krystal ssi.., Krystal ssi.., kami selalu penasaran siapa yang kau maksud dengan Malaikat sayap putih dan sayap hitam! Apakah itu Kai dan Tae Min?”

Deg!

Aku langsung berhenti berjalan begitu mendengar pertanyaan itu.

“Bukan! Bukan mereka!” jawabku lantang.

Manager-ku menarik pundakku. Cepat-cepat mendorongku masuk ke van putih. Para wartawan mengejar mobil kami. Aku menghempaskan tubuhku.

“Sudah kubilang jangan bicara apapun!” tukas manager-ku. Kesal.

Aku mendengus. “Mereka tidak tahu apa-apa.”

“Dan sudah seharusnya begitu. Mereka tidak perlu tahu apapun. Mulai sekarang, hapus semua account media sosialmu. Dan berhentilah bertengkar dengan Kai di depan orang-orang. Jangan sampai media mengorek skandal masa lalumu, Soo Jung ssi.” Tiba-tiba saja nada bicara manager-ku menjadi lembut.

“Kau tahu tentang hal itu, Oppa?” tanyaku. Sebelumnya manager-ku tidak pernah membahas masa laluku.

Manager-ku mengangguk. “Hmm. Aku tahu skandal yang menimpamu sebelum debut. Sebelum menjadi manager kalian, aku tahu masa lalu kalian. Dan tugasku sekarang adalah melindungi kalian. Melindungimu, Soo Jung. Apapun yang terjadi.”

Aku memalingkan wajahku. Menatap jalanan lewat jendela. Mataku terasa panas. “Gomawo Oppa.” Lirihku pelan.

Ponselku bergetar. Ada message dari Victoria eonni.

Uri baby.., kau baik-baik saja sayang? Kami akan membantu dan mendukungmu! Aja-aja fighting! Aku sudah berada di gedung SME. Tenang saja. Sajangnim menyayangimu. Dia tidak akan menyakitimu.

 

Aku tersenyum. Lalu mengetik message balasan untuk Vic eonni.

Eonni, sajangnim tidak akan menyakiti Kai seperti dulu dia menyakiti malaikat sayap hitam kan? Aku tidak ingin sayap Kai berubah menjadi hitam ataupun putih. Aku ingin ia tetap bersayap abu-abu.

 

Lama sekali tidak ada balasan dari Victoria eonni. Selama di perjalanan menuju gedung SME aku hanya terdiam. Menatap jalanan Seoul yang cukup ramai.

Beberapa saat kemudian, Vic eonni mengirimiku message lagi.

Victoria : Malaikat sayap putih-mu akan segera pulang ke Jepang bersama Yun Ho Oppa. Dengan kondisimu sekarang, kau tidak bisa mengantarnya ke bandara. Amber dan Key akan mengantarnya.

 

Aku : tolong titipkan salam-ku untuknya. Aku berharap dia segera comeback di Korea, agar aku bisa sering bertemu dengannya. ^_^

 

Victoria : Aigoo.., uri baby.., akan kusampaikan. Tersenyumlah. Ada aku di sini. Hehehe.

 

Aku : ^_^

 

Victoria : ng..ng.., Soo Jung~ah.., barusan malaikat sayap hitam meneleponku. Aku tidak menjawabnya. Kau ingin bicara padanya? Dia menanyakan nomor handphone-mu. Aku juga tidak membalasnya.

 

Aku menghela nafas panjang berkali-kali. Managerku menoleh dan tersenyum hangat. Menyemangati.

Aku pun mengetik balasan message Victoria :

Biarkan saja, eonni. Jangan membalasnya. Jangan mengangkat teleponnya. Biarkan saja ia tetap menjadi malaikat sayap hitam-ku. Aku takut…, kalau aku bicara padanya lagi.. sayapnya akan berubah warna. Biar saja ia tetap menjadi malaikat sayap hitam.

 

Send….

Karena aku masih sangat mencintainya. Biarkan saja ia menjadi malaikat sayap hitam… terbang bebas di luar sana. Daripada menjadi malaikat sayap putih di sisiku. Tersiksa. Terkekang. Menderita. Lebih baik aku membiarkannya bebas. Lebih baik aku berpikir dia membenciku. Selamanya membenciku.

Benci aku.., dan teruslah hidup dengan bahagia, malaikat sayap hitam.

–          TBC –

5 thoughts on “Malaikat Sayap Putih, Hitam, atau Abu? (Chapter 1)

  1. Pingback: Malaikat Sayap Putih, Hitam, Atau Abu? (Chapter 4) | wiantinaazmi

  2. Pingback: KaiStal | wiantinaazmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s